cover
Contact Name
Endah Setyaningsih
Contact Email
baktimas@untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
baktimas@untar.ac.id
Editorial Address
Sekretariat: Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Tarumanagara (LPPM - UNTAR). Gedung M, Lt. 5, Kampus 1 Universitas Tarumanagara Jl. Letjen S Parman no 1 Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
ISSN : 26210398     EISSN : 26207710     DOI : 10.24912/jbmi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia (P-ISSN 2620-7710 dan E-ISSN 2621-0398) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu : 1. Psikologi 2. Komunikasi 3. Hukum 4. Budaya 5. Bahasa 6. Seni Rupa dan Design Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal ini terutama memuat artikel hasil-hasil penelitian ilmiah, termasuk penelitian normatif.
Articles 675 Documents
PELATIHAN PEMBUATAN SOKET KAKI PALSU MENGGUNAKAN BAHAN BAHAN KOMPOSIT SERAT BAMBU Agustinus Purna Irawan; I Wayan Sukania; Paula T. Anggarina
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v3i2.11644

Abstract

Indonesia is a country rich in natural fibers. Natural fibers have the potential to be developed further into alternative products that are beneficial for the welfare of society. Natural fibers, including bamboo, hemp and rattan, have the potential to be developed into cheap, strong, safe, and comfortable biomaterials. One product that can be developed based on natural fiber composites is a prosthetic leg socket. In this community service activity, manufacturing technology use to build prosthetic sockets includes the usage of bamboo fiber composite materials and an epoxy matrix. One of the Community service activities carried out is the training for Small and Medium Enterprises engaged in the manufacture and marketing of prosthesis products, to produce socket prostheses using epoxy bamboo fiber composite materials. Through this activity, it is hoped that the appropriate technology that has been obtained through research activities funded by the Higher Education research grant, can be more beneficial for Small and Medium Enterprises and be used in the production process of socket prostheses which are cheaper, stronger, environmentally friendly and made with materials which are still abundant. Based on the results of these community service activities, some training has been given to Small and Medium Enterprises so that they can produce prosthetic leg sockets made of bamboo fiber composite material.ABSTRAKIndonesia adalah negara yang kaya dengan serat alam. Serat alam berpotensi untuk terus dikembangkan menjadi produk alternatif yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat. Serat alam antara lain bambu, rami dan rotan, sangat berpotensi untuk dikembangkan menjadi biomaterial yang murah, kuat, aman, dan nyaman. Salah satu produk yang dapat dikembangkan berbasis komposit serat alam adalah soket kaki palsu. Pada kegiatan pengabdian pada masyarakat ini, diimplementasikan teknologi manufaktur pembuatan soket kaki palsu dengan menggunakan bahan komposit serat bambu dan matriks epoksi. Kegiatan pengabdian pada masyarakat yang dilaksanakan adalah pelatihan kepada UMKM yang bergerak di bidang pembuatan dan pemasaran produk prosthesis, untuk memproduksi soket prosthesis dengan menggunakan bahan komposit serat bambu epoksi. Melalui kegiatan ini, diharapkan teknologi tepat guna yang telah diperoleh melalui kegiatan penelitian yang dibiayai oleh hibah penelitian Dikti, dapat lebih bermanfaat bagi Usaha Kecil dan Menengah dan digunakan dalam proses produksi soket prosthesis yang lebih murah, kuat, ramah lingkungan dan bahan yang melimpah. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat, telah diberikan pelatihan kepada Usaha Kecil dan Menengah, sehingga dapat memproduksi soket kaki palsu dari bahan komposit serat bambu 
PENINGKATAN KESADARAN LINGKUNGAN BAGI PENGURUS ORGANISASI SISWA INTRA-SEKOLAH: PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR DARI LIMBAH Renna Eliana Warjoto; Tati Barus
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i1.9605

