cover
Contact Name
I Gusti Agung Nyoman Dananjaya
Contact Email
guz.d4nan@gmail.com
Phone
+6281805541490
Journal Mail Official
guz.d4nan@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra Jalan Kamboja No 17 Denpasar
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
DWIJENAGRO: JURNAL ILMIAH
Published by Universitas Dwijendra
ISSN : 19793901     EISSN : 27229815     DOI : -
Jurnal dwijenAGRO memuat ringkasan hasil penelitian, ulasan (review) mengenai perkembangan topik teoritik Ilmu Pertanian (Agribisnis) dan artikel ilmiah. Jurnal diterbitkan secara berkala (Mei & November) oleh Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian, Universitas Dwijendra.
Articles 197 Documents
PRILAKU PETANI TERHADAP PENGOLAHAN BIJI METE (KASUS DI KELOMPOK TANI PERIGI, DESA SUKADANA KECAMATAN KUBU KABUPATEN KARANGASEM) Maulina, Ni Made Intan; Atmaja, I Wayan Sari
dwijenAGRO Vol 7 No 1 (2017): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.527 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.7.1.554.%p

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk  mengetahui sikap petani terhadap pengolahan biji mete, pengetahuan petani tentang pengolahan biji mete,  menggambarkan tingkat interaksi antar petani dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) terhadap pengolahan biji mete, mengetahui hubungan antara sikap dengan pengetahuan dan juga dengan tingkat interaksinya dengan PPL di Kelompok Tani Perigi, Desa Sukadana, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem. Lokasi penelitian ini adalah pada Kelompok Tani Perigi Desa Sukadana Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem. Pemilihan lokasi ini dilakukan secara purposive sampling yaitu suatu teknik sampling secara sengaja.  Pengambilan sampel responden dilakukan dengan metode random sampling atau secara acak, yaitu dengan mendata responden sebanyak 30 orang responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1)  Rata-rata pengetahuan petani terhadap pengolahan biji mete berada pada kategori tinggi, dengan skor pencapaian sebesar 76,33 %, 2) Rata-rata sikap petani adalah setuju terhadap pengolahan biji mete, dengan skor pencapaian 80,00%. 3) Rata-rata tingkat intensitas interaksi antar petani dengan PPL termasuk sedang dengan skor pencapaian 60,28 %, 4) Terdapat hubungan yang nyata antara pengetahuan dengan sikap petani mengenai pengolahan biji mete. Hasil analisis Chi Square menunjukkan bahwa nilai X2 hitung (8,147) lebih besar daripada nilai X2 tabel (0,05) = 3,841, 5) Terdapat hubungan yang nyata juga antara tingkat intensitas interaksi diantara petani dan juga antara petani dengan agen/aparat penyuluh dengan tingkat pengetahuan dan sikap petani terhadap inovasi yang diberikan dalam hal ini pengolahan biji mete, dimana masing-masing nilai X2 hitungnya adalah 7,613 dan 6,94, sedangkan X2 tabel (0,05) = 3,841. Kata Kunci: Pengolahan, pengetahuan, sikap, interaksi, biji mete.
PENGARUH FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI TERHADAP PENDAPATAN USAHA TANI PADI KASUS DI SUBAK BASAH DESA ANGKAH KECAMATAN SELEMADEG BARAT BARAT KABUPATEN TABANAN Dananjaya, I Gusti Agung Nyoman; Rewa, Dorkas Anita
dwijenAGRO Vol 7 No 1 (2017): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.713 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.7.1.555.%p

