cover
Contact Name
Asrul Ismail
Contact Email
asrul.ismail@uin-alauddin.ac.id
Phone
+6285255912413
Journal Mail Official
jurnal.farmasi@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Jl. H. M. Yasin Limpo No. 36 Romangpolong, Kabupaten Gowa Jurusan Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal farmasi UIN Alauddin Makassar
ISSN : 23559217     EISSN : 27215210     DOI : 10.24252/jfuinam
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Farmasi diterbitkan oleh Jurusan Farmasi UIN Alauddin Makassar. Jurnal ini terbit 2 kali dalam setahun dengan tema seputar ilmu kefarmasian, yang mencakup Sains Farmasi, Farmasi Klinik dan Komunitas, serta Manajemen Farmasi.
Articles 225 Documents
FORMULASI BISKUIT SUSU KAMBING (Capra aegagrus) DENGAN PENAMBAHAN SERBUK JAHE (Zingiber officinale Rosc) SEBAGAI MAKANAN RINGAN ALTERNATIF PADA PENDERITA DIABETES MELITUS YANG DI UJIKAN SECARA IN VITRO Khaerani Khaerani; Muh Fitrah; Suhaemi Hasnidar
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 7 No 1 (2019): Jurnal Farmasi Volume 7 Nomor 1
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v7i1.9234

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji biskuit susu kambing dengan penambahan serbuk jahe (Zingiber officinale Rosc) dalam mengontrol kenaikan kadar gula darah pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus) yang diinduksikan glukosa. Sebanyak 15 ekor tikus putih jantan dibagi dalam 5 kelompok perlakuan yaitu kelompok kontrol negatif, kelompok kontrol positif, kelompok biskuit susu kambing 50 ml, 100 ml dan 150 ml. Data diperoleh dari pemeriksaan kadar gula darah puasa dan 30 menit setelah diinduksi glukosa, Setelah pemberian formula pada masing-masing kelompok perlakuan dan diukur pada menit 30, 60, 120 dan 180. Hasil analisis statistika diperoleh hasil bahwa pada tabel ANOVA yang nilai signifikannya > 0,05 diperoleh hasil tidak signifikan yang berarti tidak ada perbedaan yang nyata antara tiap kelompok perlakuan. Selanjutnya dilakukan pengujian Organoleptik terhadap mutu biskuit. Dari 20 panelis dilihat bahwa formulasi biskuit susu kambing volume 150 ml dinilai paling baik diantara biskuit lainnya, baik dari segi rasa, aroma, warna dan tekstur.
STUDI INSILICOHUBUNGAN KUANTITATIF STRUKTUR-AKTIVITAS (HKSA)SENYAWA TURUNAN BENZIMIDAZOLE, DOCKING MOLEKUL, PENELUSURAN FARMAKOFOR, VIRTUAL SCREENING, UJI TOKSISITAS, PROFIL FARMAKOKINETIK SEBAGAI ANTI-TUBERKULOSIS Nursalam Hamzah; Nur Syamsi Dhuha; Reza Ramadhan
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 3 No 3 (2015): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v3i3.2215

Abstract

Telah dilakukan Telah dilakukan penelitian studi hubungan kuantitatif struktur-aktivitas (HKSA), docking molekul, penelusuran farmakofor, virtual screening, uji toksisitas, dan profil farmakokinetik pada turunan Benzimidazole sebagai inhibitor DNA Gyrase pada penyakit Tuberkulosis secara in silico. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan model persamaan HKSA senyawa, menemukan fitur-fitur farmakofor senyawa yang  bertanggung jawab atas aktivitas dan selektivitas DNA Gyrase, serta memilih senyawa hasil virtual screening yang kemudian ditentukan profil farmakokinetik, toksisitas, dan toksisitas metabolit untuk pengobatan Tuberkulosis. Prosedur dimulai dengan pemodelan dan optimasi geometri struktur molekul pada perangkat lunak HyperChem 8.0. Optimasi geometri dilakukan dengan metode Ab initio. Perhitungan Deskriptor HKSA, penentuan fitur farmakofor dan docking molekul dilakukan  dengan menggunakan perangkat lunak MOE 2009. Selanjutnya pengujian toksisitas dengan perangkat lunak Toxtree dan AdmetSAR, serta penentuan profil farmakokinetik dengan menggunakan program berbasis web PreADME dilakukan untuk 150.000 senyawa natural product dari zinc database. Dari penelitian didapatkan persamaan: Log 1/MIC = -8.6816 + 1.6938 AM1_LUMO + 0.0160 ASA_H – 3.9194 mr  + 0.1087 VSA, dimana r2 = 0,955 dan q2 = 0,8761, selanjutnya diperoleh hasil docking molekul pada protein kode 2XCS, senyawa 23 menunjukkan nilai docking score (S) -190.9309. Hasil virtual screening pada zinc database diperoleh senyawa dengan kode ZINC08964902 adalah senyawa yang paling baik diantara 150.000 senyawa yang dilihat dari sisi kecocokan pada query farmakofor, docking dengan metode farmakofor, prediksi bioavailabilitas menggunakan rule of 5 Lipinski, dan prediksi ADME/T
DETERMINATION OF ETHANOL EXTRACT SUNSCREEN POTENTIAL OF RAMBUTAN RIND (Nephelium lappaceum L.) Surya Ningsi; Nur Syamsi Dhuha; UL Miftahurrahmah
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 3 No 4 (2015): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v3i4.2260

