cover
Contact Name
I Gusti Agung Nyoman Dananjaya
Contact Email
guz.d4nan@gmail.com
Phone
+6281805541490
Journal Mail Official
guz.d4nan@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra Jalan Kamboja No 17 Denpasar
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
DWIJENAGRO: JURNAL ILMIAH
Published by Universitas Dwijendra
ISSN : 19793901     EISSN : 27229815     DOI : -
Jurnal dwijenAGRO memuat ringkasan hasil penelitian, ulasan (review) mengenai perkembangan topik teoritik Ilmu Pertanian (Agribisnis) dan artikel ilmiah. Jurnal diterbitkan secara berkala (Mei & November) oleh Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian, Universitas Dwijendra.
Articles 197 Documents
KEGIATAN WIRAUSAHA MAHASISWA DENGAN MEMANFAATKAN LIMBAH PERTANIAN SEBAGAI PRODUK HIASAN EKSFRESHO (PENGHARUM RUANGAN BERAROMA KOPI) Ida Bagus Putu Surya Dharmendra; Pande Komang Suparyana; Ni Made Dwi Nalayani; Atika Safitri; Mayang Erika Putri
dwijenAGRO Vol 9 No 2 (2019): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.042 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.9.2.746.60-66

Abstract

Usaha ini menghasilkan produk hiasan eksfresho (pengharum ruangan beraroma kopi). Bahan baku pada pembuatan produk pengharum ruangan ini adalah kulit kopi dan kulit jagung. Dalam program ini pengusul mengambil limbah kulit kopi dari petani kopi di Desa Pupuan. Limbah pertanian kulit jagung diambil di Desa Kesiman yang merupakan penghasil komoditi jagung di Kota Denpasar. Pendapatan usaha produk hiasan eksfresho (pengharum ruangan beraroma kopi) selama periode sampai bulan agustus yaitu Rp 4.700.000,-, dengan jumlah penjualan 235 pcs dan harga per pcs adalah Rp. 20.000,-. Biaya tetap dalam usaha produk hiasan eksfresho (pengharum ruangan beraroma kopi) terdiri dari upah tenaga kerja, penyusutan, dan biaya pemasaran. Untuk biaya tidak tetap meliputi biaya pengadaan bahan baku seperti kulit kopi, kulit jagung, dan ranting kopi; pembelian bahan pembantu seperti karung goni, tali goni, pita; biaya bahan pengemas seperti plastik dan kotak kemasan, dan biaya utilitas. Biaya operasional usaha produk hiasan eksfresho (pengharum ruangan beraroma kopi) sampai bulan Agustus sebesar Rp. 4.253.500,-. Pada periode sampai bulan Agustus usaha produk hiasan eksfresho (pengharum ruangan beraroma kopi) ini mendapat Laba sebesar Rp. 446.500,-. Hambatan yang didapat dalam menjalankan usaha produksi pengharum ruangan beraroma kopi ini adalah kendala dalam pemasaran yang belum menyentuh secara maksimal target pasar yang ingin dicapai. Hal ini terjadi karena usaha baru dirintis sehingga konsumen belum mengenal produk ini. Kelangsungan dari usaha ini memerlukan promosi yang tepat dan pemasaran yang lebih gencar. Usaha ini merupakan peluang bisnis yang baik karena produk yang dihasilkan masih baru dan sedikit saingannya Kata Kunci: Kulit kopi, kulit jagung, Limbah pertanian, Kewirausahaan
BAURAN PEMASARAN ASPARAGUS ( Asparagus oficinialis L.) PADA KOPERASI TANI MERTANADI DI DESA PELAGA, KECAMATAN PETANG KABUPATEN BADUNG I Gusti Agung Nyoman Dananjaya; Anak Agung Gde Pushpha
dwijenAGRO Vol 9 No 1 (2019): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.163 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.9.1.748.25-30

