cover
Contact Name
YOHANES BARE
Contact Email
bareyohanes@gmail.com
Phone
+6281353570849
Journal Mail Official
spizaetus.bio@gmail.com
Editorial Address
JL. KESEHATAN, NO 03, KELURAHAN BERU, KECAMATAN ALOK TIMUR, KABUPATEN SIKKA, PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR 86111
Location
Kab. sikka,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Published by Universitas Nusa Nipa
ISSN : 2716151X     EISSN : 2722869X     DOI : http://dx.doi.org/10.55241/spibio
Jurnal ini fokus pada bidang kajian biologi sains dan pendidikan biologi. Kami menerima artikel berupa hasil penelitian maupun kajian pustaka yang original dan belum pernah dipublikasi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 180 Documents
Potensi Penggunaan Eco Enzyme dan Bacillus cereus dalam Bioremediasi Limbah Air Lindi Khairani, Devi; Rasyidah, Rasyidah; Mayasari, Ulfayani
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 5 No 3 (2024): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v5i3.433

Abstract

Limbah lindi (leachate) adalah cairan yang dihasilkan oleh perkolasi air hujan dan kelembaban melalui lapisan limbah di tempat pembuangan sampah. Salah satu teknik yang dapat digunakan untuk mendegradasi limbah adalah dengan bioremediasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi dari Eco Enzyme dan Bacillus cereus sebagai agen bioremediasi pada limbah air lindi dan untuk mengetahui perubahan dari suhu, pH, COD dan BOD setelah remediasi menggunakan Eco Enzyme dan Bacillus cereus pada limbah air lindi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2023. Sampel limbah lindi diambil dari TPA Terjun Medan Marelan. Metode penelitian ini diperoleh dan dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil pengukuran didapatkan perubahan suhu berkisar 23,2-23,4°C dan pH berkisar 6,46-7,93 setelah proses remediasi sehingga masih dalam ambang batas baku mutu. Agen bioremediasi yang paling berpotensi dalam remediasi COD dan BOD pada limbah air lindi adalah perlakuan dengan menggunakan bakteri Bacillus cereus 60 ml dengan penurunan COD hingga 723 mg/l pada hari ke-7 dari kontrol awal (tanpa perlakuan) 2.161 mg/l dan BOD hingga 47.70 mg/l dari kontrol awal (tanpa perlakuan) 55.80 mg/l. Penggunaan Eco Enzyme 60 ml pada remediasi COD dan BOD limbah lindi mengalami kenaikan pada hari ke-0 dan pada hari ke-7.
Reduksi Amonia pada Air Kolam Ikan Lele dengan menggunakan Ekoenzim dan Saccharomyces cerevisiae Ritonga, Yasmin Sabrina; Rasyidah , Rasyidah; Nasution, Rizki Amelia
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 5 No 3 (2024): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v5i3.446

Abstract

Budidaya ikan lele merupakan salah satu kegiatan penting di Indonesia, terutama karena ikan lele merupakan salah satu spesies ikan air tawar yang banyak dibudidayakan. Praktik budidaya ikan lele tersebar luas di berbagai wilayah Indonesia, memberikan kontribusi dalam menyediakan protein hewani serta meningkatkan pendapatan masyarakat di daerah tersebut. Namun, masalah yang sering dihadapi dalam budidaya ikan lele adalah tingginya kadar amonia dalam perairan kolam. Amonia dalam perairan umumnya berasal dari bahan organik yang terakumulasi, dan konsentrasinya yang tinggi dapat menyebabkan kematian ikan. Untuk mengatasi permasalahan ini, penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi kadar amonia dalam air kolam ikan lele dengan menggunakan penambahan Ekoenzim dan Saccharomyces cerevisiae. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan menganalisis data secara deskriptif. Pengukuran kadar amonia dilakukan menggunakan tes kit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan Saccharomyces cerevisiae pada air kolam ikan lele memiliki potensi untuk menurunkan kadar amonia (HN3). Sebelum perlakuan, kadar amonia awal mencapai 12,6 mg/l, namun setelah penambahan Saccharomyces cerevisiae, kadar amonia turun menjadi 9,6 mg/l. Dengan demikian, penelitian ini memberikan indikasi bahwa penerapan Saccharomyces cerevisiae dapat menjadi salah satu solusi efektif dalam mengurangi kadar amonia dalam lingkungan budidaya ikan lele. Langkah-langkah berikutnya dapat mencakup penelitian lebih lanjut untuk mengoptimalkan penggunaan Saccharomyces cerevisiae serta implementasi praktisnya dalam budidaya ikan lele secara luas di Indonesia.
Bioremediasi Air Sungai dengan menggunakan Bakteri Rhodobacter sebagai Penurun Kadar Amonia pada Sungai Cemaran Kabupaten Deli Serdang Ningsih, Rina Ayu; Rasyidah, Rasyidah; Mayasari, Ulfayani
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 5 No 3 (2024): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v5i3.447

