cover
Contact Name
Kukuh Kurniawan Dwi Sungkono
Contact Email
kukuh.kurniawan@lecture.utp.ac.id
Phone
+6281326666114
Journal Mail Official
jtsa@utp.ac.id
Editorial Address
Jl. M. Walanda Marimis No.31 Cengklik, Surakarta
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
ISSN : 28079418     EISSN : 25982257     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur dibentuk sebagai wadah publikasi karya ilmiah dibidang teknik sipil dan arsitektur.
Articles 350 Documents
“EVALUASI KINERJA RUAS JALAN DI JALAN SUMPAH PEMUDA KOTA SURAKARTA” (Study kasus : Kampus UNISRI sampai dengan Kantor Kelurahan Mojosongo) Sumina FT UTP
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 9 No. 13 (2011): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan jumlah kendaraan yang tinggi berdampak pada masalah lalu lintas di jalan raya, seperti yang terjadi pada ruas jalan Sumpah Pemuda. Ruas jalan ini merupakan penghubung kendaraan antar kota maupun antar propinsi, dari arah Jawa Timur menuju Jawa Tengah atau Jawa Barat maupun kearah sebaliknya. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran tentang arus lalu lintas saat sekarang serta prediksi pertumbuhan arus lalu lintas pada 15 tahun mendatang dan untuk mengetahui berapa kapasitas jalan, nilai derajat kejenuhan, kecepatan kendaraan, waktu tempuh, tingkat pelayanan jalan dan tingkat kecelakaan lalu lintas di jalan Sumpah Pemuda. Hasil penelitian ruas jalan Sumpah Pemuda merupakan daerah permukiman  panjang 2,4 km, lebar jalur 11,6 m dan lebar trotoar 1,5 m. Tipe jalan saat sekarang  (4/2 UD) dan termasuk jalan kelas II A dengan ciri arus lalu lintas cukup tinggi, kontruksi perkerasan dengan Aspal beton (hot mix), dari hasil perhitungan didapatkan Kecepatan arus bebas ruas jalan Sumpah Pemuda saat sekarang adalah 46,08 km/jam, Kapasitas jalan 4904 smp/jam, Nilai Derajat Kejenuhan (DS) 0,35, kecepatan sesungguhnya sebesar 45,0 km/jam, Waktu tempuh  0.053 jam, termasuk tingkat pelayanan B. Dengan pertumbuhan lalu lintas sebesar 6,5% per tahun maka pada tahun 2025 untuk jalan 4/2 UD diperoleh DS 0,89 , kecepatan sesungguhnya sebesar 34,0 km/jam, waktu tempuh 0,071 jam dan termasuk tingkat pelayanan E, sehingga diperlukan peningkatan kapasitas jalan. Pelebaran jalan dan penambahan jalur lalu lintas menjadi 18,0 m (6/2 D) didapatkan data DS=0,48 dan kecepatan sesungguhnya sebesar 49,5 km/jam, waktu tempuh 0,048 jam dan termasuk dalam tingkat pelayanan B, atau perubahan jalan menjadi satu arah (3/1) diperoleh data DS=0,41 dan kecepatan sesungguhnya sebesar 58,1 km/jam, waktu tempuh 0,041 jam, sehingga termasuk tingkat pelayanan B. Hal ini menunjukkan volume dan kepadatan rendah serta kecepatan dapat dipilih sesuai dengan kehendak pengemudi.
