cover
Contact Name
Ngurah Indra Pradhana
Contact Email
indra_pradana@unud.ac.id
Phone
+6281933079954
Journal Mail Official
jurnalpustaka@unud.ac.id
Editorial Address
Kampus Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana Jalan Pulau Nias 13, Sanglah, Denpasar Bali Indonesia 80114
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Pustaka : Jurnal Ilmu-Ilmu Budaya
Published by Universitas Udayana
ISSN : 25287508     EISSN : 25287516     DOI : https://doi.org/10.24843/PJIIB
Core Subject : Humanities,
Pustaka: Jurnal Ilmu-Ilmu Budaya, merupakan jurnal yang memuat artikel hasil penelitian serta kajian ilmiah di bidang sastra, Bahasa, dan Budaya. Terbit dua kali dalam setahun, pada bulan Februari dan Agustus. Jurnal ini bertujuan menjadi wadah bagi para peneliti, dosen, mahasiswa dan para praktisi di bidang Sastra, Bahasa, dan Budaya untuk mempublikasikan karya ilmiahnya secara luas
Articles 186 Documents
Revolusi Biru dan Human Security Nelayan di Kusamba Klungkung I Wayan Tagel Eddy; Anak Agung Ayu Rai Wahyuni
Journal Social and Humaniora Vol 19 No 1 (2019)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.797 KB) | DOI: 10.24843/PJIIB.2019.v19.i01.p09

Abstract

Revolusi biru (blue revolution), sebagai strategi pembangunan dan upaya akumulasi kapital, bukan hanya tidak berhasil mengangkat nelayan dari kemiskinan yang melilit mereka, namun ia juga menyisakan persoalan bagi keberlangsungan human security nelayan. Tidak hanya gagal menangkap apa yang sebenarnya menjadi kebutuhan nelayan, paket kebijakan modernisasi perikanan seringkali malah merugikan nelayan dan masyarakat pesisir pantai. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui proses dan bentuk modernisasi perikanan (minapolitan) yang sedang dalam proses pembangunan serta bagaimana respon para nelayan dan masyarakat pesisir terhadapnya? Selain itu, akan memeriksa apa kira-kira yang akan diakibatkan oleh modernisasi perikanan bagi keberlangsungan human security kehidupan nelayan dan masyarakat pesisir. Penulis terlebih dahulu memulai uraian dengan mengelaborasi konsep pembangunan, human security dan revolusi biru sebelum memberikan ilustrasi kasus nelayan dan masyarakat pesisir, berkaitan dengan pembangunan minapolitan, di kawasan pelabuhan Kusamba Kelungkung.
KESANTUNAN BERBAHASA MELALUI UNGKAPAN BASA- BASI DALAM BAHASA JEPANG Ni Made Andry Anita Dewi
Journal Social and Humaniora Vol 17 No 1 (2017)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Politeness speech through the courtesy expression is a basis for developing e?ective. In Japanese society, courtesy expression is used both in the family environment and the workplace. With this phenomen, this paper is focused on politeness speech through the courtesy expression in Japanese. Politeness speech through the courtesy expression can be classifying into six maxims. These maxims are maxim of wisdom, generosity maxims, award, simplicity maxims, maxims comunication in a community. Courtesy expression in Japanese is a speech that used to grow and develop conversation that take place between two or more speakers to strengthen their relationship of agreement and sympathy. Classification of sixth maxim by Leech does fulfill politeness speech through the courtesy expression. courtesy expression Keywords: politeness, politeness speech,
Alih Wahana Cerita Rakyat Terjadinya Pulau Bali dari Buku Cerita Bergambar Menjadi Anime Silvia Damayanti; Ni Putu Luhur Wedayanti; Ida Ayu Laksmita Sari
Journal Social and Humaniora Vol 18 No 2 (2018)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.483 KB) | DOI: 10.24843/PJIIB.2018.v18.i02.p10

