cover
Contact Name
Ni Wayan Swarniti
Contact Email
jurnalaccarya@gmail.com
Phone
+6285739637227
Journal Mail Official
jurnalaccarya@gmail.com
Editorial Address
Jalan Kamboja No.17, Dangin Puri Kangin, Kec. Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali - Indonesia
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Widya Accarya
Published by Universitas Dwijendra
ISSN : 20850018     EISSN : 27228339     DOI : -
Core Subject : Education,
Widya Accarya, 2085-0018 (Print ISSN), 2722-8339 (Electronic ISSN) is the Journal of Education who published research articles and of theoretical articles in education which published by Faculty of Teacher Training and Pedagogy, Dwijendra University. The journal is published twice a year every April and October published by Faculty of Teacher Training and Pedagogy. This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: • Education • Language Teaching and Learning • Classroom Action Research • Morphology • Syntax • Phonology • Semantic • Pragmatic • Discourse Analysis • Translation • Comparative Linguistics History • Applied Linguistic
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 10 No 1 (2019): Widya Accarya" : 13 Documents clear
KARAKTERISTIK DAN MODEL LAYANAN PENDIDIKAN BAGI ANAK BERKESULITAN BELAJAR Widiastuti, Ni Luh Gede Karang
Widya Accarya Vol 10 No 1 (2019): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.591 KB) | DOI: 10.46650/wa.10.1.680.%p

Abstract

AbstrakArtikel ini disusun dengan maksud untuk memberikan jawaban atas permasalahan yang sering kali muncul dan dihadapi guru di sekolah. Salah satu permasalahan yang sering kali terjadi adalah berkaitan dengan kondisi siswa yang dalam konteks ini adalah anak-anak yang mengaami kesulitan belajar.Anak berkesulitan belajar adalah anak yang mengalami kesulitan dalam tugas-tugas akademiknya, yang disebabkan oleh adanya disfungsi minimal otak, atau dalam psikologis dasar, sehingga prestasi belajarnya tidak sesuai dengan potensi yang sebenarnya. Kesulitan belajar merupakan bidang yang sangat luas, dan sangat komplek untuk dipelajari, karena menyangkut sekurang-kurangnya aspek psikologis, neurologis, pendidikan dan aspek kehidupan sosial anak dalam keluarga/masyarakat. Anak-anak yang mengalami kesulitan belajar, baik secara umum ataupun khusus memerlukan layanan pendidikan khusus dalam proses pembelajarannya di sekolah. Mereka membutuhkan bimbingan dan program yang sesuai dengan kebutuhan belajarnya.Kata-kata kunci: layanan pendidikan khusus, anak berkesulitan belajar
KAJIAN TINDAK TUTUR DAN ANEKA MAKSUD TUTURAN DALAM PERCAKAPAN DOSEN DAN MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA UNIVERSITAS DWIJENDRA Guntar, Elsita Lisnawati
Widya Accarya Vol 10 No 1 (2019): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.214 KB) | DOI: 10.46650/wa.10.1.681.%p

