cover
Contact Name
Febriaman Lalaziduhu
Contact Email
ferdinanmarcos1994@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
lp2mebenhaezer@gmail.com
Editorial Address
JI Buluran No.02 Talang Jawa RT 007 / RW 004 Kelurahan Pasar Tanjung Enim Kecamatan Lawang Kidul Kabupaten Muara Enim Prop. Sumatera Selatan
Location
Kab. muara enim,
Sumatera selatan
INDONESIA
SCRIPTA : Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual
ISSN : 26852144     EISSN : 27228231     DOI : https://doi.org/10.47154/scripta
Core Subject :
Jurnal Scripta merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer, dan sebagai sarana publikasi hasil penelitian serta sharing perkembangan ilmu teologi Kristen dan pelayanan kontekstual. Jurnal ini memuat artikel yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya yang berupa artikel hasil penelitian ataupun penelitian terapan, serta artikel telaah yang berkaitan dengan perkembangan ilmu teologi berdasarkan isu-isu terkini. Informasi mengenai pedoman penulisan artikel dan prosedur pengiriman artikel terdapat pada setiap penerbitan. Semua artikel yang masuk akan melalui ‘peer-review process’ setelah memenuhi persyaratan sesuai pedoman penulisan artikel. Penerbitan jurnal ini dilakukan sebanyak enam bulan sekali yaitu pada bulan Mei dan November setiap tahunnya.
Arjuna Subject : -
Articles 129 Documents
Memahami Kristologi Menurut Kolose 1:28 Untuk Membina Jemaat Melalui Model Partners in Learning Yustinus Hia
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 15 No. 1 (2023): Pemikiran dan Pandangan Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.937 KB) | DOI: 10.47154/sjtpk.v15i1.200

Abstract

The purpose of this journal is to apply the principles of fostering church members through the teaching model of partners in learning where coaches and congregations emphasize the importance of relationships to build trust between the two parties. As was done by the Lord Jesus Himself in His ministry, namely building relationships with the people He served, this partner in learning model also applies the importance of acceptance and appreciation between personal mentors and the congregation. Some of the impacts of the partners in Learning model: (1) Involvement means increasing the partnership between tutors and students, (2) Awareness. This model helps mentors and students to develop metacognitive awareness and a growing identity, (3) Improvement. Learners are more active and responsible for the learning program that is being carried out. Partners in learning change the way of 'telling students about topics they need to know' to facilitating them to get the necessary information (inquiry). Partners in learning will produce students like Paul taught in Col. 1:28 namely growing towards maturity towards Christ.
Teologi Agama Kristen di Dalam Masyarakat Indonesia Yang Pluralistik Kusmanto, Fransius
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 17 No. 1 (2024): Pembinaan Warga Gereja
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47154/sjtpk.v17i1.154

Abstract

Tujuan dalam penulisan karya ilmiah ini yaitu untuk mengetahui teologi agama kristen di Indonesia yang  terus mengalami perkembangan dan untuk mengetahui tentang keberadaan Teologi kekristenan di tengah masyarakat yang pluralistik. Agama adalah konsep dimana seseorang menemukan yang dipercayainya. Dari pengertian agama itu sendiri bahwa agama adalah tidak kacau. Hidup tertib tanpa adanya permusuhan satu dengan yang lainnya. Namun nyatanya tidak demikian. Ada banyak orang yang bahkan memiliki agama hidupnya tidak tertib. Indonesia terdiri dari enam agama yaitu Kristen, Budha, Islam, Konghucu, Katolik dan Hindu. Perbedaan-perbedaan pasti ada dan itu tidak bisa di pungkiri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Metode ini digunakan untuk menjelaskan keberadaan teologi kristen di tengah masyarakat yang pluralistik. Berdasarkan hasil yang diketahui ada tiga tindakan yang perlu dilakukan teologi kekristenan di tengah masyarakat yang pluralistik yaitu dengan cara mengadakan dialog dan membangun sikap toleransi serta bagaimana bersikap layaknya orang Kristen. Sikap Kekristenan di tengah masyarakat yang pluralistik menentukan penerimaan  kehadiran yang seutuhnya. Tanpa sikap yang baik, penolakan akan mudah terjadi dan itu berdampak besar bagi kelangsungan hidup ditengah masyarakat Indonesia yang pluralistik.
Kehadiran Perempuan bagi Anak: Studi Hermeneutik Feminis terhadap Keluaran 1:8–2:10 Nole, Otniel Aurelius
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 16 No. 2 (2023): Pelayanan di Era Industri 4.0
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47154/sjtpk.v16i2.215

