cover
Contact Name
Meiana Maulida Hikmawati
Contact Email
lppm@stipram.ac.id
Phone
+62274-485650
Journal Mail Official
jurnalkepariwisataan@stipram.ac.id
Editorial Address
Jalan Ahmad Yani No. 52B, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Kode Pos 55198
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
ISSN : 19079389     EISSN : 27162664     DOI : -
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah merupakan jurnal ilmiah yang memuat artikel atau naskah yang berorientasi pada bidang kepariwisataan, dimana naskah atau artikel tersebut belum pernah dipublikasikan di media lain atau sedang dikirim ke penerbit lain. Artikel atau naskah yang dipublikasikan adalah hasil penelitian atau pendampingan/ konseptual atau studi pustaka namun bersifat obyektif dan sistematis yang ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris yang standar dan baku (bisa dipahami). Artikel atau naskah diterbitkan dalam bentuk cetak dan online. Untuk versi online, Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah sudah terindeks Google Schoolar dan Garuda. Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah pertama kali terbit pada bulan Januari 2007 dan diterbitkan dalam 3 (tiga) edisi setiap tahunnya, yaitu diterbitkan setiap bulan Januari, Mei dan September.
Articles 335 Documents
PERSEPSI WISATAWAN TERHADAP KUALITAS FASILITAS DI OBJEK WISATA PULAU BERAS BASAH, KOTA BONTANG Betan, Alia Abdy; Ningrum, Mei Vita Romadon
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 20, No 1 (2026): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v20i1.1036

Abstract

AbstractThis research aims to describe and analyze tourists' perceptions of the condition and quality of the facilities available at Beras Basah Island Tourist Attraction, South Bontang District, Bontang City. Availability and maintenance of facilities are important in shaping visitors' impressions and satisfaction. The research method used is descriptive quantitative thru a survey approach. Data was collected using a questionnaire instrument distributed to a sample of visiting tourists. The criteria for the facilities measured include main facilities, supporting facilities and auxiliary facilities. The research results show that overall, tourists' perception of the facilities on Beras Basah Island is in the fairly good category. However, a detailed analysis by criteria found that the aspects of cleanliness and sanitation were still rated low and were a major concern for tourists. This research concludes that although the potential of natural attractions is already quite good, supporting facilities have not fully met satisfaction standards. Based on the research findings, immediate action is needed from the management and the Bontang City Government to improve basic facilities, enhance waste management, and strengthen security aspects in order to achieve sustainable tourism on Beras Basah Island. For further researchers, they can relate it to derivative variables such as tourist satisfaction with the level of return visits. Keywords: Tourist Perception; Facility Quality; Tourist Attractions.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis persepsi wisatawan terhadap kondisi dan kualitas fasilitas yang tersedia di Objek Wisata Pulau Beras Basah, Kecamatan Bontang Selatan, Kota Bontang. Ketersediaan dan pemeliharaan fasilitas merupakan hal penting dalam membentuk kepuasan pengunjung. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif melalui pendekatan survei. Data dikumpulkan menggunakan instrumen kuesioner yang disebarkan kepada sampel wisatawan yang berkunjung. Kriteria fasilitas yang diukur meliputi fasilitas utama, fasilitas pendukung dan fasilitas penunjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum, persepsi wisatawan terhadap fasilitas Pulau Beras Basah berada pada kategori cukup baik. Namun, analisis rinci per kriteria menemukan bahwa aspek kebersihan dan sanitasi dinilai masih rendah dan menjadi perhatian utama wisatawan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun potensi daya tarik alam sudah cukup baik, fasilitas penunjang belum sepenuhnya memenuhi standar kepuasan. Berdasarkan hasil penelitian, diperlukan tindakan segera dari pengelola dan Pemerintah Kota Bontang untuk melakukan perbaikan fasilitas dasar, meningkatkan pengelolaan sampah, serta memperkuat aspek keamanan demi mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan di Pulau Beras Basah. Bagi peneliti selanjutnya bisa mengaitkannya dengan variabel turunan seperti kepuasan wisatawan dengan tingkat kunjungan kembali.Kata Kunci: Persepsi Wisatawan; Kualitas Fasilitas; Objek Wisata
EKSISTENSI MUSEUM RADYA PUSTAKA SEBAGAI DESTINASI WISATA PENDIDIKAN DAN SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH Utami, Meilani; Musadad, Akhmad Arif
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 20, No 2 (2026): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v20i2.1141

