cover
Contact Name
Endah Setyaningsih
Contact Email
baktimas@untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
baktimas@untar.ac.id
Editorial Address
Sekretariat: Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Tarumanagara (LPPM - UNTAR). Gedung M, Lt. 5, Kampus 1 Universitas Tarumanagara Jl. Letjen S Parman no 1 Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
ISSN : 26210398     EISSN : 26207710     DOI : 10.24912/jbmi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia (P-ISSN 2620-7710 dan E-ISSN 2621-0398) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu : 1. Psikologi 2. Komunikasi 3. Hukum 4. Budaya 5. Bahasa 6. Seni Rupa dan Design Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal ini terutama memuat artikel hasil-hasil penelitian ilmiah, termasuk penelitian normatif.
Articles 675 Documents
PENGENALAN ASPEK PASAR PADA SMA TARSISIUS I JAKARTA UNTUK PEMBUATAN PROPOSAL BISNIS Louis Utama; Oey Hannes Widjaja; Richard Andrew; Tommy Setiawan Ruslim
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i1.11833

Abstract

Today in a changing world, there are many options High School students can take to fill their spare time outside of the educational process. One of the positive things is being a member of the student council. As long as they are members of the OSIS, students have several work programs that must be carried out in accordance with the programs that have been arranged. One program that has great internal and external appeal is the performing arts program. One of the most important things to make a good performing arts activity is making an event proposal. The most basic problem in creating event proposals is a lack of knowledge of the fund sponsor market. If a business proposal can provide a clear market, there will be many people who will be interested in participating in these activities both as contestants and as sponsors of funds. With the implementation of this program in the form of a one-day seminar, it is hoped that some of the participants will be motivated to achieve more and work optimally for internal and external parties with a touch of entrepreneurship. This art performance event can show how student achievement academically and non-academically can be presented to internal parties, namely parents and teachers as well as external parties, namely prospective school students, alumni and sponsors of the event. Along with these circumstances, one goal with the thought of the Community Service team (PkM) from Tarumanagara University (Untar) which aims to develop the potential of each student who is educated there to be given training on the importance of market aspects so that students can be more easy to determine who is the target market and the target to carry out these activities and the result of this activity is that students can make a good proposalABSTRAK:Saat ini di dunia yang terus berubah, ada banyak opsi yang dapat dilakukan oleh siswa Sekolah Menengah Atas untuk mengisi waktu luang mereka di luar proses pendidikan.  Salah satu hal positif adalah menjadi anggota OSIS. Selama menjadi anggota OSIS, maka siswa mempunyai beberapa program kerja yang harus dijalankan sesuai dengan yang program yang telah disusun. Salah satu program yang mempunyai daya tarik besar dari internal maupun eksternal adalah program pentas seni. Salah satu hal yang terpenting untuk membuat sebuah kegiatan pentas seni yang baik adalah pembuatan proposal acara. Masalah yang paling dasardalam pembuatan proposal acara adalah kurangnya pengetahuan mengenai pasar sponsor penyandang dana. Apabila sebuah proposal bisnis dapat memberikan pasar yang jelas maka akan banyak orang yang akan tertarik untuk turut serta dalam kegiatan tersebut  baik sebagai peserta lomba maupun sebagai sponsor penyandang dana.  Dengan pelaksanaan program ini dalam betntuk seminar sehari diharapkan sebagian dari peserta termotivasi untuk lebih berprestasi dan berkarya secara maksimal kepada pihak internal maupun eksternal sekolah dengan sentuhan kewirausahaan. Acara pentas seni ini dapat menunjukan bagaimana prestasi siswa secara akademik maupun non akademik yang dapat dipresentasikan kepada pihak internal yaitu orang tua dan guru serta pihak eksternal yaitu calon siswa sekolah, alumni maupun para sponsor acara tersebut. Seiring dengan keadaan tersebut maka satu tujuan  dengan pemikiran dari tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang berasal dari Universitas Tarumanagara (Untar) yang bertujuan untuk mengembangkan potensi dari tiap siswa  yang menempuh pendidikan di sana untuk dapat diberikan pelatihan mengenai pentingnya aspek pasar sehingga siswa dapat lebih mudah untuk menentukan siapa pasar sasaran dan target untuk menjalankan kegiatan tersebut dan hasil dari kegiatan ini adalah siswa dapat membuat proposal dengan baik,.
PEMETAAN STRUKTUR LUAR KAMPUNG KOTA TANJUNG GEDONG Fermanto Lianto; Rudy Trisno; Mieke Choandi; Denny Husin
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v3i2.8820