KELEBIHAN DAN KELEMAHAN PENGGUNAAN BETON BERTULANG TERHADAP KAYU PADA KONSTRUKSI KUDA-KUDA Tri Hartanto
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 9 No. 13 (2011): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan tentang sistim struktur dan konstruksi, dan teknologi bahan sangat erat sekali hubungannya dengan arsitektur. Hal ini dapat menimbulkan dan memberikan banyak inspirasi sehingga banyak rancangan arsitektur dapat diwujudkan dalam bentuk fisik. Sebagai contoh dalam membangun sebuah rumah tinggal, berawal dari konsep dan rancangan disain gambar akan terwujud menjadi bangunan fisik  yang nyata. Dewasa ini perkembangan sistim struktur konstruksi dan teknologi bahan untuk bangunan sangat pesat. Perkembangan ini merupakan akibat dari pengembangan pengetahuan tentang prinsip-prinsip struktur, pengetahuan tentang bahan dan pengembangan peralatan yang menunjang terknologi konstruksi. Di samping itu perkembangan ilmu-ilmu  lain yang turut mendukung berkembangnya struktur konstuksi dan teknologi bahan. Namun perkembangan tersebut kadangkala tanpa dibarengi dengan pemahaman, sehingga dalam penerapannya masih banyak mengandung kelemahan-kelemahan. Misalnya penggunaan kuda-kuda beton pada rumah tinggal, yang sekarang ini banyak terjadi masih perlu diperhitungkan kekurangan dan kelebihannya. Karena lazimnya kuda-kuda terbuat dari teknologi bahan kayu. Bentuk dan gaya arsitektur selalu berhubungan erat dengan konstruksi dan bahan bangunan. Beton bertulang merupakan teknologi bahan yang sering dipakai untuk struktur dan konstruksi bangunan. Beton bertulang dengan komposisi beton (campuran antara: semen, pasir, kricak) mampu untuk menerima beban tekan, dan tulangan (besi beton) sangat kuat menahan tarik, kombinasi tersebut sangat efektif untuk konstruksi yang menerima beban tekan dan tarik, misalnya konstruksi kuda
KLAIM KONSTRUKSI (STUDI KASUS: PEKERJAAN PENGADAAN GEDUNG KESEHATAN PADA BALAI BESAR KESEHATAN PARU MASYARAKAT SURAKARTA) Herman Susilo
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 8 No. 12A (2010): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Klaim merupakan bentuk atau cara permohonan atau permintaan tambahan waktu, biaya atau kompensasi yang lain di dalam suatu pekerjaan konstruksi. Klaim akan lebih memungkinkan di terima, jika di dalam kontrak sudah terdapat klausula mengenai klaim. Sayangnya di dunia jasa konstruksi di Indonesia klausula klaim masih sangat jarang dimasukkan ke dalam dokumen kontrak, sebab masih banyak yang belum memahami tentang klaim atau memahami klaim sebagai tuntutan, dimana orang yang mengajukan klaim dianggap orang yang suka menuntut dan susah diatur. Oleh karena itu, perlu adanya pemahaman mengenai klaim dimana arti klaim dari kepustakaan barat menyatakan bahwa klaim adalah suatu permintaan (demand). Klaim di dunia konstruksi adalah klaim yang timbul dari atau sehubungan dengan pelaksanaan suatu pekerjaan jasa konstruksi antara pengguna jasa dan penyedia jasa atau pemasok bahan atau antara pihak luar dan pengguna / penyedia jasa yang biasanya mengenai permintaan tambahan waktu, biaya atau kompensasi lain (Nazarkhan Yasin, 2004). Proyek pekerjaan Pengadaan Gedung Kesehatan pada Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Surakarta dikerjakan oleh PT. Karya Kencana Mukti, sedangkan proses perencanaannya dikerjakan oleh konsultan CV. MEDESAIN serta Konsultan Pengawas CV. AFIAT. Proyek pekerjaan Pengadaan Gedung Kesehatan pada Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Surakarta ini dalam pelaksanaanya mengalami permasalahan-permasalahan yang berakibat kerugian pada pihak kontraktor, sehingga pada akhirnya pihak kontraktor mengajukan klaim (permintaan atau permohonan) kepada pihak pengguna (user). Dari hasil pembahasan pada proyek pekerjaan Pengadaan Gedung Kesehatan pada Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Surakarta Tahun Anggaran 2007 didapatkan beberapa kesimpulan sebagai berikut : Klaim pertama mengenai perpanjangan waktu pelaksanaan dimana pada dokumen kontrak pelaksanaan berakhir pada tanggal 4 Desember 2007 setelah melalui kesepakatan disetujui penambahan waktu pelaksanaan pekerjaan berakhir sampai tanggal 31 Desember 2007. Klaim kedua terjadi pada pembangunan gedung Aula dimana terdapat penambahan item pekerjaan yaitu peninggian elevasi lantai Aula setinggi 40 cm. Sesuai kesepakatan biaya penambahan item pekerjaan tersebut diambilkan dari pengurangan volume pekerjaan Paving halaman. Klaim ketiga terjadi juga karena terdapat penambahan item pekerjaan peninggian elevasi Paving halaman. Sesuai kesepakatan biaya penambahan item pekerjaan tersebut juga diambilkan dari pengurangan volume pekerjaan Paving halaman.