Abstract

Perempuan adalah figur yang berperan positif dalam kehidupan ini. Kaum perempuan menjadi bagian yang menolak terjadinya penindasan dan ketidakadilan yang berimplikasi pada kekuasaan destruktif. Kekuasaan semacam itu dapat mengakibatkan yang lain menjadi korban. Dalam teks Keluaran 1:8–2:10, terdapat kekuasaan yang mengatur anak laki-laki Ibrani supaya tidak memperoleh hak untuk hidup, tetapi ada peran para perempuan yang menolak aturan itu. Tulisan ini bertujuan untuk menafsir teks itu dan menganalisis kekuasaan itu sekaligus menunjukkan kepedulian perempuan terhadap Musa sebagai anak. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi hermeneutik feminis. Penelitian ini menghasilkan pemahaman tentang peran para perempuan yang hadir dalam menyelamatkan anak-anak, yang dimulai dari bidan-bidan, kemudian Yokhebed, Miryam, putri Firaun bersama dayang-dayangnya yang menyelamatkan dan membesarkan Musa. Tuhan memakai para perempuan itu untuk membuat Musa menjadi seorang pemimpin dan pembebas bagi Israel, sekaligus menjadi bagian dari sejarah penyelamatan dunia. Dalam hal ini, ada kejelasan bahwa peran perempuan memiliki signifikansi dalam kehidupan di dunia kehidupan.
Basis Teologis Partnership dalam Misi Kristen: Menilik Problem Partnership dalam Misi Kristen Masa Kini serta Evaluasinya Karo, Dinar Br; Blegur, Romelus
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 16 No. 2 (2023): Pelayanan di Era Industri 4.0
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47154/sjtpk.v16i2.217

Abstract

The purpose of this study is to re-emphasize the importance of partnership from a Christian theological perspective, that partnership initiated by the Triune God and the church or believer must be based on that basis. Partnerships are now increasingly narrowed in their realization so that a re-evaluation is needed with theological and Biblical foundations. This research uses descriptive qualitative research methods with reference to literary sources that are relevant to the subject of this research. The findings in this study to answer the problem of partnership in Christian mission are that partnership must be global and universal, must plunge into the boundaries of the organization that governs it, and be based on the ultimate relationship of the Triune God.
PENTINGNYA MEMAHAMI KITAB WAHYU DALAM KEHIDUPAN JEMAAT Toding, Yulianus
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 16 No. 2 (2023): Pelayanan di Era Industri 4.0
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47154/sjtpk.v16i2.229

Abstract

The book of Revelation is a book that is classified as difficult to interpret because it contains various symbols that are not easy to understand, to be able to understand and understand the purpose of this letter, this article is written with a literary approach to describe a number of things including methods and ways of interpreting the book of Revelation so that the meaning contained in it is easy to capture and understand. Based on the results of the author's research, the book of Revelation has a number of benefits for the church today, especially in the midst of situations and conditions that are faced with a number of challenges and problems, the book of Revelation is present to provide strength and comfort as well as provide firmness of faith to the congregation that God in Jesus Christ has power that cannot be defeated by any power so that faith in Jesus will enable us to go through every difficulty of life and will enjoy the crown of life later with God in Heaven.
Analisis Teks “Malaikat Tuhan” dalam Hakim-Hakim 6:21-22: Sebagai Antitesis Terhadap Yesus Andris Kiamani; Aska Pattinaja
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 16 No. 2 (2023): Pelayanan di Era Industri 4.0
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47154/sjtpk.v16i2.231

