cover
Contact Name
Asrul Ismail
Contact Email
asrul.ismail@uin-alauddin.ac.id
Phone
+6285255912413
Journal Mail Official
jurnal.farmasi@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Jl. H. M. Yasin Limpo No. 36 Romangpolong, Kabupaten Gowa Jurusan Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal farmasi UIN Alauddin Makassar
ISSN : 23559217     EISSN : 27215210     DOI : 10.24252/jfuinam
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Farmasi diterbitkan oleh Jurusan Farmasi UIN Alauddin Makassar. Jurnal ini terbit 2 kali dalam setahun dengan tema seputar ilmu kefarmasian, yang mencakup Sains Farmasi, Farmasi Klinik dan Komunitas, serta Manajemen Farmasi.
Articles 220 Documents
CHRYSIN MENINGKATKAN EFEK SITOTOKSIK TNF-RELATED APOPTOSIS-INDUCING LIGAND TERHADAP SEL HEK293 Habibie Habibie
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 5 No 1 (2017): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v5i1.2366

Abstract

TNF-related apoptosis-inducing ligand  merupakan salah satu pilihan pengobatan kanker yang secara efektif dapat menginduksi apoptosis melalui aktivasi death receptor (DR4 dan DR5). Penggunaan TNF-related apoptosis-inducing ligand  menyebabkan efek samping yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan penggunaan kemoterapi. Namun saat ini beberapa jenis kanker menunjukkan resistensi terhadap TNF-related apoptosis-inducing ligand. Penggunaan TNF-related apoptosis-inducing ligand  yang dikombinasikan dengan bahan alam menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi resistensi yang timbul. Chrysin merupakan flavonoid yang memiliki efek antioksidan dan antikanker.  Efek kombinasi TNF-related apoptosis-inducing ligand  dan chrysin terhadap sel HEK293 ditentukan berdasarkan  parameter viabilitas sel menggunakan metode WST-1. Chrysin tidak menyebabkan toksisitas yang besar terhadap sel HEK293 (<20%) namun  setelah dikombinasikan dengan TNF-related apoptosis-inducing ligand  menunjukkan peningkatan efek sitotoksik (41%) dan efek sinergi yang nyata (indeks sinergi = 0,69). Ini menunjukkan bahwa chrysin berpotensi untuk mengatasi resistensi terhadap TNF-related apoptosis-inducing ligand  khususnya pada sel tumorigenik ginjal.
UJI TOKSISITAS AKUT EKSTRAK PARTISI AKAR PARANG ROMANG (Boehmeria virgata (Forst) Guill) TERHADAP LARVA Artemia salina Leach DENGAN METODE BRINE SHRIMPS LETHALITY TEST M. Rusdi; Kurnia Ayu; Sitti Fauziah Noer; Hasyim Bariun
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 5 No 3 (2017): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v5i3.4352

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang uji toksisitas akut ekstrak partisi akar parang romang (Boehmeria virgata (Forst) Guill) terhadap larva Artemia salina Leach dengan metode Brine Shrimps Lethality Test. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi toksisitas dari ekstrak n-Hexan, Etil asetat dan Etanol 70% akar parang romang terhadap larva Artemia salina Leach dengan menentukan nilai LC50-nya dan mengidentifikasi golongan senyawa yang terkandung didalamnya. Simplisa akar parang romang diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Selanjutnya ekstrak kental  dipartisi dengan menggunakan pelarut n-heksan, etil asetat, dan etanol 70%. Masing-masing ekstrak diuji aktivitasnya terhadap larva Artemia salina Leach. Selanjutnya pada ekstrak yang terbukti aktif dilakukan identifikasi golongan senyawa yang terkandung didalamnya menggunakan kromatografi lapis tipis dan penyemprotan pereaksi golongan senyawa. Hasil analisis data menunjukkan nilai LC50 ekstrak n-heksan, etil asetat dan etanol 70% akar Boehmeria virgata (Forst) Guill berturut-turut sebesar 7,7321; 6,3212 dan 5,2432 µg/mL. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak partisi akar parang romang bersifat toksik terhadap larva Artemia salina Leach. Hasil identifikasi senyawa aktif menunjukkan ekstrak n-heksan dan etil asetat mengandung senyawa golongan terpenoid dan alkaloid. Ekstrak etanol 70% mengandung senyawa golongan fenolik, flavonoid dan alkaloid.
FORMULASI DAN PENENTUAN NILAI SPF (SUN PROTECTING FACTOR) SEDIAAN KRIM TABIR SURYA EKSTRAK ETANOL DAUN KEMANGI (Ocimum sanctum L.) Isriany Ismail; Gemy Nastity Handayany; Dwi Wahyuni; Juliandri Juliandri
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 2 No 1 (2014): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v2i1.2149

