cover
Contact Name
sajuri
Contact Email
sajuripetani@gmail.com
Phone
+6281371655508
Journal Mail Official
journal.biofarm@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sriwijaya No.03 Pekalongan
Location
Kota pekalongan,
Jawa tengah
INDONESIA
Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian
Published by Universitas Pekalongan
ISSN : 02165430     EISSN : 23016442     DOI : 10.31941
Core Subject : Agriculture,
BIOFARM Jurnal Ilmiah Pertanian merupakan jurnal ilmiah yang berisikan hasil penelitian dan kajian teoritis mengenai masalah-masalah pertanian secara luas (agrokompleks) di Indonesia diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Pekalongan.
Articles 253 Documents
Impact of Paraquat Dichloride Herbicide Application on The Dominance Dynamics and Weed Composition in Rubber Plantations (Hevea brasiliensis Muell. Arg.) Rahmadi, Rizky; Rochman, Fajar; Priyadi, Priyadi; Effendy, Arga Satria; Cahya, Sevagus Waskita
Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 20, No 1 (2024): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v20i1.4445

Abstract

The presence of weeds can result in a reduction in the productivity of rubber plants, necessitating the implementation of control measures. Among the various control methods, the use of herbicides derived from paraquat dichloride has been identified as a more effective and efficient approach in terms of cost and time. However, the application of weed control measures can lead to alterations in the structure and composition of weeds. The objective of this study was to ascertain the prevalence of weeds and the impact of paraquat dichloride herbicide on the composition of weeds in rubber plantations. This study employed a randomized group design with six treatments and four replications. The treatments consisted of doses of paraquat dichloride, including 310.5 g/ha (P1), 414 g/ha (P2), 496.8 g/ha (P3), 621 g/ha (P4), mechanical control (P5), and control (P6). The results demonstrated that paraquat dichloride herbicide was efficacious in the control of weeds with a rapid onset, yet exhibited a limited duration in comparison to crop-translocated herbicides. This was evidenced by the diversity of weed species dominance at SDR 4 WAA < 8 WAA < 12 WAA. The application of paraquat dichloride herbicide and mechanical control were found to induce alterations in weed composition.
Pengaruh Konsentrasi dan Interval Aplikasi Bacillus subtilis Sebagai Pengendali Penyakit Layu Pada Tanaman Tomat (Lycopersium esculentum) Ningsih, Diah Ayu; Jazilah, Syakiroh; Badrudin, Ubad
Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 19, No 2 (2023): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v19i2.4036

Abstract

Tanaman tomat merupakan komoditas sayuran yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Penelitian bertujuan mengetahui konsentrasi optimum, interval aplikasi Bacillus subtilis yang tepat, dan interaksi antara konsentrasi dan interval aplikasi Bacillus subtilis sebagai pengendali penyakit layu pada tanaman tomat, telah dilakukan di Desa Panjunan, Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang pada bulan Januari sampai Maret 2023. Rancangan percobaan yang digunakan split plot. Faktor pertama adalah konsentrasi Bacillus subtilis sebagai main plot yang terdiri dari 4 taraf yaitu 0 ml/l, 5 ml/l, 10 ml/l, dan 15 ml/l, faktor kedua adalah interval aplikasi Bacillus subtilis sebagai sub plot yang terdiri dari 3 taraf yaitu 1, 2, dan 3 minggu sekali, percobaan dilakukan 3 ulangan. Data dianalisis dengan Uji F apabila terdapat beda nyata, maka dilakukan uji lanjut dengan uji BNT 5%. Variabel yang diamati tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah bunga, jumlah buah pertanaman, bobot buah pertanaman, bobot perbuah, bobot basah tanaman, bobot segar akar, panjang akar terpanjang, dan intensitas serangan penyakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi Bacillus subtilis berbeda nyata pada variabel jumlah daun, sedangkan pada variabel lain berbeda tidak nyata. Hasil terbaik pada konsentrasi 15 ml/l air. Interval aplikasi Bacillus subtilis berbeda tidak nyata pada semua variabel. Tidak terjadi interaksi antara konsentrasi dan interval aplikasi Bacillus subtilis pada semua variabel. Kata kunci: Tanaman Tomat, Konsentrasi Bacillussubtilis, Interval Bacillus subtilis
Penggunaan Warna Tempat Media Tanam terhadap Pertumbuhan Tanaman Hias Sirih Lemon (Epipremnum aureum var. Neon) dengan Menggunakan Teknik Art Glass Planting Mardhiah, Agnatul; Cartono, Cartono; Nurul Hizqiyah, Ida Yayu
Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 19, No 2 (2023): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v19i2.3290

