cover
Contact Name
Ngurah Indra Pradhana
Contact Email
indra_pradana@unud.ac.id
Phone
+6281933079954
Journal Mail Official
jurnalpustaka@unud.ac.id
Editorial Address
Kampus Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana Jalan Pulau Nias 13, Sanglah, Denpasar Bali Indonesia 80114
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Pustaka : Jurnal Ilmu-Ilmu Budaya
Published by Universitas Udayana
ISSN : 25287508     EISSN : 25287516     DOI : https://doi.org/10.24843/PJIIB
Core Subject : Humanities,
Pustaka: Jurnal Ilmu-Ilmu Budaya, merupakan jurnal yang memuat artikel hasil penelitian serta kajian ilmiah di bidang sastra, Bahasa, dan Budaya. Terbit dua kali dalam setahun, pada bulan Februari dan Agustus. Jurnal ini bertujuan menjadi wadah bagi para peneliti, dosen, mahasiswa dan para praktisi di bidang Sastra, Bahasa, dan Budaya untuk mempublikasikan karya ilmiahnya secara luas
Articles 186 Documents
PENGARUH LINGKUNGAN KERJA, KONFLIK KERJA, DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN I Made Astrama
Journal Social and Humaniora Vol 17 No 2 (2017)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Increased competition, the impact on the role of consumers who are becoming increasingly important for the survival of most companies. Customers or consumers are now faced with various choices more than ever before. Therefore, the role of managed, it will determine the company’s success in the future. One factor is the key to organizational success is the role of the employee’s performance. Performance is the result of work that can be realized by employees of any work performed and serves as an assessment tool for the employee or the organization. So the employee’s performance will largely determine the performance of the organization. This research analyzes the causal relationship between variables, work environment, job satisfaction, and work conflict on employee performance in PT. Regional Development Bank Branch Karangasem Bali. The purpose of this study was to determine the e?ect of variable working environment, job satisfaction, and work conflict on employee performance in PT. Regional Development Bank Branch Karangasem Bali. This study examined the e?ect is causal because the independent variables (Work environment, job satisfaction, and conflicts of Work) to the dependent variable (Employee Performance). Object of research at PT. Regional Development Bank Branch Karangasem Bali diteli is 102 people, while the data were analyzed with statistical analysis tools Structural Equation Model (SEM) PLS. Based on the analysis it can be concluded that the work environment and job satisfaction and significant positive e?ect on employee performance, but variable labor conflict berpengaru terhadapa negative employee performance. Keywords: work environment, job satisfaction, work conflict, and employee performance.
Proses Pelesepan Fonologi Pada Leksikon Bahasa Sumbawa Dialek Sumbawa Besar Umar .
Journal Social and Humaniora Vol 18 No 1 (2018)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.424 KB) | DOI: 10.24843/PJIIB.2018.v18.i01.p03

Abstract

The users of Sumbawa’s Besar dialect was used by many people in Sumbawa Regency. Almost Sumbawa region utilized Sumbawa’s Besar dialect in getting communication. In a general way, this language is utilized word-of-mouth deep gab everyday among the users in the society member whereas in writing form is still found sparse. In this study used qualitative method. Meanwhile, the result of data analysis which is sound disappearance pprocess that happening in Sumbawa’s Besar Dialect is Aferesis (sound disappearance on course startup), Sinkope (sound disappearance on course mean), and Apokope (sound disappearance on course final). This process happening on segment that do not accentual and in particular on homorgan’s sounds. And there is factor even its happening causative sound disappearance are divided as two which are non-linguistics and linguistics factor.
APLIKASI TEORI POS-STRUKTURALISME DALAM SEBUAH DISERTASI Made Jiwa Atmaja
Journal Social and Humaniora Vol 17 No 2 (2017)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper seeks to understand the application of structuralism theory in a dissertation that examines the novels of Balai Pustaka tradition. E?orts to understand the application of such a theory require the method of deconstruction readings, thereby disclosing the theoretical concept’s background, theoretical modification abilities and operational theories and methods. This is important because generally the works of academics have a weakness in the ability of theory modification and operational weaknesses over the theoretical concepts. Keywords: concept, method and post-structuralism
Bahasa dan Budaya Maritim: Identitas dan Pemerkaya Budaya Bangsa Oktavianus .
Journal Social and Humaniora Vol 19 No 1 (2019)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.904 KB) | DOI: 10.24843/PJIIB.2019.v19.i01.p04

