cover
Contact Name
Kukuh Kurniawan Dwi Sungkono
Contact Email
kukuh.kurniawan@lecture.utp.ac.id
Phone
+6281326666114
Journal Mail Official
jtsa@utp.ac.id
Editorial Address
Jl. M. Walanda Marimis No.31 Cengklik, Surakarta
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
ISSN : 28079418     EISSN : 25982257     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur dibentuk sebagai wadah publikasi karya ilmiah dibidang teknik sipil dan arsitektur.
Articles 350 Documents
PEMAKAIAN BEGESTING PADA GEDUNG BERTINGKAT Kusdiman Joko Priyanto
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 1 No. 3 (2001): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada setiap pembangunan gedung khususnya gedung bertingkat selalu dibutuhkan adanya alat bantu berupa konstruksi begesting. Begesting merupakan konstruksi yang bersifat sementara, yang cara kerjanya merupakan satu kesatuan dengan acuan dan perancah untuk membentuk dan menempatkan beton bertulang pada kondisi yang dikendaki,misalnya untuk mencetak dan membentuk plat lantai, balok, kolom dan sloof. Konstruksi begsting harus direncanakan sedemikian hingga mampu untuk menahan beban yang bekerja baik beban mati ( dead load ) maupun beban hidup ( live load ), yang meliputi beban berat sendiri, beton segar, beban berguna, peralatan, pekerja dan beban lain selama masa pelaksanaan. Dalam pelaksanaan konstruksi begesting perlu mempertimbangkan dan memperhitungkan beberapa aspek, antara lain adalah mutu bahan begesting dan kesesuaian pemakaian begesting. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui tingkat kelayakan bahan yang dipakai dan pemakaian konstruksi begesting yang tepat, aman ekonomis.
KOORDINASI PENGATURAN LAMPU LALU LINTAS (Studi kasus : Ruas Jalan Prof.Dr.Sorharso-Adi Sucipto-A.Yani-Adi Soemarmo) Luki Primantari FA
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 1 No. 3 (2001): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di daerah perkotaan permasalahan transportasi semakin meningkat dan salah satu cara untuk mengurangi permasalahan tersebut adalah dengan mengkordinasikan lampu lalu lintas antar persimpangan. Tujuan penelitian ini untuk mengkordinasikan lampu lalu lintas yaitu pada ruas jalan, dan ruas jalan Prof.Dr.Sorharso-Adi Sucipto-A.Yani-Adi soemarmo tersebut terdiri dari 5 simpang yang membentuk ruas arterial, dimana dari simpang 1 sampai simpang 2 arusnnya searah sedangkan simpang 3 arusnya dua  arah .Koordinasi lampu lalu lintas antar simpang, analisisnya digunakan program transit dan program optimasi offset. Kedua program tersebut memerlukan data input yang diperoleh dari survey di lapangan dan sebagian lagi data sekunder. Output dari kedua program tersebut tidak dapat dibandingkan satu sama lainnya, karena penggunaan arus pada input data berbeda. Program TRANSYT memberikan output sebelum dan sesudah dikoordinasikan performance index (PI) mengalami perubahan pagi, siang, dan sore hari :-16,45%,-6496% dan -86,05%, tundaan : -16,73%,-65,53% dan -86,56%, number of stops : -13,70%,-14,49% dan -39,26% dan kecepatan rata-rata : 9,4%, 123,07%,dan 233,33%. Output program Transyt dan program optimasi offset memberikan nilai offset sehingga simpang satu dengn yang lainnya bias dikoordinasikan. Selain itu kedua program tersebut memberikan perubahan waktu perjalanan sebelum dan setelah koordinasi masing-masing program TRANSYT perubahan yang terjadi pada pagi,siang dan sore hari sebesar -37,6%, -42,5%, dan -27,1% sedangkan pada program optimaso offset perubahan sebesar -29%, -27,1%, -27,1%. Program TRANSYT apat dilakukan beberapa optimasi, diantarannya pengaturan kembaliwaktu siklus yang memberikan performance index minimum. Optimasi yang lain yaitu mencari panjang siklus optimum, pada studi ini panjang siklus yang optimum pada pagi, siang dan sore hari masing-masing 100, 120,dan  90 detik.
