cover
Contact Name
Febri Giantara
Contact Email
almutharahah@diniyah.ac.id
Phone
+6281365687847
Journal Mail Official
febrigiantara@diniyah.ac.id
Editorial Address
LPPM STAI Diniyah Pekanbaru Jl. Kuau No.001/ Jl. KH. Ahmad Dahlan No.100, Pekanbaru, Riau, Indonesia, 28121
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan
ISSN : 20880871     EISSN : 27222314     DOI : http://doi.org/10.46781/al-mutharahah
Published by LPPM STAI Diniyah Pekanbaru, since Volume 1 Issue 1 June 2011. Al-Mutharahah is a magazine run by the LPPM STAI Diniyah Pekanbaru, which is regularly published every June and December. The magazine focuses on the latest topics on education, sharia economics, sharia banking, psychology, and the development of Islamic society. The writings in this journal are open to academics, researchers, and professionals to education. The scope of the Al-Mutharahah Journal focuses on the publication of scientific research results on: 1. Islamic religious education, 2. Islamic banking, 3. Islamic community development, 4. Islamic economy, 5. Islamic psychology, and 6. Islamic education for young children.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 171 Documents
Konsep Pendidikan Akhlak : Kajian Tafsir Surat Al Hujurat Ayat 11-13 Deri Firmansyah; Asep Suryana
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Vol 19 No 2 (2022): Jurnal Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan
Publisher : LPPM STAI Diniyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-mutharahah.v19i2.538

Abstract

Dilakukannya penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implikasi konsep pendidikan akhlak yang terkandung dalam surat Al-Hujurat ayat 11-13. Fenomena nyata yang terjadi saat ini bahwa generasi muda kurang memiliki tata krama, etika, sopan santun terhadap orang tua, sesamanya, cara bersosial di masyarakat maupun dengan lingkunganny. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penilitian studi kepustakaan (library research), pendekatan content analysis yaitu mengunakan metode analisis isi dengan menjelaskan ayat Al-Qur’an Surat Al-Hujurat 11-13 dari segala aspeknya mulai dari kosa kata, pokok isi kandungan, asbabun nuzul serta munasabah, melalui penafsiran 3 kitab tafsir yaitu Tafsir Ibnu Katsir Pustaka Ibnu Katsir Jilid 8, Tafsir Jajalain yang ditulis Jalaluddin Al-Mahalli dan Jalaluddin As-Suyuti, Tafsir Al-Maraghi yang ditulis Ahmad Mushthafa Al-Maraghi, dan dilengkapi dengan Kitab Ta’lim al-Muta’allim yang ditulis oleh Syaikh Burhanuddin al-Zarnuji. Temuan penelitian ini menunjukan bahwa konsep pendidikan akhlak yang terkandung dalam surat Al-Hujurat ayat 11-13 meliputi: perintah kepada manusia baik laki-laki maupun perempuan untuk saling menghormati dan menghargai, larangan memanggil orang dengan gelar yang mengandung ejekan, larangan untuk berburuk sangka, larangan bergunjing/ghibah, perintah untuk taubat, perintah untuk ta‟aruf/saling mengenal di antara suku dan bangsa, dan perintah untuk meningkatkan ketakwaan. Serta implikasi konsep pendidikan akhlak dalam surat Al-hujurat ayat 11-13 yaitu pendidikan akhlak dalam Islam telah berimplikasi pada pentingnya pendidikan akhlak saat ini melalui para pendidik yang mumpuni di bidang pendidikan Islam yang mampu mengajarkan fondasi-fondasi ajaran agama Islam yang kuat kepada peserta didik, sehingga dapat diperoleh makna-makna dalam menanamkan konsep pendidikan akhlak dalam Islam yang dapat diadopsi oleh tenaga pendidik sebagai agent of change yakni berperan sebagai agen perubahan yang mentransfer wawasan pendidikan Islam maupun ilmu pengetahuan secara umum kepada para peserta didik menuju perubahan yang mengarah pada peningkatan pengetahuan dan pembentukan akhlakul karimah dan mulia, yaitu melalui keteladanan, nasihat dan pembiasaan. Studi masa yang akan datang, adanya kajian tentang perilaku adaptasi dengan perkembangan zaman yang memberikan pengetahun komprehensif konteks akhlak agar tetap sesuai dengan tuntutan Al Quran. Diharapkan lebih bermakna dan memberikan manfaat bagi perjalanan kehidupan dalam merespon sensitifitas perilaku masyarakat Muslim modern.
Konsep Budaya Organisasi dalam Perspektif Manajemen Menurut Peter F Drucker dan A. Riawan Amin Yudi Siswadi; Mukhlis Mukhlis; Azhari Akmal Tarigan; Muhammad Yafiz
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Vol 19 No 2 (2022): Jurnal Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan
Publisher : LPPM STAI Diniyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-mutharahah.v19i2.539

