Jurnal Pengabdian, Pendidikan dan Teknologi
Focus and Scope Terbitan Berkala Ilmiah ini merupakan publikasi ilmiah di bidang pengabdian pendidikan dan teknologi kepada masyarakat dengan cakupan bidang: 1. Pembangunan manusia dan daya saing bangsa 2. Penerapat teknologi yang berbasi pengembangan sumber daya lokal 3. Pengelolaan wilayah pedesaan melaluim bidang pendidikan dan teknologi 4. Pengembangan pendidikan dan pembelajaran pada lembaga-lembaga pendidikan 5. Pengembangan teknologi berwawasan lingkungan 6. pendidikan, teknologi, sosial, pengembangan mitra serta integrasi nasional dan harmoni sosial
Articles
13 Documents
Search results for
, issue
"Vol 3, No 1 (2022)"
:
13 Documents
clear
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN PLAYER DENGAN KONTROL CERDAS BUATAN UNTUK PEWARNAAN KERAMIK PADA PEMBUATAN KERAMIK TRADISIONAL DI KAMPUNG WISATA KERAMIK DINOYO, MALANG
Didin Zakariya Lubis
Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi (JP2T) Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um080v3i12022p40-45
Penerapan IPTEKS berupa mesin Player dengan kontrol cerdas buatan berlokasi di “SN” industri salah satu UMKM kampung wisata keramik Dinoyo, kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Ada beberapa permasalahan yang dihadapi mitra antara lain; a) tidak adanya teknologi pewarnaan secara otomatis, pewarnaan keramik tradisional masih dilakukan secara manual, b) pewarnaan pada keramik memakan waktu yang relatif lama, karena pemutar “Player” masih menggunakan tangan, c) inkonsistensi hasil pewarnaan pada produk yang sama sehingga nilai jual produk cenderung stagnan dan tidak ada peningkatan, d) tingkat kejenuhan karyawan yang tinggi karena melakukan pekerjaan yang diulang secara terus menerus. Hal ini tentu dapat ditingkatkan jika mesin yang diusulkan dapat disetujui. Berdasarkan permasalahan tersebut maka tim pengusul memberikan inovasi teknologi berupa mesin Player. Desain dan manufacturing dari mesin Player yang diusulkan dipastikan dapat mengatasi permasalahan yang terjadi di mitra pengabdian. Dalam hal konsistensi pewarnaan dan kapasitas produksi dapat dipastikan dengan mesin yang diusulkan dapat meningkat sangat signifikan.
PENINGKATAN PRODUKSI PELET MELALUI PENERAPAN MESIN PELET MULTIFUNGSI BAGI WARGA BINAAN LEMBAGA PERMASYARAKATAN 1 KOTA MALANG
Duwi Leksono Edy
Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi (JP2T) Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um080v3i12022p51-57
Abstrak: Lembaga Permasyarakatan (Lapas) merupakan lembaga dibawah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia yang memiliki tugas dan fungsi untuk membina dan mendidik napi supaya dapat kembali menjadi manusia yang memiliki kreatifitas, produktivitas dan berguna dalam masyarakatnya. Permasalahan yang timbul dalam lingkungan lapas antara lain: 1) Bagaimana cara memproduksi pelet pakan ikan dengan bahan dasar maggot yang masih di lakukan secara konvensional supaya terjadi peningkatan produktivitas warga binaan di Lapas Lowokwaru Kota Malang, 2) Bagaimana meningkatkan kualitas hasil produksi pelet ikan bahan dasar maggot yang dapat bersaing di pasar lokal, 3) Bagaimana proses produksi pelet ikan yang memiliki standart sehingga kualitas dan kuantitas tetap terjaga. Solusi permasalahan yang dihadapi mitra antara lain: 1) Penerapan inovasi teknologi mesin pelet ikan yang dapat mempercepat proses produksi dengan kualitas dan kuantitas siap bersaing di pasar lokal, 2)Pembuatan SOP proses produksi pelet ikan yang sesuai standart. Hasil dari kegiatan ini dalam proses produksi mengalami peningkatan, hal ini dapat dilihan dimana yang selama ini proses produksi dilakukan secara manual, dengan menggunakan mesin pellet ini proses produksi dapat menghasilkan 150-200 kg per jamKata Kunci: Mesin Pelet, Warga Binaan, Lapas
PENINGKATAN POTENSI KELOMPOK MASYARAKAT MELALUI PENERAPAN TEKNOLOGI MICROBUBBLE DAN INTERNET OF THINGS DI POKDAKAN RUKUN ABADI MAKMUR
Uun Yanuhar;
Muhammad Musa;
Herly Evanuarini;
Dyah Wuragil;
Fajar Shodiq;
Nur Junirahma;
