cover
Contact Name
Endah Setyaningsih
Contact Email
baktimas@untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
baktimas@untar.ac.id
Editorial Address
Sekretariat: Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Tarumanagara (LPPM - UNTAR). Gedung M, Lt. 5, Kampus 1 Universitas Tarumanagara Jl. Letjen S Parman no 1 Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
ISSN : 26210398     EISSN : 26207710     DOI : 10.24912/jbmi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia (P-ISSN 2620-7710 dan E-ISSN 2621-0398) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu : 1. Psikologi 2. Komunikasi 3. Hukum 4. Budaya 5. Bahasa 6. Seni Rupa dan Design Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal ini terutama memuat artikel hasil-hasil penelitian ilmiah, termasuk penelitian normatif.
Articles 675 Documents
PENCAHAYAAN KANDANG SAPI DI PETERNAKAN SAWALAKSA BUANA DESA CIMAUNG, JAWA BARAT Endah Setyaningsih; Yohanes Calvinus; Hadian Satria Utama; Alfina Putri Mulyo
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i2.12933

Abstract

Sawalaksa Buana Farm was established in 2015, in Cimaung village, West Java. The area is about 1200 m2, there are two cages in the area. The first cage was used as a feedlot with a capacity of 24 bulls. The second cage, used as a cow shed for breeding, has a capacity of 20 cows. Another area is a cattle feed warehouse and a fermentation area for making feed. Cow food is the result of processing corn stalk waste by fermentation, and the Sawalaksa Buana farm produces this food. Corn stalk waste is obtained from farmers around the farm. The lighting system in the enclosure and the surrounding environment uses LED bulbs, 28 watts of power. Installation of lights in the area around the cage without using a lamp housing, both for the inside and outside/the environment. In accordance with the shape of this LED lamp, its use is more appropriate for the inside of the room, but in this farm, besides being used for the cage area, it is also used for the outside, namely the environment and around the road. The partners' problems are lack of understanding in the selection and placement of LED lights, already using LED lights, but lack of detailed specifications, selection of shapes and lamp housings that are not appropriate for lighting around the cage and for the area around the road. The solution offered is in the form of retrofitting lights on the cowshed and its environment to optimize the use of LED lights and lamp housings. The method of implementing PKM is in the form of field surveys, analyzing and replacing lamps and lamp houses in cattle pens and their environment. The results obtained from the lighting of the cage can be optimized, namely by using the type of lamp according to its designation, the use of the lamp housing and the selection of the appropriate lamp power. Thus, the purpose of implementing this PKM can be fulfilled.ABSTRAK:Peternakan Sawalaksa Buana berdiri tahun 2015, di desa Cimaung, Jawa Barat. Luas area sekitar 1200 m2, terdapat dua kandang di area tersebut.  Kandang pertama dipakai sebagai kandang penggemukan berkasipasitas 24 ekor sapi jantan. Kandang kedua, dimanfaatkan sebagai kandang sapi betina untuk pembibitan/breeding, berkapasitas 20 ekor sapi betina. Area lain berupa gudang makanan sapi dan area fermentasi pembuatan pakan. Makanan sapi berupa hasil pengolahan limbah batang jagung dengan cara difermentasi, dan makanan ini diproduksi sendiri oleh peternakan Sawalaksa Buana. Limbah batang jagung diperoleh dari petani sekitar peternakan. Sistem pencahayaan pada kandang dan lingkungan sekitarnya menggunakan lampu bohlam LED, daya 28 watt. Pemasangan lampu pada area sekitar kandang tanpa menggunakan rumah lampu, baik untuk bagian dalam dan luar/lingkungan. Sesuai dengan bentuk lampu LED ini, penggunaannya lebih tepat untuk ruangan bagian dalam, namun di peternakan ini, selain digunakan untuk area kandang, juga untuk bagian luar yaitu lingkungan dan sekitar jalan. Permasalahan mitra adalah kurang paham dalam pemilihan dan penempatan lampu LED, sudah menggunakan lampu LED, namun spesifikasi kurang detil, pemilihan bentuk dan rumah lampu yang kurang tepat untuk pencahayaaan sekitar kandang dan untuk area sekitar jalan. Solusi yang ditawarkan berupa retrofit lampu pada kandang sapi dan lingkungannya untuk mengoptimalkan penggunaan lampu LED dan rumah lampu. Metode pelaksanaan PKM berupa survei lapangan, menganalisis dan penggantian lampu dan rumah lampu pada kandang sapi dan lingkungannya. Hasil yang diperoleh pencahayaan kandang dapat dioptimalkan, yaitu dengan penggunaan jenis lampu sesuai peruntukannya, penggunaan rumah lampu dan pemilihan daya lampu yang sesuai. Dengan demikian tujuan pelaksanaan PKM ini dapat terpenuhi
Cover Vol. 4. No.2 AGUSTUS 2021 COVER Vol. 4. No.2 AGUSTUS 2021
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cover Vol. 4. No.2 AGUSTUS 2021
STRATEGI DAN IMPLEMENTASI DIGITAL MARKETING SELAMA PANDEMI COVID-19 Margarita Ekadjaja; Halim Putera Siswanto
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i2.11347

