cover
Contact Name
Endah Setyaningsih
Contact Email
baktimas@untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
baktimas@untar.ac.id
Editorial Address
Sekretariat: Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Tarumanagara (LPPM - UNTAR). Gedung M, Lt. 5, Kampus 1 Universitas Tarumanagara Jl. Letjen S Parman no 1 Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
ISSN : 26210398     EISSN : 26207710     DOI : 10.24912/jbmi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia (P-ISSN 2620-7710 dan E-ISSN 2621-0398) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu : 1. Psikologi 2. Komunikasi 3. Hukum 4. Budaya 5. Bahasa 6. Seni Rupa dan Design Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal ini terutama memuat artikel hasil-hasil penelitian ilmiah, termasuk penelitian normatif.
Articles 675 Documents
PENGEMBANGAN WEBSITE KELURAHAN KOTA BAMBU UTARA JAKARTA Dedi Trisnawarman; Tri Sutrisno; Viny Christanti
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i1.9933

Abstract

Kelurahan Kota Bambu Utara merupakan pemerintah Kelurahan yang terletak di Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Tugas pokok dan fungsi kelurahan menyelenggarakan urusan pemerintahan, pembangunan, kemasyarakatan, dan ketertiban umum. Berdasarkan ketentuan UU No. 4 Tahun 2014 diamanatkan bahwa segala perencanaan, kegiatan, dan hasil pencapaian pembangunan Kelurahan harus diinformasikan kepada masyarakat, sehingga dibutuhkan media yang berbasis teknologi informasi agar dapat menjadi pendukung dalam penyampaian informasi. Media yang tepat untuk mendukung tercapainya amanat tersebut adalah website Kelurahan. Saat ini perkembangan Kelurahan Kota Bambu Utara belum disosialisasikan secara optimal kepada masyarakat, sehingga perlunya dilakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan Pembuatan dan implementasi website Kelurahan Kota Bambu Utara. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan membangun dan menerapkan website Kelurahan dengan metode pelaksanaan pengembangan perangkat lunak yaitu metode prototyping yang melibatkan pengguna secara aktif. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menghasilkan sebuah produk website yang dapat digunakan untuk meningkatkan arus informasi secara efektif kepada masyarakat tentang kegiatan pemerintahan, layanan masyarakat, dan dapat digunakan sebagai sarana promosi.
PEMBARUAN VISUAL LOGO HTII SEBAGAI UPAYA REBRANDING ORGANISASI PROFESI NON PROFIT Amalia Setyowulan; Endah Setyaningsih; Asrullah Ahmad
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v3i2.10095

