cover
Contact Name
Endah Setyaningsih
Contact Email
baktimas@untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
baktimas@untar.ac.id
Editorial Address
Sekretariat: Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Tarumanagara (LPPM - UNTAR). Gedung M, Lt. 5, Kampus 1 Universitas Tarumanagara Jl. Letjen S Parman no 1 Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
ISSN : 26210398     EISSN : 26207710     DOI : 10.24912/jbmi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia (P-ISSN 2620-7710 dan E-ISSN 2621-0398) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu : 1. Psikologi 2. Komunikasi 3. Hukum 4. Budaya 5. Bahasa 6. Seni Rupa dan Design Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal ini terutama memuat artikel hasil-hasil penelitian ilmiah, termasuk penelitian normatif.
Articles 675 Documents
PERAN GURU DALAM MEMBANGUN REPUTASI SEKOLAH MELALUI KOMUNIKASI ORGANISASI Sinta Paramita; Riris Loisa; Yugih Setyanto
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v3i2.9339

Abstract

Problems related to organizational communication climate are still a severe problem in Indonesia. Cases related to conflict problems in various organizations occur at multiple levels, ranging from small organizations or institutions to rice, including educational institutions. By creating an atmosphere of an excellent organizational communication climate, educational services such as learning, and others can make the school's image and reputation. Therefore, the Fikom Untar PKM Team strives to help schools build a good reputation in organizational communication. The theme raised by the Fikom Untar PKM Team was "The Role of Teachers in Building School Reputation through Organizational Communication," which will be implemented at Lia Stephanie School, West Jakarta, which is considered to be able to help solve problems faced by schools. The method used in solving this problem is to map the problem and provide the right solution. The results obtained from these activities, the participants know and understand the understanding of internal communication principles, how to build a corporate image, and the elements of organizational culture, by increasing knowledge of organizational communication, it is hoped that a good organizational communication climate can be created.ABSTRAK:Masalah terkait iklim komunikasi organisasi masih menjadi persoalan yang serius di Indonesia. Kasus-kasus terkait masalah konflik dalam organisasi jamak terjadi di berbagai level baik organisasi atau institusi dalam cakupan kecil hingga beras termasuk institusi pendidikan seperti sekolah. Dengan menciptakan suasana iklim komunikasi organisasi yang baik, pelayanan pendidikan seperti pembelajaran dan lain-lain dapat menciptakan citra dan reputasi bagi sekolah tersebut. Oleh sebab itu Tim PKM Fikom Untar berupaya membantu sekolah dalam membangun reputasi yang baik dalam komunikasi organisasi. Tema yang diangkat oleh Tim PKM Fikom Untar adalah “Peran Guru Dalam Membangun Reputasi Sekolah Melalui Komunikasi Organisasi” yang akan dilakukan di Sekolah Lia Stephanie Jakarta Barat, dirasa dapat membantu dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi sekolah. Metode yang digunakan dalam menyelesaikan masalah ini adalah dengan melakukan pemetaan permasalahan dan memberikan solusi yang tepat. Hasil yang diperoleh dari kegiatan tersebut peserta mengetahui dan memahami terkait pemahaman asas komunikasi internal, cara membangun citra organisasi, dan elemen budaya organisasi, dengan meningkatnya pemahaman terkait komunikasi organisasi diharapkan dapat menciptakan iklim komunikasi organisasi yang baik.  
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT UNTUK MENCEGAH KEMATIAN BAYI : PEMINJAMAN GRATIS INKUBATOR UNTUK SELURUH NUSANTARA Ibnu Roihan; Juan Karnadi; Arbi Riantono; Raldi Artono Koestoer
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v3i2.9414