Abstract

AbstrakPenelitian ini tergolong dalam penelitian deskriptif kualitatif. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui jenis tindak tutur dan aneka maksud tuturan dosen dan mahasiswa dalam perkuliahan Evaluasi Pengajaran Bahasa di Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.  Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini ialah teknik rekam, simak, dan catat. Sementara itu, analisis data dilakukan dengan teknik mengalir. Wujud data dalam penelitian ini berupa penggalan percakapan antara dosen dan mahasiswa pada saat perkuliahan berlangsung. Sumber data primer dalam penelitian ini ialah dosen dan mahasiswa, sedangkan sumber data sekunder adalah buku-buku linguistik, referensi, dan catatan singkat yang relevan dengan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan 1) dosen dan mahasiswa menggunakan tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi, 2) maksud-maksud yang terkandung di balik tuturan dosen dan mahasiswa ialah untuk menginformasi, menyuruh/memerintah, memotivasi, menegaskan, dan menyimpulkan. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai â??gerbangâ? pembuka untuk penelitian-penelitian pragmatik lainnya yang lebih mendetail. Kata Kunci: Tindak Tutur, Lokusi, Ilokusi, dan Perlokusi Abstract This research belongs to qualitative descriptive research. The purpose of this study is to know the type of speech acts and the meaning of speech of lecturer and students in lectures at the Indonesian Language and Literature Education Study Program. Data collection techniques used in this study is a technique of referring and record. Meanwhile, data analysis is done by flowing technique. The form of data in this research is a snippet of conversations between lecturer and students during the course. Primary data sources in this study are lecturer and students, while secondary data sources are linguistic books, references, and short notes relevant to this research. The result of the research shows that 1) the lecturer and the students use speech act of lokusi, ilokusi, and perlokusi, 2) the intentions behind the lecturer and student's speech are to inform, instruct, motivate, affirm, and conclude. This research can serve as an opening gate for detailed pragmatic researches. Keywords: Speech Actions, Lokusi, Ilokusi, and perlokusi
BENTUK DAN MAMFAAT NILAI PENDIDIKAN FOKLOR BALI Putera Semadi, Anak Agung Gde
Widya Accarya Vol 10 No 1 (2019): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.343 KB) | DOI: 10.46650/wa.10.1.682.%p

Abstract

   AbstractGenerally folklore could be described as myths, legends, music, oral history, proved, jokes, superstitions, fables, and power which include traditions in a subcultural culture, or a group of fochlores are a set of practices which become means of spreading various cultural traditions. Bali fochlor as a variety of forms which relatively have same characteristic. There are oral, partialy oral, and not oral folklores. The socio-cultural values in folklore which full of purpose of life are having enormous benefits as good character guides for every child of our nation. Therefore, this research was completed on time.This research was designed as a part of the phenomenologycal approach. The object of the study was on a text and its context in a community, and this research did not use the hypothesis. Analysis descriptive method and analysis content which were strengthened by the paradigm of literary sociology as its theoretical study were the method used in describing the result of its data processed.From a more comprehensive poin of view, this research is not only useful for improving the means of language, literature, and Balinese script learning, but more important than that is as a means of social controler in order to create a harmonious and peaceful atmosphere. Key words:  Forms, Educational values, and Fochlor benefits.   Abstrak            Secara umum foklor meliputi mite, legenda, musik, sejarah lisan, pepatah, lelucon, takhyul, fabel, dan kekuasaan yang meliputi tradisi dalam suatu budaya subkultur, atau kelompok foklor merupakan serangkaian praktik yang menjadi sarana penyebaran berbagai tradisi budaya. Foklor Bali memiliki bentuk beragam dengan sifat atau ciri-ciri yang relatif sama. Ada foklor lisan, sebagian lisan, dan bukan lisan. Nilai-nilai sosial budaya dalam foklor yang sarat dengan tujuan hidup dan kehidupan memiliki mamfaat yang sangat besar sebagai penuntun karakter yang baik bagi setiap anak bangsa. Oleh karena itu, maka penelitian ini diselesaikan tepat pada waktunya.            Penelitian ini dirancang sebagai bagian dari pendekatan penomenologis. Objek kajiannya pada teks serta konteksnya yang ada di masyarakat, dan tidak menggunakan hipotesis. Dalam menguraikan hasil pengolahan data digunakan metode deskritif analisis dan konten analisis serta diperkuat dengan paradigma sosiologi sastra sebagai kajian teoritisnya.            Dari sudut pandang yang lebih komprehensif penelitian ini tidak sekadar bermamfaat bagi peningkatan media pembelajaran bahasa, sastra, dan aksara Bali, tetapi lebih penting dari itu adalah sebagai sarana pengendali sosial dalam rangka menciptakan suasana rukun, tenteram, dan damai. Kata kunci:  Bentuk, Nilai pendidikan, dan Manfaat foklor. 
EFEKTIVITAS PERATURAN DAERAH KOTA DENPASAR NOMOR 7 TAHUN 2013 TENTANG KAWASAN TANPA ROKOK TERHADAP SIVITAS AKADEMIKA UNIVERSITAS DWIJENDRA DENPASAR Rindawan, I Ketut; Sujana, I Gede
Widya Accarya Vol 10 No 1 (2019): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.137 KB) | DOI: 10.46650/wa.10.1.683.%p

