cover
Contact Name
I Gusti Agung Nyoman Dananjaya
Contact Email
guz.d4nan@gmail.com
Phone
+6281805541490
Journal Mail Official
guz.d4nan@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra Jalan Kamboja No 17 Denpasar
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
DWIJENAGRO: JURNAL ILMIAH
Published by Universitas Dwijendra
ISSN : 19793901     EISSN : 27229815     DOI : -
Jurnal dwijenAGRO memuat ringkasan hasil penelitian, ulasan (review) mengenai perkembangan topik teoritik Ilmu Pertanian (Agribisnis) dan artikel ilmiah. Jurnal diterbitkan secara berkala (Mei & November) oleh Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian, Universitas Dwijendra.
Articles 197 Documents
ANALISA PENDAPATAN USAHA TEMPE DI KOTA DENPASAR Sedana, Gede
dwijenAGRO Vol 1 No 2 (2010): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.749 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.1.2.392.%p

Abstract

Tempe merupakan salah satu produk pangan terbuat dari bahan utama kedelai melalui proses fermentasi oleh spesies jamur tertentu, yaitu Rizhopus Sp.Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembuatan temped an mengetahui pendapatan yang diperoleh dari usaha tempe. Proses pembuatan tempe meliputi beberapa tahapan, di antaranya adalah biji kedelai yang telah dipilih/dibersihkan dari kotoran,  pencucian, perebusan, perendaman, pencucian, perebusan untuk membunuh bakteri, Selanjutnya, kedelai dibiarkan dingin sampai permukaan keping kedelai. campuran kedele dengan ragi, campuran tersebut dicetak pada cetakan. Kemudian didinginkan/diangin-anginkan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan usaha tempe setiap dua hari adalah sebesar 1.080,000, dan biaya produksi totalnya adalah mencapai 724.950, sehingga nilai pendapatannya adalah Rp 3555.050. Hasil perhitungan juga menunjukan rasio penerimaan dengan biaya adalah sebesar 1,49.Kata Kunci: Tempe, fermentasi, Rhizopus, dan pendapatan
ANALISIS NILAI TAMBAH DAN PENDAPATAN USAHA PENGOLAHAN LIMBAH TERNAK: STUDI KASUS DI DESA BABAHAN KECAMATAN PENEBEL KABUPATEN TABANAN Ustriyana, I nyoman Gede
dwijenAGRO Vol 1 No 2 (2010): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.538 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.1.2.393.%p

Abstract

Usaha peternakan yang relatif terlokalisasi akan menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan.  Pencemaran ini disebabkan oleh pengelolaan limbah yang belum dilakukan dengan baik, tetapi kalau dikelola dengan baik, limbah tersebut akan memberikan nilai tambah dan pendapatan bagi usaha peternakan dan lingkungan disekitarnya.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah pengelolaan limbah hasil perternakan yang dilakukan peternak dengan mengambil kasus di Desa Babahan Kecamatan Penebel Kabupaten Tabanan.  Data yang dikumpulkan meliputi proses pengolahan limbah melalui teknik pengomposan, hasil dan pendapatan dari usaha pengomposan yang dilakukan peternak.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah ternak dapat diolah menjadi pupuk organik dan memiliki nilai tambah dan pendapatan bagi peternak.Kata Kunci : limbah ternak, nilai tambah, pendapatan usaha
PRIORITAS STRATEGI BISNIS BENIH KERAPU DI KABUPATEN BULELENG PROVINSI BALI Darmawan, Dwi Putra; Putradi, Jarek
dwijenAGRO Vol 1 No 2 (2010): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.416 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.1.2.394.%p

