cover
Contact Name
Firmansyah
Contact Email
firmanyk@gmail.com
Phone
+6261- 6615683
Journal Mail Official
jurnaleduriligia@gmail.com
Editorial Address
Pascasarjana UIN Sumatera Utara Medan Jl. Williem Iskandar Pasar V Medan 20371, Sumatera Utara, Indonesia
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
EDU RILIGIA: Journal of Islamic and Religious Education
ISSN : 25977377     EISSN : 25810251     DOI : http://dx.doi.org/10.47006
EDU RILIGIA: Journal of Islamic and Religious Education sciences formed in year 2017 with E-ISSN 2581-0251 with DECREE No. 0005.25810251/JI. 3.1/SK. ISSN/2017.07-27 July 2017 and P-ISSN 2597-7377 SK No. 0005.25977377/JI. 3.1/SK. ISSN/2017.09-19 September 2017. The study and judgment done by the experts (peer-reviewed). The journal is affiliated to the UIN graduate of North Sumatera Islamic Education study Program located in Medan. The purpose of this journal is to be a writing platform relating to education, research for students, alumni and other academic civitas related to the scope of this journal.
Articles 334 Documents
KARAKTERISTIK GURU PERSPEKTIF M. QURAISH SHIHAB DALAM TAFSIR AL-MISBAH Ahmad Sulaiman
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 1, No 1 (2017): Januari-Maret
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.614 KB) | DOI: 10.47006/er.v1i1.872

Abstract

Abstract: The purpose of this research is to know: (1). Characteristics of teacher perspective M. QuraishShihab in Tafsir Al-Mishbâh. (2). Relevance of teacher characteristics perspective Quraish Shihab inTafsir Al-Mishbâh with characteristics of professional teachers in education Indonesia.Kenis research usedin this research is library research by collecting data and reviewing books that have relevance to thesubject matter. Sources of research data is the book Tafsir Al-Misbâh: Message Impression and Harmonyof the Qur’an. While the secondary book is the books written by M. Quraish Shihab which discuss aboutpemagasi this thesis, as well as other books related to this study. The method used in this research ismaudhû’i method by using content analysis (content analisys). The results of this study are: The characteristicsof perspective teacher M. Quraish Shihab in Tafsir Al-Mishbâh are as follows: The teacher doesthe learning wholeheartedly, conveying all the knowledge that the teacher has to the learners
NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM KISAH ASHABUL KAHFI (ANALISIS KAJIAN ALQURAN SURAH AL-KAHFI: 9-26) Rahmansyah, Achyar Zein, Syamsu Nahar
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 3, No 4 (2019): Oktober-Desember
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.744 KB) | DOI: 10.47006/er.v3i4.6346