Abstract

The waste problem in Indonesia has not yet been entirely resolved. The biggest challenge is the lack of waste management awareness in various walks of life. Therefore, we should start the environmental education and waste management awareness as early as possible in families and schools. This activity aimed to train senior high school students, especially the student organization boards, to recycle organic waste into liquid organic fertilizer. The student organization boards are leadership figures at the school. Therefore, through this activity, they were expected to set a good example for other students related to organic waste management and valorization at school. The activity was initiated by an interactive lecture, continued by a liquid organic fertilizer processing workshop and an interactive discussion. At the time of the harvest, one group of participants succeeded in producing liquid organic fertilizer without a foul odor. In general, the participating students stated that liquid organic fertilizer was reasonably easy to produce even though it was not as simple as composting. For future attempts, the combination of activities including organic waste conversion into liquid organic fertilizer or compost and inorganic waste processing into handicraft creations will be more interesting for students. In the long-term point of view, the awareness of the high school students in organic as well as inorganic waste management is expected to increase and becomes a positive impact on the broader environment and communitiesABSTRAK: Persoalan sampah di Indonesia belum sepenuhnya terselesaikan. Tantangan terbesar adalah kurangnya kesadaran tentang pengelolaan sampah di berbagai lapisan masyarakat. Oleh karena itu, kita perlu memulai pendidikan lingkungan dan kesadaran tentang pengelolaan sampah sedini mungkin dalam keluarga dan sekolah-sekolah. Kegiatan ini bertujuan melatih siswa sekolah menengah atas (SMA), khususnya para pengurus Organisasi Siswa Intrasekolah (OSIS) untuk mendaur ulang sampah organik menjadi pupuk organik cair (POC). Para pengurus OSIS adalah figur siswa yang menjadi pemimpin organisasi di sekolah. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini diharapkan mereka dapat menjadi contoh atau teladan yang baik bagi siswa lainnya dalam pengelolaan dan pemanfaatan sampah organik di lingkungan sekolah. Kegiatan ini diawali dengan ceramah interaktif yang kemudian dilanjutkan dengan lokakarya pembuatan POC dan diskusi interaktif. Pada saat panen, satu kelompok peserta berhasil memperoleh POC tanpa bau yang tidak sedap. Secara umum, siswa peserta menyatakan bahwa pembuatan POC cukup mudah dilakukan meskipun tidak sesederhana pembuatan kompos. Untuk kegiatan serupa di masa yang akan datang, kombinasi aktivitas terkait konversi sampah organik menjadi POC dan kompos yang tidak berbau serta pengolahan sampah anorganik menjadi aneka kreasi kerajinan tangan akan lebih menarik bagi para siswa. Dalam jangka panjang, diharapkan kesadaran para siswa dalam mengolah dan memanfaatkan kembali sampah organik maupun anorganik dapat meningkat dan menjadi dampak positif bagi lingkungan masyarakat yang lebih luas.
PELATIHAN DAN EDUKASI POLA HIDUP SEHAT DALAM PENCEGAHAN HIPERTENSI WARGA DI SEKITAR JAKARTA BARAT MELALUI SENAM DAN PENGUKURAN TEKANAN DARAH Alexander Halim Santoso; Novendy Novendy; Susy Olivia Lontoh
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v3i2.9495