Abstract

Gagasan tentang Yesus dan Malaikat Tuhan adalah dua entitas yang berbeda. Meskipun keduanya sering dianggap sebagai entitas rohaniah, pertanyaan dan diskusi yang sering muncul dari keduanya adalah tentang keberadaan mereka dalam kerangka keilahian. Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis arti teks sebenarnya tentang “Malaikat Tuhan” yang terdapat dalam kitab Hakim-hakim 6:21-22 sebagai antitesis terhadap Yesus. Latar belakang penelitian ini karena banyaknya peneliti yang memberikan pemahaman secara “alegoris” mengenai arti frasa “Malaikat Tuhan.” Banyak ahli menafsirkan “Malaikat Tuhan” sebagai rujukan kepada kepribadian Yesus. Sehingga peneliti mengkaji secara komprehensif makna frasa “Malaikat Tuhan” dengan menggunakan metode kualitatif interpretatif lewat proses eksegesis untuk memahami teks dimaksud. Artikel ini menemukan bahwa frasa “Malaikat Tuhan” dapat nampak dalam wujud kemuliaan maupun dalam wujud manusia normal; arti Malaikat Tuhan adalah “pembawa pesan dari Tuhan” dan tidak dapat diartikan sebagai Yesus; makna Malaikat Tuhan tidak dapat dipaksakan sebagai Yesus karena akan menyalahi makna konteks perjanjian lama dan posisi Yesus yang lebih tinggi dari pada Malaikat; secara posisi, Malaikat adalah roh yang diutus untuk melayani orang-orang percaya yang memperoleh keselamatan. Hasil kajian ini telah membuktikan sebuah antitetis penafsiran Malaikat Tuhan sebagai Yesus (Kristofani).
Mengungkap Fakta Yesus Menjadi Imam Menurut Peraturan Melkisedek Lengkong, Samuel
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 16 No. 2 (2023): Pelayanan di Era Industri 4.0
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47154/sjtpk.v16i2.232

Abstract

Di dalam Ibrani 7:11-17 menjelaskan bahwa Yesus menjadi Imam Besar menurut cara atau peraturan Melksidek. Masalah yang dihadapi adalah adanya kesulitan di dalam memahami frasa “menurut peraturan Melkisedek.” Mengapa keimaman Yesus itu “menurut peraturan Melkisedek,” apakah hal tersebut menunjukkan bahwa Melkisedek menjadi patron atau fondasi bagi Yesus Kristus dalam mendapatkan status atau jabatan Imam? Sehingga, munculnya pemikiran bahwa Melkisidek lebih tinggi dari Yesus, dan juga munculnya pemikiran bahwa Melkisedek adalah Yesus Kristus dalam Perjanjian Lama (Crhistopany). Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan fakta dan makna yang sebenarnya dari frasa “Imam Besar menurut peraturan Melkisedek,” dan siapakah sebenarnya Melkisedek, serta untuk mengetahui tujuan dari penulis Surat Ibrani menjelaskan bahwa Yesus adalah Imam Besar menurut peraturan Melkisedek. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Di dalam metode ini, peneliti mengumpulkan sebanyak-banyaknya teori dan informasi dari bahan kepustakaan menyangkut topik penelitian. Kemudian hasil penelitian ini akan diuraikan secara deskriptif dan sistematis. Penelitian ini menemukan bahwa Melkisedek adalah sebuah definisi, ungkapan idiomatik dan gelar atau sebutan raja. Pengertian dari frasa “menurut peraturan Melkisedek” adalah menjadi seorang imam adalah sama seperti Melkisedek menjadi seorang imam dengan kualifikasi atau syarat yaitu: bukan karena adanya peraturan-peraturan manusia; bukan karena manusia yang menentukan; bukan karena keturunan dari suatu suku; dan ditetapkan oleh Roh Allah Yang Kekal. Dan tujuan penulis Surat Ibrani, di dalam Ibrani 7 adalah ingin mengungkapkan fakta bahwa keimaman telah beralih kepada Yesus Kristus, keimaman Yesus yang Universal dan kekal.
Strategi Efektif Gereja dalam Pemanfaatan Teknologi Modern untuk Mewartakan Injil di Masyarakat 4.0 Kurnia, Catherine Christianny; Herman, Samuel; Haans, Jantje
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 16 No. 2 (2023): Pelayanan di Era Industri 4.0
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47154/sjtpk.v16i2.238

