cover
Contact Name
Kukuh Kurniawan Dwi Sungkono
Contact Email
kukuh.kurniawan@lecture.utp.ac.id
Phone
+6281326666114
Journal Mail Official
jtsa@utp.ac.id
Editorial Address
Jl. M. Walanda Marimis No.31 Cengklik, Surakarta
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
ISSN : 28079418     EISSN : 25982257     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur dibentuk sebagai wadah publikasi karya ilmiah dibidang teknik sipil dan arsitektur.
Articles 350 Documents
PENELUSURAN BENTUK ARSITEKTUR BANGUNAN STASIUN KERETA API JAMAN KOLONIAL DI YOGJAKARTA Djoko Pratikto
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 22 No. 26 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arsitektur kolonial merupakan ragam atau gaya arsitektur yang dibangun pada era Pemerintahan Kolonial Hindia Belanda. Bangunan-bangunan yang berkesan grandeur (megah) dengan gaya arsitektur Neo Klasik. Periode gaya arsitektur Kolonial berkembang sejak tahun 1884 yang sampai sekarang masih banyak yang berdiri dengan kokoh .Kota Yogjakarta banyak memiliki bangunan bangunan peninggalan jaman Belanda dengan gaya arsitektur kolonial, salah satu contoh bangunan peninggalan sejarah tersebut bangunan stasiun kereta api. UU RI No 5 Th 1992 pasal 1 & 2 tentang Perlindungan Bangunan Cagar Budaya bahwa, setiap benda yang mempunyai nilai sejarah dan budaya yang tinggi merupakan benda arkeologi serta berusia minimal 50 tahun wajib untuk dilestarikan serta dipertahankan dengan cara konservasi, renovasi maupun revitalasi.Penelitian dengan judul Penelusuran Bentuk Arsitektur Bangunan Stasiun Kereta Api Jaman Kolonial dilakukan karena adanya permasalahan bahwa banyak bangunan peninggalan jaman kolonial khususnya bangunan Stasiun Kereta Api di kota Yogjakarta ini yang sudah banyak mengalami perubahan baik berubah fungsi , bentuk bahkan sudah banyak yang mengalami kepunahan.Kajian dilakukan melalui penelusuran bentuk - bentuk bangunan stasiun yang masih ada, kemudian dilakukan penganalisaan dari bentuk bangunan stasiun satu dengan lainnya. Hasil dari penelitian ini diharapkan mendapatkan suatu cara atau metode dalam rangka untuk ikut melestarikan bangunan cagar budaya tersebut. Manfaat yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah dapat dipakai sebagai acuan atau pedoman dalam rangka kegiatan pelestarian bangunan dan pengembangan ilmu pengetahuan dalam bidang ilmu sejarah budaya bangsa.
PROSPEK REVITALISASI EKS PABRIK GULA COLOMADU KARANGANYAR TERHADAP PERKEMBANGAN KOTA KARANGANYAR DAN SURAKARTA DWI SUCI SRI LESTARI
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 22 No. 26 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eks  Pabrik  Gula  (PG)  Colomadu  Karanganyar  merupakan  salah  satu  dari dua  buah pabrik  gula  di Karanganyar  sebagai peninggalan  Sri Paduka  Mangkunegara  IV  (MN IV). Karenanya MN IV juga dikenal sebagai Bapak Gula. Lokasi PG Colomadu di Kecamatan  Colomadu,  suatu  enclave  dari  Kabupaten  Karanganyar  di  seb elah  barat Surakarta. Sedangkan PG Tasikmadu berlokasi di kecamatan Tasikmadu, di dekat Kecamatan  Kabupaten   Karangnyar,   di  sebelah   timur   Surakarta.   Dalam perkembangannya  PG  Tasikmadu  masih  beroperasi,  sedangkan  PG  Colomadu  tidak lagi.   Dengan  kehadiran   PG   ini,   Kabupaten   Karanganyar   sebagai  hinterland   kota Surakarta berkaitan dengan perkembangan kota Surakarta. Revitaslisasi PG Colomadu selain untuk menyelamatkan arsitektural dan aset-aset pabriknya, untuk menumbuhkan kembali  nilai-nilai  penting  Cagar  Budaya  dengan  penyesuaian  fungsi ruang  baru  yang tidak  bertentangan  dengan  prinsip  pelestarian  dan  nilai  budaya  masyarakat,  menjadi solusi  tepat   untuk   menghentikan   vandalisme   yang  melanda  peninggalan  arsitektural jaman    peninggalan    kolonial   Belanda    ini.    Pembahasan    revitalisasinya    ini   untuk mengetahui  apa  posisi  dan  makna  hasil  revitalisasinya  nanti  terhadap  perkembangan kota   Karanganyar   sendiri  dan   kota   Surakarta.   Dengan  metode  deskriptif  analitik kualitatif,  dihasilkan  bahwa  hasil  revitalisasi  bangunan  beserta  kawasannya  dimaksud akan   menjadi   ikon   baru   penanda   (landmark)      lingkungan   yang   menambah   dan merupakan rangkaian  daerah tujuan wisata di daerah Karanganyar  dan Surakarta.