Abstract

Abstrak: penelitian ini bertujuan untuk menganalisis:1) Bagaimana penafsiran Alquran pada kisahAshâbul Kahfi menurut para mufassir. 2) Apa saja nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung padakisah Ashâbul Kahfi dalam Alquran, dan 3) Apa relevansi nilai-nilai pendidikan Islam yang terdapatpada kisah Ashâbul Kahfi dengan kondisi masyarakat modern saat ini. Penelitian ini menggunakanmetode kualitatif, dengan menggunakan pendekatan tafsir Tahlili, yang menggunakan sumber primernyaialah Alquran. Di antara buku tafsir yang digunakan ialah tafsir Ibnu Kacîr karya Ibnu Kacîr dantafsir Jalâlain karya Jalaluddian Al-Mahalli dan Jalaluddin As-Ashuyuthi Hasil penelitian menunjukkanbahwa: 1) Penjelasan nilai-nilai yang terdapat dalam nilai-nilai pendidikan Islam dalam kisah AshâbulKahfi dalam Alquran, ialah: Keyakinan tanda-tanda kekuasaan Allah swt. yang telah mengutus parapemuda didalam gua, keyakinan pada perlindungan yang Allah swt berikan kepada hambanya, dankeyakinan terhadap janji Allah mengenai hari kiamat dan hari kebangkitan, berikhtiar dan bertawakkalkepada Allah swt, 2) Terdapat tiga belas nilai pendidikan Islam dalam kisah Ashâbul Kahfi dalamAlquran, ialah: Nilai aqidah, tawadhu, tasamuh (toleransi), ikhtiar, tawakkal, istiqomah, siddiq,zuhud, tafakkur (berpikir), taqwa, wira’i (berhati-hati), i’tsar (mengutamakan kepentingan oranglain, dan muhâsabatun nafsi (intropeksi diri). 3) relevansi nilai-nilai pendidikan Islam dalam kisahAshâbul Kahfi yang terjadi pada kondisi masyarakat saat kini yaitu penurunan terhadap ketakwaankepada Allah swt dan moral terhadap sesama manusia, rasa kegoisan yang tinggi, mudah dalamberkata dusta, selalu merasa bangga diri tanpa memikirkan orang lain, rasa malas dalam prosesuntuk mencari ilmu pengetahuan dan hubbud dunyâ. Kondisi tersebut direlevansikan kepada nilainilaipendidikan Islam dalam kisah Ashâbul Kahfi dalam Alquran bahwa dengan nilai-nilai pendidikanIslam dalam kisah Ashâbul Kahfi ini dapat merubah kondisi ketakwaan terhadap Allah swt danmoral manusia menjadi lebih baik yang berpedoman pada Alquran dan Hadis.
INTEGRASI NILAI-NILAI KEISLAMAN DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI DI SMA ISLAM AL ULUM TERPADU MEDAN M. Nurhadi Amri
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 1, No 4 (2017): Oktober-Desember
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.426 KB) | DOI: 10.47006/er.v1i4.1067

Abstract

Abstrak : This study used a qualitative approach. The research was conducted at Senior High Al ulum Integrated Islamic School Medan. research data collected through observation, interviews, and document analysis.The results revealed that: the policy of implementing the integration of Islamic values in biology learning is based on the historical (historical) and philosophical aspects of Vision and Mission of the Senior High of Al Ulum Integrated Islamic Medan. The learning model illustrates the concept of integration of this interconnect with the visualization of the scientific spider web. In the implementation of the integration of Islamic values Senior high of Al Ulum Integrated Islamic chool has sufficient carrying capacity among others is the MGMP activity that helps in tracing the verses related material. in addition to the infrastructure and training facilities held by the school is very helpful in providing an understanding of the concept of integration that will be implemented in the learning process. (4) the inhibiting factor as the weakness point of the implementation of the integration of Islamic values in biology learning is the ability of teachers especially on the subject of biology, which lacks understanding of the integrated material. besides the main factor was the training which was very minimal done by the school.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan di SMA Islam Al Ulum Terpadu Medan. Data penelitian dikumpulkan melalui pengamatan, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian ini bahwa: Kebijakan pelaksanaan integrasi nilai-nilai keIslaman dalam Pembelajaran Biologi adalah didasarkan pada aspek historis (sejarah) dan filosofis yaitu Visi dan Misi SMA Islam Al Ulum terpadu Medan. Model pelaksanaan integrasi nilai-nilai KeIslaman dalam pembelajaran Biologi di SMA Islam Al Ulum Terpadu Medan dalam pelaksanaan sebatas pada penelusuran ayat-ayat terkait dengan materi yang akan disajikan. Model pembelajaran menggambarkan konsep integrasi interkoneksi ini dengan visualisasi jaring laba-laba keilmuan (scientific spider web) . Dalam pelaksanaan integrasi nilai-nilai KeIslaman SMA Islam Al Ulum Terpadu Medan memilki daya dukung yang memadai diantaranya adalah adanya aktifitas MGMP yang membantu dalam menelusi ayat-ayat yang terkait materi. Selain itu sarana prasarana dan pelatihan yang digelar oleh pihak sekolah sangat membantu dalam memberikan pemahaman tentang konsep integrasi yang akan dilaksanakan dalam proses pembelajaran. Factor penghambat sebagai titik kelemahan dari pelaksanaan integrasi nilai-nilai keIslaman dalam pembelajaran Biologi adalah kemampuan guru khususnya pada mata pelajaran Biologi, yang kurang memahami materi yang diintegrasikan. Selain itu factor utama adalah pelatihan-pelatihan yang sangat minim dilakukan oleh pihak sekolah.Kata Kunci: Integrasi,nilai KeIslaman,Pembelajaran Biologi
EFEKTIVITAS PEMBINAAN PENDIDIKAN AKHLAK PADA ANAK ASUH DI PANTI ASUHAN AL JAM’IYATUL WASHLIYAH KOTA BINJAI Hadi Siswoyo, Saiful Akhyar Lubis, Salminawati
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 2, No 2 (2018): April- Juni
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.283 KB) | DOI: 10.47006/er.v2i2.1721