Abstract

Amonia (NH3), senyawa nitrogen dan hidrogen, adalah pencemar yang umum dalam air sungai yang dapat mengurangi kualitas air. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi kemampuan bakteri Rhodobacter dalam mengurangi kadar amonia (NH3) di Sungai cemaran. Analisis data pada penelitian ini menggunakan data deskriptif kualitatif. Penelitian menggunakan metode analisis data secara deskriptif, kualitatif. Analisis data bersifat induktif yaitu salah satu analisis berdasarkan data yang akan diperoleh, selanjutnya dikembangkan menjadi hipotesis. Penelitian kualitatif dilakukan dengan menguji kadar amonia menggunakan metode SNI 06-6989.30-2005. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bakteri Rhodobacter efektif dalam menurunkan kadar amonia (NH3) dalam air sungai. Awalnya, kadar amonia (NH3) di Sungai cemaran adalah 3.10 mg/l. Namun, setelah penambahan bakteri Rhodobacter, kadar amonia (NH3) menurun menjadi 0.83 mg/l. Selama periode bioremediasi selama 8 hari, penambahan bakteri Rhodobacter terbukti mampu mengurangi kadar amonia, dengan penurunan tertinggi terjadi pada perlakuan 5, di mana penambahan 1 ml suspensi bakteri Rhodobacter berhasil menurunkan kadar amonia sebesar 0.83 mg/l. Temuan ini menunjukkan potensi penggunaan bakteri Rhodobacter dalam memperbaiki kualitas air sungai dengan mengurangi kontaminasi amonia. Langkah ini memberikan kontribusi penting dalam upaya pemulihan dan pelestarian ekosistem sungai yang sehat.
Penurunan Kadar Amonia pada Air Kolam Ikan Lele (Clarias gariepinus) dengan menggunakan Bakteri Rhodobacter dan Eko-Enzim Lestari, Yusfa Nanda; Rasyidah, Rasyidah; Mayasari, Ulfayani
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 5 No 3 (2024): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v5i3.448