Nico Rahman Caesar
Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi (JP2T) Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um080v3i12022p27-32
Seiring berkembangnya sektor budidaya ikan koi, banyak ditemukan permsalahan dalam prosesnya. Berbagai macam permasalahan tersebut yaitu penyakit, penurunan daya dukung air dan kendala pemasaran ditengah masa pandemi Covid 19 ini. Guna mengatasi permasalahan yang maka diperlukan penerapan teknologi untuk meningkatkan potensi budidaya ikan koi. Penerapan teknologi yang diterapkan harus mudah dipahami dan berkelanjutan sehingga efektif dan efisien dalam penerapannya. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat Doktor Mengabdi ini adalah transfer paket teknologi Microbubble dan Internet of Things (IoT) pada kolam budidaya ikan koi untuk meningkatkan potensi kelompok masyarakat. Selain itu, juga dilakukan pelatihan dan pendampingan terkait penerapan paket Microbubble dan Internet of Things (IoT). Metode pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Doktor Mengabdi meliputi, memberikan pelatihan dan pendampingan mengenai penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dengan menggunakan Microbubble berbasis Internet of Things (IoT) dalam mendukung budidaya ikan dengan sistem intensif dan mengatasi permasalahan fluktuasi kualitas air yang selama menjadi kendala. Teknologi Microbubble berbasis Internet of Things (IoT) yang diterapkan telah disesuaikan dengan kebutuhan kolam, tipe kolam serta memudahkan dalam pemeliharaannya. Pelaksanaan kegiatan diikuti oleh seluruh anggota tim pengabdian dan anggota mitra kegiatan. Berdasarkan hasil pelatihan dan pendampingan yang telah dilakukan terdapat peningkatan Sumber Daya Manusia, dilihat dari meningkatnya pengetahuan dan pemahaman anggota mitra dalam penerapan paket teknologi yang diberikan dan mendukung peningkatan produksi budidaya ikan koi yang berkelanjutan
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI PERANGKAP HAMA BERTENAGA SURYA DAN MESIN PEMERAS JERUK DI KEBUN PETIK JERUK GARUM, KABUPATEN BLITAR
Yanuar Rohmat Aji Pradana
Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi (JP2T) Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um080v3i12022p67-75
UMKM Wisata Petik Jeruk Mak War yang berada di Combong, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar memiliki luas lahan perkebunan 4000 m2 yang ditumbuhi hampir 600 pohon jeruk keprok siem dengan total hasil panen 12 ton buah jeruk per tahun dan secara geografis sangat potensial karena berada di pusat Kabupaten Blitar dan dilalui jalur provinsi. Permasalahan yang sedang dihadapi adalah serangan hama lalat buah (Bractocera sp.) yang membuat buah rusak dan busuk serta mengakibatkan pemilik kehilangan lebih dari 10 persen hasil panen per tahun karena buah tidak layak konsumsi. Selain itu, pandemi COVID-19 juga membuat angka kunjungan wisata menurun secara signifikan hingga 30 persen dan terus bertambah seiring dengan bertambahnya kasus positif COVID-19 di Indonesia. Hal ini memaksa pemilik untuk menjual jeruk hasil panen dengan harga rendah karena belum memiliki mesin pengolah jeruk mengingat usia usaha yang masih muda. Oleh karena itu, permasalahan mitra akan diatasi dengan pelatihan implementasi LED-based insect trap bertenaga surya serta penerapan teknologi pengolahan buah jeruk menjadi minuman maupun konsentrat dalam bentuk mesin pemeras jeruk otomatis untuk meningkatkan nilai jual dan memperpanjang usia produk jeruk, sehingga buah jeruk tidak kehilangan kandungan rasa dan gizi karena penyimpanan yang terlalu lama. Dengan upaya ini, diharapkan pengelola kebun dapat meningkatkan penghasilan dengan menjual produk olahan jeruk. Metode pelaksanaan yang direncanakan berjalan 9 bulan mencakup pemecahan masalah aspek manajemen dan produksi, meliputi: (1) analisis kebutuhan mitra, (2) perancangan perangkap hama bertenaga surya dan mesin pemeras jeruk, (3) fabrikasi mesin (4) uji performa dan transfer teknologi, (5) penerapan mesin kepada mitra dan (6) evaluasi hasil.