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh luas lahan (X1), tenaga kerja (X2), pestisida (X3), pupuk (X4), dan benih (X5) terhadap pendapatan usaha tani padi di Subak Basah baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah petani padi di Desa Angkah, Kecamatan Selamadeg, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Sampel penelitian diambil sebanyak 100 sampel dengan teknik total sampling. Data diambil melalui kuisioner. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda. Dari perhitungan regresi berganda dengan bantuan SPSS diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa luas lahan (X1), tenaga kerja (X2), pestisida (X3), pupuk (X4), dan benih (X5) berpengaruh secara simultan terhadap pendapatan usaha tani padi dengan nilai sig. F sebesar 0,000. Variabel luas lahan (X1) berpengaruh terhadap  pendapatan usaha tani padi dengan nilai. Sig 0,002. Variabel tenaga kerja (X2) berpengaruh terhadap  pendapatan usaha tani padi dengan nilai. Sig 0,034. Variabel pestisida (X3) berpengaruh terhadap  pendapatan usaha tani padi dengan nilai. Sig 0,000. Variabel pupuk (X4) berpengaruh terhadap  pendapatan usaha tani padi dengan nilai. Sig 0,000. Variabel benih (X5) berpengaruh terhadap  pendapatan usaha tani padi dengan nilai. Sig 0,022.Kata kunci : faktor produksi, pendapatan usaha tani.
BAURAN PEMASARAN BIBIT IKAN KERAPU MACAN PADA UD. BALI SUKSES MANDIRI DESA SANGGALANGIT KECAMATAN GEROKGAK KABUPATEN BULELENG Pushpha, Anak Agung Gde; Banggur, Yuvens
dwijenAGRO Vol 7 No 1 (2017): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.804 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.7.1.556.%p

Abstract

Provinsi Bali khususnya Singaraja memiliki pantai perairan yang sangat mendukung untuk mengembangkan usaha perikanan terutama tambak, salah satu usaha hasil tambak yang paling banyak terdapat di Singaraja saat ini adalah usaha budidaya bibit ikan kerapu macan. Desa Sanggalangit sangat berpotensi untuk mengembangkan bibit ikan kerapu macan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Bauran Pemasaran Pada UD. Bali Sukses Mandiri Desa Sanggalangit Kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng Propinsi Bali yang meliputi produk, harga, tempat, promosi dan untuk mengetahui apa saja kendala â?? kendala yang dihadapi UD. Bali Sukses Mandiri  dalam menerapkan bauran pemasaran bibit ikan kerapu macan. Lokasi penelitian ditentukan dengan menggunakan purposive sampling atau secara sengaja  . Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh staff pada UD. Bali Sukses Mandiri sebanyak 24 orang dengan jumlah responden dalam penelitian sebanyak 10 orang yang mampu memberikan informasi  mengenai bibit ikan kerapu macan dan bauran pemasarannya.Hasil penelitian menunjukan bahwa produk yang dihasilkan perbulan mencapai ±80.000 ekor, maka dalam setiap tahun mencapai ± 960.000 ekor. Harga bibit ikan kerapu macan berkisar Rp. 7.500 per â?? ekor, serta didistribusikan secara langsung kekonsumen, promosi yang dilakukan adalah melalui bantuan balai karantina ikan dan pengendalian mutu, dinas perikanan dan kelautan dan pelanggan tetap maupun musiman. Kendala â?? kendala yang dihadapi oleh UD. Bali Sukses Mandiri adalah iklim atau cuaca yang berubah â?? ubah yang menyebabkan ikan banyak mengalami stress dan kematian, Naiknya tarif dasar listrik yang mengakibatkan pembengkakan pada biaya produksi, terbatasnya akses informasi pasar untuk menjangkau konsumen yang lebih besar dan luas, apabila pada musim hujan kualitas air laut akan menjadi keruh; petani ikan akan sulit untuk mengolahnya supaya berguna untuk perkembangbiakan bibit ikan kerapu macan, peranan pemerintah dalam hal modal, promosi sangat kurang dan promosi yang kurang maksimal yang sebagian besar masih mengandalkan informasi dari pelanggan.Kata Kunci : Bibit Ikan Kerapu macan, UD. Bali Sukses Mandiri, pemasaran
PERANAN PENYULUH PERTANIAN LAPANGAN DALAM PENGEMBANGAN EKONOMIS PADA SUBAK (KASUS DI SUBAK TEGAL KAUH DESA DUDA UTARA, KECAMATAN SELAT DI KABUPATEN KARANGASEM) Santosa, I Made Eka Sri
dwijenAGRO Vol 7 No 1 (2017): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.54 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.7.1.558.%p