Abstract

Museum Radya Pustaka merupakan salah satu museum tertua yang ada di Indonesia. Potensi tersebut menarik wisatawan mancanegara maupun domestik untuk menjadikan Museum Radya Pustaka sebagai objek wisata pendidikan dan sumber belajar sejarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan manajemen dan koleksi di Museum Radya Pustaka, pemanfaatan Museum Radya Pustaka sebagai Wisata pendidikan dan sumber belajar sejarah. Metode yang digunakan kualitatif deskriptif. Dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan Museum Radya Pustaka telah menerapkan fungsi manajemen POAC secara cukup baik. Pada tahap planning, setiap kegiatan telah direncanakan secara sistematis. Organizing ditunjukkan melalui pembagian tugas yang jelas Actuating dilakukan melalui pelaksanaan program edukasi, konservasi, promosi, serta peningkatan profesionalisme staf. Sementara itu, controlling dilakukan melalui pemantauan dan evaluasi kegiatan, pengawasan keamanan, serta survei pengunjung. Pengelolaan koleksi meliputi pengadaan, registrasi, inventarisasi, penelitian, serta perawatan dan konservasi yang melibatkan kerja sama dengan pihak eksternal. Selain itu, Museum Radya Pustaka telah berkembang sebagai wisata edukasi yang memenuhi prinsip 4A (Attraction, Accessibility, Amenity, dan Ancillary), terlihat dari meningkatnya kunjungan pelajar, kolaborasi dengan lembaga pendidikan, serta penyediaan fasilitas informasi yang memadai. Museum ini juga berperan sebagai sumber belajar sejarah melalui pemanfaatan koleksi benda dan tulisan, kegiatan penelitian, kunjungan edukatif, serta program magang bagi pelajar dan mahasiswa.
PENGARUH KETERLIBATAN MEDIA SOSIAL DAN KESADARAN MEREK TERHADAP NIAT BERKUNJUNG KE TWIN GARDEN VILLA PECATU Ni Wayan Merry Nirmala Yani; Ni Ketut Ari Ningsih; Ni Putu Sri Ayu Kartika Dewi
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 20, No 2 (2026): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v20i2.870

Abstract

AbstractThis study aims to examine the influence of social media engagement and brand awareness on tourist’s intention to visit The Twin Garden Villa Pecatu using a quantitative approach with the Structural Equation Modeling Partial Least Squares (SEM-PLS) method. The sample consisted of 109 respondents selected using simple random sampling. Respondents were social media users who were aware of the brand and interested in visiting the villa. The results show that social media engagement has a positive and significant effect on brand awareness and tourist’s intention to visit. Brand awareness also has a positive and significant effect on intention to visit and acts as a complementary mediator in the relationship between social media engagement and tourist’s intention to visit. These findings support the Theory of Planned Behavior, indicating that subjective norms, attitudes, and perceived behavioral control can be shaped through social media interactions. This study recommends that villa management improve digital content quality and interaction to strengthen brand awareness and increase tourist’s intention to visit. Future research is suggested to include additional variables such as trust, electronic word of mouth (e-WOM) or destination image.Keywords:       Social Media Engagement; Brand Awareness; Intention to Visit; Tourism MarketingAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh keterlibatan media sosial dan kesadaran merek terhadap niat berkunjung wisatawan ke The Twin Garden Villa Pecatu dengan pendekatan kuantitatif melalui metode Structural Equation Modeling Partial Least Squares (SEM-PLS). Sampel penelitian berjumlah 109 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Responden merupakan pengguna media sosial yang memiliki kesadaran merek dan ketertarikan untuk berkunjung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan media sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesadaran merek dan niat berkunjung wisatawan. Kesadaran merek juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat berkunjung serta berperan sebagai mediasi komplementer dalam hubungan tersebut. Temuan ini mendukung Theory of Planned Behavior yang menyatakan bahwa norma subjektif, sikap, dan persepsi kontrol perilaku dapat terbentuk melalui interaksi di media sosial. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kualitas konten dan interaksi digital untuk memperkuat kesadaran merek dan meningkatkan niat berkunjung. Penelitian selanjutnya disarankan menambahkan variabel seperti kepercayaan, e-WOM atau citra destinasi.Kata Kunci:    Keterlibatan Media Sosial; Kesadaran Merek; Niat Berkunjung; Pemasaran Pariwisata
TATA KELOLA PARIWISATA DALAM PENGEMBANGAN POTENSI DESA WISATA KEDISAN GIANYAR, BALI Ni Luh Putu Anggi Artaeni; Ni Kadek Michelle Wijaya; Putu Indira Mas Putri; Ni Luh Ayoumee Andini; I Putu Wahyu Wiradinata; Dewa Putu Ananta Mahendra; I Nyoman Arto Suprapto
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 20, No 2 (2026): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v20i2.1059

