cover
Contact Name
lusi marlisa
Contact Email
lusimarlisa1@gmail.com
Phone
+6281373739955
Journal Mail Official
hericahyono808@gmail.com
Editorial Address
https://ojs.ummetro.ac.id/index.php/attajdid/pages/view/editorial-team?attajdid=Editorial+Teams
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
At-Tajdid : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
ISSN : 25485784     EISSN : 25492101     DOI : http://dx.doi.org/10.24127/att.v4i01
Fokus dan scope: jurnal At-Tajdid merupakan jurnal pendidikan dan pemikiran islam,yang diterbitkan dua kali dalam setahun periode januari – juni, dan juli-desember. At-Tajdid merupakan artikel hasil penelitian dalam bentuk penelitian pengembangan, kualitatif, kuantitatif, studi literatur, aplikasi teori, dan studi analisis kritis dalam bidang pendidikan agama islam yang mencakup topik : pemikiran pendidikan islam pendidikan multikultural media dan teknologi pembelajaran pengembangan kurikulum pendidikan islam manajemen pendidikan islam Artikel menganalisis isu-isu terkini, masalah, kebijakan, dan praktik, serta menawarkan kebaruan dan implikasi praktis dalam pengembangan pendidikan islam.
Articles 438 Documents
Implementasi Media Pembelajaran Berbasis Audio-Visual dalam Pembelajaran Al-Qur’an Hadist di Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah 2 Boyolali Program Khusus Muhamad Iqbal; Isfihani Isfihani; Iffah Mukhlisah
AT-TAJDID Vol 10 No 1 (2026): JANUARI-JUNI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v10i1.5015

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong integrasi media pembelajaran berbasis audio-visual dalam proses pendidikan, termasuk pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadist. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam implementasi media pembelajaran berbasis audio-visual dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadist di SMP Muhammadiyah 2 Boyolali Program Khusus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta mengidentifikasi hambatan dan solusi yang diterapkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang mencakup reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media audio-visual mampu meningkatkan motivasi, keterlibatan, serta pemahaman siswa terhadap materi Al-Qur’an Hadist, khususnya pada aspek tajwid dan pemaknaan hadis. Namun, implementasi media ini masih menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu guru, sarana prasarana, dan potensi distraksi siswa. Strategi adaptif berupa penggabungan metode konvensional dengan media audio-visual, jeda penjelasan, serta penyediaan media cadangan terbukti mampu meminimalkan hambatan tersebut. Penelitian ini berkontribusi pada penguatan praktik pembelajaran berbasis multimedia dalam pendidikan Islam serta memberikan rekomendasi praktis bagi pengembangan pembelajaran Al-Qur’an Hadist yang lebih efektif, kontekstual, dan bermakna. The rapid development of digital technology has encouraged the integration of audio-visual learning media in educational practices, including in Al-Qur’an Hadith instruction. This study aims to explore the implementation of audio-visual learning media in teaching Al-Qur’an Hadith at SMP Muhammadiyah 2 Boyolali Program Khusus, focusing on the stages of planning, implementation, evaluation, as well as identifying challenges and practical solutions. This research employed a qualitative descriptive approach with a case study design. Data were collected through classroom observations, in-depth interviews, and documentation, while data analysis followed the interactive model proposed by Miles, Huberman, and Saldaña, involving data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the use of audio-visual media significantly enhances students’ learning motivation, engagement, and conceptual understanding, particularly in tajwid mastery and hadith comprehension. However, several obstacles were identified, including limited preparation time, inadequate facilities, and potential student distraction. Adaptive strategies such as combining conventional teaching methods with audio-visual media, providing explanatory pauses, and preparing offline learning materials were found effective in overcoming these challenges. This study contributes to the development of multimedia-based learning practices in Islamic education and offers practical insights for improving the quality and effectiveness of Al-Qur’an Hadith instruction in junior high schools.
Akhlakul Banaat sebagai Landasan Keteladanan Perempuan di Era Globalisasi Sumi Sulfia Kartika; Fiqra Muhammad Nazib; Masripah
AT-TAJDID Vol 10 No 1 (2026): JANUARI-JUNI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v10i1.5025

