cover
Contact Name
Endah Setyaningsih
Contact Email
baktimas@untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
baktimas@untar.ac.id
Editorial Address
Sekretariat: Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Tarumanagara (LPPM - UNTAR). Gedung M, Lt. 5, Kampus 1 Universitas Tarumanagara Jl. Letjen S Parman no 1 Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
ISSN : 26210398     EISSN : 26207710     DOI : 10.24912/jbmi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia (P-ISSN 2620-7710 dan E-ISSN 2621-0398) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu : 1. Psikologi 2. Komunikasi 3. Hukum 4. Budaya 5. Bahasa 6. Seni Rupa dan Design Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal ini terutama memuat artikel hasil-hasil penelitian ilmiah, termasuk penelitian normatif.
Articles 675 Documents
PENINGKATAN PENGETAHUAN PERAWAT TERHADAP KEBUTUHAN PSIKOSOSIAL LANSIA DI ERA PANDEMI COVID-19 Anung Ahadi Pradana; Renta Sianturi; Rohayati Rohayati
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 3 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i3.13487

Abstract

The COVID-19 pandemic has brought several challenges in managing the health of vulnerable groups, especially older adults. Health problems that arise and are experienced by older adults during the pandemic, one of which is psychosocial disorders caused by changes in daily activities, health services, social support, and perceptual disturbances experienced by older adults. Health workers are one of the parties that play a role in promoting healthy behavior and health information to vulnerable populations who often face inequality in the health sector. There are still many nurses who have minimal knowledge regarding the management of older adult health. The positive attitude shown when performing nursing care for the older adults group can be an opportunity to implement community service related to the concept of health in this group. The implementation of community service to 545 nurses was carried out on Saturday, August 14, 2021, through zoom media. The total number of nurses who participated was spread across 21 provinces in Indonesia. The results of the Wilcoxon test activities obtained the value of Sig. = 0.000 (< 0.05), which means that there are benefits to be gained from community service activities to increase nurses' understanding of the psychosocial needs of older adults during the pandemic. The role of health workers is one of the key factors in preventing the decline in psychosocial conditions in older adults. Therefore, activities aimed at increasing the understanding and knowledge of health workers related to problems in older adults need to be carried out sustainably and massivelyABSTRAKPandemi COVID-19 membawa beberapa tantangan dalam penatalaksanaan kesehatan kelompok rentan khususnya lanjut usia. Gangguan kesehatan yang muncul dan dialami oleh lansia selama pandemi salah satunya adalah gangguan psikososial yang diakibatkan karena adanya perubahan aktivitas sehari-hari, pelayanan kesehatan, dukungan sosial hingga gangguan persepsi yang dialami lansia. Tenaga kesehatan diketahui menjadi salah satu pihak yang berperan meningkatkan perilaku sehat pada populasi rentan yang sering kali menghadapi ketidakadilan di bidang kesehatan. Banyak perawat memiliki pengetahuan minim tentang  penatalaksanaan kesehatan lansia. Namun. mereka  bersikap positif ketika melakukan asuhan keperawatan. Situasi ini menjadi kesempatan dalam  pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat terkait konsep kesehatan pada kelompok lansia. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan kepada 545 perawat dilakukan pada Sabtu, 14 Agustus 2021 melalui media zoom. Total perawat yang menjadi peserta tersebar dari 21 provinsi di Indonesia. Hasil uji Wilcoxon kegiatan didapatkan nilai Sig. = 0.000 (< 0.05) yang menunjukkan ada manfaat yang didapat dari kegiatan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan pemahaman perawat terhadap kebutuhan psikososial lansia di masa pandemi. Peran tenaga kesehatan menjadi salah satu faktor kunci dalam mencegah penurunan kondisi psikososial pada lansia, oleh karena itu kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tenaga kesehatan terkait permasalahan yang terjadi pada lansia perlu untuk dilakukan secara berkelanjutan dan masif.
STUDI KELAYAKAN PENGEMBANGAN BISNIS UMKM DI MASA PANDEMI COVID 19 Margarita Ekadjaja; Clarita Tanzaretha; Missy Salim
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 3 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i3.13450

