cover
Contact Name
Ridwan Rustandi
Contact Email
ridwanrustandi@uinsgd.ac.id
Phone
+6285721502422
Journal Mail Official
jurnaltabligh@gmail.com
Editorial Address
Floor 4 Dakwah and Communication Faculty, Universitas Islam Negeri, Sunan Gunung Djati, Bandung, Indonesia Jln. A.H. Nasution 105 Cibiru, Bandung, Indonesia 40614
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
ISSN : 26229781     EISSN : 26229773     DOI : DOI: https://doi.org/10.15575/tabligh.v5i1
Core Subject : Social,
Focus and Scope Tabligh Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam publishes original researches in multi concepts theories, perspectives, paradigms, and methodologies on Islamic communication studies. Specific topics of interest include Public speaking, writing and journalism, Mass media, Social media, Computer-mediated communication
Articles 131 Documents
Tabligh K.H. Acep Dawud Melalui Pendekatan Dialog Keagamaan Ismi Alawiah; Dindin Solahudin; Nase Nase
Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 4 No 4 (2019): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Department of Islamic Communication and Broadcasting, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.481 KB) | DOI: 10.15575/tabligh.v4i4.1061

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui kiprah dakwah K.H. Acep Dawud sebagai seorangmubaligh, yang menyampaikantablighnyamelaluipendekatan dialog keagamaan, proses tabligh yang dilakukan dan materi tabligh yang disampaikannya melalui pendekatan dialog keagamaan. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif, yakni untuk memaparkan situasi atau peristiwa yang terjadi danmemperoleh gambaran yang sistematis dan ilmiah tentang tabligh melalui pendekatan dialog keagamaan yang dilakukan oleh K.H. Acep Dawud. Analisis data dengan analisis kualitatif. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa kiprah dakwah K.H Acep Dawud melalui dialog keagamaannya yaitu menghapuskan penyimpangan keagamaan, seperti praktik-praktik perdukunan dan klenik serta membantu masyarakat dalam menyelesaikan masalah-masalah mereka dengan solusi yang dianggap memudahkan mereka. Sedangkan proses tabligh K.H. Acep Dawud dalam kegiatan dialog keagamaannya menggunakan metode dialog eklektik, dan materi tabligh beliau meliputi tiga aspek pesan tabligh yakni akidah, akhlak, dan syari’at. Kata Kunci :Tabligh; Dialog; Keagamaan Tabligh has the most important role in broadcasting Islam. This paper aims to find out the progress of K.H propaganda. AcepDawud as a preacher, who delivered his message through the approach of religious dialogue, the tabligh process carried out and the material of tabligh which he conveyed through the approach of religious dialogue. The research method uses descriptive methods, namely to describe the situation or event that occurred and obtain a systematic and scientific picture of the tabligh through a religious dialogue approach carried out by K.H. AcepDawud. Data analysis with qualitative analysis. From the results of the study, it was shown that the role of the missionary of K. AcepDawud through his religious dialogue was to abolish religious deviations, such as shamanism and occult practices and to help the community to solve their problems with solutions that were considered to facilitate them. While the K.H tabligh process. AcepDawud in his religious dialogue activities used the method of eclectic dialogue, and his tabligh material included three aspects of the tabligh message, namely faith, morality, and shari'ah. Keywords:Tabligh; Dialog; Religious
Channel Film Maker Muslim Sebagai Media Dakwah Fitri Febrianti Muhimatul Khoiroh; Dindin Solahudin; Aang Ridwan
Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 4 No 4 (2019): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Department of Islamic Communication and Broadcasting, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.343 KB) | DOI: 10.15575/tabligh.v4i4.1062

