cover
Contact Name
Ni Wayan Swarniti
Contact Email
jurnalaccarya@gmail.com
Phone
+6285739637227
Journal Mail Official
jurnalaccarya@gmail.com
Editorial Address
Jalan Kamboja No.17, Dangin Puri Kangin, Kec. Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali - Indonesia
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Widya Accarya
Published by Universitas Dwijendra
ISSN : 20850018     EISSN : 27228339     DOI : -
Core Subject : Education,
Widya Accarya, 2085-0018 (Print ISSN), 2722-8339 (Electronic ISSN) is the Journal of Education who published research articles and of theoretical articles in education which published by Faculty of Teacher Training and Pedagogy, Dwijendra University. The journal is published twice a year every April and October published by Faculty of Teacher Training and Pedagogy. This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: • Education • Language Teaching and Learning • Classroom Action Research • Morphology • Syntax • Phonology • Semantic • Pragmatic • Discourse Analysis • Translation • Comparative Linguistics History • Applied Linguistic
Articles 202 Documents
Analysis of Students' Critical Thinking Patterns on Critical Thinking Ability: The Case of Elementary School Mochamad Guntur; Herisa Hardiyanti Sholeha; Ike Kurniawati; Astuti
Widya Accarya Vol 14 No 2 (2023): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/wa.14.2.1469.199-210

Abstract

This study aimed at comprehensively analyzing critical thinking patterns in elementary school students through the Grounded Theory method. The design used was a case study. This study involved 25 fourth grade students at Kedung Krisik Elementary School, Cirebon City. Data collection was carried out through critical thinking math test questions; and interviews between researchers and students after completing the test questions. The analysis process was carried out by giving tests to students. The results of this study reveals that students' critical thinking skills in mathematics at the elementary school are divided into three categories, namely CTA 3, CTA 2, and CTA 1. It could be seen that critical thinking skills in mathematics can be improved by practicing working on questions related to mathematics learning, especially in the form of contextual questions. The Watson-Glaser Critical Thinking Appraisal (CTA) critical thinking assessment models could be applied to measure critical thinking skills themselves.
Pembinaan Guru Profesional Berbasis Karakter (Sebuah Pespektif dan Kebijakan Pendidikan Menghadapi Globalisasi) Sujana, I Gede; I Wayan Eka Santika
Widya Accarya Vol 14 No 2 (2023): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/wa.14.2.1471.211-219

Abstract

Dalam upaya peningkatan keahlian khusus atau profesionalisme guru telah dilakukan oleh Pemerintah. Namun sayangnya, program-program pengembangan yang dilakukan oleh pemerintah masih belum mencapai hasil yang optimal. Pengembangan yang dilakukan dalam bentuk pelatihan, lokakarya atau workshop, seminar, sarasehan, konferensi masih belum optimal meningkatkan proses pembelajaran di kelas. Pengetahuan yang diperoleh melalui bentuk-bentuk pengembangan tersebut acapkali tidak terimplementasikan selepas selesainya kegiatan pengembangan tersebut. Pola pembelajaran kembali ke pola lama meskipun sudah diberikan pelatihan dengan metode pengajaranterbaru. Atau seringkali implementasi hasil pelatihan tidak berjalan lama dan tidak berkesinambungan. Tujuan penulisan ini adalah memaparkan pembinaan guru dalam meningkatkan kemampuan profesionalisme yang berkarakter pada era globalisasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan mengkaji atau menelaah berbabagi literatur yang ada, dan disebut juga dengan studi kepustakaan. Wawancara dilakukan untuk menguatkan analisis dan pernyataan. Hasilnya, dalam pengembangan profesionalisme guru diperlukan pendidik yang berkemampuan mempersonifikasikan: (a) nilai-nilai etika kemanusiaan, (b) memiliki citra diri yang positif, (c) memiliki etos kerja dan komitmen yang tinggi, dan (d) sifat empati yang tinggi. Pembinaan guru memiliki dua dimensi, yaitu dimensi arah pembinaan dan dimensi materi pembinaan
Filsafat Pendidikan Dalam Mewujudkan Karakter Pancasila: Refleksi Implementasi di Lingkungan Pendidikan Sekolah Ni Ekawati
Widya Accarya Vol 15 No 1 (2024): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/wa.15.1.1506.1-7