Abstract

Hypertension can cause serious health condition such as heart attack, kidney failure and stroke. A person's blood pressure is considered hypertensive if it is 140/90 mmHg, and 139/89 mmHg is called pre-hypertension. An increase of 20 mmHg systolic blood pressure or 10 mmHg diastolic blood pressure can increase the risk of death from ischemic heart disease and stroke. Living a healthy lifestyle for at least 4-6 months has been shown to lower blood pressure and can lower the risk of cardiovascular problems. The recommended healthy lifestyles include weight loss, reducing salt intake, exercise, reducing alcohol consumption, and quitting smoking. Lifestyle is an important risk factor for hypertension in young adult. The team leader visited the cadres at the village office to convey the objectives of the service activities. The distribution of invitations was carried out by cadres from Kelurahan Tomang and Kelurahan Grogol. Participants registered and then filled out a questionnaire. Then they were directed to check blood pressure. After that, participants filled out the questionnaire and watch the exercise demo. This service activity involves Medical students of the Tarumanagara University. The number of residents who participated in this event were in total of 181 residents from Tomang and Grogol, West Jakarta. The results of blood pressure measurements, found that 88.4% of residents had blood pressure classified as normal. The mean systolic blood pressure was 130.82 mmHg, and the diastolic blood pressure 77.69 mmHg. Continuous efforts are needed in the form of counseling to continue to increase hypertension awareness.ABSTRAK:Hipertensi adalah faktor penyebab timbulnya penyakit berat seperti serangan jantung, gagal ginjal dan stoke. Tekanan darah orang dikatakan hipertensi apabila 140/90 mmHg dan 139/89 mmHg disebut prahipertensi. Peningkatan 20 mmHg tekanan darah sistolik atau 10 mmHg tekanan darah diastolik dapat meningkatkan risiko kematian akibat penyakit jantung iskemik dan stroke. Menjalankan pola hidup sehat setidaknya selama 4–6 bulan terbukti dapat menurunkan tekanan darah dan secara umum dapat menurunkan risiko permasalahan kardiovaskular. Beberapa pola hidup sehat yang dianjurkan di antaranya penurunan berat badan, mengurangi asupan garam, olahraga, mengurangi konsumsi alkohol, dan berhenti merokok. Gaya hidup merupakan faktor risiko penting timbulnya hipertensi pada seseorang di usia dewasa muda. Pada hari yang telah disepakati, ketua tim melakukan kunjungan kepada para kader di kantor kelurahan untuk menyampaikan tujuan kegiatan pengabdian. Selanjutnya, penyebaran undangan dilakukan oleh para kader dari Kelurahan Tomang dan Kelurahan Grogol. Pada hari pelaksanaan, peserta melakukan registrasi dan kemudian mengisi kuesioner. Selanjutnya peserta diarahkan untuk pemeriksaan tekanan darah. Setelah pengukuran tekanan darah, peserta dikumpulkan kembali untuk melanjutkan pengisian kuesioner dan melihat demo senam melalui video. Kegiatan pengabdian ini melibatkan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Jumlah warga yang harid sebanyak 181 warga dari Kelurahan Tomang dan Grogol Jakarta Barat, Hasil pengukuran tekanan darah, didapatkan 88,4% warga tekanan darahnya tergolong normal. Rata-rata tekanan darah sistolik adalah 130,82 mmHg, dan tekanan darah diastolik 77.69 mmHg. Diperlukan upaya berkelanjutan dalam bentuk penyuluhan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan pengetahun masyarakat akan Hipertensi.
KAMI-PMO TB (EDUKASI DAN PENDAMPINGAN PENGAWAS MENELAN OBAT TB) DALAM PENGENDALIAN MDR TB Mareta Dea Rosaline; Santi Herlina
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v3i2.9475