ANALISIS RESIKO TAHAP ENGINEERING DESIGN PADA PEMBIAYAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI PROYEK EPC (Studi Kasus : Asam-Asam CPP And OLC Project, PT. Krakatau Engineering) GUNARSO GUNARSO; KUKUH KURNIAWAN DWI SUNGKONO
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 22 No. 26 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam  tahap  perencanaan  atau  engineering  perusahaan  EPC  harus  mempunyai sumber daya  manusia  yang  sangat  tinggi.  Mengingat  kompleksitas  pekerjaan,  pada  tahap  ini harus  mempunyai  konseptual  dari  basic  engineering  design  sampai  detail  engineering design yang matang. PT. KE adalah perusahaan EPC yang telah melaksanakan beberapa pekerjaan konstruksi dengan jenis kontrak EPC. Salah satu pekerjaan pada tahun 2011 adalah  Asam-Asam  CPP  And  OLC  Project.  Pada  kajian  analisis  resiko  engineering terhadap   biaya   ini  digunakan   skala   likert.   Responden   memberikan   penilaian   pada variabel resiko yang kemungkinan terjadi dan dampak terhadap pembiayaan. Dari hasil penelitian   yang   dilakukan,   responden   menyatakan  bahwa  variabel  resiko   yang  ada sebanyak 57 variabel tersebut merupakan variabel yang dominan pada tahapan engineering.Tahap  basic  engineering,  variabel  yang  dominan  adalah  manajemen perusahaan dimana untuk  satu sumber daya manusia diperuntukan bagi berbagai proyek yang   ditangani  perusahaan.   Sumber  daya  manusia  sebagai  kebutuhan  utama  dalam proses  desain  engineering  menjadi  resiko  yang  dominan,engineer  harus  bekerja  secara matrik dan jadwal penyelesaian pekerjaan yang ketat. Tahap detail engineering variabel dominan  produk  desain  engineering  yang  ekonomis berdampak  pada biaya yang cukup besar. Dalam proses detail desain dituntut menghasilkan desain yang optimal dan sesuai dengan  kebutuhan  pekerjaan  lapangan.  Karena  pada  tahal  detail  desain,  hasil  desain sudah harus bisa diaplikasikan dan meminimalisasi ketidak sesuaian saat dilakukan pemasangan.  
