cover
Contact Name
Asrul Ismail
Contact Email
asrul.ismail@uin-alauddin.ac.id
Phone
+6285255912413
Journal Mail Official
jurnal.farmasi@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Jl. H. M. Yasin Limpo No. 36 Romangpolong, Kabupaten Gowa Jurusan Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal farmasi UIN Alauddin Makassar
ISSN : 23559217     EISSN : 27215210     DOI : 10.24252/jfuinam
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Farmasi diterbitkan oleh Jurusan Farmasi UIN Alauddin Makassar. Jurnal ini terbit 2 kali dalam setahun dengan tema seputar ilmu kefarmasian, yang mencakup Sains Farmasi, Farmasi Klinik dan Komunitas, serta Manajemen Farmasi.
Articles 220 Documents
DETERMINASI DAN ANALISIS FINGER PRINT DAUN MIANA (Coleus scutellarioides Linn.) SEBAGAI BAHAN BAKU OBAT TRADISIONAL DENGAN METODE SPEKTROSKOPI FT-IR DAN KEMOMETRIK Astuti Amin
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 4 No 2 (2016): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v4i2.2248

Abstract

Daun Miana (Coleus scutellarioides Linn.) merupakan bahan baku obat di Indonesia yang dapat digunakan sebagai obat tradisional di Indonesia. Komponen kima yang terkandung dalam daun Miana merupakan komponen yang kompleks dapat ditentukan dengan menggunakan metode Spektroskopi. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan determinasi dan analisis fingerprint terhadap sampel daun miana (Coleus scutellarioides Linn.) sehingga diperoleh pengelompokkan daun miana berdasarkan tempat tumbuh.  Sampel yang digunakan berjumlah 8 sampel yang berasal dari daerah Gowa, Sudiang, Bantaeng, Maros, Rembon, Sillanan, Mengkendek dan Seriti. Analisis dilakukan dengan menggunakan Spektrometer   Fourier Transform-Infra Red Spectroscopy (FT-IR). Hasil penelitian dengan analisis FT-IR daun miana (Coleus scutellarioides Linn.) yang tumbuh ditempat berbeda secara geografis, diperoleh hasil spektrum yang relatif sama dari 8 jenis sampel dan pengukuran spektroskopi inframerah yang dikombinasikan dengan kemometrik, kelompok 1 (Gowa, Sudiang, Maros, Mengkendek, Bantaeng),  kelompok 2 (Rembon dan Sillanan), dan kelompok 3 (Seriti).
PEMBENTUKAN, KARAKTERISASI, DAN UJI DISOLUSI KOKRISTAL MELOKSIKAM DENGAN ASAM PARAAMINOBENZOAT Haeria Haeria; Nurshalati Tahar; Ahmad Zakir
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 6 No 1 (2018): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v6i1.5268

Abstract

Kokristalisasi merupakan salah satu metode untuk meningkatkan kelarutan obat dalam air. Penelitian tentang   kokristalisasi meloksikam dengan asam para aminobenzoat sebagai koformer dengan menggunakan metode solvent drop grinding telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembentukan kokristal terhadap kelarutan meloksikam. Kokristal meloksikam: asam paraaminobenzoate dibuat dengan perbandingan molar 1:1, 1:2, dan  2:1. Karakterisasi dilakukan dengan analisis mikroskopik dengan menggunakan SEM,  identifikasi fase kristalin dalam kokristal dilakukan dengan X-Ray Diffractometry, penentuan titik lebur dilakukan dengan metode DSC dan untuk konfirmasi pergeseran bilangan gelombang dari gugus fungsi yang membentuk ikatan hydrogen dilakukan dengan FTIR. Uji disolusi dilakukan dengan metode keranjang dalam media dapar fosfat. Hasil karakterisasi menunjukkan terbentuknya fase Kristal baru yang ditandai dengan munculnya puncak difraktogram baru pada XRD, penurunan titik lebur pada termogram DSC, serta pergeseran dan penurunan intensitas bilangan gelombang pada spectra FTIR. Hasil uji disolusi menunjukkan bahwa kokristal 1:2 mengalami peningkatan kelarutan yang paling tinggi dibandingkan meloksikam standard dan kokristal 1:1 dan 2:1, yakni dari 7,596% menjadi 25,374%. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa kokristalisasi meloksikam dengan asam paraaminobenzoat dengan metode solvent drop grinding dapat meningkatkan kelarutan dari meloksikam.
STUDI FARMAKOFOR DAN DOCKING MOLEKUL RESEPTOR σ2 SEBAGAI TARGET PENGOBATAN KANKER PAYUDARA Nursalam Hamzah; Haeria Haeria; Kamsia Dg Paewa
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 3 No 1 (2015): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v3i1.2175

