cover
Contact Name
I Gusti Agung Nyoman Dananjaya
Contact Email
guz.d4nan@gmail.com
Phone
+6281805541490
Journal Mail Official
guz.d4nan@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra Jalan Kamboja No 17 Denpasar
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
DWIJENAGRO: JURNAL ILMIAH
Published by Universitas Dwijendra
ISSN : 19793901     EISSN : 27229815     DOI : -
Jurnal dwijenAGRO memuat ringkasan hasil penelitian, ulasan (review) mengenai perkembangan topik teoritik Ilmu Pertanian (Agribisnis) dan artikel ilmiah. Jurnal diterbitkan secara berkala (Mei & November) oleh Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian, Universitas Dwijendra.
Articles 197 Documents
ANALISIS USAHATANI ASPARAGUS ( Asparagus oficinialis L.) DI KELOMPOK TANI MERTANADI, DESA PELAGA, KECAMATAN PETANG, KABUPATEN BADUNG Dewa Putu Swandana
dwijenAGRO Vol 10 No 1 (2020): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/dwijenagro.10.1.1020.61-67

Abstract

Komoditi unggulan sektor pertanian seperti asparagus telah menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat di Desa Pelaga, Kecamatan Petang, kabupaten Badung. Asparagus merupakan komoditi yang pontensial dalam memberikan kontribusi pada pendapatan keluarga petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya, penerimaan, pendapatan, kelayaan usahatani (R/Cratio), dan kendala – kendala yang dihadapi petani dalam usahatani asparagus di Kelompok Tani Mertanadi, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 30 petani sampel di Kelompok Tani Mertanadi, biaya total yang dikeluarkan petani untuk usahatani asparagus adalah mencapai Rp 8.647.100/luas garapan/ tahun penerimaan rata – rata petani asparagus adalah Rp72.364.095/luas garapan/tahun, sehingga pendapatan petani asparagus adalah Rp 63.716.995/luas garapan/tahun hasil analisa menunjukan besarnya R/C ratio adalah 7,36. Kendala-kendala yang dihadapi oleh petani asparagus di Kelompok Tani Mertanadi adalah pada saat musim kamarau petani kekurangan air, ketika musim hujan petani arus menaungi bedengan agar tidak terlalu lembab dan, organisme penggangu tanaman (OPT) antara lain: bercak daun, ulat grayak, ulat tanah, jamur batang. Kata Kunci : Pendapatan Petani, Usahatani asparagus
SALURAN PEMASARAN BAWANG MERAH PADA KELOMPOK TANI SUKASARI DI DESA BELANDINGAN KECAMATAN, KINTAMANI KABUPATEN BANGLI Ni Nengah Yastini
dwijenAGRO Vol 10 No 2 (2020): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/dwijenagro.10.2.1025.68-75

