cover
Contact Name
Asrul Ismail
Contact Email
asrul.ismail@uin-alauddin.ac.id
Phone
+6285255912413
Journal Mail Official
jurnal.farmasi@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Jl. H. M. Yasin Limpo No. 36 Romangpolong, Kabupaten Gowa Jurusan Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal farmasi UIN Alauddin Makassar
ISSN : 23559217     EISSN : 27215210     DOI : 10.24252/jfuinam
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Farmasi diterbitkan oleh Jurusan Farmasi UIN Alauddin Makassar. Jurnal ini terbit 2 kali dalam setahun dengan tema seputar ilmu kefarmasian, yang mencakup Sains Farmasi, Farmasi Klinik dan Komunitas, serta Manajemen Farmasi.
Articles 220 Documents
Evaluasi Kualitas Hidup Pasien Rawat Inap Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD dr. Hendrikus Fernandez Kabupaten Larantuka NTT Nurshalati Tahar; Afrisusnawati Rauf; Nur Syamsi Dhuha; Fatima Abdurrahman
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Farmasi Edisi Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jfuinam.v12i2.51045

Abstract

Abstrak Pendahuluan: Penderita penyakit kronis khususnya penyakit diabetes melitus tipe 2 cenderung menggalami penurunan kualitas hidup. Kualitas hidup diharapkan dapat mempengaruhi kondisi kesehatan fisik, status psikologik, tingkat kebebasan, hubungan sosial, dan lingkungan yang mereka tempati. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana kualitas hidup penderita DM tipe 2 rawat inap di RSUD dr. Hendrikus Fernandez Kabupaten Larantuka. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan metode Quasi Experiment, dengan mengisi kuesioner Diabetes Quality of Life Clinical Trial Quesionnaire (DQLCTQ). Sampel yang digunakan 34 pasien dengan teknik Consecutive Sampling. Data dianalisis menggunakan SPSS versi 26. Hasil: Dari hasil penelitian ini diperoleh skor rata-rata dari masing-masing aspek kualitas hidup penderita pasien rawat inap penyakit diabetes melitus RSUD dr. Hendrikus Fernandez sebagian besar dapat dikatakan memiliki kualitas hidup yang baik dan buruk dilihat dari bebrapa aspek untuk kualitas hidup yang baik yaitu kepuasan pengobatan dengan kategori puas sebanyak 34 orang (34%), kesehatan mental puas dengan hubungan pribadi dan keluarga sebanyak 24 orang (24%) dan kepuasan diet kategori tidak pernah memakan maknan yang tidak seharusnya sebanyak 19 orang (19%). Adapun kualitas hidup yang buruk yaitu aspek kesehatan fisik dengan kategori penyakit diabetes selalu mempengaruhi aktifitas dan sosial sebanyak 26 orang (26%), ketahanan fisik dengan kategori penyakit diabetes selalu membatasi kegiatan sebanyak 25 orang (25%), kesehatan umum dengan kategori kesehatan responden kurang sebanyak 23 orang (23%), gejala penyakit dengan kategori selalu merasa haus, lapar, dan buang air kecil sebanyak 25 orang (25%), kekhawatiran keuangan dengan kategori mahal biaya pengobatan penyakit dm tipe 2 sebanyak 24 orang (24%). Kesimpulan: Kualitas hidup pasien rawat inap dengan diabetes melitus di RSUD dr. Hendrikus Fernandez sebagian besar dapat dianggap baik berdasarkan beberapa aspek, termasuk kepuasan terhadap pengobatan, kesehatan mental, kepuasan terhadap hubungan pribadi dan keluarga, serta kepuasan terhadap pola makan (menunjukkan bahwa mereka tidak pernah mengonsumsi makanan yang tidak sesuai). Faktor-faktor yang memengaruhi kualitas hidup pasien diabetes tipe 2 meliputi kesehatan fisik, daya tahan fisik, kesehatan umum, kepuasan terhadap pengobatan, gejala penyakit, kekhawatiran finansial, kesehatan mental, dan kepuasan terhadap pola makan. Kata kunci: Diabetes Mellitus; Kualitas Hidup, Quality of Life Clinical Trial Quesionnaire (DQLCTQ)
Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi Neni Haerani; Mukhriani; Alifia Putri Febriyanti
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Farmasi Edisi Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jfuinam.v12i2.52201