Abstract

Now, it has starting the concept of re-using the natural materials to overcome and prevent disease (back to nature), one of those materials is the active ingredients from sunscreens. Basil leaves are used as samples in this study, because there are compounds in basil leaves (Phenolic, especially flavonoids and tannins) that presumed have an effect as a sunscreen, because it has a chromophore group which capable to absorb both UV rays, UV A and UV B. This study intends to determine the value of SPF from the cream of sunscreen preparation. The value of SPF is determined by using the method which developed by Mansur. The cream is made with a concentration of 0.03% (Formula I), 0.06% (Formula II), and 0.12% (Formula III). The results has shown that the Formula I with a 0.03% extract concentration has 5.21 SPF value; Formula II with a 0.06% extract concentration has 5.94 SPF value. Both of these formulas has been put into the mild level from category of sunscreen ability and formula III with a 0.12% extract concentration has 8.97 SPF value has been put into the maximal level from category of sunscreen ability.
STUDI POTENSI SENYAWA TURUNAN KUMARIN-KALKON-UREA SEBAGAI ANTI-KANKER HATI SECARA IN SILICO: PENELUSURAN FARMAKOFOR, SKRINING VIRTUAL, DAN PENTAUTAN MOLEKUL Nur Syamsi Dhuha; Haeria Haeria; Alfiana Dwi Puspita
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 6 No 2 (2018): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v6i2.7055

Abstract

Kanker hati (HCC) merupakan penyakit karsinoma mematikan kedua setelah karsinoma pankreas. Hal ini berkaitan dengan sulitnya diagnosis awal serta sifat asimptomatik penyakit ini yang menyebabkan HCC terdiagnosa setelah pasien ada di stadium lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan senyawa baru sebagai calon obat berdasarkan kajian farmakofor dari turunan kumarin-kalkon-urea secara in silico. Prosedur dilakukan dengan melakukan pemodelan tiga dimensi senyawa dan optimasi geometri oleh HyperChem 8.0. Selanjutnya, penelusuran farmakofor, skrining virtual dari Zinc Database, serta pentautan molekul dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak MOE 2009. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa dengan kode ZINC12138892 merupakan senyawa yang memilki potensi sebagai calon obat kanker hati berdasarkan analisis kesesuaian pada farmakofor reseptor protein serta pentautan molekul
EFEK KITOSAN DARI CANGKANG KEPITING LUNAK (SCYLLA OLIVACEAE) TERHADAP BAKTERI VIBRIO HARVEYI Muhammad Rusdi; Susisusantri Susisusantri; Guntur Yusuf
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 3 No 2 (2015): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v3i2.2208

Abstract

Kitosan merupakan salah satu senyawa turunan kitin yang diperoleh melalui proses deasetilasi. Kitin yang merupakan bahan baku kitosan adalah salah satu komponen penyusun utama limbah cangkang kepiting lunak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek kitosan terhadap bakteri Vibrio harveyi. Proses pembuatan kitosan dari cangkang kepiting lunak dibagi dalam tiga tahap. Tahap pertama dilakukan proses deproteinisasi dengan menggunakan NaOH 3,5 %, tahap kedua yaitu proses demineralisasi dengan menggunakan HCL 1,5 N dan tahap ketiga yaitu proses destilasi kitin menjadi kitosan dengan menggunakan NaOH 50 %.  Dan tahap selanjutnya yaitu aplikasi pengujian daya hambatan terhadap bakteri Vibrio harveyi. Hasil penelitian selama masa inkubasi 24 jam menunjukan bahwa pada konsentrasi kitosan 200 ppm, 500 dan 1000 ppm  masing-masing  menimbulkan   zona   hambatan sebesar 8,3 mm; 11,16 mm dan 13,33 mm, sedangkan untuk kontrol negatif tidak menimbulkan zona hambatan.
TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP PEMBUATAN DAN PENGGUNAAN OBAT TRADISIONAL DI DESA SUNJU RT II KECAMATAN MARAWOLA KABUPATEN SIGI PROVINSI SULAWESI TENGAH Syafika Alaydrus
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Farmasi Edisi November
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v8i2.11729

