cover
Contact Name
I Made Juniastra, ST.,MT
Contact Email
juniastra@gmail.com
Phone
+6281236329290
Journal Mail Official
vastuwidya@universitasmahendradatta.ac.id
Editorial Address
Jalan Ken Arok No.10-12, Penguyangan, Denpasar-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Vastuwidya
ISSN : 26203448     EISSN : 27235548     DOI : https://doi.org/10.47532/jiv.v3i2
Core Subject : Engineering,
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Scopes: Logistics and Supply Chain Management, Product Design dan Eco Product, Production System, Productivity Industrial System, Quality Management, Quality Engineering, Lean Manufacturing, Ergonomics, Human Factors Engineering, Performance Measurement Systems, Decision Analysis, Strategic Management, Project Management, Reliability, Industrial Human Resource Management, Marketing Management
Articles 173 Documents
KONSEP NEO-TRADISIONAL DEVELOPMENT DI KECAMATANUBUD KABUPATEN GIANYAR BALI SERTA DAMPAKTERHADAP BALI I Putu Putra Jayawardana
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menentukan efek dari pengembangan neo-tradisional pada transportasi, perlu dipahami apa yang menyebabkan orang untuk melakukan pergerakan dan mengapa mereka memilih untuk berkendara, berjalan, atau menggunakan moda-moda lainnya. Pada kawasan perumahan, pengembangan konsep neo-tradisional. Jarak adalah penentu perilaku orang untuk beraktifitas dengan moda apa yang harus digunakan untuk melakukannya. Zona yang lengkap dan memiliki jarak yang dekat membuat perilaku orang untuk melakukan aktifitas dengan berjalan kaki (Pedestrian) Tujuan penelitian disini apakah ubud menerapkan konsep neo tradisional dengan mengasumsikan dari data-data sekunder yang didapat dari sumber-sumber yang terkait.yaitu banyaknya kendaraan yang telah membayar PKB Di Kabupaten Gianyar Tahun 2008 dengan Luas Wilayah Daerah Kabupaten Gianyarper Kecamatan Tahun 2008, Jumlah Penduduk Hasil Registrasi, Sex Ratio Dan Kepadatan Penduduk Di Kabupaten Gianyar Dirinci Per Kecamatan Akhir Tahun 2008. Serta membandingkan dengan sistem neo tradisional di Stockholm swedia. Gianyar khususya daerah ubud masih cukup kuat didalam menerapkan konsep neo tradisional dan untuk diterapkan serta dilestarikan didaerahnya seperti budaya berjalan kaki (pedestrian), sebab moda ini ini dianggap efisien serta efektif didalam kabupaten yang memiliki tingkat sumber daya alam yang bersih dan asri sehingga membuat daya tarik wisatawan menjadi lebih lagi.selain itu ubud memiliki jumlah kendaraan yang minim didalam satu keluarga yaitu mempunyai kendaraan bermotor sejumlah 1 buah. Yang hasilnya bisa dilihat dari hasil pembahasan pada bab 3. Serta dukungan dari pemerintah kabupaten serta investor yang bekerja sama didalamnya, dan turut serta peran dari masyarakat yang memiliki khas atau adat untuk tetap melestarikan budaya yang mereka miliki.