Abstract

A sunscreen research to Determine the potential of rambutan rind (Nephelium lappaceum L.) ethanol extract has been conducted. This study aims to Determine the SPF value, percent transmission of erythema (% Te), and percent transmission of pigmentation (% Tp) of rambutan rind (Nephelium lappaceum L.) ethanol extract by using UV-VIS spectrophotometer.Sunscreen potential determination of rambutan rind extract is done based on the SPF value measured at a wavelength of 290-400 nm, the calculation method% of% Te and Tp at a wavelength 292.5 to 372.5 nm at concentration 10, 20, 40, 80, and 160 ppm by using a UV-VIS spectrophotometer.The results Showed that the SPF value of the extract at concentration of 10 ppm, 20 ppm, 40 ppm, 80 ppm, and 160 ppm respectively were 1.12; 1.23; 1.56; 2,37; and 5.32.The value of% Te at concentration of 10 ppm, 20 ppm, 40 ppm, 80 ppm, and 160 ppm respectively were 77.21; 62.87; 38.86; 16.18 and 3.10. The value of% Tp at concentration of 10 ppm, 20 ppm, 40 ppm, 80 ppm, and 160 ppm respectively were 88.01; 81.62; 68.41; 49.65 and 25.16. Obtained from the values, rambutan rind extract at concentration of 80 ppm has an SPF value of 2:37 the which means it has the potential for a minimum of sunscreen protection while at a concentration of 160 ppm, it has an SPF value of 5:32 the which means it has the potential of middle sunscreen protection. Rambutan rind extract at concentration of 80 ppm has a potential to protect against UV rays in suntan category with the value of percent tranmission erythema (% Te) by 16.18 and percent transmission of pigmentation (% Tp) by 49.65. At concentration of 160 ppm, it has a potential to protect against UV rays in extra protection category with the value of percent tranmission erythema (% Te) by 36.18 and percent transmission of pigmentation (% Tp) by 25.16 roomates includes in total blocks category.
FORMULASI, KARAKTERISASI DAN UJI PENETRASI IN VITRO PATCH EKSTRAK BIJI KOPI ROBUSTA (COFFEA CANEPHORA) SEBAGAI SEDIAAN ANTI SELULIT Isriany Ismail; Surya Ningsi; Naswina Putrianti
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 2 No 3 (2014): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v2i3.2117

Abstract

Cellulite is a very common topographical alteration in which the skin acquires an "orange peel". Caffeine is the classification which can be used as an anti-cellulite in patch. The basic material used is Robusta coffee bean extract (Coffea canephora), which has a high caffeine content. This study aimed to knowing how much Chitosan polymer and HPMC ratio which can produce a patch with the characteristics and good penetration and show its releasing profile. Patch madewith chitosan concentrations : HPMC1:1 (formula I), 2:1 (formula II), and 1: 2 (formula III) by increasing in glycerin as plastizier and Tween 80, penetration enhancers used solvent casting method. The penetration ability was tested as in vitro by Franz diffusion instrument modified in using the human cadaver skin. Penetration test performed for two hours with sampling in the minute, 5 10, 15, 45, 60, 90 and 120. Each sampling measured on UV-Vis spectrophotometer. The results obtained were the three formulasy characteristics of a good patch with the varying releasing profiles. Formula I and II showed the Higuchi’s releasing profile, while the formula III showed zero-order releasing profile.
PENENTUAN TOKSISITAS FRAKSI EKSTRAK ETANOL BIJI BUAH SALAK (Salacca zalacca (Gaert.) Voss) ASAL KABUPATEN ENREKANG TERHADAP LARVA Artemia salina Leach DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST Surya Ningsi; A.Armisman Edy P; Hamida Hamida
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 6 No 2 (2018): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v6i2.6754