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi untuk menguji efektivitas Peraturan Daerah (Perda) Kota Denpasar Nomor 7 tahun 2013 tentang Kawasan Tanpa Rokok terhadap sivitas akademika Universitas Dwijendra Denpasar. Karena kesehatan merupakan unsur yang harus diwujudkan, dan setiap hal yang menyebabkan terjadinya gangguan pada kesehatan masyarakat kampus (sivitas akademika). Kawasan tanpa rokok merupakan salah satu upaya mencegah terjadinya gangguan kesehatan masyarakat kampus (sivitas akademika), sebagai akibat paparan asap rokok. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka tujuan dari penelitian ini adalah (1). untuk mengetahui efektivitas Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2013 tentang Kawasan Tanpa Rokok terhadap sivitas akademika Universitas Dwijendra Denpasar, (2). untuk mengetahuai tingkat pemahaman sivitas akademika Universitas Dwijendra Denpasar terhadap Peraturan Daerah Kota Denpasar Nomor 7 tahun 2013 tentang Kawasan Tanpa Rokok sebagai sampel penelitian. Data dikumpulkan dengan pengamatan langsung dan kuisioner. Hasil penelitian mewujudkan bahwa; (1). efektifitas Peraturan Daerah Kota Denpasar Nomor 7 Tahun 2013 tentang Kawasan Tanpa Rokok terhadap sivitas akademika Univesitas Dwijendra Denpasar, dan (2). tingkat pemahaman seluruh sivitas akademika Universitas Dwijendra Denpasar terhadap Peraturan Daerah Kota Denpasar Nomor 7 Tahun 2013 tentang Kawasan Tanpa Rokok yaitu; sumber daya yang belum dipetakan oleh Pemerintah Kota Denpasar. Hal ini terlihat dari tidak adanya pihak-pihak yang berwenang atas nama Pemerintah Kota Denpasar Provinsi Bali untuk menindak orang-orang yang melakukan pelanggaran di tempat yang dikatakan sebagai kawasan tanpa rokok. Namun di Universitas Dwijendra Denpasar sebagai masyarakat kampus dalam upaya mendukung Pemerintah Kota Denpasar terutama penerapan Perda Nomor 7 Tahun 2013 tentang Kawasan Tanpa Rokok, pihak pengelola Yayasan Dwijendra sangat konsen menerapkan perda tersebut dengan berbagai upaya. Dari penerapanya selama ini, masih ada pelanggaran terhadap Perda ini. Kenyataanya tidak ada petugas khusus sebagai sumber daya yang berwenang atau petugas tertentu yang memperingatkan bilamana terjadi pelanggaran. Kata kunci: Perda Nomor 7 tahun 2013 tentang Kawasan Tanpa Rokok, sivitas akademika Universitas Dwijendra Denpasar.  Abstract                             This research was motivated to test the effectiveness of the Regional Regulation (Perda) of Denpasar City Number 7 of 2013 concerning Non-Smoking Areas for the academics of Dwijendra University Denpasar. Because health is an element that must be realized, and every thing that causes disruption to the campus public health (academicians). Non-smoking area is one effort to prevent the occurrence of public health problems of the campus (academicians), as a result of exposure to cigarette smoke. Based on this background, the objectives of this study are (1). to find out the effectiveness of Regional Regulation Number 7 of 2013 concerning Non-Smoking Areas for the academics of Dwijendra University Denpasar, (2). to find out the level of understanding of the academics of Dwijendra University Denpasar to the Regional Regulation of Denpasar City Number 7 of 2013 concerning Non-Smoking Areas as the research sample. Data was collected by direct observation and questionnaire. The results of the study embody that; (1). the effectiveness of the Regional Regulation of Denpasar City Number 7 of 2013 concerning Non-Smoking Areas for the academic community of Dwijendra Denpasar University, and (2). the level of understanding of the entire academic community of Dwijendra Denpasar University on the Regional Regulation of Denpasar City Number 7 of 2013 concerning Non-Smoking Areas namely; resources that have not been mapped by the Denpasar City Government. This can be seen from the absence of the authorities on behalf of the Denpasar City Government of Bali Province to prosecute those who committed violations in what was said to be a non-smoking area. But at Dwijendra University Denpasar as a campus community in an effort to support the Denpasar City Government, especially the application of Perda Number 7 of 2013 concerning Non-Smoking Areas, the management of the Dwijendra Foundation was very concerned about implementing the regulation with various efforts. From its implementation so far, there are still violations of this Regional Regulation. In fact there are no special officers as authorized resources or certain officers who warn when violations occur. Keywords: Perda Number 7 of 2013 concerning Non-Smoking Areas, academicians of Dwijendra University Denpasar.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KONFLIK KOGNITIF TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA DITINJAU DARI PENGETAHUAN AWAL Purnawijaya, I Putu Edy
Widya Accarya Vol 10 No 1 (2019): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.279 KB) | DOI: 10.46650/wa.10.1.684.%p