Abstract

Kampung Tanjung Gedong is located at Tanjung Gedong lane. It is situated at the back of the educational area in Grogol, West of Jakarta. This kampung area is surrounded by the city’s facilities, like the University of Tarumanagara, the University of Trisakti, the Sumber Waras Hospital, other residential and commercial areas. In terms of the urban fabric, this kampung is characterized by irregularity and informality. Its streets are varied in size, meandering in shapes and forming a semi-labyrinth environment. Its inhabitants are students, laborers, street vendors, traders, etc. Despite having moderate spatial quality, Kampung Tanjung Gedong requires an improvement to be able to adapt to its context. One of the most effective solutions is to improve the condition by providing its inhabitants with education. Related to architecture, a community engagement project is planned to transfer knowledge by using mapping as training. It is intended to stimulate a better understanding of its inhabitants regarding the potency of the space. The activity includes documentation, both as actualization and archive. The methods are manual and digital mappings, it is a combination of hand and digital sketching by using manual tools and digital instruments. The mapping process is supported by Autodesk cad and camera as the tools. Drawing in this sense is utilized as a media for discussion and presentation. The finding is a cross-checking method, re-examination as a process to re-check existing location against archive and photography. The result is a series of manual, digital, and graphic mappings of kampung Gedong’s surface structureABSTRAK:Kampung Tanjung Gedong terletak di jalan Tanjung Gedong, berlokasi di belakang kawasan pendidikan Grogol Jakarta Barat. Dikeliling parsel-parsel kawasan pendidikan, seperti: Universitas Tarumanagara, Universitas Trisakti, Rumah Sakit Sumber Waras dan area komersial di sekitarnya; kampung Tanjung Gedong merupakan area pendukung yang menyediakan kebutuhan kawasan sekitar. Kampung ini karakteristik tidak beraturan, dengan kondisi rumah yang tidak selalu tertata. Kondisi jalan bervariasi dengan gang-gang yang berkelak-kelok. Pekerjaan penghuninya bervariasi dari: pekerja, mahasiswa, pedagang informal dan sebagainya. Meski hidup rukun dan damai, kondisi lingkungan dan ruang hidup mereka perlu terus ditingkatkan agar dapat beradaptasi dengan kemajuan jaman, salah satunya dengan transfer keilmuan tentang keruangan melalui pemetaan yang dapat memberikan pemahaman atas potensi ruang dan lingkungan tempat tinggal mereka. Selain itu, pemetaan berguna sebagai dokumentasi sebagai aktualisasi peta eksisting karena transformasi struktur kampung yang cepat. Pemetaan dilakukan dengan metode manual, yakni: sketsa menggunakan pola dan metode tracing dan digital menggunakan autodesk cad. Gambar adalah bahasa komunikasi pada sebuah lokasi sampel, sebuah hasil observasi, diskusi dan dokumentasi. Tujuannya kegiatan dalah memanfaatkan proses menggambar menjadi sarana pelatihan, sementara hasil akhir sebagai visualisasi yang berguna sebagai dokumentais. Temuannya adalah kedua metode saling melengkapi sebagai alat pertukaran informasi, dan memungkinkan pemeriksaan kembali (cross-checking) pada proses pemetaan. Hasil akhir berupa peta manual, pola pemetaan, peta digital dan peta grafis untuk mempresentasikan keruangan kampung.
MANAJEMEN MUTU PEMBUATAN KEMASAN PADA PELAKU USAHA MAKANAN KECIL DI LIMO DEPOK Heni Nastiti; Dewi Cahyani Pangestuti
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i1.9925