Abstract

Globalisasi memicu disrupsi moral perempuan melalui hedonisme digital dan pergeseran etika. Penelitian ini bertujuan mensintesis relevansi kitab Akhlakul Banaat sebagai solusi moral menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) terhadap literatur sepuluh tahun terakhir dari basis data Google Scholar, Moraref, dan Garuda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai iffah, haya’, dan muamalah efektif menjadi filter kritis terhadap dampak negatif digitalisasi seperti objektifikasi diri dan konflik siber. Selain itu, internalisasi nilai qana’ah terbukti menjadi antitesis yang kuat dalam membentengi perempuan dari budaya konsumerisme dan standar kemewahan global di ruang digital. Implementasi nilai-nilai ini tidak bersifat anti-teknologi, melainkan membentuk karakter muslimah yang cerdas, progresif, dan berintegritas. Disimpulkan bahwa Akhlakul Banaat tetap menjadi instrumen esensial dalam penguatan moral perempuan di era modern. Globalization triggers moral disruption for women through digital hedonism and ethical shifts. This study aims to synthesize the relevance of the book Akhlakul Banaat as a moral solution using the Systematic Literature Review (SLR) method on literature from the last ten years sourced from Google Scholar, Moraref, and Garuda. The results indicate that the values of iffah, haya’, and muamalah effectively serve as critical filters against negative digital impacts such as self-objectification and cyber conflicts. Furthermore, the internalization of qana’ah is proven to be a powerful antithesis in shielding women from global consumerism and luxury standards in the digital space. Implementing these values is not anti-technology but instead forms an intelligent, progressive, and high-integrity Muslimah character. It is concluded that Akhlakul Banaat remains an essential instrument for strengthening female character in the modern era.
Strategi Pembelajaran Kurikulum Merdeka pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak Kelas XI Sekolah Menengah Atas Al-Islam 1 Surakarta Rafif Adi Satrio; Isfihani Isfihani; Iffah Mukhlisah
AT-TAJDID Vol 10 No 1 (2026): JANUARI-JUNI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v10i1.5041

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya studi empiris yang secara spesifik mengkaji strategi pembelajaran Akidah Akhlak dalam implementasi Kurikulum Merdeka di tingkat sekolah menengah atas, padahal fenomena ini memiliki dampak signifikan terhadap efektivitas internalisasi nilai dan pembentukan karakter siswa. Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi secara mendalam perencanaan, pelaksanaan, serta faktor pendukung dan penghambat strategi pembelajaran Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Akidah Akhlak kelas XI di SMA Al-Islam 1 Surakarta. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan satu guru Akidah Akhlak dan sejumlah siswa kelas XI yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran dilaksanakan secara fleksibel dan kontekstual melalui variasi metode seperti diskusi, inquiry, problem-based learning, serta integrasi kultur religius sekolah. Temuan ini memperkuat teori konstruktivisme sosial Vygotsky dan pembelajaran reflektif. Simpulan utama penelitian ini menegaskan pentingnya kapasitas reflektif guru dan dukungan institusional dalam keberhasilan implementasi kurikulum. Implikasinya mencakup pengayaan literatur pendidikan agama dan rekomendasi penguatan komunitas belajar guru serta supervisi akademik berkelanjutan. This study is motivated by the limited number of empirical investigations specifically examining instructional strategies in teaching Aqidah Akhlak within the implementation of the Merdeka Curriculum at the senior high school level, despite its significant impact on value internalization and character development among students. The purpose of this study is to explore in depth the planning, implementation, and supporting as well as inhibiting factors of instructional strategies applied in Grade XI Aqidah Akhlak classes at SMA Al-Islam 1 Surakarta. This research employed a qualitative approach using a case study design, involving one Aqidah Akhlak teacher and a selected group of Grade XI students chosen through purposive sampling. Data were collected through classroom observations, semi-structured interviews, and document analysis, and were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña. The findings reveal that instructional strategies were implemented in a flexible and contextual manner through various methods, including discussion, inquiry, problem-based learning, and the integration of the school’s religious culture. These findings support Vygotsky’s social constructivist theory and the concept of reflective teaching. The study concludes that teachers’ reflective capacity and strong institutional support are crucial to the successful implementation of the curriculum. The implications include theoretical contributions to Islamic education scholarship and practical recommendations for strengthening professional learning communities and sustained academic supervision.
MADRASAH SEBAGAI AGEN MOBILITAS SOSIAL: KAJIAN TEORITIS ATAS PERAN PENDIDIKAN ISLAM DALAM TRANSFORMASI KELAS DAN STRUKTUR MASYARAKAT Andika Apriansyah; Abdullah Idi; Karoma Karoma; Yulia Tri Samiha
AT-TAJDID Vol 10 No 1 (2026): JANUARI-JUNI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v10i1.5055

