cover
Contact Name
Eko Supraptono
Contact Email
eko@i-rpp.com
Phone
-
Journal Mail Official
eko@i-rpp.com
Editorial Address
Jl. Prof. Moh. Yamin (Kompleks SMAN III Tegal)
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Dinamika Pendidikan
ISSN : 08542172     EISSN : 27747786     DOI : -
Core Subject : Education,
The journal is a scientific publication of research articles from the educational sphere, where every issue has a theme as the focus of the publication.
Articles 375 Documents
PEMANFAATAN MEDIA BANGUN DATAR BERWARNA PADA MATERI AJAR LUAS BANGUN DATAR Sholikhah, Zumrotus
Dinamika Pendidikan Vol 6, No 2 (2016): Edisi April 2016
Publisher : Institute of Research Publishing Project (I-RPP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah penerapan metode memonstrasi menggunakan media bangun datar berwarna dapat meningkatkan aktivitas belajar yang menyenangkan bagi siswa, serta meningkatkan hasil belajar bangun datar pada mata pelajaran matematika?. Penelitian Tindakan Kelas ini ditempuh dalam 2 siklus tahapan. Dari tiap siklusnya terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Adapun yang menjadi subyek penelitian adalah siswa kelas I yang terdiri dari 39 siswa tahun pelajaran 2009/2010. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode demonstrasi menggunakan media bangun datar berwarna dapat meningkatkan suasana belajar yang menyenangkan, sehingga aktivitas belajar siswapun meningkat.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TAKE AND GIVE DALAM MATERI AJAR MEDIA KOMUNIKASI DATA JARINGAN Riani, Nina; Supraptono, Eko; -, Mulyadi
Dinamika Pendidikan Vol 6, No 2 (2016): Edisi April 2016
Publisher : Institute of Research Publishing Project (I-RPP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana penerapan model pembelajaran Take and Give berbantuan multimedia Adobe Flash dan peningkatan hasil belajar siswa dalam materi ajar media komunikasi data jaringan. Desain penelitian menggunakan penelitiantindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus.Subjek penelitian yaitu 40 siswa kelas X jurusan Multimedia SMK Negeri 1 Kersana. Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar observasi siswa dan guru, soal tes kajian dokumen (dokumentasi) dan angket validasi media dan materi. Hasil penelitian yang diperoleh menyatakan bahwa penerapan model pembelajaran Take and Give mampu meningkatkan aktivitas siswa, performa guru dan hasil belajar siswa. Pada siklus 1 persentase nilai rata-rata siswa sebesar 77,5% dan meningkat pada siklus 2 menjadi 95% dan pada penilaian sikap siswa juga mengalami peningkatan yaitu pada siklus 1 sebesar 74,02% dan siklus 2 sebesar 89,30%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah model pembelajaran Take and Give berbantuan multimedia Adobe Flash dapat diterapkan sebagai salah satu model pembelajaran sikap dan hasil belajar siswa pada materi ajar media komunikasi data jaringan.
PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN GURU KELAS MELALUI LESSON STUDY -, Sunarto
Dinamika Pendidikan Vol 6, No 2 (2016): Edisi April 2016
Publisher : Institute of Research Publishing Project (I-RPP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kualitas pembelajaran guru kelas melalui lesson study. Subyek penelitian ini adalah guru kelas yang berada di gugus Imam Bonjol UPT Dindikpora Kecamatan Rakit sebanyak 10 guru. Penelitian dilakukan pada semester II tahun pelajaran 2014/2015 yang bertempat di SD Negeri 1 Luwung, Gugus Imam Bonjol, UPT Dindikpora Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) yang terdiri dari dua siklus, setiap siklusnya meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif komparatif. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan Lesson Study dapat meningkatkan kualitas guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya kompetensi profesional guru baik dalam tahap persiapan maupun pelaksanaan. Hal ini ditunjukkan dari meningkatknya hasil observasi yang dilakukan pada kondisi awal sebesar 61,11 dengan kategori kurang, meningkat pada siklus I menjadi 77,78 dengan kategori cukup, dan pada siklus II menjadi 92,22 dengan kategori baik.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGHITUNG PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN PECAHAN MELALUI PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME Safariyah, Dina Hikmah
Dinamika Pendidikan Vol 6, No 2 (2016): Edisi April 2016
Publisher : Institute of Research Publishing Project (I-RPP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui apakah pendekatan konstruktivisme dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menghitung penjumlahan dan pengurangan pecahan, (2) Mengetahui apakah pendekatan konstruktivisme dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa pada pembelajaran menghitung penjmlahan dan pengurangan pecahan. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terselesaikan dalam dua siklus. Setiap siklusnya terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan (action), pengamatan (observation), dan refleksi (reflection). Metode pengambilan data menggunakan metode tes dan non tes. Metode non tes yang digunakan yaitu observasi, dan dokumentasi. Alat pengambilan data yang digunakan berupa soal-soal tes dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan konstruktivisme dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menghitung penjumlahan dan pengurangan pecahan yang ditunjukkan dari hasil nilai tes evaluasi pada siklus II. Penerapan pendekatan konstruktivisme dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa pada materi penjumlahan dan pengurangan pecahan.