Abstract

The Covid-19 Pandemic has been greatly affecting micro, small, and medium businesses, especially since the government issued the regulation on large-scale social distancing in order to reduce the spread of Corona virus. This community-engagement service activity aimed to socialize the digital marketing to market the products related to the Industrial Revolution 4.0 era and the existence of Covid-19 Pandemic. Limun Sari Buah is a type of medium-scale business established in 1970 producing lemonade drinks which are sold per crate consisting of 600 ml bottles. Currently, the sale of Limun Sari Buah is decreased due to the people’s activities reduction due to the pandemic and the lack of available flavor variants. The team of Community-Engagement Services attempts to provide a solution to Limun Sari Buah in the field of marketing according to the Industrial Revolution 4.0 era and diversifying the lemonade-drink product variants. The efforts done by the team of UNTAR Community-Engagement Services was by providing a training on marketing 4.0 entitled: The Strategy and Implementation of Digital Marketing in 4.0 Era through a webinar. The target of this community-engagement service activity for the business-owner and marketers is being able to market the products digitally by utilizing the internet media. After participating in the Marketing 4.0 Training, partners can use the internet media to market their products through Instagram. According to the result of a survey among 105 respondents in the age between 20-50 years old, the team of community-engagement services provide a solution to Limun Sari Buah to add new variants of the lemonade-drink product such as ginger-extract and milk-coffee. The output of this community-engagement service activity is disseminated in a National Seminar and Opini Untar.ABSTRAK:Pandemi Covid-19 berdampak besar pada usaha bisnis berskala mikro, kecil, dan menengah terutama sejak pemerintah mengeluarkan peraturan mengenai Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam rangka mengurangi penyebaran virus Corona. Tujuan kegiatan abdimas ini adalah mensosialisasikan digital marketing untuk memasarkan produk sehubungan dengan era Revolusi Industri 4.0 dan terjadinya wabah pandemi Covid-19.  Limun Sari Buah merupakan usaha bisnis berskala menengah, didirikan tahun 1970 dengan produk yang dihasilkan berupa limun dan dijual secara konvensional per krat dengan ukuran 600 ml per botol.  Saat ini penjualan Limun Sari Buah berkurang karena berkurangnya aktivitas masyarakat keluar rumah akibat pandemi dan kurangnya varian rasa yang tersedia. Tim Abdimas berupaya memberikan solusi kepada Limun Sari Buah di bidang pemasaran sesuai era Revolusi Industri 4.0 dan di bidang diversifikasi varian produk minuman limun. Upaya yang dilakukan Tim Abdimas UNTAR adalah memberikan pelatihan pemasaran 4.0 dengan topik Strategi dan Implementasi Digital Marketing di Era 4.0 melalui webinar. Target kegiatan abdimas adalah pemilik dan tenaga pemasar mampu memasarkan produknya secara digital dengan pemanfaatan media internet. Setelah mengikuti pelatihan pemasaran 4.0, mitra dapat memanfaatkan media internet untuk memasarkan produknya melalui instagram. Berdasarkan hasil survei varian rasa tertinggi dari 105 responden yang berusia 20-50 tahun, Tim Abdimas memberikan solusi kepada Limun Sari Buah untuk menambah varian  produk minuman limun, seperti sari jahe dan kopi susu. Luaran kegiatan abdimas ini dipublikasikan dalam Seminar Nasional dan Opini Untar.
PENINGKATAN KESEHATAN MASYARAKAT SELAMA PANDEMI DALAM UPAYA PENCEGAHAN LOW BACK PAIN Tjie Haming Setiadi; Alexander Halim Santoso; David Limanan; Erick Sidarta; Susy Olivia Lontoh
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i2.12519