Abstract

Studi ini menyoroti kontribusi madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam dalam memfasilitasi mobilitas sosial di Indonesia. Melalui tinjauan literatur sistematis, dilakukan analisis mengenai hubungan antara pendidikan madrasah, peningkatan status sosial-ekonomi, dan pergeseran struktur kelas masyarakat. Temuan menunjukkan bahwa madrasah melampaui fungsi dasarnya sebagai penyampai nilai-nilai agama; mereka menjadi saluran vital untuk mobilitas sosial vertikal bagi kelas menengah bawah. Akses terhadap pendidikan yang terjangkau, dikombinasikan dengan keterampilan akademik dan agama, memungkinkan madrasah untuk memberikan peluang bagi segmen masyarakat yang sebelumnya terpinggirkan dari sistem pendidikan formal. Namun, efektivitas peran ini sangat bergantung pada faktor internal, seperti kualitas pengajaran dan kurikulum, serta faktor eksternal, termasuk kebijakan pemerintah dan dinamika pasar tenaga kerja. Oleh karena itu, memperkuat kapasitas madrasah untuk menyelaraskan kompetensi agama dengan keterampilan abad ke-21 merupakan langkah krusial dalam memaksimalkan dampaknya terhadap transformasi sosial. This study highlights the contribution of madrasahs as Islamic educational institutions in facilitating social mobility in Indonesia. Through a systematic literature review, an analysis was conducted on the relationship between madrasah education, socio-economic status improvement, and shifts in the class structure of society. The findings reveal that madrasahs transcend their basic function as conveyors of religious values; they become a vital channel for vertical social mobility for the lower-middle class. Access to affordable education, combined with academic and religious skills, enables madrasahs to provide opportunities for segments of society that were previously marginalized from the formal education system. However, the effectiveness of this role is highly dependent on internal factors, such as teaching quality and curriculum, as well as external factors, including government policy and labor market dynamics. Therefore, strengthening the capacity of madrasahs to align religious competence with 21st-century skills is a crucial step in maximizing their impact on social transformation.
(EFEKTIVITAS PENGGUNAAN APLIKASI SISTEM INFORMASI KEARSIPAN DINAMIS TERINTEGRASI (SRIKANDI) DALAM PENGELOLAAN SURAT MENYURAT PADA DINAS PERPUSTAKAAN DAN ARSIP KABUPATEN WAYKANAN PERSPEKTIF MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM Mutia Anisatul Maula; Fina Winata; Duwi Meilina
AT-TAJDID Vol 10 No 1 (2026): JANUARI-JUNI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v10i1.5059