PERAN TAMAN BALEKAMBANG SEBAGAI PEMBENTUK ESTETIKA KOTA Danarti Karsono
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 9 No. 13 (2011): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman Balekambang adalah area  seluas 10 ha yang merupakan sebuah simbol kebesaran Swapraja Mangkunegaran, merupakan asset Kota Surakarta dan mempunyai nilai histories, serta nilai budaya yang tinggi mempunyai fasilitas rekreasi yang potensial untuk dikembangkan meliputi rekreasi air, rekreasi hiburan, dan rekreasi alam, selain sebagai daerah resapan air dan tata air kota. Taman Balekambang  juga difungsikan menjadi taman rekreasi untuk memperindah tata ruang kota. Mangkraknya kawasan Balekambang nampaknya memaksa sebuah revitalisasi, dan revitalisasi saat ini telah terealisas. Pemerintah Kota Surakarta  merevitalisasi taman Balekambang, mengembalikan kejayaan masa lampaunya dengan tidak menghilangkan konsep aslinya, yakni sebagai hutan buatan dan ruang publik yang juga berfungsi sebagai daerah resapan air dan paru-paru kota. Dalam revitalisasi penataan Taman Balekambang sebagai taman kota, kebutuhan sarana dan prasarana taman mendapat perhatian utama karena nilai-nilai estetika taman merupakan hal yang sangat penting untuk diolah secara keseluruhan dan berkinambungan. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui perancangan sebuah taman yang mengacu pada komponen perancangan lansekap, sehingga taman dapat ditata dengan baik secara fungsional dan estetis. Setelah melakukan kajian  dan pembahasan, dapat diketahui bahwa Taman Balekambang menerapkan unsur-unsur perancangan lansekap, prinsip perancangan lansekap dan aplikasi perancangan lansekap dengan baik. Pemerintah Kota Surakarta telah merevitalisasi, dengan tidak meninggalkan nuansa yang pernah ada yakni  kejayaan masa lalunya untuk  kembali diangkat sebagai penguat citra taman tersebut. Pemugaran dan penambahan fasilitas estetik taman yang berupa bangku tempat duduk, rancangan sirkulasi yang didesain dengan batuan, paving berornamen membuat nyaman penggunanya, penambahan sanitasi dan aspek kebersihan juga menjadi salah satu keunggulan dari taman ini. Lahan Parkir dan Fasilitas hot spot menjadikan Taman Balekambang tidak hanya sebagai tempat rekreasi keluarga tetapi juga sebagai taman edukasi dengan  pengadaan rusa- rusa yang bebas berkeliaran dan tanaman langka menjadikan Balekambang benar-benar seperti yang diinginkan masyarakat yakni memunculkan kembali kejayaan masa lalu  dan saatnya sekarang  untuk dipelihara karena taman ini  sarat manfaat dan sejarah
SPESIALISASI TEKNIK SIPIL Dian Arumningsih Diah Purnamawanti
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 9 No. 13 (2011): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini ilmu pengetahuan berkembang dengan pesat, dan para lulusan dari perguruan tinggi dituntut untuk mempunyai keahlian  di bidang masing-masing supaya dapat bersaing, jika sudah terjun ke masyarakat. Teknik Sipil adalah, cabang engineering yang sangat luas, mencakup tujuh bidang spesialisasi antara lain : Rekayasa Struktur, Manajemen dan Teknik Konstruksi, Teknik Transportasi, Geoteknologi, Rekayasa Sumber Daya Air dan Hidrolika, Teknik Lingkungan, Teknik Geodesi. Rekayasa Struktur bidang ini membahas tentang : Desain gedung-gedung bertingkat, Jembatan, Bangunan tangki, Menara, Waduk, dan lain-lain. Manajemen dan Teknik Konstruksi cabang ini mempelajari masalah dalam proyek konstruksi yang berkaitan dengan ekonomi, penjadwalan pekerjaan, pengembalian modal, biaya proyek, semua hal yang berkaitan dengan hukum dan perijinan bangunan hingga