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui filsafat pendidikan dalam mewujudlkan karakter Pancasila; refleksi implementasi di lingkungan pendidikan sekolah. Abstrak ini membahas keterkaitan antara filsafat pendidikan dan implementasi nilai-nilai Pancasila di sekolah sebagai refleksi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang berorientasi pada pengembangan karakter yang luhur. Melalui tinjauan terhadap berbagai konsep filosofis pendidikan dan nilai-nilai Pancasila, artikel ini menyoroti pentingnya integrasi nilai-nilai moral, etika, sosial, dan spiritual dalam pendidikan. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah tinjauan pustaka. Pembahasan juga mengulas tantangan dalam menerapkan karakter Pancasila di lingkungan pendidikan, termasuk tantangan dalam teladan pendidik, implementasi kebijakan, serta dukungan sarana dan prasarana pendidikan yang diperlukan. Penekanan pada integrasi nilai-nilai Pancasila dalam proses pembelajaran memberikan gambaran bagaimana filsafat pendidikan menjadi pemandu dalam memperkuat pembentukan karakter siswa. Artikel ini juga memberikan wawasan tentang upaya-upaya yang dapat dilakukan di lingkungan sekolah untuk meningkatkan efektivitas implementasi karakter Pancasila. Dengan demikian, artikel ini berupaya memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang peran filosofi pendidikan dalam membentuk karakter siswa sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Diharapkan artikel ini dapat memberikan kontribusi pada pengembangan strategi pendidikan yang berfokus pada pembentukan karakter yang kuat dan berdasarkan pada nilai-nilai luhur bangsa.
Pengaruh Pembelajaran Berbasis Simulasi Terhadap Pengembangan Kreativitas Siswa Dalam Pembelajaran Drama Kelas VIII SMP Islam Terampil NWDI Pancor Kopong Ramlah H.A. Gani; Titin Ernawati; Herman Wijaya
Widya Accarya Vol 15 No 1 (2024): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/wa.15.1.1526.8-19

Abstract

Pembelajaran Berbasis Simulasi dalam kurikulum sebagai upaya untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang memotivasi dan memperkaya bagi siswa Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh Pembelajaran Berbasis Simulasi terhadap pengembangan kreativitas siswa dalam pembelajaran drama di kelas VIII SMP Islam Terampil NWDI Pancor Kopong Tahun Pelajaran 2023/2024. Metode simulasi diterapkan pada kelompok eksperimen sementara metode konvensional digunakan pada kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test serta analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata (mean) pada post-test kelompok eksperimen (74,96) signifikan lebih tinggi daripada kelompok kontrol (69,91). Selain itu, siswa yang menerima pembelajaran berbasis simulasi dikategorikan memiliki kreativitas tinggi, sementara siswa yang menerima pembelajaran konvensional dikategorikan memiliki kreativitas sedang. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa t-hitung (3,045) lebih besar daripada t-tabel (2,014), sehingga hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (Ho) ditolak. Kesimpulan ini mengindikasikan bahwa Pembelajaran Berbasis Simulasi secara efektif mempengaruhi pengembangan kreativitas siswa dalam pembelajaran drama, memberikan bukti empiris yang kuat untuk pendekatan pembelajaran ini dalam meningkatkan prestasi siswa di SMP Islam Terampil NW Pancor Kopong.
Urgensi Menanamkan Pendidikan Karakter Sejak Usia Dini Ni Luh Gede Karang Widiastuti; I Putu Edy Purnawijaya
Widya Accarya Vol 15 No 1 (2024): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/wa.15.1.1527.20-25