Abstract

The global pandemic has made most of the activities at home. This condition poses significant health challenges. The increasing number of hours spent sitting, having improper posture, lack of exercise, unhealthy diet and pandemic stress can all lead to the low back pain. Low Back Pain is a multifactorial disease. Therefore, an integrated prevention strategy is needed to prevent Low Back Pain. Based on these problems, the community service activity was held. This activity is carried out to provide education related to knowledge of back pain in good working positions, movements to avoid, and exercises that can overcome complaints of back pain. The target of this activity is to increase public knowledge regarding low back pain, improve individual health degrees, educate healthy lifestyles, pay attention to nutritional intake, be active in sports, reduce the incidence of back pain and improve quality of life so that they can continue to work during the pandemic. This activity was carried out online on 27 May 2021 at 8.00-12.00 and was attended by 44 participants from PKK cadres, Tomang Village, West Jakarta. In addition, pre-test and post-test were also conducted. The average score of the pre-test was 53.63, while the average score of the post-test was 62.27. These results indicate that there is an increase in knowledge of 16.10%. Participants are expected to be able to apply the knowledge related to preventing back pain with exercise, good nutrition and can educate families about habits in preventing back painABSTRAK:Pandemi global telah membuat sebagian besar beraktivitas di rumah. Kondisi ini menimbulkan tantangan kesehatan yang signifikan. Meningkatnya jumlah jam yang dihabiskan untuk duduk, memiliki postur tubuh yang tidak tepat, kurang olah raga, pola makan yang tidak sehat dan stres pandemi dapat menyebabkan nyeri punggung bawah yang berkepanjangan. Low Back Pain merupakan penyakit multifaktor. Oleh karena itu, perlu strategi pencegahan terpadu untuk mencegah Low Back Pain. Berdasarkan permasalahan tersebut, kegiatan penyuluhan terkait nyeri pinggang belakang dan bagaimana mengatasinya diselenggarakan. Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan edukasi terkait pengetahuan nyeri pinggang belakang posisi kerja yang baik, gerakan yang dihindari, serta senam yang dapat mengatasi keluhan nyeri pinggang belakang. Target kegiatan ini adalah bertambahnya pengetahuan masyarakat terkait low back pain, meningkatkan derajat kesehatan individu, mengedukasi pola hidup sehat, memperhatikan asupan gizi, giat berolahraga, menurunkan angka kejadian nyeri pinggang belakang serta meningkatkan kualitas hidup agar tetap berkarya selama pandemi. Kegiatan ini dilakukan via daring pada tanggal 27 Mei 2021 pukul 8.00-12.00 dan dihadiri oleh 44 peserta yang berasal dari kader PKK Kelurahan Tomang Jakarta Barat. Selain itu, juga dilakukan pre-test dan post-test. Nilai rata-rata pre-test adalah 53.63, sedangkan nilai rata-rata pos-test adalah 62.27. Hasil tersebut menunjukan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 16.10%. Para peserta diharapkan dapat menerapkan materi terkait pencegahan nyeri pinggang belakang dengan senam, asupan gizi yang baik dan dapat mengedukasi keluarga tentang kebiasaan dalam mencegah nyeri pinggang belakang
APLIKASI SOFTWARE ACL SEBAGAI ALAT UNTUK MENDETEKSI PENYIMPANGAN KEUANGAN DAN AKUNTANSI PADA PT KAPUR PUTIH LAMPUNG Linda Santioso; Susanto Salim; Andreas Bambang Daryatno; Nurainun Bangun
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i2.11646