Abstract

AbstractKedisan Tourism Village which is located in Tegallalang District, Gianyar Regency is one of the villages that has several very interesting tourism potentials to be developed as a rural tourism potential. The development is carried out through governance involving various local actors and the existence of various stakeholders who play an active role in advancing the Kedisan Tourism Village. This research aims to understand how tourism governance is formed, which actors are involved, and how tourism potential is used to support village development. The research was conducted using a descriptive qualitative approach through field observations, interviews, and documentation. The results of the study show that Kedisan Tourism Village implements collaboration-based governance involving the Village Government, BUMDes, Banjar Adat, community groups, and local business actors. This collaboration can be seen in the management of destinations such as Ulu Petanu Waterfall, rice fields, and handicraft centers that have long been the identity of the village. The governance that is built does not only focus on economic aspects, but also considers nature conservation and community empowerment. The findings of the study confirm that the success of tourism villages is highly dependent on the quality of coordination, transparency, and community participation in the decision-making process. The results of this research are expected to be able to be a basic reference in the development of tourism governance in Kedisan Village in the future. Researchers can then develop other variables or review this study with different goals or deepen it with different research techniques.Keywords: Tourism Village; Kedisan; Community Participation; Village Potential Development; Tourism GovernanceAbstrakDesa Wisata Kedisan yang terletak di Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar merupakan salah satu desa yang memiliki beberapa potensi wisata yang sangat menarik untuk dikembangkan sebagai potensi pariwisata pedesaan. Pengembangan tersebut dilakukan melalui tata kelola yang melibatkan berbagai aktor lokal serta keberadaan beragam stakeholder yang berperan aktif dalam memajukan Desa Wisata Kedisan. Penelitian ini bertujuan memahami bagaimana tata kelola pariwisata dibentuk, aktor mana saja yang terlibat, serta bagaimana potensi wisata dimanfaatkan sebagai penunjang pembangunan desa. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Wisata Kedisan menerapkan tata kelola berbasis kolaborasi yang melibatkan Pemerintah Desa, BUMDes, Banjar Adat, kelompok masyarakat, dan para pelaku usaha lokal. Kolaborasi ini tampak dalam pengelolaan destinasi seperti Air Terjun Ulu Petanu, area persawahan, dan sentra kerajinan yang sudah lama menjadi identitas desa. Tata kelola yang terbangun tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga mempertimbangkan pelestarian alam serta pemberdayaan masyarakat. Temuan penelitian menegaskan bahwa keberhasilan desa wisata sangat bergantung pada kualitas koordinasi, transparansi, serta partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. Hasil penelitian ini diharapkan mampu menjadi acuan dasar dalam pengembangan tata kelola pariwisata di Desa Kedisan kedepannya.Peneliti selanjutnya dapat mengembangkan variabel lain atau mengkaji kembali penelitian ini dengan tujuan yang berbeda atau memperdalam dengan teknik penelitian yang berbeda.Kata Kunci: Desa Wisata; Kedisan; Partisipasi Masyarakat; Pengembangan Potensi Desa; Tata Kelola Pariwisata
MOTIF KUNJUNGAN KE RUMAH BUDAYA KRATONAN SURAKARTA DALAM PELESTARIAN BUDAYA LOKAL DAN EDUKASI SEJARAH Arnita, Selvina Inka; Musadad, Akhmad Arif
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 20, No 2 (2026): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v20i2.1051