Abstract

Pendidikan karakter pada anak usia dini merupakan upaya penanaman nilai karakter untuk membangun karakter anak usia dini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji penanaman pendidikan karakter sejak usia dini. Pendidikan karakter anak usia dini merupakan masa emas dimana proses tumbuh kembang yang pesat dalam segala aspek hidupan, yaitu aspek kognitif, bahasa, fisik motorik, sosial emosional, seni, moral, dan agama dan dalam tumbuh kembangnya, mereka membutuhkan dukungan, pendidikan, bimbingan serta keteladanan yang baik dari lingkungannya, mengingat salah satu karakteristik anak adalah masa meniru apa yang dilihat dan didengarnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa studi literatur dari berbagai referensi yang relevan dengan gejala yang diamati yaitu pada subjek pendidikan karakter anak usia dini. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kualitatif sehingga dapat mengetahui urgensi menanamkan pendidikan karakter sejak usia dini sehingga dapat dilakukan upaya yang tepat pada setiap kasus yang diamati. Hasil penelitian ini yaitu pentingnya menanamkan Pendidikan karakter sejak dini untuk mengembangkan pemahaman yang kuat tentang nilai-nilai moral, seperti kejujuran, kebaikan, dan empati.
Quality of Education Services and Community Satisfaction with SDIT Using The Servqual Model Syska Lady Sulistyowatie; Arif Julianto Sri Nugroho; Abdul Haris; Agung Nugroho Jati; Tasari
Widya Accarya Vol 15 No 1 (2024): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/wa.15.1.1529.26-34

Abstract

This research develops a model through measuring the quality of educational services towards the competitive excellence of SDIT (Integrated Islamic Primary Schools). This research aims to test the gap scores for each dimension of each SDIT, thus it can determine the right marketing strategy to satisfy and increase the interest of new students’ parents who believe that their children will receive an education at an excellent Islamic Elementary School. The research was using a quantitative approach through respondent description, item validity and reliability, and ServQual model statistical tests. The population in the research was all people who believe in Integrated Islamic Primary School education in Klaten Regency. This research used a purposive sampling technique of 100 respondents. The attributes in the questionnaire were adapted from the ServQual concept which is suitable in the realm of educational research including tangibles, reliability, responsiveness, assurance and empathy. Quantitative tests include validity tests, item reliability and ServQual confirmation tests. The test results of validity and reliability were valid and reliable. The confirmation test score has a positive average value of 60.27 with the lowest positive value in the reliabilities dimension of 28.45, followed by tangibles 34.28, responsiveness 72.58 assurance 88.44 and empathy has the highest value of 127.60. Improvement efforts must continue to be made by the SDIT management with an emphasis on improving the value that still has the lowest positive dimension followed by the next positive value. Increasing the quality of SDIT's educational services by implementing the Total Quality Management concept optimally will lead to increased community satisfaction and strengthened SDIT's competitive performance in the future.
Praktik Baik Manajemen Pendidikan di Finlandia untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan di Indonesia Aryawan, I Wayan; Rai, Ida Bagus
Widya Accarya Vol 15 No 1 (2024): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/wa.15.1.1532.35-41

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik manajemen pendidikan yang berhasil diterapkan di Finlandia dan relevansinya dalam konteks pendidikan di Indonesia. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Data dikumpulkan melalui tinjauan literatur yang bersumber dari jurnal ilmiah, buku, laporan pemerintah, dan dokumen resmi yang berkaitan dengan pendidikan di Finlandia. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis perbandingan. Finlandia telah dikenal sebagai salah satu negara dengan sistem pendidikan yang unggul, menciptakan lingkungan belajar yang merangsang, inklusif, dan berfokus pada pengembangan keterampilan abad ke-21. Melalui pendekatan yang holistik dan kolaboratif, Finlandia berhasil meningkatkan kualitas pendidikan dengan memperhatikan aspek seperti kurikulum yang relevan, pelatihan guru yang berkualitas, serta dukungan terhadap siswa dengan kebutuhan khusus. Penelitian ini juga mengeksplorasi tantangan yang mungkin dihadapi dalam menerapkan praktik-praktik tersebut di Indonesia dan memberikan rekomendasi untuk adaptasi yang sukses. Dengan memahami prinsip-prinsip yang mendasari keberhasilan Finlandia, Indonesia dapat mengambil langkah-langkah konkret untuk meningkatkan mutu pendidikan secara signifikan.
The Use of Question, Answer, Relationship Strategies to Improve The Tenth-Grade Students’ Reading Comprehension At SMA Dwijendra Denpasar in The Academic Year 2022/2023 Petronela Seraviana Yahni; I Gusti Ayu Indah Triana Juliari; I Komang Dedik Susila
Widya Accarya Vol 15 No 1 (2024): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/wa.15.1.1534.42-47