Abstract

Penelitian ini berakar dari kebutuhan lembaga pemerintah untuk memiliki sistem pengelolaan arsip yang lebih baik, responsif, dan berbasis digital, sejalan dengan tuntutan reformasi birokrasi serta penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) menilai efektivitas penggunaan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) dalam pengelolaan surat di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Way Kanan; dan (2) mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung serta menghambat dalam penggunaannya.Metodologi yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan analisis dokumen yang melibatkan tiga narasumber, yaitu Kepala Bidang Kearsipan, Sub Koordinator Arsip Dinamis, dan Arsiparis. Analisis data mengikuti model Miles dan Huberman, yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan aplikasi SRIKANDI dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas pegawai, memperbaiki manajemen administrasi, serta meningkatkan ketepatan dan keamanan dalam pengelolaan arsip dinamis. Aplikasi ini juga mendukung pegawai dalam bertransisi ke sistem kerja digital dan mempercepat proses surat-menyurat. Namun, efektivitasnya belum sepenuhnya optimal karena masih ada hambatan terkait jaringan internet, keterbatasan sumber daya manusia, serta fitur aplikasi yang perlu ditingkatkan. Secara keseluruhan, SRIKANDI terbukti mendukung pengelolaan arsip dinamis secara modern dan berkelanjutan, meskipun masih memerlukan peningkatan infrastruktur, pengembangan kompetensi pegawai, dan optimalisasi sistem. Dari sudut pandang Manajemen Pendidikan Islam, penerapan SRIKANDI sejalan dengan prinsip manajemen yang menekankan pada nilai efisiensi (itqan), tanggung jawab (amanah), transparansi (tabligh), dan profesionalisme dalam pengelolaan administrasi. Dalam konteks manajemen pendidikan Islam, pengelolaan administrasi yang teratur dan akuntabel adalah bagian dari upaya untuk mencapai tata kelola yang baik (good governance) berdasarkan nilai-nilai syariah. Digitalisasi arsip melalui SRIKANDI menunjukkan upaya pembaharuan (tajdid) dalam sistem administrasi, yang tidak hanya berorientasi pada efektivitas teknis, tetapi juga pada peningkatan kualitas layanan publik sebagai bentuk pengabdian (ibadah sosial).Lebih lanjut, pengembangan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan pembinaan berkelanjutan menjadi elemen penting dalam pandangan manajemen pendidikan Islam, karena peningkatan kompetensi merupakan bentuk tanggung jawab moral dan profesional dalam menjalankan amanah jabatan. Dengan demikian, penerapan SRIKANDI tidak hanya dilihat sebagai inovasi teknologi, tetapi juga sebagai bagian dari transformasi manajerial yang sejalan dengan nilai-nilai pendidikan Islam dalam menciptakan sistem administrasi yang tertib, transparan, dan adil. This research addresses the need for government agencies to have a better, more responsive, and digital-based archives management system, in line with the demands of reform regulations and the implementation of the Electronic-Based Government System (SPBE). The objectives of this study were to: (1) assess the effectiveness of the use of the Integrated Dynamic Archiving Information System (SRIKANDI) in managing correspondence at the Way Kanan Regency Library and Archives Service; and (2) identify factors that support and hinder its use.The methodology used was descriptive qualitative, with data collected through semi-structured interviews, observations, and document analysis involving three sources: the Head of the Archives Division, the Dynamic Archives Sub-Coordinator, and the Archivist. Data analysis followed the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing.The research findings indicate that utilizing the SRIKANDI application can increase employee efficiency and productivity, improve administrative management, and enhance the quality and security of dynamic archives management. The application also supports employees in transitioning to a digital work system and expediting correspondence processing. However, its effectiveness is not yet fully optimal due to ongoing challenges related to the internet network, limited human resources, and application features that need to be improved. Overall, SRIKANDI has proven to support modern and sustainable archive management, although it still requires infrastructure improvements, employee competency development, and system optimization.From an Islamic Education Management perspective, the implementation of SRIKANDI aligns with management principles that emphasize efficiency (itqan), responsibility (amanah), transparency (tabligh), and professionalism in administrative management. In the context of Islamic education management, orderly and accountable administrative management is part of the effort to achieve good governance based on Sharia values. The digitization of archives through SRIKANDI demonstrates an effort to reform (tajdid) the administrative system, focusing not only on technical effectiveness but also on improving the quality of public services as a form of devotion (social worship). Furthermore, developing human resource capacity through training and ongoing training is a crucial element in the perspective of Islamic education management, as competency improvement represents a form of moral and professional responsibility in carrying out the mandate. Thus, the implementation of SRIKANDI is not only seen as a technological innovation, but also as part of a managerial transformation that is in line with Islamic educational values ​​in creating an orderly, transparent, and fair administrative system.
IMPLEMENTASI SISTEM KLASIFIKASI DEWEY DECIMAL CLASSIFICATION (DDC) KHUSUS DI DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN WAYKANAN BLAMBANGAN UMPU PERSEFEKTIF MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM Lusiana; Ria Amelisa; Wakidi
AT-TAJDID Vol 10 No 1 (2026): JANUARI-JUNI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v10i1.5060