PENERAPAN INOVASI TEKNOLOGI MESIN PENGOLAH TAHU SMART ENERGI SOLAR CELL UNTUK PENGUSAHA TAHU DESA WATES, KEDIRI, JAWA TIMUR
Widiyanti Widiyanti Widiyanti
Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi (JP2T) Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um080v3i12022p58-61
Abstrak: UMKM penghasil tahu memiliki potensi yang besar dalam dunia pasar. Tahu merupakan makanan pokok yang banyak niminati oleh manyak masyarakat pada umumnya. Pengusaha tahu dalam proses produksi sebagian besar masih banyak yang masih dilakukan secara manual dalam proses produksi. Kemampuan yang dimiliki oleh mitra masih sangatlah sederhana dalam proses produksi. Hal ini yang menghambat dalam peningkatan proses produksi. Kegiatan Pengamdian Pada Masyarakat ini dengan mitra UMKM pengusaha tahu di Desa Wates, Kab. Kediri dengan menerapkan teknologi inovasi untuk peningkatan proses produksi tahu yang bersih dan higienis Tujuan utama dari kegiatan ini untuk menyelesaikan beberapa permasalahan yang dihadapi UMKM tahu di Desa Wates, diantaranya: a) proses produksi yang masih manual sehingga proses produksi belum secara maksimal, b) kualitas hasil produksi tahu yang masih jauh dari persaingan pasar local, c) pemasaran masih bersifat konvensional dari segi kemasan masih kesulitan untuk bersaing. Dari hasil kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat ini proses produksi tahu mengalami peningkatan yang diikuti dengan semakin banyaknya permintaan masyarakat dalam hasil produksi tahu.Kata Kunci: Mesin Tahu, Solar Cell, Pengusaha Tahu
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENERAPAN TEKNOLOGI MICROBUBBLE TERKONTROL IOT PADA KOLAM IKAN LELE DI POKDAKAN ROI LELE KABUPATEN MALANG
Heru Suryanto;
Aminnudin Aminnudin;
Uun Yanuhar
Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi (JP2T) Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um080v3i12022p1-7
Ikan lele merupakan salah satu ikan budidaya yang banya digemari oleh masyarakat Jawa Timur sehingga permintaannya setiap tahun semakin meningkat. Seiring meningkatnya permintaan yang meningkat tidak diimbangi dengan pengelolaan kualitas air yang baik. Salah satu penyebabnya karena kurangnya pemahaman petani ikan akan pentingnya penerapan teknologi dalam proses budidaya ikan. Oleh karena itu, perlu adanya pemberdayaan masyarkaat melalui Pengabdian kepada masyarakat mengenai penerapan teknologi dalam budidaya ikan. Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini akan berfokus pada satu mitra yang saat ini tengah mengembangkan usaha perikanan budidaya lele, yaitu Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) ROI LELE. Pokdakan ROI LELE berada di desa Bringin, kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Metode pelaksanaan PKM ini meliputi memberikan pelatihan dan pendampingan mengenai penerapan teknologi Microbubble Generator (MBG) yang terkoneksi dengan Internet of things (IOT). Sistem MBG ini dilengkapi sensor untuk sistem monitoring kadar oksigen terlarut dan pH dengan mengintegrasikan konsep IOT untuk memonitor dan mengendalikan MBG secara otomatis maupun manual melalui kontrol smartphone. Berdasarkan hasil penerapan MBG dan IOT pada kolam ikan lele didapatkan hasil kadar oksigen terlarut meningkat dan menjaga pH perairan tetap stabil sehingga mendukung kelangsungan pertumbuhan ikan lele. Selanjutnya, capaian dari PKM ini ialah adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani ikan serta peningkatan kapasitas produksi ikan lele dengan adanya penerapan MBG dan IOT.
