cover
Contact Name
Ngurah Indra Pradhana
Contact Email
indra_pradana@unud.ac.id
Phone
+6281933079954
Journal Mail Official
jurnalpustaka@unud.ac.id
Editorial Address
Kampus Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana Jalan Pulau Nias 13, Sanglah, Denpasar Bali Indonesia 80114
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Pustaka : Jurnal Ilmu-Ilmu Budaya
Published by Universitas Udayana
ISSN : 25287508     EISSN : 25287516     DOI : https://doi.org/10.24843/PJIIB
Core Subject : Humanities,
Pustaka: Jurnal Ilmu-Ilmu Budaya, merupakan jurnal yang memuat artikel hasil penelitian serta kajian ilmiah di bidang sastra, Bahasa, dan Budaya. Terbit dua kali dalam setahun, pada bulan Februari dan Agustus. Jurnal ini bertujuan menjadi wadah bagi para peneliti, dosen, mahasiswa dan para praktisi di bidang Sastra, Bahasa, dan Budaya untuk mempublikasikan karya ilmiahnya secara luas
Articles 186 Documents
Riak Gelombang Resiliensi Keluarga Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dalam Balutan Aspek Budaya Bali Bambang Dharwiyanto Putro
Journal Social and Humaniora Vol 19 No 2 (2019)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.676 KB) | DOI: 10.24843/PJIIB.2019.v19.i02.p06

Abstract

Keluarga yang memiliki anggota keluarga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) mengalami beban berat dan berbagai macam bentuk stres yang mengakibatkan kondisi ini sulit untuk dihadapi. Hal ini dipengaruhi oleh isolasi sosial, stigmatisasi dan beban psikologis serta beban ekonomi yang makin meningkat. Namun disisi lain keluarga tetap berharap penderita dapat sembuh total. Pribadi yang mampu bertahan dalam kondisi sulit tersebut disebut dengan pribadi yang memiliki resiliensi. Resiliensi dilihat sebagai kualitas pribadi yang melibatkan kemampuan penyesuaian diri yang tinggi dan luwes saat dihadapkan pada tekanan, baik internal maupun eksternal, tetapi juga pada akhirnya mereka dapat menjadi lebih kuat dari pada sebelumnya. Di Bali menurut kepercayaan orang Bali yang beragama Hindu terdapat suatu konsep bahwa sehat sakit terjadi bila tidak ada keseimbangan ketiga unsur yaitu Buana Alit, Buana Agung dan Sang Hyang Widhi Wasa sebagai faktor sekala atau niskala yang dapat menimbulkan gengguan pada manusia. Kepercayaan ini yang menyebabkan penderita atau keluarga akan mengunjungi dukun atau balian untuk mendapatkan petunjuk atau pengobatan. Begitu pun setelah penderita keluar dari rumah sakit, sebagian besar penderita berobat ke dokter dan balian dan ada yang lebih sering ke balian saja atau dokter saja. Jika mereka kambuh maka sebagian besar datang ke balian. Balian mampu mempengaruhi pasien dan keluarganya dan kebanyakan percaya dengan yang dinyatakan balian. Terlihat bahwa peranan budaya Bali khususnya yang ada kaitannya dengan terjadinya gangguan jiwa perlu mendapat perhatian khusus. Penulisan artikel ini ingin menunjukkan rekomendasi untuk perawatan potensial yang dapat menolong dalam tahap penyembuhan atau pemulihan paling tidak sebagai tambahan pengalaman.
Makna Bahasa Figuratif pada Lirik Lagu Kiss From A Rose Oleh Seal I Gusti Ayu I Gusti Ayu Nila Wijayanti
Journal Social and Humaniora Vol 18 No 2 (2018)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.974 KB) | DOI: 10.24843/PJIIB.2018.v18.i02.p04

Abstract

Figurative language is language that uses words or expressions with a meaning that is different from literal interpretation. When a writer uses literal language, he or she is simply stating the facts as they are. Figurative language is very common in poetry, but is also used in prose and non fiction writing. The aims of this research are to find out the figurative language used in Kiss From a Rose song which is very popular in the era 90’s and sang by Seal and to analyze the contextual meaning of figurative language used in that song. This research used descriptive qualitative research method. The theory used in this research is theory figurative language.
Pengaruh Kemampuan Bahasa Jepang Terhadap Pemilihan Strategi Maaf Ni Luh Kade Yuliani Giri
Journal Social and Humaniora Vol 18 No 1 (2018)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.433 KB) | DOI: 10.24843/PJIIB.2018.v18.i01.p07

