cover
Contact Name
Nelly
Contact Email
jurnalkharismata@gmail.com
Phone
+6282332575637
Journal Mail Official
jurnalkahrismata@gmail.com
Editorial Address
Jl. Letjen Suprapto VI No. 86 Jember, Jawa Timur
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta
ISSN : 26558653     EISSN : 26558645     DOI : 10.
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta merupakan jurnal ilmiah yagn diterbitkan secara online oleh Sekolah Tinggi Alkitab Jember yang bertujuan untuk memublikasi hasil penelitian para dosen di bidang teologi Kristen, baik di gereja, maupun pelayanan kristiani lainnya. Scope dalam KHARISMATA adalah: 1. Teologi Biblika 2. Teologi Sistematika 3. Teologi Praktika
Articles 106 Documents
Kecerdasan Emosional dalam Mengatasi Tekanan pada Masa Akhir Studi Thomas Pandawa Efrata Tarigan; Elisabeth Sitepu
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol 3, No 1 (2020): Juli 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v3i1.36

Abstract

This paper specifically wants to give a different perspective to the final year students who are facing the final period of completion of their studies. Challenges from an economic standpoint, various difficulties when preparing the final project, difficulties in establishing good interaction and communication with the mentors, even the difficulties of students in dealing with the diversity of ways of thinking among the guiding lecturers. This often makes students depressed, feel hopeless, even stressed, which can result in the disruption of personal health. By using library research methods, researchers show that the emotional intelligence of students in overcoming stresses or difficulties at the end of the study. AbstrakTulisan ini secara khusus hendak memberikan sebuah sudut pandang yang berbeda terhadap mahasiswa tingkat akhir yang sedang menghadapi masa-masa akhir penyelesaian studinya. Tantangan dari sudut ekonomi, berbagai ragam kesulitan ketika sedang menyusun tugas akhir, kesulitan dalam membangun interaksi dan komunikasi yang baik dengan para pembimbing, bahkan kesulitan mahasiswa di dalam menghadapi ketidakseragaman cara berpikir antar dosen pembim-bingnya. Hal ini sering sekali menjadikan mahasiswa menjadi tertekan, merasa putus asa, bahkan stress, yang dapat berakibat terganggunya kesehatan diri. Dengan menggunakan metode penelitian pustaka, peneliti menujukkan bahwa kecerdasan emosional mahasiswa dalam mengatasi tekanan atau kesulitan pada masa akhir studi.
Metode Penginjilan Melalui Kegiatan Belajar Mengajar di Rumah Singgah Lucky Antonio
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol 2, No 2 (2020): Januari 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v2i2.30

Abstract

Evangelism is always associated with the Great Commission of the Lord Jesus, in a pluralistic nation like Indonesia, where there are various ethnic groups and religions, the method of evangelism must be adapted to the cultural context and diversity. The concept of evangelism through teaching and learning activities is one way of approaching evangelism. Apart from opening service posts, this method is quite effective. The approach taken does not only emphasize spiritual matters or activities but also provides for teaching and education needs. So that the need for education, learning, and spirituality are met. AbstrakPenginjilan selalu dikaitkan dengan Amanat Agung Tuhan Yesus, di dalam bangsa yang menjemuk seperti Indonesia, di mana terdapat berbagai macam suku bangsa dan agama, metode penginjilan harus disesuaikan dengan konteks budaya dan keragaman. Konsep penginjilan melalui kegiatan belajar mengajar menjadi salah satu cara pendekatan dalam melakukan penginjilan. Selain dengan pembukaan pos-pos pelayanan, cara ini cukup efektif. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya menekankan pada hal atau kegiatan rohani saja, tetapi juga memberikan kebutuhan akan pengajaran dan pendidikan. Sehingga terpenuhi kebutuhan akan pendidikan, pembelajaran dan kerohanian.
Menanamkan Kerukunan di Tengah Masyarakat Multikultural Melalui Pendidikan Kristiani Paulus Purwoto; Reni Triposa; Yusak Sigit Prabowo
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol 4, No 1: Juli 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v4i1.90