Abstract

Abstrak Di Indonesia, tanaman bawang merah banyak dibudidayakan di daerah dataran rendah yang beriklim kering dengan suhu agak panas dan cuaca cerah. Produksi bawang merah sampai saat ini memang belum optimal dan masih tercermin dalam keragaman cara budidaya tempat bawang merah diusahakan.Bawang merah merupakan salah satu jenis sayuran yang digunakan sebagai bahan/bumbu penyedap makanan sehari-hari dan juga biasa dipakai sebagai obat tradisional atau bahan untuk industri makanan yang saat ini berkembang dengan pesat. Bawang merah menurut sejarah awalnya tanaman ini memiliki hubungan erat dengan bawang bombay, yaitu merupakan salah satu bentuk tanaman hasil seleksi yang terjadi secara alami terhadap varian-varian dalam populasi bawang Bombay. Berdasarkan hal tersebut, diangkat judul penelitian Saluran Pemasaran Bawang merah. Penelitian ini bertujuan: (1) untuk mengetahui saluran pemasaran bawang merah di Kelomok Tani Sukasari di Desa Belandingan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli; (2) untuk mengetahui besarnya marjin pemasaran bawah merah di Kelomok Tani Sukasari di Desa Belandingan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.Penelitian ini dilakukan di Kelompok Tani Sukasari Di Desa Belandingan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Penentuan lokasi penelitian dilakukan dengan metode”purposive sampling”atau dipilih secara sengaja. Jumlah petani sampel yang diambil adalah sebanyak 30 orang petani dari 80 orang petani populasi dengan menggunakan sampel random sampling.Hasil penelitian yang didapat bahwa terdapat dua saluran pemasaran di Desa Blandingan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli yaitu : Saluran I Petani Produsen – Pedagang Kelompok Tani --Super Market – Konsumen Akhir; Saluran II Petani Produsen-- Kelompok Tani –Suplayer –Pedagang Pengecer – Konsumen Akhir. Pada saluran I yang paling banyak digunakan oleh petani yaitu sebanyak 24 orang petani(80%). Sedangkan pada saluran II sebanyak 6 orang petani (20%). Hal itu disebabkan karena lebih banyak mendapat keuntungan, dimana biaya pemasaran pada saluran I lebih rendah yaitu Rp525 (1,9%) dari harga jual per kilogram bawang merah.farmer’s share yang didapat oleh petani lebih besar yaitu 92,6%.. Sedangakan pada saluran II hanya dilalui oleh 6 orang petani(20), karena biaya pemasarannya lebih tinggi yaitu Rp1.300 (5,2,)farmer’s share yaitu 88,8% (lebih rendah dibandingkan dengan saluran I. Kata Kunci: Saluran, Pemasaran, Marjin,Bawang Merah
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN USAHATANI TOMAT (Studi Kasus di Desa Buahan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli) Kadek Ayu Charisma Julia Dewi; Yovita Indis
dwijenAGRO Vol 10 No 2 (2020): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/dwijenagro.10.2.1026.76-84

Abstract

Tomat tidak asing lagi bagi masyarakat, karena dalam kehidupan sehari–hari selalu hadir tanpa mengenal musim.Selain itu masyarakat telah membudidayakannya sebagai usaha pertanian yang menguntungkan pengembangan tomat baik melalui ekstensifikasi maupun intensifikasi.Penelitian dilakukan di desa Buahan, kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.Pemilihan lokasi penelitian ditentukan dengan metode purposive sampling yaitu penentuan lokasi penelitian yang dilakukan secara sengaja,populasi dalampenelitian ini adalah 62 petani. Penentuan sampelmenggunakan metode simplle random samplingsampel dari penelitian ini yaitu40 petani yang menanam tomat, data yang dikumpulkan diambil dari data primer dan data sekunder.Analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif.Analisis data kualitatif digunakan untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi petani tomat dan untuk mmenganalisis pengaruh karakteristik petani terhadap penerimaan dari usahatani tomat digunakan uji regresi linear berganda dengan fungsi produksi regresicobb-Douglas.Adapun hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukan bahwa usahatani tomat di Desa Buahan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli dapat meningkatkan pendapatan petani.Tingkat pendapatan petani tomat sebesar Rp.2.563.275, besarnya nilai R/C ratio adalah 2,02 lebih besar dari 1 sehingga dapat dikatakan bahwa usahatani tomat sudah layak di usahakan di Desa Buahan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.Beberapa kendala yang dihadapi oleh petani tomat didesa Buahan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli dalam usahatani tomat sebagai berikut:(1) terbatasnya permodalan bagi petani untuk membiayai kegiatan usahatani, (2) adanya serangan hama dan penyakit pada tanaman tomat, sehingga terkadang pendapatan para petani menurun,(3) masih kurangnya penyuluhan dari dinas pertanian di kabupaten bangli sehingga masyarakat kurang memahami cara membudidayakan tomat yang baik dan benar,(4)Penetapan harga yang ditentukan oleh petani seringkali tidak sesuai dengan harapan, karena konsumen menginginkan harga yang rendah. Kata Kunci : Tomat, Pendapatan, Usahatani, Biaya
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP BUAH JERUK LOKAL DESA BELANTIH, KECAMATAN KINTAMANI, KABUPATEN BANGLI Made Mika Mega Astuthi; Yohana D Atnasari
dwijenAGRO Vol 10 No 2 (2020): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/dwijenagro.10.2.1027.85-90