KONSEP ‘’SMART CITY ’’ DALAM MENCAPAI PARIWISATAYANG BERKELANJUTAN DI DAERAH BALI I Made Agus Mahendra
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya antusias dan perkembangan pariwisata di Indonesia, khususnya Bali, semakin menarik perhatian publik. Kementerian Pariwisata melaporkan bahwa kunjungan wisatawan mancanegara pada bulan Januari hingga Desember 2016 mencapai 4 juta. Tahun 2017 ini diharapkan meningkat 25 persen atau 5 juta orang. Budaya Bali terkenal dengan keunikannya dan dikenal sampai level internasional, Keunikan yang dimiliki Bali dari sumber daya alam, adat, budaya, sistem sosial kemasyarakatan sampai pada bentangan struktur topografi dan demografi berperan dalam mengangkat kualitas pariwisata Bali.Sehingga pariwisata berkelanjutan atau ajeg Bali bisa terwujud. Kemajemukan permasalahan pembangunan yang dihadapi daerah Bali saat ini membutuhkan sebuah konsep percepatan pembangunan terdapat ekonomi pintar (smart economy), mobilitas pintar (smart mobility), lingkungan pintar (smart environment), masyarakat pintar (smart people), kehidupan cerdas (smart living) dan pemerintahan pintar (smart governance). Keenam unsur ini merupakan integrasi dari smart city Development smart city juga dirancang untuk meberikan kemudahan bagi pemerintah dan masyarakat dalam mendapatkan informasi. Adapun pengembangan smart city dalam hal pariwisata adalaha menitikberatkan dalam hal ekonomi dan promosi. Diharapkan dengan adanya smart city maka suatu kota dapat mencapai sebuah pariwisata yang berkelanjutan yang bersinergi dengan segala aspek penataan kota di suatu daerah, sehingga smart city ini diolah sedemikian rupa agar dapat mengembangkan dan keberlanjutan sebuah daerah pariwisata.
MODIFIKASI MOTIF ENDEK BALI DENGAN APLIKASI KONSEPGEOMETRI FRAKTAL L.Virginayoga Hignasari
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kain endek merupakan kain tenun ikat tradisional khas Daerah Bali. Kain endek memiliki motif yang beragam. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah memungkinkan terjadinya sebuah inovasi. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan motif baru pada endek dengan menggunakan pendekatan saisn dan teknologi yaitu dengan aplikasi konsep geometri fractal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data yang didapat akan dianalisis dan dimodifikasi untuk mendapatkan inovasi yang terbaru. Motif kain endek yang akan domodifkasi didapat dari beberpa pengrajin di daerah Klungkung. Modifikasi motif endek dilakukan dengan bantuan aplikasi corel draw. Proses yang pertama dilakukan adalah menetukan pola endek yang akan diaplikasikan konsep fractal. Percobaan dilakukan dengan bantuan aplikasi sampai menemukan motif baru yang sesuai dengan nilai seni dan estetika. Berdasarkan beberapa contoh fractal konsep yang digunakan dalam modifikasi ini adalah konsep Julia Set dan Sierpinski Triangle. Pola dari kedua fractal tersebut akan diaplikasikan pada motif endek yang sudah ada. Melalui proses modifikasi dapat diciptakan suatu motif endek baru dengan sentuhan sains dan teknologi tanpa meninggalkan kekhasan budayanya.
OPTIMALISASI PENATAAN KAWASAN UNTUK MENDUKUNGINDUSTRI PARIWISATA DI AREA PURA GERIYATAMPAKSIRING I Made Juniastra
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Pura Geriya terletak di wilayah Banjar Geriya Jl. Surya Brata Tampaksiring. Pura Geriya juga berada di tepi Daerah Aliran Sungai (DAS) Pakerisan yang merupakan Warisan Budaya Dunia dan bersebelahan dengan beberapa obyek wisata sehingga berpotensi untuk dikembangkan ke industri pariwisata. Beberapa fasilitas perlu ditambahakan untuk mendukung rencana tersebut, antara lain penataan site dan tata ruang serta renovasi wantilan yang bisa digunakan untuk area persiapan upacara dan juga bisa dipakai sebagai ruang atraksi wisata. Dengan hidupnya kawasan tersebut diharapkan bisa menghidupkan ekonomi masyarakat lokal di sektor lain seperti restoran, akomodasi /homestay lokal, maupun kesehatan dan spiritual seperti yoga dan meditasi. sehingga bisa memeratakan manfaat bagi masyarakat lebih optimal lagi.