Abstract

One of the 17 frameworks for the Sustainable Development Goals (SDGs) program is about healthy life and encouraging prosperity for all ages. The Indonesian government, within the framework of SDGs targeting NMR, can decrease to 12 deaths per 1000 births. The existence of an incubator as a premature baby warmer device is essential. But such health facilities in the area are still lacking. The Grashof Portable Home Inkubator, one of the innovations from Universitas Indonesia, was lent free of charge as one of the product-based community engagement activities from 2012 to the present. It was lent freely to the mother's baby's home from the lower-class community. The network of volunteer agents is at the forefront of implementing this activity in many locations in Indonesia. The volunteer agents replace the primary cost production of the incubator so the problem of funds can be overcome. Socialization and collaboration with all levels of society, both individuals and institutions, is carried out so that more premature babies can be helped. From 2012 until now, this activity has helped more than 3000 babies carried out by volunteer agents who already exist in 22 provinces spread over 103 locations. This activity has increased to community empowerment, which directs or indirectly helps government programs in reducing infant mortality. Public awareness to help others, especially poor people, can make life's welfare betterABSTRAK:Salah satu dari 17 kerangka kerja program Sustainable Development Goals (SDGs) adalah tentang kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan bagi semua orang di segala usia. Pemerintah Indonesia dalam kerangka SDGs menargetkan angka kematian bayi / neonatal (AKB/AKN) turun menjadi 12 kematian per 1000 kelahiran. Keberadaan inkubator sebagai alat penghangat bayi prematur sangatlah penting. Namun fasilitas kesehatan seperti itu di daerah tersebut masih kurang. Inkubator Grashof Portabel yang merupakan salah satu produk inovasi dari Universitas Indonesia ini dipinjamkan secara cuma-cuma sebagai salah satu kegiatan pengabdian masyarakat berbasis produk dari tahun 2012 hingga saat ini. Inkubator dipinjamkan secara gratis ke rumah orangtua bayi dari golongan pra-sejahtera. Jejaring relawan menjadi garda terdepan dalam pelaksanaan kegiatan ini di banyak lokasi di Indonesia. Agen relawan mengganti biaya pokok produksi inkubator sehingga masalah dana bisa teratasi. Sosialisasi dan kerjasama dengan seluruh lapisan masyarakat baik individu maupun institusi dilakukan agar lebih banyak bayi prematur yang dapat tertolong. Sejak tahun 2012 hingga saat ini kegiatan ini telah membantu lebih dari 3000 bayi yang dilaksanakan oleh agen relawan yang sudah ada di 22 provinsi yang tersebar di 103 lokasi. Kegiatan ini meningkat menjadi pemberdayaan masyarakat, yang secara langsung maupun tidak langsung membantu program pemerintah dalam menurunkan angka kematian bayi. Kesadaran masyarakat untuk membantu sesama, terutama masyarakat pra-sejahtera dapat meningkatkan kesejahteraan hidup lebih baik.
PENINGKATAN STATUS HAK GUNA BANGUNAN MENJADI HAK MILIK Atik Winanti; Taupiq qurrahman; Rosalia Dika Agustanti
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v3i2.9464

Abstract

Article 33 paragraph (3) of the 1945 Constitution which reads Earth, water and natural resources in it are controlled by the State and used for the greatest prosperity of the people. This article is one of the foundations for the birth of a law on basic agrarian principles. In the UUPA, land rights include property rights, rights to build, right to cultivate, use rights and other rights.So far, people in Indonesia control land with the status of ownership rights and building use rights. The strongest and most fulfilled status of land a person has is only property rights. Meanwhile, the right to build only has a certain period. We chose a place of service in the village of Satria Jaya because in this village there is a housing complex, namely Perum Graha Prima which is intended for Civil Servants and Members of the Indonesian National Army who are certified Building Use Rights. Most of the residents in this housing do not know how to qualify and how to change their rights position. From building use rights to ownership rights.  So that giving understanding to the community about the importance of property rights and how to improve the position of land rights is a solution given to local communities. The implementation of community service activities is carried out virtually by using the Zoom application. Where the resource person delivered material about Property Rights, Building Use Rights and the process of increasing the status of land rights.ABSTRAK:Pasal 33 ayat (3) Undang-undang Dasar 1945 yang berbunyi Bumi, air dan kekayaan alam di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Pasal tersebut sebagai salah satu landasan lahirnya undang-undang tentang peraturan dasar pokok-pokok agraria (UUPA). Dalam UUPA hak-hak atas tanah meliputi hak milik, hak guna bangunan, hak guna usaha, hak pakai dan hak lainnya. Sejauh ini, masyarakat di Indonesia menguasai tanah dengan status hak milik dan hak guna bangunan. Status tanah yang terkuat dan terpenuh yang dimiliki seseorang hanyalah hak milik.  Sedangkan hak guna bangunan hanya mempunyai jangka waktu tertentu. Kami memilih tempat pengabdian di desa Satria Jaya karena di Desa ini terdapat Perumahan yaitu Perum Graha Prima yang diperuntukkan bagi PNS dan Anggota TNI yang bersertifikat Hak Guna Bangunan (HGB). Hampir sebagian besar penduduk di perumahan tersebut tidak mengetahui bagaimana persyaratan dan caranya untuk merubah status hak dari Hak Guna Bangunan menjadi Hak Milik. Sehingga pemberian pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya hak milik serta bagaimana peningkatan status hak katas tanah menjadi solusi yang diberikan kepada masyarakat setempat. Kegiatan pelaksanaan pengabdian dilakukan secara virtual dengan mempergunakan aplikasi Zoom. Dimana narasumber menyampaikan materi tentang Hak Milik, Hak Guna Bangunan dan proses peningkatan status hak atas tanah
EVALUASI TARGET DAN RENCANA KERJA KEGIATAN KADER MASYARAKAT DI DESA CIAPUS, KECAMATAN CIOMAS, KABUPATEN BOGOR Rita Markus Idulfilastri; Fransisca Iriani R.D.; Cecilia Giwan Meilian
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v3i2.9470