Abstract

Buah jeruk adalah buah yang paling banyak dikonsumsi dan sangat popular dimasyarakat, karena mempunyai sebaran tanam yang luas dan mempunyai tingkatan yang tinggi. Hal ini karena buah jeruk memiliki cita rasa, aroma, kesegaran dan sumber vitamin bagi tubuh, sehingga buah jeruk sangat digemari dan menjadi buah favorit keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap pembelian buah jeruk lokal. Daerah penelitian diambil secara sengaja (purposive) yaitu Desa Belantih, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Data yang dikumpulkan adalah data primer dan sekunder dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian terhadap 40 orang konsumen diperoleh informasi bahwa pencapaian skor persepsi kategori sangat baik sebesar 30%, Baik sebesar 55%, dan yang menjawab sedang sebanyak 15%. Ini berarti persepsi konsumen terhadap buah jeruk lokal berada pada kategori baik. Indikator yang diukur pada persepsi ini adalah pemahaman masyarakat terhadap pembelian buah jeruk lokal dan indikator terakhir mengenai persepsi masyarakat sehubungan dengan masalah budaya termasuk dikategorikan cukup baik karena masyarakat tersebut tidak bertentangan dengan nilai budaya setempat, bahkan menurut mereka persepsi masyarakat pada pembelian buah jeruk akan memberikan dukungan dalam kesehatan. Kata Kunci : Persepsi, masyarakat, jeruk.
ANALISIS USAHATANI JAGUNG MANIS (Zea mays) DI DESA DALUNG KECAMATAN KUTA UTARA KABUPATEN BADUNG Anak Agung Gde Pushpha; I Komang Pande Ariana
dwijenAGRO Vol 10 No 2 (2020): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/dwijenagro.10.2.1028.91-101

Abstract

Salah satu komoditas yang diusahakan oleh petani sejak lima tahun terakhir di Desa Dalung Kecamatan Kuta Utara Kabupaten Badung dalam upaya mewujudkan ketahan pangan seperti tertuang dalam renstra pembangunan pertanian adalah penanaman tanaman jagung manis. Judul penelitian analisis usahatani jagung manis di Desa Dalung,Kecamatan Kuta utara, Kabupaten Badung Tujuan usahatani jagung manis pada satu musim tanam ini adalah untuk mengetahui : (i) besarnya penggunaan biaya usahatani pada satu musim tanam; (ii) besarnya penerimaan dan pendapatan usahatani jagung manis pada satu musim tanam dan (iii) besar nys R/C ratio pada usahatani jagung manis pada satu musim tanamJumlah populasi dalam penelitian 62 orang, jumlah sampel yang di ambil 30 orang dengan metode simple random sampling (acak sederhana), jenis data kuantitatif dan kualitatif, sumber data, data primer dan sekunder dan analisis data adalah anlisis usahatani dan kualitatif.Hasil penelitian menunjuk kan bahwa rata-rata biaya total yang dikeluarkan untuk usahatani jagung manis adalah 2.370.419.00/luas garapan, berdasarkan pada perhitungan Analisa usahatani rata-rata penerimaan dari usahatani jagung manis adalah sebesar 3.600.000.00 dan pendapatan dari usahatani jagung manis adalah sebesar Rp. 1.229.581.00/luas garapan.Di peroleh juga ratio penerimaan dan biaya usahatani nya (R/C),yaitu sebesar 1.5,karena R/C ratio nya lebih besar dari pada 1 yaitu 1.5 maka usahatani jagung manis menguntungkan yang artinya setiap penambahan satu satuan input akan menyebabkan penambahan atau dengan kata lain usahatani jagung manis di Desa Dalung Kecamatan Kuta Utara Kabupaten Badung menguntungkan.Dapat disaran kan beberapa hal yaitu (i) diperlukan adanya peningkatan penyuluhan bagi para petani yang mengusahakan tanaman jagung manis guna dapat ditingkat kan produktivitas nya (ii) diperlukan adanya penelitian lebih lanjut mengenai aspek ekonomis dari pengembangan tanaman jagung manis pada kasus yang lebih besar guna dapat memperoleh kesimpulan yang lebih luas.(iii) agar dapat mempertahankan usahatani jagung manis dan jika memungkinkan memperluas areal, karena usahatani jagung manis dapat memberikan keuntungan yang lumayan. Kata kunci : Analisis, Usahatani, Jagung Manis
DAMPAK SOSIAL EKONOMI KEBERADAAN USAHA PETERNAKAN AYAM RAS PETELUR, DI DESA SENGANAN, KECAMATAN PENEBEL, KABUPATEN TABANAN I Gusti Agung Nyoman Dananjaya
dwijenAGRO Vol 10 No 2 (2020): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/dwijenagro.10.2.1029.102-108