Abstract

Indonesia memiliki wilayah lebih kurang 1,9 juta mil persegi dengan jumlah pulau 17.508, 770 suku bangsa dan 726 bahasa (Tempo,co, 27 November 2017). Wilayah yang terdiri dari 17.508 pulau itu – yang disebut dengan NKRI – dipersatukan oleh laut. Luasnya wilayah NKRI yang didiami oleh beragam suku dengan bahasa lokal yang berbeda-beda merupakan suatu kekayaan dan keunikan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia yang harus dijaga, dirawat dan dipertahankan. Sehubungan dengan itu, tulisan ini merupakan suatu upaya untuk menelaah bagaimana bahasa dan budaya maritim menjadi identitas dan pemerkaya budaya bangsa dalam hal ini bangsa Indonesia. Kajian dilakukan dari sudut pandang hubungan bahasa dengan budaya (Kramsch, 1998; Duranti, 2000). Data untuk keperluan kajian ini adalah penggunaan bahasa yang terkait dengan kelautan. Hasil kajian menunjukkan bahwa budaya maritim memberikan sumbangan yang sangat besar bagai pengembangan dan pemerkaya budaya bangsa (Indonesia). Leksikon-leksikon dan ungkapan kemaritiman tidak hanya dipakai dilingkungan kelautan tetapi juga digunakan dalam berbagai ranah pertuturan.
CANDRASANGKALA DI PURA TIRTHA EMPUL TAMPAKSIRING, KABUPATEN GIANYAR dewa gede yadhu basudewa
Journal Social and Humaniora Vol 17 No 1 (2017)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Candrasangkala in the form of the composition of the picture (chronogram) engraved sun, elephants, candi bentar, and the dragon is found on the walls of sacred buildings Tepasana in Tirtha Empul temple Tampaksiring. The composition of the image is analyzed using qualitative analysis to describe and classify into candrasangkala assessment system uses watek and guru. Based on the analysis obtained a grading system, namely: the sun has a value of 1, the elephant has a value of 8, candi bentar has a value of 9, and the dragon has a value of 8 to get an arrangement of year numbers 1898 ?aka or 1976 AD. ?aka year is estimated as a warning sign/events on completion of restoration of sacred buildings in the form of old building (bebaturan) named Tepasana in Tirtha Empul temple Tampaksiring. Keywords: candrasangkala, tirtha empul temple
Representasi Budaya Patriarki pada Komunitas Gereja Kristen Protestan di Bali (GKPB) Made Narawati
Journal Social and Humaniora Vol 20 No 1 (2020)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.933 KB) | DOI: 10.24843/PJIIB.2020.v20.i01.p06