SINERGITAS BUDAYA LOKAL DENGAN SMART TOURISMDALAM INDUSTRI PARIWISATA DI BALI Eka Diana Mahira
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan Industri pariwisata merupakan salah satu sektor prioritas dalam pembangunan nasional, karena menjadi penyumbang PDB, devisa dan lapangan kerja yang paling mudah serta murah. Salah satu program strategi pembangunan pariwisata adalah melalui digital tourism atau smart tourism dengan memanfaatkan kemaujan teknologi informasi dan komunikasi yang bertujuan untuk meningkatkan nilai jual pariwisatanya. Bali sebagai salah satu destinasi wisata Indonesia tentunya perlu mengambil langkah-langkah strategis untuk mewujudkan smart tourism tersebut. Mengacu pada fenomena smart tourism yang sekarang sedang berkembang pesat tersebut, maka dilakukan kajian yang membahas tentang konsep smart tourism, penerapan serta tantangannya di dalam konteks pariwisata Bali yang kental dengan wisata budayanya. Kajian dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, yaitu pendekatan studi literature dengan menggali data dan informasi yang terkait dengan topik kajian untuk selanjutnya dapat ditarik kesimpulan dari beberapa data yang telah dianalisa. Hasil kajian ini pada akhirnya menyimpulkan bahwa dalam konteks pariwisata Bali, Tri Hita Karana, yaitu harmonisasi hubungan parahyangan, pawongan dan palemahan, yang merupakan kearifan lokal budaya menjadi landasan dalam mewujudkan smart tourism. Pariwisata dalam hal ini dapat dikatakan smart tidak hanya didukung oleh teknologi maupun infrastruktur fisik saja namun benar-benar cerdas dalam segala aspek, baik spiritual, soial, budaya, ekonomi serta emosional masyarakatnya. Pembangunan pariwisata dengan stragetegi smart tourism justru ditekankan untuk mendorong penguatan elemen budaya itu bukan malah menggerus budaya Bali itu sendiri. Disinilah perlu adanya sinergi antara budaya, teknologi, bisnis, pemerintah dan masyarakat.
ANALISIS KEUNTUNGAN MAKSIMUM DENGAN KONSEPTURUNAN PADA INDUSTRI PERCETAKAN L.Virginayoga Hignasari
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 1 No. 2 (2018): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam sebuah bisnis atau usaha, keuntungan adalah suatu hal yang wajib diperhitungkan. Banyak faktor yang mempengaruhi keuntungan sebuah usaha, diantaraya, biaya produksi, biaya operasional, harga jual, jumlah penjulan dan lainya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keuntungan maksimum pada sebuah usaha secara teoritis. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan mengunakan metode studi kasus. Dalam hal ini, peneliti mengambil data penjualan Cahaya Bintang yang merupakan sebuah usaha di bidang percetakan. Objek penelitian adalah keuntungan dari penjulan produk kartunama dan nota. Keuntungan maksimum akan dianalisis dengan menggunkan konsep turunan. Adapun langkah-lagkah yang dilakukan dalam menentukan keuntungan maksimum menggunakan konsep turunan adalah : 1) Menetukan fungsi biaya, fungsi permintaan, fungsi penerimaan dan fungsi keuntungan; 2) Menentkan turunan pertama dari fungsi keuntungan; 3) Menentukan titik kritis dari turunan pertama dari fungsi keuntungan; 4) Analisis titik kritis dengan menggunakan turunan kedua. Berdasarkan hasil analisis menggunakan konsep turunan, penjualan kartunama dan nota akan mencapai keuntungan maksimum jika perusahaan tersebut mampu menjual 309 box perbulan dan untuk nota 199 rim per bulan. Penjualan kartu nama dan nota pada bulan sebelumnya berada di bawah nilai maksimum yang telah ditentukan berdasarkan hasil analisis. Oleh sebab itu keuntungan yang didapatkan pada bulan sebelumnya belum mencapai keuntungan maksimum.