Abstract

Hipertensi merupakan suatu kejadian dimana terjadinya peningkatan tekanan darah yang melebihi batas normal yaitu tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Penggunaan obat antihipertensi yang rasional pada penderita hipertensi adalah salah satu hal penting tercapainya kualitas Kesehatan. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rasionalitas penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi di instalasi rawat jalan Rumah Sakit Hikmah Makassar berdasarkan tepat pasien, tepat indikasi, tepat obat, dan tepat dosis. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif dengan menggunakan data lampau atau data sekunder berupa rekam medik dan resep tahun 2020 yang memenuhi kriteria eksklusi dan eksklusi. Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik probability sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan rasionalitas tepat pasien 100%, tepat indikasi 100%, tepat obat 82,3%, dan tepat dosis 97,9%. Kesimpulan: Terapi antihipertensi yang diberikan kepada pasien memenuhi komponen penggunaan obat yang rasional.
Uji Aktivitas Antioksidan Fraksi Etil Asetat Daun Sembukan (Paederia foetida L.) dengan Menggunakan Pereaksi DPPH Doloking, Haeria; Mantur Yudokus; Nur Aeti
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Farmasi Edisi Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jfuinam.v12i2.52399

Abstract

Sembukan (Paederia foetida L.) merupakan salah satu tanaman asli di Indonesia khususnya di NTT yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber senyawa antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan flavonoid dan fenolik serta menganalisis nilai IC50 dan aktivitas antioksidan fraksi etil asetat daun Sembukan dengan menggunakan metode peredaman DPPH (1,1-Difenil -2-Pikrilhidrazil). Penelitian ini di lakukan dengan metode maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70 %. Ektrak etanol difraksinasi menggunakan pelarut Eter dan etil asetat. Metode yang digunakan untuk pengukuran DPPH dari senyawa antioksidan secara spektrofotometri UV-Visible pada panjang gelombang 522 nm dengan menggunakan vitamin C sebagai pembanding. Hasil analisis menunjukan bahwa ekstrak etanol daun sembukan ( Paederia foetida L. ) positif mengandung senyawa flavanoid di tandai dengan perubahan warna merah bata ,dan positif senyawa fenolik di tandai dengan perubahan warna hijau,dan fraksi etil asetat memiliki aktivitas antioksidan di tandai dengan warna putih kekuningan ,serta mengandung senyawa golongan flavanoid dan fenolik di tandai dengan berwarna kuning dan hijau kehitaman , sedangkan Aktivitas antioksidan dari fraksi etil asetat sembukan memiliki nilai IC50 yaitu 22.148 ppm dan pembanding asam askorbat memiliki nilai IC50 yaitu 5,389 ppm Sehingga fraksi etil asetat memiliki nilai antioksidan sangat kuat. Kata kunci : Paederia foetida L., fraksi , antioksidan , DPPH
Formulasi Biskuit Ekstrak Kelopak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) Terhadap Penurunan Kadar Kolesterol pada Mencit (Mus musculus) Nursyamsi Dhuha; Muhammad Ikhlas Arsul; Gebyanti Swara
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Farmasi Edisi Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jfuinam.v12i2.53168

Abstract

Pendahuluan: Rosella merupakan salah satu tanaman obat tradisional yang memiliki berbagai khasiat diantaranya meredakan batuk, sebagai antidiabetes, antikolesterol, antibakteri, dan meningkatkan sistem imun. Bahan aktif yang terdapat pada bunga rosella adalah grossypeptin, antosianin, gluside hibiscin dan flavonoid. senyawa tersebut diketahui dapat menurunkan kadar kolesterol. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi penurunan kadar kolesterol dengan menggunakan ekstrak Bunga Rosella yang dibuat dalam bentuk biskuit. Metode: Penelitian ini menggunakan mencit yang dibagi kedalam empat kelompok. Kadar kolesterol ditingkatkan dengan induksi kuning telur. Bunga rosela dibuat dalam bentuk biskuit kemudian diberikan pada mencit secara peroral. Hasil: Setelah pemberian selama tujuh hari, kadar kolesterol masing-masing mencit menunjukkan penurunan yang signifikan. Kesimpulan: Biskuit ekstrak bunga rosella dapat menurunkan kadar kolesterol pada mencit. Kata kunci: Bunga rosella, biskuit, antikolesterol
Narrative Review Identifikasi Medication Error di Rumah Sakit Indonesia Berdasarkan Tahapan Pemberian Obat Okta Muthia Sari; Rama Agni Gutawa; Salsabila; Desy Fitriyana Nabila Putri
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Farmasi Edisi Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jfuinam.v13i1.56040