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menentukan efek toksik dari fraksi ekstrak etanol biji buah salak (Salacca zalacca (Gaert.) Voss) terhadap larva Artemia salina Leach dengan menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) serta menentukan golongan senyawa yang terkandung dalam fraksi dengan nilai LC50 terkecil. Biji buah salak diekstraksi dengan pelarut etanol menggunakan metode refluks. Fraksinasi ekstrak etanol dilakukan dengan menggunakan kromatografi cair vakum dan diperoleh tiga fraksi gabungan yaitu fraksi A, B dan C. Uji toksisitas dilakukan dengan menggunakan larva udang Artemia salina Leach dan efek toksik diidentifikasi dengan persentase kematian larva udang menggunakan analisis probit.  Dari Hasil penelitian diperoleh bahwa ketiga fraksi A, B dan C memiliki nilai LC50 masing-masing sebesar 0,170 µg/ml; 0,988 µg/ml; dan 2,654 µg/ml. Hasil identifikasi fraksi A dengan efek toksik terbesar menunjukkan adanya kandungan senyawa aktif golongan triterpen dan steroid. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ketiga fraksi bersifat toksik dan berpotensi sebagai antikanker dimana fraksi A menunjukkan efek toksik yang lebih besar dibandingkan fraksi lainnya.
ANALISIS KADAR FLAVONOID TOTAL PADA EKSTRAK DAUN SIRSAK (ANNONA MURICATA L.) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS. Mukhriani Mukhriani; Faridha Yenny Nonci; Siti Munawarah
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 3 No 2 (2015): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v3i2.2201

Abstract

A research on the determination of the total flavonoid content of 70% ethanol extract and n-hexane extract of leaves of soursop(Annona muricata L.). The purpose of this study was to determine levels of total flavonoids, contained in soursop leaf extract (Annona muricata L). Extraction of chemical constituents from leaves of soursop(Annonamuricata L.) done by maceration method using 70% ethanol. To determine the flavonoid compounds in the sample extracts, compound analysis is carried out using UV-Vis spectrophotometer. The results were obtained levels of total flavonoids of the soursop leaf (Annona muricata L). Of 70% ethanol extract was 2,82%. And n-hexane extract was 4,48 %. So the total flavonoid content of the extract of soursop leaf (Annona muricata L.) by 7.3% .
PERBANDINGAN PEMBERIAN MADU LOKAL BUNGA CENGKEH (Syzygium aromaticum) DAN MADU IMPOR BUNGA MANUKA (Leptospermum scoparium) SECARA TOPIKAL TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA MENCIT PUTIH (Mus musculus) Abdul Wahid Jamaluddin
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Farmasi Edisi November
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v8i2.10040

Abstract

Luka merupakan trauma fisik mengakibatkan kulit terbuka. Luka merupakan jalur masuk bagi mikroorganisme dari luar penyebab infeksi. Dahulu madu dimanfaatkan untuk mengobati luka bakar dan luka sayat. Madu memiliki keunggulan yakni memiliki hidrogen peroksida, eugenol dan methylglyoxal yang merupakan antibiotik yang unggul. Penelitian ini dilakukan dengan uji ekperimental. Hewan coba dibagi dalam 4 kelompok. Setiap kelompok diberikan perlakukan antara lain: dengan pemberian madu lokal, madu impor, dan salep povidone iodine (kontrol positif), dan kelompok kontrol negatif tanpa perlakuan. Dilanjutkan pemantauan dan pencatatan untuk proses penyembuhan tiap kelompok. Hal ini diukur dengan indikator antara lain: luas luka, kelembaban luka, warna, serta perubahan keropeng. Pada penelitian ini ditemukan bahwa dengan pemberian madu mempercepat proses penyembuhan luka dibandingkan dengan pemberian air dan povidone iodine (p<0,05). Selain itu ditemukan madu lokal memberikan efek penyembuhan luka yang lebih cepat dibandingkan madu impor. Pemberian madu memberikan efek yang lebih baik terhadap penyembuhan luka. Dibandingkan dengan pemberian salep Povidone iodine dan tanpa perlakuan.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DARI BEBERAPA EKSTRAK KULIT BATANG JAMBLANG (Syzygium cumini) MENGGUNAKAN METODE PEREDAMAN RADIKAL 2,2-DIPHENYL-1-PICRYLHYDRAZYL (DPPH) Fitriyanti Jumaetri Sami; Syamsu Nur; Sukriani Kursia; Sahibuddin A Gani; Trito Reski Sidupa
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 4 No 4 (2016): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v4i4.2249