ANALISIS PENGGUNAAN BATA MERAH SEBAGAI SALAH SATUALTERNATIF BAHAN BAKU BANGUNAN Ni Putu Decy Arwini 1
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 1 No. 2 (2018): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bata merah merupakan salah satu bahan baku pembuatan dinding pada bangunan. Penggunaan bata merah telah dilakukan dari sejak dahulu. Bentuknya yang kecil namun memiliki kekuatan yang besar dalam menyokong bangunan membuatnya berada di peringkat utama materi pembuat dinding. Selain itu juga ditunjang oleh ketersediaan dan harga yang terjangkau. Di Pulau Bali sendiri ada beberapa daerah yang memang terkenal sebagai penghasil bata merah, salah satunya adalah Desa Penarungan. Desa yang berlokasi di Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung ini memang sudah terkenal sebagai sentra penghasil bata merah berkualitas dari sejak lama. Namun, seiring berjalannya waktu, jumlah pengerajin bata merah terus berkurang. Hal ini diakibatkan oleh berkurangnya penggunaan bata merah sebagai bahan baku bangunan karena seiring berkembangnya teknologi, ada banyak pilihan lain yang bisa digunakan sebagai bahan baku pembuatan dinding antara lain batako, bata hebel dan lain sebagainya. Disamping itu, banyak orang tua yang menginginkan anak-anaknya mencari pekerjaan yang lebih layak daripada sekedar menjadi seorang pengerajin bata merah. Produsi bata merah juga menimbulkan dampak yang buruk pada lingkungan. Karena proses produksi terjadi secara besar-besaran dari puluhan tahun yang lalu mengakibatkan terbentuknya lubang-lubang bekas galian yang memiliki kedalaman lebih dari 10 meter. Lubang-lubang ini menjadi sumber penyakit karena pada musim penghujan menjadi tempat genangan air dan tempat sampah. Bau yang ditimbulkan sangat tidak enak. Disamping itu, pada saat pembakaran, menimbulkan polusi udara yang mengganggu masyarakat disekitarnya. Penggunaan bahan bakar kayu memerlukan penebangan pohon dalam jumlah besar.
DAMPAK INDUSTRI PERKERASAN JALAN DI BALI DENGANSISTEM OVERLAY DARI BERBAGAI SUDUT PANDANG I Made Juniastra
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 1 No. 2 (2018): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah lingkungan adalah masalah yang sangat penting untuk di carikan solusi bersama. Industri perkerasan jalan dengan system overlay dengan system pelapisan terus menerus mempunyai dampak positif dan juga negatif. Dampak positifnya adalah jalan semakin lama semakin stabil dan kuat Karena terus dilapis aspal baru diatasnya. Namun dampak negatifnya tidak kalah dahsyat, yaitu masalah kerusakan lingkungan dan budaya. Dimana rumah-rumah penduduk yang berada di sepanjang jalan akan semakin lebih rendah dari jalan sehingga posisi jalan dan got lebih tinggi. Hal tersebut akan menyebabkan terjadinya banjir dan kesulitan drainase. Situasi ini memang menguntungkan pemerintah dari satu sisi yaitu tidak perlu mengeluarkan biaya untuk mengeruk jalan yang sudah ada untuk diperbaiki dengan yang baru. Namun disisi yang lain masyarakat dan lingkungan sangat dirugikan. Itu sama saja artinya dengan mengalihkan biaya secara langsung dari Pemerintah ke masyarakat umum. Solusi bersama yang dalam jangka pendek bisa diterapkan adalah dengan memilih lokasi dimana jalan boleh dilapis terus dan juga daerah mana yang memerlukan recycling dengan alasan pelestarian lingkungan dan budaya untuk kepentingan masyarakat banyak. Dan solusi jangka panjang adalah dengan mengembangkan system recycling agar lebih murah dan juga dengan menetapkan aturan yang memihak lingkungan
DISRUPSI INDUSTRI 4.0; IMPLEMENTASI, PELUANG DANTANTANGAN DUNIA INDUSTRI INDONESIA Ni Putu Suda Nurjani