Abstract

The COVID-19 pandemic has opened up opportunities for partners to expand their businesses because electronic equipment and computer repair services have increased. However, due to PPKM policy, there is no direct interaction between sellers and customers. This PKM activity is held for analyzing the feasibility of new business locations for business development through a business feasibility study. Alfin Electronic Shop is an MSME located in the Kebayoran Lama Market with business activities in selling electronic equipment and servicing electronic equipment and computers. With the implementation of Community Activity Restrictions as a government effort to overcome the covid 19 pandemic, there is no direct interaction between sellers or service providers with customers so that income decreases. Partner seeks to expand its market share in the Tangerang area and its surroundings to increase revenue. The location selection was carried out using a factor weighting method with the highest total score in the Tangerang City area. The method of implementing community service activities is based on the stages of business feasibility study solutions and strategic management solutions. Solutions in business feasibility studies include market, technical, management, economic, and financial aspects. The analysis results of these five aspects indicate that the Tangerang area is suitable for partner business development. Solutions to strategic management are carried out by analyzing opportunities and threats to the sustainability of the partner's business in the Tangerang City area. Along with the industrial revolution and the Covid 19 pandemic, partners can market their business through buying and selling sites that lead to business innovation. ABSTRAKPandemi Covid 19 membuka peluang mitra untuk mengembangkan usahanya karena kebutuhan akan peralatan elektronik dan jasa perbaikan komputer meningkat. Namun seiring dengan adanya PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) yang merupakan usaha pemerintah mengatasi pandemi covid 19, menyebabkan tidak adanya interaksi penjual atau pemberi jasa dengan pelanggan secara langsung.  Kegiatan PKM ini diadakan untuk menganalisa kelayakan lokasi pengembangan bisnis melalui studi kelayakan bisnis. Toko Alfin Elektronik merupakan UMKM yang berlokasi di Pasar Kebayoran Lama dengan kegiatan usaha dibidang penjualan peralatan elektronik, servis peralatan elektronik dan komputer. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat sebagai usaha pemerintah mengatasi pandemi covid 19, menyebabkan tidak adanya interaksi penjual atau pemberi jasa dengan pelanggan secara langsung sehingga pendapatan menurun. Mitra berupaya memperluas pangsa pasarnya di wilayah Tangerang untuk meningkatkan pendapatan. Pemilihan lokasi dilakukan menggunakan metode pembobotan faktor dengan total skor tertinggi wilayah Tangerang Kota. Metode pelaksanaan kegiatan PKM didasarkan pada tahapan solusi studi kelayakan bisnis dan solusi manajemen strategik. Solusi pada studi kelayakan bisnis meliputi aspek pasar, aspek teknis, aspek manajemen, aspek ekonomi, dan aspek keuangan.  Hasil analisa kelima aspek tersebut menunjukkan bahwa wilayah Tangerang layak untuk pengembangan usaha mitra. Solusi pada manajemen strategik dilakukan melalui analisa peluang dan ancaman terhadap keberlangsungan bisnis mitra di wilayah Tangerang Kota.  Seiring revolusi industri dan pandemi Covid 19, mitra juga dapat memasarkan bisnisnya melalui situs jual beli yang mengarah pada inovasi bisnis. 
PELATIHAN ETIKET KOMUNIKASI DI DUNIA KERJA PADA PENYANDANG DISABILITAS INTELEKTUAL Roswita Oktavianti
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 3 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i3.15241