CIRI KHAS DAN BENTUK RUMAH BANYUBIRU KABUPATEN SEMARANG NDARU Hario Sutaji HARIO SUTAJI; MUHAMMAD AGUNG WAHYUDI
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 22 No. 26 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyubiru  merupakan  kecamatan  di  Kabupaten  Semarang  yang  di  sisi  Timur  Laut berbatasan langsung dengan danau Rawapening dan pada sisi Selatan terletak gunung Telomoyo.   Pemukiman   di  sekitarnya   diperkirakan   sudah   berumur   lama,   dibuktikan dengan  keberadaan  candi  Dukuh  di  area  tepian  Rawapening.  Selain  itu  juga  banyak batu-batu candi yang ditemukan di desa Kebondowo yang merupakan desa paling ramai di kecamatan Banyubiru. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap karakteristik atau kekhasan rumah yang ada di kawasan Banyubiru, yakni kawasan sekitaran Danau Rawapening  dan  Gunung  Telomoyo.  Utamanya  untuk  mendapat  gambaran  karakteristik rumah  khas   perbukitan  di  kawasan  pinggiran  Negarigung,   yang  berbatasan  dengan Pesisiran  Kilen  dan  Wetan.  Sementara  itu  rumah-rumah  di daerah  ini terbukti memiliki bentuk  dan ciri-ciri yang berbeda jika dibandingkan dengan rumah tradisional di daerah lain seperti pesisir atau disekitar Surakarta serta Yogyakarta. Kondisi geografisnya yang terletak   di  pegunungan,   orientasi  bangunan   rumah   yang   lebih   mengutamakan   jalan didepan   rumah,   tatanan   memanjang   ke   belakang,   dengan   bentuk   atap   kampung srotongan adalah kekhasan yang dimiliki.
PERAN TENAGA KERJA WANITA DALAM PROYEK KONSTRUKSI (STUDI KASUS DI SURAKARTA) Gunarso Gunarso; HERMAN SUSILA
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 23 No. 27 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber daya manusia mempunyai peranan yang sangat penting dalam proyek konstruksi. Keberhasilan proyek ditentukan salah satunya adalah kualitas sumber daya manusia. Indonesia pada saat ini memasuki era bonus demografi yang ditandai dengan jumlah usia produktif lebih besar dari jumlah penduduk non produktif. Pada tahun 2016 jumlah jumlah total buruh/karyawan/pegawai dari 17 sektor pekerjaan sebanyak 45,8 juta orang dengan perbandingan tenaga kerja wanita separuh dari jumlah tenaga kerja laki-laki. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar tenaga kerja wanita yang bisa terserap pada proyek konstruksi dan bagaimana peran tenaga kerja wanita pada proyek konstruksi di Surakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan wawancara, selanjutnya data dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil yang diperoleh dari analisis data menunjukkan bahwa pada proyek konstruksi di Surakarta mampu menyerap tenaga kerja wanita 24,2% dari total jumlah tenaga kerja atau sepertiga dari tenaga kerja laki-laki. Kelompok umur tenaga kerja wanita didominasi oleh kelompok umur antara 41 tahun sampai 50 tahun. Tingkat pendidikan kebanyakan masih rendah yaitu tingkat SD. Untuk jenis tenaga kerja sebesar 95% tenaga kerja wanita adalah pekerja atau buruh.
COMPRESSIVE STRENGTH OF GEOPOLYMER LIGHTWEIGHT CONCRETE WITH COMPARISON OF RICE HUSK ASH AND ALKALI ACTIVATOR 50% -50% IN CURING TIME VARIATIONS KUKUH KURNIAWAN D.S; TEGUH YUONO
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 23 No. 27 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Today, concrete is a very important building material material in construction. Geopolymers are concrete technologies that utilize polymerization reactions in the binding process. The main arrangement of this geoplimer material is silica and alumina (aluminum silica hydroxide). Silica material used is derived from inorganic materials that have high silica content. Rice husk ash is one of the industrial by-products that have high silica content. Rice husk ash resulting from burning bricks reaches a temperature of 400o C and has a silica content of around 85%. High silica content in rice husk ash can be used as a binding material in geopolymer concrete. The study carried out on lightweight geopolymer concrete rice husk ash with a ratio of rice husk and alkali activator ratio is 50%:50%, in the variation of curing time 12 hours and 24 hours. It was concluded that the compressive strength of geopolymer concrete from rice husk ash increases with the duration of curing time.
PERENCANAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM IBUKOTA KECAMATAN (IKK) MIRI KABUPATEN SRAGEN PDAM TIRTO NEGORO KABUPATEN SRAGEN Luthfiana Annisa S.T; Agerippa Yanundara Krismani; ELVIS UMBU LOLO
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 23 No. 27 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PDAM Tirtonegoro Kabupaten Sragen merupakan badan usaha milik Pemerintah yang bergerak dalam usaha pemenuhan kebutuhan masyarakat akan air bersih. Sesuai dengan Peraturan Daerah, tujuan pendirian PDAM Tirtonegoro Kabupaten Sragen adalah memberi pelayanan air bersih bagi seluruh masyarakat secara adil dan merata serta secara terus menerus untuk memenuhi norma pelayanan dan syarat-syarat kesehatan, serta sebagai sumber pendapatan asli daerah dan sebagai sarana pengembangan perekonomian dalam rangka pembangunan daerah. IKK Miri adalah salah satu Kecamatan di Kabupaten Sragen yang belum mempunyai jaringan air bersih dari PDAM Tirtonegoro Kabupaten Sragen. Dalam upaya peningkatan cakupan pelayanan, pdam Tirto Negoro kabupaten Sragen di tahun 2015 berencana memperluas cakupan pelayanan hingga 80% untuk perkotaan dan 60 % untuk pedesaan. Kecamatan Miri merupakan Kecamatan yang belum ada pelayanan air bersih dengan sistem perpipaan dari PDAM. Masyarakat memperoleh air bersih dari sumur-sumur gali, belik-belik di tepian sungai yang kualitasnya kurang baik Kondisi kecamatan adalah daerah rawan air, pada saat musim kemarau sumber air dangkal mengalami penurunan drastis, sehingga kebutuhan air minum masyarakat sebagian harus dropping mobil tangki dari PDAM. IKK Miri berjarak kurang lebih 2 km dari jaringan eksisting PDAM, sehingga diperlukan Sistem Penyediaan Air Minum dengan perencanaan sesuai dengan kebutuhan penduduk sekitar. Rencana SPAM akan dibangun sumur dalam yang berlokasi di Desa Doyong Kecamatan Miri dan alat kelengkapan lainnya untuk mendukung kelancaran air PDAM sampai kepada pelanggan. Perencanaan jaringan perpipaan disimulasikan dengan software program Epanet 2.0  agar lebih mendukung keberhasilan sistem tersebut. Perencanaan juga dilakukan dalam pembuatan bangunan pelengkap air bersih seperti reservoir dan jembatan pipa. Semua data yang dibutuhkan dalam perencanaan system ini: proyeksi penduduk, panjang pipa, elevasi dan sebagainya digunakan untuk input data ke dalam program Epanet 2.0. Sumber air baku yang akan dipakai oleh PDAM adalah air sumur dalam yang direncanakan dibangun di Desa Doyong Kecamatan Miri dengan kebutuhan air pelanggan tahun 2014 sebanyak 1,85 L/dtk dan tahun 2034 sebanyak 26,85 L/dtk. Perencanaan sistem aliran distribusi air yang akan direncanakan menggunakan sistem pemompaan karena perbedaan topografi yang ada tidak dapat mendorong aliran air sampai daerah pelayanan.  