pengorganisasian pekerjaan di lapangan sehingga diharapkan bangunan tersebut tepat waktu. Teknik Transportasi cabang yang mempelajari mengenai sistem Transportasi dalam perencanaan dan pelaksanaannya, diantaranya : Jalan-jalan raya, Bandar udara, Pelabuhan laut, Sistem-sistem Transportasi umum. Geoteknologi mengacu pada penerapan Teknologi yang memanfaatkan lokasi spasial dalam visualisasi, pengukuran, menyimpan, mengambil, pemetaan, dan menganalisis fitur atau fenomena yang terjadi di bawah atau di atas bumi. Rekayasa Sumber Daya Air dan Hidrolika, bidang ini mencakup antara lain : Pengaliran air melewati parit, Saluran air buatan, Kanal, Waduk. Teknik Lingkungan, cabang yang mempelajari tentang : Pengelolaan limbah padat, Polusi udara dan air, Pengendalian pestisida, Bahaya limbah radio aktif, Teknik penyehatan. Geodesi adalah cabang dari ilmu matematika terapan, yang dilakukan dengan cara melakukan pengukuran dan pengamatan.
FAKTOR PENYEBAB TIMBULNYA MASALAH LIMBAH DI LINGKUNGAN PERUMAHAN RT 05/RW VII SOLO BARU DESA LANGENHARJO KEC.GROGOL KAB.SUKOHARJO Djoko Pratikto
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 9 No. 13 (2011): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah pada suatu lingkungan perumahan akan selalu menimbulkan masalah yang sangat serius , baik itu lingkungan perumahan yang baru dibangun oleh pengembang atau lingkungan perumaham tradisionil yang berkembang secara alamiah yang sudah ada sejak lama. Limbah yang berasal dari linkungan perumahan adalah limbah rumah tangga berupa sampah, tinja dari WC, limbah cair dari KM,dapur, tempat cuci dan limbah hujan. Limbah dari lingkungan perumahan ini apabila tidak ditata dan dikelola secara baik dan teratur dengan mengacu pada syarat teknis yang ada, akan menimbulkan dampak lingkungan yang negatif diantaranya adalah, terjadinya pencemaran lingkungan, gangguan kesehatan timbulnya wabah penyakit begitu juga terjadinya bencana banjir. Dampak lingkungan negatif dari limbah lingkungan perumahan ini terjadi juga di kawasan perumahan Solo Baru yang merupakan kawasan real estate yang dihuni sejak tahun 1986. Selama kurun waktu 26 (dua puluh enam) tahun permasalahan dari limbah ini selalu timbul tanpa ada pemecahan yang berarti. Melalui studi kasus dengan mengambil simple Lingkungan RT 05 RW VII Solo Baru Desa Langenharjo Grogol Sukoharjo yang merupakan bagian lingkungan terkecil dari kawasan perumahan Solo Baru ini dapat mengungkap faktor penyebab timbulnya pemasalahan limbah perumahan dan diharapkan akan didapatkan solusi alternative pemecahannya
KONDISI VENTILASI ALAMI BANGUNAN GEREJA BLENDUK SEMARANG Djumiko FT UTP
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 9 No. 13 (2011): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu faktor pertimbangan perancangan bangunan dalam konteks hemat energi adalah pemanfaatan faktor –faktor  iklim seperti matahari dan  angin, khususnya untuk penelitian ini menekankan pada pemanfaatan angin untuk ventilasi alami. Tujuan penelitian ini untuk mengungkapkan kualitas ventilasi alami Bangunan Gereja Blenduk Semarang, sebagai bangunan kuno yang berfungsi sebagai tempat  peribadatan. Metode penelitian berpendekatan kombinasi antara penelitian kualitatif dan  kuantitatif, kualitatif menggunakan teori sedangkan kuantitatif menggunakan alat ukur anemo meter. Hasilnya untuk ventilasi gaya thermal/ cerobong kurang memenuhi syarat, ventilasi gaya angin/ silang juga kurang memenuhi syarat. Penggunaan  kombinasi ventilasi  antara gaya thermal dan ventilasi silang hasilnya memenuhi syarat ventilasi alami dan kondisinya nyaman.
