cover
Contact Name
Febri Arif Cahyo Wibowo
Contact Email
febriarif14@umm.ac.id
Phone
+6282257852386
Journal Mail Official
febriarif14@umm.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Tlogomas 246 Malang Universitas Muhammadiyah Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Forest Science Avicennia
ISSN : 27227928     EISSN : 26228505     DOI : https://doi.org/10.22219
Core Subject : Agriculture,
Journal of Forest Science Avicennia fokus pada semua bidang tentang kehutanan (Manajemen Hutan, Budidaya Hutan, Konservasi Sumber Daya Hutan dan Teknologi Hasil Hutan). Jurnal yang sesuai untuk publikasi akan dilakukan proses review.
Articles 110 Documents
Estimation of Erosion with Geographic Information Systems (GIS) in the TAHURA RADEN SOERJO Fire Areas heri erwantoro timor; Tatag Muttaqin; Nugroho Tri Waskitho
Journal of Forest Science Avicennia Vol. 3 No. 1 (2020): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/avicennia.v3i1.9414

Abstract

The Ledug Block is one of the areas in TAHURA R Soerjo which is experiencing fire. The fire causes the existing land cover to change or decrease, with the reduced land cover, the land will be easily exposed to surface runoff. This study aims to calculate the erosion rate in the TAHURA R Soerjo Ledug Block using the USLE equation, visual presentation of erosion using the Goegraphic Information System (GIS). This research was conducted in December 2018 in the rehabilitation area of Tahura R Soerjo Priug Ledug Block, Pasuruan. The method used is the Geographic Information System (GIS) whose data is sourced from calculations with the USLE method. The results of the study are the rain erosivity index (R) obtained from the month rainfall in 2018. The soil at the study site in each SUL is dusty clay. The vegetation in the research location in each SUL is in the form of bushes and added to SUL 3 there are several trees. The average erosion rate is 0.034 tons / ha / year. Erosion hazard classes that occur at the research location are included in class I (very mild). Enriching the land cover by planting trees with tree stands needs to be done so that the land is tightly closed and better withstand surface runoff.
Analisis Dampak Penambangan Pasir Ilegal Sungai Brantas terhadap Lingkungan Hidup di Desa Brumbung Kabupaten Kediri Agus Abdul Halim; Nugroho Tri Waskitho; Galit Gatut Prakosa
Journal of Forest Science Avicennia Vol. 2 No. 2 (2019): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/avicennia.v2i2.9416

Abstract

Indonesia is a country with abundant natural resources, including those with enough potential, namely the mining sand industry. Mining on a large scale is good for economic growth, but vice versa on the environmental impacts caused. Environmental damage due to exploitation also occurred in Brumbung village, Kediri district. Environmental damage caused by existing sand mining creates problems that must be claimed by all parties. This paper examines how the impact caused by sand mining activities on the surrounding environment. This type of research is descriptive-qualitative, where the research process and understanding are based on the methodology that investigates a phenomenon. To study this problem, observations and questions and answers were made to the miners, the surrounding community and also the relevant offices. The observed location is around the Brantas River where there are sand mining activities in Brumbung Village, Kepung Subdistrict, Kediri District. research in the area is motivated by the phenomenon of the large number of illegal sand mining in the Brantas river, especially in the self-inflated village, which has many pros and cons in the surrounding community. The environment itself is all things, conditions, conditions and influences that are in the space we occupy and affect the things that live, including human life. Population growth has increased the need for clothing, food, shelter, clean water and energy. This results in higher exploitation of natural resources and tends to neglect environmental aspects. Therefore there is a need for research on the study of environmental impacts, both physical and socio-economic activities of sand mining in the berumbung village, in order to obtain an overview of the environmental impacts that occur or will occur. Later this research is to be taken into consideration in making policies related to the problem of sand mining. 
Perbedaan Habitat Mangrove Pada Umur 9, 10, 12 Tahun di Desa Bedono, Kabupaten Demak, Jawa Tengah Denni Susanto
Journal of Forest Science Avicennia Vol. 3 No. 1 (2020): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/avicennia.v3i1.11354