Abstract

Persons with intellectual disabilities need to be supported with particular skills before they work as a professional. Despite having limitations, persons with down syndrome can train and do simple jobs. Therefore, a community services member of the Faculty of Communication, Universitas Tarumanagara provides training about communication etiquette in professional circumstances for persons with intellectual disabilities. This event was carried out in coordination with the Center for Psychological Guidance and Consultation (Pusat Bimbingan dan Konsultasi Psikologi/PBKP) Untar dan Special Olympics Indonesia (SOIna). Both institutions have been organized several events to enhance the skills of persons with intellectual disabilities. SOIna is the only non-profit organization that has been recognized by the government and is accredited by Special Olympics International. During the Covid-19 pandemic, all events are carried out using video conferencing. After the event, all participants were given open and closed questions to find out their understanding of the material that had been given. To sum up, all of the participants are willing to work or to be an entrepreneur. Participants were also able to answer all of the questions related to the material given with the percentage of the correct answer of 99,2%. The community services event in the form of training to improve the work skills of persons with intellectual disabilities should be continued to assist them in independence and productive human resources. In addition, persons with intellectual disabilities can conceive material, interact, and answer questions given.ABSTRAK:Penyandang disabilitas intelektual perlu dibekali keterampilan sebelum memasuki dunia kerja. Meski memiliki keterbatasan, penyandang disabilitas intelektual sindrom down (down syndrom) bisa merespon pelatihan dan melakukan pekerjaan sederhana. Atas dasar itulah, dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara memberikan bekal berupa etiket komunikasi di dunia profesional kepada penyandang disabilitas intelektual. Kegiatan ini dilakukan bersama dengan Pusat Bimbingan dan Konsultasi Psikologi (PBKP) Untar dan Special Olympics Indonesia (SOIna) yang menyelenggarakan kegiatan-kegiatan untuk meningkatkan keterampilan anak penyandang disabilitas intelektual. SOIna adalah satu-satunya organisasi nirlaba yang telah diakui pemerintah dan mendapat akreditasi dari Special Olympics International. Dalam kondisi pandemi Covid-19, kegiatan dilakukan secara daring menggunakan sarana konferensi video. Paska kegiatan, pengabdi melakukan diskusi dan memberikan pertanyaan terbuka dan tertutup kepada peserta untuk mengetahui pemahaman terhadap materi yang sudah diberikan. Hasilnya, seluruh peserta penyandang disabilitas intelektual dalam kegiatan ini, menyatakan ingin bekerja atau membuka lapangan kerja. Peserta juga mampu menjawab soal terkait materi etiket yang sudah diberikan dengan persentase jawaban benar 99,2%. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan untuk meningkatkan keterampilan kerja penyandang disabilitas intelektual perlu terus dilakukan. Hal ini untuk menanamkan kemandirian dan menciptakan produktivitas sumber daya manusia di Indonesia. Selain itu, penyandang disabilitas intelektual juga bisa menerima materi dengan baik, berinteraksi dan menjawab pertanyaan yang diberikan
MENGGALI SIKAP KEPEMIMPINAN PRIBADI SEBAGAI KECAKAPAN HIDUP BAGI PENGUNGSI Sri Hapsari` Wijayanti; Andreas Elang Detra
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 3 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i3.13468

Abstract

Personal leadership is a talent that can be learned at any age. At a young age, personal leadership is developed in formal or informal education. In adulthood, leadership can be honed in a work environment or organization. In collaboration with UNHCR in empowering refugees, this community service activity involves refugees living in Jakarta and surrounding areas. Refugees are adults who do not escape to hone their leadership spirit to become strong and independent individuals. They often feel unable to adapt, not knowing what to do best for themselves or others. The purpose of this community service activity is to hone personal leadership attitudes for refugees in fighting for life based on their potential. There are 26 refugees from various countries who attended this activity. Stages of activities include preparation, implementation, and evaluation. In the preparation stage, participants filled out a questionnaire regarding the theory of leadership concepts. In the implementation stage, these activities are held using training methods and lecture techniques, tests, sharing experiences, and interactive discussions. The evaluation phase includes observation and evaluation of test results. Participants classified as adults prefer to discuss their lives related to personal leadership rather than mastering leadership theory as given in the test. The test result shows that the comprehension of leadership increased only 6%. However, this activity received a positive response from the participants. They are motivated to improve themselves and to become their leaders.ABSTRAK:Kepemimpinan pribadi merupakan bakat yang dapat dipelajari di segala usia. Di usia muda, kepemimpinan pribadi dikembangkan di tingkat pendidikan formal atau informal. Di usia dewasa, kepempimpinan dapat diasah di lingkungan kerja atau organisasi. Bekerja sama dengan UNHCR dalam pemberdayaan pengungsi, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini melibatkan para pengungsi yang tinggal di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Pengungsi adalah insan dewasa yang tidak luput untuk mengasah jiwa kepemimpinan personal sehingga mampu menjadi pribadi yang kuat dan mandiri. Mereka tidak jarang merasakan ketidakmampuan dalam beradaptasi, tidak mengetahui harus berbuat apa yang terbaik bagi diri sendiri atau orang lain. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah mengasah sikap kepemimpinan pribadi bagi para pengungsi dalam memperjuangkan kehidupan berdasarkan potensi diri mereka. Kegiatan ini dihadiri oleh 26 pengungsi dari berbagai negara. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Dalam tahap persiapan, peserta mengisi kuesioner mengenai teori konsep kepemimpinan. Dalam tahap pelaksanaan, kegiatan dilakukan dengan metode pelatihan dan teknik ceramah, tes, berbagi pengalaman, dan diskusi interaktif. Tahap evaluasi meliputi pengamatan dan evaluasi hasil tes. Peserta yang tergolong dewasa ini lebih suka berdiskusi tentang kehidupan mereka terkait dengan kepemimpinan pribadi dibandingkan dengan menguasai  teori kepemimpinan seperti yang diberikan dalam tes. Hal ini diketahui dari hasil tes yang hanya meningkat 6% dari sebelum diberikan materi tentang kepemimpinan. Meskipun demikian, kegiatan ini mendapat respon positif dari peserta. Mereka termotivasi untuk memperbaiki diri dan menjadi pemimpin bagi diri sendiri.
PERMASALAHAN DALAM TRANSAKSI E-COMMERCE Ida Kurnia; Imelda Martinelli
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i2.11457

