Al-Ikhtibar : Jurnal Ilmu Pendidikan
Jurnal ini adalah jurnal Jurusan Pendidikan Agama Islam yang merupakan ekspektasi dari artikel yang konsen pada problematika dan fenomena dunia pendidikan islam, keagamaan dan kebudayan. Artikel ilmiah yang diterbitkan merupakan hasil penelitian, studi kasus, atau kajian teoritis yang berkaitan dengan isu-isu pendidikan islam yang berkembang saat ini.
Articles
274 Documents
Kerjasama Orang Tua dan Guru PAI Dalam Memotivasi Siswa Menghafal al-Qur'an
Robi Aksyhari, dkk.
Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 7 No 2 (2020): Juli-Desember 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32505/ikhtibar.v7i2.615
This study aimed at finding out the portrayal of cooperation between parents and teachers in providing motivation for students to memorize al-Qur’an as a program of SDN 05 in Bermani Ulu district, Rejang Lebong, Bengkulu. This study used a qualitative approach. The data were collected using observation and interview techniques. After the data were collected, the next step was to select the data, present the data, and draw conclusion. The conclusion got based on the study indicated that the form of cooperation between teachers of SDN 05 in Bermani Ulu district, Rejang lebong, and parents was built up in ways of establishing communication with one another, giving guidance and controlling at home, motivating students in every way, and working together to make Qur’an memorization competition for students at school on Islamic big days.
Perkembangan Jiwa Beragama Pada Masa Anak-anak
Junaidi, Muhibuddin
Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 7 No 2 (2020): Juli-Desember 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32505/ikhtibar.v7i2.617
Masa kanak-kanak adalah masa dimana serang individu mulai dapat berinteraksi dengan individu yang lainya, pada masa inilah sebenarnya masa emas dimana seseorang di perkenalkan dengan agama, karena di masa ini anak yang secara pikiran belum terlalu kritis dalam arti setiap apa yang di berikan oleh orang tuanya akan di terimanaya. Perkembangan jiwa beragama pada anak-anak umumnya adalah perkembangan yang masih awal, tetapi sebenarnya sebelum masa anak- anak pun seorang anak telah mendapatkan sebuah pendidikan tentang keagamaan, yaitu dalam kandungan, masa pranatal dan masa bayi. Walaupun pada saat itu penerimaan pendidikan agama itu belum dapat diberikan secara langsung misalnya dalam kandungan, seorang janin hanya bisa menerima rangsangan atau respon dari sang ibu, ketika ibu sedang sholat mungkin atau mengerjakan perintah – perintah agama lainnya, begitu juga pada saat bayi dilahirkan, ia hanya menerima rangsangan dari luar misalnya pada saat sang bayi di azan kan. nah dari itu kita bisa menyimpulkan bahwa masa anak- anak bukan lah masa yang paling awal mendapatkan pendidikan keagamaan.
Tradisi Meuulang (Muthala’ah) Dalam Meningkatkan Interaksi Individual (Pendekatan Santri dan Teungku)
Mawaddah;
Muhammad Nuh Rasyid
Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 7 No 2 (2020): Juli-Desember 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32505/ikhtibar.v7i2.619
Latar belakang dari penelitian ini adalah dalam lingkungan dayah atau pesantren,antara guru dan santri biasanya terdapat batasan. Terutama dalam interaksi di dalam kelas. Karena interaksi teungku dan santri, sangat dibutuhkan untuk mengetahui bagaimana kemajuan santrinya dalam proses belajar. Sebagian besar santri pada saat proses belajar berlangsung, masih terlihat sulit dalam mengembangkan diri, mengeluarkan pendapat, ide dan kurang percaya diri ketika menyampaikan sesuatu. Maka dari itu, diperlukan metode yang sesuai agar santri lebih tertarik dan bersemangat untuk mengikuti pelajaran salah satunya dengan metode yang dalam penelitian ini ditulis oleh peneliti sebagai metode meuulang (muthala’ah). Tujuan pokok dalam penelitian ini untuk mengetahui tradisi meuulang (muthala’ah) dalam meningkatkan interaksi individual (pendekatan santri dan teungku) studi kasus di Dayah Darul Huda Lueng Angen, Kec. Langkahan Aceh Utara. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (fildresearch) bersifat deskripif kualitatif, dalam penelitian ini peneliti hanya mengambil 13% dengan jumlah 10 santri kelas 1 untuk diwawancarai di dayah Darul Huda Lueng Angen. Data dikumpulkan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Peneliti menggunakan analisis data dengan teknik analisis yang meliputi reduksi data, pengajian data dan verifikasi (menarik kesimpulan). Hasil dari penerapan metode meuulang (muthala’ah) dalam meningkatkan interaksi individual menunjukkan bahwa perkembangan interaksi semakin meningkat, komunikasi mulai terjalin serta pemahaman kitab-kitab mata pelajaran sangat terbantu dengan metode meuulang (muthala’ah).
