cover
Contact Name
Alfridus Gado
Contact Email
alfridusg@gmail.com
Phone
+6282144658484
Journal Mail Official
alfridusg@gmail.com
Editorial Address
Jurnal TEKNOSIAR Fakultas Teknik Universitas Flores Jl. Sam Ratulangi Ende Kelurahan Paupire Kecamatan Ende Tengah Kabupaten Ende NTT
Location
Kab. ende,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
TEKNOSIAR
Published by Universitas Flores
ISSN : 19075197     EISSN : 27212270     DOI : https://doi.org/10.37478/teknosiar
Core Subject : Engineering,
TEKNOSIAR: Journal of Engineering is a media publication published twice a year (in April and October) by the Faculty of Engineering, University of Flores. The aim is as a forum for scientific communication and also disseminates research results, literature studies, funds in the form of design results, study results, case studies and modeling in engineering and engineering management with the scope of: Civil Engineering (structure, transportation, development of water resources , geotechnical engineering, and construction / project management), Architecture (theory, architecture history and design; Architectural science and technology; Urban architecture and urban design; Home and residential architecture; Interior and exterior design; Flores cultural architecture).
Articles 116 Documents
Pendekatan Arsitektur Tropis Pada Bangunan SMAK Syuradikara Ende Dede, Petrus Jhon Alfred Depa; Siso, Silvester Masias; Kerong, Fabiola T.A.
TEKNOSIAR Vol. 14 No. 1 (2020): Volume 14 Nomor 1 April 2020
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v14i1.1131

Abstract

Bangunan kolonial di Indonesia merupakan fenomena yang unik, percampuran budaya antara penjajah dan budaya Indonesia yang tidak terdapat ditempat lain serta disesuaikan  dengan kondisi iklimnya yaitu iklim tropis lembab. Kota Ende pada masa lalu menjadi salah satu daerah tujuan para pedagang dan pelayar dari Jawa,  Makassar,  dan  Ternate.  Karena  menjadi  salah  satu  titik  transit  para  pedagang  maka  sejarah keagamaan dan kepentingan-kepentingan Kolonialisme bermain di daerah-daerah pelabuhan di Kota Ende. Bangunan bernilai sejarah yang masih bertahan dan memiliki ciri arsitektur  kolonial di Kota Ende, salah satunya adalah bangunan Sekolah Menengah Atas Katolik (SMAK) Syuradikara, yang keberadaannya tanpa disadari beradaptasi dengan iklim tropis. Untuk mengetahui sejauh mana kondisi iklim tropis (pendekatan arsitektur tropis) dapat mempengaruhi desain bangunan SMAK Syuradikara di Kota Ende, maka penulis melakukan  kajian.  Kajian  ini  dilakukan  dengan  menggunakan    metode  kualitatif  deskriptif.  Pendekatan terhadap iklim tropis yang dikaji meliputi orientasi bangunan, bukaan dan material yang digunakan. Metode kualitatif  deskriptif  digunakan  untuk  menguraikan  elemen  desain  bangunan  SMAK  Syuradikara  yang berkaitan  erat  dengan  iklim  tropis.  Dalam  melakukan  kajian  ini  pengumpulan  data  dilakukan  dengan wawancara,  survey,  observasi  dan studi literatur.  Dari hasil kajian ditemukan  bahwa orientasi  bangunan secara keseluruhan menghadap dan memanjang kearah utara   dan selatan. Permukaan bangunan yang menghadap arah datang dan terbenam matahari hanya sedikit yang menerima panas matahari. Aliran angin di sekitar bangunan datang dari arah timur dan barat dan ruangan yang mendapatkan  aliran angin yang baik adalah ruang kelas. Orientasi peletakan jendela lebih dominan menghadap ke arah utara dan selatan. Keberadaan  teras  disepanjang  bangunan  untuk  mengantisipasi  sinar  matahari  langsung  yang  mengenai dinding bangunan, serta hempasan dari air hujan. Material lantai dari keramik dan tegel yang belum dipoles dengan  permukaan  sedikit  kasar  sehingga  menyerap  panas,  ruangan  cenderung  lebih  dingin.  Dinding bangunan terbuat dari susunan bata yang diplester, tebal dinding antara 30 sampai 40 centimeter, sehingga dapat mereduksi udara panas yang ada dalam ruangan.
Pengaruh Penggunaan Tepung Bata Ringan Pada Campuran Beton Terhadap Kuat Tekan dan Kuat Tarik Belah Beton Cunradiana, Meiske; Ndale, Fransiskus Xaverius; Suku, Yohanes Laka
TEKNOSIAR Vol. 14 No. 1 (2020): Volume 14 Nomor 1 April 2020
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v14i1.1132