Abstract

This research aims to improve the student’s reading comprehension of the narrative text using the Question Answer Relationship (QAR) strategy at SMA Dwijendra Denpasar. It was done through planning, action, observation, and reflection. This research was Classroom Action Research (CAR) consisting of two cycles. The subject of this research was 35 students of tenth grade SMA Dwijendra Denpasar in the academic year 2022/2023. The instrument in this research was a test (multiple choice). The test consists of a pretest and a post-test. The data were analyzed quantitatively to get the mean score and percentage. The result showed that there was an improvement in the student’s achievement in narrative text. Most of the students increased their scores gradually at the end of the cycle. The result of the mean score of students in the pretest was 60.14, the mean score in post-test 1 was 70.7, and the mean score in post-test 2 was 82. It can be concluded that the QAR strategy could improve the student’s reading comprehension of the tenth-grade students at SMA Dwijendra Denpasar.
Students’ Perceptions of Online Learning in Writing Descriptive Text on Students of the Faculty of Economics and Business, Mahendradatta University I Nyoman Bawa Bagiada; Ni Putu Andini Desiyanti Laksmi
Widya Accarya Vol 15 No 1 (2024): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/wa.15.1.1535.48-51

Abstract

The purpose of this study was to determine the students' perceptions of online learning in writing descriptive text, which included recognize, make stimuli, experiences, knowledge, motivation, social interaction, understanding, acceptance, responses, and future solutions regarding online learning itself in on students of the Faculty of Economics and Business, Mahendradatta University for third semester, which was done by the english lecturer. In this study, a descriptive qualitative research design was used. An english teacher and 45 students who had completed online learning participated in this study. The teacher's utterances and questionnaire answer sheets were used as data sources in this study. The data was gathered through interviews with the teacher and the distribution of a Google Form questionnaire to the online learning students. According to the findings of the interview, perception related to the teacher explains english material well through online learning with a percentage of 62,9%. It can be concluded that students' perceptions of online English learning during the Covid-19 pandemic are positive and can be effectively implemented.
Slang Words in Providing Valuable Insights for Language Educators in Bali Kadek Adyatna Wedananta; I Gst. Ayu P. Jesika Sita Devi N
Widya Accarya Vol 15 No 1 (2024): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/wa.15.1.1536.52-57

Abstract

This study aims to find how slang words can provide valuable insights for language educators in Bali in enhancing language instruction and cultural understanding among students. The methodology used in this study was qualitative. This study was carried out in schools in Bali. Data for this study were gathered by documentation, interviews, and observation. This study resulted and discussed that slang words can provide valuable insights for language educators in Bali in enhancing language instruction and cultural understanding among students in the following ways, Cultural Relevance: Slang words are often deeply rooted in the culture and daily life of a community. Informal Communication: Slang words are predominantly used in informal settings, such as conversations among friends or peers. Nuances and Expressions: Slang words often convey specific nuances and expressions that may not be easily translated or understood through formal language instruction alone. Language Evolution: Slang words are dynamic and reflect the ever-evolving nature of language. Bridging Generational Gaps: Slang words are often associated with younger generations. It is recommended for further researcher to expand the topic.