Abstract

ABSTRACTSurakarta is known as one of the cultural centers of Indonesia that plays an important role in preserving local culture and providing historical education, one of which is represented through the existence of Rumah Budaya Kratonan. This study aims to examine the management of Rumah Budaya Kratonan, the motives of visitors, and its role in preserving local culture as well as serving as a medium for history education. This research employed a qualitative method with a single case study approach through interviews, observations, and document analysis. The findings indicate that visitors come to Rumah Budaya Kratonan with various motives, including educational purposes, recreation, and cultural tourism. Rumah Budaya Kratonan contributes to local cultural preservation through dance and karawitan training programs, while its role in history education is reflected through the Surakarta History Gallery and historical discussion activities. Overall, Rumah Budaya Kratonan contributes to sustaining local culture and enhancing public understanding of history, although it still requires stronger promotional strategies and program development to optimize its function as a space for education and cultural preservation.Keywords: History Education; Visitor Motivation; Cultural Preservation; Rumah Budaya KratonanABSTRAKSurakarta dikenal sebagai salah satu pusat kebudayaan di Indonesia yang memiliki peran penting dalam pelestarian budaya lokal dan edukasi sejarah, salah satunya melalui keberadaan Rumah Budaya Kratonan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan Rumah Budaya Kratonan, motif kedatangan pengunjung, serta peran rumah budaya ini sebagai pelestari budaya lokal sekaligus sarana edukasi sejarah. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus tunggal melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengunjung datang ke Rumah Budaya Kratonan dengan berbagai motif, antara lain pendidikan, rekreasi, dan wisata budaya. Rumah Budaya Kratonan menjalankan perannya dalam pelestarian budaya lokal melalui program pelatihan tari dan karawitan, serta perannya dalam edukasi sejarah diwujudkan melalui Galeri Sejarah Surakarta dan diskusi sejarah. Secara keseluruhan, Rumah Budaya Kratonan berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan budaya lokal dan meningkatkan pemahaman sejarah masyarakat, meskipun masih memerlukan penguatan strategi promosi dan pengembangan program agar pemanfaatannya sebagai ruang edukasi dan pelestarian budaya dapat lebih optimal.Kata Kunci: Edukasi sejarah; Motif rengunjung; Pelestarian Budaya; Rumah Budaya Kratonan
ANALISIS SENTIMEN ULASAN ONLINE TRAVEL AGENT TERHADAP POTENSI MINAT BELI KONSUMEN DI LE MÉRIDIEN BALI I Kadek Pandu Adi Wiranatha; Putu Diah Sastri Pitanatri; Prastha Adyatma
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 20, No 2 (2026): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v20i2.1163