Abstract

Gereja Kristen Protestan di Bali (GKPB) adalah Gereja Protestan terbesar di Bali. Berdasarkan data, anggota GKPB laki-laki dan perempuan mulai berimbang yaitu 6.560 Jiwa (50,95%) berbanding 6.315 Jiwa (49,04%). Namun secara kuantitas kepemimpinan strategis, Personil Majelis Sinode Lengkap (MSL-GKPB), periode 2012-2016, yang berjumlah 31 orang; laki-laki berjumlah 29, sedangkan perempuan hanya 2 orang. Periode 2016-2020 jumlah Majelis Sinode Lengkap (MSL) : 30 orang yang terdiri dari 27 Laki-laki ( 90%) dan 3 Perempuan ( 10%). Majelis Sinode Lengkap (MSL) diberikan otoritas sebagai pengambil keputusan dan kebijakan di lingkungan GKPB. Jabatan strategis tersebut ditempati oleh sebagian besar laki-laki baik pendeta maupun non pendeta. Budaya patriarki sangat kuat dalam penentun jabatan strategis di GKPB dengan mengacu kepada Tata Gereja Tahun 2014 tentang keanggotaan Pasal 107 ayat 1, 8 (delapan) orang yang dipilih dalam sidang sinode harus terdiri sekurangnya 2 orang unsur perempuan dan 1 orang unsur pemuda. Data membuktikan bahwa pemegang jabatan Sinode, Departemen, Yayasan, Ketua-ketua Wilayah, dan di jemaat-jemaat sebagian besar dipegang oleh laki-laki. Melihat realita ini kuantitas pejabat di dominasi oleh laki-laki dan kebijakan untuk menentukan jabatan tersebut merupakan representasi budaya patriarki yang kuat, laki-laki adalah pemimpin, perempuan belum ada tempatnya. Perempuan juga merasa nyaman dengan posisinya dan mungkin budaya patriarki sudah terinternalisasi di GKPB. Dengan metode kualitatif dan menggunakan Teori Feminisme Liberal, Relasi Kekuasaan-Pengetahuan dan Dekonstruksi dapat mengungkap Representasi Budaya Patriarki pada Komunitas Gereja Kristen Protestan di Bali (GKPB). Apa bentuk-bentuk budaya patriarki, mengapa terjadi dan bagaimana implikasi budaya patriarki pada komunitas GKPB. Sehingga dapat memberikan perspektif kepemimpinan feminis yang adil gender.
Wacana Anti Imperialisme dalam Cerpen Kyuuchou No Negai Karya Kobayashi Takiji Ni Luh Putu Ari Sulatri; Silvia Damayanti
Journal Social and Humaniora Vol 19 No 2 (2019)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (744.332 KB) | DOI: 10.24843/PJIIB.2019.v19.i02.p07

Abstract

Wacana anti imperialisme menjadi salah satu tema yang diangkat dalam karya sastra oleh sastrawan yang berafiliasi dengan kesusastraan proletar di Jepang, termasuk Kobayashi Takiji. Di dalam cerpen Kyuuchou no Negai, disajikan narasi sebagai bentuk pandangan dunia pengarang dari Kobayashi Takiji terkait dengan wacana anti imperialisme. Guna mengkaji wacana anti imperialisme dalam cerpen Kyuuchou no Negai pada tahap pengumpulan data diterapkan metode kajian pustaka, pada tahap analisis data diterapkan metode analisis isi, dan pada tahap penyajian hasil analisis data diterapkan metode informal. Hasil analisis menunjukan bahwa ideologi anti imperialisme disajikan dalam wacana 1) biaya perang yang tinggi menciptakan kemelaratan bagi masyarakat Jepang; 2) masyarakat dituntut mendukung imperialisme sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat; 3) imperialisme bertentangan dengan nilai kemanusian; dan 4) imperialisme Jepang dapat memicu revolusi di dalam negeri.
Kursi Pemilu: Sastra dan Budaya Demokrasi Prareformasi I Nyoman Suaka
Journal Social and Humaniora Vol 18 No 2 (2018)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.948 KB) | DOI: 10.24843/PJIIB.2018.v18.i02.p05