Abstract

The σ2 receptor is an important target for the development of molecules in oncology because of its density (density) is ten-fold in proliferating tumor cells compared with tumor cells silence/benign (quiescent tumor cells) and also because of the observation that the σ2 receptor agonists are able to kill tumor cells through the mechanism of apoptosis and non-apoptotic. The purpose of this study is the Find features farmakofor compounds responsible for the activity and selectivity of σ2 receptor agonist. The procedure begins with the determination of farmakofor using MOE, 2009 to obtain the interaction between ligand and amino acids. Then performed molecular docking. Molecular docking also use MOE 2009 using thousands of compounds in a database downloaded from zinc. Results indicate amino acids that are important in the interaction with the ligand in the protein code is Gln725 and Asn719 (polar amino acids), and Arg766 (basic amino acids). The query farmakofor that play a role in the interaction of ligand-receptor features a group of donor and proton acceptor (F1: Don & Acc), group proton acceptor (F2: Acc), group proton donor (F3: Don) and the aromatic group (F4: Aro). The compounds that have potential as σ2 agonist activity based on the results of the virtual screening contained 10 compounds with ΔG = -19.6319 kkal/mol, -20.9598 kkal/mol, -19.2058 kkal/mol, -17.4499 kkal/mol, -22.4364 kkal/mol, -18.0056 kkal/mol, -5.5653 kkal/mol, -9.5687kkal/mol, and -9.8045 kkal/mol.
FORMULASI DAN UJI EVALUASI FISIK KRIM LIMBAH AIR KOKON ULAT SUTERA (Bombyx mori) SEBAGAI PELEMBAB KULIT maria ulfa adam
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Farmasi Edisi Mei
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v8i1.9296

Abstract

Soppeng merupakan salah satu penghasil sutera terbesar di Indonesia dengan produksi mencapai 140 ton benang sutera per tahun. Limbah air perebusan kokon ulat sutera mengandung 20-30% protein sericin yang bermanfaat sebagai penangkal radikal bebas dan penghambat enzim tirosinase sehingga sangat baik digunakan untuk menjaga kelembaban kulit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan formulasi krim pelembab liofilisat sericin dari limbah air kokon B. mory yang stabil secara fisik. Limbah air kokon didapatkan dari proses pencucian kokon ulat sutera. Limbah tersebut kemudian diolah dan di freeze dryer sehingga didapatkan liofilisat sericin. Identifikasi limbah air kokon dilakukan dengan menggunakan metode Lowry CuSO4 dan pereaksi ninhidrin, hasil yang didapatkan positif mengandung protein sericin. Liofilisat yang diperoleh kemudian diformulasi dalam bentuk krim tipe M/A dengan variasi konsentrasi 0,5%, 1% dan 3%. Krim yang diperoleh di evaluasi secara fisik berupa uji organoleptik, pH, Homogenitas, daya sebar, daya lekat, viskositas dan uji tipe emulsi.  Hasil uji evaluasi menyatakan bahwa krim stabil secara fisik. 
FORMULATION OF HERBAL HARD CANDY CONTAINS RED GINGER (Zingiber officinale var. rubrum) EXTRACT Nur Illiyyin Akib; Wa Baane; Adryan Fristiohady
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 4 No 1 (2016): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v4i1.2238