PERWUJUDAN SIMBOLISME TATA HIJAU SITIHINGGIL UTARA KERATON SURAKARTA HADININGRAT PADA ASPEK PERANCANGAN ARSITEKTUR Rully Rully
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 8 No. 12A (2010): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tumbuhan yang ditanam pada Sitihinggil Utara memiliki penataan yang terencana (planting design) sehingga tujuan perencanaan kawasan tersebut dapat tercapai, yaitu melalui aura yang diwujudkannya.  Menurut GPH Poeger, tanaman di Sitihinggil Utara memiliki makna simbolis dan kekuatan gaib yang dipancarkannya, semua penanaman pohon di Keraton Surakarta adalah atas perintah raja,setelah mendapat petunjuk dari Tuhan, tujuan penanamannya untuk mendapatkan kekuatan gaib, yang dipancarkan oleh tanaman tersebut, yang berguna untuk menyelaraskan, menyeimbangkan, dan melindungi dari pengaruh buruk agar tidak masuk ke dalam Keraton. Pembahasan mengenai tata hijau pada Sitihinggil Utara pada penelitian ini dibatasi pada tanaman yang mempunyai makna simbolis dan peran serta waktu penanaman yang relatif lama. Komponen ruang luar pada Sitihinggil Utara Keraton Kasunanan Surakarta Hadingrat berupa tata hijau, secara hirarki memiliki nilai yang lebih rendah dibandingkan dengan bangunan-bangunannya , komponen-komponen tersebut merupakan perwujudan pendukung makna simbolis utama Sitihinggil Utara serta aura magis yang ditimbulkan oleh bangunan inti dan bangunan penunjangnya
ANALISIS GELOMBANG KEJUT PADA JALAN BEBAS HAMBATAN (Studi Kasus Jalan Tol Surabaya - Gempol) ANDI SAIFUL AMAL; ANDY SAIFUL AMAL
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 3 No. 7 (2006): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan tol adalah jalan berkapasitas tinggi yang menghubungkan kota-kota yang mempunyai intensitas pergerakan tinggi sehingga hams dapat dijamin pergerakan lalu lintasnya selancar mungkin. Akan tetapi tidak dapat dihindari adanya hambatan yang dapat terjadi di jalan tol, misalnya kecelakaan yang mengharuskan ditutupnya sebagian atau seluruh lajur jalan. Gelombang kejut (schock wave) didefinisikan sebagai arus pergerakan yang timbul disebabkan adanya perbedaan kerapatan dan kecepatan lalu lintas di ruas jalan. Perbedaan kerapatan dan kecepatan tersebut disebabkan adanya penyempitan. Dengan analisis gelombang kejut dapat dihitung berapa panjang antrian yang terjadi dan berapa lama waktu yang dibutuhkan agar keadaan menjadi normal setelah hambatan ditiadakan, dengan mengumpulkan data dilapangan yaitu data arus lalu lintas, kecepatan sesaat kendaraan serta simulasi kecelakaan atau penutupan lajur. Kemudian dianalisis dengan menggunakan persamaan untukkinerja lajur dan secara statistik hubungan antara panjang antrian dengan lama penutupan dan lama penutupan dengan gelombang kejut. Hasil analisis dari kinerja lajur, yaitu model Greenshield untuk volume-kecepatan, model Greenberg untuk kecepatan-kepadatan dan model Underwood untuk kepadatan - volume. Sedangkan untuk hasil dari persamaan hubungan panjang antrian-lama penutupan diperoleh persamaan regresi linier, yaitu Y = 2.1534 X - 189.93, dengan R = 0.982 untuk penutupan 3.75 meter dan Y = 0.0235 X - 2.001, dengan R2 = 0.967 untuk hubungan gelombang kejut-lama penutupan.