Abstract

Sellers and buyers experience problems in e-commerce transactions and that causes is not understanding in details of legal provisions in the sale and purchase agreement that will be faced. In addition, people does not pay attention in the risks that can be occurs from buying and selling transaction via internet. One of the areas where people often experience various problems in e-commerce transactions are in Blok Duku RT 10/RW 10, Cibubur, East Jakarta area. One of the efforts taken to overcome this problem is to socialize the Law on Consumer Protection and provides tips for people around as a seller or buyers to understand the contents of the sale and purchase agreement, also understand the problems and risks that can be occur from e-commerce transaction. At this level, online socialization is needed. Within this activity, people around that area who once did not have a complete and clear knowledge of the problems in e-commerce transaction became understand. In addition, the target achievements will result that people around that area gets an adequate understanding in the safety of e-commerce transaction. The output of this activity will be form of article in journal publised by Universitas Tarumanagara. The socialization of this activity are carry out by survey methods, lectures, and question and answer sessions. Thus, people around that area could understand the risks to be faced and able to be feel safety in e-commerce transactions.ABSTRAK:Pelaku usaha maupun konsumen banyak mengalami berbagai permasalahan dalam transaksi e-commerce dan hal yang sering menjadi penyebab adalah tidak memahami secara mendetail mengenai ketentuan hukum dalam perjanjian jual beli dan berbagai risiko-risiko yang akan dihadapi. Selain itu, masyarakat juga tidak memperhatikan risiko-risiko yang dapat terjadi dalam transaksi jual beli melalui media internet. Salah satu daerah yang masyarakatnya sering mengalami berbagai permasalahan dalam transaksi e-commerce adalah di daerah Blok Duku RT 10/ RW 10, Cibubur, Jakarta-Timur. Salah satu upaya yang ditempuh dalam mengatasi persoalan tersebut, yaitu melakukan sosialisasi Undang-undang mengenai Perlindungan Konsumen dan memberikan kiat-kiat supaya masyarakat sebagai penjual ataupun pembeli memahami isi perjanjian jual beli dan mengetahui hak-haknya serta memahami masalah dan risiko yang dapat timbul dari transaksi e-commerce. Pada level ini diperlukan sosialisasi secara online. Melalui kegiatan ini, warga sekitar yang semula tidak mempunyai pengetahuan yang utuh dan jelas mengenai permasalahan dalam transaksi e-commerce menjadi paham. Selain itu, target capaian yang akan dihasilkan adalah masyarakat mendapatkan suatu pemahaman yang memadai berkenaan dengan transaksi e-commerce yang aman. Luaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berupa tulisan dalam artikel di jurnal yang diterbitkan oleh Universitas Tarumanagara. Pelaksanaan sosialisasi pengabdian kepada masyarakan ini dilaksanakan dengan metode survei, ceramah dan sesi tanya jawab. Dengan demikian, masyarakat dapat memahami akan risiko-risiko yang akan dihadapi sehingga dapat melakukan transaksi e-commerce yang aman
MOTIVASI UNTUK MENINGKATKAN MINAT KULIAH BAGI SISWA SMA BINAAN ASAK SATHORA DI MASA PANDEMI COVID-19 Rorlen Rorlen; Miharni Tjokrosaputro; Henny Henny; Jonnardi Jonnardi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i2.12518

