cover
Contact Name
Endah Setyaningsih
Contact Email
baktimas@untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
baktimas@untar.ac.id
Editorial Address
Sekretariat: Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Tarumanagara (LPPM - UNTAR). Gedung M, Lt. 5, Kampus 1 Universitas Tarumanagara Jl. Letjen S Parman no 1 Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
ISSN : 26210398     EISSN : 26207710     DOI : 10.24912/jbmi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia (P-ISSN 2620-7710 dan E-ISSN 2621-0398) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu : 1. Psikologi 2. Komunikasi 3. Hukum 4. Budaya 5. Bahasa 6. Seni Rupa dan Design Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal ini terutama memuat artikel hasil-hasil penelitian ilmiah, termasuk penelitian normatif.
Articles 675 Documents
Cover Vol.4. No.1. MEI 2021 COVER Vol. 4. No.1 MEI 2021
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cover Vol.4. No.1. MEI 2021
PENGEMBANGAN KETRAMPILAN WIRAUSAHA SOSIAL BAGI SISWA SMP AL JANNAH PONDOK RANGGON, JAKARTA TIMUR Halim Putera Siswanto
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i2.12932

Abstract

The community engagement team of Universitas Tarumanagara so far has been routinely involved in the  entrepreneurship construction program in the ‘Al Jannah’ Junior High School. Several workshop activities that have been conducted by this team are expected to be continually provided to the students in this school. During the organization of these community engagement activities, besides providing the material regarding entrepreneurship, the team also invited some speakers from various fields of entrepreneurship. In the entrepreneurship construction program, the school also attempted to equip the students with various entrepreneurial skills, starting from the delivery of materials about how to seek business opportunities, recognizing the self-potentials, to those about direct knowledge transfer from the real entrepreneurship. During this pandemic, the school attempt to seek entrepreneurs who are willing to be the speakers to share their entrepreneurial experiences to the students, either through online or offline ways. On this occasion, the team of Universitas Tarumanagara was invited to conduct an activity regarding the social entrepreneurship. Besides delivering the material about social entrepreneurship, this kind of activity also involved some speakers experiencing the business in this field. In order to accommodate this necessity, the team invited Ranny Kreasi that produces handicrafts from used-newspaper materials as the speaker.Keywords: social entrepreneurship, SME, creative product, recycled material Tim PKM Universitas Tarumanagara selama ini secara rutin turut terlibat dalam program pembinaan Kewirausahaan di SMP Al Jannah. Beberapa kegiatan workshop yang pernah dilakukan oleh tim PKM Universitas Tarumanagara secara kontinyu diharapkan dapat terus diselenggarakan pada siswa di sekolah ini. Dalam penyelenggaraan kegiatan PKM, tim PKM Universitas Tarumanagara selain memberikan materi seputar Kewirausahaan juga mengundang sejumlah narasumber dari wirausaha di berbagai bidang. Dalam program pembinaan Kewirausahaan ini, pihak sekolah berupaya membekali siswa dengan berbagai ketrampilan berwirausaha, mulai dari penyampaian materi seputar mencari peluang usaha, mengenali potensi diri, hingga materi-materi yang sifatnya transfer knowledge dari wirausaha langsung. Saat pandemi, sekolah mencoba mencari wirausaha yang bersedia menjadi narasumber untuk menularkan pengalaman berwirausaha mereka bagi para siswa baik secara daring maupun luring. Pada kesempatan kali ini, tim PKM Universitas Tarumanagara diminta untuk memberikan kegiatan dengan materi utama berupa Kewirausahaan Sosial. Selain menyampaikan materi mengenai Kewirausahaan Sosial, diharapkan kegiatan PKM juga melibatkan narasumber wirausaha yang menggeluti bisnis di bidang ini. Untuk mengakomodasi kebutuhan ini, tim PKM mengundang narasumber Ranny Kreasi yang memproduksi kerajinan tangan dari bahan baku koran bekas.Kata kunci: kewirausahaan sosial, UKM,  produk kreatif, bahan daur ulang
PELATIHAN METODE BERBAGI KONEKSI INTERNET DENGAN SATU KUOTA PAKET DATA DALAM SATU KELUARGA UNTUK PEMBELAJARAN JARAK JAUH DI MASA PANDEMI Henry Candra; Suhartati Agoes; R. Deiny Mardian; Alfred Pakpahan
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i2.11351