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang Tingkat Pengetahuan Masyarakat Terhadap Pembuatan Dan Penggunaan Obat Tradisional Di Desa Sunju RT II Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah Periode Juni 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa baik tingkat pengetahuan masyarakat terhadap pembuatan dan penggunaan obat tradisional di RT II Desa Sunju Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah Periode Juni 2017. Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dan metode pengambilan sampel menggunakan metode random sampling. Pengukuran tingkat pengetahuan masyarakat menggunakan kuesioner dengan jenis kuesioner tertutup dan menggunakan skala likert. Analisis data menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif, hasil yang diperoleh dari penelitian dimana tingkat pengetahuan masyarakat Desa Sunju RT II terhadap pembuatan obat tradisional didapatkan persentase 50,9% masyarakat memiliki pengetahuan baik dan penggunaan didapatkan persentase 61,8% masyarakat memiliki pengetahuan baik, maka dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat Desa  Sunju RT II masih kurang baik dan sangat memerlukan sosialisasi tentang pembuatan dan penggunaan obat tradisional yang baik dan benar.
PREPARASI FITOSOM EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH KAKAO (Theobroma cacao L.) MENGGUNAKAN VARIASI KONSENTRASI FOSFATIDILKOLIN Karlina Amir Tahir; Sartini Sartini; Agnes Lidjaja
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 4 No 4 (2016): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v4i4.2253

Abstract

Kulit buah Kakao diketahui memiliki kandungan senyawa bioaktif flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan, akan tetapi senyawa ini bersifat polar dan merupakan makromolekul yang tidak dapat berpenetrasi dengan baik ke dalam stratum korneum. Penelitian ini bertujuan untuk membuat Drug Delivery System nanopartikel dengan sistem vesikular yaitu fitosom dari ekstrak kulit buah kakao menggunakan dua perbandingan konsentrasi fosfatidilkolin. Fitosom dibuat dari ekstrak etanol buah kakao dengan metode dispersi mekanik dan penguapan pelarut. Digunakan fosfatidilkolin sebagai polimer dengan perbandingan 0,5 dan 0,75 (g) terhadap 1 gram sampel ekstrak kulit buah kakao. Pengukuran nanopartikel ini menggunakan Alat Particle Size Analyzer (PSA). Hasil penelitian ini, diperoleh bahwa, dengan perbandingan fosfatidilkolin dan ekstrak kulit buah kakao 0,5 : 1 (g) dan 0,75 : 1 (g) secara berturut-turut menghasilkan ukuran nanopartikel dan efisiensi penjerapan sebesar 184,99 nm 95,597% dan 199,97 nm 99,182%. Disimpulkan bahwa kulit buah kakao dapat dibuat dalam bentuk sistem vesikular yaitu fitosom .
POTENSI BAHAN ALAM SEBAGAI BAHAN AKTIF KOSMETIK TABIR SURYA Isriany Ismail
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 1 No 1 (2013): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v1i1.2094

Abstract

Radiasi UVmerupakan sumber utama kerusakan kulit. Ketika kulitterpapar sinar UV, maka terjadi melanogenesis atau "Tanning", yang merupakan pertahanan utama kulit terhadap kerusakan UV yang lebih lanjut yakni pembentukan radikal bebas yang berujung kepada mutasi DNA dan terjadinya kanker kulit.Penggunaan tabir surya pada kulit dapat mengubah cara tubuh bereaksi terhadap sinar matahari. Bahan aktif tabir surya ini dapat diperoleh dari bahan alam, terutama jenis tabir surya kimia. Kosmetik tabir surya berbahan dasar herbal harus mengandung satu atau lebih bahan tabir surya aktif yang bersifat antioksidan untuk mencapai efek fotoproteksi yang baik. Banyak tersebar senyawa aktif tabir surya pada tanaman, antara lain pada Luffa cylindrica, Portulaca oleracea, Terminalia chebula, Piper longum, Aloe vera, Emblica officinalis, Crocus sativus, Peumus boldus, Ocimum sanctum L. Kandungan bahan herbal alami seperti asam lemak tak jenuh, senyawa fenolik,minyak hasil isolasi kecamba yang dikenal dapat menangkap radikal bebas, berefek antioksidan, sertabeberapa darinya dapat menghambat generasi berikutnya dari radikal bebas. 
UJI EFEK EKSTRAK ETANOL BAWANG DAYAK (Eleutherine americana Merr.) SEBAGAI ANTIHIPERTENSI PADA TIKUS JANTAN (Rattus norvegicus) Afrisusnawati Rauf; Surya Ningsi; Fitria Suhaidarwati
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 6 No 1 (2018): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v6i1.6741