Abstract

The Covid-19 pandemic caused many of less fortunate students to lose their motivation to continue their education to the university since there are many families being affected by the pandemic. Some of the reasons are time and financial limitations. This is due to the fact that many of those students have to help their parents to earn money. Therefore, this community engagement is aimed to increase the motivation of those less fortunate high school students from ASAK to continue their study to the university in hope for the better future. Methods that used in this programme was debriefing material extension method and motivation to increase the interest of high school students of ASAK Kembangan in area of West Jakarta. The programme was conducted via Zoom on Wednesday, March 17, 2020. The motivational briefing event was attended by 14 high school students and 2 students assisted by ASAK Sathora.. This community engagement begins with provisioning counselling and motivation, and finished with question and answer. Output of this programme will be an article. According to the students, the result of the questionnaire can be very beneficial for them to help self-improvise, develop their mindset and thus will be very eager to participate in the future event.ABSTRAK:Pandemi Covid-19 membuat banyak siswa yang kurang mampu tidak termotivasi untuk melanjutkan sekolahnya ke jenjang perguruan tinggi. Banyak keluarga siswa yang terdampak pandemi Covid-19 ini. Adapun beberapa alasan yang mereka kemukakan adalah keterbatasan waktu dan biaya. Hal ini dikarenakan banyak diantara para siswa tersebut yang harus membantu orang tuanya untuk mencari penghasilan. Oleh karenanya, program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi para siswa kurang mampu SMA binaan ASAK untuk melanjutkan studinya ke perguruan tinggi agar mereka bisa mendapatkan masa depan yang lebih baik.  Target luaran yang akan dicapai adalah artikel publikasi.  Metode yang dipakai dalam kegiatan ini adalah metode penyuluhan materi pembekalan dan motivasi untuk meningkatkan minat kuliah bagi anak SMA binaan ASAK Sathora di daerah Kembangan, Jakarta Barat. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan secara telekonferensi melalui  Zoom pada hari Rabu, tanggal 17 Maret 2020. Acara pembekalan motivasi diikuti oleh 14 orang siswa SMA dan 2 mahasiswa binaan ASAK Sathora. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dimulai dari penyuluhan pembekalan dan motivasi untuk meningkatkan minat kuliah bagi anak SMA binaan ASAK kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab. Adapun hasil pengukuran dengan kuestioner atas kegiatan pemberian motivasi ini menurut para siswa dapat sangat mendorong mereka untuk mengembangkan diri, berpola pikir berkembang dan sangat tertarik untuk ambil bagian pada acara yang akan diadakan oleh tim Untar pada kesempatan yang akan datang.
EDUKASI PADA MASYARAKAT MENGENAI PERAN MIKROORGANISME DALAM PERUBAHAN IKLIM Daru Seto Bagus Anugrah; Dionysius Subali; Diana Elizabeth Waturangi; Rory Hutagalung; Jessica Igna Amanda
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i2.12624