Abstract

PKM is a collaboration with Ambissi Association partners who have formed 23 cadres of Ciapus village. The activities are Health Services, Children's Reading Gardens, Savings and Loans, Medicinal Plant and Culinary Product. Problem analysis is related to the targets and work plans that have been made in the PKM of 2018-2019 period last semester. PKM problems now with the aim of seeing the realization of targets and work plans that have been made and to strengthen the understanding of cadres' self-evaluation of achievement thinking patterns. Due to the Covid-19 pandemic, activities were carried out by distributing a questionnaire "Am I ready to carry out target-oriented activities". The theoretical basis uses the need of achievement from McCleland combined with the concept of "Achievement Thinking". There are 19 cadres. The target evaluation shows that the Health, Culinary and Medicinal Plants group has succeeded in achieving the target. Evaluation of the work plan shows that although all cadres are actively working, the weakness of the group is increasing. The results of the assessment of the readiness to carry out target orientation activities were nine cadres of the prestigious type, eight cadres of the affiliative type and two cadres who did not describe their type profile. The internet network is very weak, interaction via the internet / zoom cannot be carried out. This activity uses Rp7,500,000 which are mostly used to increase development capital in five Cadre activities. Outcomes and achievements in the form of the article in the Journal and Copyright of Questionnaire.ABSTRAK: PKM merupakan kerjasama dengan mitra Perkumpulan Ambissi yang selama ini telah membentuk kader desa Ciapus sebanyak 23 orang. Kegiatan yang dilakukan meliputi Pelayanan Kesehatan, Taman Baca Anak, Kegiatan Simpan Pinjam, Kegiatan Tanaman Obat dan Kegiatan Produk Kuliner. Analisis permasalahan dikaitkan dengan target dan rencana kerja yang teah dibuat pada PKM periode 2018-2019 semester genap lalu. Permasalahan PKM sekarang dengan tujuan melihat realisasi target dan rencana kerja yang telah dibuat. Disamping itu  untuk menguatkan pemahaman evaluasi diri kader mengenai pola berpikir prestatif. Pada awalnya evaluasi ini akan dilakukan dalam bentuk pelatihan karena kondisi pandemi Covid-19 kegiatan dilakukan dengan menyebarkan kuesioner “Siapkah saya menjalankan kegiatan berorientasi target”. Dasar teori menggunakan need of achievement dari McClelland yang digabungkan dengan konsep “Pola Berpikir Prestatif”. Jumlah kader aktif sebanyak 19 orang. Evaluasi target memperlihatkan kelompok Pelayanan Kesehatan, Kuliner dan Tanaman Obat telah berhasil mencapai target. Evaluasi rencana kerja memperlihatkan walaupun semua kader aktif bekerja tapi kelemahan kelompok bertambah. Hasil asesmen kesiapan menjalankan kegiatan orientasi target terdapat 9 kader bertipe prestatif, 8 kader bertipe afiliatif dan 2 kader kurang menggambarkan profil tipenya. Mengingat lokasi di desa jaringan internet sangat lemah m aka tidak dapat dilakukan interaksi melalui internet/zoom. Kegiatan menggunakan dana sebanyak Rp 7.500.000 yang sebagian besar digunakan untuk menambah modal pengembangan di 5 kegiatan Kader. Luaran dan capaian dalam bentuk artikel “Evaluasi Target dan Rencana Kerja Kegiatan Kader Masyarakat Desa Ciapus, kecamatan Ciomas, Kabupataen Bogor” di Jurnal dan Hak Cipta Kuesioner “Kesiapan Menjalankan Kegiatan Berorientasi Target untuk Kader Masyarakat Desa”
PENYEDIAAN SARANA CUCI TANGAN SEDERHANA UNTUK PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19 DI PASAR GENTENG, SURADITA, CISAUK Listya Utami Karmawan; Widya Agustinah; Renna Eliana Warjoto; Daru Seto Bagus Anugrah; Danniella Yudianti; Illene Nanine; Eunice Catherine Witness
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i1.9487