Abstract

Tuberculosis control in Indonesia is still not optimal. The problem of MDR TB (Multidrug-Resistant Tuberculosis) is an obstacle to controlling TB in Indonesia. MDR TB is caused by no response from TB germs to treatment isoniazid and rifampicin, anti-tuberculosis drugs. TB incidence rate in Serang district ranks second in Banten Province after Tangerang. The number of pulmonary TB cases is due to the lack of public knowledge and awareness about pulmonary TB disease. To reduce the adverse effects of MDR TB requires the involvement of cadres or family members who controlling drug ingestion (PMO). The form of activities carried out through the formation of cadres to care for TB through the KAMI-PMO TB (Education and Assistance for TB Medication Supervisors) in Desa Baros, Kabupaten Serang. The purpose is to increase the commitment, ability, and knowledge of cadres as coordinator of PMO (Drug Swallow Supervisor) to control MDR TB. The method of implementing activities is counseling, demonstrations, and assistance to cadres. The media used were PPT, WE-PMO TB Booklet, and educational videos. The result of the training was an increase in the ability of cadres in providing PMO counseling by 87%. The Paired T-Test analysis results showed a p-value of 0.000, which means that the training conducted affected cadres' knowledge of PMO TB. In conclusion, education and assistance to cadres have a good influence in increasing knowledge and abilities. The expected result is TB care cadres can provide aid and become the coordinator of TB PMO (Drug Ingestion Supervisor).  ABSTRAK:Pengendalian Tuberculosi di Indonesia masih belum optimal.Permasalahan MDR TB (Multidrug Resistant Tuberculosis) merupakan hambatan pengendalian TB di Indonesia. MDR TB disebabkan tidak ada respon kuman TB terhadap pengobatan isoniazid dan rifampizin yang merupakan obat anti tuberculosis. Angka kejadian TB di kabupaten Serang menempati urutan kedua di Provinsi Banten setelah Tangerang, dan banyaknya kasus TB Paru dikarenakan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang penyakit TB Paru masih kurang. Untuk mengurangi dampak buruk MDR TB dibutuhkan keterlibatan peran serta kader peduli TB atau anggota keluarga yang berperan dalam pengawasan menelan obat (PMO). Bentuk kegiatan yang dilakukan sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat melalui pembentukan kader peduli TB  melalui KAMI-PMO TB (Edukasi dan Pendampinga Pengawas Menelan Obat TB) di Desa Baros Kabupaten Serang. Tujuan dari pengabdian masyarakat adalah meningkatkan komitmen, kemampuan dan pengetahuan kader sebagai koordinator PMO (Pengawas Menelan Obat) dalam upaya pengendalian MDR TB. Metode pelaksanaan kegiatan adalah penyuluhan, demontrasi, dan pendampingan kader. Media yang digunakan yaitu PPT, Booklet KAMI-PMO TB , dan video edukasi. Hasil dari kegiatan adalah meningkatnya kemampuan kader dalam memberikan penyuluhan PMO cukup tinggi sebesar 87%. Hasil analisis uji Paired T- Test didapatkan nilai p value 0,000 yang artinya ada pengaruh pelatihan yang dilakukan terhadap pengetahuan kader tentang PMO TB. Kesimpulannya edukasi dan pendampingan kepada kader memiliki pengaruh yang baik  dalam meningkatkan pengetahuan dan kemampuan, sehingga hasil yang diharapkan kader peduli TB dapat melakukan pendampingan pada pasien TB dan menjadi koordinator PMO (Pengawas Menelan Obat) TB dalam upaya pengendalian MDR TB
PERAN WANITA DALAM PENINGKATAN EKONOMI KELUARGA MELALUI USAHA HOMESTAY BERBASIS RUMAH TINGGAL DI DESA WISATA KAMPOENG BOENGA GRANGSIL Tonny Suhartono; Diyah Sukanti Cahyaningsih; Sri Widayati
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v3i2.9514

Abstract

Tourist destinations should have adequate facilities, such as easy access, destination attractions, and accommodation. Homestay businesses have a very promising potential in improving the economy of the Tourism Village. The condition in Kampoeng Boenga Grangsil, Jambangan Village, Dampit District, Malang Regency still needs improvement. Kampoeng Boenga Grangsil still provides flower shopping destinations, educational flower tourism, and attractive photo spots, but does not have a homestay concept. The team of community service offers assistance in opening a home-based homestay business. This service started with potential data collection and socialization about the homestay business. The community was expected to understand the function and concept of a tourist village homestay. The service team involves the role of PKK members. The role of women especially housewives is very dominant in realizing the concept of a homestay that joins household activities to create the atmosphere of village life that tourists expect. In this concept, the family's daily life will become a commodity. Homestay-based households are intended to provide a unique experience with guest involvement in daily activities. Village atmosphere, clean environment, and the life of flower farmers hopefully will attract prospective lodgers. In addition to focusing on homestay management efforts, the community is also accompanied by procedures for receiving guests and guiding, as well as managing homestay finances. The results of this dedication are expected to be able to provide a discourse for new creative endeavors for PKK members in Grangsil Hamlet, thereby empowering the role of women in supporting the family economy. ABSTRAK:Destinasi wisata hendaknya memiliki sarana yang memadahi, yaitu kemudahan akses, daya tarik destinasi, dan akomodasi. Usaha Homestay di kawasan wisata memiliki potensi yang sangat menjanjikan dalam meningkatkan ekonomi masyarakat Desa Wisata. Kondisi di kampoeng Boenga Grangsil Desa Jambangan Kecamatan Dampit Kabupaten Malang, yang sedang berkembang menjadi destinasi wisata baru, masih perlu peningkatan. Sebelum kegiatan pengabdian ini, Kampoeng Boenga Grangsil masih menyediakan destinasi belanja bunga, edukasi wisata bunga, dan spot foto yang menarik, namun belum memiliki konsep homestay. Dalam rangka pengabdian masyarakat, tim menawarkan bentuk pendampingan pembukaan usaha homestay berbasis rumah tinggal. Pengabdian ini dilaksanakan dengan diawali pendataan potensi dan sosialisasi tentang usaha homestay. Upaya awal ini dilakukan agar masyarakat memahami fungsi dan konsep homestay desa wisata. Dalam mewujudkan usaha berbasis rumah tangga ini tim pengabdi melibatkan peran ibu-ibu anggota PKK. Peran wanita khususnya ibu rumah tangga sangat dominan dalam mewujudkan konsep homestay yang bergabung dengan kegiatan rumah tangga, untuk mewujudkan suasana kehidupan desa yang diharapkan wisatawan. Pada konsep homestay berbasis rumah tinggal ini, keseharian keluarga akan menjadi komoditas. Homestay berbasis rumah tangga ditujukan untuk menghadirkan  pengalaman tersediri dengan keterlibatan tamu pada kegiatan sehari-hari. Diharapkan suasana desa yang sejuk, lingkungan yang bersih,  dan kehidupan petani bunga menjadi daya tarik calon penginap di homestay ini. Selain fokus pada usaha pengelolaan homestay, masyarakat didampingi pula tata cara penerimaan tamu dan guiding, serta pengelolaan keuangan homestay. Hasil dari pengabdian ini diharapkan mampu memberikan wacana usaha kreatif baru pada ibu-ibu anggota PKK di Dusun Grangsil, sehingga memberdayakan peran wanita dalam menyokong ekonomi keluarga 
PENINGKATAN KUALITAS PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN MANUAL MENJADI DIGITALISASI AKUNTANSI SEDERHANA PADA PELAKU UMKM DI KABUPATEN SERANG Ayunita Ajengtiyas Saputri Mashuri; Husnah Nur Laela Ermaya
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i1.9501