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan PPL dalam program pengembangan agribisnis di lahan sawah, peranan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan masalah-masalah yang dihadapi petani dalam proses pengembangan ekonomis pada Subak Tegal Kauh Desa Duda Utara. Penelitian ini dilaksanakan di Subak Tegal Kauh Desa Duda Utara, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem dan pemilihan lokasinya dilakukan secara purposive sampling. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 50 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Tingkat intensitas interaksi antara petani anggota subak dengan PPL berada pada kategori sedang, yaitu 72,50%. 2) Tingkat pengetahuan petani subak mengenai pengembangan kegiatan ekonomis dilahan sawah adalah tergolong tinggi yaitu 74,50%, 3) Sikap petani anggota subak terhadap pengembangan kegiatan ekonomis di lahan sawahnya adalah tergolong setuju, yaitu 78,40%. Melalui analisa statistika dengan menggunakan uji Chi Square diperoleh bahwa terdapat hubungan yang nyata antara tingkat intensitas interaksi antara PPL dengan petani dengan pengetahuan dan sikap petani mengenai pengembangan kegiatan ekonomis di lahan sawah. Kondisi ini memberikan indikasi bahwa peranan PPL yang dinyatakan dalam bentuk interaksi memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat pengetahuan dan sikap petani.Kata Kunci: Penyuluhan, sikap, pengetahuan, intraksi, kegiatan ekonomis.
BAURAN PEMASARAN MADU CAPALAU KARANGASEM PADA KELOMPOK TANI HUTAN CAPALAU DI DESA ABANG KABUPATEN KARANGASEM Juniani, Ni Kadek Putu
dwijenAGRO Vol 7 No 2 (2017): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.868 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.7.2.559.%p

Abstract

Madu adalah salah satu produk perlebahan yang telah dikenal oleh masyarakat luas di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Sebagai suplemen makanan dan obat, madu mengandung berbagai jenis komponen yang sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu  untuk mengetahui bauran pemasaran madu dan kendala â?? kendala yang dihadapi oleh Kelompok Tani Hutan Capalau di dalam bauran pemasaran madu. Penelitian ini dilakukan pada Kelompok Tani Hutan Capalau. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive sampling). Adapun populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh anggota Kelompok Tani Hutan Capalau sebanyak 28 orang dengan jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 11 orang. Pemilihan sampel pada penelitian ini ditentukan secara sengaja (purposive sampling) didasarkan atas kemampuan dari anggota Kelompok Tani Hutan Capalau untuk mengetahui proses bauran pemasaran Madu Capalau Karangasem. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Penelitian ini menggunakan analisis data deskriptif kualitatif dan kuantitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk yang dipasarkan oleh Kelompok Tani Hutan Capalau adalah madu dari lebah madu jenis Apis Cerana, Apis Dorsata (Lebah Hutan) dan Apis Trigona (Klanceng) dengan berbagai varian rasa serta ukuran produk yang berkisar antara 90 ml sampai dengan ukuran 600 ml. Harga yang ditawarkan bervariasi tergantung dari ukuran kemasan produk yang berkisar antara Rp 35.000,- sampai dengan Rp 200.000,-. Pemasaran madu dilakukan secara langsung maupun dengan sistem titip pada toko â?? toko maupun warung â?? warung. Promosi yang sudah dilakukan oleh Kelompok Tani Hutan Capalau yaitu dengan pemasangan banner, brosur dan kartu nama pada warung atau toko yang dititipi dan mengikuti pameran â?? pameran yang diselenggarakan di dalam maupun luar daerah. Kendala â?? kendala yang dihadapi oleh Kelompok Tani Hutan Capalau yaitu stup â?? stup atau glodog lebah madu banyak yang diserang predator, lebah madu mengalami mati masal, kemasan dan label produk yang kurang menarik, ijin yang didapat masih terbatas, banyak toko yang menolak untuk dititipi produk serta promosi yang belum optimal. Dari kendala â?? kendala yang dihadapi oleh Kelompok Tani Hutan Capalau maka dapat disarankan berbagai hal yaitu perlu adanya perbaikan baik dari segi budidaya lebah madu serta perbaikan dari aspek bauran pemasaran yang meliputi perbaikan produk, harga, saluran distribusi serta promosi.Kata kunci : Bauran Pemasaran, Madu Capalau Karangasem, Kelompok Tani Hutan.
MEKANISME KREDIT KOPERASI USAHA AGRIBISNIS TERPADU (KUAT) SUBAK GUAMA DI DESA BELAYU KECAMATAN MARGA KABUPATEN TABANAN Dananjaya, I Gusti Agung Nyoman; Widiarta, I Kadek Agus
dwijenAGRO Vol 7 No 2 (2017): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.429 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.7.2.560.%p