Abstract

The business risk that often occurs and is very worried by the company is fraud or fraud. Fraud often occurs in small companies, although it is also possible for large companies to occur. Large companies in general already have anti-fraoud, funds are available and employees have carried out their supervisory functions optimally. ACL is an ACL (Audit Command Language) Software Application that can be used to help detect financial and accounting irregularities. The vulnerability of assets to be embezzled and weak controls require the company's internal audit to always carry out early detection to anticipate the possibility of existing frauds. Through the use of ACL, it is possible to analyze data and generate a report for inspection. ACLs can be operated even though the data is large, can read various data types, export results into various data types and are able to provide high-quality reports. The method used is to provide counseling, training and operation of the use of ACL in improving the supervision of the company's financial activities. With this counseling and training, it is hoped that all parts of the organization can be controlled and their activities controlled. Sales, purchasing, warehouse and production involved in company activities, can provide more transparent information to management, this can directly or indirectly improve performance and competitiveness for the company. The results obtained by using the ACL process can be done more efficiently. fast, accurate, precise, inexpensive, and time efficient, saving energy and costs for the company.ABSTRAK:Resiko bisnis yang sering terjadi dan sangat dikuatirkan oleh perusahaan adalah fraud atau kecurangan. Kecurangan seringkali terjadi pada perusahaan kecil walaupun tidak menutup kemungkinan terjadi pula di perusahaan besar. perusahaan besar pada umumnya sudah memiliki anti – fraoud, tersedia dana dan karyawan sudah menjalankan fungsi pengawasan secara optimal. ACL adalah Aplikasi Software ACL (Audit Command Language) yang dapat dipakai untuk membantu mendeteksi Penyimpangan keuangan dan akuntansi. Kerawanan aset untuk digelapkan dan kontrol yang lemah mengharuskan audit internal perusahaan senantiasa melakukan deteksi lebih awal untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi kecurangan-kecurangan yang ada. Melalui penggunaan ACL dimungkinkan untuk dilakukan Analisa data dan menghasilkan suatu laporan untuk dilakukan pemeriksaan. ACL dapat dioperasikan walaupun datanya besar, bisa membaca berbagai tipe data, melakukan export hasil ke dalam berbagai tipe data dan mampu memberikan laporan berkualitas tinggi. Metode yang dipakai dengan memberikan penyuluhan, pelatihan dan pengoperasian penggunaan ACL dalam  meningkatan pengawasan aktivitas keuangan perusahaan. Dengan adanya penyuluhan dan pelatihan ini diharapkan seluruh bagian dalam organisasi dapat terkontrol dan terkendali aktifitasnya. Penjualan, pembelian, Gudang dan produksi yang terlibat didalam aktifitas perusahaan , dapat memberikan informasi yang lebih transparan kepada manajemen, hal ini secara langsung maupun tidak langsung dapat meningkatkan kinerja dan daya saing bagi perusahaan.Hasil yang didapat dengan penggunaan  ACL  proses itu dapat dilakukan dengan lebih cepat, akurat, tepat, murah, dan efesiensi waktu, menghemat  tenaga maupun biaya bagi perusahaan
PROGRAM PENDAMPINGAN KEWIRAUSAHAAN BAGI UKM DAY TEA INDONESIA, CIWIDEY, KABUPATEN BANDUNG Hetty Karunia Tunjungsari
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i2.12753