Abstract

Professional organization is a forum for the scientific community in a branch or across science and technology, or a field of professional activity guaranteed by the state to develop professionalism and professional ethics in society [1]. Some of the well-known professional organizations include the Indonesian Doctors Association (IDI), the Indonesian Teachers Association (PGRI), the Indonesian Architects Association (IAI). There are also specific professional organizations, including the Indonesian Interior Design Association (HDII), the Association of Indonesian Landscape Architects (IALI), and the Indonesian Illuminating Engineering Society (HTII). HTII was founded on 7 May 1991 in Jakarta, and is the only forum in the lighting sector in Indonesia. Currently HTII members are more specific, namely the professional circles of illuminating engineering. This is evidenced by the HTII social media which only has 213 followers, for some people this figure does sound a lot, but for an organization that was founded in 1991 this figure is felt to be very small. This can then become the basis for HTII to make efforts to introduce the name, image of the organization and vision mission that has been carried for a long time, in order to expand the network both from professionals, prospective young professionals and nonprofessionals who are interested in knowledge lighting. Rebranding is necessary because HTII already has a logo and visual identity but does not have other supporting media. On the other hand, the logo from HTII is also considered to lack good clarity in legibility in a certain size scale. For this reason, in this PKM, one of the rebranding efforts is to create a new logo design for HTII. Currently, 5 new logo designs have been produced, which are ready to be defined ABSTRAK:Organisasi profesi, merupakan wadah bagi masyarakat ilmiah dalam suatu cabang atau lintas ilmu pengetahuan dan teknologi, atau suatu bidang kegiatan profesi yang dijamin oleh negara untuk mengembangkan profesionalisme dan etika profesi dalam masyarakat [1]. Beberapa organisasi profesi yang sudah banyak dikenal antara lain Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Ikatan Arsitek Indonesia (IAI). Terdapat juga organisasi profesi yang spesifik, antara lain Himpunan Desain Interior Indonesia (HDII), Ikatatan Arsitek Lanskap Indonesia (IALI), dan Himpunan Teknik Iluminasi Indonesia (HTII). HTII didirikan pada 7 Mei 1991 di Jakarta, dan merupakan satu-satunya wadah di bidang pencahayaan di Indonesia. Saat ini anggota HTII lebih ke kalangan spesifik saja yaitu kalangan profesional teknik iluminasi. Hal ini dibuktikan dengan media sosial HTII yang hanya memiliki 213 followers, bagi sebagaian orang angka ini memang terdengar banyak, namun bagi organisasi yang berdiri dari tahun 1991 angka ini dirasa sangat sedikit. Hal ini kemudian bisa untuk menjadi dasar bagi HTII untuk melakukan upaya dalam mengenalkan nama, citra organisasi dan visi-misi mulia yang diusung sejak lama, agar bisa memperluas jaringan baik dari kalangan profesional, professional muda dan non profesional yang tertarik akan ilmu pencahayaan. Rebranding diperlukan karena HTII sudah mempunyai logo dan identitas visual namun belum memiliki media-media pendukung lain. Di sisi lain logo dari HTII juga dianggap kurang memiliki clarity yang baik secara keterbacaan dalam skala ukuran tertentu. Untuk itu dalam PKM ini, salah satu upaya rebranding adalah dengan membuat desain logo baru untuk HTII. Saat ini telah dihasilkan 5 desain logo baru, yang siap untuk ditetapkan.
PELATIHAN PERANCANGAN ROBOT BERODA DENGAN DETEKTOR TEPI MEJA PADA SEKOLAH SMA TARSISIUS 1 DAN SMA TRI RATNA Joni Fat; Wahidin Wahab; Wati A Pranoto
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i1.11993

Abstract

Wheeled robot is a robot which movement is managed by the rotation of Direct Current (DC) motors. These motors are connected to wheels. Wheeled robot usually is used as a teaching module and as an introduction in robotics. The wheeled robot which we designed is a robot module which moves automatically on a top of a table. This robot is equipped with infrared sensor and ultrasonics sensor. These sensors will prevent the robot from falling down from the edge of the table. They also will be used to avoid obstacles. This robot operates in 7.4 VDC as an operating voltage for DC motors, and uses 9 VDC as an operating voltage microcontroller. The robot is designed as a few modules, i.e. interfacing module for power, sensors and actuators, module for actuators driver, infrared sensor module, ultrasonics sensor module, power supply module, microcontroller module, DC motors module, and robotics platform. The intention for designing this robot is as extracurricular modules for teaching. It is targeted junior high schoollers. All of the modules could be connected to form a wheeled robot for the teaching purpose. The modules are designed using a knock down model so they will be easy to assembly. The platform of this robot is made of acrylic with 3 mm widths. This acrylic is formed and cut using a laser cutting equipment. The robot creation is recorded and uploaded to youtube.com. Students could have an easier access to the learning modules because they are available online. Students could easily to repeat the modules if the students would like ABSTRAK:Robot beroda merupakan robot yang pergerakkannya diatur oleh arah putaran motor direct current (DC) yang terhubung dengan roda. Robot beroda biasa digunakan sebagai media pengajaran serta pengenalan tentang robotika. Robot beroda yang dirancang berupa modul robot beroda yang bergerak secara otomatis pada permukaan meja, serta dilengkapi dengan sensor inframerah dan sensor ultrasonik, yang berfungsi untuk menghindari robot terjatuh dari permukaan meja dan dapat menghindari objek. Robot beroda ini beroperasi dengan tegangan 7.4 VDCsebagai daya untuk penggerak motor DC dan 9 VDC untuk sumber tegangan mikrokontroler. Robot ini terdiri dari beberapa modul, yaitu modul antarmuka untuk daya, sensor, dan aktuator, modul pengendali aktuator, modul sensor inframerah, modul sensor ultrasonik, modul power supply, modul mikrokontroler, modul motor DC, dan rangka dasar robot. Tujuan dari perancangan modul ini adalah sebagai modul pembelajaran ekstrakurikuler siswa sekolah menengah pertama, seluruh modul tersebut akan menjadi bahan ajar yang saling berhubungan sebagai modul pembelajaran dalam membuat robot beroda. Modul pembelajaran ini menggunakan sistem knock down agar mudah dalam perakitannya. Rangka dasar robot ini terbuat dari akrilik dengan ketebalan 3 mm, yang dibentuk dan dipotong menggunakan alat laser cutting. Pembuatan robot direkamkan dan diunggah ke youtube.com sehingga dapat diakses oleh siswa. Dengan demikian, siswa dapat mengakses materi pembelajaran secara online. Siswa juga dapat mengulang materi dengan lebih mudah
PERBAIKKAN INTERIOR PADA MAJELIS TAKLIM AL MUSA’ADAH, DESA KEBASIRAN, KECAMATAN PARUNG PANJANG, KABUPATEN BOGOR Sintia Dewi Wulanningrum; Yunita Ardianti Sabtalistia
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i1.9390