Abstract

Ikan lele merupakan salah satu dari ikan yang banyak di budidayakan di Indonesia karena proses pemeliharaannya relatif sederhana. Selama metabolisme protein organisme air, amonia biasanya diproduksi sebagai hasil ekskresi. Amonia (NH3) merupakan senyawa yang mengandung Nitrogen dan Hidrogen, kadar amonia bisa menyebabkan terjadinya pencemaran yang dapat menurunkan kualitas air sungai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penurunan kadar amonia (NH3) dengan penambahan bakteri Rhodobacter dan Ekoenzim pada air kolam ikan lele. Analisis data pada penelitian ini menggunakan data deskriptif kualitatif. Penelitian menggunakan metode analisis data secara deskriptif, kualitatif. Analisis data bersifat induktif yaitu salah satu analisis berdasarkan data yang akan diperoleh, selanjutnya dikembangkan menjadi hipotesis. Pada penelitian ini dijelaskan secara deskriptif. Kemudian diuji kemampuan bioremediasinya meliputi presentasi kehilangan ammonia dan kekeruhan air, dengan pengamatan 0, 2, 4, 6, 8 hari dan 3 kali pengulangan.  Penelitian kualitatif dilakukan dengan menguji kadar amonia menggunakan metode SNI 06-6989.30-2005. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan bakteri Rhodobacter pada air kolam ikan berpotensi menurunkan kadar amonia (NH3), dengan kadar amonia (NH3) awal 12,6 mg/l dengan adanya penambahan bakteri Rhodobacter terjadi penurunan amonia (NH3) sebesar 9,4 mg/l.
Isolasi dan Identifikasi Escherichia coli pada Sumber Air Minum di Desa Banjar Toba Kecamatan Berampu Bintang, Safliah Rahmayani; Manalu, Kartika; Nasution, Rizki Amelia
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 5 No 3 (2024): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peraturan Menteri Kesehatan RI NO.492/Menkes/Per/IV/2010 menyatakan bahwa air minum harus memenuhi kriteria tertentu agar dapat dianggap layak dikonsumsi.  Kriteria tersebut antara lain tingkat kontaminasi 0 koloni per 100 ml untuk keberadaan bakteri koliform dan bakteri Escherichia coli.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengisolasi dan mengkarakterisasi bakteri Escherichia coli yang terdapat pada sumber air minum di Desa Banjar Toba yang terletak di Kecamatan Berampu.  Berdasarkan hasil penelitian isolasi dan identifikasi, diketahui terdapat bakteri Escherichia coli pada 7 sampel, dengan metode isolasi bakteri menggunakan media Eosin Methylene Blue (EMB) dan uji Total Plate Count (TPC).  Kesimpulan ini didukung oleh hasil yang diperoleh dari pewarnaan gram.  Berdasarkan pengamatan kelimpahan bakteri Escherichia coli, ditentukan bahwa sampel MA 7 x 100 menunjukkan kelimpahan tertinggi, sedangkan sampel MA 4 20 x 100 menunjukkan kelimpahan terendah. Berdasarkan penelitian ditemukan bahwa sumber air minum di Desa Banjar Toba tidak memenuhi persyaratan yang telah ditentukan oleh Peraturan Menteri Kesehatan NO.492/Menkes/Per/IV/2010.
Isolasi dan Identifikasi Bakteri Brucella sp. pada Darah Kambing di Desa Air Joman Kecamatan Air Joman Kabupaten Asahan Sinaga, Sabariah; Manalu, Kartika; Nasution, Rizki Amelia
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 5 No 3 (2024): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v5i3.464

Abstract

Brucellosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Brucella sp., yang dapat menginfeksi berbagai jenis hewan ternak dan manusia. Penyakit ini sering kali menimbulkan masalah serius dalam peternakan dan kesehatan masyarakat karena kemampuannya untuk menyebar melalui kontak dengan hewan yang terinfeksi atau produk-produk hewani yang terkontaminasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri Brucella sp. yang menjadi penyebab Brucellosis pada kambing. Metode yang digunakan mencakup isolasi bakteri menggunakan media TSA (Tryptic Soy Agar) dan uji RBT (Rose Bengal Test), serta analisis data penelitian dilakukan secara kualitatif. Hasil dari isolasi bakteri menunjukkan bahwa dua sampel dari jumlah total sampel darah kambing yang diperiksa menunjukkan hasil positif terhadap bakteri Brucella sp. dengan kode isolat KB1 dan SdJ2 dengan media TSA. Identifikasi dilakukan berdasarkan pertumbuhan koloni yang khas pada media kultur, serta analisis pewarnaan gram yang mengungkapkan karakteristik mikroorganisme di bawah mikroskop. Namun, hasil uji RBT menunjukkan hasil yang kurang memuaskan dalam mendeteksi Brucella sp., dengan tidak adanya penggumpalan dan ketidakkonsistenan warna ungu kemerahan pada serum. Perbedaan ini menyoroti tantangan dalam menggunakan metode tes tunggal untuk diagnosis yang akurat, karena adanya kemungkinan hasil negatif palsu atau rendahnya sensitivitas tes. Oleh karena itu, untuk memastikan diagnosis yang lebih akurat dan dapat diandalkan, disarankan untuk menggunakan lebih dari satu prosedur tes lanjutan, seperti ELISA (Enzyme-Linked Immunosorbent Assay) dan PCR (Polymerase Chain Reaction). Kombinasi metode ini dapat meningkatkan kepekaan dan spesifisitas diagnosa Brucellosis pada hewan ternak.
Pengaruh Perbedaan Pot Hitam dan Softpot terhadap Jumlah Anakan dan Panjang Akar Anggrek Dendrobium sonia ersakul Filany, Devany England; Dzakiy, M Anas
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 6 No 2 (2025): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v6i2.437

