Penelitian ini berakar dari kebutuhan lembaga pemerintah untuk memiliki sistem pengelolaan arsip yang lebih baik, responsif, dan berbasis digital, sejalan dengan tuntutan reformasi birokrasi serta penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) menilai efektivitas penggunaan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) dalam pengelolaan surat di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Way Kanan; dan (2) mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung serta menghambat dalam penggunaannya.Metodologi yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan analisis dokumen yang melibatkan tiga narasumber, yaitu Kepala Bidang Kearsipan, Sub Koordinator Arsip Dinamis, dan Arsiparis. Analisis data mengikuti model Miles dan Huberman, yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan aplikasi SRIKANDI dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas pegawai, memperbaiki manajemen administrasi, serta meningkatkan ketepatan dan keamanan dalam pengelolaan arsip dinamis. Aplikasi ini juga mendukung pegawai dalam bertransisi ke sistem kerja digital dan mempercepat proses surat-menyurat. Namun, efektivitasnya belum sepenuhnya optimal karena masih ada hambatan terkait jaringan internet, keterbatasan sumber daya manusia, serta fitur aplikasi yang perlu ditingkatkan. Secara keseluruhan, SRIKANDI terbukti mendukung pengelolaan arsip dinamis secara modern dan berkelanjutan, meskipun masih memerlukan peningkatan infrastruktur, pengembangan kompetensi pegawai, dan optimalisasi sistem. Dari sudut pandang Manajemen Pendidikan Islam, penerapan SRIKANDI sejalan dengan prinsip manajemen yang menekankan pada nilai efisiensi (itqan), tanggung jawab (amanah), transparansi (tabligh), dan profesionalisme dalam pengelolaan administrasi. Dalam konteks manajemen pendidikan Islam, pengelolaan administrasi yang teratur dan akuntabel adalah bagian dari upaya untuk mencapai tata kelola yang baik (good governance) berdasarkan nilai-nilai syariah. Digitalisasi arsip melalui SRIKANDI menunjukkan upaya pembaharuan (tajdid) dalam sistem administrasi, yang tidak hanya berorientasi pada efektivitas teknis, tetapi juga pada peningkatan kualitas layanan publik sebagai bentuk pengabdian (ibadah sosial).Lebih lanjut, pengembangan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan pembinaan berkelanjutan menjadi elemen penting dalam pandangan manajemen pendidikan Islam, karena peningkatan kompetensi merupakan bentuk tanggung jawab moral dan profesional dalam menjalankan amanah jabatan. Dengan demikian, penerapan SRIKANDI tidak hanya dilihat sebagai inovasi teknologi, tetapi juga sebagai bagian dari transformasi manajerial yang sejalan dengan nilai-nilai pendidikan Islam dalam menciptakan sistem administrasi yang tertib, transparan, dan adil. This research addresses the need for government agencies to have a better, more responsive, and digital-based archives management system, in line with the demands of reform regulations and the implementation of the Electronic-Based Government System (SPBE). The objectives of this study were to: (1) assess the effectiveness of the use of the Integrated Dynamic Archiving Information System (SRIKANDI) in managing correspondence at the Way Kanan Regency Library and Archives Service; and (2) identify factors that support and hinder its use.The methodology used was descriptive qualitative, with data collected through semi-structured interviews, observations, and document analysis involving three sources: the Head of the Archives Division, the Dynamic Archives Sub-Coordinator, and the Archivist. Data analysis followed the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing.The research findings indicate that utilizing the SRIKANDI application can increase employee efficiency and productivity, improve administrative management, and enhance the quality and security of dynamic archives management. The application also supports employees in transitioning to a digital work system and expediting correspondence processing. However, its effectiveness is not yet fully optimal due to ongoing challenges related to the internet network, limited human resources, and application features that need to be improved. Overall, SRIKANDI has proven to support modern and sustainable archive management, although it still requires infrastructure improvements, employee competency development, and system optimization.From an Islamic Education Management perspective, the implementation of SRIKANDI aligns with management principles that emphasize efficiency (itqan), responsibility (amanah), transparency (tabligh), and professionalism in administrative management. In the context of Islamic education management, orderly and accountable administrative management is part of the effort to achieve good governance based on Sharia values. The digitization of archives through SRIKANDI demonstrates an effort to reform (tajdid) the administrative system, focusing not only on technical effectiveness but also on improving the quality of public services as a form of devotion (social worship). Furthermore, developing human resource capacity through training and ongoing training is a crucial element in the perspective of Islamic education management, as competency improvement represents a form of moral and professional responsibility in carrying out the mandate. Thus, the implementation of SRIKANDI is not only seen as a technological innovation, but also as part of a managerial transformation that is in line with Islamic educational values in creating an orderly, transparent, and fair administrative system.