Abstract

The results of observations made in the field show that, both manual and computerized accounting records cannot be applied properly to MSME players due to the absence of sufficient human resources to support the implementation of digitalized accounting both using mobile gadgets and computerized accounting. This expertise is needed to increase the skills of MSME entrepreneurs in developing their respective businesses. Therefore, this service is focused on training MSME players for training on digitizing accounting using accounting application software (SiApik and Zahir Simply) in Serang Regency. The stages carried out in the following abdimas activities are: 1) providing scientific training on accounting both manual and SiApik and Zahir Simply to prospective SMEs, 2) provide teaching to MSME actors knowledge and skills in the field of accounting, 3) carry out continuous monitoring and assistance to prospective MSME actors so that the accounting learning process, both manual and zahir accounting, can run well in the environment of MSME actors in Serang Region. The number of participants is 23 people. This community service activities have been carried out well through Webinar using Google Meet media and have been have been held on two days, 18 to 19 July 2020ABSTRAK:Dalam hasil observasi yang dilakukan di lapangan menunjukkan bahwa, pencatatan akuntansi baik secara manual maupun komputerisasi masih belum dapat diterapkan dengan baik pada para pelaku UMKM dikarenakan tidak adanya sumber daya manusia yang cukup mendukung dalam implementasi penerapan akuntansi secara digitalisasi baik dengan menggunakan gadget mobile dan komputerisasi akuntansi. Keahlian ini sangat diperlukan untuk menambah keterampilan para pelaku usaha UMKM dalam mengembangkan usaha masing-masing para pelaku usaha. Oleh karena itu kegiatan pengabdian difokuskan pada pelatihan para pelaku UMKM untuk pelatihan digitalisasi akuntansi dengan menggunakan software aplikasi akuntansi (SiApik dan Zahir Simply) di Kabupaten Serang. Tahapan-tahapan yang dilakukan dalam kegiatan abdimas berikut adalah: 1) memberikan pelatihan keilmuan tentang akuntansi baik manual maupun SiApik dan Zahir Simply kepada para calon pelaku UMKM, 2) memberikan pengajaran terhadap para pelaku UMKM pengetahuan dan ketrampilan dalam bidang Akuntansi, 3) melakukan pemantauan dan pendampingan yang berkesinambungan terhadap para calon pelaku UMKM hingga proses pembelajaran akuntansi baik secara manual maupun zahir accounting dapat berjalan dengan baik di lingkungan pelaku UMKM di Kabupaten Serang. Jumlah peserta adalah sebanyak 23 orang. Kegiatan pengabdian masyarakat telah terlaksana dengan baik melalui Webinar dengan menggunakan media Google Meet dan telah dilaksanakan hanya dalam 2 hari yaitu pada tanggal 18 dan 19 Juli 2020
PERENCANAAN EKSTERIOR MAJELIS TAKLIM AL MUSA’ADAH, PARUNG PANJANG, BOGOR BERDASARKAN KONSEP ARSITEKTUR ISLAM Yunita Ardianti Sabtalistia; Sintia Dewi Wulanningrum
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v3i2.9453