MENINGKATKAN PEMAHAMAN EVOLUSI MELALUI METODE GROUP INVESTIGATION Zunaidah, Evi
Dinamika Pendidikan Vol 6, No 2 (2016): Edisi April 2016
Publisher : Institute of Research Publishing Project (I-RPP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan evolusi melalui penerapan Metode Group Investigation. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XII IPA 2 yang berjumlah 37 siswa. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus, setiap siklusnya meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data berupa teknik tes, observasi dan catatan lapangan. Teknik analisis data yang digunakan bersifat reflektif, artinya selalu direfleksikan pada proses pembelajaran. Hasil dari penelitian yaitu penerapan Metode Group Investigation dapat meningkatkan hasil belajar siswa memahami materi evolusi.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGHITUNG PECAHAN MELALUI PENDEKATAN KONSTEKSTUAL ., Surati
Dinamika Pendidikan Vol 6, No 2 (2016): Edisi April 2016
Publisher : Institute of Research Publishing Project (I-RPP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui apakah pendekatan kontekstual dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menghitung pecahan, (2) Mengetahui apakah pendekatan kontekstual dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa pada pembelajaran menghitung penjumlahan dan pengurangan pecahan. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terselesaikan dalam dua siklus. Setiap siklusnya terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan (action), pengamatan (observation), dan refleksi (reflection). Metode pengambilan data menggunakan metode tes dan non tes. Metode non tes yang digunakan yaitu observasi, dan dokumentasi. Alat pengambilan data yang digunakan berupa soal-soal tes dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan kontekstual dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menghitung pecahan yang ditunjukkan dari hasil nilai tes evaluasi pada siklus II. Penerapan pendekatan kontekstual dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa pada materi pecahan.
PENINGKATAN PEMAHAMAN UNSUR INSTRINSIK DAN EKSTRINSIK SASTRA MELALUI METODE PRESENTASI DISKUSI Sutatik, Eri
Dinamika Pendidikan Vol 6, No 2 (2016): Edisi April 2016
Publisher : Institute of Research Publishing Project (I-RPP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mendeskripsikan metode presentasi diskusi dapat meningkatkan pemahaman unsur instrinsik dan unsur ekstrinsik sastra. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XII IPS 2 tahun pelajaran 2013/2014 dengan jumlah 37 siswa. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus, setiap siklusnya meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Metode pengumpulan data berupa teknik tes, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik kuantitatif dan teknik kualitatif. Hasil dari penelitian yaitu metode presentasi diskusi dapat meningkatkan pemahaman unsur instrinsik dan ekstrinsik sastra.
PENERAPAN BLENDED LEARNINGUNTUK MENINGKATKAN KETRAMPILAN MENGGUNAKAN MODEL “GUI” Fahmi, Fiqi Risalul; Sudana, I Made; Krisnawati, Cornelia
Dinamika Pendidikan Vol 6, No 2 (2016): Edisi April 2016
Publisher : Institute of Research Publishing Project (I-RPP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi yang begitu pesat mengharuskan adanya inovasi dalam pembelajaran.Inovasi tersebut salah satunya adalah Blended Learning.Konsep Blended Learning ini ialah pencampuran model pembelajaran konvensional dengan belajar secara online.Teori belajar yang digunakan pun terdiri atas berbagai teori belajar dari beberapa ahli dengan menyesuaikan situasi dan kondisi belajar peserta didik. Peserta didik diharapkan selalu aktif dan dapat menemukan cara belajar yang sesuai bagi dirinya. Guru hanya berfungsi sebagai mediator,  fasilitor dan teman yang membuat situasi yang kondusif untuk terjadinya konstruksi  pengetahuan pada diri peserta didik. Blended Learning ini akan memperkuat model belajar konvensional melalui pengembangan teknologi pendidikan.
