cover
Contact Name
Arif Rahman Hikam
Contact Email
bioeksakta@gmail.com
Phone
+6285741954045
Journal Mail Official
bioeksakta@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman Jl. dr. Soeparno No. 63 Purwokerto, Kabupaten Banyumas Kode Pos 53122
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed
ISSN : -     EISSN : 27148564     DOI : -
Jurnal BioEksakta menerbitkan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang biologi umum termasuk Ekologi dan konservasi, Taksonomi dan Struktur, Biogeografi, Evolusi, Biodeversitas, Fisiologi dan Reproduksi, Biologi sel, Biologi Molekuler dan Genetika.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 1 (2023): BioEksakta" : 8 Documents clear
Optimasi Pertumbuhan Miselium Jamur Trametes sp. pada Media Membran Dekolorisasi Dengan Komposisi Bahan Organik yang Berbeda Rahma, Salma Aulia; Dewi, Ratna Stia; Mumpuni, Aris
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 5 No 1 (2023): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2022.4.3.4648

Abstract

Spesies jamur pelapuk putih seperti Trametes sp. telah diketahui mampu mendekolorisasi pewarna azo, heterosiklik dan senyawa reaktif atau polimerik melalui degradasi enzim lignolitik. Membran dekolorisasi merupakan media yang digunakan sebagai sarana untuk mengurangi limbah salah satunya limbah batik. Membran dekolorisasi dibuat dalam suatu bentuk tertentu dengan memfungsikannya sebagai media pertumbuhan miselium jamur yang digunakan sebagai alternatif dalam bioreaktor. Bahan utama pembuatan membran dekolorisasi adalah serbuk kayu. Bahan lain yang diperlukan adalah suplemen seperti kapur (CaCO3), gypsum (CaSO4), dan air. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 5 perlakuan dan masing-masing dengan 5 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan komposisi media bahan organik mempengaruhi pertumbuhan miselium jamur Trametes sp. Perbedaan komposisi pada masing-masing perlakuan menunjukkan hasil yang signifikan. Data uji lanjut memperlihatkan bahwa komposisi P3 merupakan media membran yang optimum untuk pertumbuhan miselium jamur Trametes sp. dengan komposisi serbuk gergaji 65%, bekatul 15%, kapur 5%, gypsum 5%, dan penambahan jagung giling 10%. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa nutrisi yang terdapat didalam media dapat mempengaruhi pertumbuhan miselium. Penambahan komposisi mempunyai pengaruh yang baik terhadap pertumbuhan miselium sepanjang komposisi berapa pada kalkulasi yang tepat.
Fitoremediasi Logam Berat Seng (Zn) Dari Limbah Cair Tekstil Menggunakan Kayu Apu (Pistia stratiotes) Shinta, Deyana Rose; Santoso, Slamet; Proklamasiningsih, Elly
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 5 No 1 (2023): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2023.5.1.4722

Abstract

Industri tekstil merupakan salah satu industri yang berkembang pesat dan memegang peranan yang cukup penting. Seiring dengan berkembangnya industri tekstil, maka akan dihasilkan pula limbah yang melimpah. Limbah tekstil mengandung sumber pencemar yang sulit terdegradasi secara alami, yaitu bahan anorganik seperti logam Zn, Cu, Pb, Cd, dan Cr yang berbahaya bagi organisme perairan. Oleh karena itu untuk mengurangi dampak negatif dari logam berat perlu dilakukan metode pengolahan limbah, misalnya fitoremediasi. Salah satu tanaman yang dapat digunakan adalah kayu apu (Pistia stratiotes). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh persen luas penutupan, lama waktu pemaparan, dan interaksi keduanya dalam meningkatkan jumlah helai daun dan bobot basah tanaman, serta untuk menentukan persen luas penutupan, lama waktu pemaparan, dan interaksi keduanya yang terbaik dalam meningkatkan jumlah helai daun dan bobot basah tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persen luas penutupan dan waktu pemaparan mampu meningkatkan jumlah helai daun dan bobot basah tanaman, namun interaksi keduanya hanya mampu meningkatkan jumlah helai daun. Persen luas penutupan 100% merupakan yang terbaik dalam meningkatkan jumlah helai daun dan bobot basah tanaman. Waktu pemaparan 9 hari merupakan yang terbaik dalam meningkatkan jumlah helai daun dan bobot basah tanaman Interaksi penutupan 75% dengan waktu pemaparan 9 hari merupakan yang terbaik dalam meningkatkan jumlah helai daun.
Keanekaragaman Aglaonema di Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah Alifia, Felia Rima; Sukarsa, Sukarsa; Herawati, Wiwik
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 5 No 1 (2023): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2023.5.1.4734