Abstract

Sebuah video di produksi dengan judul “Living With Muslim With Tommy Limm” dengan gendre vlog religi berhasil menarik perhatian masyarakat. Kemunculannya ditengan banyak video yang di produkasi Film Maker Muslim menjadi hal yang harus di teleti baik secara makna ataupun produksinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pembingkaian media yang dilakukan komunitas Film Maker Muslim terhadap video yang diproduksinya tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat analisis framing model Rober N Entman. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini berupa observasi dan dokumentasi. Hasil penetlitian ini menunjukan bahwa adanya pembingkaian media yang dilakukan oleh komunitas Film Maker Muslim terhadap video Living With Muslim With Tommy Limm. Dalam memframe pesan Islam atau dakwah dalam video Living With Muslim With Tommy Limm dalam channel youtubenya. Film Maker Muslim menggunakan strategi pendekatan sosial. Pemilihan isu juga terlihat dalam ranah sehari-hari yang berkaitan dengan kehidupan beragama atau antar agama dalam pandangan masyarakat. Kata Kunci: Analisis Framing;Youtube;Video Living With Muslim With Tommy Limm;Film Maker Muslim A video produced under the title "Living With Muslim With Tommy Limm" with religious vlog gendre managed to attract public attention regarding religious differences in the purpose of da'wah through entertainment. Its appearance in many videos that are produced by Film Maker Muslim becomes a thing that must be tasted both in terms of meaning and production. The purpose of this study was to find out whether there was a media framing by the Film Maker Muslim community on the video it produced. This study uses a framing analysis method to see how a media can construct messages to audiences. Data collection techniques in this study were in the form of observations and Robert N. Ernman's concepts in analyzing data. The results of this study show that there was a media framing carried out by the Film Maker Muslim community on the video Living With Muslim With Tommy Limm. In memframe the message of Islam or preaching in the video Living With Muslim With Tommy Limm in his YouTube channel. Film Maker Muslim uses a social approach strategy. Election issues are also seen in the everyday realm that are related to religious life or between religions in the view of society. The contribution of Tommy Limm by looking at the background in the video makes this video more interesting and a lot of public attention in delivering his da'wah. Keywords: Framing Analysis, Youtube, Video Living With Muslims With Tommy Limm, Muslim Film Make
Model Komunikasi Rohani Islam Di Rohis Baitul Ilmi SMKN 1 Cikampek Meilia Asriyati Winata; asep shodiqin; yaya yaya
Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 3 No 3 (2018): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Department of Islamic Communication and Broadcasting, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.712 KB) | DOI: 10.15575/tabligh.v3i3.1075

Abstract

The purpose of this study was to find out the communication model used by Rohis Baitul Ilmi at SMK 1 Cikampek, to find out how the activities carried out by Rohis Baitul Ilmi at SMK 1 Cikampek. What material and media are used in each Khitobah activity. To discuss the issue, researchers used a descriptive method of qualitative approach. This method is used to explain and tell. The facts that happened the Khitobah activity by Rohis Baitul Ilmi in SMK 1 Cikampek. The data collection technique is carried out through the observation and interview stages. The results of this study are the Rohis communication model at SMK 1 Cikampek which is the Aristotelian communication model and the Laswell communication model. Because in some circumcision activities carried out Rohis has the same communication elements as the elements of the communication model. While the form of Khitobah used is by way of Ershad Islam (coaching) conveying its message through verbal preaching. The media used in delivering da'wah messages is Facebook, Instagram, and YouTube. The material was delivered in accordance with the objectives of da'wah, which is around adolescents originating from Al-Qur'an and As-Sunnah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui model komunikasi yang digunakan oleh Rohis Baitul Ilmi SMKN 1 Cikampek, mengetahui bagaimana kegiatan yang dilakukan oleh Rohis Baitul Ilmi SMKN 1 Cikampek. Materi dan media apa saja yang digunakan dalam setiap kegiatan Khitobah. Untuk membahas persoalan tersebut, peneliti menggunakan metode deskriptif pendekatan kualitatif. Metode ini digunakan untuk memaparkan dan menceritakan. Fakta-fakta yang terjadi pada kegiatan Khitobah di Rohis Baitul Ilmi SMKN 1 Cikampek. Teknik pengumpulan datanya dilakukan melalui tahap observasi dan wawancara.Hasil dari penelitian ini model komunikasi Rohis di SMKN 1 Cikampek merupakan model komunikasi Aristoteles dan model komunikasi Laswell. Karena dibeberapa kegiatan khitobah yang dilakukan Rohis memiliki unsur-unsur komunikasi yang sama dengan unsur-unsur model komunikasi tersebut. Sedangakan bentuk Khitobah yang digunakan adalah dengan cara Irsyad Islam (pembinaan) menyampaikan pesannya melalui dakwah bil-lisan. Media yang digunakan dalam meyampaikan pesan dakwah adalah Facebook, Instagram, dan youtube. Materi disampaikan disesuaikan dengan sasaran dakwah yaitu seputaran remaja yang bersumber dari Al’Quran dan As-Sunnah.
Musik sebagai Media Dakwah Tanty Sri Wulandari; Mukhlis Aliyudin; Ratna Dewi
Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 4 No 4 (2019): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Department of Islamic Communication and Broadcasting, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.777 KB) | DOI: 10.15575/tabligh.v4i4.1089