Abstract

Pengelolaan perpustakaan dan arsip di Way Kanan yang efisien serta berbasis digital merupakan bagian krusial dalam membantu proses Klasifikasi Desimal Dewey Classification (DDC). Penelitian ini bertujuan untuk memahami pelaksanaan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Way Kanan Blambangan Umpu, serta faktor-faktor yang menghambat Klasifikasi Desimal Dewey (DDC) di instansi ini. Fokus penelitian meliputi sistem klasifikasi dan katalogisasi koleksi, layanan perpustakaan, dan program literasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan lokasi penelitian di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Way Kanan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan para pustakawan, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa perpustakaan memiliki struktur organisasi yang komprehensif dan berfungsi dengan baik, dilengkapi dengan pembagian tugas yang jelas. Proses klasifikasi dan katalogisasi dilakukan menggunakan sistem Klasifikasi Desimal Dewey Classification (DDC) yang ditunjang oleh aplikasi SliMS, sehingga pengelolaan koleksi menjadi lebih efisien. Layanan perpustakaan yang tersedia mencakup ruang baca, sirkulasi layanan, dan kunjungan perpustakaan yang terjadwal, yang dirancang untuk meningkatkan kebiasaan membaca di masyarakat. Selain itu, program literasi dilaksanakan secara berkala dengan variasi, termasuk membaca buku, menonton video edukatif, dan lomba mewarnai untuk anak-anak Taman Kanak-kanak (TK), yang telah terbukti meningkatkan minat baca dan kemampuan berpikir anak. Temuan ini menandakan bahwa pengelolaan perpustakaan yang terstruktur serta pemanfaatan teknologi mendukung terciptanya suasana belajar yang lebih dinamis dan menyenangkan di lingkungan setempat. Dilihat dari sudut pandang Manajemen Pendidikan Islam, penerapan sistem Klasifikasi Desimal Dewey (DDC) di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Way Kanan menunjukkan keberhasilan dalam pengelolaan yang sesuai dengan prinsip-prinsip manajemen dalam Islam, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Keberhasilan ini terlihat dari keteraturan koleksi, pelayanan yang efisien, dan peningkatan akses literasi masyarakat. Prinsip tersebut selaras dengan firman Allah dalam QS. Al-Hasyr ayat 18 yang menekankan pentingnya perencanaan yang baik, serta QS. Ash-Shaff ayat 4 yang menegaskan perlunya keteraturan dan kerja yang terencana. Selain itu, hadis Nabi Muhammad SAW yang menyatakan bahwa Allah menyukai pekerjaan yang dilakukan secara itqan (profesional dan menyeluruh) menjadi dasar normatif bahwa pengelolaan perpustakaan yang terstruktur merupakan bagian dari penerapan nilai-nilai manajemen pendidikan Islam. Efficient and digital-based management of libraries and archives in Way Kanan is a crucial part in assisting the Dewey Decimal Classification (DDC) process. This research aims to understand the implementation at the Way Kanan Blambangan Umpu Library and Archives Service, as well as the factors that hinder the Dewey Decimal Classification (DDC) at this agency. Research focus includes collection classification and cataloging systems, library services, and literacy programs. The method used in this research is a qualitative descriptive approach with the research location at the Way Kanan Library and Archives Service. Data was collected through observation, in-depth interviews with librarians, and documentation which was then analyzed descriptively. The results of the research show that the library has a comprehensive and well-functioning organizational structure, equipped with a clear division of tasks. The classification and cataloging process is carried out using the Dewey Decimal Classification (DDC) system which is supported by the SliMS, application, so that collection management becomes more efficient. Available library services include a reading room, circulation services, and scheduled library visits, which are designed to improve reading habits in the community. Apart from that, literacy programs are carried out periodically with variations, including reading books, watching educational videos, and coloring competitions for Kindergarten (TK) children, which have been proven to increase children's interest in reading and thinking abilities. These findings indicate that structured library management and the use of technology support the creation of a more dynamic and enjoyable learning atmosphere in the local environment. Viewed from the perspective of Islamic Education Management, the implementation of the Dewey Decimal Classification (DDC) system at the Way Kanan Library and Archives Service shows success in management in accordance with Islamic management principles, namely planning, organizing, implementing and supervising. This success can be seen from the regularity of collections, efficient services, and increased access to public literacy. This principle is in line with the word of Allah in QS. Al-Hasyr verse 18 which emphasizes the importance of good planning, as well as QS. Ash-Shaff verse 4 which emphasizes the need for order and planned work. Apart from that, the hadith of the Prophet Muhammad SAW which states that Allah loves work that is carried out in an itqan (professional and thorough) manner is the normative basis that structured library management is part of the application of Islamic educational management values.
Penerapan Media Drama Digital Dalam Pembelajaran Akidah Akhlak Siswa Kelas IX Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren Masdarul Ulum Pemulutan Ogan Ilir Ani Tamimi; Rulitawati; Ayu Munawaroh
AT-TAJDID Vol 10 No 1 (2026): JANUARI-JUNI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v10i1.5061