Abstract

Tanaman Aglaonema atau yang sering disebut sri rejeki merupakan salah satu jenis tanaman hias. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan hubungan kemiripan Aglaonema berdasarkan karakter morfologi. Penelitian ini menggunakan metode survei dan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling, dengan Variabel pengamatannya adalah karakter morfologi batang dan daun, parameter yang diukur meliputi, panjang batang, diameter batang, panjang helaian daun, lebar helaian daun, panjang pelepah daun, dan diameter tangkai daun, sedangkan parameter yang diamati meliputi, warna batang, jumlah batang dalam satu rumpun, bentuk batang, permukaan batang, jumlah helaian daun per rumpun, warna helaian daun, warna corak daun, bentuk helaian daun, tepi helaian daun, warna pelepah daun, tulang daun, warna urat daun, ujung daun, pangkal daun, warna tangkai daun, jumlah tangkai daun per rumpun. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan untuk mengetahui hubungan kemiripan, data dianalisis dengan metode UPGMA (Unweighted Pair Group Method Arithmatic Mean) menggunakan software MEGA 6.0. Aglaonema yang ditemukan setelah diidentifikasi terdapat 14 varian, yaitu 2 Aglaonema spesies, meliputi Aglaonema costatum var. albovariegatum (Snow White) dan Aglaonema modestum ‘Red Evergreen’, serta 12 Aglaonema hibrid, meliputi Aglaonema ‘Butterfly’, Aglaonema ‘Donna Carmen’, Aglaonema ‘Esmeralda’, Aglaonema ‘Happiness’, Aglaonema ‘Lady Valentine’, Aglaonema ‘Luilaiwan’, Aglaonema ‘Red Kochin’, Aglaonema ‘Ruay Ummata’, Aglaonema ‘Ruby Soft’, Aglaonema ‘Siam Aurora’ , Aglaonema ‘Srikandi’, dan Aglaonema ‘Venus’. Hubungan kemiripan dari jenis Aglaonema yang ditemukan paling dekat dengan indeks dissimilaritas 0,045, terdapat pada Aglaonema modestum ‘Red Evergreen’ dengan Aglaonema ‘Luilaiwan’, serta Aglaonema ‘Luilaiwan’ dengan Aglaonema ‘Siam Aurora’. Sedangkan hubungan kemiripan terjauh jauh dengan indeks dissimilaritas 0,455 antara Aglaonema ‘Butterfly’ dan Aglaonema ‘Esmeralda’.
Pengaruh Kadar Garam terhadap Karakter Anatomi Daun Kedelai [Glycine max (L.) Merr.] Kultivar Grobogan Setiana, Devi Vira; Juwarno, Juwarno; Purwati, Endang Sri
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 5 No 1 (2023): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2023.5.1.4735

Abstract

Kedelai [Glycine max (L.) Merr.] saat ini kebutuhannya semakin meningkat namun tidak diimbangi oleh produksinya. Kegagalan produksi tersebut salah satunya akibat kurangnya lahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kadar garam terhadap karakter anatomi daun kedelai kultivar Grobogan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Parameter yang diamati meliputi tebal epidermis adaksial dan abaksial, tebal kutikula adaksial dan abaksial, tebal mesofil, panjang stomata, lebar stomata, kerapatan stomata, kerapatan trikomata. Data dianalisis dengan analisis ragam (ANOVA), dengan tingkat kesalahan 5%. Perlakuan yang memberikan pengaruh nyata, dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) dengan Standar Kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan kadar garam 100 mM dapat meningkatkan ukuran tebal epidermis adaksial dan epidermis abaksial. Kadar garam 0 mM meningkatkan panjang stomata abaksial dan kerapatan stomata adaksial.
Potensi Ekstrak Etanol Coprinus comatus Terhadap Kadar SGOT dan SGPT Pada Tikus Putih Model Diabetes Zahra, Jauza Ulya; Ratnaningtyas, Nuniek Ina; Hernayanti, Hernayanti
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 5 No 1 (2023): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2023.5.1.4739