Abstract

Business management is a process that must be carried out by business actors in managing a business in order to increase income through improving the quality of production, marketing, finance and business capabilities. The purpose of the Community Service program (PKM) in the Limo area, Depok is to provide counseling and assistance on packaging manufacturing business management for small food business actors. The problem faced is that the business management has not been maximized and has not used quality and attractive packaging for marketed small food products. The expected result of this activity is an increase in the number of buyers from business partners in RW 02 Limo, Depok. To find out the understanding of business management in making quality and attractive packaging, the service team conducted a pretest and posttest by distributing questionnaires to small business actors participating in PKM. The results of the questionnaire before being given counseling with the level of understanding after the activity increased by 50% and evaluation of the use of quality and attractive packaged products consistently and continuously increased in developing their business. In the next stage, evaluation of the results of business management assistance, packaging manufacturing, followed by granting patents on packaging labels is the next PKM programABSTRAK:Manajemen usaha merupakan proses yang harus dilakukan oleh para pelaku usaha  dalam mengelola usaha dalam rangka meningkatkan hasil pendapatan melalui peningkatan kualitas  produksi, pemasaran, keuangan dan kemampuan usahanya.Tujuan dari program kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat  (PKM) di wilayah Limo, Depok adalah memberikan penyuluhan dan pendampingan tentang manajemen usaha pembuatan kemasan  pada pelaku usaha makanan kecil, dengan meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang pentingnya kemasan produk guna meningkatkan nilai jual produk yang dipasarkan serta meningkatkan mutu.  Permasalahan yang dihadapi adalah belum maksimalnya manajemen usaha yang dilakukan parapelaku bisnis kecil dan belum menggunakan  kemasan yang berkualitas dan menarik  pada produk makanan kecil yang dipasarkan. Hasil yang diharapkan pada kegiatan ini adalah meningkatnya jumlah konsumen dari mitra pelaku usaha di RW 02 Limo, Depok. Untuk mengetahui pemahaman akan manajemen usaha dalam pembuatan kemasan yang berkualitas dan menarik, tim pengabdian melakukan pretest dan postest dengan cara membagikan kuesioner kepada pelaku usaha kecil peserta PKM. Hasil kuesioner sebelum diberikan penyuluhan dengan tingkat pemahaman setelah dilakukan kegiatan meningkatan sebesar 50% dan evaluasi pemanfaatan produk yang dikemas berkualitas dan menarik secara konsisten dan berkelanjutan semakin meningkat   dalam mengembangkan usahanya. Pada tahapan selanjutnya adalah evaluasi hasil pendampingan manajemen usaha, pembuatan kemasan dilanjutkan untuk pemberian paten  pada label  kemasan  merupakan program PKM berikutnya.
MEMBANGUN CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT (CRM) PADA USAHA RITEL PASAR TRADISIONAL DI KOTA TANGERANG SELATAN Thio Lie Sha; M Tony Nawawi Tony Nawawi; Rosmita Rasyid Rosmita Rasyid
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v3i2.9515

Abstract

In community service activities that have been carried out in Tangerang City, the aim of this activity is to conduct training in retail businesses in South Tangerang, in building relationships with customers. Providing knowledge on how to build good relationships with customers is expected to increase customer loyalty. This activity refers to the results of internal grant research from PKM team members on customer relationship management (CRM). For retail businesses, it is very important to build customer relationship management (CRM) in increasing and maintaining loyal customers. The partner that is used as a place of activity is engaged in retail trading in eight traditional markets in South Tangerang, and has been in business for 6 years. With preliminary observations made on partners, several problems faced by these partners were identified, including a). Lack of knowledge of partners in doing good relationships with customers. b) lack of knowledge of partners to analyze customer relationship management (CRM) programs in maintaining customers. Based on the analysis of partner problems, there is still weak knowledge of customer relationship management (CRM) so that partners have not been able to build relationships with customers. The method offered in this activity is training online retail business owners. The results of this activity indicate that the partners are very enthusiastic in listening to and discussing the CRM material delivered by the PKM TEAM. Thus the understanding of partners about CRM will be further improved. ABSTRAK:Pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilaksanakan di Kota Tangerang, yang bertujuan untuk kegiatan ini adalah melakukan pelatihan pada usaha ritel di Tangerang Selatan, dalam membangun hubungan dengan pelanggan. Dengan pembekalan pengetahuan tentang cara membangun hubungan yang baik dengan pelanggan diharapkan dapat meningkatkan loyalitas pelanggan. Kegiatan ini mengacu dari hasil penelitian hibah internal dari anggota tim PKM tentang customer relationship managemen (CRM). Bagi usaha ritel sangat penting membangun customer relationship managemen ( CRM) dalam meningkatkan dan mempertahankan pelanggan yang setia. Mitra yang dijadikan tempat kegiatan adalah bergerak dalam bidang perdagangan eceran di pasar tradisional delapan Tangerang Selatan , dan sudah melakukan usaha selama 6 tahun. Dengan observasi awal yang dilakukan pada mitra teridentifikasi beberapa persoalan yang dihadapi mitra tersebut diantaranya a). Kurangnya pengetahuan mitra dalam melakukan hubungan yang baik dengan pelanggan. b) kurangnya pengetahuan mitra menganalisis program customer relationship managemen (CRM) dalam mempertahankan pelanggan. Berdasarkan analisis masalah mitra , masih lemahnya pengetahuan akan customer relationship managemen (CRM) sehingga mitra belum mampu membangun hubungan dengan pelanggan. Metode yang ditawarkan pada kegiatan ini adalah pelatihan kepada pemilik usaha ritel secara daring. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa mitra sangat antusias dalam mendengarkan dan berdiskusi tentang materi CRM yang disampaikan oleh TIM PKM. Dengan demikian pemahaman mitra tentang CRM akan lebih meningkat.
PEMBEKALAN DAN MOTIVASI BERKULIAH BAGI ANAK SMA KURANG MAMPU BINAAN ASAK JAKARTA BARAT Miharni Tjokrosaputro; Henny Henny; Rorlen Rorlen; Jonnardi Jonnardi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i1.9613