Abstract

The outbreak of the Covid-19 virus pandemic forced the government to enforce rules for studying from home. Although many online learning facilities is available, the access requires adequate internet connection and supporting devices. This limited internet connection is a problem often faced by the students. The Internet connection can be made using a data package from a smartphone; however, lack of knowledge in using the features in a smartphone causes difficulties to share access and the solution taken is each smartphone is subscribed to an individual data packet. The lack of knowledge on sharing internet access using smartphones is the issue faced by teachers and parents at TPA Ziyaadatul Hasanah, Duren Sawit, East Jakarta. There is an alternative solution to overcome the problem by using Tethering and Hotspot technology to share the internet access using a single data package. Its application requires correct procedures so that the internet connection can be shared properly. This community service activity provided knowledge and skills training in using internet connection sharing methods using tethering and hotspot technology and how to solve problems that arise for teachers and parents of students at TPA Ziyaadatul Hasanah with the target to increase their knowledge and skills in sharing the internet access using smartphones. Based on the survey, the knowledge of participants increased after the training, with an average increase of 17.6% before training to 41.2% for participants with good scores. In addition, they can also solve problems that arise when implementing the method given in the trainingABSTRAK:Terjadinya pandemi virus Covid-19 memaksa pemerintah untuk memberlakukan aturan belajar dari rumah. Meskipun fasilitas belajar daring (online) begitu banyak tetapi aksesnya memerlukan fasilitas koneksi internet yang cukup dengan perangkat yang memadai. Keterbatasan koneksi internet tersebut menjadi permasalahan yang sering dihadapi oleh para murid sekolah. Koneksi internet dapat dilakukan dengan menggunakan paket data dari telepon pintar akan tetapi keterbatasan pengetahuan dalam penggunaan fitur dari telepon pintar menyebabkan kesulitan untuk dapat berbagi akses dan solusi yang diambil biasanya adalah masing-masing telepon pintar menggunakan paket data individual. Keterbatasan pengetahuan tentang berbagi akses internet menggunakan telepon pintar tersebut merupakan masalah yang dihadapi oleh guru dan orang tua murid di TPA Ziyaadatul Hasanah, Duren Sawit, Jakarta Timur. Ada solusi altenatif yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dengan menggunakan teknologi Hotspot dan Tethering untuk berbagi internet dengan satu kuota paket data. Penerapannya memerlukan prosedur dan tahapan yang benar agar koneksi internet dapat berjalan dengan baik, oleh karena itu, pada program kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diberikan pengetahuan dan pelatihan ketrampilan dalam melakukan metode berbagi koneksi internet menggunakan teknologi tethering dan hotspot serta bagaimana mengatasi permasalahan yang timbul kepada guru dan orang tua murid di TPA Ziyaadatul Hasanah dengan target untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan para peserta pelatihan dalam berbagi internet menggunakan telepon pintar. Berdasarkan hasil survei diperoleh bahwa pengetahuan dari peserta meningkat setelah mereka mengikuti pelatihan, dengan peningkatan sebesar rata-rata 17,6% sebelum pelatihan menjadi 41,2% untuk peserta dengan nilai baik. Selain itu mereka juga dapat mengatasi masalah yang timbul ketika menerapkan metode yang diajarkan
RANCANG ULANG KEMASAN PRODUK MAKANAN BEKU BERBAHAN DASAR SEAFOOD GUNA PENINGKATAN PANGSA PASAR DI ERA PANDEMI COVID-19 Lithrone Laricha Salomon; Ahmad Ahmad; Wilson Kosasih; I Wayan Sukania
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i2.11949