Abstract

Climate change is a hot topic and attracts great attention because it causes a series of side effects for the environment and living organisms in the world. Microorganisms are involved in many processes in nature that can affect climate change, including the complex cycle of phosphorus, sulfur, nitrogen, oxygen, and carbon. Microorganisms also play a role in producing and reducing greenhouse gases such as carbon dioxide and methane. In addition, microorganisms can respond positively or negatively to temperature. Understanding the activity of microorganisms is very important to know their functions and uses in the development of technologies that can combat climate change itself. Currently, the general public does not yet know the functions and uses of microorganisms to combat climate change. In collaboration with the American Society for Microbiology and Nutrienvisus Technologies, the Faculty of Biology, Atma Jaya Catholic University of Indonesia, conducts community service activities through online seminars on the role of microorganisms in climate change. Seminars are held online using the Zoom conference app. The participants in this activity were 210 people, including twenty-three high school students, seventy-six students, one housewife, seventy-two lecturers, four private employees, fourteen civil servants, and ten researchers. The forms of activities carried out were the presentation of the material, question and answer sessions, and the provision of questionnaires to the participants before and after the presentation of the material. The materials given are Soil Microbiomes and Climate Changes and Bacterial Ice Nucleation, and Air Microbiology. Speakers provide material based on the literature and the results of research that has been done. Questionnaires were administered online using the Mentimeter and Kahoot apps. The questionnaire results showed an increase in participants' understanding of the role of microorganisms in climate changeABSTRAK:Perubahan iklim menjadi topik yang menarik perhatian yang besar karena menyebabkan serangkaian efek samping bagi lingkungan maupun organisme hidup di dunia. Mikroorganisme terlibat pada banyak proses di alam yang dapat mempengaruhi perubahan iklim antara lain siklus kompleks fosfor, sulfur, nitrogen, oksigen dan karbon. Mikrooganisme juga berperan dalam menghasilkan dan mengurangi gas rumah kaca seperti karbon dioksida dan metana. Selain itu, mikroorganisme dapat memberikan respon positif maupun negatif terhadap suhu. Memahami aktivitas mikrooganisme sangat penting untuk mengetahui fungsi dan kegunaan dalam pengembangan teknologi yang dapat memerangi perubahan iklim itu sendiri. Saat ini, masyarakat umum belum mengetahui fungsi dan kegunaan mikroorganisme sebagai teknologi dalam memerangi perubahan iklim. Bekerja sama dengan American Society for Microbiology dan Nutrienvisus Technologies, Fakultas Teknobiologi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya melakukan kegiatan pengabdian masyarakat (PKM) melalui seminar secara daring mengenai peran mikroorganisme dengan perubahan iklim. Seminar diadakan secara daring menggunakan aplikasi konferensi Zoom. Peserta yang mengikuti kegiatan ini sejumlah 210 orang meliputi 23 orang siswa SMA, 76 orang mahasiswa, 1 orang ibu rumah tangga, 72 orang dosen, 4 orang karyawan swasta, 14 orang PNS, dan 10 orang peneliti. Bentuk kegiatan yang dilakukan adalah pemaparan materi, sesi tanya jawab, dan pemberian kuesioner kepada para peserta sebelum dan sesudah pemaparan materi. Materi yang diberikan adalah Soil Microbiomes and Climate Changes dan Bacterial Ice Nucleation and Air Microbiology. Pembicara memberikan materi berdasarkan literatur dan hasil penelitian yang telah dilakukannya. Kuesioner diberikan secara daring menggunakan aplikasi Mentimeter dan Kahoot. Hasil kuesioner menunjukkan terjadi peningkatan pemahaman peserta terhadap peran mikroorganisme terhadap perubahan iklim
MEMBANGUN BUDAYA ANTI-KORUPSI MELALUI PENINGKATAN PEMAHAMAN MENGENAI REGULASI DI BIDANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI Ade Adhari; Fajar Dian Aryani; Luisa Srihandayani; Malvin Jati Kuncara Alam W
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i2.12725