Abstract

The harmony that has been torn so far as a result of the ethnicity, religion, race, and inter-group relations (SARA) conflict threatens the diversity of the nation. Even the horizontal conflicts that have occurred so far have caused wounds and trauma for all communities. This study aims to provide understanding for pastors, teachers, and believers so that they can play a role in the scope of Christian religious education to be able to emphasize the value of harmony in a multicultural society. Through a descriptive qualitative method with a literature study approach, the researcher tries to answer the research problem by searching for literature sources, both books, and journals, that correlate with the research problem. The conclusion of this study is the first by understanding the value of wisdom and the importance of maintaining harmony in society, Christians can contribute to actualizing the meaning of harmony, both internally and amid religious communities within Indonesia. Second, Christian religious education can be used as a medium in instilling and actualizing the value of harmony in a biblical perspective in a multicultural society. The three people believe that they can provide education in the community and family so that they are expected to become actors of tolerance in a pluralistic society.AbstrakKerukunan yang terkoyak selama ini akibat adanya konflik SARA mengancam kemajemukan bangsa. Bahkan konflik horizontal yang terjadi selama ini menimbulkan luka dan trauma bagi semua masyarakat. Penelitian  ini bertujuan untuk  memberikan pengertian bagi gembala, guru dan orang percaya sehingga dapat berperan dalam lingkup pendidikan agama Kristen untuk dapat menanankan nilai kerukunan di tengah masyarakat multikultural. Melalui  metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi pustaka, penulis berusaha untuk menjawab permasalahan yang terdapat dalam penelitian dengan mencari kajian dari berba-gai sumber literatur baik buku maupun jurnal yang berkorelasi dengan masalah penelitian. Kesimpulan penelitian ini adalah yang pertama dengan memahami nilai kearifan dan pen-tingnya menjaga kerukunan dalam bermasyarakat, orang Kristen dapat berkonribusi  dalam mengaktualisasikan makna kerukunan, baik dalam lingkup intern maupun antarumat beraga-ma di Indonesia. Kedua,  Pendidikan Agama Kristen dapat dipakai sebagai media dalam me-nanamkan dan mengaktualisasi nilai  kerukunan dalam persepektif Alkitabiah di tengah ma-syarakat multikultural. Ketiga orang percaya dapat memberikan edukasi dalam komunitas maupun keluarga sehingga  diharapkan dapat menjadi pelaku toleransi dalam masyarakat  majemuk.
Metode Penginjilan Yesus Kristus Menurut Injil Lukas Frans Wonatorei; Marciano Antaricksawan Waani
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol 3, No 2: Januari 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v3i2.54

Abstract

Evangelism can be conveyed properly and correctly when using methods. Jesus in Luke's gospel used various methods to be able to preach the gospel, with the aim that everyone who heard him could understand the gospel. This article uses a qualitative method with a literature study approach. The purpose of this research is that believers and pastors can preach the gospel using the methods that have been used by Jesus during His ministry on earth. The result of this research is that the evangelistic methods used by Jesus have various effects and make sinners know Jesus as Lord and Savior.AbstrakPenginjilan dapat tersampaikan dengan baik dan benar, bila menggunakan metode. Yesus dalam Injil Lukas menggunakan berbagai metode untuk bisa memberitakan Injil, dengan tujuan agar setiap orang yang mendengarkannya dapat memahami tentang Injil. Artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Tujuan dari penelitian ini, agar orang-orang percaya serta para gembala dapat memberitakan injil dengan metode-metode yang telah dilakukan oleh Yesus pada masa pelayanan-Nya di dunia. Hasil dari penelitian ini, bahwa metode-metode penginjilan yang dipakai oleh Yesus menghasilkan berbagai dampak serta membuat orang berdosa mengenal Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.
Upaya Meningkatkan Etos Kerja Jemaat melalui Pengajaran Hakikat Kerja Menurut Kolose 3:22-24 Innawati Teddywono
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol 3, No 2: Januari 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v3i2.48