Abstract

Penelitian ini berjudul Penerapan Media Drama Digital dalam Pembelajaran Akidah Akhlak Siswa Kelas IX Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren Masdarul Ulum Pemulutan Ogan Ilir. Pertumbuhan teknologi yang pesat dan pentingnya inovasi pembelajaran yang mampu meningkatkan minat serta pemahaman siswa menjadi latar untuk penelitian ini, khususnya dalam pembelajaran akidah akhlak. Media ini dipilih karena memadukan unsur seni peran, teknologi, dan nilai-nilai keislaman sehingga pembelajaran lebih menarik dan bermakna. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses penerapan media drama digital, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, upaya guru dan pihak sekolah dalam mengatasinya. Metodologi penelitian ini menggunakan desain deskriptif dan metode kualitatif. Kepala madrasah, guru Akidah Akhlak, dan siswa kelas sembilan termasuk dalam subjek penelitian. Sementara analisis data melibatkan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, metode pengumpulan data mencakup observasi, wawancara, dan dokumentasi. Temuan dari penelitian ini menunjukkan Pertama, media drama digital mampu meningkatkan keaktifan, antusiasme, pemahaman, serta penginternalisasian nilai-nilai akhlak siswa. Kedua, faktor pendukung minat siswa, dukungan guru dan sekolah, kreativitas guru serta ketersediaan sarana dan prasarana, faktor penghambat keterbatasan teknologi, waktu, jaringan internet, perbedaan kemampuan siswa serta kesiapan guru. Upaya yang dilakukan kerja kelompok, pelatihan guru, bimbingan tambahan, pengelolaan waktu, peningkatan fasilitas. Dengan demikian, media drama digital dinilai efektif dan layak dikembangkan dalam pembelajaran Akidah Akhlak. This study is entitled The Application of Digital Drama Media in the Learning of Akidah Akhlak for Ninth Grade Students at Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren Masdarul Ulum Pemulutan Ogan Ilir. The rapid growth of technology and the importance of innovative learning that can increase students' interest and understanding serve as the background for this study, especially in the learning of akidah akhlak. This media was chosen because it combines elements of performing arts, technology, and Islamic values, making learning more engaging and meaningful. This study aims to describe the process of implementing digital drama media, identify supporting and inhibiting factors, and the efforts of teachers and the school in addressing them. The research methodology uses a descriptive design and qualitative methods. The subjects of the study include the head of the madrasah, Akidah Akhlak teachers, and ninth-grade students. Meanwhile, data analysis involves reduction, presentation, and drawing conclusions, and data collection methods include observation, interviews, and documentation. The findings of this study indicate that, first, digital drama media is able to enhance student activity, enthusiasm, understanding, as well as the internalization of moral values. Second, supporting factors include student interest, support from teachers and schools, teacher creativity, and the availability of facilities and infrastructure; inhibiting factors include limitations in technology, time, internet network, differences in student abilities, and teacher readiness. Efforts undertaken include group work, teacher training, additional guidance, time management, and facility improvement. Thus, digital drama media is considered effective and feasible to be developed in Akidah Akhlak learning.
Konsep Manajemen Kepemimpinan Islam Dalam Meningkatkan Sistem Pengelolaan Lembaga Pendidikan Imam Alawi Abdul Luthfi; Fiqra Muhamad Nazib; Hilda Ainissyifa; Yufi Mohammad Nasrullah
AT-TAJDID Vol 10 No 1 (2026): JANUARI-JUNI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v10i1.5072