Abstract

Majelis Taklim Al Musa'adah is a place that used by the residents of Kebasiran Village, Parung Panjang to do religious activities, such as; recitation for women, study religion, place to studying of religion for children. However, the inadequate condition of the interior of the building and the lack of supporting facilities (desks for studying, blackboards, storage racks) have made security activities less comfortable. By looking at these condition of the Al Musaadah Taklim Council, Kebasiran Village, RT 04 RW 01, Parung Panjang, Bogor, are needed that require cooperation between various parties so that this can be realized. The output of the activity is an articles in the Bakti Masyarakat Indonesia Journal,and additional output is design The solution is planned through upgrading the interior of the building and supporting facilities, so that religious activities can be carried out optimally. Interior improvements which is the wall color improvement is implemented by applying colors that are often used in Islamic architectural concepts, green as an element of nature. As well as arrangement of furniture such as adding tables for religious activities, adding shelves for storage of religious books and adding blackboards to support religious activities. The role of the community is also needed to maintain cleanliness and maintain facilities and infrastructure. Several things for future improvements include lighting arrangement, additional fans and additional ornaments of the interior.ABSTRAK:Majelis Taklim Al Musa’adah merupakan tempat yang digunakan warga Desa Kebasiran Parung Panjang untuk melakukan kegiatan keagamaan seperti pengajian khusus wanita, belajar ilmu agama, sebagai tempat mengaji bagi anak-anak di sekitar Majelis. Namun, kondisi interior bangunan yang kurang layak serta kurangnya fasilitas penunjang (meja untuk belajar, papan tulis, rak penyimpanan), menyebabkan aktivitas keagamaan menjadi kurang nyaman. Dengan melihat kondisi eksisting Majelis Taklim Al Musaadah, Desa Kebasiran, RT 04 RW 01, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor saat ini, maka dibutuhkan upaya yang menuntut kerja sama antar berbagai pihak agar hal itu dapat diwujudkan. Luaran kegiatan berupa artikel pada Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia, serta luaran tambahan berupa karya desain. Solusi yang direncanakan yaitu melalui perbaikan interior bangunan serta fasilitas penunjang, sehingga kegiatan keagamaan dapat berjalan secara optimal. Perbaikan interior berupa perbaikan warna dinding, dengan menerapkan warna yang sering digunakan pada konsep arsitektur islam, yaitu warna hijau sebagai unsur alam. Serta penataan furnitur seperti penambahan meja untuk tempat kegiatan keagamaan, penambahan rak untuk tempat penyimpanan buku agama dan penambahan papan tulis untuk menunjang kegiatan keagamaan. Peran masyarakat juga diperlukan untuk menjaga kebersihan, merawat sarana dan prasarana. Beberapa hal yang masih perlu ditingkatkan antara lain penataan cahaya, penambahan kipas angin dan penambahan ornamen pada interior
PENGEMBANGAN KOMPETENSI PEMASARAN PADA DESA WISATA KAMPUNG BAMBU BANYURESMI PANDEGLANG Diqbal Satyanegara; Widya Nur Bhakti Pertiwi; Fadhilah Fadhilah
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i1.9617