IDENTIFIKASI FUNGSI DAN FISIK ARSITEKTUR TRADISIONAL BADUY Studi Kasus: Kampung Cigoel Desa Kanekes, Lebak, Banten Dwi Suci Lestari
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 9 No. 13 (2011): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya fisik arsitektural, sering dianggap harus memenuhi kebutuhan manusia masa kini yang menganggap dirinya modern dengan segala kebutuhannya yang serba instan. Untuk itu banyak di antara pengguna arsitektur yang menganggap karya leluhur di masa lalu tidak sesuai dengan kebutuhan dan selera kekiniannya. Namun di antara masyarakat sedemikian itu masih terdapat pula yang masih teguh memelihara tradisi beserta pusaka budaya leluhurnya. Bahkan terdapat pula yang ekstrem menolak modernisasi. Masyarakat dimaksud, adalah masyarakat Baduy Luar, di Kampung Cigoel desa  Kanekes, kecamatan Leuwi Damar Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.yang diangkat sebagai kasus dalam penelitian deskriptik analitik yang bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi dan fisik arsitekturnya. Hasil penelitiannya unik: permukimannya yang berpola grid beraturan tertentu, memiliki fungsi bersama ruang terbuka antar rumah, lumbung dan rumah lesung. Rumahnya panggung, berorganisasi ruang dan penampilan sederhana, berfungsi-fungsi ruang khas, berbahan alami: kayu, bambu, ijuk, dan rumbia, berestetika arsitektur bersifat alami.
PENGARUH PERILAKU PEKERJA PEREMPUAN PADA PROYEK BANGUNAN TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA Eny Krisnawati
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 9 No. 13 (2011): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepuasan kerja secara umum menyangkut sikap seseorang mengenai pekerjaannya. Karena menyangkut sikap, pengertian kepuasan kerja mencakup berbagai hal seperti kondisi dan kecenderungan perilaku seseorang. Kepuasan-kepuasan itu tidak tampak serta nyata, tetapi dapat diwujudkan dalam suatu hasil pekerjaan. Salah satu masalah yang sangat penting dalam bidang psikologi industri adalah mendorong karyawan untuk bekerja dengan lebih produktif. Untuk itu, perlu diperhatikan agar karyawan sebagai penunjang terciptanya produktivitas kerja dalam bekerja senantiasa disertai dengan perasaan senang dan tidak terpaksa sehingga akan tercipta kepuasan kerja para karyawan. Kepuasan kerja akan berbeda pada masing masing individu. Sangat sulit untuk mengetahui ciri-ciri kepuasan dari masing-masing individu. Namun demikian, cerminan dari kepuasan kerja itu dapat terlihat dari perilaku individu.
Pelaksanaan Manajemen Mutu Total di Perusahaan Konstruksi Gatot Nursetyo
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 9 No. 13 (2011): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek pembangunan mendapatkan lebih besar beban dan lebih kompleks masalah, klien juga semakin menuntut standar yang lebih tinggi untuk pengiriman mereka. Manajemen mutu Total  (TQM) telah diakui sebagai filosofi manajemen sukses di industri manufaktur dan jasa. TQM juga dapat dirangkul dalam industri konstruksi untuk membantu meningkatkan kualitas dan produktivitas. Dua studi kasus konstruksi perusahaan menunjukkan : bagaimana TQM dapat berhasil diterapkan di industri konstruksi. Manfaat mengalami termasuk pengurangan biaya kualitas, baik kepuasan kerja karyawan karena mereka tidak perlu hadir untuk cacat dan keluhan klien, pengakuan oleh klien, pekerjaan yang dilakukan benar-benar dari awal, subkontraktor dengan sistem manajemen mutu yang tepat, dan hubungan dekat dengan subkontraktor dan pemasok. Ukuran kinerja TQM juga tercermin melalui komitmen manajemen puncak, pelanggan/keterlibatan dan kepuasan, keterlibatan karyawan dan pemberdayaan, hubungan pelanggan-pemasok, dan perbaikan proses dan manajemen. Akhirnya, kerangka kerja untuk menerapkan TQM dalam konstruksi dianjurkan.  