Peran Kepala Madrasah Ibtidaiyah al-Huda Sleman Yogyakarta Dimasa Pandemi COVID 19
Suratiningsih;
Slamet Subagya
Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 8 No 1 (2021): Januari-Juni 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32505/ikhtibar.v8i1.622
The aim of this research is to determine the role headmaster of Madrasah Ibtidaiyah Al Huda Sleman Yogyakarta in the Covid 19 pandemic. This research is descriptive research. The research subjects are all members of Madrasah Ibtidaiyah Al Huda using random sampling. Data collection techniques are in the form of observations, interviews and documentations. The data analysis used in this research is descriptive qualitative. The results of the study are as follows: First, the headmaster of Al Huda Madrasah Ibtidaiyah has succeeded in motivating teachers and monitoring online learning. Second, the headmaster Madrasah Ibtidaiyah Al Huda has succeeded in providing socialization, guidance and assistance to students while studying at home. Third, the headmaster Madrasah Ibtidaiyah Al Huda succeeded in involving parents, committees, in collaboration with kompita to help parents and surrounding communities in the socio- economic field.
Pendidikan Karakter Berbasis Keluarga Pada Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail
Saiful Fadli
Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 8 No 1 (2021): Januari-Juni 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32505/ikhtibar.v8i1.620
Abstract This paper discusses the family-based character education model. This article specifically examines the link between the story of Ibrahim and Ismail with character education and how to apply the concept of character education that Ibrahim has done to his son Ismail in the family. This research is literary research that uses the Tafsir Maudui method, namely by gathering verses related to the topic of discussion and interpreting them and referring to interpretive books and then analyzing these data with theories and references that support the analysis of the data. This research found that the success of the Prophet Ibrahim in educating his son because it makes monotheism as the main foundation. Ishmael since childhood has been introduced to the values of God. From obedience to God comes obedience to parents. Monotheism education gave birth to a patient child. Patience is one of the main characteristics that must be possessed by human children to become a perfect per-son. Abstrak Artikel ini membahas model pendidikan karakter berbasis keluarga Artikel ini secara khusus meneliti kaitan kisah Ibrahim dan Ismail dengan pendidikan karakter dan cara mengaplikasikan konsep pendidikan karakter yang telah dilakukan Ibrahim terhadap putranya Ismail dalam keluarga. Penelitian ini merupakan penelitian literatur yang menggunakan metode tafsir maudui, yaitu dengan mengumpulkan ayat-ayat yang berkaitan dengan topik bahasan dan menafsirkannya dan merujuk pada kitab-kitab tafsir lalu menganalisis data-data tersebut dengan teori dan referensi yang mendukung penganalisisan data. Penelitian ini menemukan bahwa keberhasilan Nabi Ibrahim dalam mendidik putranya karena menjadikan tauhid sebagai fondasi utama. Ismail semenjak kecil sudah dikenalkan dengan nilai-nilai ketuhanan. Dari kepatuhan kepada Tuhan berbuah kepatuhan kepada orang tua. Pendidikan tauhid melahirkan anak yang penyabar. Sabar adalah satu karakter utama yang harus dimiliki anak manusia untuk menjadi insan paripurna.