Abstract

The Bible teaches about the nature of work as an activity that is meaningful for humans and others. That is why Christian workers must have a biblical work ethic in the world of work. This research uses a quantitative approach with a survey method. The research objective was to determine the level of understanding of the GPdI Wlingi congregation in Blitar regarding the nature of work according to Colossians 3:22-24 and the work ethic. This study found the magnitude of the influence of teaching about the nature of work according to Colossians 3: 22-24 on work variables among the GPdI Wlingi congregation, Blitar was 18.5%, while other causes explained the remaining 81.5% outside of this research model. It means that teaching about the nature of work, according to Colossians 3:22-24, must be taught and implemented by the church to improve its congregation's work ethic.AbstrakAlkitab memberikan pengajaran tentang hakikat kerja sebagai suatu aktivitas yang sangat bermakna bagi manusia dan sesamanya. Itulah sebabnya, pekerja Kristen harus memiliki etos kerja yang alkitabiah di tengah dunia kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Tujuan penelitian hendak mengetahui seberapa besar tingkat pemahaman jemaat GPdI Wlingi, Blitar, mengenai hakikat kerja menurut Kolose 3:22-24, dan terhadap etos kerja. Penelitian ini menemukan besarnya pengaruh ajaran tentang hakikat kerja menurut Kolose 3:22-24 terhadap variabel kerja di kalangan jemaat GPdI Wlingi, Blitar adalah 18,5%, sedangkan sisanya sebesar 81,5% dijelaskan oleh sebab-sebab lain di luar model penelitian ini. Ini berarti pengajaran tentang hakikat kerja menurut Kolose 3:22-24 harus diajarkan dan diimplementasikan oleh gereja untuk meningkatkan etos kerja jemaatnya. 
Model Pendidikan Agama Kristen Berwawasan Majemuk dalam Membina Sikap Toleransi Beragama di Indonesia Fredik Melkias Boiliu; Desetina Harefa; Haposan Simanjuntak; Septerianus Waruwu; Irfan F. Simanjuntak
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol 4, No 1: Juli 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v4i1.82

Abstract

This article discusses the model of Christian religious education with a compound insight in fostering religious tolerance in Indonesia. In the context of nationhood, society and religion in Indonesia according to the basis of Pancasila, there are six recognized religions, namely Islam, Christianity, Catholicism, Hinduism, Buddhism and Confucianism. Religious differences are supposed to acknowledge each other, respect each other, and cooperate in virtue. But in fact differences in religious beliefs become a driving factor to bring down, demean each other, or mix between religions with each other. Therefore, there needs to be a diverse religious insight in fostering religious tolerance in Indonesia. Therefore, the model of Christian religious education is inclusive, multicultural, dialogue and peaceful as the right approach to foster religious tolerance in daily life. This research uses a method of literature study that refers to concepts and theories according to literature available such as articles published in various scientific journals, books and other scientific papers.AbstrakArtikel ini membahas tentang model pendidikan agama Kristen berwawasan majemuk dalam membina sikap toleransi beragama di Indonesia. Dalam konteks berbangsa, bermasyarakat dan beragama di Indonesia sesuai dasar Pancasila, ada enam agama yang diakui yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu. Perbedaan agama seharusnya untuk saling mengakui, saling menghormati, dan bekerja sama dalam kebajikan. Namun pada faktanya perbedaan keyakinan agama menjadi faktor pendorong untuk saling menjatuhkan, saling merendahkan, atau mencampuradukkan antar agama yang satu dengan yang lain. Oleh sebab itu, perlu adanya wawasan agama yang mejemuk dalam membina sikap toleransi beragama di Indonesia. Untuk itu, model pendidikan agama Kristen yang inklusif, multikultural, dialog dan damai sebagai pendekatan yang tepat untuk membina sikap toleransi beragama dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka yang merujuk pada konsep dan teori sesuai literature yang tersedia seperti artikel-artikel yang dipublikasikan dalam berbagai jurnal ilmiah, buku-buku dan makalah ilmiah lainya.
Pemahaman dan Keterlibatan Masyarakat Papua dalam Kargoisme Roberth Ruland Marini
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol 3, No 1 (2020): Juli 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v3i1.39