ANALISA BIAYA PROYEK KONSTRUKSI DITINJAU DARI UPAH DAN HARGA BAHAN ISNARNO FT UTP
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 4 No. 8 (2007): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Estimasi biaya merupakan unsur penting dalam pengehlaan biaya proyek secara keseluruhan, Estimasi biaya adalah proses perhitungan volume pekerjaan dan harga satuan dari beberapa jenis pekerjaan, Harga satuan pekerjaan terdiri dari analisa tenaga kerja dan analisa bahan yang akan terjadi pada suatu kontruksi. Sesuai tidaknya suatu estimasi biaya dengan biaya sebenarnya, sangat tergantung dari kepandaian dan keputusan yang diambil oleh si penaksir atau si estimator berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya. Kajian ini bertujuan menganalisa harga satuan pekerjaan, sehingga diperoleh ketepatan pada saat menghitung biaya Untuk memperoleh ketepatan pada saat menghitung biaya proyek diperlukan beberapa ketentuan: estimator Hants mempunyai kualifikasi yang baik; dalam menentukan upah tenaga berdasarkan pada indek biaya hidup dan tingkat kehidupan; serta memperhitungkan hal-halyang mempengaruhi harga satuan upah; koejisien tenaga kerja dan koefisien bahan pada suatu jenis pekerjaan dihitung sesuai dengan spesifikasi pekerjaan.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENILA1AN PENGGUNA JASA /KLIEN PRO YEK KONSTRUKSI DALAM PROSES PEMILIHAN KONTRAKTOR ISNARNO FT UTP SKA
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 3 No. 7 (2006): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemilihan kontraktor merupakan salah satu tahapan penting yang menentukan keberhasilan proyek konstruksi. Karena itu. dalam tahap prakualifikasi untuk memilih kontraktor, seharusnya terdapat faktor kriteria seleksi yang lebih baik, disamping faktor harga penawaran yang diajukan kontraktor. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang dianggap penting bagi pengguna jasa I klien proyek konstruksi dalam proses pemilihan kontraktor yang meliputi: faktor kemampuan peralatan, kemampuan personil, keuangan, pengalaman kerja, Catalan kegagalan, penerapan asuransi dan keselamatan kerja, serta faktor-faktor lain. Penelitian ini juga mengkaji ranking dan bobot tiap faktor sehingga dapat diterapkan pada sebuah model penilaian prakualifikasi untuk subdinas di lingkungan Dinas Kimpraswil. Hasildari penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan-perbedaan diantarapara responden ketika mereka menilai faktor yang dianggap penting dan berpengaruh dalam proses pemilihan kontraktor. Perbedaan lersebut ternyata banyak dipengaruhi oleh adanya perbedaan latar belakang instansi dan spesifikasi / kebutuhan proyek yang ada. Hasil Aritmatic Mean menunjukan urutan bobot faktor: (1) Faktor kemampuan keuangan / fmansiil kontraktor 16,25%, (2) Faktor pengalaman kerja!5,36%, (3) Faktor personil perusahaan kontraktor 14.58%, (4) Faktor kemampuan peralatan 14,28%, (5) Faktor Catalan kegagalan kerja 13,72%, (6) Faktor penerapan asuransi dan keselamatan kerja 12,98%, (7)Faktor domisili dan Iain-lainl2,83%. Modelpenilaian prakualifikasi kontraktor selanjutnya dapat digunakan di subdinas yang ada di lingkungan Dinas Kimpraswil.
MANAJEMEN KINERJA PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI Gatot Nursetyo
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 3 No. 7 (2006): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknya stakeholder yang terlibat dalam kegiatan industrijasa konstruksi menuntut perusahaan atau organisasi konstruksi sebagai penyedia jasa konstruksi memiliki kinerja yang baik. Manajemen kinerja perusahaan jasa konstruksi menjadi persoaian serius, ketika disadari bahwa sifat hubungan dengan para stakeholder akan menentukan bagaimana dan sejauh apa faktor hubungan kerja akan mempengaruhi kinerja perusahaan. Makin jelas dan erat hubungan kerja tersebut, makin besar pula pengaruh yang dimiliki oleh pekerja jasa konstruksi terhadap kinerja organisasi / perusahaan jasa konstruksi, dalam rangka memberi kepuasaanpenggunaanjasa konstruksi (konsumen). Kajian ini dimaksudkan untuk menggambarkan adanya berbagai pendekatan dalam memanage hubungan dengan stakeholder sebuah perusahaan jasa konstruksi (konsultan/kontraktor). Pendekatan manajemen kinerja seperti apa yang perlu dijalankan, tergantung dari beberapa hal. Lingkungan yang dihadapi antara satu perusahaan dengan perusahaan lain, tentu berbeda, tergantung dari domain yang dipilihnya. Kajian ini menelaah pada manajemen kinerja yang berhubungan dengan pihak stakeholder internal perusahaan jasa konstruksi.
A PROJECT EVALUATION IN SURAKARTA (A Case Project of Order and Built in Taman SumberAsri Housing) DIAN ARUMNINGSIH DIAH P.