Abstract

Artikel ini membahas tentang korelasi antara tingkat kemampuan Bahasa Jepang (Japanese language proficiency) dengan pemilihan bentuk strategi permintaan maaf (apology speech act strategies). Data diambil menggunakan kuisioner yang dibagikan kepada mahasiswa sastra Jepang yang sudah lulus ujian kemampuan Bahasa Jepang N3 dan N4. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Variable yang digunakan dalam kuisioner adalah skala kesantunan (politeness scale) Brown&Levinson yang meliputi factor tingkat kesalahan (degree of imposition), tingkat kekuasaan (power) serta jarak social (social distance). Dari kedua kelompok responden sama-sama menggunakan strategi permintaan maaf berupa illocutionary force indicating device /IFID (yang disertai dengan intensifier serta partikel akhir ne), taking on responsibility, explanation/account, dan offer of repair. Perbedaannya adalah hanya kelompok responden dari N3 yang mampu menggunakan strategi promise of forbearance.
BUDAYA ALIH BAHASA MASYARAKAT URBAN DALAM MEMAHAMI INTERNET DENGAN METODE BORROWING Sri Widiastutik
Journal Social and Humaniora Vol 17 No 2 (2017)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Massive use of the Internet creates problems in the transfer of the language of the urban community, because it needs a method of borrowing as a way out for the enrichment of Indonesian variety by reducing the risk of negative impacts of the use of language uptake in communication in student environment STIKI Denpasar as IT-based High School. This research is conducted qualitative and quantitative approach with Linguistic study. There are also data collection techniques conducted by observation, documentation, interview and FGD. Level of accuracy of data sources based on information on: Characteristics of ICT term in conversation, Student reactions to the use of ICT terms, and the impact of ICT language transfer using Borrowing method. Implementation of Borrowing method is a smart solution to cultivate knowledge about how to use the term uptake of ICT for urban adolescents can more easily and practically apply the internet, without damaging the Indonesian order is good and right. Students are able to provide the right information to the public. Keywods: Borrowing; the term Absorption; Information & Computer Technology
Tanggung Jawab Sejarah dan Kebudayaan di Balik Pelarangan Buku di Indonesia Anak Agung Ayu Rai Wahyuni; Maria Matildis Banda
Journal Social and Humaniora Vol 20 No 1 (2020)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.672 KB) | DOI: 10.24843/PJIIB.2020.v20.i01.p10

Abstract

Pelarangan buku di Indonesia sudah berlangsung sejak kekuasaan Presiden RI pertama, Soekarno. Pelarangan ini berlangsung terus dalam kualitas dan kuantitas yang lebih besar pada masa kekuasaan Presiden RI kedua, Soeharto. Pada era reformasi, ketika kebebasan epskresi menemukan ruangnya, pelarangan buku tetap terjadi. Artikel ini membahas tanggung jawab sejarah dan kebudayaan di balik pelarangan buku. Bagaimana pelarangan buku pada era Soekarno, Soeharto, dan era reformasi. Bagaimana pro-kontra yang terjadi, serta bagaimana solusi yang memuaskan berbagai pihak. Metode yang digunakan adalah metode pustaka, dengan membaca, menginput data, dan mengkaji berdasarkan data pustaka. Artikel ini menjelaskan bahwa penulis buku mesti bertanggung jawab terhadap kandungan tulisannya. Tema-tema seperti G-30-S PKI adalah tema yang sensitif karenanya penulis wajib memiliki kesadaran sejarah dan budaya. Demikian pula pihak pemerintan diharapkan dapat mengkaji sebuah buku, dan tidak melakukan pembekuan atau pelarangan secara sepihak. Membawa sebuah buku ke dalam ranah hukum didukung pembuktian yang diperlukan, agar semua pihak mendapatkan keadilan berdasarkan hukum, sejarah, dan kebudayaan bangsa demi persatuan NKRI berdasarkan pilar-pilar pembangunan dan keberlangsungan hidup sebagai sebuah bangsa.
Verba Berobjek Ganda Bahasa Jepang Made Ratna Dian Aryani
Journal Social and Humaniora Vol 19 No 1 (2019)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.496 KB) | DOI: 10.24843/PJIIB.2019.v19.i01.p08

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kata kerja yang melibatkan objek ganda, yaitu kata kerja ageru ‘memberi’, oshieru ‘mengajar/ajar’, kureru ‘memberi’,dan kau ‘membeli’, sehingga memunculkan objek tak langsung dalam struktur kalimat bahasa Jepang (BJ). Teori yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah Givon (2001), Kindaichi (1976), Tsunoda (2002), Tsujimura (1996), dan Nitta (1991). Penelitian ini menunjukkan bahasa Jepang merupakan bahasa yang bertanda atau berkasus. Kasus dalam bahasa Jepang berkaitan erat dengan sistem kebermarkahan dalam struktur kalimat bahasa Jepang. Pemarkah tersebut dilekatkan setelah nomina (kata benda). Pemarkah atau partikel yang menyatakan objek langsung adalah pemarkah akusatif o dan pemarkah datif ni sebagai pemarkah objek tak langsung. Hasil penelitian ini adalah (1) verba-verba yang memungkinkan munculnya objek ganda, khususnya objek tak langsung (OTL) dalam konstruksi bahasa Jepang merupakan verba transitif atau verba aksi berpemarkah ni , yaitu verba ageru ‘memberi’, oshieru ‘mengajar/ajar’, kureru ‘memberi’, dan kau ‘membeli’, dan (2) verba-verba tersebut secara semantis merupakan keizoku doushi ‘verba kontinuatif’.
KESANTUNAN DALAM PELAYANAN STUDI KASUS PADA PUSAT PERBELANJAAN ISETAN I Gede Oeinada
Journal Social and Humaniora Vol 17 No 1 (2017)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

