cover
Contact Name
I Gusti Agung Nyoman Dananjaya
Contact Email
guz.d4nan@gmail.com
Phone
+6281805541490
Journal Mail Official
guz.d4nan@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra Jalan Kamboja No 17 Denpasar
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
DWIJENAGRO: JURNAL ILMIAH
Published by Universitas Dwijendra
ISSN : 19793901     EISSN : 27229815     DOI : -
Jurnal dwijenAGRO memuat ringkasan hasil penelitian, ulasan (review) mengenai perkembangan topik teoritik Ilmu Pertanian (Agribisnis) dan artikel ilmiah. Jurnal diterbitkan secara berkala (Mei & November) oleh Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian, Universitas Dwijendra.
Articles 197 Documents
PENGAWASAN MUTU OLAHAN KACANG METE PADA UD.WAHYU RASA DI DESA KLUMPU, KECAMATAN NUSA PENIDA, KABUPATEN KLUNGKUNG I Ketut Darmada
dwijenAGRO Vol 9 No 2 (2019): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.137 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.9.2.847.100-105

Abstract

Salah satu komoditas perkebunan yang berperan dalam menyumbang perolehan devisa Negara adalah jambu mete, Untuk menciptakan komoditas jambu mete yang memiliki daya saing yang tinggi maka faktor internal tersebut haruslah dibenahi terlebih dahulu dan lebih ditekankan pada orientasi agribisnis yang kemudian dikembangkan secara harmonis melalui usaha perbaikan secara terus menerus serta political will dari para pengambil kebijakan dan instansi pendukung lainnya. Penelitian mengenai pengawasan mutu olahan kacang mete ini dilakukan di UD Wahyu Rasa, dengan alamat pabrik di Desa Klumpu, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali dan alamat kantor distibusi di Br.Klumpu,Desa klumpu,Nusa Penida. Perusahaan ini bergerak dalam bidang pengolahan kacang mete. Penentuan responden dalam penelitian ini menggunakan metode sensus, Jadi responden yang diambil dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan yang mengolah kacang mete di UD Wahyu Rasa, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung yaitu berjumlah 20 orang. Proses produksi olahan kacang mete pada UD Wahyu Rasa, terdiri dari sebelas tahapan yang meliputi: proses penyortiran bahan baku, proses pemanasan, proses pendinginan, proses pembelahan mete gelondong,proses pencungkilan,proses pengeringan, proses pendinginan kembali, proses pengupasan kulit ari,proses penyortiran kacang mete dan proses penimbangan,pengemasan. Analisis pengawasan mutu yang dilakukan meliputi: Proses penyortiran bahan baku, proses penjemuran,proses pembelahan mete gelondong,proses pencungkilan,proses pengeringan,proses pengupasan kulit ari,proses penyortiran kacang mete dan proses penimbangan,pengemasan. Penyebab kerusakan produk dipengaruhi oleh faktor bahan baku,mesin, dan manusia.Faktor paling dominan mempengaruhi kerusakan produk adalah faktor manusia(tenaga kerja). Kata kunci: Kacang mete,pengawasan, mutu,produksi
PERAN PENYULUH PERTANIAN DALAM PENINGKATAN TEKNOLOGI BUDIDAYA USAHATANI CABAI RAWIT (CAPSICUM FRUTESCENS L.) Ni Nengah Yastini; Getrudis Nanap
dwijenAGRO Vol 10 No 1 (2020): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.67 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.10.1.850.7-15