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 3 No. 7 (2006): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Housing business is an effort done by developers to gain profits from the offered investments. In developing housing business, there are two functions that the developers should carry on; the busi­ness and technical function. The Business function means that every cost should mutually affect incomes or profits. The tecnical function means that developers should build houses with their facilities for the consumers. This research purposes to evaluate time and cost at the Development of Order and Build Housing in Taman Sumber Asri Housing Project in Surakarta. This research used Critical Path Method (CPM), Curve S and Bar Chart. At the Development of Order and Build housing process, there hap­pened accelerations at elapsed time in which the project was conducted, so that the project retained the cost reduction from the planed budget initially. The concept of result value, or the term known as earned value method, which generally can be ident ivied by the integrity of cost and time technique, has the basic concept of the progress evaluation at the progress of the process infield, with 2 variables scales; the time and cost variable. The research result showed the difference of cost at Rp. 2,182,445, -, retained from the initial budget ofRp. 107,193,550 - (Housing type 80/140. the land price and land tax were excluded) into Rp. 105, Oil, 105. Based on time estimations, it was calculated the time for building the house was 15,673 weeks. According to the plan, the housing would be finished in 16 weeks, so that there happened an acceleration of 0.327 weeks from the initial plan. For the totally 5 years in finishing the project, in 2years 5 months, the project have been accomplished that it underwent time acceleration of 2 years and 7 month, or 31 months. From the project cost view, the project gained profits as much as Rp 1,797,046,572,-
PENGARUH ABU AMPAS TEBU SEBAGAI BAHAN SUBSTITUSI SEMEN TERHADAP SIFAT KADAP AIR BETON SRI HARYONO
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 6 No. 10 (2009): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abu ampas tebu memiliki kandungan unsur silika (SiO2) yang cukup tinggi apabila dilakukan pembakaran dengan suhu secara terkontrol. Dari penelitian yang dilakukan dengan menggunakan abu ampas tebu dari Pabrik Gula Mojo – Sragen – Jawa Tengah, pada temperatur pembakaran 700° C selama 60 menit, kandungan silika ( SiO2) abu ampas tebu tercatat sebesar 86,20 %. Penelitian ini mengkaji pengaruh abu ampas tebu sebagai bahan substitusi semen pada campuran beton dan pengaruhnya terhadap rembesan air (kekedapan) beton.  Prosentase jumlah abu ampas tebu sebagai bahan substitusi sebesar 10%, 15 %, 20 %, 25 %, 30 % dan 35 % dari berat semen. Dari hasil penelitian, substitusi abu ampas tebu sebesar 15 % dari berat semen,. Pengujian benda uji pada umur beton 28 dan 56 hari besarnya serapan air (absorbsi) untuk beton kontrol sebesar 4,61% dan 4,38 %, sedangkan untuk beton dengan substitusi abu ampas tebu sebesar 15 % sebesar 2,73 % dan 2,60 % untuk lama perendaman 24 jam. Sedangkan dari pengujian penetrasi air ke dalam beton, untuk beton dengan substitusi abu ampas tebu 15 %, rembesan air pada tekanan air sebesar 3 bar selama 24 jam, 7 bar selama 24 jam, 1 bar selama 48 jam mengalami penurunan masing – masing sebesar  10 %, 12,50 %, dan 7,14 % dari beton kontrolnya.

Page 10 of 35 | Total Record : 350


Filter by Year

2001 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 30 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 30 No 1 (2025): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol 29 No 2 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol 29 No 1 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 28 No. 2 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 28 No. 1 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 27 No. 2 (2022): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 27 No. 1 (2022): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 26 No. 2 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 26 No. 1 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 25 No. 2 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 25 No. 1 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 24 No. 2 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 24 No. 1 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 23 No. 27 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 22 No. 26 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 21 No. 25 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 20 No. 24 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 19 No. 23 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 18 No. 22 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 17 No. 21 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 16 No. 20 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 15 No. 19 (2014): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 14 No. 18 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 13 No. 17 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 12 No. 16 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 11 No. 15 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 10 No. 14 (2011): jurnal teknik sipil dan arsitektur Vol. 9 No. 13 (2011): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 8 No. 12A (2010): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 8 No. 12 (2010): jurnal teknik sipil dan arsitektur Vol. 7 No. 11 (2010): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 6 No. 10 (2009): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 5 No. 9.A (2008): JURNAL TEKNIL SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 5 No. 9 (2008): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 4 No. 8 (2007): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 3 No. 7 (2006): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 2 No. 6 (2003): jurnal teknik sipil dan arsitektur Vol. 2 No. 5 (2003): JURNAL TEKNIL SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 2 No. 4 (2002): jurnal teknik sipil dan arsitektur Vol. 2 No. 2 (2001): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 1 No. 3 (2001): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 1 No. 2 (2001): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR More Issue