Abstract

COVID-19, a source of distress in most countries, has encouraged world leaders to issue necessary policies to resolve this global pandemic. An alarming rate of infections in the community has pushed the Indonesian government to come up with the Large-Scale Social Restriction (Pembatasan Sosial Berskala Besar/PSBB). The faculty of Biotechnology of Atma Jaya Catholic University of Indonesia has since initiated a community service to halt the spread of COVID-19 by supplying simple hand washing facilities around Pasar Genteng Traditional market in Suradita, Cisauk. Prior to the installations, the traditional market lacked proper sanitizing facilities. Clean water sources such as taps are commonly situated far away from the marketplace. Traders and visitors crowd these areas each day, exponentially increasing the risk of spreading COVID-19. The crowded populations of the traditional market are a motivating factor for this community service, which aims to increase the public awareness in the prevention of COVID-19. Activities of this community service includes installations of hand washing facilities along with educational infographics of proper sanitizing procedures. A total of 21 participants attended the community service while maintaining physical distancing conditions and were encouraged to use the hand wash facilities at the end of the service. The community service was successful, providing impactful benefits towards the traders and visitors, with a raised community awareness of the importance of personal hygiene. The facilities are well maintained after 4 weeks and exemplary community awareness is displayed from their initiative that showed from the monitoring and evaluation results.  ABSTRAK:COVID-19, yang merupakan sumber penyebab keresahan berbagai negara di dunia telah menyebabkan pemerintah dunia mengeluarkan kebijakan untuk mengatasi pandemi yang terjadi secara global ini. Data di Indonesia menunjukkan angka terinfeksi yang terus meningkat sehingga pemerintah mengeluarkan kebijakan berupa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Oleh karena itu, Fakultas Teknobiologi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya berinisiatif melakukan kegiatan pengabdian masyarakat untuk menghambat tingkat penyebaran COVID-19 melalui penyediaan sarana cuci tangan sederhana di Pasar Genteng. Pasar tradisional ini terletak di kompleks Suradita, Cisauk. Sebelum kegiatan pemasangan, pasar ini kekurangan fasilitas sanitasi yang layak. Sumber air bersih seperti air sumur terletak jauh dari pasar dan belum ada akses air ledeng. Setiap hari pedagang dan pengunjung memadati pasar sehingga meningkatkan risiko penyebaran COVID-19. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini difokuskan pada pembuatan dan pemasangan fasilitas cuci tangan sederhana yang dilengkapi dengan infografis tentang cara mencuci tangan yang benar serta pembagian masker kain. Serah terima perangkat cuci tangan dan acara pembukaan dihadiri oleh 21 orang peserta dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat melalui penyediaan sarana cuci tangan sederhana di Pasar Genteng, Cisauk telah berlangsung dengan baik dan dirasakan manfaatnya oleh para pedagang dan pengunjung pasar. Sarana cuci tangan sederhana ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan diri dalam rangka pencegahan penyebaran COVID-19. Sarana cuci tangan tersebut masih dalam kondisi baik setelah empat minggu dan kesadaran masyarakat juga cukup baik yang terlihat dari hasil monitoring dan evaluasi.
PEMANFAATAN ENERGI TERBARUKAN BIOGAS DAN BRIKET BIOMASSA DI MASYARAKAT DESA PONGGANG, SERANG PANJANG enny widawati widawati; febio Aulia Putra; Rizki Marnaek Marnaek; Melkisedek Suadi Surya
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i1.11914