Abstract

Penelitian ini ingin mengetahui dan menganalisis budaya organisasi menurut konsep manajemen barat dalam pandangan Peter F. Drucker, konsep manajemen Islam dalam tinjauan A Riawan Amin. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan library research yaitu lebih menitik beratkan pada pengumpulan data dari berbagai sumber yang relevan dengan metode dokumentasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Peter F Drucker menyatakan manajemen sebagai ilmu budaya yang didalamnya diletakan nilai-nilai moral, perilaku dan keyakinan kepada para pelaku epentingan bisnis dalam organisasi dan perusahaan, sedangkan A Riawan Amin lebih menitik beratkan proses manajemen dan bisnis Islam pada nilai dan motivasi ukhrawi. Ada beberapa kesamaan dasar pada konsep manajemen yang digaungkan oleh dua tokoh pemikir ini khususnya terkait budaya organisasi, salah satu diantaranya terkait religiusitas dan materi.
Strategi Guru PAI untuk Meningkatkan Religiusitas Peserta Didik Muslim di SMA Muhammad Alwi Saputra; Yenni Yunita
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Vol 19 No 2 (2022): Jurnal Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan
Publisher : LPPM STAI Diniyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-mutharahah.v19i2.541

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi masih ada terdapat rendahnya religiusitas peserta didik muslim. Fokus penelitian ini adalah bagaimana upaya guru pendidikan agama Islam dalam meningkatkan religiusitas peserta didik muslim (studi kasus SMAN 1 Bandar Petalangan Kab. Pelalawan). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi guru pendidikan agama Islam dalam meningkatkan religiusitas peserta didik muslim karena masih ditemukan permasalahan tentang religiusitas yang rendah dimana beberapa peserta didik belum memahami dan mengamalkan nilai-nilai keislaman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek pada penelitian ini adalah Guru Pendidikan Agama Islam di SMAN 1 Bandar Petalangan, Kab. Pelalawan. Sedangkan yang menjadi objek penelitian ini adalah upaya guru pendidikan agama Islam dalam meningkatkan religiusitas peserta didik muslim. Setelah meneliti langsung di lokasi penelitian, maka peneliti mengambil kesimpulan bahwa: Guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan religiusitas peserta didik muslim di SMAN 1 Bandar Petalangan, Kab. Pelalawan tergolong Baik, guru sudah berupaya semaksimal mungkin dalam meningkatkan religiusitas peserta didik muslim dengan cara memberikan keyakian dan pemahaman terhadap Allah SWT, malaikat, Nabi. Memberikan doktrin agama Islam yang benar, memperingati hari besar Islam, muhadaroh, sholat dzhuhur secara berjamaah, guru memberikan pembelajarandan contoh dari sikap akhlak yang baik, membiasakan budaya Islam, saling menghormati sesama warga sekolah, membaca al-Qur’an dan mempelajarinya
Upaya Perwujudan Moderasi Beragama Di Kalangan Siswa Melalui Buku Teks Ilmi Mu'min Musyrifin; Muhammad Faiz Andeaz Fawwaz; Indah Maesaroh; Hasse Jubba
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Vol 19 No 2 (2022): Jurnal Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan
Publisher : LPPM STAI Diniyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-mutharahah.v19i2.545