Abstract

Penyuluh adalah orang yang memiliki peran,tugas atau profesi yang memberikan pendidikan, penerangan kepada masyarakat untuk mengatasi berbagai masalah,seperti pertanian sehingga dapat mencapai sasaran yang telah ditetapkan . Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan peran penyuluh pertanian dalam peningkatan teknologi budidaya usahatani cabai rawit. Penentuan lokasi ini dilakukan dengan cara purposive (secara sengaja) dengan alasan di Subak Cau Beten, Desa Sukawati, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar merupakan salah satu daerah yang potensial untuk kegiatan produksi pertanian yaitu dengan usahatani cabai rawitnya. Populasi penelitian ini adalah seluruh anggota petani cabai rawit yang ada di Subak Cau Beten dengan jumlah 110 orang. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 50 orang dengan menggunakan simple random sampling atau acak sederhana. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan terhadap peran penyuluhpertaniandalampeningkatanteknologibudidayausahatanicabairawitdiSubakCauBeten,Desa Sukawati, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar sudah berperan dalam menjalankan tugasnya sebagai edukator dengan rata-rata pencapain skor 78,00% dengan kisaran 68,00% sampai dengan 88,00% dan motivator dengan rata-rata pencapaian skor adalah 77,60% dari skor tertinggi dengan kisaran 69,00% sampai dengan 82,00%. Sedangkan penyuluh belum menjalankan tugasnya sebagai komunikator dengan pencapaianskorrata-rataadalah66,40%dariskorterendahdengankisaran64,00%sampaidengan68,00% dan evaluator rata-rata pencapaian sebesar 67,20% dari skor terendah dengan kisaran 60,00% sampai dengan 68,00%. Kata Kunci: Peran,Penyuluh,Usahatani,Cabai Rawit
PARTISIPASI ANGGOTA SUBAK DALAM MELESTARIKAN SUBAK SEMBUNG DI DESA PEGUYANGAN, KECAMATAN DENPASAR UTARA Anak Agung Gde Pushpha; Sisilia Tamo Ina
dwijenAGRO Vol 10 No 1 (2020): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.671 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.10.1.851.1-6

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan partisipasi pelestarian subak dan kendala-kendala yang mempengaruhinya. Penelitian ini dilakukan di Subak Sembung, Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar yang dipilih secara simple random sampling (acak sederhana) dengan jumlah populasinya 198 orang petani. Jumlah sampel yang dipilih adalah 50 orang. Jenis data yang diperlukan dalam penelitian adalah data kualitatif dan data kuantitatif, berdasarkan sumbernya ada dua yaitu data primer dan sekunder selanjutnya teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan analisis data deskriptif kualitatif.Berdasarkan hasil penelitian, beberapa partisipasi  anggota subak terkait pelestarian yang ada di Subak Sembung dan memiliki 4 tahapan sebagai berikut: 1). Partisipasi kesadaran anggota subak, 2). Partisipasi perencanaan pengembangan, 3).Partisipasi pelaksanaan pengembangan,4).Partisipasi pengambilan manfaat pengembangan. Kendala-kendala yang mempengaruhi partisipasi anggota subak sembung terdiri dari:1). Kemampuan sumber daya manusia yang belum memadai, 2). Kelembagaan dari pengurus subak yang masih lemah, dan 3). Lemahnya pengurus dalam menegakkan awig-awig. Kata kunci : Partisipasi, pelestarian, subak, perencanaan.
STUDI DIAGNOSA SUBAK DI KOTA DENPASAR (KASUS DI SUBAK RENON, KECAMATAN DENPASAR SELATAN KOTA DENPASAR) Made Mika Mega Astuthi; Kadek Ayu Charisma Julia Dewi; Maria Benedikta Jelita Harum
dwijenAGRO Vol 10 No 1 (2020): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.677 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.10.1.857.16-20

Abstract

Subak merupakan sistem pengelolaan irigasi di Bali yang bertujuan untuk mengalokasi air ke sawah. Namun saat ini jumlah subak di Bali sudah berkurang karena banyaknya pembangunan non pertanian di lahan sawah seperti yang terjadi di Subak Renon Kecamatan Denpasar Selatan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui alasan petani Subak Renon melakukan alih fungsi lahan dan stategi alternatif yang diperlukan untuk mengurangi alih fungsi lahan sawah di Subak Renon Kecamatan Denpasar Selatan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani yang mengalihfungsikan lahan sawahnya yang berjumlah 90 orang. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 orang dengan menggunakan simple random sampling atau acak sederhana. Pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:Kuesioner,Wawancara,Observasi dan Dokumentasi. Data yang terkumpulkan dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada beberapa alasan petani Subak Renon melakukan alih fungsi lahan yaitu pendapatan rendah, tenaga kerja kurang, kebutuhan keluarga, lahan sempit dan irigasi terganggu. Oleh karena itu disarankan pemerintah Provinsi dan Kota agar dapat mempertegakan Undang Undang RI Nomor 41 Tahun 2009 guna mewujudkan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan dan untuk petani Subak Renon dapat mengurangi alih fungsi lahan dengan menggali sumur dan menanam tanaman yang tidak membutuhkan lahan luas dan air yang banyak. Kata Kunci : Subak, Alih fungsi lahan.
ANALISIS USAHATANI PRODUKSI BENIH SALAK GULA PASIR DI KABUPATEN KARANGASEM, PROVINSI BALI I Gusti Agung Oka Hendrawati
dwijenAGRO Vol 9 No 2 (2019): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.927 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.9.2.858.106-116