Abstract

Biogas is an alternative energy used for cooking and can replace the use of LPG, firewood, and other fuels. Ponggang Village, located at Serang Panjang, Subang Regency, West Java, has used biogas as an alternative energy source for cooking. However, there are obstacles such as the difficulty of distributing biogas to the residents 'stoves, due to the distance between the residents' houses so that a portable biogas container and manual biogas pump are needed. From the waste released by the biodigester, one example of another alternative energy source that can be renewed is Biomass Briquettes, Biomass Briquettes itself is an alternative energy that can replace firewood or LPG gas (Liquefied Petroleum Gas) with a conversion form that is carried out by museumization treatment for waste. organic and dodolization treatment for inorganic waste. The results of these two treatments make Biomass Briquettes emit heat when burned so that they can replace firewood or LPG gas as alternative energy sources in people's daily lives. In designing, researchers use the QFD (quality function deployment) method to obtain input from consumers and experts which is processed and put into a HOQ (house of quality) matrix. The results obtained are designed with a capacity of more than 300 liters in order to meet the cooking needs per day and the pump is made to support the speed of the biogas entering the portable biogas container. Whereas the biomass production tool is designed to provide production speed in order to increase briquette production and meet the needs of the Ponggang Village residents.ABSTRAK:Biogas merupakan energi alternatif yang dimanfaatkan untuk memasak dan dapat menggantikan pemakaian LPG, kayu bakar, dan bahan bakar lainnya. Di Desa Ponggang yang terletak di Serang Panjang, Kabupaten Subang, Jawa Barat, telah menggunakan biogas sebagai sumber energi alternatif untuk memasak. Namun adanya kendala seperti susahnya pendistribusian biogas ke kompor warga, dikarenakan jarak rumah warga berjauhan sehingga dibutuhkan wadah portable biogas dan pompa manual penyalur biogas. Dari limbah yang dikeluarkan oleh biodigester, salah satu contoh sumber energi alternatif lain yang dapat diperbarui adalah Briket Biomassa. Briket Biomassa itu sendiri merupakan energi alternatif yang dapat menggantikan kayu bakar ataupun gas LPG (Liquefied Petroleum Gas) dengan bentuk pengkonversian yang dilakukan perlakuan peyeumisasi untuk sampah organik dan perlakuan dodolisasi untuk sampah anorganik. Hasil    dari kedua perlakuan tersebut menjadikan Briket Biomassa dapat mengeluarkan kalor ketika dibakar sehingga dapat menggantikan kayu bakar ataupun gas LPG sebagai sumber energi alternatif dalam keseharian warga. Dalam perancangan desain alat, peneliti menggunakan metode QFD (quality function deployment) untuk mendapatkan masukan dari konsumen dan para ahli yang diolah dan dimasukan ke dalam suatu matriks HOQ (house of quality). Hasil yang didapatkan pada alat penampung portable biogas dirancang dengan kapasitas lebih dari 300 liter agar dapat memenuhi kebutuhan masak per harinya dan alat pompa dibuat agar dapat menunjang kecepatan biogas yang masuk ke dalam wadah portable biogas. Sedangkan pada alat produksi biomassa dirancang memberikan kecepatan produksi agar dapat menambah produksi briket dan memenuhi kebutuhan warga Desa Ponggang
ENTREPRENEURSHIP: STRATEGI PEMASARAN DAN PENGEMBANGAN PRODUK USAHA RUMAH BATIK SETU DI TANGERANG SELATAN rodhiah diah diah; M Tony Nawawi Tony Nawawi; Toto Mujio Mukmin Mujio Mukmin
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v3i2.9511