Abstract

Perkembangan teknologi digital di era masyarakat 4.0 menuntut gereja untuk merancang ulang strategi penginjilan agar tetap relevan dan efektif menjangkau jiwa. Penelitian ini dilakukan untuk merumuskan strategi kontekstual bagi gereja memanfaatkan teknologi mutakhir dalam misi penginjilan. Metode penelitian adalah kualitatif dengan analisis literatur teologis. Hasilnya menunjukkan perlunya integrasi konten dan pendekatan digital inovatif dengan berpegang prinsip teologis, agar penginjilan otentik dapat terus dilakukan secara efektif di tengah dinamika masyarakat digital. Penelitian ini penting untuk memastikan mandat penginjilan tetap relevan dan berdampak di era kontemporer.
Strategi Pelayanan Pastoral bagi Remaja di Era Digital Kristian, Samuel
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 16 No. 2 (2023): Pelayanan di Era Industri 4.0
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47154/sjtpk.v16i2.239

Abstract

Teenage years is the moment of humans in which they experience many changes in life, both physically and emotionally. A lot of things they believed as children will change in teenage years. It is also seen as a critical and defining period in life since what they experience during this time will have a great impact in their future. In the time of digital era, teenagers need to be equipped with a strong and true foundation of faith so that they can live according to the God's Words. However, the challenges are that the pastoral care for teenagers cannot be done using outdated methods. The characteristics of teenagers in digital era who wants everything to be fast, convenient, and accessible from anywhere, and the tendency of being attached to gadget must be taken into consideration in developing its strategy so that the Words of God can be effectively received by them. This paper aims to explore the unique characteristics of teenagers in the digital era, challenges which arise, and the most effective and efficient pastoral care strategies. The research is done using literature study method. The data is collected from various books, articles and journals. It is found that technology is now a part of everyone’s life, especially teenagers. Thus, pastoral care should integrate the use of technology. The method of the sermon should be changed, from one-way sermon to discussions, question-answer sessions, etc. The theme of the sermon should also be designed to the things that meet teenagers’ life.
Eksistensi Allah Dalam Kisah Pembangunan Menara Babel Berdasarkan Kejadian 11:1-9 Silalahi, Binsar Pandapotan; Sualang, Farel Yosua; Saputra, Anon Dwi
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 18 No. 2 (2024): Pastoral dan Teologi
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47154/sjtpk.v17i1.240

Abstract

Kisah pembangunan menara Babel diawali dengan bahasa dan logat yang sama. Namun, motif yang salah terhadap pembangunan itu membuat Allah harus turun, mengacaubalaukan bahasa dan menyerakkan mereka ke seluruh bumi. Akan tetapi, turunnya Allah menimbulkan pertanyaan mengenai keberadaan Allah selama proses pembangunan menara tersebut. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk mencari tahu keberadaan Allah pada saat pembangunan menara tersebut, dan apa tujuan Allah harus menunjukkan eksistensiNya secara langsung. Metode yang dipilih adalah melakukan kajian eksposisi terhadap Kejadian 11:1-9 melalui pendekatan analisis genre narasi. Maka ditemukan bahwa sejak awal Allah telah mengamati pekerjaan sekumpulan orang tersebut. Turunnya Allah untuk melihat pekerjaan dari kumpulan orang-orang tersebut menunjukkan dua aspek eksistensi dan keilahian Allah di tengah-tengah ciptaanNya. Pertama, Allah dengan kedaulatan-Nya menunjukkan kedudukan Allah sebagai pemegang otoritas di atas segala ciptaan-Nya di muka bumi ini yang dibuktikan dengan peran Allah dalam mengacaubalaukan segala pekerjaan pembangunan menara tersebut. Kedua, Allah dengan anugerah-Nya menunjukkan sifat Allah yang memiliki kemurahan, kasih karunia, anugerah yang selalu diberikan kepada umat ciptaanNya dengan dibuktikan melalui penyerakan orang-orang tersebut ke segala penjuru bumi tanpa memusnahkan populasi manusia seperti pada peristiwa air bah, supaya perintah Allah untuk memenuhi bumi dapat dilakukan oleh umat ciptaan-Nya.

Page 10 of 13 | Total Record : 129