Abstract

Untuk terciptanya pengelolaan manajemen pendidikan yang baik, dibutuhkan sosok pemimpin yang baik juga. Dalam ranah pendidikan, seorang pemimpin haruslah mampu untuk memberi pengaruh sebagai suri tauladan bagi anggota yang dipimpinnya. Namun, dalam penyelenggaraan proses pendidikan sering kali dihadapkan dengan berbagai tantangan dan masalah, baik saat perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan. Artikel ini disusun dengan menggunakan metode kualitatif secara lebih spesisifk, metode yang digunakan dalam menyusun artikel ini adalah Systematic Literatur Review (SLR), yaitu sebuah metode yang dilakukan dengan beberapa tahapan berikut, 1) Klasifikasi dan Penentuan pendekatan, 2) Pencarian artikel, 3) Penyeleksian artikel, 4) Analisis dan interpretasi data, 5) Draf artikel, dan 6) Diseminasi hasil. Hasil penelitian menunjukan bahwa, pemahaman akan konsep manajemen dan kepemimpinan dalam satuan lembaga pendidikan islam itu sangat berpengaruh terhadap peningkatan dan efektivitas sistem pengelolaan pendidikan islam. Dan itu semua akan jauh lebih baik bila mana menggunakan strategi yang relevan. Contoh strategi yang diterapkan di salah satu lembaga pendidikan islam, yaitu Pertama, menerapkan   fungsi-fungsi   MPI   secara   konsisten   dan   komprehensif   yang   meliputi, pengorganisasian, pelaksanaan/pengarahan, dan pengawasan. Kedua, menerapkan empat strategi pengelolaan yakni, strategi substantif, strategi bottom-up, strategi deregulatory, dan strategi cooperative. To create good educational management, a good leader is also needed. In the realm of education, a leader must be able to influence as a role model for the members he leads. However, in the implementation of the educational process, various challenges and problems are often faced, both during planning, implementation, and evaluation of activities. This article was compiled using a more specific qualitative method, the method used in compiling this article is the Systematic Literature Review (SLR), which is a method carried out with the following stages, 1) Classification and Determination of the approach, 2) Searching for articles, 3) Selection of articles, 4) Analysis and interpretation of data, 5) Drafting articles, and 6) Dissemination of results. The research results show that understanding the concepts of management and leadership within Islamic educational institutions significantly impacts the improvement and effectiveness of the Islamic education management system. This will be even better if relevant strategies are used. Examples of strategies implemented in one Islamic educational institution include: first, consistently and comprehensively implementing MPI functions, including organizing, implementing/directing, and supervising. Second, implementing four management strategies: substantive strategies, bottom-up strategies, deregulatory strategies, and cooperative strategies.
Integrasi Ilmu, Amal Dan Adab Dalam Pendidikan Islam: Analisis Pemikiran Syaikh Ihsan Jampes Dalam Kitab Siraj At-Tholibin Moh Anas Ainul Hakim; M. Yunus Abu bakar
AT-TAJDID Vol 10 No 1 (2026): JANUARI-JUNI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v10i1.5131