Abstract

PKM activities are a continuation of previous activities. Where this advanced entrepreneurship program is focused on training activities on marketing and product development. The partner in the activity is the Setu batik home business cooperative group in South Tangerang. Given that there are still partners' problems regarding marketing strategies and product development that have not been carried out optimally. For this reason, PKM activities aim to provide understanding to partners about marketing strategies and product development strategies, so that partners can have knowledge in increasing batik sales. The method used includes: training in marketing theory and product development. Provide assistance in preparing product development steps. The results of the activity indicated that there was an increase in partners' knowledge about marketing and product development. The training provided on marketing strategies, namely product strategy, price, place and promotion has run smoothly. Training and socialization on product development, and entrepreneurship programs have been conducted in accordance with the needs of partners. Includes an explanation of the stages of product development consisting of: Idea generation; Idea screening;. Development and Testing concept;Marketing strategy development;Business analysis; Product development;Market testing and Commercialization. This training has provided partner insights for new product development with simple motives. Furthermore, partners can develop products in an effort to increase the variety of products to be sold ABSTRAK:Kegiatan PKM merupakan kelanjutan dari kegiatan sebelumnya. Program enterpreneurship lanjutan ini  difokuskan pada kegiatan pelatihan tentang pemasaran dan pengembangan produk . Mitra yang menjadi tempat kegiatan adalah kelompok koperasi usaha rumah batik Setu di Tangerang Selatan. Mengingat masih adanya permasalahan mitra tentang strategi pemasaran dan pengembangan produk belum dilakukan secara optimal. Untuk itu kegiatan PKM bertujuan memberikan pemahaman pada mitra tentang strategi pemasaran dan strategi pengembangan produk, agar mitra dapat memiliki bekal pengetahuan dalam meningkatkan penjualan batik. Metode yang dilakukan meliputi:pelatihan teori pemasaran,dan pengembangan produk. Melakukan  pendampingan dalam menyusun langkah langkah pengembangan produk. Hasil kegiatan menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan mitra tentang pemasaran Pelatihan yang diberikan tentang  strategi pemasaran yaitu strategi produk, price,place dan promotion telah berjalan dengan lancar. Pelatihan dan sosialisasi tentang pengembangan produk, dan program entrepreneurship telah dilakukan sesuai dengan  kebutuhan mitra. Meliputi penjelasan tahapan pengembangan produk terdiri dari:  Idea generation (Pemunculan gagasan).  Idea screening (Penyaringan gagasan) .  Concept development and testing (Pengembangan dan Pengujian konsep.)  Marketing strategy development (Pengembangan strategi pemasaran). Business analysis (Analisis bisnis). Product development (Pengembangan produk), Market testing (Pengujian pasar) dan Commercialization (Komersialisasi). Pelatihan ini telah memberikan wawasan mitra untuk pengembangan produk baru dengan motif yang sederhana. Selajutnya mitra dapat melakukan  pengembangan produk dalam upaya meningkatkan variasi produk yang akan dijual
PENDAMPINGAN IBU MENUJU MASYARAKAT SADAR STUNTING DI DESA BAROS KABUPATEN SERANG-BANTEN Rokhaidah Rokhaidah; Herlina Herlina; Riadinni Alita
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v3i2.9398