Abstract

Majelis Taklim Al Musa'adah is located in Parung Panjang, Bogor, West Java. The front view of the majelis taklim building is almost the same as the residence and there is no Majelis Taklim sign in front of the building. Considering the function of majelis taklim as a place for teaching and learning Islam, the Majelis Taklim should have the concept of Islamic architecture on it’s exterior. Based on these problems, the purpose of this PKM is to plan the exterior of Majelis Taklim Al Musa'adah with the concept of Islamic architecture. The initial stage in this activity is collecting secondary data (literature review) and primary data (measurement data and interviews with partners). Discussions with partners (Management of the Majelis Taklim) and the Head of RT 04 Kabasiran village need to be carried out in order to reach a design agreement that is in accordance with the partners' needs and conditions in the field. The concept of Islam is seen in the dome model and the krawangan pattern. The krawangan hole in the entrance area is made of a dome model and the krawangan pattern is made hexagonal. The hexagonal was chosen because this shape has many features. In Islam, bees and honey are implied in the verses of the Al-Qur'an. In addition, leaf tendrils are used for 3D krawangan side of the building. It is hoped that the exterior planning design can be used as a design reference for the next PKM activity.ABSTRAK:Majelis Taklim Musa’adah yang berlokasi di RT 04, RW 01, Jalan Raya Dago, Desa Kabasiran, Parung Panjang, Bogor, Jawa Barat adalah salah satu majelis taklim di Parung Panjang yang dikhususkan untuk perempuan dan anak-anak. Tampilan depan bangunan majelis taklim ini hampir sama dengan rumah tinggal dan tidak ada papan nama Majelis Taklim di depan bangunannya. Mengingat fungsi majelis taklim sebagai tempat belajar-mengajar agama Islam maka seyogyanya Majelis Taklim ini mempunyai konsep Arsitektur Islam pada tampilan luarnya (eksterior). Berdasarkan permasalahan tersebut maka tujuan PKM ini adalah membuat perencanaan eksterior Majelis Taklim Al Musa’adah dengan konsep Arsitektur Islam. Desain perencanaan eksterior yang dihasilkan meliputi gambar 2 dimensi yang terdiri dari: gambar denah, tampak, dan potongan serta gambar perspektif 3 dimensi. Tahapan awal dalam kegiatan ini adalah mengumpulkan data sekunder (kajian literatur) dan data primer (data pengukuran dan wawancara dengan mitra). Diskusi dengan mitra (pengurus majelis Taklim) dan Ketua RT 04 desa Kabasiran perlu dilakukan agar mencapai kesepakatan desain yang sesuai dengan kebutuhan mitra dan kondisi di lapangan. Konsep islam terlihat pada model kubah dan pola krawangan. Lubang krawangan di daerah entrance dibuat model kubah dan pola krawangan dibuat heksagonal. Heksagonal dipilih karena bentuk tersebut mempunyai banyak keistimewaan. Di dalam islam, lebah dan madu tersirat di dalam ayat Al-Qur’an. Selain itu motif sulur daun digunakan untuk krawangan 3D sisi samping bangunan. Hasil desain perencanaan eksterior diharapkan dapat dijadikan acuan desain untuk tahap pelaksanaan kegiatan PKM berikutnya.
PENGEMBANGAN WISATA TERPADU BERBASIS ENTREPRENEURSHIP OLEH BUMDES MUGIBANGKIT sri nathasya Br Sitepu
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i1.9644