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this research was to identify the effect of conflict cognitive learning model with the understanding of  science concepts be reviewed  of studentâ??s prior knowledge. This research was a quasi-experimental with posttest-only control group design. The population are students of class VIII in SMP N 1 Abiansemal. The samples amounted to 92 people be divided into control class and experimental class with random sampling technique. Data analysis by used two ways ANAVA. Data of understanding concepts  and studentâ??s prior knowledge be gathered through the test. The results of the research  showed that conflict  cognitive learning model have a better impact on studentâ??s understanding concept compared to conventional learning models and there was a significant interaction between learning model  and studentâ??s prior knowledge. Keywords: cognitive conflict learning model, conventional learning, prior knowledge, understanding of science concepts  ABSTRAKTujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran konflik kognitif terhadap pemahaman konsep IPA ditinjau dari pengetahuan awal siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan posttest-only control group design. Populasi adalah seluruh siswa kelas VIII SMP N 1 Abiansemal. Sampel yang digunakan berjumlah 92 orang dibagi menjadi kelas kontrol dan kelas eksperimen dengan teknik random sampling. Analisis data menggunakan ANAVA dua jalur. Data pemahaman konsep dan pengetahuan awal siswa dikumpulkan melalui tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran konflik kognitif berdampak lebih baik terhadap pemahaman konsep siswa dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional dan terdapat interaksi yang signifikan antara model pembelajaran dan pengetahuan awal siswa Kata kunci : model pembelajaran konflik kognitif, pembelajaran konvensional, Pengetahuan awal, pemahaman konsep IPA
MAKNA LEKSIKON “PENYUKAT” FRASA BAHASA BALI DENGAN UKURAN TANGAN MANUSIA Miradayanti, Dewa Ayu Carma
Widya Accarya Vol 10 No 1 (2019): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.365 KB) | DOI: 10.46650/wa.10.1.686.%p

Abstract

Abstrak­­Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna leksikon penyukat frasa bahasa Bali dengan ukuran tangan manusia. Leksikon ini tergolong leksikon penyukat tradisional dan sudah jarang digunakan oleh penutur bahasa Bali. Sumber data yang digunakan dalam artikel ini berupa data lisan dan data tulis. Data lisan dikumpulkan dari hasil wawancara dengan informan yang merupakan penutur bahasa Bali dari Kabupaten Klungkung dan Kabupaten Buleleng. Data tulis berasal dari kumpulan cerpen berbahasa Bali. Makna leksikon penyukat dianalisis menggunakan pendekatan metabahasa, yaitu alat bedah yang menghasilkan makna setiap kata dengan cara pemetaan atau penggambaran makna dengan bahasa (Allan, 2001). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa leksikon penyukat frasa bahasa Bali dengan ukuran tangan manusia dapat menyatakan satuan ukuran panjang yang terdiri atas leksikon asta, cengkang, depa, dan langkat.Kata kunci: leksikon penyukat, bahasa Bali, metabahasa, makna AbstractThis research aims at describing the meaning of classifiers in Balinese language phrase measured by human hand. This lexicon is categorized as traditional classifiers and is rarely used by Balinese language native speaker. The data source were in form of spoken and written. The spoken data was collected from interviewing informants of native Balinese language from Klungkung regency and Buleleng regency. The written data was collected from sentences of Balinese language short stories. The meaning of classifiers is analyzed using metalanguage analysis approach, which is an analyzing tool to obtain meaning from mapping or describing meaning by a language (Allan, 2001). Findings from this research shows that classifiers in Balinese language phrase with a measurement of human hand states length measurement unit which consisting of lexicon asta, cengkang, depa and langkat.Keywords: classifiers, Balinese language, metalanguage, meaning
EVALUASI BUKU AJAR SOR SINGGIH BASA BALI Erawati, Ni Luh Evit
Widya Accarya Vol 10 No 1 (2019): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.892 KB) | DOI: 10.46650/wa.10.1.687.%p

