cover
Contact Name
Anton Widodo
Contact Email
antonwidodo@metrouniv.ac.id
Phone
+6282281367136
Journal Mail Official
antonwidodo@metrouniv.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ushuluddin Adab Dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri Metro Jl. Ki Hajar Dewantara No.15A, Iringmulyo, Kec. Metro Tim., Kota Metro, Lampung 34112
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam
ISSN : 26851636     EISSN : 26854481     DOI : https://doi.org/10.32332/jbpi
Core Subject : Religion,
Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam, International Standard Serial Number (ISSN) Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam adalah 2685-1636 dan Electronic International Standard Serial Number (E-ISSN) 2685-4481. Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam merupakan jurnal akademik yang menekankan pada isu-isu aktual yang berkaitan dengan bimbingan, penyuluhan, dan konseling Islam. Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam merupakan Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam yang diterbitkan dua kali dalam setahun (setiap enam bulan sekali, terbit bulan Juni dan Desember) oleh Program Jurusan Bimbingan penyuluhan Islam Fakultas Ushuluddin,Adab dan Dakwah . SK ISSN terbit sejak tanggal 18 Juni 2019 dan berlaku sejak terbit Jurnal pertama Vol.1, N.o. 1, Juni 2019. Redaktur menerima kontribusi dari para ahli untuk mengirimkan hasil pemikirannya yang berkaitan dengan dakwah, bimbingan, penyuluhan, dan konseling Islam.
Articles 129 Documents
POLA ASUH ORANG TUA PADA PASIEN PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA KATEGORI SEDANG DI BALAI BESAR REHABILITASI BNN RI Kuway, Tirenia Thesalonica; Dhian Riskiana Putri; Anniez Rachmawati Muslifah
Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/9qf4kr41

Abstract

Penyalahgunaan narkotika merupakan fenomena kompleks yang tidak hanya dipengaruhi oleh faktor individu dan lingkungan sosial, tetapi juga oleh pengalaman pengasuhan yang diterima individu sejak masa kanak-kanak hingga menuju usia dewasa awal. Penelitian ini bertujuan untuk memahami gambaran pola asuh orangtua yang dialami oleh pasien penyalahguna narkotika kategori sedang di Balai Besar Rehabilitasi BNN RI. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode fenomenologi deskriptif. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari empat orang pasien rehabilitasi dengan permasalahan penyalahgunaan narkotika, satu orang asisten psikologi sebagai informan, dan satu orang psikolog klinis sebagai informan kunci. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi selama masa magang dan penelitian, serta dokumentasi yang diperoleh atas izin Lembaga terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh permisif, neglectful (pengabaian), dan otoriter memiliki kecenderungan kuat untuk berkontribusi pada perilaku penyalahgunaan narkotika. Kondisi lingkungan keluarga yang kacau dan minimnya kehangatan emosional menciptakan ketidaknyamanan bagi anak. Hal ini mendorong mereka untuk mencari penerimaan dan kenyamanan dari lingkungan luar, termasuk melalui pergaulan negatif yang berisiko. Temuan ini menegaskan pentingnya kualitas pola asuh dalam membentuk ketahanan psikologis dan kontrol diri anak, terutama selama masa transisi menuju dewasa. Pola asuh yang suportif adalah kunci untuk membantu anak mengembangkan strategi koping stres yang efektif dan regulasi emosi yang baik, sehingga mengurangi kerentanan mereka terhadap penyalahgunaan narkotika.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN RESILIENSI PADA MAHASISWA PERANTAU DI UIN SUNAN AMPEL SURABAYA Najma Fairus; Amanda Fatikhatu Khoirun Nisa; Nihlatul Falasifah
Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam Vol. 8 No. 01 (2026): Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/p5r0g676