Abstract

Local tourism become one of the important sectors that need to be attent by higher education institution through community service activity in order to has ability to compete in the ASEAN Economic Community (AEC). Desa Wisata Kampung Bambu (DWKB) is one of tourism villages located in Banten managed by people of the village in a group called Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). In correlating with the conditions of the AEC and it local potential, the development of work competencies according with Standar Kualifikasi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) has become important for the business, including Pokdarwis DWKB so that they can understand about work competencies in marketing. Therefore, they can promote their own village precisely and directly based on the implementation of their marketing performance. The target of this program is that Pokdarwis is able to plan sales activities, approach potential customers, carry out effective communication, and identify DWKB marketing elements. The program method is by provide training in preparing sales activity plans, approaching potential customers, implementing effective communication, and identifying DWKB marketing elements. Based on the competency test simulation carried out after providing an understanding of marketing competence, the conclusion is that, Pokdarwis has not fully understood and mastered marketing competencies and there are still several marketing competencies that need to be explained more such as aspects of sales planning, communication, determining the marketing mix, and how to approach the customers. ABSTRAK:Lokal menjadi salah satu sektor penting yang perlu menjadi perhatian lembaga pendidikan tinggi melalui pemberdayaan dan pengabdian masyarakat. Hal ini bertujuan agar sektor ini mampu berdaya saing dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Terdapat desa wisata yang tersebar di Provinsi Banten, dimana satu di antaranya berada di Desa Banyuresmi, Kabupaten Pandeglang, bernama Desa Wisata Kampung Bambu (DWKB) yang dikelola oleh masyarakat desa yang tergabung kedalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Sehubungan dengan kondisi MEA dan adanya potensi lokal tersebut, pengembangan kompetensi kerja yang sesuai dengan Standar Kualifikasi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) menjadi penting bagi pelaku bisnis. Bagi Pokdarwis DWKB, mereka perlu memahami kompetensi kerja, khususnya di area bidang pemasaran, sehingga kedepannya mereka mampu memasarkan desanya berdasarkan potensi alam dan potensi buatan secara terarah dan sesuai dengan unjuk kinerja pemasaran yang mereka pahami dan implementasikan. Target dari pengabdian ini yaitu Pokdarwis memahami bagaimana menyusun rencana aktivitas penjualan, melakukan pendekatan kepada calon pelanggan potensial, melaksanakan komunikasi efektif, dan mengidentifikasi elemen pemasaran DWKB. Untuk mencapai target tersebut, metode pengabdian yang dilakukan berupa pelatihan kompetensi pemasaran dengan memberikan pemahaman menyusun rencana aktivitas penjualan, melakukan pendekatan kepada calon pelanggan potensial, melaksanakan komunikasi efektif, serta mengidentifikasi elemen pemasaran DWKB. Berdasarkan simulasi uji kompetensi yang dilakukan setelah memberikan pemahaman mengenai kompetensi pemasaran, kesimpulannya adalah bahwa secara konsep, Pokdarwis belum sepenuhnya memahami dan menguasai kompetensi pemasaran dan masih terdapat beberapa kompetensi pemasaran yang perlu dijelaskan lagi seperti aspek perencanaan penjualan, komunikasi, penentuan bauran pemasaran, dan melakukan pendekatan kepada pelanggan.
Search Engine Optimization sub-modul Rancangan Gambar untuk Meningkatkan Peringkat Pencarian Secara Online Julisar Surjadi; Dicky Supriatna; Aan Marlinah
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i2.12421