politeness. It can be seen from the choice of di?erent vocabulary selected for use by speakers in accordance with the context of use (place, time, and hearer). Politeness not only be seen from the speech (verbal), but is also reflected in the movements (nonverbal) speakers. This paper aims to express politeness both verbal and nonverbal language in the service implemented by the waiter at the shopping center ISETAN Urawa, Japan in serving visitors. This research is a descriptive case study using the techniques in interviews and direct observation in data collection. The results showed that the waiters in ISETAN Urawa, Japan utilizing both verbal and nonverbal means to bring civility to the partner language he said that the visitors of the shopping center. In addition, the waiters previously have received adequate training before being assigned to serve the visitors. There is a cultural concept that is invisible behind it that is appreciated meeting with other people (? ? ? ? ichi go ichi e). Key words: politeness verbal, nonverbal politeness, ISETAN
Studi Kelayakan Pembukaan Program Studi Bahasa Prancis, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana Nyoman Rauh Artana; Putu Weddha Savitri
Journal Social and Humaniora Vol 18 No 2 (2018)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.118 KB) | DOI: 10.24843/PJIIB.2018.v18.i02.p09

Abstract

Penelitian ini dimotivasi oleh fonemena kenaikan jumlah wisatawan asing asal Prancis yang berkunjung ke Bali, akan tetapi, hal tersebut tidak diikuti dengan kesiapan sumber daya manusia yang layak untuk melayani kebutuhan wisatawan tersebut. Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana berencana untuk membuka Program Studi Sastra Prancis sebagai bentuk tanggung jawab institusi terhadap masyarakat sebagai penyedia sumberdaya manusia yang terdidik dan terlatih. Data dikumpulkan melalui kuisioner yang disebar ke sekolah menengah atas di Bali yang memiliki jurusan bahasa. Data-data yang terkumpul kemudian diklasifikasikan berdasarkan pertanyaan yang telah disiapkan untuk mengetahui persepsi dan keminatan murid sekolah menengah umum terhadap rencana dibukanya program studi bahasa Prancis. Data yang telah terkumpul menunjukkan responden memiliki minat yang tinggi terhadap bahasa Prancis, dan memiliki respon positif terhadap rencana pembukaan Program Studi Bahasa Prancis, di Fakultas Ilmu Budaya, UNUD.
Bahasa Satire dalam Meme Media Sosial Ni Nyoman Ayu Suciartini
Journal Social and Humaniora Vol 20 No 1 (2020)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.36 KB) | DOI: 10.24843/PJIIB.2020.v20.i01.p01

Abstract

The satire style was chosen to express satire and criticism explicitly. In the style of communicating on social media, satire is also used in making memes. The problem with this research is how is satire language in meme culture on social media? The focus of this research is to reveal how political satire is discussed in memes on social media. The purpose of this study is to examine more deeply how the satire discourse is contained in pictorial texts or purely texts in social media memes. This research is interesting because the satire humor style contained in memes becomes an effective, absurd political, economic, educational, cultural, and other response that is able to shift, eliminate, then reverse and bring up new discourses. This study uses a critical discourse analysis by Norman Fairclough which has an identification that the discourse can be a series of verbal and written words or a series of speech acts. With this knife of analysis, it was found that satire in memes on social media is used in the form of satire and criticism of things that are being viral and how these issues affect social media to the real world. Memes are not seen as silent, passive, and finished texts as they are produced. Memes, on the other hand, are dynamic and moving strategies, through comedy-satire.
Penggunaan Anggah Ungguhing Basa Bali: Sebuah Kesantunan dan Penanda Kelas Sosial Masyarakat Bali I Nyoman Duana Sutika
Journal Social and Humaniora Vol 19 No 2 (2019)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.825 KB) | DOI: 10.24843/PJIIB.2019.v19.i02.p02

Abstract

Balinese language with its leveling still intensively used by the Balinese people. Anggah-ungguhing basa (the languages levels) mostly used in the traditional event, and in special events, such as a workshop, conference, and seminars. It also used when the Balinese communicate with elder and strangers. Generally for most Balinese language regarded as the mother language, especially those who live in rural areas.Since the lack of young generation interest, the use of Balinese language levels has decreased.Intead of complicated language levels in Balinese, the young Balinese prefer to use Indonesian, as its more practical and easier.On the other hand, the Balinese language levels, contain a value of modesty, courtesy, and manners, also be a symbol of social class in Balinese society. Communication is arranged based on a social class using fine andcoarse language.

Page 4 of 19 | Total Record : 186