Abstract

Novel Kursi Pemilu (1982) karya Sinansari Ecip dibahas dengan latar belakang politik tentang pemilihan kepala desa (Pilkades). Pada tahun 1970-an, politik negara berlangsung dalam pengaruh kekuasaan Orde Baru. Pemasalahannya adalah bagaimana pelaksanaan pilkades sebagai perwujudan demokrasi di tingkat bawah dan bagaimana kekuasaan politik itu dijalankan sebagai realitas politik pada zamannya? Teori yang digunakan adalah teori hegemoni dari Antonio Gramsci dengan menggunakan pendekatan hermeneutika (interpretatif) untuk mengungkapkan kekuatan teks sastra. Hasil analisis menunjukkan bahwa kekuasaan politik orde baru sangat kuat mengakar di masyarakat. Kontestan Pemilu yang dilukiskan dalam novel Kursi Pemilu seperti, Goljo, Golning, dan Golrah tiada lain adalah akronim dari Golongan hijau (goljo), Golongan kuning (Golning), dan Golongan merah (Golrah). Goljo identik dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Golning serupa dengan Golkar dan Golrah adalah Partai Demokrasi Indonesia (PDI). Tafsir itu semakin akurat kalau dihubungkan dengan basis pendukung masing-masing golongan. Goljo dalam novel itu didukung oleh alim ulama, pesantren, dan golongan tua yang taat beribadah. Golning tiada lain adalah barisan aparat pemerintah dari tingkat desa, camat, bupati, dan seterusnya. Golrah mendapat simpati dari sebagian besar generasi muda yang sangat mendambakan perubahan dan antikemapanan. Menjelang reformsi kondisi ini banyak digugat karena model demokrasi seperti itu lebih bersifat sentralistik untuk melanggengkan kekuasaan golongan tertentu.
Model Pendekatan Perjuangan Emansipasi R.A.Kartini dari Perspektif Perjuangan Kesetaraan Gender Dewasa Ini (Sebuah Kajian Kepustakaan) Ida Ayu Putu Mahyuni
Journal Social and Humaniora Vol 18 No 1 (2018)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.861 KB) | DOI: 10.24843/PJIIB.2018.v18.i01.p08

Abstract

Raden Ajeng (R.A.) Kartini has been known as an Indonesian women’s emancipation fighter. In addition, R.A.Kartini is also known as the pioneer of the Indonesian nationalist movement, hence the state has appointed him a national independence hero (Moedjanto, 1983: IV). R.A.Kartini emancipation struggle is not done in a physical struggle, but done through the struggle of his thoughts or ideas. This paper reveals the emancipation struggle approach model R.A. Kartini from the perspective of the struggle for gender equality today (a literary review). To understand this problem, gender analysis is used as an analytical tool to understand the social realities of gender-differentiated relations between men and women. The concept of emancipation is not much different from the concept of struggle of gender equality known today, these two concepts aims to fight for the rights of women with men to be equal and equal in accordance with the context of the ability of each individual. Gender itself is a concept that refers to men and women who are distinguished not biologically or naturally but are distinguished on the basis of social and cultural constructs. Thus, both men’s and women’s societies can create, socialize, reinforce gender-based differences, so long as gender differences do not create injustice between men and women no matter the need to be sued, but the issue is when gender differences are constructed social and cultural causes of gender injustice that harm both men, especially for women (Fakih, 1999: 12). In connection With this there are several issues that need to be studied, among others: 1. How to model the approach to emancipation struggle R.A.Kartini in advancing the education of women? 2. How is the approach model of R.A.Kartini emancipation struggle fostering equality in family and marriage? 3. How does the emancipation struggle approach model of R.A.Kartini foster equality in improving the welfare of the people? All these issues will be examined from the perspective of today’s gender equality struggle.
KALA DALAM BAHASA JEPANG I Gede Oeinada
Journal Social and Humaniora Vol 17 No 2 (2017)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper focuses its discussion about tenses in Japanese language. Di?erent from Indonesian language but similar to English language, the Japanese language also has tenses in its grammar categories. The mastering of this grammar category namely tense in Japanese is an essential element for Japanese language learners so that they can be able to produce accurate Japanese sentences which will never be misunderstood by their listeners or readers. The discussion about tenses in Japanese grammar category in this paper is based on the argument from Harasawa (2010). Keywords : Japanese Grammar Category, Tense, Absolute and Relative Tenses

Page 5 of 19 | Total Record : 186