Abstract

Perwujudan moderasi beragama di Indonesia merupakan salah satu hal yang penting untuk banyak pihak. Tidak hanya terbatas pada golongan dewasa, upaya untuk menanamkan nilai persatuan dan kebersamaan di atas perbedaan juga dilakukan pada anak-anak muda. Disamping untuk mempersiapkan generasi selanjutnya untuk mengisi Indonesia, angka intoleransi diantara pemuda tingkat pertama di Indonesia tergolong cukup tinggi. Oleh sebab itu, tujuan penelitian ini untuk menganalisis upaya perwujudan membangun sikap moderasi beragama di kalangan pemuda Indonesia melalui buku teks yang dilihat dari empat indikator moderasi beragama menurut Kementerian Agama RI. Penelitian ini menggunakan model studi pustaka dengan menggunakan sumber utama penelitian buku teks Pendidikan Agama Islam jenjang Sekolah Menengah Pertama kelas 7, 8, dan 9. Hasilnya adalah bahwa empat indikator moderasi beragama menurut Kementerian Agama RI yakni komitmen, toleransi, anti kekerasan, dan akomodatif terhadap budaya lokal belum secara keseluruhan termuat dalam setiap buku teks. Dengan demikian, disarankan untuk melakukan pembaruan materi terkait moderasi beragama supaya memuat pembahasan secara menyeluruh semua indikator tersebut. Selain melalui buku teks, guru juga menyampaikan moderasi beragama dengan berbagai macam model pembelajaran dengan menyesuaikan bahan ajar pada buku teks. Model-model pembelajaran yang ada diantaranya adalah problem based learning, project based learning dan contextual learning. Tulisan ini masih terbatas pembahasannya terkait upaya perwujudan moderasi beragama hanya dinilai dari empat indikator moderasi beragama menurut Kementerian Agama RI saja. Oleh karena itu, tulisan ini menyarankan untuk melakukan berbagai kajian yang lebih luas dengan menambahkan sumber buku yang dianalisa guna memberikan perwujudan generasi muda di Indonesia yang moderat. Kata Kunci: Moderasi Beragama, Siswa, Buku Teks
Pengimplementasi Teologi Sosial dalam Memelihara Kerukunan Umat Beragama di Masyarakat Aceh Cut Asri; Roma Ulinnuha
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Vol 19 No 2 (2022): Jurnal Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan
Publisher : LPPM STAI Diniyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-mutharahah.v19i2.547

Abstract

Tulisan ini bertujuan mengkaji keberagaman masyarakat di Aceh, konsep teologi sosial dalam memelihara kerukunan umat beragama dan pengimplementasian teologi sosial dalam memelihara kerukunan umat beragama. Penelitian dalam tulisan ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan datanya melalui wawancara untuk menjawab pertanyaan yang ada di pendahuluan serta tala’ah dari sumber-sumber yang dapat dijadikan data dalam tulisan ini. Dari hasil penelitian, penulis menemukan konflik yang terjadi di Aceh Singkil sebagai konflik yang berkepanjangan mulai dari tahun 1979 sampai 2015 menjadi konflik yang sama namun dengan isu yang berbeda. Namun latar belakangnya konflik pada tahun 2015 di Aceh Singkil terjadi karena persoalan tidak adanya izin pendirian rumah ibadah yang sebelumnya sudah dijadwalkan pembongkarannya. Adapun faktor lain diisukan dengan persoalan perekonomian dan juga masalah politik. Namun dalam penelitian ini penulis juga memiliki keterbatasan dalam jumlah informan yang harus di wawancarai sehingga perlu di tindak lanjuti supaya secara gamblang dapat diketahui penyebab yang kompleks terjadinya konflik dan sejauh mana pengimplikasian teologi sosial dalam menjaga kerukunan umat beragama.
Menyingkap Kurikulum Pendidikan Islam Berbasis Program Islam Wasathiyah Lina Mayasari Siregar; Musaddad Harahap; Irwan Saleh Dalimunthe
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Vol 19 No 2 (2022): Jurnal Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan
Publisher : LPPM STAI Diniyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-mutharahah.v19i2.555