Abstract

The purpose of implementing Community Service is to provide knowledge and training in the use of Information Technology. In the current pandemic era, online transactions by using Information Technology are an option for the social community. From the preliminary interviews conducted with the Principal of SMA Muhammadiyah 25 Pamulang, it was found that most of the students had an interest in doing business online. But they don't understand how to run an online business to increase sales. Therefore, the training given to class XI students of SMA Muhammadiyah 25 Pamulang, Tangerang is the use of Search Engine Optimization to optimize online sales. The focus of knowledge and training on Community Service activities is Search Engine Optimization with image design sub-modules. The stages carried out are first, providing knowledge and motivation to students about online sales; second, providing knowledge and how to create a Keyword Planner using Google as one of the ways to optimize Search Engine Optimization, and thirdly providing training on image design based on Keyword Planner that has been made for optimization in online sales. The method used is by sharing, discussion and question and answer. Since it is currently in a pandemic era, the delivery of training activity materials is carried out using Zoom. Evaluation of the results of activities is carried out by distributing questionnaires using Google Form. As a result of this activity, students gained knowledge about using Google Keyword Planner as a Search Engine Optimization to optimize online salesABSTRAK:Tujuan dilaksanakan Pengabdian pada Masyarakat adalah untuk memberikan pengetahuan dan pelatihan penggunaan Teknologi Informasi.Dalam masa pandemi sekarang ini, transaksi secara online dengan menggunakan Teknologi Informasi menjadi pilihan bagi masyarakat. Dari wawancara pendahuluan yang dilakukan dengan Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 25 Pamulang, dijketahui, bahwa sebagian besar murid-murid memiliki ketertarikan dengan berbisnia secara online. Tetapi mereka belum mengerti bagaimana menjalankan bisnis secara online untuk meningkatkan penjualan. Oleh karena itu, pelatihan yang diberikan kepada murid-murid kelas XI SMA Muhammadiyah 25 Pamulang, Tangerang adalah penggunaan Search Engine Optimization untuk mengoptimalisasi penjualan online. Fokus pengetahuan dan pelatihan kegiatan Pengabdian pada Masyarakat adalah Search Engine Optimization dengan sub-modul rancangan gambar. Tahapan-tahapan yang dilakukan adalah pertama, memberikan pengetahuan dan motivasi kepada para siswa tentang penjualan online; kedua, memberikan pengetahuan dan cara membuat Keyword Planner dengan menggunakan Google sebagai salah satu cara meng-optimalisasi Search Engine Optimization, dan ketiga memberikan pelatihan rancangan gambar berdasarkan Keyword Planner yang sudah dibuat untuk optimasi di penjualan online. Metode yang dilakukan adalah dengan cara sharing, diskusi dan tanya-jawab. Karena saat ini sedang dalam masa pandemi, penyampaian materi kegiatan pelatihan dilakukan dengan menggunakan Zoom. Evaluasi hasil kegiatan dilakukan dengan menyebar kuesioner dengan menggunakan Google Form. Hasil dari kegiatan ini, murid-murid mendapat pengetahuan mengenai penggunaan Google Keyword Planner sebagai Search Engine Optimization untuk meng-optimalisasi penjualan online
PENINGKATAN WAWASAN TERHADAP COMPUTER VISION SINDROME BAGI PENGGUNA KOMPUTER GUNA MENGHINDARI TERJADINYA GANGGUAN PENGLIHATAN Meriana Rasyid; Novendy Novendy; Susy Olivia Lontoh
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i2.12301