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Karangasem. Penentuan lokasi penelitian dilakukan dengan cara purposive. Responden penelitian ini dipilih secara sengaja meliputi produsen benih Salak Gula Pasir yang ada di Kabupaten Karangasem yang berjumlah 3 produsen benih. Biaya total yang diperoleh selama produksi benih Salak Gula Pasir adalah sebanyak Rp. 104.665.000,-. Biaya tersebut diperoleh dari akumulasi biaya tetap sebesar Rp. 450.000,-; biaya variable Rp. 84.415.000,- dan tenaga kerja Rp. 19.800.000,-. Biaya tetap dapat diefisiensikan karena produsen umumnya tidak menyewa lahan, namun menggunakan lahan pribadi, penyusutan deperoleh dari alat yang digunakan seperti sabit, parang, ember, karung, hand sprayer dan kereta dorong. Biaya variebel dan tenaga kerja juga dapat diefisiensikan karena proses persemaian benih hingga panen berlangsung di dalam polybag. Produsen benih dapat memproduksi benih Salak Gula Pasir sebanyak 25.000 pohon dengan harga jual Rp. 13.000,- per pohon, sehingga total penerimaan sebesar Rp. 325.000.000,-. Tingginya penerimaan disebabkan karena benih yang dihasilkan oleh produsen merupakan benih bersertifikat, sehingga pembeli merasa diuntungkan dan memiliki kepercayaan penuh bahwa benih yang dibeli akan menghasilkan Salak Gula Pasir dengan kualitas yang baik. Pendapatan bersih yang diperoleh produsen benih, yaitu sebesar Rp. 220.335.000,-. Berdasarkan perhitungan R/C Ratio dapat disimpulkan bahwa usahatani Produksi Benih Salak Gula Pasir di Kabupaten Karangasem adalah sebesar 3,1. Artinya usahatani Produksi Benih Salak Gula Pasir di Kabupaten Karangasem menunjukan bahwa usaha tersebut layak untuk dijalankan. Kata Kunci : Analisis usahatani, produksi benih, penerimaan, Salak Gula Pasir
PERAMALAN HARGA MINYAK GORENG DI TENGAH PANDEMI COVID-19 KOTA BANDAR LAMPUNG Annisa Fitri; Fadila Margasaty; Kusmaria; Rini Desfaryani; Vivi Utami Dewi
dwijenAGRO Vol 10 No 1 (2020): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.482 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.10.1.859.21-26

Abstract

Covid-19 (Corona Virus Disease 2019) adalah penyakit akibat serangan virus SARSCov-2 yang kasusnya pertama kali menyerang manusia di Provinsi Wuhan, China. Indonesia menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran virus ini yang  berakibat pada terkendalanya beberapa pasokan bahan pangan salah satunya minyak goreng di Kota Bandar Lampung. Penelitian ini bertujuan memprediksi perkiraan harga minyak goreng di kota Bandar Lampung untuk kurang lebih 8 bulan ke depan khususnya saat pandemi  Covid-19. Metode analisis menggunakan model Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA). Hasil estimasi menunjukkan bahwa harga minyak goreng di Bandar Lampung akan mengalami kenaikan hingga Desember 2020, dengan harga rata-rata adalah sebesar Rp 13.423,49. Kata Kunci: Covid-19, harga minyak goreng, ARIMA
KAJIAN KEBIJAKAN DAGING SAPI DI INDONESIA UNTUK MENDUKUNG SWASEMBADA DAGING SAPI Kusmaria; Susanti; Annisa Fitri; Sri Handayani
dwijenAGRO Vol 10 No 1 (2020): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.503 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.10.1.860.27-39