Abstract

Abstract: The purpose of this study is to describe the effectiveness of fostering moral education in fosterchildren in Al-Jam’iyatul washliyah orphanage Binjai city. The type of this research is qualitative research,the data source in this study is the board, builder, caregiver of orphanage, foster children and communityaround the orphanage. Technique of collecting data in this research is by observation, interview and documentation.The results showed that the orphanage Al-Jam’iyatul Washliyah Binjai city already has the concept/planning of moral coaching and has been applied with as much as possible. The effectiveness of fosteringmorals in foster children in the orphanage is seen from foster children in general istiqamah in obedienceworship, polite, patient and sincere, disciplined, sederha, independent, have a sense ukhuwah Islamiyah,and mujahadah in life.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan efektivitas pembinaan pendidikan akhlak pada anakasuh di panti asuhan Al-Jam’iyatul washliyah kota Binjai. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif,sumber data dalam penelitian ini adalah pengurus, pembina, tenaga pengasuh panti asuhan, anak asuhdan masyarakat sekitar panti asuhan.Hasil penelitian menunjukan bahwa panti asuhan Al-Jam’iyatul Washliyahkota Binjai sudah mempunyai konsep/ perencanaan pembinaan akhlak dan sudah diterapkan dengansemaksimal mungkin. Efektivitas pembinaan akhlak pada anak asuh di panti asuhan tersebut terlihat darianak asuh yang pada umumnya istiqamah dalam ketaatan menjalankan ibadah, sopan, sabar dan ikhlas,disiplin, sederhana, mandiri, memiliki rasaukhuwah Islamiyah, danmujahadah dalam menjalani hidup.
PERANAN SYEKH H. ABDUL HALIM HASAN DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM DI KOTA BINJAI PADA TAHUN 1927 – 1969 Muhammad Alpan Daulay, Hasan Asari, Abd. Mukti
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 2, No 4 (2018): Oktober-Desember
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.996 KB) | DOI: 10.47006/er.v2i4.4074