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bauran pemasaran asparagus serta kendala yang dihadapi oleh Koperasi Tani Mertanadi di Desa Pelaga, Kecamatan Petang. Penentuan lokasi penelitian ini menggunakan metode purposive yaitu penentuan lokasi penelitian yang dilakukan dengan sengaja dengan didasarkan berbagai pertimbangan. Adapun pertimbangan tersebut adalah Koperasi Tani Mertanadi merupakan sumber penghasil Asparagus di Bali, daerah penelitian sangat berpotensi untuk mengembangkan tanaman asparagus. Jumlah populasi dalam penelitian ini berjumlah 48 orang. Jumlah sampel yang diambil berjumlah 10 orang dengan metode purposive sampling. Jenis data yang digunakan yaitu data kualitatif dan data kuantitatif yang bersumber dari data primer dan sekunder. Data dikumpulkan dengan menggunakan beberapa metode yaitu observasi, kuesioner, wawancara dan dokumentasi.Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan bauran pemasaran (Marketing Mix) Hasil penelitian menunjukkan bahwa bauran pemasaran (Marketing Mix) yang dilakukan oleh Koperasi Tani Mertanadi yaitu produk Asparagus yang dihasilkan terdapat 5 jenis grade yaitu Grade Super, Grade A, B,C dan KW, harga Asparagus didasarkan atas grade mulai dari Rp 25.000 s.d. Rp 80.000, saluran distribusi yang dilakukan ke supermarket, restaurant dan suplayer, promosi yang dilakukan melalui internet, door to door dan mengikuti pameran dengan membuka stand–stand di Bali maupun diluar Bali. Permasalahan yang dihadapi yaitu berkaitan dengan hama dan penyakit serta harga yang berfluktuasi. Dari hasil penelitian dapat disarankan sebagai berikut yaitu perlu adanya tambahan tempat penyimpanan agar dapat menyimpan stok disaat adanya tambahan permintaan dari konsumen. Adanya cara pemberantasan hama dan penyakit sehingga dapat menjaga kualitas daripada produk itu sendiri. Perlu adanya promosi yang lebih luas sehingga produk Asparagus ini lebih dikenal oleh masyarakat luas serta perlu adanya mitra bisnis. Kata Kunci : Asparagus, Marketing Mix, Koperasi Tani Mertanadi
STRATEGI PENGEMBANGAN KEBUN RAYA EKA KARYA BALI SEBAGAI OBYEK WISATA DI DESA CANDIKUNING, KECAMATAN BATURITI, KABUPATEN TABANAN Anak Agung Gde Pushpha; I Gusti Agung Nyoman Dananjaya; Selamet
dwijenAGRO Vol 9 No 2 (2019): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.749 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.9.2.749.67-75

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor internal dan faktor eksternal serta strategi pengembangan Kebun Raya Eka Karya Bali di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Penentuan lokasi penelitian ini menggunakan metode purposive yaitu penentuan lokasi penelitian yang dilakukan dengan sengaja dengan didasarkan berbagai pertimbangan. Adapun pertimbangan tersebut adalah Kebun Raya Eka Karya Bali merupakan objek wisata alam yang letaknya sangat strategis dikawasan obyek wisata bedugul dan merupakan kawasan Konservasi yang sangat diminati baik oleh wisatawan domestik maupun oleh wisatawan mancanegara. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Tabanan, pengelola, akademisi, tokoh masyarakat, dan pengunjung Kebun Raya Eka Karya Bali. Pengambilan sampel digunakan metode purposive sampling yaitu pengambilan sampel secara sengaja dan berbagai pertimbangan, sehingga jumlah sampel ditetapkan sebanyak 20 orang. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan kuantitatif dengan menganalisis internal dan eksternal lingkungan dalam mengembangakan dan merumuskan strategi pengembangan Kebun Raya Eka Karya Bali dengan Analisis SWOT. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi dalam pengembangan Kebun Raya Eka Karya Bali terdiri dari empat strategi. Strategi S-O yaitu mengembangkan penelitian dan konservasi dan tingkatkan sarana dan prasarana destinasi wisata, menjalin kerjasama dengan Dinas Pariwisata dalam mengikuti kegiatan eksibisi ataupun promosi, Strategi W-O, yaitu melakukan pertemuan secara periodik antara manajemen kebun raya dengan tokoh masyarakat agar potensi yang ada dapat digali dan dimanfaatkan masyarakat, peningkatan anggaran untuk peningkatan wahana obyek wisata secara mandiri atau pun bekerja sama dengan pihak ketiga, Strategi S-T, yaitu memberikan tambahan papan informasi himbauan tentang kebersihan, Strategi W-T, yaitu bekerjasama dengan masyarakat, akademisi dan pengunjung dalam pemeliharaan kebersihan area, pengembangan wahana wisata hendaknya benar-benar memperhatikan antisipasi dampak lingkungan, kegiatan promosi hendaknya sekaligus dijadikan sosialisasi akan pentingnya pelestarian Kebun Raya Eka Karya Bali. Kata Kunci: Strategi, Kebun Raya Eka Karya Bali, Bedugul
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI RIZOBAKTERI DARI RIZOSFIR TANAMAN LEGUMINOSA YANG MEMACU PERTUMBUHAN BIBIT KEDELAI (Glycine max L. Merr.) Ni Made Intan Maulina; Made Mika Mega Astuthi
dwijenAGRO Vol 9 No 2 (2019): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.535 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.9.2.781.76-84