Abstract

The work system and learning activities from home that are widely carried out now due to the Covid-19 pandemic require us to carry out study activities, work, daily routines at home. A person can do work sitting in front of a computer or laptop for more than 8 hours a day, this situation causes vision problems, namely computer vision syndrome. Based on the problems above, it is necessary to carry out an outreach activity related to knowledge about CVS. This activity aims to improve the individual's health status, educate them to pay attention to eye health and add insight by providing education related to CVS knowledge and preventive actions to reduce the incidence of CVS. The target of the activity is the community, especially young adults who in their daily activities use computers. The implementation activity was carried out on April 10, 2021 and was attended by 35 participants, most of whom were students. The results of this health service activity indicate an increase in participants' knowledge about this CVS disease. This can be seen from the increase in knowledge by 50% from the results of the pretest and posttest. This increase in knowledge is expected to make computer users more aware when these eye disorders appear and can seek help so that problems do not occur in the futureABSTRAK:Sistem kerja dan kegiatan pembelajaran dari rumah yang banyak dijalankan sekarang akibat pandemi Covid -19 menuntut kita melakukan aktivitas belajar, pekerjaan, rutinitas seharihari di rumah. Seseorang dapat melakukan pekerjaan duduk di depan komputer atau laptop lebih dari 8 jam sehari, keadaan ini menyebabkan penglihatan  mengalami gangguan yaitu  computer vison syndrome.  Berdasarkan permasalahan di atas maka perlu melakukan suatu kegiatan penyuluhan terkait pengetahuan mengenai CVS ini. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan individu, mengedukasi agar memperhatikan kesehatan mata dan menambah wawasan dengan memberikan edukasi terkait pengetahuan CVS dan tindakan preventif untuk mengurangi kejadian CVS ini. Target kegiatan adalah masyarakat terutama dewasa muda yang dalam aktivitas sehari-hari menggunakan komputer. Kegiatan pelaksanaan dilakukan pada tanggal 10 April 2021 dan diikuti oleh 35 orang peserta, yang sebagaian besar berupa mahasiswa. Hasil kegiatan bakti kesehatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai penyakit CVS ini. Hal ini terlihat dari adanya peningkatan pengetahuan sebesar 50% dari hasil pretes dan postes. Peningkatan pengetahuan ini diharapkan dapat membuat para pengguna komputer lebih menyadari bila munculnya kelainan – kelainan mata tersebut dan dapat mencari pertolongan sehingga tidak terjadi gangguan dikemudian hari
EDUKASI KANKER PAYUDARA DAN DETEKSI DINI PADA KADER WANITA KELURAHAN TOMANG Chrismerry Song
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i2.12692

Abstract

Breast cancer is the most common cancer in women. In Indonesia, the incidence of breast cancer is 42.1 per 100,000 population with an average death rate of 17 per 100,000 population. Age is a major risk factor for breast cancer. Incidence will increase as a person ages, but now, breast cancer is starting to be common at young age. Treatment cost is very large, so health promotion and early detection are very important. Early detection can be done with BSE (Breast Self Exam). Health education is one way to increase knowledge and BSE training can make breast cancer found at an early stage so morbidity and mortality can be reduce. There were 47 PKK administrators and female cadres of Tomang Village participated. Respondents ages 22-76 years with a mean of 48 years. Most of the participants thought the material was easy to understand, as expected, information conveyed was clear, speaker mastered the topic and could answer questions well and clearly, discussions helped improve participants' understanding, time allocation was sufficient, and this counseling was useful. Most of the participants also can do BSE after counseling and will teach BSE to other residents. There was an increase in the level of knowledge of participants after the counseling. It is hoped that through this activity, breast cancer cases can be known more quickly so that they can be treated as soon as possibleABSTRAK:Kanker payudara merupakan kanker yang paling banyak ditemukan pada perempuan di dunia dan di Indonesia. Di Indonesia angka kejadian kanker payudara 42,1 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 17 per 100.000 penduduk. Usia merupakan faktor risiko mayor terjadinya kanker payudara, dengan meningkatnya usia insiden kanker payudara meningkat, namun makin sering ditemukan penderita kanker payudara berusia muda. Biaya pengobatan kanker payudara sangat besar sehingga promosi kesehatan dan deteksi dini menjadi sangat penting. Deteksi dini kanker payudara dapat dilakukan dengan SADARI. Edukasi kesehatan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan tentang kanker payudara dan pelatihan cara melakukan SADARI dapat membuat kanker payudara ditemukan dalam stadium dini sehingga dapat menurunkan morbiditas dan mortalitasnya. Penyuluhan diikuti 47 orang pengurus PKK dan kader wanita Kelurahan Tomang secara daring. Rentang usia responden adalah 22 – 76 tahun dengan rata-rata 48 tahun. Hasil kuesioner didapatkan sebagian besar peserta berpendapat materi mudah dipahami, sesuai harapan, informasi yang disampaikan jelas, pembicara menguasai topik serta dapat menjawab pertanyaan dengan baik dan jelas, diskusi membantu meningkatkan pemahaman peserta, alokasi waktu penyampaian materi maupun diskusi mencukupi, dan penyuluhan ini bermanfaat. Sebagian besar peserta dapat melakukan SADARI setelah penyuluhan dan akan mengajarkan SADARI kepada warga Tomang lainnya. Terlihat adanya peningkatan tingkat pengetahuan peserta setelah penyuluhan. Diharapkan melalui pengenalan tanda-tanda kanker payudara, SADARI, dan rujukan yang tepat, kasus kanker payudara dapat diketahui lebih cepat sehingga mendapatkan penanganan sesegera mungkin
ECO ENZYME PEMBERDAYAAN KELOMPOK PETANI DESA CIRANJANG CIANJUR TAHUN 2021 Ishak Ramli; Yustina Peniyanti Jap
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i2.12896