Abstract

Di tahun 2020 ini dunia mengalami krisis global sebagai dampak pandemi COVID-19 yang melanda sejumlah besar negara di dunia. Krisis ekonomi yang dipicu oleh krisis kesehatan ini bahkan memunculkan berbagai masalah bagi pelaku UKM di Indonesia, terutama UKM yang selama ini hanya memasarkan produk secara konvensional di pasar fisik. Dorongan untuk beralih dari pasar fisik ke pasar digital tidak hanya terjadi karena adanya pandemi, namun juga karena di era digital ini konsumen cenderung lebih menyukai produk-produk yang dapat diakses di pasar digital. Kegiatan PKM ini dilakukan untuk membantu UKM Day Tea Indonesia yang terletak di Ciwidey, Kabupaten Bandung. Selama ini produk yang dihasilkan oleh UKM dijual di toko oleh-oleh yang biasa dikunjungi oleh wisatawan di Ciwidey, namun karena berkurangnya jumlah wisatawan sejak terjadinya pandemi COVID-19, penjualan di toko fisik menurun drastis. Pemilik UKM sudah mulai mencoba memasarkan produknya di pasar digital seperti di Tokopedia maupun menggunakan media sosial Facebook. Namun demikian pemasarannya dirasakan tidak efektif. Survey yang dilakukan oleh tim PKM menghasilkan kesimpulan bahwa salah satu kendala yang mengakibatkan kurangnya daya tarik produk adalah karena kemasan yang kurang berkualitas. Meskipun produk Day Tea Indonesia merupakan produk teh berkualitas premium, karena konsumen mendapatkan kesan pertama akan kualitas produk melalui tampilan kemasan, maka kemasan yang digunakan saat ini masih kurang memadai. Tim PKM melakukan pendampingan kewirausahaan dengan mengembangkan desain kemasan bagi Day Tea Indonesia sebagai upaya untuk meningkatkan daya tarik produk bagi konsumen. Kata kunci: pendampingan kewirausahaan, kemasan, UKM, pemasaran, kuliner
PENGENALAN MEDIA MASSA DAN PROFESI JURNALIS DI SMP KATOLIK ABDI SISWA JAKARTA BARAT Roswita Oktavianti
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i2.11382