Abstract

Corruption is a problem that is still being faced by the Indonesian people. Indonesia is also currently one of thecountries with a high corruption rate. As a national problem, corruption is difficult to overcome because it is deeplyrooted in various fields of life. Therefore, there is an urgency to build an anti-corruption culture. The culturaldevelopment must be started in a small scope, namely SMAN 17 Jakarta. The purpose of holding this activity is toincrease understanding of the dangers of corruption for national development and various regulations on corruptionprevention. The method of implementing PKM this time is done online by relying on a zoom platform. The stages ofPKM implementation consist of identifying problem, drafting proposals, managing PKM implementation permits,implementing PKM, compiling PKM outputs, compiling PKM progress reports and preparing PKM final reports. Theresult of this PKM activity is to increase understanding of the policies to combat corruption that are needed to build an anti-corruption culture for students of SMAN 17 Jakarta. The conclusion from this activity is that it provides an understanding of the negative impact of corruption and various regulations on corruption prevention are useful for fostering enthusiasm to fight corruption in Indonesia. Through this understanding, students are expected to experience increased legal awareness about what actions are categorized as criminal acts of corruptionABSTRAK:Korupsi adalah permasalahan yang hingga saat ini masih dihadapi oleh Bangsa Indonesia. Indonesia pun saat ini menjadi salah satu negara dengan angka korupsi yang masih tinggi. Sebagai masalah nasional, korupsi sulit diatasi karena sudah mengakar dalam berbagai bidang kehidupan. Oleh sebab itu, terdapat urgensi untuk membangun budaya anti-korupsi. Pembangunan budaya tersebut harus dimulai dalam lingkup yang kecil yakni SMAN 17 Jakarta.Tujuan diselenggarakan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman tentang bahaya korupsi bagi pembangunan naisonal dan berbagai regulasi penanggulangan tindak pidana korpusi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) kali ini dilakukan secara daring dengan mengandalkan platform zoom. Tahapan pelaksanaan PKM terdiri dari beberapa tahap yaitu tahap penggalian informasi permasalahan, penyusunan proposal, pengurusan izin pelaksanaan PKM, pelaksanaan PKM, penyusunan luaran PKM, penyusunan laporan kemajuan PKM dan penyusunan laporan akhir PKM. Hasil kegiatan PKM ini adalah meningkatnya pemahamanan tentang kebijakan penanggulangan tindak pidana korupsi yang dibutuhkan untuk membangun budaya anti korupsi para siswa SMAN17 Jakarta. Kesimpulan dari hasil kegiatan PKM ini adalah pemberian pemahaman mengenai dampak negatif dari korupsi dan berbagai aturan penanggulangan korupsi bermafaat untuk menumbuhkan semangat untuk melawan korupsi di Indonesia. Melalui pemahaman tersebut, siswa diharapkan akan mengalami peningkatan kesadaran hukum tentang perbuatan apa saja yang dikategorikan sebagai tindak pidana korupsi.
SKRINING RIWAYAT KESEHATAN DALAM RANGKA MENINGKATKAN PATIENT SAFETY PADA KEGIATAN VAKSINASI COVID-19 Yoanita Widjaja; Alexander Santoso; Enny Irawaty; Zita Atzmardina; Evi -
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 3 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i3.13479

Abstract

COVID-19 is an infectious disease caused by corona virus which recently found in 2019 and never been identified in human. Indonesia reported the first COVID-19 case on 2nd March 2020 and the numbers keep increasing until now. There’s no medication proven to be effective for the cure of the disease up till now. Therefore, scientists all over the world tried to make vaccine. After vaccinated, once exposed to germs or virus, the body will be ready to exterminate them and prevent the disease from reoccurring. Vulnerable population is the top priority to get vaccine. Started in January 2021, the first group to get COVID-19 vaccination in Indonesia is healthcare workers.The second phase of the program is intended for elderly, comorbid population, and public servants. Vaccine used has been through a series of clinical test, but patient safety is the most important thing. Hence, this community service activity was done. This activity indicates our effort to improve patient safety in vaccination program. We did medical history screening through anamnesis to identify comorbid factors and other chronic diseases to determine one’s eligibility for vaccine. For patients, this information was used as educational material to improve their health. The doctors who were doing interview, were trained collectively by the ministry of health Republic of Indonesia. From 160 people came for vaccinated in 24th-27th March 2021 period, 156 (97,5%) of them met the criteria and can be vaccinated, 88 (55%) people have comorbid or other chronic diseases and hypertension turns out to be the most common chronic disease.ABSTRAK:Penyakit COVID-19 adalah suatu penyakit infeksius yang disebabkan oleh virus corona yang baru ditemukan pada tahun 2019 dan belum pernah diidentifikasi pada manusia. Indonesia melaporkan kasus pertama COVID-19 pada tanggal 2 Maret 2020 dan jumlahnya terus bertambah hingga sekarang. Hingga saat ini, masih belum ada obat yang ampuh untuk menyembuhkan virus penyebab penyakit ini. Oleh karena itu, para ilmuwan dunia berupaya membuat vaksin. Setelah vaksinasi, jika nanti tubuh terpapar kuman maupun virus penyebab penyakit tersebut, maka tubuh akan siap memusnahkannya serta mencegah penyakit timbul kembali. Populasi yang rentan di semua negara merupakan prioritas tertinggi untuk vaksinasi. Program vaksinasi COVID-19 di Indonesia sudah dimulai sejak Januari 2021 untuk kelompok prioritas, yaitu tenaga kesehatan. Pada tahap dua, sasaran vaksin yaitu kepada lansia, kelompok komorbid, dan pemberi layanan publik. Vaksin yang digunakan telah melewati uji klinis, namun patient safety tetap diutamakan. Oleh karena itu, dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sebagai salah satu upaya meningkatkan keselamatan pasien pada program vaksinasi. Upaya yang dilakukan yaitu dengan melakukan skrining riwayat kesehatan melalui wawancara (anamnesis) untuk mengetahui faktor-faktor komorbid dan penyakit kronik lainnya untuk menentukan kelayakan penerima vaksin. Bagi penerima vaksin, informasi tersebut dapat digunakan untuk materi edukasi agar meningkatkan taraf kesehatan individu. Sebelum terjun ke lapangan, dokter pewawancara dibekali pelatihan terlebih dahulu secara kolektif dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Saat kegiatan, 160 orang datang untuk divaksin pada periode 24-27 Maret 2021, 156 orang (97,5%) lolos skrining dan boleh divaksin. Sebagian peserta vaksinasi, yaitu 88 orang (55%) memilliki komorbid atau penyakit kronik lain, dengan penderita penyakit hipertensi yang tertinggi
KHITANAN MASSAL DI MASA PANDEMI VIRUS CORONA DENGAN SMARTCLAMP Basuki - Supartono; Muhammad Ibnu Khaldun; Aronica - Tounso Abdennour; Rayhan Maulana; Dhial Falah Mahasin
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 3 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i3.13448