Teori Belajar Humanisme Dalam Perspektif Pendidikan Islam
Rahimi
Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 8 No 1 (2021): Januari-Juni 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32505/ikhtibar.v8i1.621
Abstract The purpose of this research is to know the Humanism learning theory and how the Humanism Learning theory according to the perspective of Islamic education This research includes the type of library research (library-research). through words or sentences in the form of discussion to draw conclusions. From the results of the research that the authors do, according to humanistic theory, the purpose of learning is to humanize humans. The learning process is considered successful if the student understands his environment and himself. Students in the learning process must try to gradually achieve self-actualization as well as possible. This learning theory seeks to understand learning behavior from the point of view of the doer, not from the point of view of the observer. Humanism education is a process of awareness and improvement of human dignity and its potential in a directed manner, as well as producing a dynamic discussion so as to create a progressive, innovative critical climate as a whole by promoting a humanist dialogical approach pattern between educators and students and students with their environment. Keywords : Learning Theory, Humanism, Islamic Education ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah dalah untuk mengetahui teori belajar Humanismedan bagaimana teori Belajar Humanisme menurut perspektif pendidikan Islam Penelitian ini termasuk jenis penelitian kepustakaan (library-research), sumber data dalam penelitian ini bersifat primer dan sekuder kemudian menganalisis data dengan menggambarkan data melalui kata-kata atau kalimat yang berupa pembahasan untuk diambil kesimpulannya. Dari hasil penelitian yang penulis lakukan bahwa Menurut Teori humanistik, tujuan belajar adalah untuk memanusiakan manusia. Proses belajar dianggap berhasil jika si pelajar memahami lingkungannya dan dirinya sendiri. Siswa dalam proses belajarnya harus berusaha agar lambat laun ia mampu mencapai aktualisasi diri dengan sebaik-baiknya. Teori belajar ini berusaha memahami perilaku belajar dari sudut pandang pelakunya, bukan dari sudut pandang pengamatnya. Pedidikan humanisme merupakan sebuah proses penyadaran dan peningkatan terhadap harkat kemanusiaan dan potensi yang dimiliki secara terarah, sekaligus memproduksi suatu pembahasan yang dinamis sehingga tercipta iklim kritis progresif, inofatif secara utuh dengan mengedepankan pola pendekatan dialogis humanis antara pendidik dengan peserta didik dan peserta didik dengan lingkungannya. Kata Kunci: Teori Belajar, Humanisme, Pendidikan Islam
Konsep Diri dan Hasil Belajar Siswa MAN 1 ACEH TIMUR
Furaida
Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 8 No 1 (2021): Januari-Juni 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32505/ikhtibar.v8i1.623
The self-concept is the center of personality which is a real picture of a person's self, both from an individual's understanding of what and who he is so that individuals can understand himself well. Self-concept is very important, because with a positive self-concept, a person will be more confident with all his strengths and weaknesses. This is related to one's ability to use cognitive abilities according to optimal potential. So, self-concept with learning outcomes are related to each other, a close relationship and useful in achieving success. Likewise, students of MAN 1 Aceh Timur who have a positive self-concept will be successful in participating in teaching and learning activities and in their lives. Self-concept is the center of personality which is a real picture of a person, both from an individual's understanding of what and who he is so that individuals can understand himself well. Self-concept is very important, because with a positive self-concept, a person will be more confident with all his strengths and weaknesses. This relates to a person's ability to use cognitive abilities in accordance with optimal potential. For that, it takes motivation and support from parents, family, and the environment so that students have a positive self-concept in seeing themselves. High self-confidence can increase self-confidence in learning, consequently increasing student learning outcomes. Belief in one's ability to pursue every process in teaching and learning activities is an advantage and a necessity in the world of education. With hope, students who have a positive self-concept will be more successful in pursuing the long path of education and also in post-education life.