Abstract

Jamblang (Syzygium cumini) merupakan salah satu buah lokal Indonesia. Semua bagian tanaman ini dapat digunakan untuk pengobatan salah satunya sebagai antioksidan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan potensi antioksidan dari beberapa ekstrak kulit batang jamblang dengan menggunakan kuarcetin sebagai pembanding. Kulit batang jamblang diekstraksi secara refluks dengan menggunakan pelarut etanol, etil asetat, dan n-heksan kemudian di uji potensi antioksidannya. Hasil penelitian diperoleh nilai IC50 ekstrak etanol kulit batang jamblang sebesar 164,3 ppm, ekstrak etil asetat kulit batang jamblang sebesar 237,7 ppm, ekstrak n-heksan kulit batang jamblang sebesar 5235,6 ppm. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol kulit batang jamblang memberikan aktivitas antioksidan yang lebih kuat jika dibandingkan dengan ekstrak lainnya. Namun hasil tersebut masih lebih kecil jika dibandingkan dengan kuarcetin dengan nilai IC50 4,57 ppm.
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN IBU TERHADAP PENGGUNAAN ZINC DALAM TERAPI DIARE PADA ANAK BALITA DI APOTEK PLATUK JAYA SURABAYA Alifia Putri Febriyanti; Miranti Nugrahini
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v5i2.3421

Abstract

Diare  adalah  suatu  kondisi  dimana  seseorang buang air besar dengan konsistensi lembek atau cair, bahkan dapat berupa air saja dan frekuensinya tiga kali atau lebih dalam satu hari. Di Indonesia, diare masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat utama. Pengetahuan yang dimiliki ibu dalam penanganan diare pada anak juga dipengaruhi oleh tingkat pendidikan yang kemudian akan berpengaruh terhadap penggunaan obat-obatan dalam penanganan diare pada anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan ibu terhadap penggunaan zinc dalam terapi diare pada anak balita. Jenis penelitian yang dilakukan adalah observasional prospektif dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling dan responden didapatkan sebanyak 100 orang. Hasil penelitian dengan menggunakan chi-square diperoleh hasil signifikansi sebesar 0,528 (p > 0,05) dan nilai koefisien korelasi yang diperoleh sangat rendah yaitu sebesar 0,176, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan penggunaan zinc dalam terapi diare pada anak balita.
PENGARUH KONSENTRASI CARBOPOL 940 TERHADAP STABILITAS FISIK SEDIAAN MASKER EKSTRAK BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) SEBAGAI ANTI JERAWAT Munifah Wahyuddin; Ajeng Kurniati; Gusti Ayu Aridewi
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 6 No 1 (2018): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v6i1.5269

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasicarbopol 940 sebagai gelling agentdalam pembuatan sediaan masker ekstrak buah mengkuduyang memiliki sifat fisik dan stabilitas yang paling baik. Variasi konsentrasi carbopol 940 yang digunakan untuk formula I,II dan III yaitu 1%,1,5%, dan 2%. Stabilitas sediaan ditentukan melalui uji organoleptis, pH, viskositas, homogenitas, sineresis dan daya sebar sebelum dan setelah penyimpanan selama 6 siklus penyimpanan pada suhu 50C dan 25oC.          Hasil penelitian menunjukan bahwa Formula I dengan konsentrasi 1% memiliki sifat dan stabilitas fisik yang paling baik dengan nilai pH sebelum dan setelah penyimpanan dipercepat 6,3 menjadi 5,9, nilai viskositas sebelum dan setelah penyimpanan dipercepat 41360 cP menjadi 40560 cP, daya sebar sebelum dan setelah penyimpanan dipercepat4,2 cm menjadi 4,55 cm. Adapun homogenitas yang dihasilkan tidak ada partikel padat dan hasil sineresis yaitu tidak sineresis.

Page 11 of 23 | Total Record : 225