Abstract

Many under-able students are not motivated to continue their schooling to the college level. Various reasons they put forward, among others are time and cost limitations. This is because many of these students have to help their parents to make a living. Therefore, this community service program aims to increase the motivation of students less able high school targeted by ASAK to continue their studies to college so that they can get a better future. The outside target to be achieved is article publication. The method used in this activity is a method of counseling briefing materials and motivation to increase the interest of lectures for underscient high school students built by ASAK in Kembangan area, West Jakarta. This activity held by Zoom teleconference. This community service activity starts from counseling and motivation to increase the interest of lectures for underage high school students, the ins and outs of student life in college, and the division of majors in the faculty of economics and business, then followed by question and answer. Target output of this  activity is journal publishingABSTRAK:Banyak diantara para siswa yang kurang mampu tidak termotivasi untuk melanjutkan sekolahnya   ke   jenjang   perguruan   tinggi.   Berbagai   alasan   yang   mereka   kemukakan, diantaranya adalah keterbatasan waktu dan biaya. Hal ini dikarenakan banyak diantara para siswa tersebut yang harus membantu orang tuanya untuk mencari nafkah. Oleh karenanya, program pengabdian  masyarakat  ini  bertujuan  untuk  meningkatkan  motivasi  para  siswa kurang mampu SMA binaan ASAK untuk melanjutkan studinya ke perguruan tinggi agar mereka bisa mendapatkan masa depan yang lebih baik.   Target luaran yang akan dicapai adalah artikel publikasi.  Metode yang dipakai dalam kegiatan ini adalah metode penyuluhan materi pembekalan dan motivasi untuk meningkatkan minat kuliah bagi anak SMA kurang mampu binaan ASAK di daerah Kembangan, Jakarta Barat.  Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan melalui Zoom. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dimulai dari penyuluhan pembekalan  dan motivasi  untuk  meningkatkan  minat  kuliah  bagi  anak  SMA kurang mampu binaan ASAK, seluk beluk kehidupan mahasiswa di perguruan tinggi, dan pembagian jurusan di fakultas ekonomi dan bisnis, kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab. Adapun luaran yang ditargetkan adalah jurnal
PENDAMPINGAN PENILAIAN KINERJA USAHA KERAJINAN DI PINANG KOTA TANGERANG Arifin Djaka Saputra; Ardiansyah Ardiansyah; Maswar Abdi Abdi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v3i2.9513