SIMULASI PENGARUH PENERAPAN REKAYASA NILAI (VALUE ENGINEERING) PADA METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN BEKISTING PILE CAP Putri Anggi Anggi Permata Suwandi
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 23 No. 27 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam menghadapi persaingan global, perusahaan konstruksi selain dituntut untuk memberikan nilai tambah (value) pada hasil pekerjaannya, juga dituntut untuk memberikan harga dengan penawaran terbaik pada konsumen. Value Engineering (VE) merupakan suatu metode yang digunakan untuk melakukan efisiensi waktu dan biaya dalam pelaksanaan konstruksi tanpa mengurangi fungsi serta mutu pekerjaan. Tujuan dari penelitian ini adalah, untuk mengetahui perbandingan waktu, perbandingan biaya dan mengetahui perbandingan jumlah tenaga kerja metode bekisting papan GRC dengan multiplek. Penelitian ini dibatasi pada pekerjaan bekisting pile cap. Berdasarkan tahapan VE maka yang akan dibahas dalam artikel ini adalah tahap evaluasi. Dari hasil penelitian, kesimpulannya adalah metode pemasangan bekisting dengan menggunakan papan GRC lebih mempercepat durasi waktu pemasangan sekitar 80%, biaya yang dibutuhkan metode pemasangan bekisting dengan menggunakan papan GRC lebih murah sekitar 22% dan bekisting multiplek membutuhkan tenaga lebih banyak daripada bekisting dari papan GRC. Kata kunci: value Engineering, biaya, waktu, tenaga kerja   Abstract To face the global competition the construction companies being required to provide added values to their work. They are being required to provide price with the best offer to consumers. Value Engineering (VE) is a method to make time and cost efficiency in construction implementation, without reducing the function and quality of work. The purposes of this research are, to find out the comparison of time, cost and the number of manpower, using the method of GRC board formwork and the multiplex formwork. This research is limited to pile cap formwork. Based on the VE stage, what will be discussed in this article is the evaluation stage. The conclusions are that the method of installation of GRC board formwork accelerates the installation time duration about 80%, the cost efficiency by the formwork installation method using GRC board is around 22%, and multiplex formwork requires more manpower than GRC board formwork.
POLA DAN GAYA ARSITEKTUR TRADISIONAL SEBAGAI KEKAYAAN BUDAYA DALAM MENDUKUNG WISATA MINAT KHUSUS DI KOTA YOGYAKARTA INDRO SULISTYANTO
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 23 No. 27 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sudah menjadi pemahaman umum bahwa Benda Warisan Budaya dan Cagar Budaya yang sarat dengan kandungan kesejarahan dan kebudayaan memiliki tingkat signifikan yang tinggi untuk dilestarikan. Kedudukan ini dipertegas dengan hadirnya seperangkat perundang-undangan yang sangat relevan dengan keperluan ini. Yang menjadi induknya adalah Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya. Benda Cagar Budaya penting untuk dilestarikan adalah demi terpeliharanya jati diri setempat. Bagi Kota dan Kabupaten di Yogyakarta, jelas bahwa Benda Warisan Budaya dan Cagar Budaya yang menjadi salah satu cikal bakal hasil budaya leluhur, merupakan wujud identitas dan sumber kebanggaan bagi masyarakat yang tidak boleh dihilangkan. Bukan hanya kehidupan sosial budaya saja, melainkan juga segala artifak, petilasan dan benda-benda tinggalan yang gayut dengan kehidupan Benda Warisan Budaya dan Cagar Budaya dimasa lalu. Kedudukan Karya Arsitektur Cina memberi andil yang cukup signifikan dalam ikut membentuk Benda Warisan Budaya dan Cagar Budaya yang ada di Yogyakarta yang dapat ditengarai dari keragaman elemen-elemen Arsitekturnya. Pola dan Gaya Arsitektur Tradisional sebagai Kekayaan Budaya dalam Mendukung Wisata Minat Khusus di Kota Yogyakarta dilakukan dengan penalaran yang bersifat induktif, yang mendasarkan penelitian berdasarkan pengamatan sampai dengan penyimpulan, sehingga terbentuk generalisasi empirik. Tipe kajian in menerapkan tipe penelitian eksplikatif atau deskriptif. Eksplikatif atau deskriptif, yaitu memberikan gamabaran data arkeologi yang ditemukan, baik dalam kerangka waktu, bentuk, maupun keruangan serta mengungkapkan hubungan diantara berbagai variabel penelitianPendekatan yang diterapkan dalam kajian ini adalah pendekatan dalam ilmu studi Arsitektur. Salah satu pendekatan dalam studi Arsitektur adalah pendekatan kontekstual dalam perancangan Arsitektur. Melalui kajian ini diharapkan akan diperoleh gambaran tentang Pola dan Gaya Arsitektur Tradisional sebagai Kekayaan Budaya dalam Mendukung Wisata Minat Khusus di Kota Yogyakarta, meliputi elemen Arsitektur dan tampilan Arsitekturnya.