Abstract

Jamur Coprinus comatus merupakan salah satu jamur yang dapat berkhasiat sebagai obat. Tubuh buah jamur C. comatus mengandung antioksidan seperti flavonoid, total fenol, tokoferol dan polisakarida, serta beberapa senyawa aktif yang berpotensi sebagai antioksidan, imunomodulator, antikanker, antitumor, hipolipidemik dan hipoglikemik. Flavonoid sebagai antioksidan dapat menangkal radikal bebas dengan cara mendonorkan H+ dan menghentikan peroksidasi lipid, sehingga dapat menurunkan kadar Serum Glutamat Oksaloasetat Transaminase (SGOT) dan Serum Glutamat Piruvat Transaminase (SGPT) dalam darah. Hal ini terjadi karena peningkatan produksi radikal bebas seperti reactive oxygen species (ROS) yang dipicu oleh kondisi hiperglikemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol C. comatus terhadap kadar SGOT dan SGPT darah tikus putih model diabetes serta mengetahui konsentrasi dosis ekstrak etanol C. comatus yang efektif terhadap kadar SGOT dan SGPT darah tikus putih model diabetes. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 6 perlakuan, yaitu Kontrol Positif (K+), Kontrol Negatif (K-), Kontrol Pembanding (KP), Perlakuan 1 (P1), Perlakuan 2 (P2) dan Perlakuan 3 (P3). Penelitian ini menggunakan tikus putih (Ratus norvegicus) jantan berumur 2-3 bulan dengan berat badan 200 gram. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analysis of Varians (ANOVA) dengan tingkat kesalahan 5%, apabila perlakuan berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok perlakuan yang diberi ekstrak etanol C. comatus menunjukkan kadar SGOT dan SGPT yang lebih rendah dibandingkan dengan tikus kontrol negatif. Hasil tersebut menunjukkan bahwa ekstrak etanol C. comatus efektif dalam mengobati diabetes melitus. Ekstrak etanol C. comatus dosis 500 mg/kg BB diketahui merupakan dosis yang paling efektif diantara ketiga dosis perlakuan untuk menurunkan kadar SGOT dan SGPT.
Prevalensi, Intensitas, dan Faktor Resiko Tungau Debu Rumah pada Penderita Alergi di Purwokerto, Kab. Banyumas Wijaya, Rheza Paleva; Budianto, Bambang Heru; Wibowo, Heri
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 5 No 1 (2023): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2023.5.1.4994

Abstract

Alergi adalah penyakit imunitas yang diderita hampir seluruh populasi manusia didunia. Penyakit alergi seperti rinitis alergi dan asma dapat diperantarai tungau debu rumah (TDR). Spesies TDR yang sering kali menjadi sumber alergen adalah Dermatophagoides pteronyssinus dan Dermatophagoides fariane. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui prevalensi TDR pada rumah subjek alergi dan non-alergi, mengetahui intensitas TDR pada rumah subjek alergi dan non-alergi serta mengetahui resiko kehadiran TDR pada kejadian alergi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan desain cross-sectional yang terbagi menjadi dua kelompok yaitu, kelompok alergi dan kelompok non-alergi. Analisis data yang menggunakan uji Chi-square dengan bantuan program SPSS versi 22. Parameter yang diamati yaitu debu, jumlah tungau, dan populasi spesies tungau terbesar. Potensi alergen terhadap individu diperiksa degan skin prick test (SPT). Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai prevalensi total seluruh rumah adalah 46,4% dengan masing-masing subjek alergi dan non-alergi sebesar 71,4% dan 21,4%. Intensitas TDR rata-rata pada rumah subjek alergi secara keseluruhan adalah 1 sedangkan pada subjek non-alergi hanya beberapa spesies memiliki nilai 1 sedangkan yang lainnya 0. Rumah subjek alergi memiliki Prevalence Ratio (PR) sebesar 3,333 (95%CI 1,159-9,586) terdapat TDR. Spesies TDR Dermatophagoides pteronyssinus, Euroglyphus maynei, dan Blomia tropicalis, cenderung lebih sering ditemukan dibandingkan spesies lainnya.
KUALITAS SPERMATOZOA DAN STRUKTUR HISTOLOGIS GONAD JANTAN TIGA SPESIES IKAN FAMILI CYPRINIDAE DI SUNGAI BANJARAN Al Gifari, Habibulah Ahmad; Susatyo, Priyo; Atang, Atang; Sugiharto, Sugiharto
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 5 No 1 (2023): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2023.5.1.5203