PENGGUNAAN METHODA PENDEKATAN BEDA HINGGA PADA ANALISIS PLAT ORTHOTROPIK Sri Haryono
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 9 No. 13 (2011): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Didalam beberapa hal solusi analitik (metoda keseimbangan dan energy) tidak selamanya dapat diterapkan dalam sejumlah persoalan-persoalan perhitungan lentur pada plat. Penggunaan pendekatan numeris dengan segala kemampuannya dapat dikembangkan untuk dapat memecahkan persoalan-persoalan desain yang rumit menjadi sebuah analisis secara praktis dan sederhana. Metoda beda hingga mampu menggantikan persamaan deferensial plat dan persamaan-persamaan yang harus didefinisikan dengan kondisi batas menjadi suatu persamaan beda hingga ekivalen. Dengan demikian pemecahan persoalan-persoalan lentur didalam plat dapat disederhanakan menjadi pemecahan persamaan-persamaan aljabar secara simultan untuk setiap nodal pada seluruh permukaan didalam plat. Didalam analisis plat-plat selama ini selalu digunakan asumsi bahwa plat merupakan struktur dengan bentuk dan jenis material yang isothropik  Didalam kenyataannya bagaimanapun juga plat-plat dengan bentuk dan jenis material anisothropic didalam penggunaannya sangat memegang peranan yang sangat penting, hal ini berkaitan dengan kekhususannya dalam hal kekakuan lenturnya yang sangat tinggi. Penggunaan metoda Navier untuk memecahkan persamaan defleksi, momen lentur dan tegangan pada plat secara analitik bagaimanapun juga cukup rumit didalam penyelesaiannya. Untuk itu dalam makalah ini akan disampaikan pendekatan beda hingga didalam menganalisis plat ortotropik dengan bantuan pola koefisien untuk oiperator beda hingga khususnya untuk plat-plat yang berbentuk persegi.

Page 9 of 35 | Total Record : 350


Filter by Year

2001 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 30 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 30 No 1 (2025): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol 29 No 2 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol 29 No 1 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 28 No. 2 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 28 No. 1 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 27 No. 2 (2022): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 27 No. 1 (2022): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 26 No. 2 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 26 No. 1 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 25 No. 2 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 25 No. 1 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 24 No. 2 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 24 No. 1 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 23 No. 27 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 22 No. 26 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 21 No. 25 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 20 No. 24 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 19 No. 23 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 18 No. 22 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 17 No. 21 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 16 No. 20 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 15 No. 19 (2014): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 14 No. 18 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 13 No. 17 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 12 No. 16 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 11 No. 15 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 10 No. 14 (2011): jurnal teknik sipil dan arsitektur Vol. 9 No. 13 (2011): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 8 No. 12 (2010): jurnal teknik sipil dan arsitektur Vol. 8 No. 12A (2010): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 7 No. 11 (2010): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 6 No. 10 (2009): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 5 No. 9.A (2008): JURNAL TEKNIL SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 5 No. 9 (2008): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 4 No. 8 (2007): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 3 No. 7 (2006): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 2 No. 6 (2003): jurnal teknik sipil dan arsitektur Vol. 2 No. 5 (2003): JURNAL TEKNIL SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 2 No. 4 (2002): jurnal teknik sipil dan arsitektur Vol. 2 No. 2 (2001): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 1 No. 3 (2001): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 1 No. 2 (2001): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR More Issue