Abstract

AbstractOnline customer reviews on Online Travel Agent (OTA) platforms serve as digital information sources that shape prospective consumers’ perceptions before hotel booking. This study aims to analyze the sentiment distribution of guest reviews for Le Méridien Bali Jimbaran on Booking.com and examine its potential implications for consumer purchase intention. A quantitative approach was employed through web scraping of 1,002 reviews from March 2023 to February 2026, after data screening and preprocessing, 538 valid reviews were analyzed. Sentiment analysis was conducted using VADER, TF-IDF feature extraction, and Multinomial Naïve Bayes classification. The model achieved an accuracy of 0.75, with an average precision of 0.73, recall of 0.59, and F1-score of 0.60. The results show that positive sentiment dominates at 67.84%, followed by neutral sentiment at 22.12% and negative sentiment at 10.04%. These findings indicate that guest perceptions are generally positive, although several service aspects still require improvement. Consumer purchase intention was not directly measured but discussed conceptually based on guest perceptions reflected in OTA reviews. This study provides managerial insights for strengthening digital reputation and supporting the potential formation of consumer purchase intention.Keywords: Sentiment Analysis; Online Travel Agent; Purchase Intention; Naïve Bayes; Booking.comAbstrakUlasan tamu pada platform Online Travel Agent (OTA) menjadi sumber informasi digital yang membentuk persepsi calon konsumen sebelum melakukan pemesanan hotel. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi sentimen ulasan tamu Le Méridien Bali Jimbaran pada Booking.com serta mengkaji potensi implikasinya terhadap minat beli konsumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui teknik web scraping terhadap 1.002 ulasan periode Maret 2023-Februari 2026, setelah seleksi dan pra-pemrosesan, diperoleh 538 ulasan valid untuk dianalisis. Analisis sentimen dilakukan menggunakan VADER, ekstraksi fitur TF-IDF, dan klasifikasi Multinomial Naïve Bayes. Model memperoleh akurasi 0,75, precision 0,73, recall 0,59, dan F1-score 0,60. Hasil menunjukkan dominasi sentimen positif sebesar 67,84%, diikuti sentimen netral 22,12% dan negatif 10,04%. Temuan ini menunjukkan bahwa persepsi tamu cenderung positif, meskipun masih terdapat aspek layanan yang perlu diperbaiki. Minat beli tidak diukur langsung, tetapi dibahas secara konseptual berdasarkan persepsi dalam ulasan OTA. Hasil penelitian memberikan masukan manajerial untuk memperkuat reputasi digital dan mendukung potensi pembentukan minat beli konsumen.Kata Kunci: Analisis Sentimen; Online Travel Agent; Minat Beli; Naïve Bayes; Booking.com
PENGEMBANGAN PARIWISATA BERKELANJUTAN PADA DAYA TARIK WISATA GOA GAJAH DI GIANYAR, BALI Syavitri Sukma Utami Rambe; Ni Nyoman Samitri Putri
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 20, No 2 (2026): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v20i2.1054

Abstract

AbstractThe Goa Gajah Tourism Attraction faces a critical dilemma between preserving its 11th-century cultural heritage and managing the escalating pressures of mass tourism. This study aims to assess the site's existing conditions and develop a management strategy that balances conservation with economic objectives. Employing a descriptive qualitative method with a case study approach, data were collected through observation and documentation, then analyzed using SWOT analysis integrated with IFAS and EFAS matrices. The scientific findings reveal a management paradox: although the site possesses strong legal standing and adequate fiscal resources through a 20% maintenance fund allocation, physical degradation, such as mechanical cracking and biotic weathering, persists due to arterial road vibrations and the absence of visitor capacity management. The strategic analysis positions the site in the Growth and Stability quadrant, yet it remains highly vulnerable to spatial risks. The study concludes that preservation solutions cannot rely solely on physical restoration but require regional planning interventions through spatial deconcentration strategies, diversification of attractions, and the implementation of strict defensive buffer zones to mitigate infrastructure impacts and ensure the site's long term sustainability.Keywords: Sustainable Tourism; Cultural Heritage; Goa Gajah; ConservationAbstrakDaya Tarik Wisata (DTW) Goa Gajah menghadapi tantangan kritis dalam menyeimbangkan pelestarian warisan budaya abad ke-11 dengan tekanan pariwisata massal yang terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi eksisting situs serta merumuskan strategi pengelolaan yang menyelaraskan aspek konservasi dan ekonomi. Penelititan ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis SWOT yang diintegrasikan dengan matriks IFAS dan EFAS. Temuan ilmiah menunjukkan adanya paradoks pengelolaan: meskipun situs memiliki legalitas kuat dan sumber daya fiskal memadai melalui alokasi dana pemeliharaan 20%, degradasi fisik berupa keretakan mekanis dan pelapukan biotis terus terjadi akibat getaran yang bersumber dari jalan arteri dan ketiadaan manajemen kapasitas pengunjung. Analisis strategis menempatkan situs pada posisi Pertumbuhan dan Stabilitas, namun dengan kerentanan spasial yang tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa solusi pelestarian tidak cukup hanya pada pemugaran fisik, melainkan memerlukan intervensi perencanaan wilayah melalui strategi dekonsentrasi spasial, diversifikasi atraksi wisata, dan penerapan zona penyangga defensif yang ketat untuk memitigasi dampak infrastruktur dan menjaga keberlanjutan situs jangka panjang.Kata Kunci:  Pariwisata Berkelanjutan; Warisan Budaya; Goa Gajah; Konservasi
NILAI PAWONGAN SEBAGAI MODAL BUDAYA DALAM INTERAKSI PARIWISATA DI UBUD BALI Fahmi Fahrudin Fadirubun; Farah Asilah Oktafani; Nanda Masayu Putri; Imani Rahmania; Annisa Salsabila Hidayat; Moh Alfin Dwi Rahmatullah
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 20, No 2 (2026): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v20i2.1053