Abstract

Pendahuluan: Medication error adalah hal yang sangat krusial bagi keselamatan pasien dan merupakan kejadian yang frekuensinya sering terjadi. Medication error adalah suatu hal yang dapat dihindari kejadiannya. Medication error berdasarakan tahapan pemberian dapat berupa kesalahan penulisan resep oleh dokter (Prescribing error), kesalahan pembacaan resep oleh apoteker (Transcribing error), kesalahan penyiapan obat oleh apoteker (Dispensing error), dan kesalahan pemberian obat oleh apoteker (Administration error). Tujuan: identifikasi medication error berdasarkan tahapan pemberian obat pada peresepan obat di Rumah Sakit. Metode: narrative review dari jurnal penelitian atau artikel ilmiah dengan sumber Google Scholar®. Hasil: Sebanyak 11 jurnal ditemukan terkait penelitian medication error. Berdasarkan hasil analisis kejadian medication error pada setiap tahapan yang meliputi prescribing, transcribing, dispensing, dan administration menunjukan hasil yang bervariatif disetiap Rumah Sakit sehingga didapat rata-rata persentase pada tahap prescribing sebesar 54.94%, pada tahap transcribing sebesar 45%, pada tahap dispensing sebesar 5,73%, dan pada tahap administration sebesar 21%. Kesimpulan: Penelitian menunjukan bahwa masih banyak terjadi medication error pada jurnal yang diidentifikasi, terutama pada tahap prescribing yang memiliki angka kejadian paling banyak. Kata kunci: kesalahan pengobatan, keselamatan pasien, pemberian obat
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI KLINIK X Muhammad Riswan; Vera Olfiana; Sahrul Ramadhan; Amaliah Kartika; Dewi Damayanti; Munifah Wahyuddin
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Farmasi Edisi Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jfuinam.v13i1.57605

Abstract

Pendahuluan: Kepuasan pasien merupakan konsekuensi dari pelayanan kesehatan yang diterima setiap pasien dan berdampak signifikan terhadap kondisi kesehatan. Semua pasien rawat jalan yang berobat ke Klinik X harus benar-benar puas. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan bagi pasien rawat jalan Klinik X. Metode: Penelitian ini menggunakan bentuk penelitian kuantitatif cross sectional. Waktu penelitian dilakukan di pada bulan April-Mei tahun 2025. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien rawat jalan di Klinik X dan untuk sampel berjumlah 30 responden. Penelitian ini menggunakan Teknik Probability Sampling dengan mengajukan pertanyaan tentang layanan yang diterima oleh pasien yang memenuhi lima kriteria berbeda yaitu kehadalan, daya tanggap, kepercayaan, empati dan bukti fisik. Hasil: Hasil analisis di ketahui responden merasa puas dengan pelayanan di Klinik X dengan presentse 71,12%. Berdasarkan aspek reliability, responden menjawab dimensi kehandalan 72 %, dari ketanggapan persentase 71,1%, dari dimensi kepercayaan responden 68,2%, dari aspek empaty responden menjawab 73,7 % dan aspek wujud, responden menjawab kepuasan 70,12%. Kesimpulan: Pelayanan kefarmasian di Klinik X pada pasien rawat jalan menunjukkan tingkat kepuasan yang baik terhadap pelayanan yang diberikan. Kata Kunci : Kepuasan pasien, Pelayanan kesehaatan, Pasien rawat jalan
PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN RAWAT INAP DENGAN METODE DEFINED DAILY DOSE DAN DRUG UTILIZATION 90% DI RUMAH SAKIT X YOGYAKARTA Rosaria Ika Pratiwi
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Farmasi Edisi Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jfuinam.v13i1.57835