Abstract

Usaha peternakan ayam ras petelur memiliki dampak positif dan negatif tehadap lingkungan, khususnya masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar usaha peternakan ayam ras petelur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak sosial ekonomi dan lingkungan usaha peternakan ayam ras petelur yang bertempat tinggal disekitar lokasi peternakan di Desa Senganan, Kecamatan Penebel di Kabupaten Tabanan.Pemilihan lokasi ini ditentukan secara purposive sampling yaitu teknik penentuan sampel lokasi secara sengaja atau dengan pertimbangan tertentu. Adapun pertimbangannya adalah masyarakat yang bertempat tinggal di Desa Senganan dan berdekatan dengan usaha peternakan ayam ras petelur. Populasi pada penelitian ini adalah masyarakat yang bukan peternakan yang ada di sekitar lokasi peternakan yang ada di Desa Senganan. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode quota sampling sehingga seluruh responden berjumlah 67 orang.Analisis data yang digunakan pada penelitian adalah dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak sosial dan ekonomi usaha peternakan ayam ras petelur di Desa Senganan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan berada dalam kategori baik dengan perolehan skor 3,64 dan 3,68 sedangkan dilihat dari dampak lingkungan masyarakat sekitar berada pada kategori cukup dengan perolehan skor 3,10. Saran bagi usaha peternakan ayam ras petelur yaitu Peternak harus memperhatikan masalah kesehatan lingkungan dari segi limbah ternak agar masyarakat tidak terganggu dan Dinas Peternakan terkait harus memberikan penyuluhan mengenai cara penanganan limbah ternak ayam agar tidak mencemari lingkungan di sekitar Desa Senganan. Kata kunci:Dampak Sosial Ekonomi, Usaha Peternakan, Ayam Ras Petelur
FAKTOR INTERNAL EKSTERNAL DALAM BAURAN PEMASARAN PRODUK UKM KOPI DADONG Pande Komang Suparyana; Sharfina Nabilah; Ni Putu Sukanteri
dwijenAGRO Vol 10 No 2 (2020): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/dwijenagro.10.2.1030.109-116