Abstract

Penelitian ini mengkaji alih wahana cerita rakyat Bali yang berjudul Terjadinya Pulau Bali dari buku cerita bergambar menjadi anime. Objek penelitian ini adalah cerita rakyat Bali Terjadinya Pulau Bali karya Yuliadi Soekardi (2004) dan Anime Legenda Selat Bali karya Evelyn Zhang (2010). Penelitian ini dianalisis secara kualitatif dengan teori Alih Wahana Damono (2012) dan teori Strukturalis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara alih wahana cerita rakyat Bali dari buku cerita bergambar menjadi anime dan meningkatkan ketertarikan dan kecintaan masyarakat Bali terhadap cerita rakyat Bali. Hasil penelitian yaitu bahwa sebagai sarana pelestarian cerita rakyat, penulis cerita anime Legenda Selat Bali dalam proses alih wahana dari buku cerita bergambar melakukan pengurangan, penambahan, dan pemvariasian unsur-unsur intrinsik pembentuk cerita rakyat Terjadinya Pulau Bali. Pengurangan, penambahan, dan pemvariasian tersebut dilakukan untuk menyesuaikan dengan bentuk dan jenis anime yang dibuat. Anime Legenda Selat Bali diperuntukkan bagi anak-anak oleh karena itu, terdapat pengurangan pada tokoh cerita, alur dan peristiwa, dan latar. Pengurangan ini dilakukan untuk menyerderhanakan cerita. Selain itu, penyesuaian dilakukan dengan menghilangkan beberapa adegan kekerasan. Penambahan cerita terdapat pada adegan anti klimaks. Perubahan bervariasi terdapat pada bentuk perjudian yang dilakukan tokoh Manik dari perjudian dengan dadu menjadi sabung ayam. Simpulan penelitian ini adalah bahwa pengurangan, penambahan, dan perubahan bervariasi dalam cerita dilakukan pengarang agar cerita lebih menarik, manambah unsur penasaran, dan agar para pembaca tidak bosan.
Citra Perempuan dalam Dongeng-Dongeng Daerah NTT Yuliana Jetia Moon; Antonius Nesi
Journal Social and Humaniora Vol 20 No 1 (2020)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.432 KB) | DOI: 10.24843/PJIIB.2020.v20.i01.p02

Abstract

Dongeng adalah warisan budaya lisan masyarakat. Budaya lisan diwariskan secara turun-temurun melalui tuturan lisan. Tuturan lisan, termasuk dongeng, merupakan perwakilan cara pandang, ajaran, dan keyakinan masyarakat yang menciptakannya. Tokoh-tokoh di dalam dongeng dikisahkan sedemikian rupa sehingga tergambar citra tokoh yang merepresentasikan cara pandang, kebiasaan, dan keyakinan masyarakat pemiliknya. Sehubungan dengan itu, penelitian ini bertujuan untuk memerikan citra perempuan dalam dongeng-dongeng NTT.Dalam pengumpulan data digunakan metode studi dokumen, teknik catat. Analisis data ditempuh dengan teknik analisis hermeneutik. Berdasarkan hasil analisis data diidentifikasi 4 (empat) jenis citra perempuan yang tergambar dalam dongeng-dongeng NTT, yakni (1) citra perempuan yang berkaitan dengan dirinya sendiri, (2) citra perempuan yang berkaitan dengan laki-laki, (3) citra perempuan yang berkaitan perempuan lainnya, dan (4) citra perempuan yang berkaitan dengan masyarakat.
Jejak Politik dan Perjuangan Bung Karno I Ketut Darma Laksana
Journal Social and Humaniora Vol 19 No 2 (2019)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.587 KB) | DOI: 10.24843/PJIIB.2019.v19.i02.p03