Abstract

Pendahuluan: Penggunaan antibiotik sebagai pengobatan penyakit infeksi terbukti menurunkan angka morbiditas dan mortalitas yang disebabkan mikroorganisme patogen. Mikroorganisme tersebut secara perlahan dapat mengalami resistensi terhadap antibiotik sehingga dapat menurunkan efektivitas antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan antibiotik dengan metode DDD/100 pasien hari rawat dan DU 90% di Rumah Sakit X, Yogyakarta. Metode: Desain deskriptif retrospektif digunakan dalam penelitian ini, melibatkan rekam medis pasien rawat inap bulan September 2022 – Mei 2023, dan sesuai kriteria inklusi berusia ≥18 tahun, mendapat terapi antibiotik, dan menjalani rawat inap di bangsal non-VIP di Rumah Sakit X, Yogyakarta, serta kriteria eksklusi data rekam medis pasien tidak lengkap. Analisis penggunaan antibiotik dilakukan berdasarkan metode DDD/100 pasien hari rawat dan DU 90%. Hasil: Lima besar antibiotic digunakan terbanyak berdasarkan DDD/100 pasien hari rawat antara lain ceftriaxone inj 1 g (43,71), cefixime cap 200 mg (33,95), levofloxacin inf 5 mg/ml, 100 mL (21,96), cefixime cap 100 mg (18,80), dan azithromycin tab 500 mg (11,10). Antibiotik segmen DU 90% meliputi ceftriaxone inj 1 g, cefixime cap 200 mg, levofloxacin inf 5 mg/mL, cefixime cap 100 mg, azithromycin tab 500 mg, metronidazole inf 5 mg/mL, ceftazidime inj 1 g, ciprofloxacin tab 500 mg, cefotaxime inj 1 g, meropenem inj 1 g, dan levofloxacin tab 500 mg. Kesimpulan: DDD/100 pasien hari rawat terbanyak adalah ceftriaxone inj 1 g (43,71) dan beberapa jenis antibiotik tercakup dalam segmen DU 90% sehingga berpotensi menyebabkan resistensi antibiotik.  Kata Kunci: DDD/100 Pasien Hari Rawat, DU 90%, Penggunaan Antibiotik
Kajian Literatur Aktivitas Antikanker Ekstrak Kulit Manggis (Garcinia mangostana L.) Ningsi, Surya; Sunarti, Sunarti; Syakri, Syamsuri
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Farmasi Edisi Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jfuinam.v13i1.58305

Abstract

Pendahuluan: Kanker merupakan penyakit tidak menular yang disebabkan oleh pertumbuhan sel-sel jaringan tubuh yang tidak normal. Sel kanker bersifat ganas dan dapat merusak fungsi jaringan tubuh. Tujuan: untuk mengetahui jenis kanker yang dapat dihambat, kandungan, dan aktivitas antikanker ekstrak kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.). Metode: penelitian ini menggunakan metode PICO (Population, Intervention, Comparison, Outcome) yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi dari database yang digunakan yaitu Pubmed, Sciencedirect, Google Schoolar, MDPI. Hasil: dari analisis jurnal ditemukan 154 jurnal kemudian dilakukan identifikasi, skrining, dengan melihat kriteria inklusi. Hasil penelitian dari 10 jurnal ditemukan beberapa jenis kanker yang dapat dihambat oleh ekstrak kulit manggis yaitu kanker kulit, kanker kolekteral, kanker prostat, kanker payudara, kanker serviks, kanker darah, kanker mulut, kanker otak. Kandungan senyawa yang memiliki aktivitas sebagai antikanker yaitu xantone yang paling banyak terkandung dalam buah manggis ialah α-mangostin, γ-mangostin dan β-mangosti. Aktivitas antikanker dari ekstrak kulit buah manggis menunjukkan sitotoksisitas yang kuat dalam menghambat proliferasi sel kanker dan menunjukkan aktivitas apoptosis. Kesimpulan: kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) dapat menghambat pertumbuhan kanker serta berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai terapi komplementer. Kata kunci: Antikanker, Manggis, Xanton
Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Dengan Penggunaan Obat Keras Dan Obat Bebas Terbatas Tanpa Resep Di Apotek 77 Farma Kabupaten Luwu Utara Nimas Mulan Cahyani; Khaerani; Nurshalati Tahar; Dwi Wahyuni Leboe
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Farmasi Edisi Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jfuinam.v13i1.58251