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami hubungan antara dukungan sosial dengan tingkat resiliensi pada mahasiswa perantau di UIN Sunan Ampel Surabaya. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif untuk melihat bagaimana resiliensi dan dukungan sosial berkorelasi  pada mahasiswa rantau di UIN Sunan Ampel Surabaya. Studi ini melibatkan 56 mahasiswa sebagai responden. Data yang diperoleh menggunakan skala resiliensi dan dukungan sosial. Selanjutnya data diuji menggunakan regresi linear sederhana menggunakan program lunak IBM SPSS Statistics. Hasil analisis menunjukkan bahwa resiliensi dan dukungan sosial berkorelasi positif dan signifikan (p = 0,048 < 0,05), dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,07. Temuan menunjukkan bahwa tingkat ketahanannya meningkat dengan tingkat dukungan sosial yang diterima mahasiswa perantau. Kondisi ini menunjukkan bahwa mahasiswa lebih mampu mengatasi dan beradaptasi terhadap berbagai tantangan akademik maupun sosial selama menjalani kehidupan di perantauan. Selain itu, hasil penelitihan memberikan pemahaman bahwa dukungan sosial tidak hanya memainkan peran sebagai bentuk bantuan emosional, tidak hanya berfungsi sebagai sumber daya pendukung individu dalam meningkatkan kemampuan adaptasi dan mempertahankan ketahanan diri ketika menghadapi berbagi tekanan dan kesulitan selama menjalani proses transisi di lingkungan akademik dan sosial yang baru.  Implikasi penelitian ini adalah pentingnya perguruan tinggi membangun lingkungan sosial yang suportif melalui pendampingan, penguatan relasi antarmahasiswa, dan dukungan institusional untuk meningkatkan adaptasi akademik dan psikologis mahasiswa perantau.
STRES DAN PATAH HATI PEER COUNSELOR PADA LAYANAN PSYCHOLOGICAL FIRST AID (PFA) DI TEMAN SEHATI Nunung Rahmawati
Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam Vol. 8 No. 01 (2026): Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/yjk6pn64

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman stres dan patah hati peer counselor Psychological First Aid (PFA) di Teman Sehati. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini melibatkan lima peer counselor sebagai partisipan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres pada peer counselor disebabkan oleh tekanan akademik, tanggung jawab organisasi dan pekerjaan, masalah keluarga, serta beban emosional saat menangani klien dengan masalah serupa. Patah hati dipahami sebagai luka emosional akibat kekecewaan atau kehilangan dalam hubungan interpersonal. Peer counselor mengatasi tantangan ini melalui strategi koping yang beragam. Penelitian ini menyoroti pentingnya pelatihan tambahan tentang pengelolaan burnout dan mindfulness serta penguatan lingkungan kerja yang mendukung untuk meningkatkan kesehatan mental dan efektivitas peer counselor.
TRANSFORMASI POLA ASUH RELIGIUS DAN EDUKATIF DALAM KELUARGA KYAI TERHADAP PRESTASI ANAK Najah Farahulhusna; Muhammad Rifa&#039;i Subhi
Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam Vol. 8 No. 01 (2026): Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/c3b7d559

Abstract

Pola asuh religius dalam keluarga kyai selama ini dipahami sebagai pola pengasuhan yang berpusat pada internalisasi nilai-nilai Islam, pembiasaan ibadah, dan pembentukan akhlak. Namun, masih minim penelitian yang menelaah keluarga kyai yang tidak hanya menekankan religiusitas, tetapi juga mengintegrasikan orientasi pendidikan formal dan pencapaian prestasi anak. Penelitian ini berupaya mengisi kekosongan tersebut dengan mengkaji transformasi pola asuh religius-edukatif. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bagaimana nilai keislaman dan pendidikan modern disintesiskan dalam praktik pengasuhan, serta bagaimana integrasi tersebut berdampak pada prestasi anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berdasarkan studi kasus pada salah satu keluarga kyai di Desa Karangjompo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui teknik deskriptif untuk menggali fenomena tersebut. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya pergeseran signifikan dari pola asuh tradisional yang berfokus pada religiusitas menuju model pengasuhan holistik yang memadukan nilai keislaman dengan pendidikan modern. Transformasi tersebut tampak melalui keseimbangan antara rutinitas ibadah dan aktivitas akademik, serta adaptasi keluarga terhadap perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang terbukti berkontribusi pada pembentukan karakter religius dan prestasi anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model pengasuhan religius-edukatif dalam keluarga kyai relevan sebagai paradigma pendidikan keluarga Islam kontemporer untuk membangun generasi Muslim yang berintegritas spiritual dan unggul secara akademik.  
PERAN BIMBINGAN SOSIAL DALAM MENGATASI GRIEFING PADA LANSIA DI PANTI PELAYANAN SOSIAL DEWATA CILACAP Fury Shafa Hartono
Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam Vol. 8 No. 01 (2026): Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/356pz018