Abstract

Beton adalah suatu bahan bangunan komposit yang terdiri atas kombinasi ukuran tertentu dari agregat kasar, agregat halus, air dan semen. Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan kekuatan beton dengan memodifikasi penyusunannya seperti beton ringan, beton semprot(shotcrete)t, beton fiber, beton mutu tinggi, beton mutu sangat tinggi, beton mampat sendiri, dll. Untuk keperluan tertentu terkadang campuran beton ditambahkan dengan bahan aditif kimia dan mineral. Penambahan bahan performa atau mineral diharapkan dapat mengubah kinerja dan sifat campuran beton sesuai kondisi dan tujuan yang diinginkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi dan kadar tepung bata ringan dalam campuran beton terhadap kuat tekan dan kuat tarik belah beton. Penelitian ini menggunakan metode Standar Nasional Indonesia (SNI). Hasil yang diperoleh kuat tekan maksimum beton adalah 23,66 MPa dan kuat tarik maksimum beton 4,38 MPa dengan persentase 10% tepung pada umur 28 hari yang telah memenuhi dan melebihi kuat tekan dan kuat tarik yang direncanakan. beton. f 'c 20 MPa. Kadar optimum tepung bata ringan 10% dapat meningkatkan kuat tekan dan kuat tarik beton. Hal ini berbanding terbalik dengan persentase 30% dan hasil yang didapat sebesar 50% cenderung mengalami penurunan kekuatan.
Studi Sensor Curah Hujan Untuk Pemisahan Air Bersih Dari Air Kotor Pada Sistem Bak Tadah Hujan Luis, Andreas; Kurniawan, DVX. Deddy
TEKNOSIAR Vol. 14 No. 1 (2020): Volume 14 Nomor 1 April 2020
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v14i1.1133

Abstract

Perolehan air bersih pada sistem bak tadah hujan konvensional tidak maksimal karena mengandung debu kotoran. Pemisahan air bersih dari air kotor perlu dilakukan. Penelitian dilakukan pada metode pengenalan curah hujan untuk pemisahan air bersih dari air kotor pada sistem bak tadah hujan. Pemisahan dapat dilakukan dengan bantuan sensor curah hujan. Penelitian menghasilkan rumusan desain sensor curah hujan yang mudah dibuat dengan menggunakan bahan seadanya agar mudah dimanfaatkan oleh masyarakat luas untuk pemenuhan kebutuhan air bersih. Penelitian juga menghasilkan saran untuk penelitian lanjutan.
Analisis Kinerja Simpang Patung Pahlawan Marilonga Ende Tuga, De Noval La; Sydin, Thomas Aquino Arif
TEKNOSIAR Vol. 14 No. 1 (2020): Volume 14 Nomor 1 April 2020
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v14i1.1135

