cover
Contact Name
I Gusti Agung Nyoman Dananjaya
Contact Email
guz.d4nan@gmail.com
Phone
+6281805541490
Journal Mail Official
guz.d4nan@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra Jalan Kamboja No 17 Denpasar
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
DWIJENAGRO: JURNAL ILMIAH
Published by Universitas Dwijendra
ISSN : 19793901     EISSN : 27229815     DOI : -
Jurnal dwijenAGRO memuat ringkasan hasil penelitian, ulasan (review) mengenai perkembangan topik teoritik Ilmu Pertanian (Agribisnis) dan artikel ilmiah. Jurnal diterbitkan secara berkala (Mei & November) oleh Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian, Universitas Dwijendra.
Articles 197 Documents
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERDASARKAN PADA KATEGORI ADOPTER Sedana, Gede
dwijenAGRO Vol 3 No 1 (2012): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.371 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.3.1.286.%p

Abstract

Pembagian anggota sistem sosial ke dalam kelompok-kelompok adopter didasarkan pada tingkat keinovatifannya dikenal dengan kategori adopter, yaitu innovator, early adopter, early majority, late majority, dan laggard. Dalam proses komunikasi pembangunan, golongan early majority perlu diprioritaskan di antara golongan adopter lainnya sehingga perhatian, ketersediaan biaya, tenaga dan waktu serta sumber daya lainnya dicurahkan pada golongan ini. Penerimaan adopsi oleh early majority selanjutnya akan lebih cepat diikuti oleh late majority karena perilakunya sangat dipengaruhi oleh perilaku dari golongan early majority.Diperlukan adanya pilihan saluran komunikasi yang tepat untuk meningkatkan tingkat adopsi suatu inovasi yang diseminasikan di dalam masyarakat.  Pada tahap pembentukan pengetahuan hendaknya digunakan media massa untuk menyebarluaskan informasi tentang adanya inovasi tersebut. Selanjutnya digunakan saluran komunikasi interpersonal yang bersifat persuasif dan personal pada tahap persuasi.Kata kunci: Adopter, komunikasi, pembangunan, adopsi
TEKNOLOGI PRODUKSI SAYURAN ORGANIK Situmeang, Yohanes Parlindungan; Udayana, I Gusti Bagus
dwijenAGRO Vol 3 No 1 (2012): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.323 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.3.1.287.%p

Abstract

Organic vegetables can be cultivated, both in the lowlands and highlands. Organic vegetables are: spinach, kale, cabbage, broccoli, green beans, carrots, potatoes, peas, peppers, tomatoes, cabbage, lettuce, scallions, and others. However, organic vegetable production can not meet people's needs in terms of quantity, quality, and continuity.Preparation of guidelines for organic vegetable production aims to provide a general guide to implement organic cultivation of vegetables in accordance with the applicable standards so that the resulting product can actually be accounted for, qualified, competitive, safe for consumption, environmentally friendly and sustainable.Application of organic farming must follow the rules completely correct according to Standard Operating Procedures (SOP) norm-based farming is good and right (Good Agriculture Practices / GAP), with several activities, namely: site selection, land conversion, manufacture of organic fertilizer, pesticide manufacture of plant, land preparation, seed preparation, seeding, planting, fertilizing, watering, thinning, crop protection and harvesting.Keywords: Technology, Production and Organic Vegetables
POSISI TAWAR DAN TRANSMISI HARGA PADA SISTEM TATANIAGA BUNGA POTONG KRISAN Widyantara, Wayan; Sadguna, Dewa
dwijenAGRO Vol 3 No 2 (2013): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.194 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.3.2.288.%p

Abstract

Krisan atau bunga sruni merupakan bunga potong yang sangat disukai oleh masyarakat internasional, sehingga pasar potensialnya adalah negara negara barat. Sementara itu aspek pasar domestiknya dipengaruhi oleh perilaku para pedagang terutama dalam penentuan harga. Pengalaman menunjukkan bahwa posis tawar pedagang lebih kuat dari posis tawar petani produsen, sehingga petani memperoleh harga rendah ketika melakukan transaksi jual beli. Oleh karena itu diperlukan ichtisar agar petani tidak terus menerus berada dalam posisi lemah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui posisi petani maupun pedagang dalam berteransaksi, dan apakah harga bertransmisi dalam tataniaga bunga potong krisan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi tawar petani berada dalam kondisi sangat lemah, para pedagang tidak memberikan informasi harga kepada para petani. Sedangkan volume transaksi produsen berpenagruh posistif terhadap harga beli di tingkat konsumen yang berarti bahwa konsumen masih kekurangan bunga krisan.Kata kunci : posisi tawar, tramisis harga.
SIKAP PETANI TERHADAP FERMENTASI BIJI KAKAO: KASUS PADA SUBAK-ABIAN BUANA MEKAR, DESA ANGKAH KABUPATENTABANAN Sedana, Gede
dwijenAGRO Vol 3 No 2 (2013): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.485 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.3.2.289.%p