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk menjelaskan dan menganalisis kondisi sosial, keagamaan dan intelektualKota Binjai pada abad ke 20. (2) Aktivitas Syekh H. Abdul Halim Hasan dalam bidang pendidikanIslam. (3) Faktor pendukung dan penghambat perjuangan Syekh H. Abdul Halim Hasan dalam pengembanganpendidikan Islam di kota Binjai. (4) Relevansi warisan perjuangan Syekh H. Abdul Halim Hasanterhadap pendidikan di kota Binjai saat ini. Penelitian ini adalah penelitian studi tokoh dengan metodesejarah dan pendekatan sejarah sosial. Adapun tiga indikator yang akan dikaji yaitu; Pertama, integritastokoh tersebut. Kedua, karya-karya monumental. Ketiga, kontribusi dalam bentuk pikiran. Adapunprosedur yang digunakan dalam penelitian ini yaitu mencakup empat langkah, yakni heuristik, kritiksumber, analisis/ interpretasi, serta historiografi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Kondisi sosial Binjaisecara sosiologis, berkembang menjadi daerah kosmopolit dengan keberagaman warga kotanya, secarakultural mempunyai penduduk dengan kelompok etnik (Jawa, Aceh, Minang, Karo, Toba, Mandailing,Melayu dan lain-lain) dan religius (Islam, Katolik, Protestan, Hindu, dan Budha). Kondisi keagamaandi Binjai ditandai dengan lahirnya sebuah madrasah yang bernama Madrasah Jam’iyatul Khairiyah.Kondisi intelektual di Binjai tumbuh seiring dengan lahirnya Arabiyah School. (2) Aktivitas AbdulHalim Hasan di Kota Binjai mengajar dengan mengintegrasikan ilmu-ilmu agama dengan ilmu-ilmusains. (3) Faktor pendukung pendidikan di Kota Binjai, pertama, semangat dan keseriusan para saudagarIslam yang ada di Binjai dalam mensupport dana. Kedua, dukungan dari Sultan Langkat dalam bentukwakaf sebidang tanah. Ketiga, sumber daya manusia yang mumpuni dan memadai serta ahli dibidangnya.Keempat, mata pelajaran yang diajarkan pada madrasah Sementara faktor penghambat yaitu kecurigaanpemerintah Kolonial Belanda terhadap keberadaan madrasah (4) Pemikiran dan upayaAbdul HalimHasan tentang pendidikan Islam dari kelembagaan, menggagas perubahan nama madrasah dariJam’iyatul Khairiyah dengan Arabiyah School. Dari segi manajemen, memiliki gagasan agar gurumengajar sesuai dengan keahlian dan pendanaan di Arabiyah School dilakukan dengan swadayamasyarakat dan iuran secara gotong royong melalui zakat, infaq, dan sedekah.Kata Kunci: Peranan, Abdul Halim Hasan, Pengembangan Pendidikan Islam, Binjai
THE VALUES OF ISLAMIC EDUCATION IN THE STORY OF IBRAHIM P.B.U.H (Analysis Of Chapter Al-An'am Verses 74-81 And Chapter Al-Anbiyâ 51-70). Rahman Sutomo, Syamsu Nahar , Abdullah AS
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 3, No 3 (2019): Juli-September
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.413 KB) | DOI: 10.47006/er.v3i3.5621

Abstract

Abstrak: The purpose of this study is to examine the content of Islamic education values in the story of Prophet Ibrahim As in chapter Al-an'am verses 74 to 81 and chapter Al-Anbiyâ verses 51 to 70. Both stories have a thematic relationship from the message they carry. If at chapter Al-an'am verses 74-81, Prophet Ibrahim p.b.u.h found the presence of God by observing the signs in nature then in chapter Al-Anbiyâ verse 51-70, the prophet Ibrahim p.b.u.h conveyed instructions about the presence of God to his people by means of discussion to his people. The methodology used in the study is the Library Study Method. This research belongs to the literature study using the method of content analysis with the Tahlili Method. There is also the research method used is the method of interpretation of the maudhu'i, namely the method of interpreting the Qur'an thematically by summarizing the verses of the Koran that are relevant to the values of education to be studied. The data sources used in this study are the Qur'anic translation of the Ministry of Religion of the Republic of Indonesia, the exegesis of Ibn Kathir, the exegesis of Muhammad Quraiys Shihab al-Misbah, the exegesis of Muhammad Mutawalli Sya'rawi and the exegesis of Fi Zilal Quran sayyid qhutub. The results of this study show the values of Islamic education in the aspects of Aqidah, the story of Prophet Ibrahim p.b.u.h in the chapter Al-an'am verses 74-81 teaches the values of true Aqeedah as follows: 1. The value of Aqeedah. Almighty Allah will not have the "drowning" nature which means that he will not leave his creatures and supervising will always be there for his creatures, Allah will give guidance to His creatures, Allah is the Almighty so that Allah is not equal. 2. Moral values. Morals to Allah (habluminallah): if Allah gives instructions to his servant and answers prayers, then it is an obligation for His servants to accept His instructions and guidance and not obey them. While the values of Islamic education in the story of the prophet Ibrahim p.b.u.h in Al-Anbiyâ chapter verses 51-70, are as follows: 1. The value of Aqeedah, Idols are not worthy of being considered gods because they cannot protect themselves from being destroyed so how can idols protect the devotee. Idols cannot even tell who has destroyed him so that the idol itself cannot also guide his devotee, 2. The Value of Ukhuwah, Morals displayed in the story of Prophet Ibrahim p.b.u.h are noble morals both in the face of his infidel father and facing his people infidel He was not hostile to his father and even prayed for his father. He invited his people to dialogue in conveying the truth. The value of ukhuwah here is ukhuwah insaniyah, 3. The educational value of discussion, Prophet Ibrahim p.b.u.h in conveying the truth and rectifying the mistakes of his people in worship by means of dialogue using logic and persuasive style.Keywords: Chapter Al-An'am, Chapter Al-Anbiyâ, Prophet Ibrahim P.B.U.H, Values, Education, Aqidah, Akhlak, Ukhuwah
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN LANGSUNG DENGAN METODE DRILL UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR DAN KETERAMPILAN PELAKSANAAN IBADAH POKOK BAHASAN PENGURUSAN JANAZAH DI MTs AL-MA’SHUM RANTAUPRAPAT LABUHANBATU Muhammad Abri Harahap
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 1, No 3 (2017): Juli-September
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.417 KB) | DOI: 10.47006/er.v1i3.974