Abstract

ABSTRACK This paper aims to find out how Muhammadiyah views on music, how the preaching massages contained in the song Sabyan Gambus an how the Muhammadiyah Autonomous Organization’s “IMM” views about Islamic-themed songs from Sabyan Gambus. The research method uses descriptive qualitative approach, the descriptive method explains in detail the fact obtained from the field about the view of “IMM” about music in general, specifically about music as a propaganda media. The result showed that Muhammadiayah’s view of music is permissible depending on how it is used as the music media that is allowed to preach. In the Sabyan Gambus song, there is a 25% massage in the song entitled Ya Maulana, a 50% Ahlak massage in a song called El Oum and Syukronlillah an a Sharia massage a much as 25% in a song called Allahumalabaikh. Muhammadiyah’s views especially IMM toward Sabyan Gambus mostly agreed on the way preached through music media, not only as entertainment but also as preaching activities. Keywords: Music, Da’wah Media, Muhammadiyah’s views, Muhammadiyah’s “IMM” Autonomuos Organization ABSTRAK Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pandangan Muhammadiyah terhadap music, bagaimana pesan dakwah yang terkandung dalam lagu Sabyan Gambus dan bagaimana pandangan Organisasi Otonom Muhammadiyah “IMM” mengenai lagu-lagu bertema Islam dari Sabyan Gambus. Metode penelitian menggunakan metode pendekatan deskriptif bersifat kualitatif, Dalam metode deskriptif menjelaskan dengan mendetail fakta yang didapat dari lapangan tentang pandangan dari “IMM” mengenai music secara umum, khususnya tentang music sebagai media dakwah. Hasil penelitian menunjukan bahwa pandagan Muhammadiyah terhadap music adalah hal yang diperbolehkan tergantung bagaimana penggunaannya begitupun dengan media music yang diperbolehkan untuk berdakwah. Dalam lagu Sabyan Gambus terdapat pesan Akidah sebanyak 25% pada lagu yang berjudul Ya Maulana, pesan Ahlak sebanyak 50% pada lagu yang berjudul El Oum dan Syukronlillah serta pesan Syariah sebanyak 25% pada lagu yang berjudul Allahumalabaikh. Pandangan Muhammadiyah terutama IMM terhadap Sabyan Gambus kebanyakan menyetujui cara mereka berdakwah lewat media music, tidak sebagai hiburan semata tapi juga sebagai aktifitas berdakwah. Kata Kunci : Musik; Media Dakwah; Pandangan Muhammadiyah; Organisasi Otonom Muhammadiyah “IMM”
Retorika Ilyasa dan Alyasa di Ajang Aksi Asia Indosiar Siti Nur Janah; Yaya Yaya; Rojudin Abas
Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 4 No 2 (2019): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Department of Islamic Communication and Broadcasting, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (999.814 KB) | DOI: 10.15575/tabligh.v4i2.1098