Abstract

Understanding of Soekarno / Bung Karno must be done thoroughly. This political figure and independence proclamator has established himself as a respected person in the world. That is why, as many as twenty-six titles of Doctoral Causa were awarded to Bung Karno who came from renowned universities in the world. However, behind all that, during the occupation, Bung Karno went in and out of prison. Still as a detainee at Sukamiskin Prison (1926), Sukarno underwent a trial by filing a plea titled Indonesia Menggugat in Lanraad Building, Bandung. The interesting thing in his plea was that the target was not only directed at the judges who were convening it, but also outside parties, especially the Dutch who were perpetrators of imperialism. He reminded the Netherlands that he was not a rebel, but someone who wanted to claim his right to independence. Prison, seizing independence, the PRRI-Permesta rebellion, liberation of West Irian, confrontation with Malaysia, and the rebellion of the G 30 S / PKI, are historical facts that characterize his struggle. To reveal all this, the data of this paper comes from various sources, which are generally understood by the public, especially the educated. Thus, methodologically, this paper is a historical retrospection, looking back at the traces of politics and the struggle of Bung Karno.
Dimensi Politis dalam Sastra Lisan pada Masyarakat Melayu di Banjaran Sungai Tanah Deli Wan Syaifuddin
Journal Social and Humaniora Vol 18 No 2 (2018)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.324 KB) | DOI: 10.24843/PJIIB.2018.v18.i02.p01

Abstract

Orientasi ruang orang Melayu, pada dasarnya merujuk pada kawasan perairan [sungai dan laut]. Oleh karena itu, masyarakat Melayu dalam studi-studi sosial, selalu disebut sebagai masyarakat aquatik.Peranan buana sungai sebagai konsep kreatif sastra lisan menjadi sendi dalam kehidupan. Nilai dan norma pada karya-karya sastra lisan masyarakat Melayu di banjaran sungai di Tanah Deli Sumatera Utara menjangkau hingga dimensi politis di Tanah Deli, Sumatra Utara memimpin masyarakat yang berbilang etnik. Masalah penelitian ini mengungkapkan bukti keistimewaan dan keagungan peradaban masyarakat dan kesultanannya di Tanah Deli melalui dimensi politis pada sastra lisan masyarakatnya. Tujuan penelitian agar nilai dan norma-norma pada dimensi politis sastra lisan Melayu melekat erat dalam diri dan perilaku masyarakat. Penelitian menggunakan metode kualitatif-diskriptif dengan pendekatan sosio dan resepsi sastra. Penelitian menunjukkan bahwa nilai dan norma dimensi politis yang terkandung dalam sastra lisan pada masyarakat mempunyai hubungan erat dengan perilaku karena berkaitan dengan kepercayaan terhadap adat dan istiadat serta keyakinan masyarakat terhadap Islam. Nilai dan normanya, terlibat dalam pencegahan konflik penguasa dengan masyarakat dan sesama masyarakat.
Contact Phonology : Fonologi Kata Serapan dalam Bahasa Jepang I Gede Oeinada
Journal Social and Humaniora Vol 18 No 1 (2018)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.992 KB) | DOI: 10.24843/PJIIB.2018.v18.i01.p04