Abstract

Pertambahan jumlah penduduk di Indonesia menjadi salah satu faktor pendorong pelaksanaan program swasembada daging sapi. Beberapa upaya dilakukan oleh pemerintah demi mencapai program swasembada daging sapi. Penelitian ini bertujuan mengkaji sejauh mana program-program yang dilakukan untuk mencapai program swasembada daging sapi. Metode yang dilakukan berupa studi literatur. Banyaknya program Kementrian Pertanian yang dicanangkan membuat Kementrian Pertanian tidak fokus dalam pelaksanaan program, sehingga tidak ada satupun komoditi yang berhasil swasembada. Kontrol  jumlah sapi di Indonesia masih diperankan oleh importir. Program swasembada daging perlu dikaji ulang, mengingat program swasembada daging ini justru merugikan negara Indonesia dimana banyaknya pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan program swasembada daging sebagai ranah untuk korupsi. Pemerintah sebaiknya fokus terhadap program swasembada yang benar-benar mungkin dicapai, tidak terlalu banyak menargetkan swasembada. Pemerintah sebaiknya memuat target jangka pendek, menengah, dan panjang untuk pratinjau ulang pentingnya swasembada sapi. Kata Kunci: Daging Sapi, Kebijakan, Swasembada
PENGARUH INFLASI, RETURN ON ASSETS, RETURN ON EQUITY TERHADAP KEPUTUSAN INVESTASI PADA PERUSAHAAN AGRIBISNIS YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Ni Ketut Karyati; I Ketut Sudama
dwijenAGRO Vol 10 No 1 (2020): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.821 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.10.1.861.40-52

Abstract

Bagi para investor yang ingin berinvestasi pada pasar modal, biasanya akan memerlukan informasi keuangan baik laporan keuangan maupun kinerja keuangan perusahaan yang disajikan secara akurat, relevan dan tentu dapat dipercaya sebagai dasar pengambilan keputusan.Tujuan penelitian ini adalah  untuk mengetahui pengaruh antara variabel Inflasi(X1) ROA (X2), ROE (X3) terhadap Keputusan Investasi Pada Perusahaan Agribisnis Yang Terdaftar Di BEI (Y). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Data yang digunakan adalah laporan keuangan Perusahaan Agribisnis yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2014-2018. Teknik pengumpulan data dengan studi dokumentasi. Teknik analisis data adalah teknik analisis kuantitatif dengan penggunakan program Statistical Product and Service Solutions (IMB SPSS Statistics 24). Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa: (1) secara parsial tidak terdapat pengaruh antara variabel Inflasi(X1) terhadap Keputusan Investasi Pada Perusahaan Agribisnis Yang Terdaftar Di BEI (Y). (2) ROA(X2) tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Keputusan Investasi Pada Perusahaan Agribisnis Yang Terdaftar Di BEI (Y). (3) terdapat pengaruh antara variabel ROE(X3) terhadap Keputusan Investasi Pada Perusahaan Agribisnis Yang Terdaftar Di BEI (Y). Berdasarkan Tabel ANOVA  juga terlihat bahwa nilai koefesien F adalah 2,356 dengan koefesien sig 0,089 yang berarti > 0,05, maka dapat dikatakan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Jadi dari  hasil regresi yang diperoleh tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel independen Inflasi, ROA dan ROE  terhadap variabel dependen Keputusan Investasi Pada Perusahaan Agribisnis Yang Terdaftar Di BEI Kata Kunci: Inflasi, Return On Assets,  Return On Equity Keputusan Investasi
ANALISIS USAHATANI KENTANG (Solanum tuberosum L) (Kasus di Subak Abian Batur Sari, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan) Ida Ayu Candrika Dewi
dwijenAGRO Vol 9 No 2 (2019): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/dwijenagro.9.2.915.117-122