Abstract

Lingkungan internal memberikan gambaran bahwa perusahaan memiliki kekuatan (strengths) atau kelemahan (weakness) di bidang manajemen produksi, operasi pemasaran dan distribusi, organisasi sumber daya manusia, keuangan dan akuntansi. Sedangkan lingkungan eksternal adalah analisis yang tersusun dari sekumpulan-sekumpulan kekuatan-kekuatan yang timbul dan berada di luar jangkauan serta biasanya terlepas dari situasi operasional perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah Mengidentifikasi faktor internal dan eksternal bauran pemasaran pada UKM Kopi Dadong di Desa Belantih. Responden dalam penelitian ini adalah bapak Dharma dan ibu Dewa Ayu sebagai pemilik usaha kopi dadong. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Rancangan penelitian ini di gunakan karena mampu menggambarkan analisis lingkungan internal dan eksternal dalam bauran pemasaran produk Kopi Dadong. Dari hasil penelitian diketahui faktor eksternal Bauran Pemasaran kopi Dadong adalah Adanya dukungan pemerintah dalam hal pameran produk pertanian dalam pengenalan produk kopi; Besarnya minat pemuda dengan lifestyle diperkotaan dalam mengkonsumsi kopi, terutama di coffee shop; Adanya kenaikan permintaan kopi; Munculnya UKM pengolahan kopi baru sebagai kompetitor utama; Adanya Negara penghasil kopi lainnya; Munculnya sektor usaha baru yang membuat karyawan lebih memilih profesi lain yang menguntungkan. Sedangkan faktor internal Bauran Pemasaran kopi Dadong adalah Produksi dari biji kopi pilihan; Kondisi keuangan stabil dan cenderung meningkat; Reputasi yang baik dalam pelayanan baik pemesanan, produksi dan kecepatan dalam pengiriman barang; Memiliki kebun kopi mitra disekitar area produksi; Inovasi dalam proses pengolahan kopi terfermentasi; Belum menggunakan tenaga mesin kapasitas besar; Perencanaan jadwal produksi belum maksimal, dimana perencanan ditentukan dari besar kebutuhan; Tidak adanya pelatihan secara khusus kepada para karyawan baru sehingga proses produksi terganggu; Jaringan pemasaran secara nasional maupun ke luar negeri belum terjangkau; Kurangnya promosi. Kata kunci: Lingkungan Internal, Lingkungan Ekternal, Bauran Pemasaran, Produk Kopi
PENGARUH HARGA DAN KARAKTERISTIK KONSUMEN TERHADAP PERMINTAAN TEMPE DI KOTA MATARAM Dudi Septiadi; Andi Iva Mundiyah; Ni Made Wirastika Sari
dwijenAGRO Vol 10 No 2 (2020): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/dwijenagro.10.2.1033.117-126

Abstract

Kedelai merupakan jenis tanaman pangan strategis yang memiliki kandungan protein dan gizi yang baik. Tempe merupakan olahan kedelai yang digemari semua kelas sosial dan ekonomi. Tujuan Penelitian ini adalah untuk; (1) menganalisis karakteristik responden yang mengkonsumsi tempe di Kota Mataram; (2) menganalisis pengaruh harga dan karakteristik konsumen terhadap permintaan tempe di Kota Mataram. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda dengan menggunakan alat analisis SPSS 17.0. Penelitian dilakukan di Kota Mataram dengan sampel konsumen sebanyak 30 responden. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik konsumen yang mengkonsumsi tempe di Kota Mataram berbeda-beda berdasarkan posisi dalam keluarga, jenis kelamin, umur, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, dan jumlah anggota keluarga. Hasil analisis menunjukkan variabel harga tempe dan variabel pendapatan keluarga dinyatakan memiliki pengaruh terhadap permintaan tempe. Secara serentak variabel independen dalam model memiliki pengaruh yang nyata terhadap permintaan tempe. Hasil analisis koefisien determinasi menunjukkan bahwa model yang dibangun dalam penelitian ini mampu menjelaskan variasi perubahan permintaan tempe sebesar 99,7 persen, sedangkan sisanya 0,7 persen dijelaskan oleh variabel lain diluar model.
EFEKTIFITAS SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO 2:1 DENGAN SISTEM TEGEL TERHADAP PRODUKTIVITAS PADI SAWAH DI SUBAK BABAKAN CANGI, DESA BATUAN KALER, KECAMATAN SUKAWATI, KABUPATEN GIANYAR I Nengah Surata Adnyana
dwijenAGRO Vol 10 No 2 (2020): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/dwijenagro.10.2.1037.127-133