Abstract

The current era of the Covid-19 pandemic has caused a decline in the level of a person's economy / income, which will raise concerns of many things. One of them is in the selection of food ingredients. Many people today want a food product that is affordable but still hygienic. This has resulted in a decrease in consumption of a number of eating establishments where many people have switched to processing their own food. In addition to the hygienic factor, this decrease is also based on the level of consumer saturation with the products being offered. Based on these conditions, it is necessary to carry out a strategy to increase product marketing, in this case, is to make frozen seafood products in packaging. Seeing the current pandemic condition, consumers are very concerned about the hygiene factor of a product. The existence of this seafood-based frozen food product aims to make it easier for consumers to cook a variety of seafood dishes at their respective homes at the time the consumers want themselves. This product packaging redesign is a strategy that is expected to increase the market share of products produced by MSMEs that produce frozen seafood-based foods. It can be said that MSMEs producing frozen seafood-based food do not understand the overall market demand for frozen seafood products, so it is necessary to know consumer preferences for frozen seafood products, both in terms of taste and packaging quality that can meet consumer desires. Through the initial research conducted, the results of the product packaging redesign were obtained which could increase the sales of this seafood-based frozen food productABSTRAK:Era pandemi Covid-19 saat ini  membuat turunnya tingkat ekonomi/pendapatan seseorang dimana hal ini akan menimbulkan kekhawatiran akan banyak hal. Salah satunya adalah dalam hal pemilihan bahan pangan. Banyak orang saat ini menginginkan suatu produk makanan dengan harga terjangkau namun tetap higienis. Hal ini mengakibatkan terjadinya penurunan konsumsi terhadap sejumlah tempat makan dimana banyak orang beralih untuk mengolah makanannya sendiri. Selain faktor higenitas penurunan ini juga didasari adanya tingkat kejenuhan konsumen terhadap produk yang ditawarkan. Berdasarkan kondisi tersebut maka perlu dilakukan suatu strategi untuk dapat meningkatkan pemasaran produk dalam hal ini adalah membuat produk frozen seafood dalam kemasan. Melihat kondisi pandemi saat ini, konsumen sangat memperhatikan faktor higinitas dari suatu produk.  Adanya produk makanan beku berbahan dasar seafood ini bertujuan untuk memudahkan konsumen dalam memasak beragam hidangan seafood di rumah masing-masing pada waktu yang diinginkan konsumen itu sendiri. Rancang ulang kemasan produk ini merupakan suatu strategi yang diharapkan dapat meningkatkan pangsa pasar terhadap produk yang dihasilkan oleh UMKM penghasil makanan beku berbahan dasar seafood. UMKM penghasil makanan beku berbahan dasar seafood yang ada saat ini dapat dikatakan belum memahami keinginan pasar secara menyeluruh dari produk frozen seafood yang dibuat sehingga sangat perlu diketahui preferensi konsumen terhadap produk hidangan Frozen seafood baik dari aspek kualitas rasa maupun kemasan yang dapat memenuhi keinginan konsumen. Melalui penelitian awal yang dilakukan maka diperoleh hasil redesign kemasan produk yang dapat meningkatkan penjualan produk makanan beku berbahan dasar seafood ini
UPAYA PENINGKATAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA ANAK USIA SEKOLAH Serri Hutahaean; Nourmayansa Vidya Anggraini
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i2.12536