Abstract

Mutu biji kakao di Bali masih relatif rendah karena belum dilakukannya fermentasi secara baik oleh petani. Akibatnya harga yang diterima oleh petani menjadi rendah.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sikap dan pengetahuan petani mengenai fermentasi biji kakao dan menganalisa hubungan antara karakteristik petani dengan sikapnya terhadap fermentasi biji kakao. Penelitian ini dilakukan pada Subak-abian Buana Mekar, Kabupaten Tabanan yang dipilih secara purposif. Sampel yang diambil adalah 60 petani dengan menggunakan teknik simple random sampling. Data dianalisa secara deskriptif dan statistika yaitu uji korelasi (r).Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor sikap petani terhadap fermentasi kakao adalah tergolong setuju, yaitu mencapai 78,33 % dari skor maksimal dengan kisaran antara 63,23 % sampai dengan 88,67 %. Rata-rata tingkat pengetahuan petani sebesar 78,67 %, yaitu kategori tinggi dengan kisaran antara 64,23 % sampai dengan 88,34 %. Karakeristik petani memiliki korelasi yang signifikan dengan sikapnya. Umur petani memiliki korelasi yang kuat dan negatif, sedangkan karakeristik lainnya yaitu lama pendidikan formal, luas kebun lamanya berusahatani kakao memiliki korelasi yang positif dan kuat. Terdapat korelasi yang sangat kuat antara variabel pengetahuan dan intensitas interaksi dengan sikap petani terhadap fermentasi kakao. Disarankan agar dilakukan adanya peningkatan intensitas kegiatan penyuluhan dan pelatihan partisipatif dan langsung di lokasi, dan dibarengi oleh adanya bantuan atau insentif modal selain prasarana dan sarana untuk fermentasi biji kakao.Kata kunci: Fermentasi, kakao, pengetahuan dan sikap
PENGELOLAAN AIR IRIGASI SISTEM SUBAK Pradnyawathi, Ni Luh Made; Adnyana, Gede Menaka
dwijenAGRO Vol 3 No 2 (2013): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.335 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.3.2.290.%p

Abstract

Ketersediaan air akan semakin langka karena pemanfaatannya semakin meningkat. Kondisi ini akan mempengaruhi keberlangsungan irigasi di Bali yang dikelola melalui sistem subak. Oleh karena itu, diperlukan adanya pengelolaan air irigasi yang efisien dan efektif guna menjamin pengelolaan usahatani di lahan sawah. Tulisan ini bertujuan untuk menggambarkan sistem fisik dan sosial subak dalam pengelolaan irigasi di Bali. Perangkat irigasi sistem subak meliputi perangkat fisik dan non fisik. Perangkat fisik terdiri atas bangunan dan saluran sampai lahan sawah. Perangkat fisik di dalamnya termasuk bangunan suci. Kemudian, perangkat non fisik meliputi organisasi subak serta aturan subak yang disebut awig-awig.Pengelolaan air irigasi sistem subak dilakukan dengan pendekatan konsensus dan konsep harmoni. Penanaman padi pada musim hujan disepakati dengan sistem serempak, sedangkan pada musim kemarau dilakukan pergiliran tanam untuk padi dan palawija. Jika debit air tidak mencukupi, sebagian lahan diberakan dan guna menjamin suasana harmoni tetap dilakukan sistem peminjaman air antar petani. Key words: subak, irrigasi, konsensus dan harmonis 
AGROWISATA : SEBUAH “RESEP” PEMBERDAYAAN ATAU ALAT EKSPLOITASI POTENSI PERTANIAN Sarjana, I Made
dwijenAGRO Vol 3 No 2 (2013): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.175 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.3.2.291.%p

Abstract

-
STRATEGI PENGEMBANGAN SUBAK PULAGAN SEBAGAWAI KAWASAN AGROWISATA Dewi, Ida Ayu Listia; Wijayanti, Putu Udayani; Wulandira Sawitri Djelantik, Anak Agung Ayu
dwijenAGRO Vol 3 No 2 (2013): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.409 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.3.2.293.%p