Implementasi Nilai Pluralisme Dalam Pendidikan Islam
Mursyidin Ar rahmany;
Rahmatun Ummah
Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 8 No 1 (2021): Januari-Juni 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32505/ikhtibar.v8i1.624
Peran agama dalam pendidikan sangat penting. Kurikulum yang disusun dalam pendidikan harus mencapai titik terang agar dapat mengimplementasikan pendidikan Islam secara bebas, baik pendidikan Islam maupun pendidikan agama lain. Pendidikan Islam sangat penting untuk memiliki nilai unsur pluralisme, sehingga dalam beragama menuntun hidup umat manusia yang tidak membawa perselisihan. Sebagai mana di Indonesia terdiri atas banyak macam agama yakni Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Budha. Umat pemeluknya hidup dalam kebersamaan bernaung di bumi pertiwi. Pendidikan Agama Islam sudah terdapat konsep-konsep tentang pluralisme agar dapat di implementasinya dalam pendidikan Islam. Pendidikan Islam adalah bimbingan yang dilakukan oleh orang dewasa kepada terdidik dalam masa pertumbuhan agar ia memiliki kepribadian muslim yang sempurna. Implementasikan nilai pluralisme dalam pendidikan Islam merupakan pesan dalam Alqur’an yang tiada tandingannya untuk menjadi undang-undang bagi umat manusia dan petunjuk serta sebagai tanda atas kebenaran yang abadi yang menundukkan semua generasi dan bangsa sepanjang masa.
Pembinaan Karakter Pada Proses Belajar Mengajar di Institut Agama Islam Negeri Langsa
Mahyidin .;
Khairul Amri
Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 8 No 1 (2021): Januari-Juni 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32505/ikhtibar.v8i1.625
Dalam rangka mengimplementasikan tuntutan pengembangan Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia, dan untuk menghasilkan lulusan yang berkarakter dan berdaya saing global, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa memiliki tekad besar untuk mewujudkan lulusan yang berkarakter yang tertuang dalam pernyataan visi Institut yaitu untuk Menjadi Pusat Kajian Keislaman yang Berkarakter Rahmatan Lil’alamin. Penelitiaan ini berusaha memahami dan menganalisa tentang pembinaan karakter pada proses belajar mengajar di IAIN Langsa dengan fokus kajian 1) Karakter yang dibina oleh dosen pada proses belajar mengajar 2) Strategi pembinaan karakter mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai karakter yang dibina oleh dosen pada proses belajar mengajar adalah (1) nilai religius, disiplin, jujur, tanggung jawab, mandiri, peduli lingkungan dan peduli sosial. (2) Strategi pembinaan karakter mahasiswa adalah habituasi (pembiasaan), modelling (teladan), tradisional (nasehat), Punishment (sanksi), reward (penghargaan), mujahadah (sungguh-sungguh terhadap upaya yang dilakukan) dan muraqabah (merasa diawasi dalam menjalankan aktifitas sehari-hari)
Pola Komunikasi Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Pembinaan Akhlak Siswa Smp Negeri 1 Banda Alam
Halimatus Sakdiyah;
Nazliati;
Nani Endri santi
Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 3 No 1 (2016): Januari-Juni 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini membahas tentang pola komunikasi guru Pendidikan Agama Islam dalam pembinaan akhlak siswa di SMP Negeri 1 Banda Alam Kecamatan Banda Alam Kabupaten Aceh Timur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola komunikasi guru Pendidikan Agama Islam dalam pembinaan akhlak siswa dan untuk mengetahui faktor pendukung serta penghambat pola komunikasi guru Pendidikan Agama Islam dalam pembinaan akhlak siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu pola komunikasi satu arah, pola komunikasi dua arah dan pola komunikasi banyak arah. Adapun faktor pendukung dalam pembinaan akhlak yaitu, 1) adanya visi dan misi; 2) danya perencanaan yang tepat dan matang; 3) pendidik yang kompeten dan berpengalaman; 4) adanya manajemen yang baik; dan 5) adanya sarana dan prasarana. Faktor penghambat yaitu, sikap kurang disiplin, misalnya ketika berdoa masih ada siswa yang belum serius.