Abstract

Tanaman hias Sirih Gading (Epipremnum aureum Var. Neon) merupakan tanaman yang dapat menyerap polutan dalam ruangan, sehingga cocok sebagai tanaman hias dalam ruangan. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman hias sirih lemon, salahsatunya yaitu suhu pada media tanam. Warna dapat mempengaruhi kondisi suhu pada media tanam. Untuk menjaga kestabilan suhu maka dapat menggunakan teknik art glass planting. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan menggunakan metode eksperimen atau percobaaan yang bertujuan mengetahui laju pertumbuhan tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan warna tempat media tanam dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Warna hijau dapat meningkatkan jumlah daun dan ukuran panjang tanaman. Sementara tempat media tanam warna ungu dapat mempengaruhi diameter batang utama dan pertambahan lebar daun.
Kerentanan Relatif Beras Putih Terhadap Infestasi Hama Kumbang Bubuk Beras Mustikarani, Asri; Hendrival, Hendrival; Usnawiyah, Usnawiyah; Munauwar, Muhammad Muaz; Latifah, Latifah; Putri, Novita Pramahsari
Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 20, No 1 (2024): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v20i1.4052

Abstract

Beras termasuk komoditas pangan masyarakat Indonesia selain jagung dan sorgum. Hama kumbang bubuk termasuk penyebab kerusakan beras di penyimpanan. Kerentanan beras dipengaruhi oleh jumlah F1 dan median waktu perkembangan hama kumbang bubuk. Penelitian bertujuan menentukan kerentanan beras putih terhadap infestasi hama kumbang bubuk beras selama penyimpanan. Jenis beras putih yang digunakan terdiri dari berbagai varietas padi yaitu Ciherang, Mekongga, Cigeulis, Inpari 30, Inpari 32, 42, 44, dan Inpari Sidenuk. Pengujian kerentanan menggunakan metode tanpa uji pilihan. Variabel pengamatan meliputi jumlah F1, median waktu perkembangan, indeks kerentanan, dan susut berat beras. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerentanan beras tersebut ditentukan oleh jumlah F1, median waktu perkembangan, dan persentase susut berat. Beras dari Varietas Ciherang dan Cieugelis tergolong moderat sampai rentan, sedangkan dari Varietas Inpari 30, 32, 42, 44, Inpari Sidenuk, dan Mekongga tergolong moderat terhadap infestasi S. oryzae selama penyimpanan.
Pengaruh Tumpang Sari Kacang Tunggak (Vigna unguiculata L.) terhadap Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Galur Padi Beras Hitam (Oryza sativa L. Indica) Sistem Irigasi Aerobik Baharuddin, Baharuddin; Zainab, Siti; Wardana, Agung Widya; Apzani, Wawan; Arifin, Zainal
Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 20, No 1 (2024): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v20i1.4249

Abstract

Beras hitam termasuk jenis beras yang popular dikalangan masyarakat dan dikonsumsi sebagai bahan pangan fungsional karena memiliki manfaat untuk kesehatan.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penyisipan kacang tunggak dan penggunaan beberapa galur padi beras hitam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi beras hitam. Percobaan ini dilakukan pada bulan September - Desember 2022, yang bertempat di Desa Beleke Kecamatana Gerung Kabupaten Lombok Barat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari dua faktor yaitu Tumpangsari (T) dan Galur Padi Beras Hitam (V).  Faktor tumpangsari (T) terdiri dari dua aras perlakuan yaitu T0 (Monocrop) dan T1 (Tumpangsari). Dan untuk faktor galur padi beras hitam (V) terdiri dari tiga aras perlakuan yaitu V1 (G3), V2 (G5) dan V3 (G7). Kombinasi dari kedua faktor menjadi 6 kombpinasi perlakuan yaitu T0V1, T0V2, T0V3, T1V1, T1V2 dan T1V3. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali ulangan sehingga secara didapatkan 18 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penysipan kacang tunggak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah anakan namun tidak berpengaruh nyata terhadap parameter lainnya. Nilai tertinggi pada parameter tinggi tanaman ditunjukkan oleh perlakuan T1 dengan nilai 89,80 sedangkan perlakuan T0 mendapatkan nilai sebesar 86,90.  Pada parameter Jumlah anakan nilai tertinggi didapatkan pada perlakuan T1 yakni sebesar 33,95 sedangkan perlakuan T0 sebesar 26,69. Perlakuan galur menunjukkan hasil yang tidak berpengaruh nyata pada semua parameter pengamatan, namun dari ketiga galur yang digunakan, galur (G7) menunjukkan rata-rata hasil yang lebih tinggi daripada galur G3 dan G5. tanaman padi beras hitam yang disisipkan dengan kacang tunggak dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman padi beras hitam. Dan dari tiga galur yang digunakan yang menunjukkan hasil yang paling tinggi yaitu galur G7.Kata kunci: padi beras hitam, kacang tunggak, galur
Hubungan Angka Kerapatan Panen dan Sistem Rotasi Panen Dengan Produktifitas Kelapa Sawit di PT. Agro Sinergi Nusantara Kebun Batee Puteh Maulinadia, Tamara; Afrillah, Muhammad; Chairudin, Chairudin
Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 19, No 2 (2023): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v19i2.3451