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas buku ajar Bahasa Bali terutama buku Sor Singgih Basa Bali yang digunakan oleh peserta didik di SMP Kesuma Sari Denpasar. Pendekatan evaluasi buku ajar ini dirancang menggunakan model The systematic design of Instruction by Dick & Carey. Evaluasi oleh ahli dilakukan oleh pendidik bahasa Bali dan peserta didik kelas VII yang berjumlah 6 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah penyebaran kuesioner. Evaluasi oleh pendidik pada aspek penyajian dan tampilan menunjukkan skor akhir 78% dan pada aspek isi dan kebahasaan 75%. Evaluasi oleh peserta didik menunjukkan skor akhir pada aspek penyajian dan tampilan adalah 78,62% dan pada aspek isi dan kebahasaan adalah 78,75%. Hasil evaluasi tersebut bila dikonversikan berdasarkan tabel konversi tingkat pencapaian dan kualifikasi, maka kualifikasi buku ajar berdasarkan hasil evaluasi pendidik dan peserta didik dalah baik/ layak. Kata kunci: evaluasi, buku ajar Sor Singgih Basa Bali  AbstractThe purpose of this study is to determine the quality of language teaching textbook, especially Sor Singgih Bali Basa Bali textbook used by learners in Kesuma Sari Denpasar junior high school. The approach of this evaluation textbook is designed using a model of the systematic design of Instruction by Dick & Carey. Evaluation by experts conducted by the Balinese language educator and 6  grade VII learners. Data collection method in this study is questionnaires. Evaluation by teacher on aspects of the presentation and the display shows the final score of 78% and the content and linguistic aspects of 75%. Evaluation by learners shows the final score of the aspects of the presentation and the display is 78,62% and the content and linguistic aspects is 78,75%. Base on the scores, the evaluation results of teacher and students is good/ decent. Keywords: evaluation, Sor Singgih Basa Bali textbook
KRITIK PRAKTIK SOSIO-KULTURAL MASYARAKAT BALI DALAM ANTOLOGI CERPEN EVENT ORGENIZER Gita Purnama AP, I Gede
Widya Accarya Vol 10 No 1 (2019): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.622 KB) | DOI: 10.46650/wa.10.1.688.%p

Abstract

Karya sastra Bali modern adalah salah satu genre sastra yang berkembang cukup baik selain sastra klasik. Karya sastra Bali modern menjadi pilihan banyak pengarang muda dalam berkarya, diantaranya adalah I Made Sugianto dengan kumpulan cerpen terbarunya Event Orgenizer. Kumpulan cerpen ini menyajikan berbagi peristiwa yang menggambarkan praktik-praktik sosio-kultural di Bali. Memalui karyanya, I Made Sugianto mencoba menyuguhkan betapa praktik sosio-kultural di Bali kini menemui banyak sekali problematika. Persinggungan antara mempertahankan tradisi dan menjalani modernisasi yang identik dengan segala kemudahan menjadi tema besar dalam kumpulan cerpen ini. Pengarang menyampaikan kritik sosial, pesan moral, serta kegelisahannya pada praktik sosio-kultural Bali melalui tokoh-tokohnya. Kritik sosial ini disampaikan dengan bahasa yang lugas tanpa kesan untuk canggung melakukan oto-kritik pada masyarakat Bali. Pergerakan alur cerita yang cukup variatif membuat tokoh-tokoh mampu mengantarkan maksud pengarang dengan baik pada pembaca. Kata kunci; sastra bali modern, kritik sosial, sosio-kultural,
HUBUNGAN ANTARA KOMPETENSI GURU DENGAN MOTIVASI KERJA PADA GURU YANG SUDAH TERSERTIFIKASI Sila, I Made; Rai, Ida Bagus
Widya Accarya Vol 10 No 1 (2019): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.406 KB) | DOI: 10.46650/wa.10.1.689.%p