Abstract

Abstract: This Class Action Research is executed to utilize to improve study of maintenance of corpse lesson at IX grade (female) at MTs Al-Ma’shum Rantauprapat Labuhanbatu. This research is aimed to: (1) knowing learning outcomes on the subject maintenance of corpse before using method Drill. (2) knowing implementation learning on the subject maintenance of corpse after using method Drill. (3) knowing student learning outcomes on the subject maintenance of corpse after using method Drill. (4) Knowing improved skills students on the subject maintenance of corpse with using method Drill. (5) knowing evaluate the response of the students learning during the learning process with using method Drill on the subject maintenance of corpse. This research is executed on 09th of February till 15nd of May 2015. The Location of this research is at Mts Al-Ma’shum Rantauprapat Labuhanbatu city North Sumatera. The subyek of this research are the female students of IX year consist of 29 students. Action done in 3 (three) cycles. Each cycle consist of planning step, execuation of action and observation of reflection. Studying was designed with strategy study of direct instruction with method Drill. Data collecting pass by direct observation to educative participant activity parameter in study group with teachear guidance. Technique of written and practical test done to get data is make-up of result leran educative participant at cognate domain and psychomotoric. Enquette and interview used to collect data of educative participant response to strategy study of direct instruction which is applied.
PELAKSANAAN PENGEMBANGAN BAKAT SISWA DALAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER KURSUS KADER DAKWAH (KKD) DI MAN 1 MEDAN Fitri Helena Pulungan, Syafaruddin, Wahyuddin Nur Nasution
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 2, No 1 (2018): Januari-Maret
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.42 KB) | DOI: 10.47006/er.v2i1.1650