Abstract

 Anggrek merupakan tanaman hias yang cantik dengan laju pertumbuhan yang panjang. Perkembangan anggrek dapat dipengaruhi secara optimal dengan pemilihan jenis pot yang tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan pengaruh penggunaan pot hitam dan softpot pada anggrek Dendrobium sonia ersakul ditinjau dari jumlah anakan dan panjang akar baru yang muncul. Penelitian ini dilakukan di CV. Candi Orchid Semarang dari bulan Juni sampai Agustus. Penelitian ini adalah bagian dari kelompok eksperimen yang menggunakan pengacakan sempurna pada satu faktor yaitu pot hitam dan softpot. Pendekatan yang dilakukan yaitu analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu media tanam dipengaruhi oleh warna pot yang digunakan. Hormon yang ada pada media tanam mungkin dipengaruhi oleh suhu. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan nyata jumlah anakan yang dihasilkan antara pot hitam dan softpot, namun terdapat perbedaan waktu tumbuh yang dikendalikan oleh hormone sitokinin. Panjang akar baru yang muncul berbeda nyata antara pot hitam dan softpot, hal ini dipengaruhi oleh hormon auksin.
Ini Jenis-Jenis Tumbuhan Mangrove Di Kawasan Ekowisata Mangrove Kolam Susuk Kabupaten Belu: Jenis-jenis Tumbuhan Mangrove Wilhelmina Djawa, Viennye; Pani, Emilianus; Semiun, Chatarina G.
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 6 No 2 (2025): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v6i2.543

Abstract

Mangroves are a type of plant found in tropical coastal vegetation communities, which have large and broad potential benefits for the stability of a coastal ecosystem. In general, in a mangrove ecosystem area there are 2 (two) types of mangrove plants, namely true mangroves and associated mangroves. This research aims to find out about the types of mangrove plants and environmental conditions in the Susuk Pond mangrove ecotourism area, Belu Regency. The method used in this research is the Purposive Sampling method, namely determining stations by looking at the tidal zone and the mangrove growth substrate. Data collection at 3 (three) observation stations, namely Station 1 (S1), Station 2 (S2) and Station 3 (S3). The data collection method uses the roaming method. The data taken is data on mangrove plant types, abiotic parameter data and biotic parameter data. The data that has been collected is analyzed qualitatively descriptively. The results of the research show that in the Susuk Pond mangrove ecotourism area, Belu Regency, 23 (twenty-three) types of mangrove plants were found, consisting of 17 (seventeen) types of true mangroves and 6 (six) types of secondary mangroves. The types of true mengrove plants are Acanthus ebracteatus, Aegiceras floridum, Avicennia alba, Avicennia officinallis, Bruguiera cylindrica, Bruguiera gymnorrhiza, Bruguiera parviflora, Bruguiera sexangula, Ceriops tagal, Excoecaria agallocha, Laguncularia racemosa, Lumnitzera racemosa, Rhizophora apiculata, Rhizophora mangle, Rhizophora mucronata, Rhizophora stylosa, and Sonneratia alba. Meanwhile, the following types of mangrove plants are Celtis tenuifolia, Opuntia rastrera, Pandanus odorattisima, Pandanus tectorius, Pisticia vera, and Vitex trifolia. Environmental conditions, namely water temeparature ranging from 29?C-34?C, water temperature ranging from 28,5?C-32?C, sandy and mudy substrates, salinity ranging from 0,97 ?/oo-3,73 ?/oo, pH ranging from 6,95-7,23, condutivity ranging from 17,3 ?s/cm-84,4 ?s/cm and TDS ranging from 15,3 ppm-93,6 ppm. The range of environmental and water quality parameter valuases, if associated with the ideal water quality range for the growth and survival of mangrove plants of marine biota are in ideal conditions or can still be tolerated for growth and survival.
Efektivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Kulit Umbi Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L) terhadap Staphylococcus aureus dan Salmonella typhi. Dewi Isnaeni; B, Suherman
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 6 No 2 (2025): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v6i2.544