Abstract

Sektor pertanian memegang peranan penting sebagai penyedia sandang, pangan, dan papan bagi masyarakatnya. Di Bali lahan sawah dikelola oleh petani yang bergabung dalam satu organisasi yang bernama subak. Saat ini subak sudah menghadapi banyak tantangan, dan mengalami proses marjinalisasi. Apabila kondisi ini dibiarkan begitu saja maka alih fungsi lahan sawah menjadi semakin banyak. Keterpurukan sektor pertanian juga akan berdampak negatif bagi pariwisata Bali, karena sektor pertanian merupakan produk jual bagi sektor pariwisata. Tujuan tulis ini adalah: menguraikan faktor-faktor internal dan eksternak yang berperan dalam pengembangan Subak Pulagan sebagai kawasan agrowisata serta strategi pengembangan yang cocok diterapkan pada Subak Pulagan agar mampu berkembang menjadi kawasan agrowisata.Hasil penelitian ini adalah faktor internal terdiri dari 12 parameter kekuatan dan lima parameter kelemahan. Evaluasi faktor internal menunjukkan bahwa faktor internal yang dimiliki Subak Pulagan termasuk kategori kuat. Subak Pulagan memiliki faktor eksternal yang terdiri dari lima parameter peluang dan empat parameter ancaman. Evaluasi faktor eksternal menunjukkan bahwa faktor eksternal yang ada di lingkungan Subak Pulagan termasuk kategori kuat. Terdapat enam strategi alternatif yang dihasilkan dari analisis matriks SWOT, yang menjadi prioritas utama dari enam strategi alternatif tersebut adalah Subak Pulagan sebaiknya segera melakukan koordinasi dengan Desa Tampaksiring selaku payung subak.Kata kunci: strategi, pengembangan, kawasan agribisnis, faktor internal, faktor eksternal  
PENDAPATAN DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PETANI MELAKUKAN FERMENTASI KAKAO DI KABUPATEN JEMBRANA Hariyati, Yuli
dwijenAGRO Vol 3 No 2 (2013): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.872 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.3.2.294.%p

Abstract

Cocoa is one of the commodities that may contribute sizeable income countries. In addition, cocoa economy can be a source of farmersâ?? income, create jobs, encourage the activities of agribusiness and agro-industries and develop the economy of the region. Jembrana and Tabanan regency, two districts in Bali which dominates the total area and production of cocoa. Jembrana establish that cocoa plant is a main commodity. The District has been designated as a Fast Growing Region-Based Evolving Cocoa. Cocoa planting area, production and productivity in Jembrana still under ideal that are still being developed.This study aims to assess the fermented cocoa farmers â??income and not fermented and examine the factors that influence farmersâ?? decisions to perform fermentation and to determine differences in the income of cocoa farmers who do not do the fermentation and fermentation. Location of the study in the district of Jembrana by using purposive method. The method used is descriptive method. The selection of respondents using a Multiple Stage Cluster Sampling. This study uses primary data and secondary data. Data analysis methods used are logit models and revenue analysis.The results showed that: (1) there was no difference in the average revenue per hectare between cocoa farmers ferment the cocoa farmers who do not perform fermentation, (2) decision-making fermented cocoa farmers affected by the price of cocoa per kg, farmers farming experience cocoa and participation of farmers in cocoa processing training. As for education level, age of farmers, and the farmers in the group activity has no effect on the decision-making fermentation of cocoa farmers.Keywords: cocoa, fermentation, income, decision making
MEMPERCEPAT PEMBANGUNAN PERTANIAN: KAJIAN TEORITIS Wijana, Made
dwijenAGRO Vol 3 No 2 (2013): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.249 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.3.2.295.%p

Abstract

-
PENGEMBANGAN AGRIBISNIS BUAH LOKAL DI PROVINSI BALI: SEBUAH GAGASAN Mayadewi, Ni Nyoman Ari
dwijenAGRO Vol 3 No 2 (2013): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.516 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.3.2.296.%p

Abstract

Bali merupakan salah satu destinasi pariwisata dan sangat membutuhkan pasokan buah-buahan untuk pemenuhan kebutuhan wisatawan selain rumah tangga. Saat ini, pasokan buah-buahan juga berasal dari luar Bali termasuk impor. Oleh karena itu, diperlukan adanya upaya pengembangan produk buah lokal secara agribisnis. Tulisan ini bertujuan untuk menggambarkan kendala-kendala dan pola pengembangan agribisnis produk buah local di provinsi Bali.Beberapa kendala yang ditemukan dalam  pengembangan agribisnis buah lokal di Bali adalah menyangkut aspek produktivitas, kualitas dan kontinyuitas. Produktivitas dan kualitas buah lokal di tingkat petani masih relatif rendah karena berbagai factor seperti terbatasnya penerapan teknologi budidaya tanaman. Kontinyuitas produk-produk buah lokal merupakan suatu yang alamiah bagi para petani produsen di Bali karena sifat produksi pertanian itu sendiri yaitu musiman. Oleh karena itu, pengembangan agribisnis produk buah lokal di Bali diarahkan untuk meningkatkan daya saingnya terhadap produk-produk dari luar dengan mengintegrasikan subsistem agribisnis secara utuh. Penerapan sistem agribisnis melibatkan beberapa komponen penting di antaranya adalah  petani produsen, pemerintah, peneliti dan swasta. Kata-kata kunci: buah lokal, agribisnis, produktivitas kualitas dan kontinyuitas 

Page 4 of 20 | Total Record : 197