Abstract

The cargo cult is a pattern of belief and is considered to be the initial religion of the Papuan people, this is deeply embedded in the Papuan people. They have become Christians but also at certain times take part in ritual practices related to cargoism. The purpose of the study is to have a detailed understanding, also of the Sorido village community response, about cargoisme and also the consequences of what they experience as adherents of this belief. In the research analysis conducted was a qualitative analysis, with 16 participants answering 12 questions from 3 indicators sourced from one variable. Then the understanding and involvement of the Sorido village community in Biak Numfor Papua district on cargoisme has shown ontetic data that is in accordance with data calculation procedures, so it is known that 12.5% of participants trust cargoism and 87.5% of participants do not trust cargoism. And 87.5% of participants believed in the legend of Manarmakeri while 12.5% of the participants did not believe in the legend of Manarmakeri.AbstrakKultus kargo adalah pola kepercayaan dan diangap sebagai agama yang awal dari orang Papua, hal ini sangat tertanam di dalam diri orang Papua. Mereka telah manjadi Kristen tetapi juga masih pada waktu-waktu tertentu turut mengambil bagian dalam praktik-praktik ritual yang berhubungan dengan kargoisme. Tujuan penelitian agar ada pemahaman yang detail, juga mengetaui respon masyarakat kampung sorido, tentang kargoisme dan juga konsekuensi apa yang dialaminya sebagai penganut kepercayaan ini. Dalam penelitian analisis yang dilakukan adalah analisis kualitatif, dengan 16 partisipan menjawab 12 pertayaan dari 3 indikator yang bersumber dari satu variabel. Maka pemahaman dan keterlibatan masyarakat kampung Sorido kabupaten Biak Numfor Papua tentang kargoisme telah menunjukan data ontetik yang sesuai dengan prosedur perhitungan data, maka diketahui bahwa 12,5% partisipan mempercayai kargoisme dan 87,5% partisipan tidak mempercayai kargoisme. Dan 87,5% partisipan mempercayai legenda manarmakeri sedangkan 12,5% partisipan tidak mempercayai legenda manarmakeri.
Kajian Teologis 1 Petrus 5:7 tentang Perlindungan Allah terhadap Orang Percaya di Tengah Pandemi Covid-19 Joseph Christ Santo; Yonatan Alex Arifianto
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol 4, No 1: Juli 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v4i1.80

Abstract

The Covid-19 pandemic has had a very heavy impact on humans to survive. The problem that is felt by all elements of society is related to the economy and the fulfilment of the necessities of life, but also the fear of being exposed to this virus haunts believers. Therefore, governments in affected countries must enact regulations that make the economy's wheels stagnate, as a result, economic problems are a serious problem in the fight against the Coronavirus. This research aims to answer how the concept of protection guarantees for believers is applied in the study of God's word, as a basis and insight to be able to survive and continue the opportunity to live in God's prerogative amidst the threat of the Covid 19 pandemic and the continuing impact that follows. With the formulation of the problem, the literature research method is used with a descriptive qualitative approach. It can be concluded that God's protection is a guarantee of God's providence that occurred in the Old and New Testament times which became the reference for the concept of God's care and protection during the pandemic period to bring believers to become obedient individuals to God by obeying the rules made by the government as a means of maintaining believers.AbstrakPandemi Covid-19 telah memberikan dampak yang sangat berat bagi manusia untuk bertahan hidup. Masalah yang dirasakan seluruh elemen masyarakat adalah berkenaan dengan ekonomi dan pemenuhan kebutuhan hidup, tetapi juga rasa kuatir akan terpapar virus ini menghantui orang percaya. Oleh sebab itu pemerintah di negara-negara terpapar harus memberlakukan peraturan yang membuat roda perekonomian tersendat, akibatnya masalah ekonomi menjadi problem yang serius dalam upaya melawan virus Corona. Peneli-tian ini bertujuan untuk menjawab bagaimana penerapankonsep jaminan perlin-dungan bagi orang percaya dalam kajian firman Tuhan, sebagai dasar dan wawasan untuk dapat bertahan dan melanjutkan kesempatan hidup dalam prerogatif Allah di tengah ancaman pandemi Covid 19 dan dampak berkelanjutan yang mengikutinya. Dengan rumusan masalah tersebut, maka digunakan metode penelitian pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Disimpulkan bahwa God’s protection adalah jaminan pemeliharaan Tuhan yang terjadi dalam masa Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru yang menjadi acuan konsep pemeliharaan dan proteksi Allah pada masa pandemi untuk membawa orang percaya menjadi pribadi yang taat kepada Tuhan dengan menaati aturan yang dibuat pemerintah sebagai sarana untuk meme-lihara orang percaya.
Mengaplikasikan Kisah Para Rasul 2-6 bagi Pertumbuhan Gereja di GPdI Elohim Sentani, Papua Sonny Manoach; Sutikto Sutikto
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol 3, No 2: Januari 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v3i2.52