Abstract

Bawang Dayak (Eleutherine americana Merr.) adalah salah satu tanaman yang telah digunakan secara empiris oleh masyarakat untuk mengatasi berbagai macam penyakit seperti diabetes, hipertensi, menurunkan kadar kolesterol darah hingga mengobati kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antihipertensi dari ekstrak etanol bawang Dayak (Eleutherine americana Merr.)  pada tikus jantan (Rattus novergicus) yang diinduksi Prednison® dan NaCl 2%. Hewan coba sebanyak lima belas ekor tikus jantan (Rattus novergicus) dibagi dalam lima kelompok dengan pemberian dosis yang berbeda, yaitu kelompok I (dosis 200 mg/KgBB), kelompok II (dosis 400 mg/KgBB), dan kelompok III (dosis 600 mg/KgBB) kelompok IV pemberian Kaptopril® sebagai kontrol positif, kelompok V CMC 1% sebagai kontrol negatif. Pengukuran tekanan darah dilakukan dengan menggunakan alat pengukur tekanan darah Non- Invasif CODA®.Hasil analisis pengukuran darah menunjukkan bahwa ekstrak etanol bawang Dayak (Eleutherine americana Merr.) dapat menurunkan tekanan darah sistol dan diastol pada hari ke-28 pengujian. Ekstrak etanol umbi lapis bawang dayak (Eleutherine americana Merr.) memiliki efek antihipertensi (mampu menurunkan tekanan darah sistolik sebesar ≥20 mmHg) dan pada dosis 400 mg/KgBB dapat menurunkan tekanan darah diastol yang tidak berbeda nyata dengan Kaptopril®.
PEMANFAATAN SUSU SKIM SEBAGAI BAHAN DASAR DALAM PEMBUATAN PRODUK OLAHAN MAKANAN TRADISIONAL DANGKE DENGAN BANTUAN BAKTERI ASAM LAKTAT Gemy Nastity Handayani; Nur Ida; Ahmad Rusmin R
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 2 No 2 (2014): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v2i2.2200

Abstract

Dangke is Enrekang traditional food products, which is a kind of cheese products without curing, and not coagulated with rennet but with papain (papaya latex). Dangke in this formula made using skim milk base material which is then fermented using bacteria Lactobacillus bulgaricus and Streptococcus thermophillus which has been commonly used in the manufacturing process of milk fermentation. The purpose of this study was to determine the quality of processed food products made from the traditional Dangke basic ingredients of skim milk, and skim milk determine the effect of concentration and fermentation time on making dangke to dangke generated. Research methods include making Dangke with 3 variations of the concentration of skim milk 5%, 10%, 15%, heating at a temperature of 65ºC. 40ºC cooling, inoculation with bacteria Lactobacillus bulgaricus and Streptococcus thermophillus. Incubation temperature of 40.5°C in the oven. In the incubation period 1, 2, 3 days organoleptic testing in the form of color, aroma, flavor, and texture analysis is then performed fat, protein, and lactic acid. The results of the analysis showed that the organoleptic quality of processed food products traditional Dangke made from basic ingredients in the manufacture of skim milk yield dangke dangke white, flavored lactic acid, sour, textured semi-solid. The results of the analysis indicate that the nutritional value of the higher concentration of skim milk and the longer the fermentation time caused the increase in protein content, total lactic acid and a decrease in fat content. The conclusion of this study is skim milk can be used as an alternative raw material in the manufacture dangke. Effect of skim milk concentration and fermentation time on the quality of dangke can increase total levels of lactic acid, protein content and lower fat content. Fermentation dangke better quality than the conventional dangke.

Page 9 of 22 | Total Record : 220