Abstract

Bali is one of the world's leading tourism destinations with a rapidly developing tourism industry. These dynamics have significant implications for the social and cultural life of local communities, particularly in the Ubud area. This study aims to analyze how the Pawongan value, as part of the Tri Hita Karana concept, plays a role in creating social harmony and supporting sustainable tourism interactions in Ubud, Bali. This study uses a qualitative approach with data collection techniques such as observation and in-depth interviews. The research informants consisted of six people consisting of local residents and tourists. The results show that the application of the Pawongan value is reflected in the Ubud community's friendly attitude towards tourists, practices of mutual respect, harmonious social interactions, mutual cooperation (ngayah), and adherence to traditional norms and environmental cleanliness. However, the application of the Pawongan value faces various challenges, such as the influence of globalization, the influx of immigrants, changes in community mindsets due to educational advancements, and developments in science and technology. The impact of the application of the Pawongan value in Ubud shows two sides: a positive impact in the form of maintaining social harmony and the quality of tourism services, and a negative impact that has the potential to shift local values. This study confirms that Pawongan is an important cultural asset in maintaining social harmony and tourism sustainability in Ubud.
IDENTIFIKASI FAKTOR MINAT KUNJUNGAN WISATAWAN DI DESA BUDAYA BAWOMATALUO Nova Bernedeta Sitorus; Muhammad Khadry; Aisyah Syakirah; Bryant Ekklesia Sembiring; Ikma Laras Wati; M Adlin Nasution; Nabila Balqis; Novayanti Siregar
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 20, No 2 (2026): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v20i2.1165

Abstract

AbstractThis study aims to identify the factors that form tourist’s interest in visiting cultural tourism in Bawomataluo Village, South Nias Regency. The factors analyzed include tourist attractions, accessibility, tourism facilities, tourism information and tourism costs. This study employed a quantitative approach with data collected through questionnaires distributed to 83 tourists who had visited or were visiting Bawomataluo Village, selected using simple random sampling. The data were analyzed using factor analysis to identify the dominant factors that constitute tourist’s visiting interest. The results indicated that all five variables, tourist attractions, accessibility, tourism facilities, tourism information and tourism costs, were identified as factors that form tourist’s interest in visiting cultural tourism in Bawomataluo Village. Based on factor loadings in the component matrix, tourism facilities and accessibility emerged as the most dominant factors, followed by tourism costs, tourism information and tourist attractions. This study is expected to provide input for destination managers and stakeholders in formulating more effective cultural tourism development strategies.Keywords: Cultural Tourism; Tourist Interest; Accessibility; Tourism Facilities; Factor AnalysisAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang membentuk minat wisatawan dalam mengunjungi wisata budaya di Desa Bawomataluo, Kabupaten Nias Selatan. Faktor-faktor yang dianalisis meliputi daya tarik wisata, aksesibilitas, fasilitas pariwisata, informasi wisata, serta tarif atau biaya wisata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada 83 responden yang merupakan wisatawan yang sedang atau pernah berkunjung ke Desa Bawomataluo, dan dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dianalisis menggunakan analisis faktor untuk mengidentifikasi faktor dominan yang membentuk minat wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima variabel yang diteliti, daya tarik wisata, aksesibilitas, fasilitas pariwisata, informasi wisata, dan tarif atau biaya wisata, teridentifikasi sebagai faktor yang membentuk minat wisatawan dalam mengunjungi wisata budaya di Desa Bawomataluo. Berdasarkan nilai loading faktor pada component matrix, fasilitas pariwisata dan aksesibilitas merupakan faktor yang paling dominan, diikuti tarif atau biaya wisata, informasi wisata, dan daya tarik wisata. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pengelola destinasi dan pemangku kepentingan dalam merumuskan strategi pengembangan wisata budaya yang lebih efektif.Kata kunci: Wisata Budaya; Minat Wisatawan; Aksesibilitas; Fasilitas Pariwisata; Analisis Faktor
IMPLEMENTASI KONSEP PARIWISATA RAMAH MUSLIM DALAM TATA KELOLA DESA WISATA BONJERUK DI LOMBOK TENGAH Hamdani Satriawan; Khairul Amri Assidiq
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 20, No 2 (2026): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v20i2.1152