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep integrasi ilmu, amal, dan adab dalam pemikiran Syaikh Ihsan Muhammad Dahlan al-Jampesi yang tertuang dalam Kitab Siraj at-Tholibin, sebuah syarah atas Minhajul Abidin karya Imam Al-Ghazali. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research dan content analysis, penelitian ini menemukan bahwa Syaikh Ihsan membangun epistemologi pendidikan Islam berbasis trilogi yang saling berkelindan: ilmu sebagai petunjuk arah, amal sebagai manifestasi substansial, dan adab sebagai nilai estetika spiritual. Ketiga elemen ini tidak berdiri sendiri, melainkan membentuk siklus transformatif yang menjadi pondasi kurikulum karakter pesantren. Relevansi pemikiran ini dalam konteks pendidikan modern dianalisis melalui korelasinya dengan Kurikulum Merdeka dan penguatan Profil Pelajar Pancasila. Temuan penelitian menunjukkan bahwa warisan intelektual ulama Nusantara dari Pesantren Jampes, Kediri ini menawarkan solusi terhadap krisis moral yang dialami generasi pelajar masa kini. This study aims to analyze the concept of integration of knowledge (ilmu), practice (amal), and ethics (adab) in the thought of Syaikh Ihsan Muhammad Dahlan al-Jampesi as reflected in his work Siraj at-Tholibin, a commentary on Imam Al-Ghazali's Minhajul Abidin. Using a qualitative approach with library research and content analysis methods, this study finds that Syaikh Ihsan constructs an Islamic educational epistemology based on an intertwined trilogy: knowledge as a directional guide, practice as substantive manifestation, and ethics as spiritual aesthetics. These three elements do not stand independently but form a transformative cycle that becomes the foundation of pesantren character curriculum. The relevance of this thought in the context of modern education is analyzed through its correlation with the Merdeka Curriculum and the strengthening of the Pancasila Student Profile. The findings demonstrate that this intellectual legacy from the Jampes Pesantren of Kediri offers a solution to the moral crisis experienced by today's student generation.
Model Pendidikan Spiritual Islam sebagai Upaya Preventif Gangguan Kesehatan Mental Siswa Nadiya Safitri Wulandari; M. Yunus Abu Bakar
AT-TAJDID Vol 10 No 1 (2026): JANUARI-JUNI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v10i1.5133

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi integrasi nilai-nilai spiritualitas Islam sebagai strategi preventif terhadap peningkatan fenomena gangguan kesehatan mental di kalangan siswa, seperti depresi dan kecemasan, yang meningkat signifikan pasca-pandemi. Tujuan utama kajian ini adalah merumuskan model pendidikan spiritual yang holistik melalui sintesis riset kepustakaan (library research). Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis data melalui studi dokumentasi terhadap sumber primer seperti Al-Qur’an, Hadis, dan karya klasik ulama (Imam Al-Ghazali dan Ibn Qayyim al-Jauziyyah), serta sumber sekunder berupa jurnal ilmiah dan laporan kesehatan mental global (WHO). Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep tazkiyatun nafs (pemurnian jiwa) dan penguatan tauhid berfungsi sebagai benteng psikologis yang efektif dalam meningkatkan ketahanan (resilience) siswa. Praktik spiritual seperti dzikir dan shalat secara empiris berkorelasi dengan aktivitas korteks prefrontal dan penurunan hormon kortisol sebesar 25%. Kajian ini menyimpulkan bahwa pendidikan spiritual Islam menawarkan solusi endogen yang berkelanjutan untuk membentuk qalb salim (hati yang sehat) pada siswa, melampaui pendekatan koping kognitif sekuler dalam menghadapi tantangan era digital. Model ini berpotensi menjadi rekomendasi dalam pengembangan kurikulum pendidikan karakter yang menyentuh dimensi jasad, jiwa, dan ruh secara seimbang. The integration of Islamic spiritual principles as a preventive measure against the growth in mental health problems among students, such as anxiety and depression, which have dramatically grown in the post-pandemic period, is the subject of this study. This study's main goal is to synthesize library research in order to create a comprehensive model of spiritual education. The methodology used is a qualitative approach with data analysis through a documentary study of secondary sources like scientific journals and global mental health reports (WHO) and primary sources like the Qur'an, Hadith, and classical works by Islamic scholars (Imam Al-Ghazali and Ibn Qayyim al-Jauziyyah). The results show that the ideas of tawhid strengthening and tazkiyatun nafs (purification of the soul) are useful psychological defenses in building students' resilience. There is empirical evidence linking spiritual acts like prayer and dhikr to a 25% decrease in cortisol levels and prefrontal cortex activity. This study suggests that Islamic spiritual education outperforms secular cognitive coping strategies in tackling the problems of the digital era by providing a lasting endogenous solution for cultivating a "qalb salim" (healthy heart) in students. The creation of a character education program that balances the physical, psychological, and spiritual aspects could be guided by this paradigm.