Abstract

Keberhasilan bisnis benih kerapu di Balitidak lepas dari peran Balai Besar Riset Perikanan Budidaya Laut Gondol. Saat ini, di Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng terdapat 76 unit hatchery Skala Rumah Tangga dan lima unit Hatchery Lengkap. Meskipun bisnis benih kerapu di tingkat hatchery cukup berkembang, tetapi keuntungan yang diperoleh petani hatchery belum optimal. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal, merumuskan alternatif strategi, menentukan prioritas strategi, dan menentukan implementasi strategi bisnis benih kerapu tingkat hatchery.Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Buleleng pada tahun 2007, dengan pertimbangan bahwa lokasi penelitian merupakan sentra hatchery di Provinsi Bali dan merupakan daerah penghasil benih kerapu terbesar di Indonesia. Kegiatan FGD melibatkan 14 orang pakar yang berasal dari perguruan tinggi, praktisi bisnis, dan instansi pemerintah dan lembaga non-pemerintah. Indikator-indikator faktor internal dan faktor eksternal dievaluasi dengan metode IFAS dan EFAS. Alternatif strategi dirumuskan melalui matriks SWOT, sedangkan prioritas strategi dan prioritas implementasi strategi diputuskan dengan  Analytic Hierarchy Process (AHP).Hasil-hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan bisnis benih kerapu tingkat hatchery di Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng adalah akses pasar, lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat, letak geografis, jaminan kualitas, kuantitas dan harga, permodalan dan fasilitas perbankan, teknologi budidaya kerapu dan prosesing, dan rantai pemasaran, sedangkan kelemahannya adalah kontinyuitas produksi, manajemen, keuntungan dan resiko usaha, dan layanan Pemkab. Peluang bisnis benih kerapu adalah pertumbuhan ekspor, diversifikasi produk, pertumbuhan ekonomi, suku bunga dan kurs dollar, stabilitas politik/keamanan nasional, kepastian hukum, kebijakan pemerintah pusat, dan perkembangan teknologi, sedangkan ancamannya adalah kebijakan Pemkab, kehadiran eksportir pesaing, dan harga benih kerapu. Alternatif strategi bisnis benih kerapu tingkat hatchery, meliputi pengembangan sentra hatchery benih kerapu, strategi kerja sama pemangku kepentingan bisnis domestik dan internasional, strategi kemitraan bisnis terpadu, dan strategi perbaikan manajemen pemasaran. Prioritas strategi tertinggi adalah pengembangan sentra hatchery benih kerapu, diikuti berturut-turut oleh strategi pembinaan terpadu, strategi kerjasama domestik dan internasional, dan strategi perbaikan manajemen pemasaran. Prioritas implementasi strategi utama adalah penerapan teknologi hatchery tepat guna, diikuti oleh pengembangan pola kemitraan terpadu, peningkatan kualitas SDM di bidang hatchery, membangun prasarana dan sarana hatchery yang memadai, melaksanakan diversifikasi produk, dan pengembangan potensi usaha lokal yang terkait dengan hatchery.Oleh karena itu, perlu dilakukan diversifikasi produk ikan kerapu, utamanya pembesaran ikan kerapu dalam upaya mengoptimalkan keuntungan petani hatchery di Kabupaten Buleleng. Kerjasama antara pelaku bisnis domestik dan internasional dalam bisnis ikan kerapu juga perlu semakin dipererat. Di samping itu, kemitraan bisnis terpadu antara petani hatchery, perusahaan/eksportir ikan kerapu, dan pihak perbankan perlu segera direalisasikan dengan melibatkan pemerintah daerah sebagai penjamin.Kata kunci: benih kerapu di tingkat hatchery, prioritas strategi bisnis, analisis SWOT, Analytic Hierarchy Process (AHP).
PELESTARIAN POTENSI EKOWISATA DI KAWASAN HUTAN MANGROVE DESA SUWUNG KAUH DENPASAR SELATAN Lele, Aryanto Ubu
dwijenAGRO Vol 7 No 1 (2017): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.424 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.7.1.497.%p