Abstract

Clean and Healthy Living Behavior regarding environmental hygiene affects health. Various kinds of diseases can be avoided by implementing a Clean and Healthy Lifestyle. The purpose of this community service activity is to provide counseling to improve clean and healthy living behavior. The target is school-age children. The method of implementing this community service activity is counseling or health education to school-age children and teaching handwashing practices with the right steps. School-age children are encouraged to demonstrate appropriate handwashing practices with the right steps. In addition, a demonstration or demonstration of how to wash hands was also carried out. Counseling was carried out on an aggregate of 30 school-age children in the area of RT04 RW04, Susukan Subdistrict, Subdistrict. The results of the counseling showed that there was an increase in the level of knowledge and attitudes of children before and after education regarding clean and healthy living behavior. Knowledge in children increased from 30% to 90% have good knowledge after health counseling. Meanwhile, good attitude increased from 10% to 93.33%. Actions before and after education got the same results, namely 40%. Judging from the behavior of children who have not done PHBS, especially for hand washing which is still lacking, children's habits in choosing unhealthy snacks are still a lot and the behavior of littering still needs to be re-educated. Based on the results of this community service activity, it is expected that school-age children will continue to carry out PHBS in their daily lives. In addition, it is necessary to support parents and the surrounding environment in carrying out PHBS habits in order to achieve health for school-age children and their families as well as the environment. ABSTRAK: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat menyangkut kebersihan lingkungan berpengaruh terhadap kesehatan. Berbagai macam penyakit dapat dihindari dengan melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan penyuluhan untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat. Sasarannya adalah anak usia sekolah. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah penyuluhan atau pendidikan kesehatan kepada anak usia sekolah dan mengajarkan praktik cuci tangan dengan langkah yang benar. Anak usia sekolah diminat untuk melakukan redemonstrasi praktik cuci tangan sesusia dnegan langkah yang benar. Selain itu juga dilakukan peragaan atau demonstrasi cara cuci tangan. Penyuluhan dilakukan terhadap agregat anak usia sekolah sebanyak 30 Orang di wilayah RT04 RW04 Kelurahan Susukan Kecamatan. Hasil penyuluhan didapatkan bahwa terjadi peningkatan tingkat pengetahuan dan sikap anak sebelum dan sesudah dilakukan edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat. Pengetahuan pada anak meningkat dari 30% menjadi 90% memiliki pengetahuan yang baik setelah dilakukan penyuluhan kesehatan. Sedangkan sikap yang baik meningkat dari 10% menjadi 93,33%. Tindakan saat sebelum dan setelah edukasi mendapat hasil yang sama yaitu 40%. Dilihat dari perilaku anak yang belum melakukan PHBS khususnya untuk tindakan cuci tangan yang masih kurang, kebiasaan anak dalam memilih jajanan yang tidak sehat masih banyak serta perilaku membuang sampah sembarangan masih perlu dilakukan edukasi kembali. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan anak usia sekolah terus melakukan PHBS dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu perlu dukungan orang tua dan lingkungan sekitar dalam melakukan kebiasaan PHBS supaya tercapai kesehatan pada anak usia sekolah dan keluarga juga lingkungan.
Daftar Isi Vol.4. No.2 AGUSTUS 2021 Daftar isi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daftar Isi Vol.4. No.2  AGUSTUS 2021
PEMANFAATAN LIMBAH JELANTAH SEBAGAI PROGRAM PENGEMBANGAN PRODUK UMKM DI WILAYAH KAMPUNG KOTA Samsu Hendra Siwi; Fermanto Lianto; Joni Chin
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i2.13186