Abstract

Koperasi adalah wadah perekonomian rakyat untuk meningkatkan kesejahteraan anggota khususnya dan masyarakat umumnya, dalam menjalankan usaha koperasi setidaknya mampu menyalurkan kredit secara maksimal sehingga meningkatkan perekonomian anggota. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui bagaimana mekanisme pemberian kredit kepada anggota Koperasi Usaha Agribisnis Terpadu (KUAT) Subak Guama, di Desa Belayu, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan; (2) mengetahui mekanisme pengembalian kredit anggota Koperasi Usaha Agribisnis Terpadu (KUAT) Subak Guama di Desa Belayu, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan; (3) mengetahui syarat yang berpengaruh dalam pemberian kredit bagi anggota Koperasi Usaha Agribisnis Terpadu (KUAT) Subak Guama di Desa Belayu, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan; (4) mengetahui cara penyelesaian kredit anggota yang bermasalah di Koperasi Usaha Agribisnis Terpadu (KUAT) Subak Guama, di Desa Belayu, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan.Penelitian ini dilakukan di Koperasi Usaha Agribisnis Terpadu (KUAT) Subak Guama, di Desa Belayu, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan. Penentuan lokasi penelitian ini dilakukan dengan metode â??purposive samplingâ?, jumlah anggota petani sample yang diambil sebanyak 50 orang dari 544 populasi, teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik â??simple random samplingâ?sebanyak 45 orang anggota petani dan 5 orang pengurus mengunakan teknik â??purposive samplingâ?. Hasil penelitian menunjukan Koperasi Usaha Agribisnis Terpadu (KUAT) Subak Guama telah melayani pemberian kredit secara maksimal yang dibutuhkan oleh anggota petani Koperasi Usaha Agribisnis Terpadu (KUAT) Subak Guama dan melakukan pembinaan kepada anggota petani yang meminjam kredit agar mencegah terjadinya kredit bermasalah.Kata Kunci : (Kuat) Subak Guama, Mekanisme, Kredit, Koperasi
PENERAPAN TRI HITA KARANA PADA SUBAK KELAWANAN, DESA BLAHBATUH, KECAMATAN BLAHBATUH, KABUPATEN GIANYAR Utari, I Gusti Ayu Wahyu
dwijenAGRO Vol 7 No 2 (2017): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.542 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.7.2.561.%p

Abstract

Sistem irigasi di Bali ditata dengan menggunakan pola tradisional yang dikenal dengan istilah â??Subakâ?. Bila dikaitkan dengan konsepsi Tri Hita Karana, subak merupakan suatu masyarakat hukum adat yang memiliki karakteristik sosio-agraris-religius. Selain itu, dengan konsep Tri Hita Karana diharapkan agar subak di Bali berusaha menjaga keserasian dan keharmonisan. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui penerapan konsep Tri Hita Karana pada subak atau masyarakat petani di Subak Kelawanan, Desa Blahbatuh, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar; (2) mengetahui manfaat dari penerapan konsep Tri Hita Karana pada Subak Kelawanan, Desa Blahbatuh, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar; dan (3) mengetahui kendala-kendala yang ada dalam penerapan Tri Hita Karana di Subak Kelawanan, Desa Blahbatuh, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. Penelitian ini dilakukan di Subak Kelawanan, Desa Blahbatuh, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. Penentuan lokasi penelitian ini dilakukan dengan metode â??purposive samplingâ? . Jumlah petani sampel yang diambil adalah sebanyak 41 dari 70 populasi, teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling.Hasil penelitian yang diperoleh adalah penerapan konsep Tri Hita Karana dibagi menjadi 3 (tiga) yaitu : (1) Parhyangan, yang ditunjukan dengan adanya Pura Subak serta tatanan upacara dalam bercocok tanam yang dilakukan baik perorangan maupun secara bersama oleh Krama Subak; (2) Pawongan, yang ditunjukan dengan adanya konsep kebersamaan seperti gotong-royong dan rapat anggota subak; dan (3) Palemahan, yang ditunjukan dengan adanya perbaikan sistem irigasi serta pembagian pola tanam. Manfaat yang diharapkan dengan menerapkan konsep Tri Hita Karana adalah mendapatkan ketenangan pikiran; meningkatnya hasil produksi; serta tanaman terhindar dari hama dan penyakit. Adapun yang menjadi kendala-kendala adalah adanya alih fungsi lahan sawah menjadi tempat pemukiman; kegiatan subak yang sudah mulai berkurang; dan pencarian dewasa ayu dalam bercocok tanam.Kata Kunci : subak, Tri Hita Karana, upacara, gotong-royong
PERANAN PEREMPUAN DALAM USAHA TERNAK BABI DI DESA BONDALEM, KECAMATAN TEJAKULA, KABUPATEN BULELENG Sedana, Gede; Finayanti, Kadek Meiry
dwijenAGRO Vol 7 No 1 (2017): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.331 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.7.1.627.%p