Abstract

Kota Denpasar merupakan ibukota Provinsi Bali, pada sektor pariwisata Kota Denpasar juga memiliki potensi sumber daya alam baik darat maupun laut, sama seperti daerah lainnya. Salah satunya adalah potensi lautan mangrove yang terletak di Desa Pemogan Suwung Kauh, Denpasar Selatan. Selain itu juga lautan Mangrove memiliki berbagai manfaat bagi masyarakat Bali dan terkhususnya masyarakat sektor kawasan hutan Mangrove. Kawasan hutan Mangrove ini dikelola oleh pihak pemerintah di bawah naungan Provinsi / Pusat.Lokasi penelitian ditentukan dengan menggunakan metode purpose sampling atau secara sengaja yaitu pada Mangrove Information Center (MIC) yang terletak di Desa Pemogan Suwung Kauh Denpasar Sealatan dengan beberapa pertimbangan tertentu. Populasi dalam penelitian ini adalah Pimpinan dan Seluruh Staff Mangrove Information Center (MIC) yang berjumlah 37 orang anggota yang mengelola potensi ekowisata hutan mangrove dari jumlah keseluruhan jumlah populasi. Maka diambil 10 (sepuluh) orang sebagai sampel yang terdiri dari Pimpinan dan setiap seksi diambil 1 (satu) orang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa mangrove memiliki berbagai potensi dan daya tarik wisata yang menguntungkan bagi masyarakat. Potensi mangrove meliputi : potensi fisik tentang alam dan pemandangan potensi keanekaragaman jenis mangrove serta potensi sosial budaya. Sedangkan fasilitas â?? fasilitas pendukung ekowisata hutang mangrove meliputi : gedung pusat informasi mangrove (Mangrove Informasi Center), kolam monitor, areal persemaian (nursey area), kolam sentuh (touch pool), jembatan kayu (woden trail), pondok peristirahatan, geladak terapung (floating deck) serta menara pandang (viewing tower).Adapun kegiatan-kegiatan atau produk wisata hutan mangrove terdiri dari pengamatan burung, memancing, bermain cano, beramin boat, serta Mangrove Information Center (MIC) memiliki susunan kepengurusan pengelolaan hutan mangrove yang terdiri dari berbagai seksi / bagian. Hutan mangrove memiliki manfaat yang luar biasa bagi masyarakat Bali dan terkhususnya masyarakat yang berada di wilayah mangrove. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan mampu menjaga maupun melestarikan hutan mangrove dengan upaya â?? upaya dukungan dari pemerintah yang bersangkutan sehingga hutan mangrove selalu lestari dan terjaga keberadaannya.Kata Kunci :   Mangrove Information Center (MIC), Potensi dan Fasilitas Hutan Mangrove
ANALISIS USAHATANI KACANG TANAH : KASUS DI SUBAK PELADUNG, KECAMATAN KARANGASEM, KABUPATEN KARANGASEM Astuthi, Made Mika Mega; Adnyana, I Made Ardi Utama
dwijenAGRO Vol 7 No 1 (2017): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.509 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.7.1.502.%p

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah : 1) untuk mengetahui besarnya biaya usahatani tanaman kacang tanah di tingkat petani yang ada di Subak Peladung, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, 2) Untuk mengetahui besarnya  penerimaan dan pendapatan petani dari usahatani kacang tanah di Subak Peladung, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, dan 3) Untuk mengetahui tingkat keuntungan petani pada usahatani kacang tanah di Subak Peladung, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem.Lokasi penelitian diSubak Peladung, Desa Padangkerta Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani yang mengembangkan usahatani kacang tanah di Subak Peladung,  di Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem yang jumlahnya sebanyak 35 KK petani. Dengan memperhatikan keterbatasan dana, waktu dan tenaga, maka tidak seluruh unit populasi dijadikan sebagai unit penelitian. Tetapi, dilakukan teknik sampling untuk memperoleh sampel yang representatif terhadap populasi. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling untuk mendapatkan sampel sebanyak 25 orang. Asumsi dalam penelitian ini adalah seluruh unit populasi memiliki tingkat homogenitas yang tinggi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Rata-rata biaya total yang dikeluarkan petani untuk usahatani kacang tanah pada setiap luas garapannya adalah sebesar Rp 2.464.500 atau Rp 7.701.562,5/ha. 2) Rata-rata penerimaan usahatani kacang tanah adalah Rp.5.248.000/luas garapan, atau Rp 16.400.000/ha. Rata-rata pendapatan yang diterima oleh 25 petani sampel adalah Rp. 2.783.500. Hasil penelitian tersebut diperoleh dari rata-rata penerimaan dikurangi dengan rata-rata biaya yang dikeluarkan. Atau dengan lain, rata-rata pendapatan petani dalam adalah sebesar Rp.8.698.437,7/ha. 3) RC rasio usahatani kacang tanah adalah 2,129, bernilai lebih besar dari pada 1 (satu) maka dapat dikatakan bahwa usahatani kacang tanah yang dilakukan di Subak Peladung Kecamatan Karangasem tersebut adalah menguntungkan.Kata kunci: Kacang tanah, usahatani, biaya, penerimaan dan pendapatan
ASPEK SOSIAL EKONOMI PELAKU URBANISASI DI DENPASAR Seli Peda, Marselina
dwijenAGRO Vol 7 No 1 (2017): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.435 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.7.1.509.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa yang menyebabkan terjadinya urbanisasi dan kendala-kendala apa saja yang terjadi didalam melakukan urbanisasi di Denpasar. Pemilihan  lokasi penelitian dilakukan di Denpasar kasus dari Desa Weelonda, Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya berdasarkan pertimbangan- pertimbangan  tertentu (purposive sampling). Populasi penelitian adalah seluruh penduduk yang melakukan urbansiasi ke Kota Denpasar yang terhimpun dari penduduk Desa Weelonda, Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya dengan jumlah 75 orang , jumlah sampel pada penelitian ini sebnayak 30 orang dengan menggunakan simple random sampling. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya urbanisasi di Denpasar adalah faktor pendorong dan faktor penarik. Faktor penarik adalah adanya daya tarik seperti banyaknya lapangan pekerjaan, penghasilan yang lebih tinggi, sarana dan prasarana yang lengkap, pendidikan sekolah dan pengaruh cerita teman  yang sudah ada sebelumnya. Sedangkan faktor pendorong adalah adanya pengangguran , keinginan kuat merubah nasib, lahan pertanian yang sempit,peraturan-peraturan budaya, dan terbatasnya sarana dan prasarana.  Kendala â??kendala yang terjadi didalam melakukan urbanisasi di Denpasar diantaranya adalah kurangnya biaya dan pekerjaan penduduk yang tidak memilki keahlihan  seperti  kealihan dibidang teknologi dan pengetahuan.  Kata kunci : urbanisasi, faktor penarik, faktor pendorong,kendala.
PENDAPATAN USAHA GULA AREN DI DESA BELIMBING, KECAMATAN PUPUAN KABUPATEN TABANAN Mega Astuthi, Made Mika; Bora, Martinus
dwijenAGRO Vol 7 No 2 (2017): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.906 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.7.2.514.%p