Abstract

Indonesian needs qualified teachers who mastered various kinds of skills, professional competence, science, and technology, able to state the best concept, idea, though, and behavioral attitude to the learner, and have the high work motivation. These teacher competencies would be the requirement in forming the gold generation of Indonesian. By the existence of human resources which is required, Indonesian are able to continue and move the construction sectors effectively and efficiently, and capable to compete in international market. In order to fulfill it the government released the law No. 14 year 2015 which is about teacher and lecturer who require the qualification and teacher competence, that is minimum Bachelor degree or Diploma degree and has the Educator certificate. The problem is whether the giving of certification program for teacher could improve the teacherâ??s performance. The aim of this research is to know whether there is a relationship between competency and teacher work motivation who has been certified by the Senior High School of Dwijendra which consists of 60 teachers as the sample. The sampling used purposive sampling technique. The research methodology used quantitative approach with the teacher competency test and the work motivation scale. Meanwhile, the technique of analysis data used product moment by Pearson. Based on the data analysis which gained correlation coefficient r= 0,75 with significance = 0.500 (p>0,05), it means there is a relationship between the teacher  performance motivation which has been certified. The variable of the relation of teacher competency and the variable of work motivation are included in high category.Keywords: competency, certified teacher, work motivation. ABSTRAK            Bangsa Indonesia membutuhkan guru  berkualitas yang menguasai berbagai jenis keterampilan, keahlian professional, ilmu pengetahuan dan teknologi, mampu menyampaikan  gagasan, ide, pemikiran, dan sikap perilaku terbaik kepada peserta didik, dan memiliki motivasi kerja yang tinggi . Kompetensi guru seperti itu sebagai persyarat membentuk genersi emas bangsa Indonesia. Dengan adanya sumber daya manusia yang dipersyaratkan itulah bangsa Indonesia mampu melanjutkan dan menggerakkan sector-sektor pembangunan secara lebih efektif dan efisien serta mampu bersaing di pasar dunia. Untuk memenuhi harapan tersebut pemerintah  mengeluarkan  UU No 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen yang mensyaratakan kualifikasi dan kompetensi guru, yaitu minimal Sarjana ( S1 ) atau diploma empat (D4) dan memiliki sertifikat pendidik.   Permasalahannya apakah  program pemberian sertifikasi kepada guru tersebut  mampu meningkatkan kinerja guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kompetensi  dengan motivasi kerja  guru yang sudah tersertifikasi. Penelitian ini menggunakan populasi seluruh guru yang sudah disertifikasi di Sekolah Menengah Atas  Dwijendra yang berjumlah 60 guru yang dipergunakan sebagai sampel. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Metode penelitian menggunakan pendekatan Kuantitatif dengan alat ukur tes kompetensi  guru dan skala motivasi kerja. Sedangkan teknik analisis data menggunakan Product Moment dari Pearson. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh koefisien korelasi r = 0,75 dengan signifikansi = 0.500 (p >0,05) yang berarti  ada hubungan antara kompetensi  dengan motivasi kinerja guru yang sudah teisertifikasi. Variabel hubungan kompetensi guru  dan variabel motivasi kerja  termasuk dalam kategori tinggi.Kata kunci: kompetensi , guru bersertifikasi, motivasi kerja
PERSEPSI GURU PAMONG DAN SISWA TERRHADAP KETRAMPILAN CALON GURU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN DALAM PROSES PEMBELAJARAN PPKN PADA SISWA KELAS XI IPA 8 DI SMA DWIJENDRA DENPASAR Sutika, I Made; Sudiarta, I Nengah
Widya Accarya Vol 10 No 1 (2019): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.797 KB) | DOI: 10.46650/wa.10.1.753.%p