Abstract

Simpang Patung Pahlawan Marilonga Ende merupakan salah satu simpang yang cukup ramai karena memiliki akses langsung ke pasar Wolowona, dan juga dilalui peregerakan lalu lintas utama dan menerus  yang melalui jalan trans Flores.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kondisi kinerja simpang saat ini. Data yang diperlukan berupa volume lalu lintas dan kondisi lingkungan. Indikator penilaian kinerja simpang berdasarkan pedoman Manual Kapasitas Jalan Indonesia (Departemen Pekerjaan Umum, 1997).Hasil penelitian menyatakan bahwa kinerja simpang Patung Pahlawan Marilonga Ende dalam kondisi batas yang tidak ideal, nilai derajat kejenuhan (DS) sebesar 0,75, tundaan 13,4866 det/smp, dan peluang antrian (QP) 22 % - 45%. Setelah dilakukan upaya pengendalian berupa pengaturan pergerakan kendaraan dan pelarangan penggunaan aktivitas sisi jalan yang berdampak pada hambatan samping menjadi rendah. Kinerja simpang mengalami penurunan, dengan nilai derajat kejenuhan (DS) sebesar 0,31, nilai tundaan 8,1031 det/smp, dan peluang antrian (QP) 5 % - 14%.  Sehingga upaya mempertahankan kinerja simpang melalui pemasangan rambu lalu lintas berupa dilarang melawan arah, dilarang parkir, dan dilarang berhenti merupakan beberapa cara pengendalian yang bisa digunakan untuk mengatasi permasalahan pergerakan lalu lintas yang ada pada simpang Patung Pahlawan Marilonga Ende.
Analisis Pengaruh Penggunaan Abu Bata Hebel Pada Campuran Beton Terhadap Kuat Lentur Balok Beton Cunradiana, Meiske; Ndale, Fransikus Xaverius; Suku, Yohanes Laka
TEKNOSIAR Vol. 14 No. 2 (2020): Volume 14 Nomor 2 Oktober 2020
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v14i2.1150

Abstract

Penggunaan bahan aditif berupa bahan kimia dan mineral diharapkan dapat meningkatkan kekuatan dan karakteristik campuran beton, sesuai dengan kondisi dan tujuan yang direncanakan. Penelitian ini memanfaatkan limbah bata hebel sebagai campuran beton yang telah diolah menjadi abu dari hasil uji lolos ayakan nomor 200. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi dan kadar abu bata hebel terhadap kuat lentur beton. Metode dalam penelitian ini menggunakan Standar Nasional Indonesia (SNI). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kuat lentur maksimum balok beton adalah 4 MPa dengan kadar abu hebel 10% pada umur 28 hari, telah memenuhi dan melebihi kuat lentur balok beton normal. Perilaku kekuatan beton meningkat secara linier. Kadar abu bata hebel optimum sebesar 10% yang dapat meningkatkan kuat lentur balok beton diatas kuat lentur balok beton normal. Hal ini berbanding terbalik dengan persentase penambahan 30% dan 50%, hasil yang didapat mengalami penurunan kekuatan.
Pusat Pengelolahan Bambu Di Kabupaten Nagekeo Dengan Tema Eko Arsitektur Nggala, Irenius Sines; Dede, Petrus Jhon Alfred Depa; Kerong, Fabiola T.A.
TEKNOSIAR Vol. 14 No. 2 (2020): Volume 14 Nomor 2 Oktober 2020
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v14i2.1151

Abstract

Sejalan dengan perkembangan jaman, kebutuhan kayu untuk konstruksi dan mebel semakin langka dan mahal. Maka dari itu muncul ide-ide dasar untuk mencari alternatif pengganti kayu untuk konstruksi dan mebel. Bambu adalah alternatifnya. Namun perlu di lakukan proses pengawetan agar menghasilkan bambu yang kuat dan tahan lama. VSD (Vertical Soak Diffusion) merupakan proses pengawetan bambu dengan menggunakan borax yang ramah lingkungan. Selain VSD, sekarang sering dijumpai produk-produk bambu komposit atau lebih dikenal bambu laminasi. Bambu laminasi merupakan proses pembuatan bilah-bilah bambu menjadi balok-balok bambu dengan menggunakan mesin-mesin tertentu. Kabupaten Nagekeo adalah salah satu daerah agro-industri bambu di Pulau Flores. Sebagai daerah agro-industri bambu, pemerintah Kabupaten Nagekeo harus bisa memanfaatkan potensi bambu di wilayahnya sendiri agar bisa bermanfaat bagi mereka sendiri, baik untuk peningkatan pendapatan daerah maupun penyediaan lapangan pekerjaan. Sehingga perlu ada sebuah wadah milik pemerintah untuk mengelolah bambu di Kabupaten Nagekeo. Dalam ilmu arsitektur, pemanfaatan potensi dalam suatu wilayah sering di sebut eko-arsitektur. Eko-artsitektur secara umum merupakan disiplin ilmu perancangan arsitektur yang berwawasan lingkungan dan pemanfaatan potensi wilayah. Perencanaan dan perancangan pusat pengelolahan bambu di Kabupaten Nagekeo dengan tema eko-arsitektur ini penulis menggunakan metode penelitian berupa wawancara, observasi, studi pustaka/literature dan studi banding. Pada hasil rancangannya, pusat pengelolahan bambu di Kabupaten Nagekeo dengan tema eko-arsitektur ini menerapkan beberapa kaidah-kaidah eko-arsitektur yakni penekanan pada penggunaan material bambu, pemanfaatan sumber air sungai sekitar tapak sebagai sumber air bersih, penggunaan solar panel untuk energi listrik, pemanfaatan material ramah lingkungan dan tetap membiarkan kontur dalam keadaan alami.
Pengembangan Kawasan Wisata Air Panas Nggela Dengan Pemanfaatan Landscape Sebagai Acuan Desain Sumbi, Anselinus Afendi; Siso, Silvester M.; Dede, Petrus Jhon Alfred Depa
TEKNOSIAR Vol. 14 No. 2 (2020): Volume 14 Nomor 2 Oktober 2020
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v14i2.1194