Abstract

Provinsi Bali merupakan salah satu penghasil daging babi di Indonesia. Usaha ternak babi di Bali dari tahun ke tahun sudah mengalami peningkatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peranan perempuan dalam usaha ternak babi di Desa Bondalem; dan mengetahui kendala-kendala dalam usaha ternak babi di Desa Bondalem. Penelitian ini dilakukan di Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive sampling. Jumlah populasi petani peternak dalam penelitian ini sebanyak 350 orang dan yang ditetapkan sebagai anggota sampel berjumlah 50 orang, dengan menggunakan teknik sampling acak sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan peranan perempuan dalam usaha ternak babi terbukti dapat membantu perekonomian keluarga. Dalam usaha ternak babi ini didominasi oleh ibu-ibu di Desa Bondalem. Disamping tugas utama sebagai seorang ibu rumah tangga ternyata mereka bisa membuktikan dengan usaha ternak ini juga bisa menghasilkan tambahan pendapatan. Namun usaha ternak babi yang dijalankan oleh ibu rumah tangga di Desa Bondalem masih tergolong dalam usaha skala kecil. Adapun kendala-kendala yang dihadapi oleh peternak babi diantaranya adalah limbah ternak babi yang tidak tergarap secara maksimal, sedikitnya jumlah pejantan sehingga kesulitan dalam mengawinkan ternak babi mereka, kesehatan ternak dan modal. Upaya yang dilakukan untuk mengatasai limbah ternak babi yang tidak tergarap secara maksimal adalah dengan cara mengolah secara lebih modern agar limbahnya tidak mengganggu lingkungan sekitranya. Sedangkan jumlah pejantan yang tidak maksimal bisa diatasi dengan perkawinan melalui inseminasi buatan atau disebut juga dengan kawin suntik. Penanganan kesehatan ternak bisa diatasi dengan melakukan pemeriksaan kesehatan babi dan pemberian vitamin dan vaksin secara teratur. Kendala modal bisa diatasi dengan melakukan pinjaman ke koperasi.Kata kunci: Babi, perempuan, pendapatan, modal usaha.
PENGEMBANGAN EKOWISATA PADA SUBAK DAN PERILAKU PETANI: KASUS DI SUBAK SEMBUNG, KECAMATAN DENPASAR UTARA, KOTA DENPASAR Sedana, Gede
dwijenAGRO Vol 7 No 2 (2017): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.745 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.7.2.628.%p