Abstract

Community empowerment is an effort to give empowerment or strengthening to the community to find new alternatives to be a better community. Serang Regency is one of the districts that is locus of stunting. The stunting rate in Serang Regency in 2019 is still quite high, 32%. The four districts in Serang are included in the ten districts which are the locus of stunting, namely Serang, Lebak, Pandegelang and Tangerang districts. The problem found in Baros village is that the growth of children under five is not optimal by the mother and there has never been any training on child growth. Based on this, the service team from the Faculty of Health Sciences at UPN Veteran Jakarta conducted community service in the form of health education on stunting and child growth training with the aim of fostering awareness, willingness, and the ability of mothers to prevent and protect children from stunting. The method of implementing this community service is carried out in several stages, namely: area potential survey, dialogue program activities through FGDs, health promotion, child growth training, and monitoring evaluation. 30 mothers were participating in health promotion and child growth training. The results of this activity obtained data that mothers who have good knowledge of 83.3% and sufficient knowledge of 26.7% and skills of mothers in the environment of child growth 46.7% have good skills and 53.3% of sufficient skills. Continuous efforts are needed to increase children's growth independently so that the incidence of stunting can be detected early. ABSTRAK:Pemberdayaan masyarakat adalah upaya memberikan daya (empowerment) atau penguatan (strengthening) kepada masyarakat untuk menemukan alternatif-alternatif baru dalam pembangunan masyarakat sehingga terwujud kehidupan masyarakat yang lebih baik. Kabupaten serang adalah salah satu kabupaten yang menjadi lokus stunting. Angka stunting di Kabupaten Serang pada tahun 2019 masih cukup tinggi yaitu 32%. Empat kabupaten di Serang masuk dalam sepuluh kabupaten di seluruh Indonesia yang menjadi lokus stunting yaitu kabupaten Serang, Lebak, Pandegelang dan Tangerang. Hasil observasi yang dilakukan diketahui bahwa permasalahan di desa Baros adalah belum optimalnya pemantauan pertumbuhan balita secara mandiri oleh ibu dan belum pernah dilakukan pelatihan pemantauan pertumbuhan anak. Berdasarkan hal tersebut maka tim pengabdi dari Fakultas Ilmu Kesehatan UPN Veteran Jakarta melakukan pengabdian kepada masyarakat berupa pendidikan kesehatan tentang stunting dan pelatihan pemantauan pertumbuhan anak dengan tujuan untuk menumbuhkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan ibu dalam mengenali, mencegah dan melindungi anak dari penyakit stunting. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui beberapa tahap yaitu: Survei potensi wilayah, dialog program kegiatan melalui FGD, promosi kesehatan, pelatihan pemantauan pertumbuhan anak, dan monitoring evaluasi. Kegiatan promosi kesehatan dan pelatihan pemantauan pertumbuhan anak diikuti oleh 30 ibu balita. Hasil dari kegiatan ini diperoleh data bahwa ibu yang memiliki pengetahuan baik 83% dan pengetahuan cukup 27% dan keterampilan ibu dalam pemantauan pertumbuhan anak 47% berketerampilan baik dan 53% keterampilan cukup. Diperlukan upaya berkelanjutan berupa pendampingan ibu balita untuk tetap meningkatan keterampilan pemantauan pertumbuhan anak secara mandiri sehingga kejadian stunting dapat dideteksi secara dini. 
MENINGKATKAN PEMAHAMAN KEWIRAUSAHAAN DAN LITERASI KEUANGAN PADA KOPERASI DESMIGRAF DI DESA LONTAR KECAMATAN TIRTAYASA KABUPATEN SERANG PROVINSI BANTEN Desmintari Desmintari; Lina Aryani
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i1.11836

Abstract

The economic activity of Lontar Village, Serang Regency is developing based on the economic potential of the sea, most of which are fishermen. In general, the people of Lontar Village in facing harvest do not want the harvest to be processed first to add added value. But at this time seaweed is processed into various kinds of snacks with seaweed as basic ingredients. Processed business is carried out by two Cooperatives and fourteen Joint Business Groups. Even though business institutions have been established, there are several problems, including people who not understand the problems of entrepreneurship, lack of financial literacy in managing cooperative organizations and Joint Business Groups, and the absence of institutions that come to Lontar Village to provide input on entrepreneurship and financial literacy. The purpose of this service activity is to add insight into entrepreneurship and financial literacy for the management and members of the cooperative. This service method uses socialization, discussion, and evaluation through counseling. The results of this service are the effect of counseling on knowledge about entrepreneurship and financial literacy, as well as an increase in the knowledge of the management and members after counseling from the knowledge aspects of entrepreneurship and financial literacy. Activities to increase skills and empowerment for all management and members of cooperatives need to be held further. Also, there is a need for sustainable assistance and synergy between academics and practitioners related to strengthening cooperative governance and institutions.ABSTRAK:Kegiatan perekonomian Desa Lontar Kabupaten Serang berkembang berbasiskan potensi ekonomi dari laut yang sebagian besar sebagai nelayan. Pada umumnya masyarakat Desa Lontar dalam menghadapi panen tidak mau hasil panen diolah dahulu untuk menambah nilai tambah. Namun pada saat ini rumput laut diolah menjadi berbagai macam jajanan dengan bahan dasar rumput laut. Usaha olahan dilakukan oleh dua Koperasi dan empat belas Kelompok Usaha Bersama (KUB). Meskipun lembaga usaha telah didirikan, namun adanya beberapa permasalahan diantaranya masyarakat yang kurang memahami masalah koperasi dan kewirausahaan, minimnya literasi keuangan dalam mengelola organisasi koperasi dan KUB, serta belum adanya institusi yang turun ke Desa Lontar untuk memberikan masukan tentang koperasi, kewirausahaan dan literasi keuangan. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk menambah wawasan mengenai kewiraushaan dan literasi keuangan pengurus dan anggota koperasi. Metode pengabdian ini menggunakan sosialiasi, diskusi, dan evaluasi melalui penyuluhan. Hasil dari pengabdian ini adalah adanya pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan tentang kewirausahaan dan literasi keuangan, serta adanya peningkatan pengetahuan pengurus dan anggota koperasi setelah adanya penyuluhan dari aspek pengetahuan kewirausahaan dan literasi keuangan. Kegiatan peningkatan skill dan empowerment pada seluruh pengurus dan anggota koperasi perlu diadakan lebih lanjut. Serta, perlu adanya pendampingan secara berkelanjutan dan sinergitas antara akademisi dan praktisi terkait penguatan tata kelola dan kelembagaan koperasi.
PENGENALAN PROGRAM KEWIRAUSAHAAN BERBASIS INDUSTRI KREATIF BAGI SISWA SMP AL-JANNAH, PONDOK RANGON, JAKARTA TIMUR Mei Ie; Hetty Karunia Tunjungsari
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i1.9716