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gestur Ilyasa dan Alyasa pada saat berceramah di ajang Aksi Asia Indosiar, bagaimana struktur materi ceramah yang disampaikan, dan gaya bahasa apa saja yang digunakan pada saat berceramah di ajang Aksi Asia Indosiar. Penelitian ini menggunakan teori model komunikasi Aristoteles. Asumsi dasarnya yaitu speaker - message – listener. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan jenis data kualitatif. Hasil dari penelitian tersebut dapat diketahui bahwa gestur Ilyasa dan Alyasa yaitu meliputi badan yang berdiri tegak saat berceramah, nsmun terkadang sedikit membungkuk, sambil menghadap kepada audiens, dan bergantian tempat sesuai apa yang disampaikanya. Gerakan tangan saat berceramah mengikuti sesuai apa yang disampaikan, seringkali mereka menggerakan telunjuk ke atas, kanan, kiri, dan ke depan secara kompak. Adapun ekspresi yang terkandung meliputi mimik wajah dan pandangan mata. ILAL tidak hanya fokus kepada audience ataupun dewan juri saja, sesekali mereka melihat kepada kamera. Struktur materi yang disampaikan terdapat judul, pendahuluan, isi, dan penutup. Gaya bahasa yang digunakan mengandung beberapa majas dari gaya bahasa perbandingan, perulangan, sindiran, pertentangan, dan penegasan. This study aims to determine how the gesture of Ilyasa and Alyasa during the lecture at the Asia Indosiar Action event, how the structure of the material delivered, and what style of language is used when speaking at the Indosiar Asia Action event. The choice of the theory used in this study is Aristotle's communication model theory. The basic assumption is that the speaker - message - listener. The method used is descriptive method with qualitative data types. The results of this study can be seen that the gesture of Ilyasa and Alyasa which includes posture that stands upright, sometimes slightly bent, facing the audience, and move according to what he said. The movements of the hands when lecturing follow what is said, often they move their indexes upward, right, left, and forward in a compact manner. The expressions contained include facial expressions and eyesight. Ilyasa and Alyasa does not only focus on the audience or the jury, they occasionally look at the camera. The structure of the material presented is title, introduction, content, and closing. The style of language used contains several styles of comparative language styles, repetitive, satirical, contradictory, and affirmative.
Pesan Dakwah Dalam Album "Masih Ada Waktu" Karya Ebiet G Ade Ropik Abdul Muhamad; Wiryo Setiana; Nase Saepudin
Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 4 No 4 (2019): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Department of Islamic Communication and Broadcasting, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.495 KB) | DOI: 10.15575/tabligh.v4i4.1232

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pesan dakwah yang terdapat di dalam lirik-lirik lagu Ebiet G Ade yang terusung didalam album berjudul “ Masih Ada Waktu”, yang mencakup pesan Akidah, Ahlak dan Syariah. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan analisi isi, dan merupakan sebuah usaha yang dilakukan untuk mendapatkan penjelasan dari isi pesan yang ada di dalam bentuk verbal dan non verbal.. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tehnik studi kepustakaan, yaitu dengan cara membaca, mencatat, mengolah data dan mengetahui biografi/kepustakaan. Hasil penelitian menunjukan, lagu-lagu Ebiet yang terdapat pada album “Masih Ada Waktu” menunjukan adanya nilai dan pesan dakwah, pesan Akidah, Ahlak dan Syariah di dalamnya, karena lirik lagu yang dibawakan tidak bertetangan dengan Al-Qur’an dan Hadits. Hal ini terbukti pada bagaimana cara Ebiet menciptakan lirik-lirik lagu yang bermakna kemanusiaan, alam, lingkungan, keTuhanan dan sebagainya. Kata Kunci: Pesan Dakwah, Lirik Lagu, Ebiet G Ade. The purpose of this study was to find out the da'wah messages contained in Ebiet G Ade's song lyrics which continued in the album entitled "Masih Ada Waktu", which included the message of Akidah, Ahlak and Sharia. The method used is qualitative research with the content analysis approach, and is an attempt made to get an explanation of the contents of the message that is in the form of verbal and non-verbal. Data collection techniques in this study use library study techniques, namely by reading, record, process data and know biography / literature. The results showed, Ebiet songs contained in the album "Masih Ada Waktu" showed the value and message of da'wah, the message of Akidah, Ahlak and Sharia in it, because the song lyrics that were sung were not in line with the Qur'an and Hadith. This is evident in how Ebiet creates song lyrics that mean humanity, nature, environment, divinity and so onKeywords: Da'wah Message, Song Lyrics, Ebiet G Ade.
Tabligh Melalui Media Sosial LINE Indah Purnama Putri; Sachri Ramdhan; Tata Sukayat
Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 2 No 3 (2017): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Department of Islamic Communication and Broadcasting, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tabligh.v2i3.181