Abstract

Coronavirus pandemic (pandemic) decreases the economic capabilities of the communities while they want to circumcise their children. There is a need for free mass circumcision activities. Mass circumcision in pandemics is risky but can be done by implementing smart clamp health protocols, screening, and circumcision techniques. There is a need for the Kramat Jati sub-district, East Jakarta, to circumcise their children. People are afraid to go to health facilities because of coronavirus transmission, and the circumcision is paid. People's economic capabilities are declining due to pandemics. There need to be community service activities that are free mass circumcision that is safe and convenient. Pandemics cause people difficulties in circumcising their children. Free mass circumcision is safe and convenient with implementing health protocols, screening, and smart clamp circumcision techniques. Mass circumcision was successfully carried out safely and comfortably in 55 participants, with the youngest age two years and the oldest 12 years. The majority of participants were seven years old. Found mild complications of swelling in 4 children. Symptoms that occur subside within a week. Participants and parents were satisfied. After mass circumcision, there were no participants, parents, health workers, or organizers infected with the coronavirus. Free mass circumcision in pandemic times was successfully implemented safely and comfortablyABSTRAKPandemi virus corona (pandemi) menurunkan kemampuan ekonomi masyarakat sedangkan masyarakat ingin  mengkhitan anaknya. Hal inilah mendorong diadakannya kegiatan khitanan masal gratis. Khitanan massal di masa pandemi berisiko namun dapat dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan, skrining, dan teknik khitan yang cepat menggunakan smartclamp. Terdapat kebutuhan masyarakat kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur untuk mengkhitan anaknya. Masyarakat takut ke fasilitas kesehatan karena kawatir penularan virus corona dan tindakan tersebut berbayar. Kemampuan ekonomi masyarakat menurun akibat pandemi. Perlu ada kegiatan pengabdian masyarakat yaitu khitanan massal gratis yang aman dan nyaman. Pandemi menyebabkan kesulitan masyarakat mengkhitan anaknya. Khitanan massal gratis yang aman dan nyaman dengan penerapan protokol kesehatan, skrining dan teknik khitan smartclamp. Khitanan massal berhasil dilakukan secara aman dan nyaman pada 55 peserta dengan usia termuda 2 tahun dan tertua 12 tahun. Peserta terbanyak berusia 7 tahun. Terdapat komplikasi ringan yaitu bengkak pada 4 anak. Gejala mereda dalam waktu satu pekan. Peserta dan orangtua merasa puas. Pasca khitanan massal tidak ada peserta, orangtua, tenaga kesehatandan panitia yang terinfeksi virus corona. Khitanan massal gratis di masa pandemi berhasil dilaksanakan secara aman, dan nyaman.