Abstract

Upaya menumbuh kembangkan industri kecil, merupakan salah satu upaya yang harus dilaksanakan oleh pemerintah daerah untuk meminimalisir jumlah angka pengangguran, khususnya di Desa Belimbing. Industri kecil sangat potensial untuk dikembangkan, terutama industri Gula Aren yang digeluti dalam masyarakat. Industri tersebut, tentunya mempunyai peran yang vital dalam menunjang kelangsungan hidup serta pendapatan bagi masyarakat Desa Belimbing yang bergelut dalam industri produk Gula Aren. Tujuan dari penelitianini  adalah untuk mengetahui besarnya Biaya Usaha, penerimaan, pendapatan dan nilai R/C rasio Usaha Gula Aren di Desa Belimbing Kecamatan Pupuan Kabupaten Tabanan.Penelitian ini dilakukan di lakukan di Desa Belimbing Kecamatan Pupuan Kabupaten Tabanan. Jumlah sempel yang di ambil sebanyak 40 orang dengan metode acak sederhana (Simpel Rendome Sapling). Teknik analisis yang digunakan adalah perhitungan biaya usahatani.  Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan penelitian yang telah diuraikan dapat disimpulkan bahwa total biaya yang dikeluarkan untuk usaha gula aren sebesar Rp. 557.500/bulan. Besarnya penerimaan gula aren sebesar Rp. 775.000 /bulan. Besarnya pendapatan gula aren sebesar Rp. 217.500/bulan. Besarnya R/C rasio sebesar 1,3 berarti usaha gula aren menguntungkan.  Kata kunci : pendapatan usaha, gula aren
PERANAN PENYULUH PERTANIAN TERHADAP PETANI PADI SAWAH : KASUS DI DESA REPI, KECAMATAN LEMBOR SELATAN, KABUPATEN MANGGARAI BARAT, PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Edison, Valensius
dwijenAGRO Vol 7 No 2 (2017): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.741 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.7.2.516.%p

Abstract

Peranan penyuluhan pertanian adalah membantu petani membentuk pendapat yang sehat dan membuat keputusan yang baik dengan cara berkomunikasi dan memberikan informasi yang mereka perlukan. Dalam menunjang pembangunan pertanian tidak terlepas dari kemampuan petani dalam menerapkan teknologi secara efektif dan penyuluh pertanian bertindak sebagai jembatan sekaligus penghantar teknologi untuk membantu para petani dalam meningkatkan usahatani. Tujuan penelitian (1) untuk mengetahui peran petugas penyuluh pertanian dalam meningkatkan produksi padi di Desa Repi, Kecamatan Lembor Selatan, Kabupaten Manggarai Barat; (2) untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan penyuluhan pertanian dan efaluasi penyuluhan; (3) untuk mengetahui permasalan yang ditemukan dalam proses pelaksanaan kegiatan penyuluhan pertanian.Penelitian dilakukan di Desa Repi Kecamatan Lembor Selatan, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur.Lokasi ini dipilih secara sengaja.Jumlah populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 4 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan adanya penyuluhan telah ada perubahan sikap, prilaku petani, maupun hasil produtivitas cukup meningkat yaitu sebelum hadirnya penyuluh, petani hanya mendapatkan hasil 2-3 ton per hektar, setelah adanya penyuluh hasil produktivitas petani di Desa Repi meningkat pada tahun 2015 mencapai 6-7 ton per hektar.   Kata Kunci: Penyuluh, Petani, Padi Sawah
PRILAKU PETANI TERHADAP TEKNIK PEMELIHARAAN TANAMAN SALAK GULA PASIR KASUS DI SUBAK ABIAN PEDANA DESA SIBETAN,KECAMATAN BEBANDEM, KABUPATEN KARANGASEM Julia Dewi, Kadek Ayu Charisma; Radianta, I Kadek
dwijenAGRO Vol 7 No 2 (2017): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.478 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.7.2.517.%p