Abstract

“Jelantah” as household waste produced from kitchen activities is used frying oil that has been used several times. This used cooking oil is harmful to health because it already contains carcinogens. Carcinogens are substances that can trigger cancer. Body cells will be triggered to become cancer cells. Then, how to handle this used cooking oil? Many residents throw used cooking oil into waterways or sewers. This disposal will undoubtedly have an impact. The impact of environmental pollution, especially on water and soil, is being concentrated by environmentalists. The `` jelantahization” movement is one answer to the solution to this problem. Jelantahization is a RW 11 program so that residents are aware of the health and environmental hazards of used cooking oil. The cooking program is carried out from upstream to downstream, meaning from campaigns, mapping the distribution of residents who have collected used cooking oil, deposited used cooking oil, and made products from used cooking oil. , the use of soap produced from used cooking oil to the packaging of soap from used cooking oil and its marketing. The partner's problem is making a planned, structured, and measurable program whose outcome can be seen for its success. Partners also want assistance on the progress of the implementation of waste cooking oil utilization. This program is carried out together in RW 11, Pekayon Jaya Village, South Bekasi. Partner locations are residential areas that can be classified as urban villages. This PKM is carried out for program development and implementation assistance to obtain measurable results in quantity and quality. The stages were carried out from socialization to residents about the dangers of used cooking oil, both health and environmental hazards, awareness socialization of used cooking waste collection, training on the soap making process, packingABSTRAK:Minyak jelantah sebagai limbah rumah tangga yang dihasilkan dari aktivitas dapur yaitu bekas minyak penggorengan yang sudah beberapa kali dipakai. Minyak jelantah ini berbahaya bagi kesehatan karena sudah mengandung karsinogen. Karsinogen adalah zat yang dapat memicu kanker. Sel-sel tubuh akan dipicu menjadi sel-sel kanker. Kemudian, bagaimana penanganan minyak jelantah ini? Banyak warga yang membuang minyak jelantah ke saluran air ataupun ke selokan. Pembuangan ini tentu akan menjadikan dampak. Dampak pencemaran lingkungan terutama pada air dan tanah menjadi konsentrasi oleh pemerhati lingkungan. Gerakan jelantahisasi merupakan satu jawaban untuk solusi permasalahan ini. Jelantahisasi merupakan program RW 11 agar warga sadar akan bahaya kesehatan dan bahaya lingkungan pada minyak jelantah ini. Program Jelantahisasi dilakukan dari hulu ke hilir, artinya dari kampanye, pemetaan sebaran warga yang sudah melakukan pengumpulan minyak jelantah, setor minyak jelantah, pembuatan produk dari minyak jelantah, pemakaian sabun hasil dari minyak jelantah, hingga pengemasan sabun dari minyak jelantah serta pemasarannya. Permasalahan mitra adalah pada pembuatan program yang terencana, terstruktur dan terukur yang outcomenya dapat terlihat jelas untuk keberhasilannya. Mitra juga menginginkan pendampingan progres pelaksanaan Pemanfaatan limbah minyak jelantah. Program ini dilakukan bersama-sama se wilayah RW 11, Kelurahan Pekayon Jaya, Bekasi Selatan. Lokasi mitra merupakan wilayah perumahan yang dapat digolongkan sebagai kampung kota. PKM ini dilakukan untuk pembuatan program dan pendampingan pelaksanaan hingga mendapatkan hasil yang terukur secara kuantitas dan kualitas. Tahapan-tahapan dilakukan dari   sosialisasi ke warga tentang bahaya jelantah baik bahaya kesehatan dan lingkungan, sosialisasi kesadaran pengumpulan limbah jelantah, pelatihan proses pembuatan sabun, packing
PERENCANAAN INTERIOR MUSHOLA AL-ABROR, PARUNG PANJANG, BOGOR, JAWA BARAT Yunita Ardianti Sabtalistia; Sintia Dewi Wulanningrum
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i2.11346