Abstract

Kedelai merupakan salah satu sumber protein nabati bagi masyarakat Indonesia. Permintaan kedelai terus meningkat, namun peningkatan kebutuhan tersebut belum diikuti oleh ketersediaan pasokan yang mencukupi. Produktivitas kedelai cukup rendah, menyebabkan perlu dilakukannya upaya-upaya agar pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai bisa ditingkatkan, sehingga bisa memenuhi kebutuhan pasar. Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan memanfaatkan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria). PGPR adalah sejenis bakteri yang hidup di daerah perakarabn tanaman. PGPR mampu menghasilkan IAA yang berfungi sebagai hormon tumbuh untuk meningkatkan perkembangan sel, merangsang pembentukan akar baru, memacu pertumbuhan, merangsang pembungaan, dan meningkatkan aktivitas enzim. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengisolasi rizobakteri dari tanaman leguminosa (kacang tanah dan gamal) serta mengidentifikasi rizobakteri yang mampu memacu pertumbuhan bibit tanaman kedelai. Sampel diambil dari aupaten dan kota di Bali, yaitu Denpasar, Badung, Tabanan, Jembrana, Buleleng, Karangasem, Bangli, Klungkung dan Gianyar. Tahapan selanjutnya yaitu isolasi bakteri, dan dibiakkan pada media NA. Tahapan selanjutnya adalah uji kemampuan PGPR. Semua isolat rizobakteri yang diperoleh diuji kemampuannya untuk memacu pertumbuhan bibit kedelai. Rizobakteri yang terbukti mampu memacu pertumbuhan bibit kedelai kemudian diidentifikasi. Berdasarkan hasil isolasi rizobakteri dari sampel yang diambil dari rizosfer kacang tanah (Arachis hypogaea L) dan gamal (Gliricidia sepium), secara keseluruhan diperoleh sebanyak 36 isolat rizobakteri. Berdasarkan hasil pengujian diketahui bahwa sebanyak 4 isolat menunjukkan kemampuan untuk memacu pertumbuhan bibit tanaman kedelai. Isolat yang mampu meningkatkan tinggi bibit 1-2 cm dibandingkan dengan kontrol dianggap positif (+) sebagai PGPR sedangkan yang mampu meningkatkan tinggi tanaman lebih besar dari 2 cm dianggap memiliki kemampuan memacu pertumbuhan lebih besar. Identifikasi dilakukan terhadap 4 isolat rizobakteri yang menunjukkan kemampuan tertinggi dalam memacu pertumbuhan bibit kedelai pada percobaan di laboratorium. Kelima isolat tersebut termasuk ke dalam bakteri gram negatif yaitu isolat GmTt KcNt, GmKra, dan KcGt. Berdasarkan hasil di atas, selanjutnya nilai tersebut dimasukkan pada program Software Microbact 2000 dan didapatkan dua isolat yaitu GmTt dan GmKra teridentifikasi sebagai Serratia plymuticha, isolat yaitu KcNt teridentifikasi sebagai Enterobacter cloacae, sementara satu isolat yaitu KcGt teridentifikasi sebagai Enterobacter agglomerans. Tingkat . Kata Kunci : kedelai; rizobakteri; isolasi;identifikasi
PERAN IPTEK DALAM PEMBANGUNAN PERTANIAN BERKELANJUTAN Made Mika Mega Astuthi
dwijenAGRO Vol 9 No 1 (2019): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.761 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.9.1.787.31-36