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses tabligh melalui media sosial LINE (akun Dunia Jilbab), selanjutnya mengetahui kelebihan dan kekurangan tabligh melalui media media sosial LINE (akun Dunia Jilbab). Serta, mengetahui strategi memanfaatkan media sosial LINE sebagai media tabligh. Penelitian ini menggunakan teori komunikasi S-M-C-R Berlo dan konsep Virtual Ummah untuk menjawab permasalahan pada penelitian ini.Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif yakni memberikan gambaran mengenai tabligh melalui media sosial LINE yang ada pada akun official Dunia Jilbab dan dilengkapi dengan proses wawancara terhadap admin akun Dunia Jilbab. Cara pengelolaannya dengan cara memasukan data-data yang sejenis lalu menguraikan secara naratif yang menggambarkan secara meluas dan mendalam tentang subjek penelitian. Jenis data dalam penelitian ini yaitu segala informasi yang berkaitan dengan tabligh yang dilakukan melalui media sosial LINE pada akun Dunia Jilbab. Kata Kunci: Tabligh; Media Sosial; LINE. ABSTRACT The purpose of this study is to find out the tabligh process through LINE's social media (Dunia Jilbab account), then find out the advantages and disadvantages of tabligh through LINE social media media (Dunia Jilbab account). And, knowing the strategy of using LINE social media as a tabligh media. This study uses Berlo's SMCR communication theory and the concept of Virtual Ummah to answer the problem in this study. The method used is descriptive method which provides an overview of tabligh through LINE's social media in the official Dunia Jilbab account and is equipped with an interview process to the Dunia Jilbab admin account . The way to manage it is by entering similar data then describing it in a narrative that extends widely and deeply about the research subject. The type of data in this study is all information related to Tabligh that is done through LINE's social media on the Hijab World account. Keywords: Tabligh; Social Media; LINE.
Strategi Program Siaran Dakwah di Televisi Taufik Gilang Karisman; Aep Kusnawan; Lukluk Atin Marfuah
Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 2 No 3 (2017): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Department of Islamic Communication and Broadcasting, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tabligh.v2i3.190