Abstract

In the midst of the government's active development of entrepreneurship programs and to encourage the emergence of new entrepreneurs, especially young entrepreneurs, the Head of SMP Al-Jannah sees the need for an active role from teachers and students from this school in supporting entrepreneurship programs nationally. The solution to the problems faced by partners is through the provision of seminars and workshops based on creative industries in the Virtual Foodtech event organized by the school, by inviting the Untar PKM team as a resource. Creative industry can be done through culinary product development. Culinary products are chosen to be developed because they are considered easier and culinary is also a necessity of many people. At the seminar, students will be provided with knowledge about entrepreneurial concepts, develop business ideas and also carry out business simulations. In the workshop activities, students will be equipped with skills to make products that are tailored to the interests and abilities of students to make them. The target of this PKM activity is to transfer knowledge about entrepreneurial values to Al-Jannah Middle School students. The method of implementing activities is to conduct in-depth interviews, study relevant literature, plan seminars and workshops, implement PKM activities that coincide with the implementation of Virtual Foodtech events, evaluate activities, and compile and submit activity reports. In general, these community service activities have been going well and the students have also given positive responses and hope that these activities can be carried out continuouslyABSTRAK:Di tengah giatnya pemerintah mengembangkan program kewirausahaan dan untuk mendorong munculnya wirausaha-wirausaha baru, terutama wirausaha muda, maka Kepala SMP Al-Jannah memandang perlunya peran aktif dari para guru dan siswa dari sekolah ini dalam mendukung program kewirausahaan secara nasional. Solusi permasalahan yang dihadapi mitra adalah melalui pengadaan kegiatan seminar dan workshop berbasis industri kreatif dalam acara Virtual Foodtech yang diselenggarakan oleh pihak sekolah, dengan mengundang tim PKM Untar sebagai narasumber. Industri kreatif dapat dilakukan melalui pengembangan produk kuliner. Produk kuliner dipilih untuk dikembangkan karena dianggap lebih mudah dan juga kuliner merupakan kebutuhan orang banyak. Pada kegiatan seminar, para siswa akan dibekali pengetahuan mengenai konsep kewirausahaan, pengembangan ide bisnis dan juga melakukan simulasi bisnis. Pada kegiatan workshop, para siswa akan dibekali dengan keterampilan untuk membuat produk yang disesuaikan dengan minat dan kemampuan para siswa untuk membuatnya. Target kegiatan PKM ini adalah berupa transfer pengetahuan mengenai nilai-nilai kewirausahaan kepada para siswa/i SMP Al-Jannah. Metode pelaksanaan kegiatan adalah melakukan in deep interview, studi literatur yang relevan, menyusun rencana kegiatan seminar dan workshop, pelaksanaan kegiatan PKM yang bertepatan dengan pelaksanaan acara Virtual Foodtech, evaluasi kegiatan, serta penyusunan dan penyerahan laporan kegiatan. Secara umum, kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut telah berjalan dengan baik dan para siswa/i juga memberikan tanggapan yang positif dan berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkesinambungan