cover
Contact Name
Nelly
Contact Email
jurnalkharismata@gmail.com
Phone
+6282332575637
Journal Mail Official
jurnalkahrismata@gmail.com
Editorial Address
Jl. Letjen Suprapto VI No. 86 Jember, Jawa Timur
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta
ISSN : 26558653     EISSN : 26558645     DOI : 10.
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta merupakan jurnal ilmiah yagn diterbitkan secara online oleh Sekolah Tinggi Alkitab Jember yang bertujuan untuk memublikasi hasil penelitian para dosen di bidang teologi Kristen, baik di gereja, maupun pelayanan kristiani lainnya. Scope dalam KHARISMATA adalah: 1. Teologi Biblika 2. Teologi Sistematika 3. Teologi Praktika
Articles 106 Documents
Implementasi Konsep Manusia Baru Menurut Kolose 3:5-17 di Jemaat GPdI Victory Surabaya Murni Hermawaty Sitanggang; Victoryza Grace Diana
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol 2, No 1 (2019): Juli 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1091.659 KB) | DOI: 10.47167/kharis.v2i1.24

Abstract

The goal of this research is to describe Paul’s theology of new man according to Colossians 3:5-17 and the implementation toward the congregation of  The Indonesia Pentecostal Church Victory Surabaya.  This research used a qualitative method with a descriptive and exegetical approach.  A result is a new man according to Colossians 3:5-17 is a believer that has self-control, love, and always grateful. Even though not all, most of the congregation (about 76%) had been applied those indicators of the new man in their life.AbstrakPenulisan ini dilakukan untuk memaparkan teologi Paulus tentang manusia baru menurut Kolose 3:5-17 dan implementasinya terhadap jemaat GPdI Victory Surabaya.  Metode penulisan yang diterapkan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan eksegesis.  Dari hasil eksegesis didapati bahwa manusia baru menurut surat Kolose 3:5-17 adalah orang percaya yang memiliki penguasaan diri, hidup dalam kasih, dan senantiasa bersyukur.  Meski belum semuanya, hasil penulisan menunjukkan mayoritas jemaat GPdI Victory Surabaya atau sebesar 76% telah menerapkan indikator manusia baru tersebut dalam kehidupan mereka.
Rancang Bangun Teologi “Kekudusan” Tentang Hamba Tuhan Sebagai Pemimpin Kristen Menurut Kitab Yosua Zulkisar Pardede
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.8 KB) | DOI: 10.47167/kharis.v1i2.20

Abstract

Leadership is the key in Christianity. This article aims to present Joshua's leadership pattern in leading the nation of Israel. The method used is the study of the exposition of the book of Joshua with a descriptive method to describe Joshua's leadership at that time. The conclusion of this discussion is that Joshua's leadership emphasizing holiness is an ideal pattern in the leadership of God's servants today. AbstrakKepemimpinan merupakan kunci dalam kekristenan. Artikel ini bertujuan untuk menampilkan pola kepemimpinan Yosua dalam memimpin bangsa Israel. Metode yang digunakan adalah kajian eksposisi kitab Yosua dengan metode deskriptif untuk menggambarkan kepemimpinan Yosua pada masa itu. Kesimpulan dari pembahsan ini adalah, kepemimpinan Yosua yang menekankan kekudusan merupakan pola ideal dalam kepemimpinan hamba Tuhan masa kini.
Peran Gereja dalam Pembinaan Kerohanian Remaja di Gereja Pantekosta di Indonesia Kota Palangka Raya Bambang Sriyanto; Thomy Sanggam Hasiholan Sihite
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol 2, No 2 (2020): Januari 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.696 KB) | DOI: 10.47167/kharis.v2i2.32

Abstract

The general perception is that teenagers are a group of people who are often a bother to parents. The role of the church is very important to the formation of members of the congregation, including youth, both in worship, fellowship and service. The church environment must be a pleasant environment for adolescents, because if adolescents leave the church for various reasons, it becomes increasingly difficult to conduct spiritual formation to this group. This study uses a qualitative descriptive method by involving adolescents as respondents to find out how adolescents think about the role of the church in their spiritual formation, so that by getting data from adolescents, it can produce data analysis about whether the church has done its work and how the church can continue to conduct adolescent spiritual guidance. well. In conclusion, the church must continue to learn about what it likes, likes, and interests of adolescents, so that it can create an atmosphere and environment that brings, and invites them to love worship. Youth are accepted into fellowship in the church, get good service, so that they become part of the ministry, and can serve with responsibility.AbstrakPersepsi umum berpendapat bahwa remaja adalah kelompok orang-orang yang sering menyusahkan orang tua. Peran gereja sangat penting terhadap pembinaan warga jemaatnya, termasuk remaja, baik dalam ibadah, persekutuan dan pelayanan. Lingkungan gereja haruslah menjadi lingkungan yang menyenangkan untuk remaja, karena apabila remaja meninggalkan gereja oleh berbagai alasan, maka semakin sulit untuk melakukan pembinaan secara rohani kepada kelompok ini. Penelitian ini menggunakan metode deskriftif kualitatif dengan melibatkan remaja sebagai responden untuk mengetahui begaimana pendapat remaja tentang peranan gereja terhadap pembinaan kerohanian mereka, sehingga dengan didapatkannya data dari remaja maka dapat menghasilkan analisa data tentang apakah gereja sudah melakukan tugasnya dan bagaimana gereja dapat terus melakukan pembinaan kerohanian remaja dengan baik. Kesimpulannya, gereja harus terus mempelajari tentang apa yang disukai, digemari, diminati remaja, sehingga dapat menciptakan suasana dan lingkungan yang membawa, serta mengajak mereka mencintai ibadah. Remaja diterima dalam persekutuan di gereja, mendapatkan pelayanan yang baik, sehingga mereka menjadi bagian dalam pelayanan, dan dapat melayani dengan tanggung jawab. 
Menerapkan Kesabaran Menurut Kitab Amsal dalam Mengajar Sekolah Minggu Nelly Nelly
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol 2, No 1 (2019): Juli 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.341 KB) | DOI: 10.47167/kharis.v2i1.26

Abstract

The Sunday School Service is a part of church service that requires characteristics of patience in addition to the ability and expertise in teaching. Patience in teaching children is the key to being able to effectively serve as a Sunday School teacher. This article aims to describe the concept of patience in Proverbs. By using the descriptive analysis method in Proverbs, the conclusion is that as a Sunday School teacher a slow ability to anger is needed.AbstrakPelayanan Sekolah Minggu merupakan bagian pelayanan dalam gereja yang membutuhkan karakteristik sabar selain kemampuan dan keahlian dalam mengajar. Kesaabaran dalam mengajar anak-anak merupakan kunci untuk dapat melakukan pelayanan sebagai guru Sekolah Minggu secara efektif. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep kesabaran dalam kitab Amsal. Dengan menggunakan metode analisis deskriptif pada kitab Amsal, maka diperoleh kesimpulan, bahwa sebagai seorang guru Sekolah Minggu dibutuhkan kemampuan lamban untuk marah.
Komitmen Organisasi dalam Perspektif Alkitabiah: Sebuah Studi Kuantitatif di Yayasan C Surabaya Sonny Eli Zaluchu
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.871 KB) | DOI: 10.47167/kharis.v1i2.17

Abstract

Commitment in the organization consists of three, namely affective commitment, continuous commitment, and normative commitment. This commitment can develop with training in professionalism and the planting of Christian values. This study aims to see the extent to which organizational commitment is practice in a Christian foundation by leaders who are directly responsible for running the organization and to find out what spiritual value is the most active form of that commitment. The study was conducted quantitatively using a questionnaire as a data collector. Data is processed to find the position of the confidence interval values in the interval class (high, medium and low). The results of the study show that the dominant commitment affecting unit leaders at the foundation is a continuous commitment which in a biblical perspective is called a hired servant. AbstrakKomitmen di dalam organisasi terdiri dari tiga yakni komitmen afektif, komitmen kontinuans dan komitmen normatif. Komitmen ini dapat dikembangkan dengan pelatihan profesionalisme dan penanaman nilai-nilai kristiani. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana komitmen organisasi dipraktekan di dalam sebuah yayasan Kristen oleh para pemimpin yang bertanggung jawab langsung dalam menjalankan roda organisasi dan untuk menemukan nilai rohani apa yang paling kuat membentuk komitmen tersebut. Penelitian dilakukan secara kuantitatif menggunakan angket sebagai pengumpul data. Data diolah untuk menemukan posisi nilai interval kepercayaan di dalam klas interval (tinggi, sedang dan rendah). Hasil penelitian memperlihatkan, bahwa komitmen yang dominan mempengaruhi para pemimpin unit di yayasan tersebut adalah komitmen kontinuans yang dalam perspektif Alkitabiah disebut sebagai hamba upahan.
Efektivitas Kepemimpinan Konsiderasi terhadap Employee Engagement di Rumah Singgah Yayasan Mahanaim Iin Tjipto Purnomo
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v1i2.31

Abstract

An organization, institution, company, and even a state can be said to be successful, progressing, and developing depending on the leader. Leadership is influence, to what extent the leader influences and directs the people he leads to a place, then that's where the results will be seen. One form or style of leadership is consideration leadership in which a leader pays attention to his subordinates. Consideration style or leadership style will produce family relationships and bonds of love. Subordinates will feel different if the leader pays attention and builds family relationships.AbstrakSuatu organisasi, institusi, perusahaan bahkan negara dapat dibilang berhasil, maju dan berkembang tergantung dari pemimpinnya. Kepemimpinan adalah pengaruh, sampai sejauh mana si pemimpin membawa pengaruh dan mengarahakan orang yang dipimpinnya ke suatu tempat, maka disitulah akan terlihat hasilnya. Salah satu bentuk atau gaya kepemimpinan adalah kepemimpnan konsiderasi di mana seorang pemimpin memberi perhatian kepada bawahannya. Style atau gaya kepemimpinan konsiderasi akan menghasilkan hubungan kekeluargaan dan ikatan kasih. Bawahan akan merasakan hal yang berbeda, jika pemimpinnya menaruh perhatian dan membangun hubungan secara kekeluargaan.
Mewariskan Memori Kolektif sebagai Pendekatan Pendampingan dan Konseling untuk Meningkatkan Pembangunan Jemaat Adang Irene Febriani Berimau; Jacob Daan Engel; Yulius Ranimpi
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol 4, No 1: Juli 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v4i1.79

Abstract

Each region certainly has its own past stories in the early church. In this case, the individual or group begins to remember something that happened in themselves and he can do memory activities while talking, listening and many other ways of remembering. Congregations in the current era, in understanding the meaning of togetherness in allied life, have begun to erode and fade. The purpose of this study is to describe the collective memory heritage of the congregation and to develop a counselling approach to promote congregational development. This study uses a qualitative approach with a descriptive-analytical pattern. From the results of the research, the authors see that the church today is in dire need of counselling assistance in church development. The integrity of a congregation is highly expected for every individual and group through fellowship that is carried out within the scope of the church and society in increasing harmonious and peaceful life. AbstrakSetiap daerah tentu memiliki cerita-cerita masa lalu tersendiri pada jemaat mula-mula. Dalam hal ini, individu atau kelompok mulai mengingat-ingat sesuatu yang terjadi dalam diri pribadinya dan ia dapat melakukan aktivitas mengingat-ingat ketika sedang berbicara, mendengarkan dan masih banyak lagi cara mengingat-ingat lainnya. Jemaat di era saat ini, dalam memahami arti kebersamaan dalam hidup bersekutu sudah mulai terkikis dan memudar. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan warisan memori kolektif jemaat Adang dan mengembangkan pendekatan konseling untuk meningkatkan pembangunan jemaat Adang. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan pola deskriptif-analitis. Dari hasil penelitian penulis melihat bahwa jemaat Adang saat ini sangat membutuhkan pendampingan konseling dalam pembangunan jemaat. Keutuhan suatu jemaat sangat di harapkan bagi setiap individu maupun kelompok melalui persekutuan yang dilakukan dalam lingkup gereja maupun masyarakat dalam meningkatkan hidup rukun dan damai.
Mewartakan Injil pada Anak Usia 0-2 Tahun Menggunakan Metode Pembacaan Alkitab secara Nyaring di Masa Pandemi Karnawati Karnawati; Aji Suseno
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol 3, No 2: Januari 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v3i2.58

Abstract

Pandemic causes Sunday school activities as a means of spreading the Gospel especially for children aged 0-2 years did not work properly. Parents as the party most responsible for the spiritual needs of children need the help of an appropriate way of spreading the gospel. The purpose of this research is to propose a method of evangelizing parents aged 0-2 years old in a pandemic situation with an appropriate method. This research uses a descriptive qualitative approach. The results of the study found that the method of reading the Bible text aloud is a method that is very easy to apply by parents or other family members, easy to learn, does not require expensive costs, and does not require complicated material preparation. Besides, from being a means of evangelism, the method of reading the Bible aloud can provide the following benefits: helping children's brain development more optimally, influencing the development of language and imagination, training the ability to listen attentively, increasing children's vocabulary, increasing emotional relationships between children and parents,  introduce the concept of Bible to children, and improve literacy culture in the family environment. AbstrakMasa pandemi menyebabkan kegiatan Sekolah Minggu sebagai sarana mewartakan Injil, khususnya kepada anak usia 0-2 tahun tidak berjalan sebagaimana mestinya. Orang tua sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas kebutuhan rohani anak perlu mendapat pertolongan sebuah cara yang tepat dalam mewartakan Injil. Tujuan penelitian ini adalah menggagas sebuah metode pewartaan Injil yang dapat dilakukan oleh orang tua kepada anak usia 0-2 tahun di tengah situasi pandemi dengan metode yang tepat. Penelitan ini meng-gunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ditemukan bahwa metode mem-bacakan teks Alkitab secara nyaring merupakan metode yang sangat mudah untuk diterap-kan oleh orang tua atau anggota keluarga yang lain, mudah dipelajari, tidak memerlukan biaya yang mahal, serta tidak memerlukan persiapan materi yang rumit. Selain sebagai sarana penginjilan, metode membacakan Alkitab secara nyaring dapat memberi manfaat: membantu perkembangan otak anak lebih optimal, mempengaruhi perkembangan bahasa dan imajinasi, melatih kemampuan mendengar dengan penuh perhatian, menambah kosa kata anak, meningkatkan hubungan emosi antara anak dan orang tua, mengenalkan konsep tentang buku Alkitab pada anak, serta meningkatkan budaya literasi dalam lingkungan keluarga.
Pentingnya Karakteristik Murid Kristus bagi Jemaat menurut Kisah Para Rasul 2:41-47 Nelly Nelly; Murni Yanti
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol 3, No 2: Januari 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v3i2.50

Abstract

The success of God's work and ministry carried out by the early church centered on the characteristics of the early church who were disciples of Christ. The church today needs to pay attention to the principle developed by the early church, namely, the characteristics of the disciples of Christ. This article aims to show the important characteristics of Christ's disciples through reading Acts 2: 41-47. By using the descriptive analysis method, several characteristics mentioned in the text are obtained, namely: perseverance, prayer, and unity. In conclusion, believers, congregations, or those who call themselves disciples of Christ, must have characteristics that make them different from people who only follow God as a mere religious obligation.AbstrakKeberhasilan pekerjaan Tuhan dan pelayanan yang dilakukan oleh gereja mula-mula berpusat pada karakteristik jemaat mula-mula yang adalah murid Kristus. Gereja masa kini perlu memerhatikan prinsip yang dikembangkan oleh gereja mula-mula, yakni karakteristik murid Kristus. Artikel ini bertujuan untuk menunjukkan pentingnya karakteristik murid Kristus melalui pembacaan Kisah Para Rasul 2:41-47. Dengan menggunakan metode analsis deskriptif diperoleh beberapa karakteristik yang disebut pada teks tersebut, yakni: bertekun, berdoa, dan bersatu. Kesimpulannya, orang percaya, jemaat, atau yang menyebut dirinya sebagai murid Kristus, harus memiliki karakteristik yang menjadikannya berbeda dengan orang yang hanya mengikut Tuhan sebagai kewajiban agamawi belaka.
Membangun Semangat Kebangkitan Nasional melalui Konten Pendidikan Agama Kristen Multikultural Rita Evimalinda; Rikardo Dayanto Butar-butar; Efvi Noyita
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol 4, No 1: Juli 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v4i1.92

Abstract

Religious sentiment, identity, has been a major component in so many conflicts in Indonesia. Ironically, educated people and young people become perpetrators of social violence. Various conflicts have weakened diversity, solidarity as a plural country and must be stopped through the interaction of teaching religious education in schools. This paper is qualitative literature to explain how to interpret and build the spirit of national awakening through Chris-tian religious education in schools. The findings of the substance of the spirit of national awakening today are making various kinds of changes for a better condition. The learning content of multicultural Christian Religious Education contains the values of the spirit of national awakening including the following aspects: (1) PAK for peace, (2) PAK for harmony, (3) PAK for prosperity, (4) PAK for tolerance. Teachers in teaching PAK in schools should use a constructive approach where students are encouraged to take their roles for prosperity, peace, unity and national unity. So that the function of believers to be the light and salt of the world is realized and has an impact on the revival of the Indonesian nation. AbstrakSentimen agama, identitas, telah menjadi komponen utama dalam begitu banyak konflik di Indonesia. Ironisnya kaum terpelajar dan kaum muda menjadi pelaku aksi kekerasan sosial. Berbagai konflik telah melemahkan keberagaman, solidaritas sebagai negara majemuk dan harus dihentikan melalui interaksi pengajaran pendidikan agama di sekolah.  Tulisan ini merupakan kualitatif literatur untuk memaparkan bagaimana memaknai dan membangun semangat kebangkitan nasional melalui pendidikan agama Kristen di sekolah. Hasil temuan subtansi semangat kebangkitan nasional zaman sekarang adalah melakukan berbagai macam perubahan untuk suatu kondisi menjadi lebih baik. Konten pembelajaran Pendidikan Agama Kristen multikultural mengandung nilai- nilai semangat kebangkitan nasional meliputi aspek:(1) PAK untuk kedamaian, (2) PAK untuk kerukunan, (3) PAK untuk kemakmuran, (4) PAK untuk toleransi.  Guru dalam mengajar PAK di sekolah hendaknya menggunakan pendekatan konstrukif dimana peserta didik didorong mengambil perannya untuk kemakmuran, perdamaian, persatuan dan kesatuan bangsa. Sehingga fungsi orang percaya menjadi terang dan garam dunia terealisasi dan berdampak pada kebangkitan bangsa Indonesia.

Page 2 of 11 | Total Record : 106