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi program dakwah MQTV ditinjau dari pertama, perencanaan, kedua, produksi dan pembelian ketiga, eksekusi, keempat pengawasan evaluasi. Penelitian ini menggunakan teori Morissan tentang strategi program yakni: perencanaan, produksi dan pembelian, eksekusi, serta pengawasan dan evaluasi program. Menggunakan metode deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi program MQTV yaitu; pertama, perencanaan dilakukan dengan menganalisis peluang pasar berdasarkan evaluasi tanpa melibatkan pihak ketiga dan memanfaatkan ranah dakwah dalam membuat program. Program siaran MQTV dikemas dengan format variatif menggunakan gaya bahasa yang mudah dipahami dan dipromosikan melalui klip video dan media sosial. Program siaran dakwah MQTV memiliki target audien pada kelas menengah-hingga menegah keatas dan disajikan secara kontinyu untuk membangun kebiasaan audien yang bertujuan untuk mendapatkan kuantitas audien dakwah dan keuntungan finansial Kedua, produksi dan pembelian, MQTV melakukan produksi sendiri, afiliasi program dan kontribusi pemirsa serta konten youtube namun tidak melakukan pembelian program. Ketiga, MQTV melakukan eksekusi program dengan teknik penayangan head to head, strong lead-in, counter dan blocking programme. Keempat, pengawasan dilakukan mingguan, bulanan dan evaluasi program per-tigabelas episode. Kata Kunci: Strategi Program; Dakwah; Televisi ABSTRACT The purpose of research to know the strategy of MQTV da'wah programs reviewed from; planning, production and purchase, execution, and monitoring and evaluation. This study uses Morissan's theory of strategy program that is: planning, production and purchasing, execution, and monitoring. using descriptive method, with observation, interview and document analysis. The result of research shows, the strategy of MQTV da’wa program is; first, planning step do by analyzing market opportunity based on evaluation without third party and utilizing da'wah domain in making programs are packed in varied formats using language styles that are easy to understand and promote through video clips and social media. The program has a target audience in the middle to upper middle class and is presented continuously to build the habit of audience which aims to get the quantity of audience da'wah and financial gain. Second, MQTV does its own production, affiliate program, audience contribution and youtube content but does not make purchases of programs. Third, MQTV performs program execution with head-to-head, strong lead-in, counter and blocking program. Fourth, supervision is done weekly, monthly and evaluating program every thirteen episodes. Keywords: Strategy Program, Da’wa, Television.
Respon Jama'ah Terhadap Pengajian Rutin Tafsir Tematik Devira Aprilianty; Mukhlis Aliyudin; Ahmad Agus Sulthonie
Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 2 No 3 (2017): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Department of Islamic Communication and Broadcasting, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tabligh.v2i3.211

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Perhatian, Pemahaman, dan Penerimaan jama’ah masjid An-Nabati terhadap pengajian Tafsir Tematik di Masjid An-Nabati yang terletak di wilayah kantor Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Cisaranten Endah, Bandung, Jawa Barat. Penelitian ini mengacu pada kerangka teori psikologi behavioristik S-O-R, yakni stimulus, Organisme, dan Respon. Adapun yang jadi stimulusnya adalah pengajian tafsir tematik, Organismnya adalah jama’ah An-Nabati yang mengikuti pengajian tafsir tematik di Masjid An-Nabati. Sedangkan responnya adalah perhatian, pemahaman dan penerimaaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, pengumpulan datanya dengan menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian ini menggambarkan bahwa pengajian bandung kuping, mendapatkan respon yang baik dari jama’ah An-Nabati yang berjumlah 40 orang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa respon jama’ah (bapak-bapak) terhadap pengajian Tafsir Tematik sangat baik. Dari respon perhatian, beberapa informan menyatakan mengikuti pengajian secara rutin, respon pemahaman menyatakan memahami terhadap pengajian tafsir tematik, dan respon penerimaan menyatakan menerima pengajian tafsir tematik di Masjid An-Nabati. Berdasarkan temuan ini dapat disimpulkan bahwa pengajian merupakan salah satu istilah yang cukup dikenal di kalangan masyarakat. Istilah ini merujuk kepada salah satu bentuk kegiatan yang sering dilakukan di masjid atau majelis-majelis tertentu. Pengajian juga sebagai salah satu metode pembelajaran dalam memperluas agama Islam. Kata kunci : Jama’ah; Pengajian; Tafsir Tematik The purpose of this study is to find out the Attention, Understanding, and Acceptance of the Jamaah of the An-Nabati mosque to the study of Thematic Interpretation in the Nabati Mosque located in the area of ​​the Forestry Service Office of West Java Province Jalan Soekarno Hatta No.751, Cisaranten Endah , Bandung, West Java 40292. This research refers to SOR behavioristic psychological theory framework, namely stimulus, organism, and response. As for the stimulus is the thematic interpretation of the study, the organism is the Jamaah An-Nabati who follows the thematic interpretation of the An-Nabati Mosque. While the response is attention, understanding and acceptance. The method used in this research is descriptive method, collecting data using interviews, observation, and documentation. From the results of this study illustrate that the recitation of bandung kuping, get a good response from the congregation of An-Nabati which amounts to 40 people. The results of this study indicate that the response of the congregation (fathers) to the study of Thematic Interpretation is very good. From the response of attention, some informants said that following regular recitation, understanding responses to understanding the thematic interpretation of the study, and receiving responses said that they received a thematic interpretation in the Masjid An-Nabati. Based on these findings it can be concluded that recitation is one of the terms that is well known among the public. This term refers to one form of activity that is often carried out in mosques or certain assemblies. Recitation is also a method of learning in expanding Islamic religion. Keywords: Jama'ah; Recitation; Thematic Interpretation
Analisis Isi Pesan Dakwah dalam Lirik Lagu Sore Band Irvan Supriadi Pratama; Dadan Anugrah; Indira Sabet Rahmawaty
Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 2 No 3 (2017): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Department of Islamic Communication and Broadcasting, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tabligh.v2i3.213