Abstract

Lansia merupakan usia yang rentan mengalami kondisi grieving akibat kehilangan pasangan, anak, maupun relasi keluarga yang bermakna. Kondisi tersebut sering kali berdampak pada munculnya rasa kesepian, menarik diri dari lingkungan sosial, serta gangguan emosional lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran bimbingan sosial dalam membantu mengatasi kondisi grieving pada lansia di Panti Pelayanan Sosial Dewanata Cilacap. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Subjek penelitian terdiri dari empat penerima manfaat lansia. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan kondisi grieving lansia serta peran bimbingan sosial yang diberikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lansia mengalami grieving akibat kehilangan orang-orang terdekat, baik karena kematian maupun konflik keluarga. Bimbingan sosial seperti bimbingan kelompok berperan penting dalam membantu lansia mengurangi rasa kesepian, meningkatkan interaksi sosial, mengurangi kebiasaan menyendiri, serta menyediakan ruang yang aman bagi lansia untuk berinteraksi dan mengekspresikan perasaan. Melalui kegiatan bimbingan sosial yang terstruktur dan pendampingan yang berkelanjutan, lansia menunjukkan perubahan perilaku yang lebih positif dan mampu menjalani proses grieving dengan lebih adaptif.
EFEKTIFITAS KONSELING KELOMPOK TEKNIK CINEMATHERAPY UNTUK MEREDUKSI SIKAP PHUBBING PADA SISWA SISWA KELAS XI SMAN 8 SURAKARTA Renanda Asfarina Kaffin Abidin Hashi
Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam Vol. 8 No. 01 (2026): Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/k8frtn57

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas konseling kelompok teknik cinematherapy untuk mereduksi sikap phubbing pada siswa kelas XI SMAN 8 Surakarta. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ialah kuantitatif dengan metode eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah one group pretest-posttest design. Subjek dari penelitian ini merupakan tujuh siswa kelas XI yang terindikasi memiliki sikap phubbing pada kategori tinggi. Subjek tersebut dipilih berdasarkan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket phubbing yang dikembangkan oleh peneliti, melalui uji validitas dan reliabilitas. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk menganalisis efektivitas pemberian intervensi berdasarkan penurunan skor hasil pretest dan posttest. Hasil analisis menunjukkan nilai 0,018 (<0,05), sehingga menyatakan bahwa terdapat penurunan signifikan antara hasil pretest dan posttest. Oleh karena itu, Ha diterima yakni konseling kelompok teknik cinematherapy efektif untuk mereduksi sikap phubbing pada siswa kelas XI. Saran bagi guru BK yaitu dapat menerapkan konseling kelompok teknik cinematherapy untuk mereduksi sikap phubbing pada siswa kelas XI dengan mengacu pada Pedoman Pelaksanaan Eksperimen. Peneliti selanjutnya dapat mengimplementasikan desain penelitian lain, mengembangkan media, atau memperbesar subjek penelitian dengan jumlah jangkauan yang lebih banyak.
EXPLORING SELAWAT AS A RELIGIOUS COPING STRATEGY FOR STRESS AMONG MUSLIM WOMEN EXPERIENCING DUAL-ROLE CONFLICT Karyunah
Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam Vol. 8 No. 01 (2026): Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/rxd7jy89