Abstract

Communication Study Programme is one of the programmes in tertiary education that generates human resources with journalist’s competencies. A journalist who works in a press company or mass media has a role as a pillar of democracy and has a responsibility to distribute information to the public. However, this role is becoming increasingly challenging due to the rise of citizen journalism in online media and social media. Internet users can now spread information to their audiences. Therefore, the community services team of the Faculty of Communication, Universitas Tarumanagara held an event of introductory communication science, particularly in terms of a journalist as a media worker and mass media. This introduction of mass media and journalism is conducted with groups of junior high school students in Abdi Siswa Catholic Junior High School, West Jakarta, Indonesia. The team as communication academia initially conveyed about communication study and mass communication as one of the main areas. Then it expanded toward several of mass media in Indonesia, journalists or media workers, and the source of news of the journalists. Besides, the team also giving an understanding and insight about how students can contribute to delivering information toward media. This community service event aims to give the understanding of mass media and journalists as media workers, based on the perspective of practitioners and academia.  The speaker was a journalist so the experienced and information relevant to the situation. The students were given a test afterwards, and it showed that students comprehend of mass media and journalist as a profession with an average score 7,37 out of 10. The introductory of journalism practice can be effective if the speaker enriches its presentation visually, using an interactive method, and it is delivered directly by the journalist or by the former journalistABSTRAK:Program Studi Ilmu Komunikasi di perguruan tinggi menciptakan lulusan yang salah satunya memiliki kompetensi sebagai seorang jurnalis. Jurnalis atau wartawan yang bekerja pada perusahaan pers atau media massa berfungsi sebagai pilar demokrasi dan memiliki tanggung jawab sebagai penyalur informasi kepada masyarakat. Namun, tugas ini menjadi semakin menantang ketika jurnalis dihadapkan pada jurnalisme warga di media online dan media sosial yang juga mampu menyalurkan informasi kepada khalayak. Oleh karena itu, tim pengabdian kepada masyarakat Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara memberikan pengenalan tentang Ilmu Komunikasi secara umum, khususnya terkait profesi jurnalis dan media massa. Pengenalan dilakukan pada siswa Sekolah Menengah Pertama Katolik Abdi Siswa I dan II, Jakarta Barat. Tim pengabdian mengenalkan Ilmu Komunikasi, lalu komunikasi massa sebagai salah satu area utama dalam komunikasi, berbagai jenis media massa, profesi jurnalis, hingga sumber-sumber berita jurnalis. Selain itu, tim pengabdian juga memberikan pemahaman tentang kontribusi siswa sekolah dalam praktik jurnalisme. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pemahaman tentang media massa dan profesi jurnalis dari praktisi sekaligus akademisi yang pernah memiliki pengalaman sebagai jurnalis. Dari hasil tes berupa pertanyaan yang diberikan setelah kegiatan, menunjukkan bahwa siswa memahami materi tentang media massa dan profesi jurnalis dengan nilai rata-rata 7,37 dari nilai maksimal 10. Pengenalan dunia jurnalistik yang dilakukan dengan cara presentasi yang diperkaya dengan visual, interaktif, dan disampaikan oleh pembicara yang memiliki pengalaman langsung sebagai jurnalis lebih dapat diterima oleh para siswa.
PENGARUH EDUKASI GIZI BERBASIS VIDEO TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI DI JAKARTA TIMUR Haniyyah Prastia Putri; Fathiya Andara; Dian Luthfiana Sufyan
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i2.11608

Abstract

Compared to adolescent boys, adolescent girls have a higher risk of developing anemia. The need for iron absorption reaches its peak at the age of 14-15 years in adolescent girls. Anemia is a condition which the number of red blood cells is insufficient to meet the physiological needs of the body. The national prevalence of anemia in adolescent girls in Indonesia according to Riskesdas is 21.7%, this shows that anemia in adolescent girls is still a problem because the prevalence rate is still high. Anemia in adolescent girls can have adverse effects such as decreased reproductive health, motor and mental development, intelligence, learning achievement, fitness levels, and not achieving maximum height. Lack of knowledge can be a factor in the problem of anemia in adolescent girls. Several ways can be done to increase the knowledge and attitudes of adolescent girls, one of which is by providing nutrition education about balanced nutrition guidelines, clean and healthy living behavior, and knowledge about anemia with video-based as a tool. The purpose of the study was to determine the effect of video-based nutrition education on the level of knowledge of adolescent girls aged 15-21 years in the East Jakarta area.The level of knowledge was measured using a pre test before being given education and a post test after being given video-based education. The analysis used to process the data used statistical paired t-test. The results of the activity show that there is an effect of providing video-based nutrition education on the knowledge of adolescent girls aged 15-21 years in the East Jakarta area which is supported by a p-value <0.05.ABSTRAK:Dibandingkan dengan remaja putra, remaja putri memiliki risiko tinggi mengalami anemia. Kebutuhan penyerapan zat besi pada remaja putri mencapai punjaknya pada usia 14-15 tahun pada remaja putri. Anemia adalah suatu keadaan dimana jumlah sel darah merah tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan fisiologis tubuh. Prevalensi nasional anemia pada remaja putri di Indonesia menurut Riskesdas adalah 21,7%, hal ini menunjukkan bahwa anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan karena angka prevalensinya masih tinggi.Dampak tidak baik akibat dari anemia pada remaja diantaranya menurunnya perkembangan motorik, mental, menurunnya kesehatan pada reproduksi, perkembangan motorik, kecerdasan, prestasi belajar, tingkat kebugaran dan tinggi badan tidak mencapai maksimal. Kurangnya pengetahuan dapat menjadi salah satu faktor permasalahan terjadinya anemia pada remaja putri. Beberapa cara dapat dilakukan untuk dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja putri, salah satunya adalah dengan pemberian edukasi gizi mengenai pedoman gizi seimbang, perilaku hidup bersih dan sehat, dan pengetahuan tentang anemia berbasis video sebagai alat bantu. Tujuan kegiatan dilakukan untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi berbasis video terhadap tingkat pengetahuan remaja putri berusia 15-21 tahun di wilayah Jakarta Timur. Tingkat pengetahuan diukur menggunakan pre test sebelum diberikan edukasi dan post test setelah diberikan edukasi berbasis video. Analisis yang digunakan untuk mengolah data menggunakan uji statistik paired t-test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pemberian edukasi gizi berbasis video terhadap pengetahuan remaja putri berusia 15-21 tahun di wilayah Jakarta Timur yang didukung dengan p-value < 0,05
UPAYA PENGENDALIAN STUNTING MELALUI EDUKASI POLA MAKAN SEHAT DAN SEIMBANG SELAMA SERIBU HARI PERTAMA KEHIDUPAN Meilani Kumala; Alexander Halim; Susy Olivia Lontoh; Sari Mariyati Dewi Dewi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i2.12906