Abstract

Pada dasarnya kajian ini dilandasi oleh kegelisahan akademis terkait dengan diskursus program Islam washatiyah dan relevansinya dalam kurikulum pendidikan Islam. Untuk itu dipandang penting untuk mengurai bagaimana sebetulnya esensi dari kurikulum pendidikan Islam yang berbasis Islam wasathiyah tersebut. Bila ditelaah secara sederhana kurikulum itu sendiri disebut sebagai aktivitas pembelajaran yang didasarkan atas rencana-rencana matang dan tersusun secara progremik serta diimplementasikan dalam pengawasan satuan pendidikan, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Posisi kurikulum sangat vital dalam pendidikan. Dalam Islam mesikpun kurikulum pendidikan telah disusun dengan baik, tapi kalau hanya mementingkan hal-hal yang bersifat kognitif, tentu tidak akan sampai kepada tujuan hakiki pendidikan Islam sendiri. Untuk itu penting ada penyelarasan kurikulum dengan upaya menginternalisasikan nilai-nilai di dalamnya, salah satu nilai tersebut adalah nilai-niliai moderasi beragama (Islam wasathiyah). Adapun Islam washatiyah merupakan sebuah karakter yang diperoleh seorang muslim sebagai buah dari komitmennya terhadap ajaran agama Islam itu sendiri. Mengimplementasikan nilai-nilai program Islam wasathiyah dalam kurikulum atau pembelajaran bukan hanya formalitas saja, tetapi harus sampai kepada perilaku aktual. Perilaku aktual yang berbais Islam wasathiyah inilah kemudian yang mampu menciptakan stabilitas kehidupan antar sesama, walaupun terdapat perbedaan, tetapi persamaan tetap menjadi dasar yang paling utama. Di antara perilaku Islam wasathiyah itu adalah tawassuth (mengambil jalan tengah), tawazun (berkeseimbangan), i'tidal (lurus dan tegas), tasamuh (toleransi), musawah (Egaliter), dan syura (musyawarah).
Masjid dan OSIP sebagai Laboratorium Pendidikan Karakter bagi Santri di Pesantren Al-Kifayah Riau Yundri Akhyar; Eli Sutrawati
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Vol 19 No 2 (2022): Jurnal Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan
Publisher : LPPM STAI Diniyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-mutharahah.v19i2.581

Abstract

Dewasa ini orang tua siswa tidak hanya menginginkan anak mereka cerdas secara intelektual, namun juga cerdas secara spiritual. Sehingga banyak orang tua yang menyekolahkan anak ke pondok pesantren. Tentu saja ini bukan keinginan tanpa alasan, adanya pengaruh negatif dari kebebasan akses internet, pergaulan bebas dan virus-virus dunia lainnya menjadikan krisis karakter yang setiap saat mengancam generasi ummat. Tuntutan ini, menjadikan pesantren selalu bersungguh menjalankan program berbasis pendidikan karakter di setiap kegiatan kelas maupun di luar kegiatan. Masing-masing pesantren tentunya memiliki ciri khusus terkait implementasi nilai-nilai karakter pada peserta didik. Banyak tempat yang bisa digunakan untuk membentuk karakter siswa yang paling sentral dan biasa adalah di masjid pesantren tersebut.
Pengaruh Manajemen Waktu dan Efikasi Diri Terhadap Prokrastinasi Mahasiswa Pekerja Tingkat Akhir STAI Diniyah Pekanbaru Eva Yuliza; Lailatul Izzah; Willytiyo Kurniawan; Lia Adewila Putri
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Vol 19 No 2 (2022): Jurnal Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan
Publisher : LPPM STAI Diniyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-mutharahah.v19i2.580