Abstract

Kabupaten Ende adalah salah satu kabupaten yang saat ini sedang gencar-gencarnya berusaha untuk meningkatkan kualitas sebuah kabupaten dengan berbagai strategis pembangunan. Sektor pariwisata menjadi salah satu sektor andalan yang mampu meningkatkan pendapatan daerah, mengingat daerah ini memiliki banyak sekali potensi – potensi wisata yang mampu menarik minat wisatawan baik dalam maupun luar negeri. Wisata yang di ambil tepat di desa Nggela, kecamatan Wolojita, kabupaten Ende, provinsi Nusa Tenggara Timur, permasalahan yaitu kurangnya sarana dan prasarana yang memadai dan penataan Landscape yang belum teratur sehingga kawasan tersebut tidak mampu menampung wisatawan yang datang untuk beraktivitas, dengan ini perlu adanya pengembangan serta memanfaatan Landscape sebagai acuan desain serta dilengkapi dengan sarana dan prasarana agar kawasan ini mampu menampung segala aktivitas yang terjadi. Metode yang digunakan dalam pengembangan kawasan Air Panas yaitu dengan metode pengumpulan data dan metode analisis data dengan teori-teori Arsitektur untuk mendukung dan sebagai pedoman ketika merancang melalui pemanfaatan Landscape.Ha sil desain dari Pengembangan Kawasan Wisata Air Panas Nggela yaitu konsep-konsep perancangan dengan gambar desain serta menerapkan pemanfaatan Landscape agar Obyek ini diharapkan dapat menjadi tempat wisata yang memiliki suasana yang berbeda dengan objek wisata yang lain pada umumnya di kabupaten Ende.
Analisis Tingkat Kepuasan Masyarakat Terhadap Sarana dan Prasarana Gedung Puskesmas Kota Ende Meti, Frumarion Amalo; Meo, Yohanes; Tyas, Indah Wahyuning
TEKNOSIAR Vol. 15 No. 1 (2021): Volume 15 Nomor 1 April 2021
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v15i1.1197

Abstract

Meningkatkan pelayanan masyarakat dalam bidang kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Ende membangun gedung puskesmas di beberapa kecamatan salah satunya adalah gedung Puskesmas Kota Ende yang berada di Jl.Kokos Raya, Kelurahan Mautapaga, Kecamatan Ende Timur. Gedung ini di kerjakan pada tahun 2019 yang terdiri dari dua lantai dengan luas 506 m². Anggaran biaya pembangunan Puskesmas Kota Ende adalah Rp5.980.000.000,00 (Lima Miliar Sembilan Ratus Delapan Puluh Juta Rupiah). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kepuasan masyarakat terhadap sarana dan prasarana Puskesmas kota Ende. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, sampel dalam penelitian ini adalah pasien di puskesmas tersebut yang berjumlah 64 responden dan diambil secara random. Variabel dalam penelitian ini adalah variabel bebas dan variabel terikat, data diperoleh dari pengisian kuisioner secara langsung oleh responden. Hasil penelitian menunjukan jawaban terhadap kualitas sarana dan prasarana Puskesmas Kota Ende, yaitu kriteria tangibles/bukti nyata menjawab puas dengan nilai presentase tertinggi sebesar 89,06%, kriteria reability/keandalan menjawab puas sebesar 85,94%. Untuk kriteria responsive/tanggapan menjawab puas dengan nilai tertinggi 87,50%, kriteria empati menjawab puas dengan nilai tertinggi 81,25% dan kriteria assurance/jaminan menjawab puas dengan nilai tertinggi yaitu 84,38%. Dari penelitian diperoleh hasil, bahwa responden menyatakan puas terhadap sarana dan prasarana Puskesmas Kota Ende.
Kajian Pemanfaatan Air Hujan Sebagai Pemenuhan Kebutuhan Air Bersih Di Pulau Ende Tan, Valentinus; Wora, Mikael
TEKNOSIAR Vol. 15 No. 1 (2021): Volume 15 Nomor 1 April 2021
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v15i1.1198