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk (1) Untuk mendeskripsikan Program-program Pengembangan Bakat dalam kegiatan ekstrakurikuler Kursus Kader Dakwah di MAN 1 Medan. (2)Untuk mendeskripsikan Pelaksanaan Pengembangan Bakat dalam kegiatan ekstrakurikuler Kursus Kader Dakwah di  MAN 1 Medan. (3) Untuk mengetahui hasil yang dicapai siswa melalui Pengembangan Bakat dalam kegiatan ekstrakurikuler Kursus Kader Dakwah di  MAN 1 Medan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan di MAN 1 Medan pada tahun pelajaran 2016-2017. Subjek penelitian adalah kepala Madrasah, guru pembimbing dan siswa.Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data yang dilakukan yaitu melakukan: Reduksi data, Penyajian data dan Verifikasi data. Hasil penelitian ini adalah: (1)Program-program ekstrakurikuler Kursus Kader Dakwah dalam bidang keagaamaan dan Dakwah untuk melatih retorika dakwah, mengkaji dan menghafal Al-Qur’an, mengkaji (Tauhid, Fiqh) kegiatannya, Dakwah Sabtu Ahad, Penerjunan Tim Safari Ramadhan dibulan Ramadhan, Dakwah, KKD Mingguan atau KKD rutin, Malam Introspeksi Diri Bidang Umum yaitu, pelatihan motivasi diri, jurnalistik dakwah, pelatihan Kepemimpinan. 2). Proses pelaksanaan kegiatan Kursus Kader Dakwah dapat terlaksana dengan baik terbukti dengan adanya antusias yang besar dari siswa yang mengikutinya dan dukungan yang kuat dari pihak madrasah dan alumni, sehingga mereka dapat mengembangkan bakat yang mereka miliki terutama bakat retorika dakwah. 3). Evaluasi kegiatan kursus kader dakwah yaitu dengan menekankan pada tiga aspek, Aspek Kognitif (Fikriyah-Ilmiyah), Aspek Afektif, (Akhlak-Emosional), dan Aspek Psikomotorik (Amaliyah -Kemampuan). Kata Kunci: Ekstrakurikuler Kursus Kader Dakwah,Pengembangan Bakat
KOMPETENSI SOSIAL PENDIDIK DALAM ALQURAN (Kajian Dalam Tafsir Al Azhar) Syahril Amri Hasibuan, Syamsu Nahar, Zulheddi
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 2, No 3 (2018): Juli-September
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.603 KB) | DOI: 10.47006/er.v2i3.2030

Abstract

Abstract: This study aims to analyze: 1) Opinion of mufassir about the values of the educator’s socialcompetency in the interpretation of Al-Azhar, 2) About the Indicator of the educator’s social competencywhich are found in the Qur’an Surah Al Hujurat study in the commentary of Al-Azhar. And 3) Therelevance of the educator’s social competency in the Qur’an and the Law on Teachers and lecturers inforce today. This research is a library research (library research), with the tahlili method because all that isexcavated is sourced from literature. The results of the study show that: 1) the opinions of the commentatorson the values of social competence of educators in the Qur’an. 2) Indicator of the social competenceof educators in QS Al Hujurat (study in Al Azhar interpretation) is the first Adab manners in speaking,Procedures for interacting with the community, Applying the principle of true brotherhood and the spirit oftogetherness both within the school and in the wider community, and being able to avoid bad prejudicesto others, and sharing with others. 3) the values of the social competence of educators contained in theKoran are still relevant to the current law in terms of increasing the professionalism of educators.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1) Pendapat para mufassir tentang nilai-nilai kompetensisosial pendidik yang terdapat dalam Alquran Surah Al Hujurat kajian dalam tafsir Al-Azhar. 2) TentangIndikator kompetensi sosial pendidik yang terdapat dalam Alquran Surah Al Hujurat kajian dalam tafsirAl-Azhar. Dan 3) Relevansi kompetensi sosial pendidik dalam Alquran dan Undang-undang tentang Gurudan dosen yang berlaku saat ini. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research),dengan metode tahlili karena semua yang digali adalah bersumber dari pustaka. Hasil penelitian menunjukkanbahwa: 1) pendapat-pendapat para mufassir tentang nilai-nilai kompetensi sosial pendidik dalam Alquran.2) Indikator kompetensi sosial pendidik dalam Qs Al Hujurat (kajian dalam tafsir Al Azhar) adalahpertama Adab sopan santun dalam berbicara, Tata cara berintraksi dengan masyarakat, Menerapkanprinsip persaudaraan sejati dan semangat kebersamaan baik dilingkungan sekolah maupun di masyarakatluas, serta mampu menghindari prasangka yang buruk kepada orang lain, dan saling berbagi terhadapsesama. 3) nilai-nilai kompetensi sosial pendidik yang terdapat dalam Alquran masih relevan denganUndang-undang yang berlaku saat ini dalam hal meningkatkan profesionalisme pendidik.Kata Kunci; Kompetensi Sosial, Pendidik dan Tafsir
PENERAPAN METODE TAKRIR DAN MURAJA’AH DALAM PEMBELAJARAN AL-QUR’AN DI SD YAYASAN PENDIDIKAN SHAFIYYATUL AMALIYYAH MEDAN Syaiful Azhar Siregar
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 3, No 2 (2019): April- Juni
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.419 KB) | DOI: 10.47006/er.v3i2.5544