Abstract

Teknologi mempunyai peran yang sangat strategis dalam mendukung peningkatan produksi pertanian. Pertanian berbasis iptek pada dasarnya adalah praktek pertanian yang mendasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sudah terbukti secara ilmiah dan meyakinkan secara praktik empiris. Jika tidak ada perubahan teknologi, pembangunan pertanian akan terhenti dan kenaikan produksi juga terhenti, bahkan dapat menurun. Ada lima syarat mutlak yang harus dipenuhi agar pembangunan pertanian dapat tumbuh-berkembang secara progresif, yaitu : (1) adanya pasar bagi produk-produk agribisnis, (2) teknologi yang senantiasa berubah, (3) tersedianya sarana dan peralatan produksi secara lokal, (4) adanya perangsang produksi bagi produsen, dan (5) adanya fasilitas transportasi (Mosher, 1966). Teknologi yang senantiasa berubah berarti adalah inovasi teknologi (inovasi re-inovasi teknologi), agar sektor pertanian dapat berkembang. Tanpa adanya inovasi teknologi secara terus menerus, pembangunan pertanian akan terhambat, walaupun keempat syarat mutlak lainnya telah terpenuhi. Peranan teknologi dalam pembangunan pertanian dapat dianalisis dengan 2 istilah yang berbeda tetapi keduanya menunjukkan hal yang sama yaitu perubahan teknik (technical change) dan inovasi (innovation). Kebijakan iptek yang harus diambil kedepan dalam kerangka pengembangan dan aplikasi teknologi pertanian untuk meningkatkan ketahanan pangan antara lain kebijakan moneter dan fiscal, kelembagaan one door policy, pendekatan kluster, peningkatan kemampuan SDM, serta kebijakan pemilihan teknologi yang tepat sasaran dengan mengoptimalkan empat komponen teknologi dalam penerapannya. Permasalahan pengembangan dan aplikasi teknologi dapat dibedakan pada level mikro dan makro. Pada level mikro permasalahan pengembangan aplikasi teknologi yang sering dihadapi adalah kegiatan penelitian, produk penelitian belum siap diaplikasikan, deseminasi yang belum lancer dan tanggung jawab dari pengusaha yang belum bertanggung jawab secara social dan pengusaha juga lebih sering mengimpor teknologi dari luar. Sementara itu pada level makro permasalahan pengembangan dan aplikasi teknologi adalah sistem insentif (merit sistem) bagi produsen maupun konsumen serta lemahnya networking dalam pengembangan teknologi. Kata kunci : Iptek, Pertanian Berkelanjutan
SALURAN PEMASARAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens.L) DI DESA BELANG TURI, KECAMATAN RUTENG, KABUPATEN MANGGARAI, PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR (NTT) Ni Nengah Yastini; Ferdinandus Lancur
dwijenAGRO Vol 9 No 2 (2019): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.318 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.9.2.789.85-91