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI NANO MICROBUBBLE AERATOR PADA KOLAM LELE UNTUK MENINGKATKAN KADAR OKSIGEN AIR DAN MEMPERCEPAT PERTUMBUHAN BENIH IKAN LELE
Poppy Puspitasari
Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi (JP2T) Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um080v3i12022p14-20
Abstrak. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini ialah untuk memberikan solusi terhadap permasalahan yang tengah dihadapi oleh mitra berupa teknologi tepat guna untuk meningkatkan kadar oksigen, kualitas air, dan mempercepat pertumbuhan benih ikan lele berbasis Nano MicroBubble Aerator yang dilengkapi dengan fitur, auto power timer, input oksigen, dan ozon generator. Perangkat ini dapat memproduksi gelembung-gelembung udara yang berukuran hingga 50 µm dan mengalirkan ke air kolam ikan. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dimulai dengan observasi untuk mengetahui akar permasalahan pada mitra, implementasi perangkat teknologi, sosialisasi, dan pengujian terhadap pengaruh perangkat teknologi. Hasil pengujian menunjukan bahwa dengan parameter yang diajukan. Kadar DO pada air kolam meningkat sebanyak 25 persen, kapasitas benih ikan lele meningkat sebanyak 31 persen, dan jumlah benih ikan lele yang mati berkurang hingga 60 persen. Bedasarkan hasil pengujian tersebut dapat dismpulkan bahwa alat ini dapat menjadi solusi permasalahan yang dialami oleh mitra. Kata Kunci: Nano MicroBubble Aerator, Auto Power Timer, Ozon generator, Ikan Lele, Budidaya Ikan Tawar.
PENINGKATAN HASIL PRODUKSI GERABAH MELALUI PENERAPAN MESIN HAMMER MILL BAGI WARGA DESA PAGELARAN KEC. PAGELARAN KAB. MALANG
Yoto Yoto Yoto
Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi (JP2T) Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um080v3i12022p62-66
Abstrak: Desa pagelaran merupakan sebuah desa yang terdapat di kecamatan pagelaran Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Masyarakat desa pagelaran merupakan penghasil gerabah seperti vas bunga, cobek, kendi, dll. Hasil kerajinan gerabah masyarakar pagelaran banyak dijual ke wilayah Pasuruan termasuk Kalimantan, Bali dan Lumajang. Permasalahan yang timbul dalam lingkungan lapas antara lain: 1) Bagaimana cara peningkatan hasil produksi gerabah masyarakat desa Pagelaran kabupaten Malang dengan pengolahan limbah gerabah?, 2) Bagaimana meningkatkan kualitas hasil produksi gerabah yang dapat bersaing di pasar lokal, 3) Bagaimana proses produksi gerabah di desa Pagelaran yang memiliki standart sehingga kualitas dan kuantitas tetap terjaga. Solusi permasalahan yang dihadapi mitra antara lain: 1) Penerapan inovasi teknologi mesin hummer mill yang dapat mengolah limbah gerabah, 2)Pembuatan SOP proses produksi gerabah yang sesuai standart. Hasil dari kegiatan PKM ini dimana mitra sudah secara efektif mengelolah limbah gerabah yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan gerabah. Proses pengolahan limbah gerabah dengan menggunakan mesin hummer mill bisa mencapai kurang lebih 500 kg per 15 menit. Dengan pemanfaatan mesin ini diharapkan.Kata Kunci: Gerabah, Hummer Mill, PKM
PENGEMBANGAN WAHANA SHORT DISTANCE RAFTING INSTAGRAMABLE UNTUK MENINGKATKAN POTENSI WISATA BEDENGAN
riana nurmalasari;
marsono marsono;
yoto yoto;
agus suyetno
Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi (JP2T) Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um080v3i12022p21-26