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 1 No. 2 (2018): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena Industri 4.0 telah mengubah cara kerja manusia menjadi otomatisasi/digitalisasi melalui inovasi-inovasi. Industri 4.0 dikatakan era disrupsi teknologi karena otomatisasi dan konektivitas disebuah bidang akan membuat pergerakan dunia industri dan persaingan kerja menjadi tidak linear. Pelaku industri tidak bisa terlepas dari keberadaan internet. Semua obyek dilengkapi perangkat teknologi yang dibantu sensor dan mampu berkomunikasi sendiri dengan sistem teknologi informasi. Fenomena ini kemudian menimbulkan kekhawatiran dimana dalam era disrupsi peran manusia se bagai motor penggerak sebuah industri, akan digeser oleh keberadaan robot-robot pintar. Manusia tidak lagi bergantung pada manusia lain maupun sumber daya alam yang ada, melainkan bergantung pada produk artificial intelegence. Bertitik tolak dari hal terse but, penulis membuat sebuah kajian deskriptif kualitatif yang mengangkat fenomena industri di Indonesia, sejauh mana industri 4.0 sudah dikenal oleh masyarakat Indonesia, serta peluang apa saja yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku industri untuk menghadapi era digitalisasi industri. Dalam kajian ini dapat dilihat bahwa era industri 4.0 bisa dipandang sebagai peluang yang cukup besar untuk perkembangan dunia industri, karena tercipta kesempatan yang sama untuk pelaku industri dalam menciptakan sebuah inovasi dan sekaligus memasarkan sebuah produk. Modal dan kekuasaan tidak lagi menjadi kendala utama, karena inovasi dan kreatifitas dalam memanfaatkan media digital adalah kunci sukses setiap pelaku industri di era disrupsi industri 4.0.
PENATAAN RUANG PROVINSI DKI JAKARTA DITINJAU DARIASPEK KEAMANAN, KENYAMANAN, PRODUKTIF, DANBERKELANJUTAN Nindi Aliviana Mahmuda
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 1 No. 2 (2018): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

DKI Jakarta merupakan ibukota Negara Indonesia yang seharusnya menjadi contoh untuk kota – kota besar di Indonesia dilihat dari aspek – aspek yang menunjang untuk kenyamanan warga, dengan adanya penelitian ini sesuai dengan UU No.26 Tahun 2007 Pasal 3 penyelenggaraan pentaan tuang bertujuan untuk mewujudkan ruang wilayah nasional yang aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan dengan proses pengukuran dan pengambilan keputusan berdasarkan AHP (Analitic Hirarchy Process) dengan Expert Choice dan AHP (Analitic Hirarchy Process) dengan CDP (Criterium Decision Plus). Dalam penelitian ini, AHP digunakan untuk menentukan bobot masing-masing faktor yang mempengaruhi tata ruang DKI Jakarta dengan struktur pemodelan. Kriteria ditetapkan ada tiga yaitu aspek ekonomi, aspek ekologi dan aspek sosial. Sedangkan subkriteria dapat dilihat pada masingmasing kriteria. Untuk alternatif ditetapkan ada tiga yaitu MRT (Mass Rapid Transit), pengendalian banjir dengan BKB (Banjir Kanal Barat) dan BKT (Banjir Kanal Timur), serta Eco-city. Berdasarkan analisis AHP, diketahui aspek yang paling mempengaruhi dalam tata ruang adalah aspek ekologi yaitu sebesar 0,540. Ini mengindikasikan bahwa aspek ekologi dianggap faktor paling penting untuk mewujudkan tata ruang yang berkelanjutan, disusul dengan aspek ekonomi dengan kenaikan pendapatan penduduk untuk pemerataan kesejahteraan dan yang ketiga adalah aspek sosial. Perencanaan tata kelola pemerintahan yang baik dalam hal ini good governance juga diperlukan untuk terciptanya kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.