Abstract

Pertanian sebagai sumber kehidupan yang strategi. Negara Indonesia merupakan negara yangsejak dahulu dikenal sebagai negara agraris. Ada beberapa faktor yang bisa diungkapkan bahwa sektor pertanianmenjadi pentingdalam proses pembangunanyaitu sektor pertanianmenghasilkan produk yang diperlukan sebagai input sektor lain.terutama sektor industri (agroindustri)sebagai negara agrarisdisektor pertanianadalah sumber daya manusia yang masih rendah dalam pengelolaan lahan pertanian. Cabai merupakan salah satu komoditi hortikultura yang banyak dibudidayakan oleh petani di Indonesia, karna memiliki harga jual yang tinggi dan memiliki beberapa manfaat kesehatan. Pemasaran dianggap sebagai proses aliran barang yang terjadi dalam pasar. Pemasaran barang mengalir dari produsen sampai kepada konsumen akhir disertai penambahan guna bentukmelalui proses pengolahaan,guna tempat melalui proses pengangkutan dan guna waktu melalui proses penyimpanan. Lokasi produksi pertanianseringkali terpisah jauh dari tempat produsen. Agar produksi pertanian ini dapat dimanfaatkan oleh konsumen, maka komodinti pertanian tersebutharus diangkut kemudiandisalurkan dari lokasi produsen hingga sampai ketangan konsumen . Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Manggarai Kecamatan Rutengdi desa belangTuri merupakan salah satu penghasil dan penyalur cabai rawit merupakan daerah produksi cabai terbesar. Berdasarkan latar belakang tersebut maka perlu dilakukan penelitian dengan judul “saluran pemasaran cabai rawit (Capsicum frutescens L) di Desa Belang Turi Kecamatan Ruteng Kabupaten Manggarai Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui saluran pemasaran dan besarnya marjin cabai rawit di desa Belang Turi, Kecamatan Ruteng Kabupaten Manggarai Provinsi Nusa tenggara Timur (NTT). Lokasi ditentukan secara sengaja (purposive) sampling dengan pertimbangan bahwa Desa Belang Turi Kecamatan Ruteng Kabupaten Manggarai Provinsi Nusa tenggara Timur (NTT) merupakan daerah yang cocok untuk pengembangan dalam saluran pemasaran cabai rawit. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sukender. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara langsung,kuisuner dan dokumentasi dengan mengunakan metode analisis deskriptif . hasil dan analisis penelitian ini, ada dua saluran pemasaran cabai rawit yaitu: Saluran I : Petani Produsen-à Suppleir-àKonsumen Akhir. Saluran II : Petani Produsen -àSuppleir -à Pedagang Pengecer -à Konsumen Akhir. Marjin pemasaran pada saluran I sebesar Rp 1.000,00 dan pada saluran pemasaran II sebesar Rp 2.000,00; dari 30 petani penjual cabai rawit melalui saluran I dan saluran II. Sedangkan farmer’s share saluran I memberikan nilai yang lebih besar yaitu 90 % sedangkan saluran II sebesar 80 %, sehinggga saluran pemasaran II lebih efesien dalam memasarkan cabai rawit. Kata kunci : Saluran ,pemasaran, cabai rawit.
PENDAPATAN PETANI DARI PENGOLAHAN KACANG METE DI DESA KLUMPU, KECAMATAN NUSA PENIDA, KABUPATEN KLUNGKUNG I Gede Agus Yudi Artawan
dwijenAGRO Vol 9 No 1 (2019): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.438 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.9.1.842.37-43

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (i) untuk mengetahui besarnya biaya pengolahan kacang mete yang ada di Desa Klumpu, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung: (ii) untuk megetahui besarnya penerimaan dan pendapatan petani dari pengolahan kacang mete: (iii) untuk mengetahui tingkat keuntungan petani pada pengolahan kacang mete. Penelitian ini dilakukan di Desa Klumpu, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung dan pemilihan lokasi secara sengaja (purposive). Jumlah responden dalam penelitian ini adalah sebanyak 25 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya total yang dikeluarkan petani untuk pengolahan kacang mete setiap bulannya adalah sebesar Rp. 14.466.415. Rata-rata penerimaan pengolahan kacang mete adalah Rp. 16.200.000 /bulan produksi. Rata-rata pendapatan yang diterima petani responden adalah Rp. 1.733.585 /bulan.Hasil penelitian tersebut diperoleh dari penerimaan dikurangi dengan biaya produksi. RC rasio pengolahan kacang mete adalah 1,11, bernilai lebih besar dari 1 (satu) yang berarti bahwa usaha pengolahan kacang mete tersebut menguntungkan. Kata Kunci :Kacang mete, Pengolahan, Biaya, Penerimaan dan Pendapatan
PRILAKU PETERNAK TERHADAP ASURANSI TERNAK SAPI KASUS DI KELOMPOK TANI TERNAK (KTT) KARYA PADANG KERTA DESA APUAN, KECAMATAN BATURITI, KABUPATEN TABANAN Putu Mirah Krisna Dewi
dwijenAGRO Vol 9 No 1 (2019): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.843 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.9.1.844.44-53