Abstract

Mushola Al-Abror is located in Cluster The Village, Forest Hill Housing, Bogor, West Java. Currently the Al-Abror  mosque is still under construction. The mushola exterior design exist before the construction stage. However, the mushola interior design still doesn't exist. Therefore it is necessary to make interior designs. The interior design concept used is Islamic architecture. The aim of this PKM is to plan the interior design of the Mushola Al-Abror based on the concept of Islamic architecture. The method of implementation was carried out in 3 stages over 6 months. The first stage is to conduct a field survey and coordinate with partners regarding interior design and ideas. The second stage is to submit interior design submissions in the form of work drawings and 3D perspectives to partners. The third stage is the submission of the interior design results from the PKM team to partners. The prayer room for prayer is 8 x 10 meters in size. The prayer room is divided into 3 parts, namely: a prayer room for men, a prayer room for women, and a room for reciting Al-Qur’an. The prayer room is designed with many openings and windows on three sides in order to optimize the natural lighting and air circulation. The brown color is used in the carvings of the mihrab room and the partition dividing the prayer room for women. The brown color is chosen because it is a natural color. The carved motif on the top vent and the hexagonal mihrab room depicts a beehive. The specialty of bees and honey is implied in the verses of the Al-Qur'an. The carving motif on the partition dividing the prayer room is in the form of a leaf. The leaf motif was chosen because it is allowed to be used by Islamic architecture.ABSTRAK:Mushola Al-Abror berlokasi di Cluster The Village, Perumahan Forest Hill, Bogor, Jawa Barat. Saat ini mushola Al-Abror masih dalam tahap pembangunan. Desain eksterior mushola sudah ada sebelum tahap pembangunan. Namun, desain interior mushola masih belum ada. Oleh karena itu perlu dibuat desain interiornya. Konsep desain interior yang digunakan adalah Arsitektur Islam. Berdasarkan latar belakang permasalahan tersebut maka tujuan PKM ini adalah membuat perencanaan desain interior mushola Al-Abror berdasarkan konsep arsitektur Islam. Metode pelaksanaan dilakukan dalam 3 tahap selama 6 bulan. Tahap pertama adalah melakukan survei lapangan dan berkoordinasi dengan mitra (panitia pembangunan Mushola Al-Abror) mengenai konsep dan ide desain interior. Tahap kedua adalah melakukan pengajuan desain interior berupa gambar kerja dan perspektif 3D kepada mitra. Tahap ketiga adalah penyerahan hasil desain interior oleh tim PKM kepada mitra. Ruang ibadah mushola mempunyai ukuran 8 x 10 meter. Ruang ibadah tersebut dibagi menjadi 3 bagian, yaitu: ruang sholat pria, ruang sholat  wanita, dan ruang  mengaji untuk anak-anak. Ruangan mushola didesain dengan banyak bukaan dan jendela pada ketiga sisinya agar dapat mengoptimalkan pencahayaan alami dan sirkulasi udara. Warna coklat digunakan pada ukiran ruang mihrab dan partisi pembatas ruang sholat wanita. Warna coklat diplih karena merupakan warna alam. Motif ukiran pada ventilasi atas dan ruang mihrab berbentuk heksagonal yang menggambarkan sarang lebah. Keistimewaan lebah dan madu tersirat di dalam ayat Al-Qur’an. Motif ukiran pada partisi pembatas ruangan sholat berbentuk daun. Motif daun dipilih karena diperbolehkan penggunaannya dalam arsitektur Islam
PENGEMBANGAN APLIKASI WEB-COMMERCE PT. WGS SEBAGAI MEDIA PROMOSI Lina Lina; Bagus Mulyawan; Daniel Ajienegoro
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i2.11622

Abstract

PT. WGS is a micro business engaged in the provision of premium and imported food and beverage sector. The problems faced by PT. WGS as a newly established business is that most of its operational activities, namely the marketing process, sales process, inventory recording, and others are still conducted manually. To market its products, PT. WGS has carried out marketing activities by uploading product catalogues on various online applications in well-known e-commerce marketplaces, such as Tokopedia, Shopee, Instagram, and similar applications. As a form of higher education involvement in supporting the development and survival of micro businesses, the authors who are also the community service activity team (PKM) design a website that can help as a promotional media for PT. WGS as a PKM partner. The development process starts from system requirements analysis, interface design, website development, testing of all functions and modules, and system implementation on the company’s website domain. The system development method will follow the Software Development Life Cycle (SDLC) stages. The output produced in this PKM activity is the web-commerce of PT. WGS which is implemented as one of the company’s promotional media that is expected to increase the number of product sales from PT. WGSABSTRAK:PT. WGS merupakan usaha mikro yang bergerak di bidang penyediaan makanan dan minuman premium yang diimpor dari luar negeri. Permasalahan yang dihadapi oleh PT. WGS sebagai usaha yang baru berdiri adalah sebagian besar dari kegiatan operasionalnya, yaitu proses pemasaran, proses penjualan, pencatatan inventori, dan lainnya masih dilakukan secara manual. Untuk memasarkan produk yang dimilikinya, PT. WGS telah melakukan kegiatan pemasaran dengan memuat katalog produk pada aplikasi online yang terdapat pada marketplace e-commerce ternama, seperti Tokopedia, Shopee, Instagram, dan aplikasi sejenisnya. Sebagai bentuk keterlibatan perguruan tinggi dalam mendukung berkembangnya dan bertahannya usaha mikro, penulis yang juga merupakan tim pelaksana kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini melakukan perancangan web-commerce yang dapat membantu sebagai media promosi untuk PT. WGS sebagai mitra PKM. Proses pengembangan dimulai dari analisis kebutuhan sistem yang diinginkan mitra, membuat desain tampilan antarmuka, melakukan pengembangan website, melakukan pengujian terhadap keseluruhan fungsi dan modul yang terdapat pada website, serta melakukan implementasi sistem yang berjalan pada domain website yang dimiliki perusahaan. Metode pengembangan sistem dilaksanakan dengan mengikuti tahapan Software Development Life Cycle (SDLC). Luaran yang dihasilkan pada kegiatan PKM ini adalah website commerce PT. WGS yang diimplementasikan sebagai salah satu media promosi perusahaan yang diharapkan dapat meningkatkan jumlah penjualan produk dari PT WGS
PENINGKATAN KETANGGUHAN DAN KELEKATAN ORANGTUA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DALAM MENGATASI STRES PENGASUHAN DI MASA PANDEMIK COVID-19 Naomi Soetikno; Pamela Hendra Heng; Nevy Prinanda Putri; Inke Ayu Pertiwi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i2.12907