Abstract

Pendahuluan: Adanya penjualan obat keras dan obat bebas terbatas pada konsumen tanpa resep dokter di apotek diakibatkan kurangnya pengetahuan masyarakat terkait regulasi, jenis serta golongan obat merupakan salah satu alasan terjadinya transaksi jual beli obat keras dan obat bebas terbatas tanpa resep dokter pada apotek. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan penggunaan obat keras dan obat bebas terbatas tanpa resep dokter di apotek 77 Farma dan gambaran obat keras dan obat bebas terbatas yang diperjual belikan tanpa resep dokter di apotek 77 Farma. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang dianalisis menggunakan aplikasi SPSS versi 25. Pengambilan data dilakukan secara purposive sampling dengan sampel yang digunakan sebanyak 73 responden. Data diambil dengan menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner tingkat pengetahuan dengan sikap penggunaan obat keras dan obat bebas terbatas tanpa resep yang telah valid dan reliabel. Data di analisis secara univariat dan bivariat dilanjutkan dengan menggunakan uji spearman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat terbanyak yaitu 42 responden memiliki pengetahuan “baik” dengan persentase 57,5%. Sikap masyarakat terbanyak yaitu 52 responden memiliki sikap “baik” dengan persentase 71,2%. Kesimpulan: Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara tingkat pengetahuan terhadap penggunaan obat keras dan obat bebas terbatas tanpa resep dokter dengan nilai signifikansi uji korelasi spearman rank dengan nilai p-value (0,016 < 0,05). 
Penetapan Kadar Flavanoid Ekstrak Etanol Kulit Buah Jeruk Nipis ( Citrus aurantifolia) Menggunakan Spektrofotometri UV-Vis Panaungi, Andi Nurpati; Hasma; Muh. Fitrah
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Farmasi Edisi Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jfuinam.v13i1.57926

Abstract

Pendahuluan: Senyawa fenol pada kopi memiliki aktivitas sebagai antioksidan yang baik untuk mengatasi kulit wajah yang kusam dan mencerahkan. Masker peel off merupakan sediaan yang berbentuk gel. Tujuan: dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah biji kopi robusta (Coffea Canephora) dapat dibuat dalam bentuk masker wajah peel off. Metode: Dalam penelitian menggunakan ekstrak biji kopi robusta. Dengan 3 konsentrasi yaitu 0%, 1,5% dan 2,5% kemudian dilakukan uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar daya kering. Hasil: penelitian ini yaitu pada formula 1 dengan konsentrasi 0% dengan uji organoleptik menunjukkan bentuk sediaan kental, merekat, bau olium citrus, berwarna putih, homogen, memiliki pH 7, daya sebar 6,5 cm dan daya kering 25 menit, formula 2 dengan konsentrasi 1,5% uji organoleptik menunjukkan bentuk sediaan kental, merekat, bau khas ekstrak biji kopi robusta bercampur olium citrus, berwarna coklat kehitaman, homogen, memiliki pH 6, daya sebar 6 cm dan daya kering 25 menit. Formula 3 dengan konsentrasi 2,5% uji organoleptik menunjukkan sediaan kental, merekat, bau khas ekstrak biji kopi robusta, berwarna coklat kehitaman, homogen, memiliki pH 7, daya sebar 7 cm dan daya kering 20 menit. Kesimpulan: Masker peel off dari ekstrak biji kopi robusta (coffea canephora) dapat diformulasikan dengan konsentrasi 1,5%. Kata Kunci : Ekstrak biji kopi robusta (coffea canephora), Masker Peel Off.