Abstract

This paper focuses its discussion about loanword phonology in Japanese language. Loanword phonology is one of five contact phonology situations that was described by Smith (2007). The four other situations are areal influence, dialect mixing, language mixing, and simplification. Japanese language has been borrowing many words from foreign languages. One of those foreign languages is English. As we all know that both languages, Japanese and English, have different phonological system. Therefore, borrowed words of English language has been adapted to fit the phonological patterns of Japanese language. This adaptation could solve the loanword phonology problem. And because up until now the number of loanword in Japanese language is till limited so the phonological system of Japanese language is remain unaffected. In other words, the loadwords’ phonology does not cause lasting changes in the phonological system of Japanese language.
KEBERAGAMAN EKOLOGI BUDAYA MARGA NDIKEN ETNIK MARORI MEN GEY DI KABUPATEN MERAUKE PROVINSI PAPAU I Ngurah Suryawan
Journal Social and Humaniora Vol 17 No 2 (2017)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article aims to understand the diversity of cultural knowledge of the Ndiken clan of the Marori Men Gey ethnic group in Merauke district of Papua Province about the environment. The historical relation of man with the surrounding natural environment fosters natural knowledge, culture, and language in the life of ethnic communities in the land of Papua. The values and knowledge created are inherited and embedded in their daily lives. The diversity of cultural ecological knowledge has become an important source in understanding the e?orts to utilize and conserve natural resources in the land of Papua. Keywords: diversity, cultural ecology, cultural knowledge, conservation, resources Natural resources
Kepercayaan Dalam Siklus Kehidupan Pada Masyarakat Sunda Pesisir (Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Arut, Jawa Barat) Risma Rismelati; Asri Soraya Afsari; Ayu Septiani
Journal Social and Humaniora Vol 19 No 1 (2019)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.382 KB) | DOI: 10.24843/PJIIB.2019.v19.i01.p05

Abstract

Setiap bangsa di berbagai belahan dunia ini pastinya memiliki tradisi leluhur yang bertahan dan berkembang dari generasi ke generasi. Tradisi tersebut kemudian menjadi sebuah identitas diri yang mencerminkan nilai-nilai budaya yang unik dan berkarakter. Menurut Clyde dan Kluckhohn dalam Pelly (1994), nilai budaya merupakan sebuah konsep beruang lingkup luas yang hidup dalam alam pikiran sebagian besar warga suatu masyarakat, mengenai apa yang paling berharga dalam hidup. Nilai budaya itu akhirnya tumbuh menjadi suatu kepercayaan masyarakat yang dijadikan sebagai aturan paling mendasar dalam menjalani siklus kehidupan. Hal ini dapat dilihat secara nyata dalam siklus kehidupan masyarakat Sunda di wilayah pesisir Jawa Barat. Fokus kepercayaan di sini adalah bentuk-bentuk tradisi yang masih dilakukan secara turun temurun dalam fase kehidupan manusia, seperti fase kelahiran, pernikahan dan kematian. Maka dari itu penelitian ini akan fokus mengkaji kepercayaan yang berkaitan dengan siklus kehidupan pada masyarakat Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan metode kualitatif deskriptif. Dalam mengumpulkan data digunakan metode lapangan karena peneliti terjun langsung ke masyarakat, melakukan wawancara langsung pada nara sumber dan melakukan metode survey melalui penyebaran data kuesioner.
MEREKATKAN IMAJINASI BERSAMA: INISIATIF MEDIA CERITA RAKYAT BAHASA MARORI MEN GEY DI KAMPUNG WASUR KABUPATEN MERAUKE PROVINSI PAPUA Ngurah Suryawan
Journal Social and Humaniora Vol 17 No 1 (2017)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article describes an initiative raised by young people from ethnic communities Marori Gey Men in Kampung Wasur Merauke to collect folklore as educational media and cultural customs. Language Marori Men practical Gey has lost an active speaker among young children. Folk stories told by elders to contain relations historically complex between the Marori Men Gey with Dema, their ancestors and with Mbur, old hamlet and the natural environment such as the hamlet of sago and wood believed to be the place of residence of the ancestors to protect their o?spring in the village , The values reflect the cultural knowledge of human relationships with the natural environment and ancestral started excluded in conjunction with the inability of young children to imbibe values in the language of folklore Marori Men Gey. Insistence socio-cultural changes brought by the timber loggers who exploit timber hamlets with the seduction of money makes people Marori Men Gey to think pragmatically who sacrificed their timber village. In this situation the Marori Men Gey lost his imagination to move ahead. This article studied education movement of young people to glue their imagination about the history and the world of the Marori Men Gey to respond to the insistence of social change inevitable. Keywords: initiatives, media education, knowledge of cultural, socio-cultural changes, imagination

Page 6 of 19 | Total Record : 186