Abstract

Abstrak: The research method used is qualitative research. This study uses a qualitative approach. Thestudy was conducted at the Medan Shafiyyatul Education Foundation Elementary School. The researchdata was collected through observation, interviews, and document analysis. The results of the studyrevealed that: 1) Planning of takrir and muraja’ah methods in learning the Qur’an in YPSA ElementarySchool Medan began with teacher selection and training carried out for 2 months, determining the timeof learning, compiling memorization targets, preparing lesson plans according to the target memorization.2) The process of applying takrir methods in Al-Qur’an learning begins with students listening tothe teacher’s reading several times, then following the reading. After memorizing, proceed to the nextverse. That is how the process is carried out until the memorization target or verse is about to bememorized. While the process of applying for the Muraja’ah method starts in the morning, after completingthe midnight prayer in congregation and before the students go home guided by their homeroomteacher. 3) The success of the application of the takrir and muraja’ah methods can be seen from theresults of the evaluations carried out every day after finishing memorization, mid semester and semesterassessments. Overall results show good results. 4) Obstacles to the application of the takrir and muraja’ahmethods in learning the Qur’an in YPSA Elementary School Medan are because there are still studentswho have not been able to read the Qur’an properly and fluently, there are many of the same verses, lessversatile ‘ ah and also lack of time management.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatankualitatif. Penelitian dilakukan di Sekolah Dasar Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Medan. Data penelitiandikumpulkan melalui pengamatan, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian mengungkapkanbahwa: 1) Perencanaan metode takrir dan muraja’ah dalam pembelajaran Al-Qur’an di SD YPSA Medandimulai dengan seleksi dan pelatihan guru yang dilaksanakan selama 2 bulan, menentukan waktu pembelajaran,menyusun target hafalan, menyusun RPP sesuai dengan target hafalan. 2) Proses penerapan metodetakrir dalam pembelajaran Al-Qur’an diawali dengan siswa mendengarkan bacaan guru beberapa kali,kemudian mengikuti bacaan. Setelah hafal dilanjutkan ke ayat berikutnya. Begitulah seterusnya prosesyang dilakukan sampai kepada target hafalan atau ayat yang hendak dihafal. Sedangkan proses penerapanuntuk metode muraja’ah dimulai pagi hari, setelah selesai shalat zuhur berjama’ah dan sebelum siswapulang dengan dibimbing oeh wali kelasnya. 3) Keberhasilan penerapan metode takrir dan muraja’ahdalam dapat dilihat dari hasil dari evaluasi yang dilakukan setiap hari setelah selesai hafalan, penilaianmid semester dan semester. Hasil secara menyeluruh menunjukkan hasil yang baik. 4 ) Hambatanpenerapan metode takrir dan muraja’ah dalam pembelajaran Al-Qur’an di SD YPSA Medan adalah karena masih terdapat siswa yang belum bisa membaca Al-Qur’an dengan baik dan lancar, banyaknyaayat-ayat yang sama, kurang muraja’ah dan juga kurang manajemen waktu.Kata kunci : pembelajaran Al-Qur’an, Metode Takrir dan Metode Muraja’ah.

Page 11 of 34 | Total Record : 334