Pengantar Editor Supraptono, Eko
Dinamika Pendidikan Vol 6, No 2 (2016): Edisi April 2016
Publisher : Institute of Research Publishing Project (I-RPP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pendidikan tidak lain merupakan usaha sadar yang ditujukkan kepada peserta didik agar mencapai tujuan yakni menanamkan rasa tanggung jawab terhadap diri dan lingkungannya. Tentu prosesnya memerlukan keberpihakan seluruh komponen masyarakat atau bangsa sehingga pada galibnya, pembangunan dunia pendidikan menjadi tanggung jawab  bersama, seluruh lapisan masyarakat. Secara teknis, proses pendidikan di kelas acapkali terlalu sempit  dipahami hanya sekedar transformasi ilmu pengetauan belaka. Padahal semestinya peserta didik perlu dibantu menjadi manusia dewasa yang memahami makna dirinya dalam kontkes ilmu pengetahuan yang dipelajarinya sembari membangun sikap, mental dan karakter sesuai kepribadian bangsa, serta tumbuhnya pribadi religius. Karena itulah kemampuan guru menguasai materi ajar di satu sisi, dan di sisi lain menjadi sumber pengembangan manusia terdidik merupakan tuntutan yang semakin nyata. Pembelajaran yang berbasis penelitian dengan sasaran tiga ranah, kognitif (capaian pengetahuan), afektif/konatif (pengembangan sikap mintal, karakter) dan psikomotor telah disajikan secara komprehensif oleh sejumlah penelitian dalam jurnal PTK Dinamika vol 06 no 2 April 2016. Penelitian- penelitian tindakan yang telah dilakukan menjadi inspirasi bagi guru dalam melayani peserta didik sesuai kebutuhan secara optimal. Penelitian yang menghasilkan dan membuktikan bahwa penerapan model inovatif   secara signifikan dapat meningkatkan kemampuan siswa dan membangun sikap belajar yang produktif dilakukan antara lain oleh  Mundasah, Nina Riani dkk, Rida Ikrar, Mulyadi, Sri Narti. Keempat penelitian tersebut memberikan pemahaman bahwa siswa  menjadi pusat yang sangat penting (student centered). Ini artinya, keberadaan guru dalam pembelajaran perlu memposisikan diri sebaik-baiknya agar tidak terjebak mendominasi secara akut. Di lain pihak, inovasi pembelajaran yang dilakukan oleh Sumarni, Zumrotus,  Dina Hikmah Safariyah, Evi Zunaidah, Parwanto mengangkat temuan yang cukup penting yaitu bahwa interaksi guru dan siswa yang dibangun dengan prinsip-prinsip pendidikan yang humanistik cukup berdampak positif dalam membangun proses pembelajaran. Sementara itu penelitian yang dilakukan dengan sasaran kinerja guru sebagaimana diteliti oleh Surati . Eri Sutatik Sunarto, Fiqi RF     mengangkat isyu pentingnya pembinaan, supervisi dan fasilitasi bagi guru dalam menjalankan tugas-tugas keprofesionalannya agar dapat mencapai kinerja yang optimal dan terukur. Karena itu, peran kepala sekolah, pengawas dan stake holder lainnya sangat sentral.       Semoga dengan sajian dalam jurnal ini bisa menambah khasanah teori-teori pembelajaran yang berakar pada budaya Indonesia. Kita yakini bahwa kultur, adat istiadat dan cara pandang bangsa yang diinternalisasikan dalam proses pembelajaran bisa menjadi alternatif solusi mengententaskan persoalan terkikisnya jati diri bangsa. Akhirnya kepada Tuhan Yang Maha Pemurah kita memohon, semoga upaya meningkatkan kualitas pendidikan mendapatkan ridhaNya, sehingga pendidikan bisa menjadi sarana yang efektif mengantarkan sumber daya manusia Indonesia yang tangguh menghadapi pusaran arus global. Selamat berkarya dan memperingati hari Kartini.
PENGANTAR EDITOR -, Dewan Penyunting
Dinamika Pendidikan Vol 6, No 2 (2016): Edisi Khusus April 2016
Publisher : Institute of Research Publishing Project (I-RPP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pendidikan tidak lain merupakan usaha sadar yang ditujukkan kepada peserta didik agar mencapai tujuan yakni menanamkan rasa tanggung jawab terhadap diri dan lingkungannya. Tentu prosesnya memerlukan keberpihakan seluruh komponen masyarakat atau bangsa sehingga pada galibnya, pembangunan dunia pendidikan menjadi tanggung jawab  bersama, seluruh lapisan masyarakat. Secara teknis, proses pendidikan di kelas acapkali terlalu sempit  dipahami hanya sekedar transformasi ilmu pengetauan belaka. Padahal semestinya peserta didik perlu dibantu menjadi manusia dewasa yang memahami makna dirinya dalam kontkes ilmu pengetahuan yang dipelajarinya sembari membangun sikap, mental dan karakter sesuai kepribadian bangsa, serta tumbuhnya pribadi religius. Karena itulah kemampuan guru menguasai materi ajar di satu sisi, dan di sisi lain menjadi sumber pengembangan manusia terdidik merupakan tuntutan yang semakin nyata.