Abstract

Research about antibacterial effectiveness of ethanol extract of purple sweet potato tuber skin (Ipomoea batatas L.) against Staphylococcus aureus and Salmonella typhi has been conducted. This study aims to determine the antibacterial effectiveness of ethanol extract of Purple Sweet Potato Tuber Skin against the growth of Staphylococcus Aureus and Salmonella Typhi and the most effective concentration. This research is expected to provide additional information about alternative medicine that has proven effective in laboratory testing for the community as an antibacterial agent. This type of research uses the agar diffusion method, Staphylococcus Aureus, namely with an average zone of resistance for concentrations of 2% w/v, 4% w/v, 6% w/v and 8% w/V of 12 mm, 16.26 mm, 24.26 mm, 27.1 mm and for positive control 31.16 mm, negative control around 6 mm. For the growth of Salmonella typhi, namely with an average zone of inhibition for concentrations of 2% w/v, 4% w/v, 6% w/v and 8% w/V of 12.83 mm, 17 mm, 25 mm, 26, 6 mm and for positive controls 32.5 mm, negative controls around 6 mm. Statistical tests using SPSS 24 (Statistical Product and Service Solutions) based on Analysis of Variance (ANAVA) showed that there were significant differences between each treatment and the positive control. Conclusion Purple Sweet Potato Tuber Skin is effective as an antibacterial.
Analisis Kekerabatan Menggunakan Metode Fingerprint DNA pada Ikan Sepat (Ordo Anabantiformes) di Perairan Kecamatan Kualuh Leidong Ritonga, Desi; Idami, Zahratul; Manulu, Kartika
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 6 No 2 (2025): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v6i2.550

Abstract

Gourami is a type of freshwater fish that is widely distributed in Indonesia, including in the waters of Kualuh Leidong District, North Sumatra. However, the kinship relationship between gourami species in the region has not been widely studied. Therefore, this study aims to analyze the kinship relationship of several gourami species found in the waters of Kualuh Leidong using the DNA fingerprint method. This study uses a molecular characterization method with several stages, namely collecting fish samples, isolating and extracting DNA, amplifying DNA using Polymerase Chain Reaction (PCR) with several primers, electrophoresis, and analyzing data using NTSYS software. Sampling was carried out by collecting specimens from the waters of Kualuh Leidong, including four types of gouramis, namely Trichopodus trichopterus, Trichopodus pectoralis, and Helostoma temmincki. The electrophoresis results showed that the DNA of the gourami fish could be amplified with primers OPA 02, OPC 02, and UBC 456, but not amplified with primer OPA 20. The DNA banding pattern obtained consisted of polymorphic and monomorphic bands with varying locus sizes. Jaccard coefficient analysis showed a high level of kinship (>70%), with the species Trichopodus pectoralis having a similarity of 0.78, Trichopodus trichopterus 0.76, and Helostoma temmincki 0.71. The results of this study can be used as a basis for the conservation and management of gourami fish resources in the waters of North Sumatera.