Abstract

Red ginger rhizome (Zingiber officinale var. Rubrum) contains alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, and triterpenoid that potentially as antibacterial and also gingerol, shogaol, and zingeron are efficacious as antioxidant. Red ginger used as a flavour of hard candy because the essential oils gives characteristic and ginger scent, and also the oleoresin gives spicy ginger flavor. This research aims to find the best formula of hard candy through the hedonic test includes organoleptic, water content, ash content, and hardness. This research used four formulas that are K (without red ginger extract), A (extract of 1%), B (extract of 1.75%), and C (extract of 2.5%). Hedonic test data analyzed by Kruskal-Wallis test shows the addition of red ginger extract make significant effect on organoleptic properties (color, scent, texture, and flavor). The results of water content test of  K, A, B, and C formulas respectively are 0.0023; 0.0086; 0.0054; and 0.0045%. The results of ash content test are 0.0031; 0.0039; 0.0049; and 0.0072%. The results of hardness test are 16.8; 6.8; 10.1; and 19.3 Kgf. The best formula is A that organoleptic characteristic (color, scent, flavor, and texture) are most preferred by panelists then result the tests of characteristics are accordance with quality requirements
PENGARUH KONSENTRASI PROPILEN GLIKOL TERHADAP STABILITAS FISIK KRIM ANTIOKSIDAN FITOSOM EKSTRAK KULIT BUAH KAKAO (Theobroma cacao L.) Karlina Amir Tahir; Sartini Sartini; Agnes Lidjaja
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v5i2.3266

Abstract

Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa fitosom yang paling baik pada kombinasi fosfatidilkolin 0,75 g dan ekstrak kulit buah kakao sebanyak 1 g, dengan ukuran 199,97 nm dan efisiensi penjerapan sebesar 99,182% dilanjutkan pengujiannya menggunakan SEM (Scanning Electron Microscopy) dan dibuat dalam bentuk sediaan krim antioksidan fitosom ekstrak kulit buah kakao tipe M/A. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh propilen glikol terhadap stabilitas fisik dari krim antioksidan fitosom ekstrak kulit buah kakao meliputi pengamatan organoleptik, viskositas, pH, dan inversi fase menggunakan metode penyimpanan dipercepat. Konsentrasi propilen glikol yang digunakan yaitu 0%, 3%, 5%, dan 7%. Hasil uji stabilitas fisik, perbedaan konsentrasi propilen glikol secara keseluruhan tidak mempengaruhi stabilitas fisik krim.
UJI EFEK EKSTRAK ETANOL DAUN JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.) TERHADAP TITER IMUNOGLOBULIN M (IgM) DAN IMUNOGLOBULIN G (IgG) PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) Maulita Indrisari; Habibie Habibie; Sitti Rahimah
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 5 No 4 (2017): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v5i4.4466

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ekstrak etanol daun jarak pagar (Jatropha curcas L.) terhadap titer imunoglobulin M (IgM) dan imunoglobulin G  (IgG) pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus). Penelitian ini dilakukan dengan 3 dosis yang berbeda yaitu 50 mg/kgBB, 100 mg/kgBB dan 150 mg/kgBB yang diberikan secara peroral selama 7 hari, kemudian sehari setelah itu diimunisasi dengan antigen sel darah merah domba 2% secara intraperitoneal sebanyak 0,5 mL. Pengamatan titer Imunoglobulin M (IgM) dilakukan pada hari keenam dan Imunoglobulin G (IgG) dilakukan pada hari ke sebelas dengan mengambil darah tikus melalui vena lateral kemudian di uji dengan menggunakan metode hemaglutinasi titer antibodi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun jarak pagar dapat meningkatkan titer antibodi imunoglobulin M (IgM) dan imunoglobulin G (IgG) meskipun tidak signifikan menurut analisis statistik.
STUDI FARMAKOFOR RESEPTOR ESTROGEN α SEBAGAI TARGET TERAPI KANKER SERVIKS Nursalam Hamzah; Ahmad Najib; Fatmawati S
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 2 No 4 (2014): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v2i4.2158