Abstract

Pengembangan pertanian yang ada di Indonesia khususnya di Provinsi Bali letaknya berada di Desa Candikuning Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan yang berada di Subak Abian Batur Sari merupakan sentra penghasil sayuran dataran tinggi utama di Bali, salah satu komoditas sayuran yang dihasilkan di daerah tersebut adalah kentang. Salah satu komoditas yang diusahakan oleh petani sejak lima tahun terakhir di Subak Abian Batur Sari, Desa Candikuning adalah tanaman kentang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya biaya, penerimaan, pendapatan dan R/C rasio pada usahatani kentang di Subak Abian Batur Sari, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti Kabupaten Tabanan. Penentuan lokasi penelitian menggunakan metode purposive dengan mempertimbangkan bahwa di Desa Candikuning merupakan penghasil komoditas sayur khususnya kentang. Jumlah petani sebagai sampel dalam penelitian ini sebanyak 58 petani dari 140 orang populasi dengan metode sampel random sampling. Analisis data yang digunakan yaitu analisis usahatani yang terdiri dari biaya, penerimaan, pendapatan dan kelayakan usahatani (R/C ratio). Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata biaya total yang dikeluarkan untuk usahatani kentang oleh petani adalah sebesar Rp. 5.404.000 per luas garapan, yaitu 1,5 Ha. Berdasarkan pada perhitungan analisa usahatani, penerimaan petani dari usahatani kentang sebesar Rp. 18.000.000 dan pendapatan sebesar Rp.12.596.000 maka diperoleh R/C ratio sebesar 3,33. Dari hasil penelitian dapat disarankan bahwa, usahatani kentang perlu dikembangkan lebih lanjut untuk meningkatkan kesejahteraan petani, dan kepada pemerintah dapat memberikan pendampingan, modal, sarana dan prasarana yang memadai sebagai penunjang usahatani kentang di Subak Abian Batur Sari Desa Candikuning Kecamatan Baturiti Kabupaten Tabanan. Kata Kunci : Analisis Usahatani, Kentang, Candikuning
PENGARUH INTEGRASI TERNAK KAMBING DAN TANAMAN KOPI TERHADAP PENDAPATAN KELOMPOK TANI TERNAK SATWA AMERTA, DI DESA MUNDEH, KECAMATAN SELEMADEG BARAT, KABUPATEN TABANAN I Gusti Agung Nyoman Dananjaya
dwijenAGRO Vol 10 No 1 (2020): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/dwijenagro.10.1.1004.53-60

Abstract

Pembangunan sektor pertanian yang termasuk didalamnya sektor perkebunan dan peternakan merupakan salah satu upaya meningkatkan pendapatan petani, maka seluruh sektor ini harus dilaksanakan secara terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh integrasi ternak kambing dan tanaman kopi terhadap pendapatan Kelompok Tani Ternak Satwa Amerta, di Desa Mundeh, Kecamatan Selemadeg Barat, Kabupaten Tabanan. Penentuan lokasi penelitian ini menggunakan metode purposive sampling yaitu penentuan lokasi penelitian dengan cara sengaja dengan pertimbangan bahwa Kelompok Tani Ternak Satwa Amerta melaksanakan program integrasi antara ternak dan tanaman. Popoulasi dalam penelitian ini adalah Kelompok Tani Ternak Satwa Amerta yang berjumlah 21 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode sensus sehingga seluruh populasi dijadikan sebagai responden. Tekni Analisis data menggunakan analisis SEM dengan alat ansalisis PLS (Partial Least Square). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ternak kambing berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan, demikian juga terhadap tanaman kopi. Tanaman kopi ternyata berpengaruh positif dan sangat signifikan terhadap pendapatan. Hal ini menunjukkan bahwa integrasi ternak kambing besar pengaruhnya dalam menyuburkan tanaman kopi sehingga dapat mampu meningkatkan pendapatan pada Kelompok Tani Ternak Satwa Amerta di Desa Mundeh, Kecamatan Selemadeg Barat, Kabupaten Tabanan. Saran bagi kelompok tani ternak yaitu untuk terus melakukan pemupukan dari hasil kotoran ternak kambing dalam jumlah dan waktu yang tepat pada tanaman kopi dan peningkatan pelatihan di kelompok tani ternak sebagai media pembelajaran terhadap kemajuan teknologi-teknologi terbaru. Kata Kunci : Integrasi, Tanaman Kopi, Ternak Kambing, Pendapatan