DEGRADASI FUNGSI RTH KAWASAN PERUMAHAN WONOREJO SURAKARTA PADA KONDISI THERMAL LINGKUNGAN ABITO BAMBAN YUUWONO
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 23 No. 27 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang terbuka hijau (RTH) pada kawasan perumahan sesuai amanat undang-undang wajib disediakan pertama bertujuan guna menjaga keseimbangan alam dan lingkungan antara lain dapat digunakan sebagai daerah penyangga guna penyerapan/peresapan air tanah, sebagai sarana penyerapan karbon dioksida sekaligus sebagai sarana penyediaan oksigen melalui proses fotosintesis oleh tanaman penghijauan yang ditanam pada ruang terbuka hiajau (RTH), guna menyerap radiasi sinar matahari / mengurangi tingkat kesilauan, sebagai ruang publik masyarakat sekitarnya yang dapat menjadi sarana ruang interaksi sosial, sebagai sarana berolah raga, berrekreasi atau hanya sekedar bersantai dsb. Kawasan perumahan pasca huni secara umum akan terus mengalami perkembangan dari waktu ke waktu, Seiring perkembangan jumlah penduduk, peningkatan kebutuhan akan ruang, peningkatan kondisi sosial ekonomi, dan sebagainya hal ini seringkali telah mendorong terjadinya pergeseran / perubahan fungsi ruang terbuka hijau pada kawasan perumahan, hal ini sangat menarik untuk diteliti guna mengetahui seberapa besar dampak pengaruhnya terhadap penurunan kualitas lingkungan hunian. Obyek penelitian adalah RTH pada dikawasan perumahan Wonorejo Surakarta, dimana kawasan  perumahan ini telah dihuni lebih dari lima belas tahun, dan setelah limabelas tahun pasca huni ini telah banyak sekali terjadi / mengalami perubahan / pergeseran yang sangat nyata, terutama perubahan / pergeseran fungsi pada ruang terbuka hijaunya yang tidak sesuia amanat undang-undang.. Guna mengetahui perubahan kondisi thermal pada Penenelitian ini akan dilaksanakan dengan mengkomparasikan data hasil pengamatan kondisi lingkungan pada tahun 2018 dengan hasil pengamatan lingkungan pada tahun 2003 kemudian dianalisis guna mengetahui seberapa besar perubahan kondisi thermal lingkungan yang terjadi. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa degradasi perubahan fungsi ruang terbuka hijau (RTH) pada kawasan perumahan wonorejo telah memicu terjadinya perubahan kondisi thermal lingkungan.

Filter by Year

2001 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 30 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 30 No 1 (2025): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol 29 No 2 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol 29 No 1 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 28 No. 2 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 28 No. 1 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 27 No. 2 (2022): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 27 No. 1 (2022): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 26 No. 2 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 26 No. 1 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 25 No. 2 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 25 No. 1 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 24 No. 2 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 24 No. 1 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 23 No. 27 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 22 No. 26 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 21 No. 25 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 20 No. 24 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 19 No. 23 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 18 No. 22 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 17 No. 21 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 16 No. 20 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 15 No. 19 (2014): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 14 No. 18 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 13 No. 17 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 12 No. 16 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 11 No. 15 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 10 No. 14 (2011): jurnal teknik sipil dan arsitektur Vol. 9 No. 13 (2011): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 8 No. 12A (2010): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 8 No. 12 (2010): jurnal teknik sipil dan arsitektur Vol. 7 No. 11 (2010): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 6 No. 10 (2009): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 5 No. 9.A (2008): JURNAL TEKNIL SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 5 No. 9 (2008): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 4 No. 8 (2007): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 3 No. 7 (2006): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 2 No. 6 (2003): jurnal teknik sipil dan arsitektur Vol. 2 No. 5 (2003): JURNAL TEKNIL SIPIL DAN ARSITEKTUR Vol. 2 No. 4 (2002): jurnal teknik sipil dan arsitektur Vol. 2 No. 2 (2001): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 1 No. 3 (2001): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 1 No. 2 (2001): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR More Issue