Abstract

Rotasi panen, angka kerapatan panen, manajemen tenaga panen, dan produktifitas panen merupakan aspek penting dalam kegiatan panen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Angka Kerapatan Panen Dan Sistem Rotasi Panen Dengan Produk Tifitas Kelapa Sawit Di PT.Agro Sinergi Nusantara. Penelitian ini dilaksanakan di PT.Agro Sinergi Nusantara Kebun Batee puteh pada bulan April 2022. Adapun pengamatan yang dilakukan ialah Rotasi panen, angka kerapatan panen, manajemen tenaga panen, dan produktivitas panen yang merupakan aspek penting dalam kegiatan pemanenan. Dari hasil pengamatan yang dilakukan, nilai AKP estimasi dengan realisasi tidak berbeda nyata. Nilai AKP diperoleh hasil yang baik dengan selisih 8%.dari hasil pengamatan di peroleh rotasi panen sudah sangat tinggi dengan jumlah rotasi panen 5/7.Kata kunci : Kelapa Sawit, Angka Kerapatan Panen, Rotasi Panen,manajemen pemanenan
Pengaruh Macam-Macam Kombinasi Media Tanam dan Dosis Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan Rimpang Kunyit (Curcuma domestica Val.) Alhaffiz, Hannugra Essa; Nurhayati, Dewi Ratna; Triyono, Kharis
Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 19, No 2 (2023): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v19i2.3409

Abstract

Penelitian tentang “Pengaruh Macam – Macam Kombinasi Media Tanam Dan Dosis Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan Rimpang Kunyit (Curcuma domestica Val.)”, penelitian ini dilakukan di Kebun Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura, Kec. Colomadu, Kab. Karanganyar dari bulan Desember 2022 – Maret 2023. Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian berbagai Media Tanam serta Dosis Pupuk NPK terhadap pertumbuhan rimpang kunyit (Curcuma domestica Val.) dan mencari komposisi Media Tanam untuk pertumbuhan tanaman Kunyit (Curcuma domestica Val.). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial terdiri dari dua faktor. Faktor pertama pemberian berbagai macam Media Tanam (M) yang terdiri dari 4 taraf yaitu  (M0) Tanah (kontrol), (M1)Tanah + Sekam Padi, (M2)Tanah + Arang Sekam padi, (M3)Tanah + Cocopeat. Faktor kedua adalah pemberian Pupuk NPK (N) yang terdiri dari 4 taraf yaitu (N0) tanpa dosis (0 g/tanaman), (N1) 150kg/ha (5,39 g/tanaman), (N2) 200 kg/ha (7,19 g/tanaman), (N3) 250 kg/ha (8,99 g/tanaman). Data pengamatan di analisis dengan analisis sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Uji BNJ dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Perlakuan media tanam  berpengaruh nyata terhadap pengamatan berat basah brangkasan, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah rimpang. 2) Perlakuan pupuk NPK berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah brangkasan, berat basah rimpang. 3) Interkasi antar perlakuan berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, berat basah brangkasan, berat basah rimpang.
Evaluation of land suitability for corn (Zea Mays, L) in Kualuh Selatan District, North Labuhanbatu Regency Harahap, Fitra Syawal; Walida, Hilwa; Sidabuke, Simon; Arman, Iman
Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 20, No 1 (2024): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v20i1.4308