Abstract

assistance is carried out by lecturers at the Faculty of Business Management and lecturers at the Faculty of Architecture, Ciputra University, Surabaya. Assistance was given to all managers of the Mugibangkit BUMDES. Assistance is provided through five stages, namely: a) observation of the condition of the Mugibangkit BUMDES, b) potential exploration, c). socialization of the concept of entrepreneurship, d), execution of integrated tourism development, e) evaluation of integrated tourism development. Assistance to BUMDES managers provides benefits from educational and economic aspects. The benefits of education are in the form of increased entrepreneurial knowledge and the ability to create business units. Benefits from the economic aspect include the successful development of a new business unit (Integrated Tourism) as one of the business units in the Mugibangkit BUMDES.Pendampingan ABSTRAK:pengembangan wista terpadu berbasis entrepreneurship dilakukan dosen Fakultas Manajemen Bisnis dan dosen Fakultas Arsitektur Universitas Ciputra Surabaya.  Pendampingan diberikan kepada seluruh pengelola BUMDES Mugibangkit. Pendampingan diberikan melalui lima tahapan yaitu:  a) observasi kondisi BUMDES Mugibangkit, b) penggalian potensi, c). sosialisasi konsep entrepreneurship, d), eksekusi pengembangan wisata terpadu, e) evaluasi pengembangan wisata terpadu. Pendampingan kepada pengelola BUMDES memberikan manfaaat dari aspek pendidikan dan ekonomi. Manfaat pendidikan berupa peningkatkan pengetahuan entrepreneurship dan kemampuan dalam menciptakan unit bisnis. Manfaat dari aspek ekonomi berupa keberhasilan pengembangan unit bisnis baru (Wisata Terpadu) sebagai salah satu unit bisnis pada BUMDES Mugibangkit. 
GERAKAN RAMAH LINGKUNGAN PADA PRODUK RITEL DI PASAR TRADISIONAL PONDOK LABU JAKARTA SELATAN Nur Hidayah Nur Hidayah; Thea Herawati Rahardjo Thea Rahardjo
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v3i2.9516

Abstract

The Community Service (PKM) activity aims to introduce environmentally friendly marketing to retail products found at Pondok Labu Market, South Jakarta. The partner that was chosen for this activity is the owner of the retail shop named ‘Bunda’, which sells fashion products. The owner has been in the business for a long time but does not have knowledge of environmentally friendly marketing strategies in modern traditional markets. Nowadays, the society is smarter and more considerate towards the environment, the high awareness about various environmental problems has led to a shift in consumer behavior, whereby consumer pose a different attitude towards green lifestyles .The methods offered in this activity include training in the form of socializing the importance of environmentally friendly marketing in operating a retail business. The activity also provides assistance to retail stores in environmentally friendly marketing activities to become a role model for other retail stores. The socialization was carried out online, among others, providing knowledge related to marketing strategies to be able to compete. Socialization related to government regulations regarding environmentally friendly packaging and social responsibility as a business actor. Assisting the business owner through the introduction of environmentally conscious packaging has also been done by discussing packaging materials, shapes and colors. Delivery of packaging via JNE (local courier service) to partners. The results show there has been an increase in partners' knowledge about environmentally friendly marketing. Partners have replaced plastic shopping bags with eco-friendly shopping bags, so the products sold have higher selling value than competitors.ABSTRAK:Kegiatan PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) bertujuan untuk pengenalan  pemasaran ramah lingkungan pada produk ritel yang terdapat di Pasar Pondok Labu Jakarta Selatan. Kegiatan ini dilakukan dengan melihat permasalahan yang terdapat di toko ritel. Mitra yang dipilih pada kegiatan ini adalah pemilik toko ritel Bunda yang menjual produk fashion yang sudah lama melakukan usaha namun belum memiliki pengetahuan tentang strategi pemasaran yang ramah lingkungan pada pasar tradisional yang sudah modern. Masyarakat semakin pintar dan peduli akan lingkungan, tingginya kesadaran tentang berbagai masalah lingkungan telah menyebabkan pergeseran tingkah laku konsumen, perubahan sikap konsumen terhadap gaya hidup hijau. Metode yang ditawarkan dalam kegiatan ini meliputi pelatihan dalam bentuk sosialisasi akan pentingnya pemasaran ramah lingkungan dalam menjalankan usaha ritel. Selain itu melakukan pendampingan pada toko ritel dalam kegiatan pemasaran ramah lingkungan untuk menjadi percontohan pada toko ritel lainnya. Sosialisasi pemasaran  gerakan ramah lingkungan telah dilakukan secara daring antara lain memberikan pengetahuan terkait strategi pemasaran untuk mampu bersaing. Sosialisasi terkait peraturan pemerintah mengenai kemasan yang ramah lingkungan dan juga tanggung jawab social sebagai pelaku bisnis. Pendampingan kemasan yang berorientasi ramah lingkungan telah dilakukan dengan mendiskusikan bahan, bentuk,dan warna kemasan. Pengiriman kemasan melalui JNE kepada mitra . Hasil kegiatan menunjukkan tejadinya peningkatan pengetahuan mitra tentang pemasaran ramah lingkungan, selain itu mitra telah  mengganti kantong plastik belanja dengan kantong tas belanja yang lebih ramah terhadap lingkungan, sehingga produk yang dijual memiliki nilai jual lebih dibandingkan pesaing
PENGEMBANGAN SISTEM DAN MEKANISME TATA KELOLA KEUANGAN SERTA ANGGARAN ORGANISASI NIRLABA Widyasari -; Syanti Dewi; Nataherwin -
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i1.10941