Abstract

This is a continuation PKM activity of the PKM carried out in 2016-2020. The PKM have successfully applied organik rice and developing financial institutions to help develop empowerment of farmers’ group in Jatinunggal, Sindangsari village, Ciranjang, Cianjur.West Java. Farmers 'income has increased, but this has not yet made young farmers' return to the village, considering that the increase has not been enough. First, because the farmers’ land is very small since it is distributed as inheritance. The second is it still a difficult and expensive organik fertilizer. In order to attract young human resources to increase their income, we introduced to manufacture, utilize and marketing eco enzyme products as organik fertilizers and as environmentally friendly organik cleaning products. We proposed producing and marketing eco enzyme as a solution to the income problem of the farmers group in Jatinunggal Sindangsari village, Ciranjang, Cianjur. One of the main benefits of this PKM activity is to give a solution to the rare and expensive organik fertilizer and increase understanding of the usefulness of eco enzyme products and market them in order to increase farmers' income. The implementation method is in collaboration with POKTAN in Jatinunggal, Sindangsari village, Ciranjang, Cianjur as a PKM partner through counseling and assistance in making Eco Enzyme, its benefits and how to market it. We have been doing the PKM activities from January to April 2021, in online meeting using WhatsApp group. As a result, in the first harvest POKTAN received additional income from saving organik fertilizer IDR 1,447,500 for one farmer and moreover they have additional income from selling Eco Enzyme products of IDR. 200,000. The total additional income is Rp. 1,647,500, and still they have inventory of 155 liters of Eco Enzyme productsABSTRAK:PKM ini merupakan kelanjutan dari PKM yang sudah dilakukan tahun 2016-2020. Kegiatan PKM sudah berhasil menerapkan padi organik dan Lembaga keuangan untuk membantu pengembangan pemberdayaan kelompok petani di Jatinunggal desa Sindangsari, Ciranjang, Cianjur. Pendapatan petani telah meningkat, namun hal ini belum membuat SDM muda petani kembali ke desa mengingat peningkatan belum mencukupi. Pertama karena tanah sawah milik sudah menjadi sangat kecil karena dibagikan sebagai warisan, kedua masih sulit dan mahalnya pupuk organik. Guna menarik minat SDM muda dalam menambah pendapatan mereka maka pengenalan, pembuatan, pemanfaatan, dan pemasaran produk eco enzyme sebagai pupuk organik dan sebagai produk pembersih organik ramah lingkungan, diusulkan sebagai solusi masalah pendapatan kelompok petani Jatinunggal desa Sindangsari, Ciranjang, Cianjur. Manfaat utama kegiatan PKM ini salah satunya adalah meningkatkan pemahaman kegunaan produk eco enzyme serta memasarkannya guna meningkatkan pendapatan petani.Metode pelaksanaan bekerja sama dengan POKTAN di Jatinunggal desa Sindangsari, Ciranjang, Cianjur sebagai mitra PKM melalui penyuluhan dan pendampingan pembuatan Eco Enzyme, manfaat serta bagaimana memasarkan nya. Kegiatan PKM secara daring pada Januari s/d April 2021. Hasilnya pada panen pertama POKTAN mendapatkan tambahan pendapatan dari penghematan pupuk organik dari satu petani sebesar Rp.1.447.500,- dan pendapatan dari penjualan produk Eco Enzyme sebesar Rp. 200.000, - Total tambahan pendapatan sebesar Rp. 1.647.500, - serta masih mempunyai persediaan produk Eco Enzyme sebanyak 155 l
PENYEDIAAN DESAIN SEKAT BELAJAR DI SMK TRIGUNA JAKARTA SELATAN UNTUK PROGRAM LURING NEW NORMA Nina Carina; Mekar Sari Suteja; Maria Veronica Gandha
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i2.13014