Abstract

Children are a gift from God that is coveted by every married couple. The child will be the hope of the next generation that is better than the child's parents. Parents always expect their children to develop well and perfect physically, socially, mentally and cognitively. However, in reality this desire is sometimes not in line with expectations, especially parents who get their children as children with special needs. In the COVID-19 pandemic situation, handling children with special needs can be a challenge for parents. Many parents are unable to cover up their feelings of stress, anxiety, fear, hopelessness, inadequacy, and panic in a pandemic situation. Moreover, parents who work from home during the pandemic must also divide their time to teach children with special needs to learn from home (study from home) so that the challenges they face are increasing as well. Therefore, to cope with parenting stress, parents need to increase resilience and attachment. The provision of psychoeducation in an effort to increase parental resilience and attachment is an approach used and given to parents in special needs schools during the Covid-19 pandemic. By giving pre-test and post-test to measure the understanding of participant (parents and teachers) regarding the parenting stress, attachment, and resilience, the difference was obtained ranging from 0.02-0.54, which indicated that there was an increase in understanding of the participants. ABSTRAK:Anak adalah anugerah dari Tuhan yang didambakan oleh setiap pasangan suami istri. Anak akan menjadi harapan penerus generasi yang lebih baik dari orangtua sang anak. Orangtua selalu mengharapkan anak mereka dapat berkembang dengan baik dan sempurna secara fisik, sosial, mental dan juga kognitif. Namun pada kenyataannya keinginan tersebut terkadang tidak sesuai dengan harapan, khususnya orangtua yang mendapatkan anaknya sebagai anak berkebutuhan khusus. Dalam situasi pandemic COVID-19, penanganan anak-anak berkebutuhan khusus dapat menjadi tantangan bagi orangtua. Banyak orangtua yang tidak dapat menutupi rasa stres, cemas, takut, putus asa, tidak mampu, dan panik dalam situasi pandemik. Terlebih lagi orangtua yang bekerja dari rumah (work from home) selama pandemik juga harus membagi waktu untuk mengajari anak berkebutuhan khusus belajar dari rumah sehingga tantangan yang dihadapi semakin meningkat pula. Untuk mengatasi stress pengasuhan, orangtua perlu meningkatkan ketangguhan dan kelekatan. Pemberian psikoedukasi dalam upaya peningkatan ketangguhan dan kelekatan orangtua merupakan pendekatan yang digunakan dan diberikan kepada para orangtua di sekolah kebutuhan khusus di masa pandemic Covid-19. Dengan pemberian pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman peserta yakni orangtua dan guru, mengenai stress pengasuhan, kelekatan orangtua, serta ketangguhan orangtua, didapatkan selisih berkisar 0.02-0.54, yang menunjukkan bahwa adanya peningkatan pemahaman dari peserta.