Pariwisata menjadi salah satu sektor yang terus dikembangkan di Indonesia. Tanpa terkecuali pengembangan pariwisata berbasis potensi daerah. Salah satu daerah yang masih terus dikembangkan potensi wisatanya yaitu Desa Selorejo yang terletak di Dau Kabupaten Malang. Pada Desa Selorejo terdapat kawasan wisata yaitu Bedengan. Sejak awal pembukaan kawasan Bedengan belum banyak adanya pengembangan dalam sektor sarana dan prasarana penunjang. Padahal jika dikembangkan dan dikelola dengan baik, maka sangat dimungkinkan dapat menarik minat wisatawan dari berbagai penjuru negeri. Adapun potensi yang bisa dikembangkan di kawasan Bedengan salah satunya yaitu dengan pembangunan short distance rafting. Berdasarkan hasil pengembangan potensi kawasan wisata Bedengan dengan pembangunan fasilitas sarana dan prasarana berupa short distance rafting diketahui bahwa terdapat peningkatan jumlah pengunjung pasca pembangunan. Salah satu faktor yang menjadi pemicu peningkatan pengunjung, terutama pengunjung keluarga yang membawa serta anak-anak yaitu tersedianya fasilitas bermain air pada aliran sungai di Bedengan. Salah satu fasilitas yang dibangun di Bedengan yaitu berupa short distance rafting. Jika sebelumnya mayoritas pengunjung adalah orang dewasa dengan tujuan camping, dengan adanya fasilitas bermain air berupa short distance rafting, jenis pengunjung menjadi semakin beragam. Adapun rentang usia pengunjung Bedengan pasca pembangunan short distance rafting yaitu 4 hingga 60 tahun. Pasalnya, aliran sungai di Bedengan yang belum dimanfaatkan secara maksimal, dapat lebih menarik minat pengunjung dengan adanya short distance rafting. Berdasarkan informasi dari pengelola diketahui bahwa tingkat jumlah pengunjung meningkat hingga 35 persen pasca pembangunan fasilitas sarana dan prasarana berupa short distance rafting. Pasalnya peningkatan jumlah pengunjung ini akan jauh lebih besar jika tidak ada pandemi Covid-19. Kondisi selama pandemi menyebabkan banyak pengunjung dari luar kota tidak dapat berlibur dan berkunjung ke kawasan wisata Bedengan untuk menikmati fasilitas short distance rafting.
IMPLEMENTASI DIGITAL BRANDING PADA UMKM BIDANG KULINER DI KOTA MALANG DALAM RANGKA AKSELERASI UMKM GO-DIGITAL
Vertic Eridani Budi Darmawan
Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi (JP2T) Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um080v3i12022p33-39
Abstrak. Masa pandemi Covid19 memaksa pelaku UMKM mempertahankan usahanya ditengah kondisi yang tidak menentu. Kondisi pandemi memunculkan pola kebiasaan baru untukselalu terhubung secara daring. Hal ini mendesak para pelaku UMKM untuk segerabertransformasi digital menangkap peluang dan memperluas jangkauan pasar produknya yangsejalan dengan program pemerintah pada agenda percepatan pemulihan ekonomi nasional,UMKM Go-Digital. Tim pengabdian kepada masyarakat bermitra dengan salah satu UMKMbidang kuliner, Tahu Gajah, bersinergi dalam perjalanan transformasi digital dengan membangundigital branding kit yang berupa brand identity, website, dan akun sosial media Instagram (IG).Metode pada program ini terdiri dari (1) persiapan yang meliputi analisis kebutuhan lapangan danstudi pustaka; (2) perancangan digital branding (3) pelaksanaan kegiatan berupa serah terimadigital branding (brand identity, website tahugajah.com dan akun IG @tahugajah) danpendampingan strategi pemasaran digital. Selama satu bulan kegiatan pendampingan kamimembantu pembuatan konten IG berupa promosi website, promosi produk serta pemasanganIG ads. Hasil dari pendampingan berupa kunjungan website sebanyak 36 kunjungan dan 48pengikut baru akun IG dengan jangkauan pemasaran sebanyak 15,8 ribu akun dan jumlahinteraksi konten sebesar 149 akun. Hal ini merupakan sebuah potensi awal bagi UMKM TahuGajah untuk bertransformasi digital demi keberlangsungan perkembangan bisnis di masa kini danmendatang. Kata Kunci: digital branding, UMKM, website, Instagram, Go-Digital