Abstract

Komoditi tanaman pangan seperti beras merupakan kebutuhan pokok bagi sebagian besar penduduk Negara Indonesia sehari-hari, sehingga keberadaannya perlu mendapatkan perhatian lebih didalam melakukan proses usahatani berupa penerapan teknologi budidaya yang baik dan benar. Salah satu teknologi yang selama ini dikembangkan adalah sistem penanaman jajar legowo 2:1. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui pertumbuhan dan tingkat efektivitas sistem tanam jajar legowo 2:1 terhadap produktivitas hasil tanamam padi. (2) Mengetahui kendala didalam pelaksanaan penerapan sistem tanam jajar legowo 2:1 yang ada di Subak Babakan Cangi, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 60 orang petani dan jumlah sampel yang diambil sebanyak 27 orang. Pengambilan sampel secara “sensus” dan secara “simple random sampling”. Pengambilan sampel secara sensus adalah petani yang menerapkan sistem tanam jajar legowo 2:1 (jarak tanam 25 X 12,5 X 50 cm) sebanyak 12 orang petani. Sedangkan pengambilan sampel secara “simple random sampling“ dilakukan pada petani yang menanam sistem tegel (25 X 25 cm) pada musim tanam juni 2020 sebanyak 15 orang yang diambil dari 25% dari jumlah populasi yang ada. Hasil penelitian menunjukan (1) Pertumbuhan tanaman padi seperti tinggi tanaman, jumlah anakan/rumpun, panjang malai, gabah isi/malai, gabah hampa/malai mendapatkan hasil lebih baik daripada sistem tegel, serta produktivitas penanaman sistem jajar legowo 2:1 mendapatkan hasil yang lebih efekktife jika dibandingkan menanam sistem tegel. Dimana sistem jajar legowo 2:1 mendapatkan hasil rata-rata 7.52 ton/ha GKP lebih tinggi sebesar 1,32 ton/ha (atau meningkat sebesar 21,29%) jika dibandingkan dengan penanaman sistem tegel yang mendapatkan rata-rata hasil 6,20 ton/ha. (2) Permasalahan yang terjadi dilapangan dalam pelaksanaan sistem tanam jajar legowo 2:1 yaitu: mahalnya biaya penanaman, kebanyakan petani penggarap, petani kebanyakan menjual hasil panennya ke penebas. Saran yang dapat diberikan yaitu: perlu melakukan pengembangan penanaman dengan sistem jajar legowo 2:1 secara luas, peran pemerintah untuk mensosialisasikan, kombinasi penerapan dengan padi hibrida, pemanenan dilakukan secara mandiri, pengembangan kelompok panen dan mengadakan sekolah lapang dengan sistem agribisnis.
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI STROBERI (Fragaria chiloensis L) DI DESA CANDIKUNING KECAMATAN BATURITI KABUPATEN TABANAN I Wayan Gede Wiryanata; Ahmad Suharjo
dwijenAGRO Vol 11 No 1 (2021): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis Pendapatan Usahatani Stroberi di Desa Candikuning Kecamatan Baturiti Kabupaten Tabanan, bertujuan untuk mengetahui: 1) pendapatan usahatani stroberi 2) besarnya biaya stroberi di Desa Candikuning 3) efesiensi Usahatani stroberi di Desa Candikuning. Pengumpulan data dalam penelitian ini di lakukan melalui survey terhadap 30 orang petani stroberi yang dipilih secara acak sederhana dari populasi petani stroberi di Desa Candikuning. Analisis data yang di lakukan secara komulatif terhadap biaya produksi, penerimaan, pendapatan usahatani stroberi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendapatan usahatani stroberi permusim masa tanam di Desa Candikuning adalah sebanyak Rp 59.850.000, pendapatan ini diperoleh dari biaya penerimaan usahatani dikurangi biaya produksi. Jumlah yang tinggi untuk hasil bersih dari petani stroberi di Desa Candikuning dikarenakan oleh harga yang tinggi yaitu 28.500/kg. Harga tinggi tersebut dapat mempengaruhi kehidupan, karena setiap kilogram stroberi dapat membantu kehidupan masyarakat di Desa Candikuning. Berdasarkan hasil penelitian ini di sarankan: 1) sebagai bahan masukan untuk lembaga pertanian setempat dalam menentukan kebijakan yang berhubungan dengan usahatani stroberi di daerah tersebut yang berguna untuk meningkatkan kesejahteraan petani, 2) sebagai bahan informasih dan pertimbangan bagi petani untuk mengembangkan dan meningkatkan pendapatan dan produktifitas usahatani, 3) sebagai bahan informasi untuk peneliti selanjutnya yang berkaitan dengan penelitian ini.