Abstract

The practice of New Normal during the COVID-19 pandemic has affected the education system. The implementation of WFH (work from home) or BDR (learning from home) becomes a mandatory requirement all red zone areas in Indonesia. Some drawbacks from BDR are occurred, including the lack of accuracy in teaching material delivery and the lack of supporting facilities for learning from home also found in the teaching activities in SMK Triguna 1956. As the Jakarta Pintar cardholders, the students in this school were not able to carry out online exams due to the absence of such facilities in their homes. Based on that, the school management had submitted a proposal for practical exams in the school, especially for class XII students. This proposal led to the procurement of a supporting facility for COVID-19 transmission prevention, such as the use of a partition that should not obstruct student’s view of the blackboard which is expected to minimize the risk of transmission through droplets and airborne. In collaboration with the UNTAR’s PKM Team, several research activities were undertaken, including literature studies, discussions with teachers and school principals, spatial surveys, material assessment, as well as space measurements. The results from this research propose three design alternatives and five kinds of partition. The entire partitions were built as a mock up and been tested for their rigidity, visual ease, and the movement space. From those tests, the most recommended design was selected and followed by mass duplication per necessary needs. Through the partition installations in the classroom of SMK Triguna 1956, it is hoped to encourage the class XII students in the face-to-face teaching (offline learning), and it can also facilitate the examination properly to meet the prevention rules of COVID-19 transmissionABSTRAK:Pemberlakukan New Normal selama pandemi COVID-19 mempengaruhi sistem pendidikan. Penerapan sistem WFH (work from home) atau BDR (belajar dari rumah) menjadi hal wajib di seluruh daerah dengan kategori zona merah di Indonesia. Beberapa kekurangan BDR seperti tidak tersampaikannya materi ajar secara akurat dan kurangnya fasilitas pendukung belajar dirumah yang memadai menjadi masalah utama yang dijumpai pada kegiatan belajar di SMK Triguna 1956. Sebagai pemegang Kartu Jakarta Pintar, murid-murid di sekolah ini tidak dapat melaksanakan ujian daring (dalam jaringan) karena ketiadaan fasilitas di rumah para siswanya. Berdasarkan hal tersebut, pengelola sekolah mengajukan usulan ujian praktik di sekolah, khususnya bagi siswa kelas XII. Hal ini memerlukan pengadaan fasilitas pendukung protokol pencegahan penularan COVID-19, seperti penggunaan partisi yang diharapkan dapat memperkecil resiko penularan melalui droplet maupun airborne tanpa menghalangi pandangan siswa ke papan tulis. Bekerja sama dengan Tim PKM UNTAR, beberapa kajian dilakukan seperti studi literatur, diskusi dengan guru dan kepala sekolah, survei ruang, studi bahan hingga pengukuran ruang gerak. Kemudian dihasilkanlah 3 alternatif desain dan 5 macam contoh partisi. Keseluruhan contoh partisi dibuat mock up nya dan diuji terhadap kekakuan dan kekuatan bahan, kebebasan visual dan ruang gerak. Dari hasil tersebut diperoleh 1 desain yang paling direkomendasikan untuk menjadi sekat belajar dan digandakan sesuai jumlah kebutuhan. Dengan terpasangnya partisi pada ruang kelas SMK Triguna 1956 dari kegiatan PKM, diharapkan dapat mendukung siswa kelas XII untuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka dengan sistem luring (offline), serta memberikan fasilitas memadai bagi pelaksanaan ujian yang memenuhi protokol kesehatan guna pencegahan penyebaran COVID-19