Abstract

The approach or method for evaluating land resource potential is a method of land evaluation. The expected production value that may be obtained, as well as the information and/or direction of land use required, will be provided by the results of the land evaluation. .Evaluation of the characteristics of the level of land suitability in the area is carried out to analyze improvement efforts aimed at increasing productivity and produce maps of actual land suitability and potential land suitability for superior commodities in the sub-district. Land use in South Kualuh District needs to be supported by land suitability information. Survey methods used. Land units are based on land maps, slope, elevation and land cover. The process of comparing (matching) is an analysis method.The results of the research show that the level of land suitability for corn plants. The condition of the actual land to become potentially suitable for cultivation in Kualuh Selatan District for corn plants is the limiting factor in nutrient availability (na), temperature regime (tc), rooting media (rc), nutrient retention (nr ) and the danger of erosion (eh). Improvement efforts that can be made include making drainage, liming CaCO3, adding organic material, making terraces or planting parallel to the contour and fertilizing. The temperature regime cannot be repaired
Pengaruh Formula Biopestisida (Fobio) sebagai PGPR terhadap Pertumbuhan Berbagai Kultivar Bawang Merah Elvira, Nolla Dwi; Wiyatiningsih, Sri; Suryaminarsih, Penta
Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 19, No 2 (2023): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v19i2.3079

Abstract

Bawang merah memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Penggunaan kultivar sangat berpengaruh terhadap peningkatan produksi. Formula biopestisida Fobio memiliki kemampuan untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman karena adanya peran dari mikroorganisme sebagai Plant Growth Promoting Rhizomicroorganism (PGPR). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh biopestisida Fobio dalam meningkatkan pertumbuhan berbagai kultivar bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Desa Sukorejo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. percobaan ini menggunakan rancangan petak terbagi dengan dua faktor, petak utama konsentrasi formula biopestisida (fobio) 3 taraf yaitu kontrol, 5 ml/liter, 10 ml/liter dan anak petak kultivar bawang merah 3 jenis yaitu Tajuk, Biru Lanchor, Super Philip. Parameter pengamatan pada penelitian ini yaitu tinggi tanaman dan jumlah daun. Hasil penelitian menunjukkan Biopestisida fobio konsentrasi 10 ml/liter mampu meningkatkan pertumbuhan masing-masing kultivar. Nilai rata-rata tertinggi parameter tinggi tanaman terletak pada faktor perlakuan konsentrasi biopestisida 10 ml/liter yaitu 34,24 cm dan faktor perlakuan kultivar super philip yaitu 32,02 cm. Nilai rata-rata tertinggi jumlah daun terletak pada perlakuan kombinasi K10BT yaitu 31,67 helai.
Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.) pada Beberapa Konsentrasi POC NASA dan Beberapa Campuran Media Tanam Wardhana, Agung Widya; Arifin, Zanal; Zainab, Siti; Farizi, Hazam; Baharuddin, Baharuddin; Sunantra, Made
Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 20, No 1 (2024): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v20i1.4250

Abstract

Bayam merah (Amaranthus tricolor L) merupakan tanaman sayuran yang selain dimanfaatkan sebagai sayuran, bayam merah juga seringkali dijadikan bahan makanan ringan seperti kripik bayam. Tanaman bayam merah memiliki kandungan gizi yang lebih baik dibandingkan dengan tanaman bayam hijau. Penelitian ini bertujuan untuk menggetahui respon pertumbuhan dan hasil tanaman bayam merah akibat dari pemberian beberapa dosis POC NASA dan campuran beberapa media tanam. Percobaan ini dilakukan pada bulan Mei – Juli 2021, yang bertempat Dusun Busur Barat Desa Rempek Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara Nusa Tenggara Barat (NTB). Percobaan ini dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi pupuk POC NASA (N) yang terdiri dari empat aras perlakuan yaitu 0 cc/1 liter air (N0), 2 cc/1 liter air (N1), 3 cc/1 liter air (N2) dan 4 cc/1 liter air (N3). Dan faktor kedua adalah media tanam (M) yang terdiri dari dua aras yaitu media tanah (M1) dan media tanah yang dicampurkan dengan serbuk gergaji (M2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian beberapa dosis POC NASA berpengaruh nyata terhadap semua paremeter pengamatan kecuali luas daun dan berat kering akar, dan penggunaan beberapa campuran media tanam hanya berpengaruh nyata  terhadap parameter jumlah daun. Pemberian POC NASA 4 cc/liter menunjukkan hasil yang paling tinggi pada semua parameter pengamatan kecuali parameter luas daun, dan penggunaan media tanam tanah yang dicampurkan dengan serbuk geregaj menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan media tanam tanah saja.Kata kunci: Bayam Merah;  POC; Media Tanam;