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap petani mengenai pemeliharaan tanaman salak gula pasir, hubungan antara sikap dengan pengetahuan petani, instensitas interaksi petani dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), dan kendala-kendala yang dihadapi petani dalam pemeliharaan tanaman salak gula pasir. Penelitian ini dilakukan di Subak Abian Pedana Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem.Sampel yang diambil adalah sebanyak 50 petani dari total populasi 67 orang dengan teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Rata-rata tingkat pengetahuan petani mengenai pemeliharaan tanaman salak gula pasir tergolong tinggi. 2)Rata-rata sikap petani adalah setuju.3) Rata-rata tingkat intensitas interaksi petani dengan PPL tergolong sedang.4) Terdapat hubungan yang nyata antara tingkat pengetahuan petani dengan sikap terhadap pemeliharaan tanaman salak gula pasir. Hubungan yang nyata ini ditunjukkan dengan besar nilai x2 hitung berdasarkan pada hasil analisis Chi Square adalah 11,803 ternyata lebih besar dari pada nilai x2 tabel (5%) yang besarnya 3,841. Sedangkan kendala yang dihadapi oleh petani dalam pemeliharaan tanaman salak gula pasir adalah: 1) kuantitas/produksi yang terbatas, 2) kualitas yang relatif rendah,3) fluktuasi harga, 4) cuaca dan 5) kebutuhan uang tunai.Kata Kunci: prilaku petani, interaksi, salak gula pasir.
SALURAN DAN MARJIN PEMASARAN APEL DI PT. LARIS MANIS UTAMA BALI KECAMATAN DENPASAR TIMUR Pushpha, Anak Agung Gde; Riki, Fransiskus
dwijenAGRO Vol 7 No 2 (2017): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.489 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.7.2.518.%p

Abstract

Penelitian ini berjudul â??Saluran Dan Marjin Pemasaran Apel di PT. Laris Manis Utama Baliâ? penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran pemasaran apel, dan besarnya marjin pemasaran apel di PT. Laris Manis Utama Bali kelurahan Kesiman Kertelangu, Kecematan Denpasar Timur.Tujuan penelitian 1)mengetahui saluran pemasaran di PT.Laris Manis Utama Bali. 2)mengetahui besarnya marjin pemasaran apel di PT.Laris Manis Utama Bali.Penelitian ini dilakukan di PT. Laris Manis Utama Bali, kelurahan Kesiman Kertelangu, Kecematan Denpasar Timur. Penentuan lokasi penelitian dilakukan dengan metode â??Purposive Samplingâ??Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pemasaran buah apel di PT. Laris Utama Bali terdapat tiga tipe saluran pemasaran. Saluran pemasaran satu adalah perusahan pengumpul pengecer konsumen sebanyak 26,67%. Pada saluran dua adalah perusahan pengecer konsumen sebanyak 33,33% dan pada saluran pemasaran tipe tiga adlah perusahan supplier konsumen sebanyak 40,00%. Marjin pemasaran pada saluran I adalah Rp. 69.000,00 dengan biaya yang timbul pada lembaga pemasaran  pedagang pengumpul sebesar Rp. 20.000,00 dan pada pedagang pengecer sebesar Rp. 14.000,00. Marjin pemasaran pada saluran II adalah Rp. 39.000,00 dengan biaya pemasaran yang timbul pada lembaga pemasaran pedagang pengecer sebesar Rp. 14.000,00. Dan marjin pemasaran pada saluran III adalah Rp.38.000,00 dan biaya pemasaran yang hasilkan oleh lembaga pemasaran pedagang supplier sebesar Rp. 10.000,00. Nilai farmerâ??s share pada saluran pemasaran I sebesar 85,29% dan pada saluran pemasaran II sebesar 91,68% sedangkan pada saluran pemasaran III  sebesar Rp. 93,19%.Kata kunci : Saluran, Marjin Pemasaran dan Apel

Page 10 of 20 | Total Record : 197