Abstract

The objective of the activity is to provide assistance to recycling handicraft businesses in Tangerang in assessing business performance. Through provision of knowledge on how to assess business performance and assistance in assessing the performance of businesses that have been running so far. This activity refers to the results of the research grant from the Directorate General of Higher Education as a team member, regarding the IKM business performance appraisal instrument is very necessary in running a business. in order to build a competitive advantage. The activity is carried out at the Lumintu business group, which employs the elderly to make plaits in Sudimara Pinang, Tangerang City. Based on the analysis of partner problems, there is still weak knowledge of performance appraisals so that they have not been able to achieve competitive advantage. The method offered in this activity is to implement a performance appraisal instrument in the form of socialization and assistance to Lumintu business owners. Through socialization about performance appraisal. Partners are very enthusiastic in listening to the material that has been delivered, and there is two-way communication between partners and the team. Furthermore, the assistance assesses the performance. Overall, the business performance is considered adequate. There are several things that need to be improved, such as the internal performance in the aspect of human resources and finansial.It is quite difficult for partners to retain the elderly to continue making weaving. For that we need continuous motivation to remain productive. ABSTRAK:Tujuan kegiatan adalah melakukan pendampingan pada usaha kerajinan daur ulang di Tangerang dalam menilai kinerja usaha. Melalui pembekalan pengetahuan tentang cara menilai kinerja usaha dan pendampingan menilai kinerja usaha yang selama ini telah dijalankan. Kegiatan ini mengacu dari hasil penelitian hibah dikti sebagai anggota tim, tentang instrumen penilaian kinerja usaha IKM sangatlah diperlukan dalam menjalankan usaha. agar dapat membangun keunggulan bersaing. Kegiatan dilakukan pada kelompok usaha Lumintu yang memperkerjakan para lansia membuat anyaman di Sudimara Pinang Kota Tangerang. Bedasarkan analisis masalah mitra , masih lemahnya pengetahuan akan penilaian kinerja sehingga belum mampu mencapai keunggulan bersaing. Metode yang ditawarkan pada kegiatan ini adalah mengimplementasikan instrumen penilaian kinerja dalam bentuk sosialisasi dan pendampingan kepada pemilik usaha Lumintu. Melalui sosialisasi tentang penilaian kinerja. Mitra sangat antusias dalam mendengarkan materi yang telah disampaikan, dan terjadinya komunikasi dua arah antara mitra dengan tim. Selanjutnya pendampingan menilai kinerja. Secara keseluruhan kinerja usaha dinilai cukup. Ada beberapa hal yang harus diperbaiki seperti pada kinerja internal di aspek SDM dan keuangan. Cukup sulit bagi mitra mempertahankan para lansia untuk terus lanjut membuat anyaman. Untuk itu perlu motivasi secara terus menerus untuk tetap menjadi produktif 
PENGEMBANGAN PROFESIONAL GURU BERKELANJUTAN MELALUI PELATIHAN PENULISAN ARTIKEL ILMIAH BIDANG LINGKUNGAN HIDUP BERBASIS KOMPETENSI DI JAKARTA Dwi Atmanto; Sitti Nursetiawati; Neneng Siti Silfi Ambarwati; Esti Suntari
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i1.11824

Abstract

Teachers are obliged to carry out tasks other than education and teaching, such as making scientific works. However, due to the limitations of teachers in terms of time, cost and competence in mastering problems and technical writing, the number of scientific works produced by teachers is minimal. This has an impact on the length of time teachers take care of promotions/positions, which is also experienced by teachers at SMPN 270 Jakarta.This training aims to provide knowledge and competence concerning to the work of teacher professional development, especially the ability to write articles based on environmental studies. Environmental competence is the mastery of the components of the social environment, the built environment and the physical environment thatare developing and integrated in each teacher's field of study. The target of the service is the teachers of SMP 270 Jakarta in all fields of study related to environmental problems. There are 32 teachers who participate in PKM activities. Problems are solved in three steps of activity, they are (1) material preparation, (2) implementation and(3) evaluation. Preparation is done by conducting a preliminary survey to see conditions in the field. The mplementation is using the lecture method (presentation), followed by discussions, questions and answers, and exercises as a form of article writing workshop activities. Evaluation is carried out for each stage by collecting andconcluding data from each stage. Collecting evaluation data through filling out questionnaires and interviews with participants. The results of the PKM activity show that there is an increase in knowledge of the concept of making scientific journal articles in the environmental field (62%) and the results of competence in one week there are 30 (90%) successfully collecting articles, although there are 24 articles (80%) articles are not perfect and must beimproved by the author.ABSTRAK:Guru sebagai profesi yang wajib melakukan tugas selain pendidikan dan pengajaran, juga pembuatan karya ilmiah baik penelitian maupun penulisan artikel. Namun keterbatasan guru baik waktu, biaya maupun kompetensi penguasaan permasalahan dan teknis penulisan, maka jumlah karya ilmiah yang dihasilkan guru sangat minim. Hal ini berdampak pada lamanya guru mengurus kenaikan pangkat/jabatan, yang juga dialami oleh guru-guru SMPN 270 Jakarta. Pelatihan yang diberikan pada masyarakat ini dimaksudkan memberi keterampilan dan kompetensi tentang penulisan ilmiah bagi profesionalitas pendidik, terutama kemampuan pembuatan artikel yang berbasis pada kajian lingkungan hidup. Kompetensi lingkungan adalah penguasaan komponen lingkungan sosial, lingkungan binaan dan lingkungan fisik yang sedang berkembang dan diintegrasikan pada bidang studi guru. Sasaran pengabdian adalah guru-guru SMP 270 Jakarta semua bidang studi yang terkait dengan permasalahan lingkungan. Ada 32 guru yang mengikuti kegiatan PKM. Ada tiga tahapan untuk mencari solusi masalah yaitu (1) Mengadakan materi, (2) orientasi pelatihan, dan (3) monitoring penilaian. Pengadaan materi merupakan langkah persiapan. Materi didapat melaui survey kebutuhan pendidik.Kegiatan pelatihan berisi simulasi dan workshop tata cara penulisan karya ilmiah. Diskusi antar tim dan antar-guru untuk memperoleh wawasan materi lingkungan hidup yang berkembang dan menjadi tema penulisan. Pengambilan data evaluasi melalui pengisian kuesioner danwawancara kepada peserta. Hasil kegiatan PKM menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan konsep pembuatan artikel jurnal ilmiah bidang lingkungan hidup (62%) dan hasil kompetensi dalam satu minggu ada 30 (90%) berhasil mengumpulkan artikel, meskipun ada 24 artikel (80%) belum sempurna dan harus diperbaiki oleh penulis.
DAFTAR REDAKSI Daftar Redaksi -
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-
Daftar Redaksi Daftar Redaksi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daftar Redaksi Vol. 4 No.1 Mei 2021
PEMBERDAYAAN UMKM MELALUI KOPERASI PADA KECAMATAN LEUWIDAMAR, KABUPATEN LEBAK, BANTEN Suharyati Suharyati; Ediwarman Ediwarman; Nobelson Nobelson
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i1.9292