Abstract

Melalui kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) diharapkan mahasiswa menjadi calon tenaga kependidikan yang profesional, sesuai dengan prinsip-prinsip pendidikan berdasarkan kompetensinya, yang meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial. Mengingat pentingnya persepsi guru pamong dan siswa terhadap keterampilan calon guru praktik pengalaman lapangan dalam proses pembelajaran PPKn, maka penulis tertarik untuk mengangkat permasalahan: . Bagaimanakah Persepsi guru pamong dan siswa terhadap keterampilan calon guru praktik pengalaman lapangan dalam proses pembelajaran PPKn pada siswa    kelas XI IPA 8 di SMA Dwijendra Denpasar? . Sedangkan tujuan yang ingin dicapai adalah  Untuk mengetahui Persepsi guru pamong dan siswa terhadap keterampilan calon guru paraktik pengalaman lapangan dalam proses pembelajaran PPKn pada siswa kelas XI IPA 8 di SMA Dwijendra Denpasar.. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, subyek penelitian ini ialah guru pamong dan siswa kelas XI IPA 8 di SMA Dwijendra Denpasar yang berjumlah 41 orang sebagai informan Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui teknik wawancara,teknik observasi, angket (kuesioner),teknik dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi guru pamong dan siswa terhadap keterampilan calon guru praktik pengalaman lapangan dalam proses pembelajaran PPKn pada siswa kelas XI IPA 8 di SMA Dwijendra Denpasar, berada dalam katagori baik dengan persentase tertinggi 78,78% kemudian katagori sangat baik dan cukup sebanyak 12,95% dan 8,27%.Dari beberapa komponen ketrampilan mengajar ketrampilan dalam menutup pelajaran nampaknya paling dikuasai sedangkan yang masih kurang dalam ketrampilan evaluasi. Terkait dengan itu semua komponen ketrampilan mengajar hendaknya perlu ditingkatkan lagi apalagi ketrampilan evaluasi yang masih kurang sehingga para mahasiswa perlu diberikan teori dan pelatihan secara intensif   Kata kunci : Persepsi Guru Pamong dan Siswa, Keterampilan Calon Guru PPL,   Proses Pembelajaran.   Abstract   Through the Field Experience Practices (PPL) activities, students are expected to become candidates for professional teaching staff, in accordance with the principles of education based on their competencies, which include pedagogical competence, personality competency, professional competence, and social competence. Given the importance of the teacher and student teacher's perceptions of the skills of prospective teacher practice field experience in the PPKn learning process, the authors are interested in raising the issue:. What is the perception of the tutor and student teacher on the skills of prospective teacher practice in field experience in the learning process of PPKn in students of class XI IPA 8 in Dwijendra High School Denpasar? . Whereas the aim to be achieved is to find out the perception of the tutor and students towards the skills of the prospective teacher in field experience in the learning process of PPKn in students of class XI IPA 8 in Dwijendra High School Denpasar .. This research is quantitative descriptive research, the subject of this research is tutor teacher and students of class XI IPA 8 in Dwijendra High School Denpasar, amounting to 41 people as informants Data collection techniques used were through interview techniques, observation techniques, questionnaires (questionnaires), documentation techniques. The results showed that the perception of tutors and students towards the skills of prospective teacher practice field experience in the PPKn learning process for students of class XI IPA 8 in Dwijendra High School Denpasar, were in a good category with the highest percentage of 78.78% and 12 very good categories. , 95% and 8.27%. From several components of teaching skills, skills in closing the lessons seemed to be the most mastered while those still lacking in evaluation skills. Related to that all the components of teaching skills should need to be improved, especially the evaluation skills that are still lacking so that students need to be given theory and training intensively   Keywords: Perception of Guest and Student Teachers, PPL Teacher Skills, Learning Process.

Page 1 of 2 | Total Record : 13