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menetapkan hidrologi kuantitatif penggunaan air hujan skala individu untuk memenuhi Kebutuhan air bersih penduduk di Kecamatan Pulau Ende. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan program siklus hujan 2 yang disimulasikan dengan menggunakan data input masyarakat luas atap (m2), kebutuhan air berdasarkan jumlah anggota keluarga (m3/hari) dan data curah hujan harian dalam satu tahun (mm/tahun ). Hasil utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kuantitatif hidrologi air hujan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat desa di Kecamatan Pulau Ende, yaitu persentase jumlah air yang airnya terpenuhi untuk 3 tangki minimal 50% berdasarkan kebutuhan air pada tahun 2016 sampai dengan tahun 2020.
Pendekatan Arsitektur Vernakular Dalam Desain Fasilitas Obyek Wisata Jasmani - Rohani Mengeruda di Kecamatan Soa Kabupaten Ngada Rato, Gusti; Dede, Petrus Jhon Alfred Depa; Kerong, Fabiola T.A.
TEKNOSIAR Vol. 15 No. 1 (2021): Volume 15 Nomor 1 April 2021
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v15i1.1199

Abstract

Kabupaten Ngada adalah salah satu Kabupaten yang memiliki banyak sekali potensi wisata yang mampu menarik minat wisatawan baik dalam maupun luar negri yang ingin berwisata baik untuk jasmani maupun rohani. Salah satunya yaitu “Obyek Wisata Jasmani-Rohani Mengeruda”, yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Ngada, bekerja sama dengan Paroki Salip Suci, Soa. Obyek wisata ini berada 28 km ke arah timur dari pusat Kota Bajawa tepatnya di Desa Mengeruda Kecamatan Soa Kabupaten Ngada. Obyek Wisata Jasmani - Rohani Mengeruda memiliki 2 (dua) faktor andalan, yaitu Sumber Mata Air Panas Alam (Hoot Sprin) dan Taman Fatima (Place Of Pilgrimage) yaitu tempat Ziarah bagi Umat ber-agama Katolik. Namun ada beberapa permasalahan yang membuat obyek wisata ini tidak terlalu optimal, seperti: kurangnya perawatan terhadap fasilitas-fasilitas yang sudah ada, kurangnya fasilitas fasilitas utama, dan penunjang sebagai pendukung citra dari obyek wisata ini. Alasan pemilihan tema dengan pendekatan Arsitektur Vernakuler dalam desain kawasan Wisata Jasmani-Rohani Mengeruda ini karena berada dalam lingkungan masyarakat yang kaya akan budaya dan tradisi baik dari segi arsitektural maupun kehidupan sosialnya. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara; studi literatur, wawancara, dan observasi. Dari data yang dikumpulkan dilakukan analisis. Metode analisis data dilakukan dengan; analisa kuantitatif, analisa kualitatif, dan komparatif, Setelah melakukan analisis, tahap selanjutnya adalah menyusun konsep perencanaan dan perancangan sesuai dengan output dan analisis yang telah dilkakukan. Hasil perancangan dengan pendekatan arsitektur vernakuler dapat menjadikan tempat wisata ini bukan hanya dijadikan tempat rekreasi semata, tetapi juga sebagai media pembelajaran atau mengenalkan budaya ke wisatawan luas dengan cara menunjukan/menonjolkan identitas kebudayaan masyarakatnya, dan dapat memberikan dampak edukatif bagi wisatawan.

Page 6 of 12 | Total Record : 116