Abstract

Stunting or short stature is one of the nutritional problems in toddlers in the world, especially in developing countries. The results of Survei Status Gizi Balita Indonesia in 2019 showed the prevalence of stunting in Indonesia reached 27.7% which indicates stunting is still a moderate problems. The impact of stunting can affect the increased rates of morbidity and mortality in toddlers, also the decrease quality of life in adulthood. Various factors can influence stunting related to chronic malnutrition during the first 1,000 days of life covering the fetal period in the womb up to the first two years of life. This period is a rapid growth period and does not occur in the next age group,  therefore adequate nutritional intake is very important at this period. Tomang subdistrict which is a partner of FK UNTAR islocated in the West Jakarta area where, the RISKESDAS Report of DKI Jakarta Province 2018, showed that the percentage of very short stature and short stature is 12,87% of toddlers in the West Jakarta area. The first step to reducing and control the prevalence of stunting has been conducted an education about Healthy and Balanced Diet During the First Thousand Days to cadres in the village of Toman, West Jakarta. The activity showed that most cadres experienced increased knowledge about healthy food intake and balanced nutrition after getting based on pre-posttests of education. The achieved results need to be followed up with training and mentoring so that the cadres are always motivated and renew their knowledge related to stunting management. So, they can carry out their duties thus can contribute to reducing the prevalence of stunting in toddlersABSTRAK:Stunting atau pendek merupakan salah satu masalah gizi yang dialami oleh balita di dunia terutama di negara sedang berkembang. Survei Status Gizi Balita Indonesia tahun 2019 menunjukkan prevalensi stunting di Indonesia mencapai 27,7% yang menunjukkan stunting di Indonesia masih merupakan masalah dengan kategori tingkat sedang. Dampak stunting pada balita dapat berakibat meningkatnya angka kesakitan dan kematian pada bayi dan balita, serta menurunnya kualitas hidup di usia dewasa. Berbagai faktor dapat memengaruhi terjadinya stunting terkait kekurangan gizi kronis selama 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) anak yang meliputi masa janin dalam kandungan sampai dua tahun setelah kelahiran. Masa HPK merupakan masa proses tumbuh kembang yang sangat cepat dan tidak terjadi pada kelompok usia selanjutnya, oleh karena itu pemenuhan asupan gizi pada masa ini sangat penting. Kelurahan Tomang yang merupakan mitra FK UNTAR terletak di daerah Jakarta Barat dimana berdasarkan Laporan RISKESDAS Provinsi DKI Jakarta 2018, menunjukkan kejadian sangat pendek dan pendek sebesar 12,87% pada usia bawah dua tahun di wilayah Jakarta Barat. Sebagai langkah awal untuk pencegahan dan pengendalian terjadinya stunting, telah dilakukan edukasi mengenai Pola Makan Sehat dan Seimbang Selama HPK kepada para kader di kelurahan Tomang, Jakarta Barat. Kegiatan edukasi tersebut menunjukkan sebagian besar kader mengalami peningkatan pengetahuan tentang asupan makanan sehat dan gizi seimbang setelah mendapat edukasi berdasarkan pre-pos tes. Hasil yang dicapai ini perlu dilakukan tindak lanjut dengan pelatihan dan pendampingan agar para kader selalu termotivasi dan memperbaharui pengetahuan terkait pengendalian stunting dalam menjalankan tugasnya dengan demikian dapat berkontribusi dalam upaya menurunkan angka kejadian stunting pada balita.
MEMBANGUN SPIRITUAL WELL-BEING PELAKU UMKM DI JAMBI DI ERA PANDEMI COVID 19 Raja Oloan Tumanggor; Fransisca I.R. Dewi; Hotnida Nethania Agatha
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i2.12949