Abstract

Abstract: This study aims to understand the concept of Muslim-friendly tourism in applying the concept of tourism village governance, building a brand image of tourism destinations and increasing synergy between stakeholders. The research method used is descriptive qualitative with primary and secondary data types and data collection is carried out by conducting field observations, documentation studies and interviews. The results showed that the management carried out by the people of Bonjeruk Village was good with direct involvement in serving tourists as direct participation by providing tourism services. However, the need for supporting facilities to meet Muslim tourists is still not maximally available with the lack of local homestays, halal certification for food and beverage products and Muslim-friendly travel packages have not been included and the synergy between stakeholders is increased in providing tourist needs in the field of tourism facilities and infrastructure.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memahami konsep pariwisata ramah muslim dalam menerapkan konsep tata kelola desa wisata, membangun brand image destinasi pariwisata dan meningkatkan sinergitas antar pemangku kepentingan. Motode penelitian yang digunakan adalah desakriptif kualitatif dengan jenis data primer dan sekunder serta pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi lapangan, studi dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian yang didapatkan bahwa pengelolaan yang dilakukan oleh masyarakat Desa Bonjeruk sudah baik dengan keterlibatan langsung dalam melayani wisatawan sebagai pastisipasi langsung dengan memberikan pelayanan pariwisata. Namun kebutuhan fasilitas penunjang dalam memenuhi wisatawan muslim masih belum tersedia secara maksimal dengan kurangnya homestay lokal, sertifikasi halal pada produk makanan dan minuman serta paket perjalanan ramah muslim belum disertakan dan sinergitas antar pemangku kepentingan ditingkatkan dalam memberikan kebutuhan wisatawan di bidang sarana dan prasarana pariwisata.

Filter by Year

2015 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 2 (2026): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 20, No 1 (2026): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 19, No 3 (2025): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 19, No 2 (2025): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 19, No 1 (2025): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 18, No 3 (2024): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 18, No 2 (2024): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 18, No 1 (2024): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 17, No 3 (2023): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 17, No 2 (2023): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 17, No 1 (2023): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 16, No 3 (2022): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 16, No 2 (2022): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 16, No 1 (2022): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 15 No. 01 (2021): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 15, No 3 (2021): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 15, No 2 (2021): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 15, No 1 (2021): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 14 No. 03 (2020): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 14 No. 02 (2020): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 14 No. 01 (2020): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 14, No 3 (2020): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 14, No 2 (2020): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 14, No 1 (2020): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 13 No. 03 (2019): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 13 No. 02 (2019): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 13 No. 01 (2019): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 13, No 3 (2019): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 13, No 2 (2019): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 13, No 1 (2019): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 12 No. 03 (2018): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 12 No. 02 (2018): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 12 No. 01 (2018): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 12, No 3 (2018): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 12, No 2 (2018): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 12, No 1 (2018): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 11 No. 03 (2017): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 11 No. 02 (2017): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 11 No. 01 (2017): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 11, No 3 (2017): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 10 No. 03 (2016): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 10 No. 02 (2016): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 10 No. 01 (2016): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 9 No. 03 (2015): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 9, No 3 (2015): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah More Issue