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh Manajemen Waktu dan Efikasi Diri terhadap Prokrastinasi Mahasiswa Pekerja Tingkat Akhir STAI Diniyah Pekanbaru. Subjek dalam penelitian ini adalah sebanyak 96 responden. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yang digunakan adalah teknik Sampling Jenuh. Instrumen yang digunakan adalah skala prokrastinasi, skala manajemen waktu, skala efikasi diri. Analisis regresi linier berganda digunakan dalam menganalisa data. Hasil analisis data menunjukkan Variance Inflation Factor (VIF) variabel independen sebesar 1,103, sedangkan Tolerance-nya 0,907. Berdasarkan dari hasil penelitian yang telah peneliti lakukan sebelumnya dan dari menjadi rumusan masalah awal penelitian ini, maka dapat diambil kesimpulan bahwar Variabel X1 (MANAJEMEN WAKTU) berpengaruh terhadap Variabel Y (prokrastinasi) dan Variabel X2 (efikasi diri) terhadap variabel Y (prokrastinasi) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan terhadap penelitian yang berjudul “Pengaruh manajemen waktu dan efikasi diri terhadap prokrastinsi mahasiswa pekerja tingkat akhir STAI Diniyah Pekanbaru”.
Fitrah Beragama dan Islam Agama Kaffah Decky Saputra; Baktiar Nasution
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Vol 19 No 2 (2022): Jurnal Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan
Publisher : LPPM STAI Diniyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-mutharahah.v19i2.609

Abstract

Fitrah bagi manusia dalam beragama dan Islam sebagai agama yang mengatur dari setiap persoalan kehidupan manusia (kaffah). Manusia merupakan makhluk Allah paling istimewa yang telah dianugerahkan dengan berbagai fitrah-Nya, secara bahasa kata fitrah berasal dari kata fathara (فطر) yang berarti menjadikan. Kata tersebut berasal dari akar kata al-fathr (الفطر) yang berarti belahan atau pecahan. Manusia sebagai penghuni alam semesta ini ternyata terikat dengan hukum-hukum yang ada di alam semesta ini. Hukum alam semesta tersebut beroreantasi pada hukum-hukum Allah.
Dampak Psikoligis Serta Sosial Kemasyarakatan Anak Akibat Perceraian Orang Tua dalam Prespektif Nilai-Nilai Islam Zaki Abdullah Faiq; Dio Pratama Putra; Imammul Imammul
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Vol 20 No 1 (2023): Jurnal Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-mutharahah.v20i1.322

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan Dampak psikoligis anak akibat perceraian orang tua Dalam prespektif nilai-nilai Islam dan sosial kemasyarakatan yang sebagai narasumbernya ialah anak dengan kisaran berumur 6-17 tahun. Penelitian ini berdasarkan survey objektif yang dikombinasi wawancara secara mendalam dan bersifat privasi, dengan metode pendekatan pendalaman psikologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dampak psikoligis anak akibat perceraian orang tua yaitu kondisi psikologi mental anak yang ditinggalkan akibat perceraian kedua orang tuanya, pengaruh yang di lakukan oleh masyarakat dalam kehidupan sosial masyarakat kepada anak korban perceraian. Dalam prespektif agama Islam Allah tidak menyukai apabila kedua pasangan suami istri melakukan talaq/perceraian hal ini banyak di firmankan pada alquran pada Q.S al-Baqoroh ayat 227 serta Q.S al-Baqoroh ayat 231 dan juga masih banyak ayat yang menjelaskan tentang hal yang serupa. hal itu menimbulkan dampak bagi keluarga yang telah memiliki seorang anak. Secara tidak langsung anak tersebut yang menerima efek dari perceraian kedua orang tuanya.

Page 9 of 18 | Total Record : 171