Abstract

Pembangunan pariwisata di Bali menunjukkan pertumbuhan yang signifikan terhadap pembangunan ekonomi Bali. Sektor pertanian merupakan salah satu pendukung pengembangan pariwisata, meskipun terdampak dampak yang kurang menguntungkan bagi pembangunan pertanian, misalnya adanya alih fungsi lahan sawah. Sinergi pembangunan pariwisata dan pertanian dilakukan dengan mengembangkan agrowisata dan juga ekowisata. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui intensitas interaksi penyuluh pertanian berkenaan dengan prilaku petani terhadap pengembangan ekowisata, dan mengetahui hubungan antara intensitas interaksi dengan pengetahuan dan sikap petani. Penelitian ini dilakukan di Subak Sembung, Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar yang dipilih secara purposif. Jumlah sampel yang diambil adalah 50 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat intensitas interaksi antara penyuluh pertanian dengan petani anggota subak berada pada kategori sedang. Sikap petani terhadap pengembangan ekowisata di subak adalah tergolong setuju. Sedangkan rata-rata pencapaian skor pengetahuan petani mengenai pengembangan ekowisata adalah tergolong tinggi dnegan skor 78,80 % dari skor maksimal. Dengan menggunakan analisis chi square, terdapat hubungan yang nyata antara variabel tingkat intensitas interaksi penyuluh dan petani dengan variabel sikap dan pengetahuan petani di Subak Sembung mengenai pengembangan ekowisata. Diperlukan adanya upaya-upaya pemberdayaan petani yang partisipatif agar mereka memiliki kemampuan untuk menyediakan layanan wisata yang lebih baik kepada para pengunjung, seperti aspek kenyamanan dan kebersihan serta penyediaan produk-produk pertanian yang dihasilkan oleh petani di Subak Sembung.Kata Kunci: Penyuluhan, interaksi, sikap, pengetahuan, dan  ekowisata.
POTENSI SUBAK DALAM PENGEMBANGAN EKOWISATA: Kasus Subak Sembung di Kelurahan Peguyangan, Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar Sedana, Gede; Arjana, Bagus Made; Sudiarta, I Nengah
dwijenAGRO Vol 8 No 1 (2018): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.314 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.8.1.638.1-10

Abstract

Alih fungsi lahan merupakan salah satu konsekuensi logis dari pembangunan yang semakin berkembang.  Di Provinsi Bali, alih fungsi lahan ini dapat mengancam program pemerintah, yaitu program ketahanan pangan, swasembada pangan termasuk kedaulatan pangan. Tujuan studi ini adalah untuk mendeskripsikan potensi subak menjadi destinasi tujuan ekowisata; menggambarkan upaya-upaya pengembangan ekowisata yang berkelanjutan; dan mengetahui manfaat yang diperoleh dari pengembangan ekowisata. Studi ini dilakukan pada Subak Sembung yang dipilih secara purposive sampling. Pada studi ini, dipilih beberapa responden kunci yaitu pengurus subak, pimpinan desa adat (desa pakraman), pengelola ekowisata, Dinas Pertanian dan Dinas Pariwisata Kota Denpasar. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah survai, wawancara, observasi secara langsung di lokasi, serta dokumentasi. Data yang terkumpul selanjutnya dianlisa dengan menggunakan metode deskriptif.Hasil studi menunjukkan bahwa Subak Sembung memiliki potensi yang tinggi untuk pengembangan ekowisata guna mendukung pembangunan pertanian dan ekonomi di tingkat subak dan pedesaan serta perkotaan. Potensi yang dimiliki oleh Subak Sembung adalah: (i) keberadaan bentang alam atau lansekap sawah; (ii) budaya dalam sistem subak; (iii) nilai-nilai sosial dalam sistem subak; dan (iv) keinovatifan anggota subak.Peningkatan kapasitas petani terkait dengan pengembangan ekowisata dilakukan melalui pemberdayaan dalam bentuk penyuluhan dan pelatihan yang menyangkut aspek produksi, pendidikan wisata dan manajemen bisnis. Salah satu bentuk penyuluhan yang dilakukan adalah penyuluhan kelompok secara partisipatif. Selain itu, penyuluhan secara individual juga dilakukan kepada petani secara langsung di lahan sawahnya. Manfaat pengembangan ekowisata adalah peningkatan kegiatan pertanian, pengolahan produk, pendapatan subak, kesadaran sapta pesona, dan jiwa kewirausahaan serta kesempatan berrekreasi bagi masyarakat. Pemerintah diharapkan memfasilitasi Subak Sembung untuk dapat melakukan manajemen ekowisata secara lebih baik dan memberikan kontribusi ekonomis bagi masyarakat subak. Selain itu, agar dilakukan promosi-promosi ekowisata Subak Sembung agar semakin dikenal sampai luar negeri.Kata kunci: Ekowisata, subak, penyuluhan, pertanian, bisnis 

Page 11 of 20 | Total Record : 197