Abstract

ABSTRAK Pengabdian masyarakat ini dilakukan adalah untuk memenuhi kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi dan untuk membantu masyarakat khususnya organisasi nirlaba tentang penyusunan mekanisme dan tata kelola keuangan dan mendampingi mereka agar bisa lebih mandiri dalam menyusun anggaran dan arus kas.  Mitra kami adalah suatu komunitas dimana adalah sebuah perkumpulan/ organisasi nirlaba yang bertujuan untuk mencapai tujuan dalam hal pendidikan, sosial, dll. Mitra kami belum memiliki pengelolaan kas yang efektif, dilakukan pembuatan estimasi (proyeksi) arus kas masuk dan keluar secara periodik, baik itu setahun, semester, triwulan bahkan bulanan.  Mitra kami untuk setiap kegiatan yang diadakan tidak pernah membuat anggaran. Karena keterbatasan pengetahuan pengurus organisasi, maka pimpinan Komunitas Santo Leopold meminta kami selaku team dosen agar dapat membantu mitra dalam mengaplikasikan system tata kelola keuangan serta anggaran. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan pengelolaan keuangan agar lebih efektif dan pembuatan planning keuangan yaitu anggaran. Agar kedapannya organisasi ini masih terus bertumbuh menjadi organisasi yang lebih baik. Target khusus penyuluhan ini adalah supaya mitra  kedepannya bisa membuat anggaran dan arus kas secara lebih mandiri dan dan lebih mandiri dalam membuat tata kelola keuangan yang baik. Kegiatan ini akan dilakukan di tempat Mitra.. Kegiatan penyuluhan ini dikemas dalam bentuk ceramah, tutorial dan tanya jawab.  Materi ceramah disajikan dalam bentuk power point. Setelah itu kita memberikan pendampingan ke mitra. Evaluasi dilakukan di akhir kegiatan penyuluhan ini.ABSTRACT This community service is carried out to fulfill the activities of the Tridharma of Higher Education and to help the community, especially non-profit organizations, regarding the preparation of financial management and mechanisms and to assist them to be more independent in preparing budgets and cash flow. Our partner is a community which is a non-profit association / organization that aims to achieve goals in educational, social, etc. Our partners do not yet have effective cash management, making estimates (projections) of cash inflows and outflows periodically, be it a year, semester, quarterly or even monthly. Our partners for every activity that are held never make a budget. Due to the limited knowledge of the organization management, the leaders of the Santo Leopold Community asked us as a team of lecturers to be able to help partners in applying the financial and budget management system. The purpose of this activity is to provide knowledge of financial management to make it more effective and make financial planning, namely the budget. So that the establishment of this organization will continue to grow into a better organization. The specific target of this extension is so that future partners can make budgets and cash flows more independently and and more independently in making good financial governance. This activity will be carried out at the partner's place. This outreach activity is packaged in the form of lectures, tutorials and questions and answers. Lecture material is presented in the form of power points. After that we provide assistance to partners. Evaluation is carried out at the end of this outreach activity.