Abstract

This study examines the role of selawat as a stress-coping mechanism among the Alhidayah female congregants in Kwasen, Pemalang, who experience dual-role conflict in balancing domestic and social responsibilities. Employing a descriptive qualitative design with a field research approach, data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, and analyzed using thematic analysis. The findings indicate that dual-role conflict arises from both internal and external factors and manifests in physical, emotional, and behavioral stress symptoms. The practice of selawat functions as a religious coping strategy by fostering emotional calmness, strengthening spiritual connection with God, and reinforcing social support through collective religious activities. These interconnected mechanisms enable participants to manage stress and adapt more positively to the demands of multiple roles. This study contributes to the growing literature on religious coping by demonstrating how selawat serves not only as a spiritual practice but also as a psychosocial resource for enhancing psychological well-being among women experiencing dual-role conflict. The findings further provide practical insights for integrating culturally and religiously grounded approaches into community-based mental health and counseling programs.
IMPLEMENTASI BIMBINGAN ROHANI ISLAM DALAM PENGEMBANGAN SPIRITUAL WELL-BEING LANSIA TERLANTAR Muhammad Maulid Dio Perkasa; Galih Fajar Fadillah
Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam Vol. 8 No. 01 (2026): Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/nzyvcz32

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan pendampingan spiritual bagi lansia terlantar yang tidak hanya membutuhkan pelayanan sosial, tetapi juga penguatan aspek psikologis dan keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Bimbingan Rohani Islam dalam pengembangan spiritual well-being lansia terlantar di Rumah Singgah Pajang Surakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian meliputi pembimbing rohani, pekerja sosial, pihak Dinas Sosial, dan lansia penghuni rumah singgah. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Bimbingan Rohani Islam berlangsung melalui model pendampingan psikospiritual yang mengintegrasikan pemberian stimulus keagamaan, penguatan coping spiritual, dan pengembangan spiritual well-being lansia. Proses bimbingan dilakukan secara adaptif melalui kegiatan bimbingan kelompok, bimbingan individual, praktik ibadah, dzikir, dan tadzkir yang disesuaikan dengan kondisi fisik, psikologis, serta kemampuan kognitif lansia. Pendampingan tersebut berkontribusi terhadap peningkatan penerimaan diri, penguatan hubungan spiritual dengan Allah Swt., keterhubungan sosial, serta rasa nyaman terhadap lingkungan tempat tinggal. Hambatan utama dalam implementasi layanan berasal dari keterbatasan kondisi lansia dan dinamika pelayanan sosial di rumah singgah yang memerlukan pendekatan fleksibel. Penelitian ini memberikan kontribusi ilmiah dengan menunjukkan bahwa Bimbingan Rohani Islam pada lansia terlantar bukan hanya aktivitas keagamaan, tetapi merupakan proses pendampingan psikospiritual yang bekerja melalui mekanisme coping dan dukungan lingkungan dalam membangun spiritual well-being secara multidimensional.
INTEGRASI ACCEPTANCE AND COMMITMENT THERAPY ISLAMI UNTUK MENGATASI ACADEMIC BURNOUT PADA MAHASANTRI Elis Rosmawati
Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam Vol. 8 No. 01 (2026): Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/yyn2hc44

Abstract

Penelitian ini mengkaji integrasi Acceptance and Commitment Therapy (ACT) berbasis nilai Islami sebagai intervensi untuk mengatasi academic burnout pada mahasantri, yakni mahasiswa yang menjalani pendidikan formal di perguruan tinggi sekaligus mengikuti pembinaan keagamaan di pondok pesantren. Tuntutan ganda dari kehidupan akademik kampus dan kewajiban pesantren menempatkan mahasantri pada risiko tinggi mengalami kelelahan psikologis yang berkepanjangan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi, penelitian ini melibatkan tiga subjek di Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, yang dipilih melalui purposive sampling berdasarkan hasil skrining skor burnout tinggi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi terstruktur, observasi partisipatif, dan jurnal refleksi harian, kemudian dianalisis menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga subjek mengalami academic burnout dalam tiga dimensi yaitu kelelahan emosional, sinisme, dan penurunan efikasi akademik. Integrasi enam proses Hexaflex ACT dengan nilai-nilai spiritual Islam seperti ridha, tawakal, istiqomah, tafakkur, dan dzikir dalam kerangka tazkiyatun nafs terbukti cukup efektif meningkatkan fleksibilitas psikologis dan regulasi emosi subjek. Pasca intervensi, mahasantri menunjukkan peningkatan penerimaan diri, berkurangnya perilaku menghindar, serta komitmen yang lebih kuat terhadap tujuan akademik dan spiritual secara bersamaan.

Page 13 of 13 | Total Record : 129