Abstract

This article is the result of training for 4 micro, small and medium businesses in Jambi who are having problems managing their businesses as a result of the Covid 19 pandemic. The training aims to inspire small and medium business actors to continue their business, carried out through zoom with the lecture method , ask questions, and share experiences. The problems they face include lack of customers, declining turnover, which results in decreased income as well. However, various attempts have been made to get rid of this problem. One aspect that can help them rise from adversity is to build spiritual well-being by fostering harmonious relationships with themselves, others, the natural environment and God. Spiritual well-being is not only about a relationship with divine power, but also about a good relationship with oneself, others, and the universe. A person is called spiritually prosperous if he is able to be honest with himself, see the positive in others, maintain the universe and be obedient to worship. All these aspects need to be owned by every business actor. Through real spiritual well-being from the emergence of self-confidence, optimism, and the ability to surrender to God's power, they are then able to see various opportunities that can be done to continue their business such as opening a business in other fields, and changing marketing methods. The important thing is that they can survive even in the difficult atmosphere of the pandemic era.ABSTRAK:Artikel ini merupakan hasil pelatihan terhadap 4 orang pelaku UMKM di Jambi yang mengalami masalah dalam mengelola usahanya sebagai dampak dari pandemi Covid 19. Pelatihan yang bertujuan membangkitkan semangat para pelaku usaha kecil dan menengah melanjutkan usahanya, dilakukan melalui zoom dengan metode ceramah, tanya jawab, dan sharing pengalaman. Masalah yang mereka hadapi antara lain kurangnya pelanggan, omzet menurun, yang berakibat pada pendapatan yang menurun juga. Namun berbagai upaya dilakukan untuk bisa lepas dari persoalan itu. Salah satu aspek yang bisa menolong mereka bangkit dari keterpurukan itu adalah dengan membangun kesejahteraan spiritual dengan cara membina relasi yang harmonis dengan diri sendiri, sesama, alam lingkungan dan Tuhan. Kesejahteraan spiritual bukan hanya menyangkut soal relasi dengan kekuasaan ilahi, tetapi juga menyangkut relasi yang baik dengan diri sendiri, sesama, alam semesta. Seseorang disebut sejahtera secara spiritual bila mampu jujur terhadap diri sendiri, melihat yang positif dalam diri sesama, memelihara alam semesta dan taat beribadah. Semua aspek tersebut perlu dimiliki oleh setiap pelaku usaha. Melalui kesejahteraan spiritual yang nyata dari munculnya kepercayaan diri, optimisme, dan kemampuan berserah kepada kekuasaan Tuhan, mereka kemudian mampu melihat berbagai peluang yang bisa dilakukan untuk melanjutkan usahanya seperti membuka usaha di bidang lain, dan merobah metode pemasaran. Yang penting mereka bisa bertahan kendati dalam suasana sulit di era pandemi.