Abstract

God wishes the growth of the church as an implementation of the great commission of Jesus Christ. However, many churches are still not doing their best, so they are stagnating. Growth is meant not just a quantitative increase, but rather spiritual growth, number and management and outward expansion. A relevant strategy is needed in order to experience growth. This article aims to apply the growth strategy that the early church experienced, according to the text of Acts 2-6. This research was conducted using library research methods and field research methods. Build the theoretical basis of the exposition of the Book of Acts regarding the strategy of church growth. In addition, structured interviews were used, and through administrative documents, observations of congregants involved in local church services at GPdI Elohim, Sentani, Jayapura.Abstrak. Allah menghendaki pertumbuhan gereja sebagai implementasi dari amanat agung Yesus Kristus.  Namun banyak gereja masih belum melakukannya secara maksimal, sehingga mengalami stagnasi. Pertumbuhan yang dimaksud  bukan sekadar pertambahan kuantitatif, namun lebih kepada pertumbuhan rohani, jumlah dan menajemen dan ekspansi keluar. Diperlukan strategi yang relevan agar dapat mengalami pertumbuhan. Artikel ini bertujuan untuk menerapkan strategi pertumbuhan yang dialami gereja mula-mula, sesuai teks Kisah Para Rasul 2-6. Penelitian ini dilakukan dengan metode metode penelitian kepustakaan (library research) dan lapangan (field research). Membangun landasan teori dari eksposisi Kitab Kisah Para Rasul berkenaan dengan strategi pertumbuhan gereja. Selain itu, digunakan juga wawancara terstruktur, dan melalui dokumen administrasi, observasi terhadap jemaat yang terlibat dalam pelayanan gereja lokal di  GPdI Elohim, Sentani, Jayapura. 
Daud Meloncat-loncat dan Menari-nari: Aspek Teologis Bahasa Tubuh dalam Ibadah Kristiani Sonny Eli Zaluchu; Yesaya Bangun Ekoliesanto
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol 3, No 2: Januari 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v3i2.60

Abstract

The use of expressive body languages, such as jumping and dancing, is often underestimated in Christian worship. Its existence is often labeled with the Charismatic church. This paper will discuss the use of dance and other expressive gestures in Christian worship based on the story of David jumping and dancing (2 Sam 6: 14-16). The method used in this paper is the study of literature. This study will analyze David's dance in the Old Testament and the essential meaning of Christian service. It may be concluded that David who jumped and danced could be used as a theological basis for body language in Christian Worship, as long as these expressive body languages are used responsibly with the faithful essential meaning of worship.AbstrakPenggunaan bahasa tubuh ekspresif, seperti meloncat-loncat dan menari-nari sering dipandang sebelah mata dalam ibadah Kristiani. Keberadaannya sering dilabelkan dengan gereja karismatik. Makalah ini akan membahas penggunaan tarian dan bahasa tubuh ekspresif lain dalam ibadah Kristiani berdasarkan kisah Daud yang meloncat-loncat dan menari-nari (2Sam 6:14-16). Metode yang digunakan adalah kajian literatur yang menganalisa tarian Daud dalam Perjanjian Lama dan esensi ibadah Kristiani. Berdasarkan studi literatur tersebut, dapat disimpulkan bahwa Daud yang meloncat-loncat dan menari-nari dapat digunakan sebagai dasar teologis bahasa tubuh di dalam ibadah Kristiani, dengan catatan bahwa hal ini dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan memiliki esensi ibadah yang benar. 

Page 3 of 11 | Total Record : 106