Abstract

Para peneliti perikanan mengungkapkan bahwa banyak jenis ikan asli perairan liar terancam punah akibat penangkapan yang tidak terkendali hal dapat mengancam keberadaan mereka di alam salah satunya di Sungai Banjaran. Tujuan penelitian ini yaitu: mengetahui kualitas spermatozoa ikan, mengetahui Indeks kematangan gonad (IKG), mengetahui Tingkat Kematangan Gonad (TKG), dan mengetahui gambaran histologis gonad jantan agar didapati data untuk kepentingan konservasi. Penelitian dilakukan dengan metode survei, sampel diambil dengan teknik purposive random sampling. Hasil penelitian selama periode Maret-Mei menunjukkan kualitas spermatozoa Ikan Nilem yang terbaik adalah pada bulan Mei yakni memiliki volume milt 0,21 ml, konsentrasi spermatozoa 2,3454 x109 sel/ml, Motilitas 3, dan viabilitas 82,55%. Pada Ikan Brek jumlah volume milt yang tertinggi terdapat pada bulan Mei yakni 0,25 ml, konsentrasi spermatozoa tertinggi terdapat pada bulan April 34,465 x109 sel/ml, dengan viabilitas 88,62%, dan motilitas 2,9. Kualitas sperma Ikan Lunjar terbaik dijumpai pada bulan Mei yakni memiliki volume milt 0,02 ml, konsentrasi spermatozoa 22,435 x109 sel/ml, viabilitas 80%, dan motilitas 3. Semua sampel sperma berwarna putih dengan pH 7-8. Berdasarkan TKG dan IKG dapat diketahui bahwa Ikan Nilem banyak ditemukan memijah pada bulan April dan Mei, Ikan Brek dan Lunjar banyak ditemukan memijah pada tiap bulannya. Struktur histologis gonad jantan pada Ikan Nilem, Brek dan Lunjar memiliki komposisi yang sama, pada ikan yang belum matang gonad komposisi sel spermatogenik yang teramati lebih di-dominasi oleh spermatosit, spermatid, dan spermatogonium, pada ikan yang matang gonad di-dominasi oleh sel spermatozoa dan spermatid, sedangkan pada ikan pasca memijah lebih banyak dijumpai spermatozoa dan spermatogonium.
Efektivitas Pemberian PEG terhadap Pertumbuhan dan Hasil beberapa Varietas Kedelai untuk Mendapat Kedelai Toleran Kekeringan Puspitadewi, Nur Aini Kurnia; Budisantoso, Iman; Juwarno, Juwarno
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 5 No 1 (2023): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2023.5.1.5760

Abstract

Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) merupakan tanaman pangan yang kurang tahan terhadap kekeringan dan kelebihan air. Kedelai lebih sensitif terhadap kekeringan daripada jenis kacang-kacangan yang lain sehingga kondisi cekaman kekeringan yang dialami kedelai akan menjadi kendala terhadap pertumbuhan dan produksi jika penyediaan air tidak tersedia. Pengaruh cekaman kekeringan pada kedelai dapat diketahui dengan pemberian Polietilena glikol (PEG) dengan cara PEG yang dilarutkan dalam air dapat digunakan untuk menstimulasikan besar potensial air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh PEG terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai dan untuk mengetahui tanaman kedelai yang paling toleran terhadap kekeringan. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan rancangan percobaan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial 2 faktor. Faktor 1 adalah varietas kedelai yang terdiri atas 3 varietas yaitu DEJA 1, DEGA 1, dan DENA 1. Faktor 2 adalah konsentrasi PEG yaitu 0% (kontrol), 5%, 10% dan 15% dengan 3 kali ulangan sehingga terdapat 36 unit percobaan. Pengamatan pertumbuhan tanaman dilakukan secara destruktif pada hari ke 20, 40, dan 60 hst (hari setelah tanam) dan hasil tanam atau produksi dilakukan di akhir penelitian. Parameter yang diamati meliputi bobot basah, bobot kering, bobot biji per tanaman, luas daun, dan laju asimilasi bersih (LAB). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian PEG mempengaruhi pertumbuhan berupa bobot basah, bobot kering, luas daun, LAB, dan hasil beberapa varietas kedelai berupa bobot biji per tanaman. Varietas kedelai yang toleran terhadap cekaman kekeringan adalah varietas DEGA 1.

Page 1 of 1 | Total Record : 8