Abstract

One of the target on chemotherapeutic agent especially for curing cervical cancer is the inhibition of estrogen activity on estrogen alpha receptors. Estrogen stimulates human papilloma virus oncogene expression, promotes cervical cancer (CC) cell proliferation and prevents apoptosis. Therefore, blockage of estrogen function may have therapeutic application to CC.  SERMs (Selective Estrogen Receptor Modulator) are the group of subtances which inhibit the activity of estrogen on its receptor. The aim of this reserach is to determine the features that are important pharmacophore on anti-cercix cancer activity of compounds on ER-α receptor that depended on this receptor. Modeling and determination pharmacophore features created using the program MOE application version 2009. Screening Virtual of chemical compounds to look for natural ingredients in accordance with pharmacophore features that have been made, performed using MOE. The result of the pharmacophore showed that 4-hydroxitamoxifen and its analogues have an antagonism activity on estrogen alpha receptor.
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN TENAGA KEFARMASIAN DI APOTEK WILAYAH SAMATA Asrul Ismail
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 7 No 1 (2019): Jurnal Farmasi Volume 7 Nomor 1
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v7i1.9757

Abstract

Peran tenaga kefarmasian sangat dibutuhkan untuk memaksimalkan pelayanan kefarmasian di fasilitas kesehatan yang tersebar di seluruh Indonesia, salah satunya adalah apotek. Samata merupakan salah satu kelurahan di Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa yang saat ini mulai berkembang dan memiliki beberapa apotek.  Kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian suatu apotek dapat memengaruhi berbagai macam aspek, seperti ketahanan apotek dan citra tenaga kefarmasian. Tingkat kepuasan pasien dianalisis dari faktor kehandalan, ketanggapan, keyakinan, empati dan fasilitas berwujud. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan tenaga kefarmasian di apotek wilayah Samata. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif secara cross sectional dengan sampel berjumlah 36 orang dari 8 apotek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada sebanyak 94% responden menyatakan puas dan 6% menyatakan tidak puas. Hasil analisis statistik dengan chi-square menunjukkan tidak ada korelasi yang bermakna antara faktor usia, jenis kelamin, pendidikan, penghasilan, pekerjaan, frekuensi kunjungan, dan tujuan pengobatan terhadap kepuasan pelayanan tenaga kesehatan.
SKRINING PERASAN BEBERAPA TANAMAN PENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI METHICILLIN RESISTANTStaphylococcus aureus (MRSA) Besse Hardianti; Pamita Pamita; Herlina Rante
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 3 No 4 (2015): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v3i4.2220

Abstract

Infeksi menyebabkan kerusakan di dalam jaringan karena adanya bakteri, jamur, dan virus.Salah satu bakteri penyebab infeksi dan sudah resisten dengan antibiotik adalah methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA).Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari beberapa daun tanaman obat dalam menghambat pertumbuhan bakteri MRSA. Tanaman yang digunakan dalam penelitian ini adalah daun miyana (Coleus seutellariodes L.), daun papaya (Carica papaya L.), daun jarak pagar (Jatropha curcas L.), daun pare (Momordica charantia L.), daun sirih (Piper batle L.), daun pegagan (Centella asiatica), daun srikaya (Annona squamosa L.), daun asam jawa (Tamarindus indica L.), kumis kucing (Orthosiphon stamineus Benth) dengan menggunakan metode perasan yang selanjutnya di freeze drying. Hasil freezer drying dari Sembilan tanaman di lakukan uji aktivitas antibakteri. Dari sembilan tanaman yang digunakan diperoleh daun tanaman yang menghambat bakteri MRSA adalah daun asam jawa (Tamarindus indica L.) dengan konsentrasi 10% dengan diameter hambatan 17,33 mm. Selanjutnya dilakukan uji lanjutan untuk menentukan konsentrasi terkecil yang dapat menghambat bakteri MRSA dengan metode difusi agar. Hasil yang diperoleh bahwa perasan dari daun asam jawa (Tamarindus indica L.) mampu menghambat bakteri MRSA hingga konsentrasi 1% dengan diameter hambatan 6,10 mm.

Page 8 of 22 | Total Record : 220