Abstract

Penggunaan musik sebagai media dakwah sudah sangat lazim digunakan oleh para musisi Indonesia. Kekuatan lirik tersebut dimanfaatkan oleh Sore band sebagai sarana untuk menyampaikan pesan-pesan dakwah. Sore band merupakan sebuah grup musik asal Jakarta yang semua personil memainkan alat musik dengan menggunakan tangan kidal, dan berperan sebagai vokalis band tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis isi pesan dakwah yang terkandung dalam lirik lagu Sore Band. Metode penelitian yang digunakan yaitu analisis isi deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isi pesan dakwah yang terkandung dalam Lirik Lagu Sore Band terdapat 2 (dua) jenis Makna yaitu Makna Denotasi dan Makna Konotasi. Dari 9 (Sembilan) lagu yang diteliti oleh penulis, terdapat 6 (enam) buah lagu yang bermakna Denotasi dominan, dan 3 (tiga) buah lagu yang bermakna Konotasi dominan. Selain daripada itu, terdapat 2 (dua) dari 3 (tiga) kategori pesan yaitu Akidah dan Akhlak. The use of music as a medium of da'wah is very commonly used by Indonesian musicians. The strength of the lyrics was used by Sore Band as a means to convey da'wah messages. Sore band is a music group from Jakarta where all personnel play musical instruments using left-handed hands, and act as the band's vocalist. This study aims to analyze the content of da'wah messages contained in the Sore Band song lyrics. The research method used is descriptive content analysis with a qualitative approach. The results showed that the contents of the message of da'wah contained in the Sore Band Song Lyrics contained 2 (two) types of Meanings, namely the Meaning of Denotation and the Meaning of Connotation. Of the 9 (nine) songs examined by the author, there were 6 (six) songs that had dominant Denotation songs, and 3 (three) songs that meant dominant connotations. Apart from that, there are 2 (two) of the 3 (three) categories of messages namely Akidah and Akhlak.

Page 7 of 14 | Total Record : 131


Filter by Year

2016 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 6 No 3 (2021): Tabligh : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 6 No 2 (2021): Tabligh : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 6 No 1 (2021): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 5 No 4 (2020): Tabligh : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 5 No 3 (2020): Tabligh : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 5 No 2 (2020): Tabligh : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 5 No 1 (2020): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 4 No 4 (2019): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 4 No 3 (2019): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 4 No 2 (2019): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 4 No 1 (2019): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 3 No 4 (2018): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 3 No 3 (2018): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 3 No 2 (2018): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 3 No 1 (2018): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 2 No 4 (2017): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 2 No 3 (2017): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 2 No 2 (2017): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 2 No 1 (2017): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 1 No 4 (2016): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 1 No 3 (2016): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 1 No 2 (2016): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 1 No 1 (2016): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam More Issue