Abstract

The era of globalization and digitalization have the impact of narrowing the space for cooperatives and fierce competition. Cooperatives contribute to the Indonesian economy, and to improve people's welfare. The activity of empowering MSMEs through cooperatives is expected to be able to contribute to optimizing MSMEs. The participants of the activity were 30 craftsmen in Kanekes village, Leuwidamar sub-district. Activities carried out by lectures and discussions method about the roles and benefits of cooperatives for MSMEs. Participants were also given a questionnaire to fill in demographic data and a test of understanding of cooperatives. Based on the results, it was found that the largest number of participants were at the productive age, had a typical Baduy business. The business is a home business with an average number of employees of two people who are family members. The amount of capital is in the range of IDR 10,000,000 to 25,000,000 in the form of own capital. The monthly income received is ≤ 1.000.000,- because the business is on a micro-scale. Business age ≤ 2 years, the training participants are relatively new business actors. As for financial services through cooperatives, 77% of participants did not use them. The test results show an understanding of cooperatives by 86% and an interest in becoming a cooperative member by 80%, which means that after being given provisioning, the participants really understand the role of cooperatives for MSMEs and are interested in becoming cooperative members ABSTRAK:Era globalisasi dan digitalisasi cenderung memiliki dampak mempersempit ruang gerak koperasi, dan persaingan ketat. Koperasi berkontribusi bagi perekonomian Indonesia, dan merupakan wadah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan pemberdayaan UMKM melalui koperasi ini diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam mengoptimalkan UMKM untuk berpartisipasi pada koperasi. Peserta kegiatan adalah pengrajin di desa Kanekes, kecamatan Leuwidamar sebanyak 30 orang. Kegiatan dilaksanakan dengan metode ceramah dan diskusi mengenai peran dan manfaat koperasi bagi UMKM. Pada akhir kegiatan peserta diberikan kuesioner untuk mengisi data demografi dan test pemahaman mengenai perkoperasian. Berdasarkan hasil deskripsi data peserta diperoleh jumlah terbesar usia peserta berada pada usia produktif, memiliki usaha kerajinan khas suku baduy, seperti kain tenun, tas koja, souvenir. Usaha yang dilakukan berupa usaha rumahan dengan jumlah karyawan rata-rata dua orang yang merupakan anggota keluarga. Jumlah modal pada kisaran Rp.10.000.000,- s/d 25.000.000,- berupa modal sendiri. Pendapatan yang diterima perbulan  ≤ 1.000.000,- karena usaha yang dilakukan berada pada skala mikro. Usia usaha ≤ 2 tahun, peserta pelatihan merupakan pelaku usaha yang relatif baru. Sedangkan untuk layanan keuangan melalui koperasi sebesar 77% peserta tidak menggunakan. Hasil test menunjukkan pemahaman mengenai perkoperasian sebesar 86% dan minat untuk menjadi anggota koperasi sebesar 80%, yang berarti setelah diberikan pembekalan peserta sangat memahami peran koperasi bagi UMKM dan berminat menjadi anggota koperasi.