Abstract

Asuransi tenak sapi merupakan program dari pemerintah yang bertujuan untuk melindungi para peternak sapi dari ancaman kematian sapi akibat wabah penyakit, pasca melahirkan serta kehilangan sapi akibat pencurian. Sehingga penelitian ini bertujan untuk mengetahui sikap dan prilaku peternak terhadap asuransi sapi, manfaat yang didapat dari asuransi ternak sapi dan kendala yang dihadapi para peternak di Kelompok Tani Ternak (KTT) Karya Padang Kerta dalam mengasuransikan ternak sapinya. Penelitian ini dilakukan di Kelompok Tani Ternak (KTT) Karya Padang Kerta di, Desa Apuan, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Lokasi ini dipilih dengan metode purposive sampling. Dengan jumlah populasi sebanyak 21 orang dan keseluruhannya dijadikan sebagai responden dengan menggunakan metode sensus.Hasil penelitian ini diperoleh Kelompok Tani Ternak (KTT) Karya Padang Kerta, Desa Apuan, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Mendapati rata-rata pencapaian skor pengetahuan peternak terhadap asuransi ternak sapi tinggi mencapai 80,95%. Sedangkan rata-rata pencapaian skor sikap peternak terhadap ansuransi sapi sangat setuju sebanyak 85,71% dari skor maksimal. Indikator yang diukur mencangkup (a) informasi asuransi; (b) besaran klaim yang diterima; (c) lama pencairan klaim; (d) biaya asuransi; (e) pesyaratan asuransi. Manfaat asuransi ternak sapi ialah peternak di KTT Karya Padang Kerta mendapat ganti rugi atas kematian sapuinya sebesar Rp.6.000.000 untuk sapi betina dan Rp.8.000.000 untuk sapi jantan. Adapun kendala yang dialami para peternak di KTT Karya Padang Kerta terhadap asuransi ternak sapi ialah mahalnya premi asuransi ternak sapi dan panjangnya tahapan dalam ansuransi Kata Kunci : Asuransi, Sapi, KTT Karya Padang Kerta
RESPON PETANI DALAM PENGGUNAAN KOMPOS PADA TANAMAN UNDIS (CAJANUS CAJAN) DI KELOMPOK TANI LINGGA AMERTA DESA PED, KECAMATAN NUSAPENIDA, KABUPATEN KLUNGKUNG I Komang Agus Dedi Yudiastana
dwijenAGRO Vol 9 No 1 (2019): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.093 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.9.1.845.54-59

Abstract

Tanaman memerlukan nutrisi untuk pertumbuhan dan perkembangan. Nutrisi tersebut diperoleh dengan melakukan pemupukan yang merupakan salah satu usaha untuk meningkatkan hasil pertanian secara intensifikasi. Salah satu Kelompok Tani di Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida telah menghasilkan pupuk kompos kotoran ternak yaitu Kelompok Tani Lingga Amerta. Pupuk ini dapat membantu menyuburkan tanah kering pada musim kemarau yang cocok untuk tanaman kacang-kacangan seperti kacang undis. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap petani dalam penggunaan pupuk kompos pada tanaman undis di Kelompok Tani Lingga Amerta, Desa Ped, Nusa Penida; (2) mengetahui tingkat intensitas interaksi antara petani dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) terkait dengan penggunaan pupuk kompos pada tanaman undis di Kelompok Tani Lingga Amerta, Desa Ped, Nusa Penida; (3) mengetahui hubungan antara respon petani dan interaksinya dengan PPL mengenai penggunaan pupuk kompos pada tanaman undis di Kelompok Tani Lingga Amerta, Desa Ped, Nusa Penida.Penelitian ini dilaksanakan di Kelompok Tani Lingga Amerta Desa Ped Kecamatan Nusa Penida Kabupaten Klungkung. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara purposive atau secara sengaja sebagai lokasi penelitian. Jumlah petani sampel yang diambil adalah sebanyak 30 KK sebagai responden dengan metode sensus. Hasil penelitian yang diperoleh adalah (1) rata-rata pengetahuan petani pada Kelompok Tani Lingga Amerta Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida dalam penggunaan kompos pada tanaman undis tergolong tinggi, dengan rata-rata pencapaian skor sebesar 72,33 % dari skor maksimal; (2) rata-rata sikap petani anggota Kelompok Tani Lingga Amerta Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida adalah setuju dalam penggunaan kompos pada tanaman undis dengan rata-rata pencapaian skor adalah 80,00 % dari skor maksimal; (3) rata-rata tingkat intensitas interaksi antar petani anggota Kelompok Tani Lingga Amerta Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida dengan PPL termasuk sedang dengan rata-rata pencapaian skor adalah 60,28% dari skor maksimal. Dengan demikian, maka perlu adanya peningkatan intensitas penyuluhan mengenai teknologi penggunaan kompos pada tanaman undis serta pelatihan-pelatihan yang partisipatifguna mendorong peningkatan motivasi petani untuk melakukan perbaikan-perbaikan dalam pengembangan usahatani. Kata Kunci : Kacang Undis, Kompos, Kelompok Tani
PENDAPATAN USAHA PEMBIBITAN KELAPA GENJAH (Cocosnucifera L. ) PADA UD. PESONA ADENIUM DI KELURAHAN PENDEM KECAMATAN JEMBRANA KABUPATEN JEMBRANA Ni Komang Sri Kendel
dwijenAGRO Vol 9 No 2 (2019): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.891 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.9.2.846.92-99

Abstract

Kelapa merupakan tanaman perkebunan dengan areal terluas di Indonesia. Dari analisis budidaya terlihat bahwa investasi yang besar dan dapat menguntungkan hanya dalam waktu kurang dari 6 (enam) tahun. Untuk memenuhi permintaan akan penanaman kelapa, maka perlu juga penyiapan bibit kelapa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besar biaya, penerimaan, pendapatan, dan R/C Ratio pada usaha pembibitan kelapa genjah di UD. Pesona Adenium Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali. Penentuan lokasi di UD Pesona Adenium Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana menggunakan metode secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan tertentu. Populasi dalam penelitian ini adalah semua orang yang ada di dalam UD. Pesona Adenium dan sampel dari UD. Pesona Adenium adalah pemiliknya sendiri yang ditentukan menggunakan metode purposive sampling. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan sekunder menggunakan teknik wawancara langsung dengan pemilik usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, total biaya dalam usaha pembibitan kelapa genjah di UD Pesona Adenium pada tahun 2018 sebesar Rp. 194.520.700. Total penerimaan pada tahun 2018 sebesar Rp. 379.680.000 dengan jumlah penjualan 31.640 pohon dan harga satuannya Rp. 12.000. Dari selisih total penerimaan dan biaya total didapat pendapatan usaha pembibitan kelapa genjah di UD Pesona Adenium pada tahun 2018 sebesar Rp. 185.159.300. Dari perhitungan perbandingan total penerimaan dengan total biaya didapatkan hasil 1,952 > 1 yang berarti usaha ini layak untuk diusahakan. Nilai R/C Ratio sebesar 1,952, yang berarti bahwa setiap penambahan biaya Rp. 1.000 akan diperoleh penerimaan sebesar Rp. 1.952. Kata Kunci : Usaha Pembibitan, Kelapa Genjah, Pendapatan, R/C Ratio