Abstract

Rehabilitasi mangrove merupakan upaya pengembalian fungsi ekosistem mangrove yang telah mengalami degradasi, salah satunya adalah di pesisir pantai utara jawa. Berbagai upaya rehabilitasi telah dilakukan dengan penanaman bibit mangrove, seperti pada kawasan mangrove di Kabupaten Demak. Tujuan pada penelitian ini yaitu mengetahui perbedaan habitat mangrove pada unur 9,10, dan 12 tahun. Pengambilan data dilakukan pada tiga umur yaitu 9, 10, dan 12. Jumlah plot pengamatan dengan IS 1% didapatkan 57 plot petak ukur. Setiap petak ukur berukuran 5x5 m. Variabel yang diukur pada setiap petak ukur adalah kerapatan vegetasi, suhu, ketebalan lumpur, DO, salinitas, pH, plankton, dan makrobenthos. Data habitat kemudian dianalisis menggunakan uji ANOVA dengan menggunakan software SPSS. Ketiga umur memiliki karakteristik habitat yang berbeda. Kawasan rehabilitasi mangrove Desa Bedono mempunyai kerapatan mangrove berkisar antara 1813 – 2507 ind/ha, suhu sebesar 28,17 – 29,09 oC, kedalaman lumpur 53,19 – 72,06 cm, DO sebesar 5,23 – 6,17 ppm, salinitas sebesar 1,74 – 2,91 o/oo, pH sebesar 7,08 – 7,27, kepadatan plankton sebesar 81.905 – 89.333 ind/ml dengan ID antara 2,38 – 2,98, kepadatan makrobentos sebesar 280.000 – 833.810 ind/ha dengan ID antara 1,62 – 1,85. Hasil analisis ANOVA menunjukkan adanya perbedaan karakteristik habitat suhu, salinitas, pH, kepadatan makrobenthos, dan keanekaragaman jenis makrobenthos pada tiap tahun tanam dengan nilai probabilitas < 0,05. Perbedaan rehabilitasi ini menunjukkan kesiapan mangrove yang tumbuh. Semakin tua umur mangrove maka akan semakin baik habitatnya.
Keanekaragaman Tumbuhan di Kawasan Hutan Mangrove Pangarengan Cirebon Afni Atika Marpaung; Budi Mulyana; Ris Hadi Purwanto; Puspita Intan Sari; Muhamad Faqih Hidayatullah; Agik Dwika Putra; Ilham Satria Raditya Putra
Journal of Forest Science Avicennia Vol. 4 No. 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/avicennia.v4i2.18180

Abstract

Mangrove Pangarengan yang terletak di Pesisir Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon masih terbatas informasi tentang keanekaragaman tumbuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman tumbuhan yang ada di kawasan hutan mangrove Pangarengan Cirebon. Penelititan ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan data menggunakan metode jelajah. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode deskripsi keanekaragaman tumbuhan (description method to species diversity).  Identifikasi dan klasifikasi data berdasarkan jenis yang ditemukan. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan sebanyak 24 spesies tumbuhan yang berasal dari kelas yang sama yaitu Magnoliopsida, dan terdiri atas 10 ordo, 15 Famili, dan 23 Genus. Famili yang paling banyak ditemukan adalah Asteraceae yaitu sebanyak 5 spesies. Perawakan tumbuhan yang dijumpai pada penelitian ini adalah pohon, liana, perdu, dan herba. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, tumbuhan yang mendominasi di kawasan hutan mangrove Pangarengan adalah mangrove sejati Rhizophora mucronata yang banyak tumbuh di sepanjang tepi sungai, dan Avicennia marina yang banyak ditemukan di sepanjang tepi laut
Pemberian Tanah Bermikorizan Pada Tanaman Sengon (Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen) Berumur Mei Dina Amelia; Amir Syarifuddin; Febri Arif Cahyo Wibowo
Journal of Forest Science Avicennia Vol. 4 No. 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kayu industri dan kayu untuk sektor pembangunan lainnya membutuhkan riap kayu yang besar untuk memenuhi kebutuhan kayu. Pemberian tanah bermikoriza merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk memperbaiki pertumbuhan kayu. Pohon sengon (Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen) merupakan jenis fast growing spesies dan dengan kondisi yang mendukung dapat menghasilkan volume kayu yang besar. Tanah bermikoriza akan menginfeksi tanaman inang dan akan bersimbiosis akar tanaman inang. Mikoriza berfungsi berfungsi untuk membantu penyediaan hara bagi tanaman, mempermudah penyerapan hara bagi tanaman, membantu dekomposisi bahan anorganik, mencegah terserangnya dari penyakit tertentu, menciptakan lingkungan rhizosfer yang lebih baik, sehingga pada akhirnya akan mendukung pertumbuhan dan meningkatkan produksi tanaman. Pertumbuhan diameter, tinggi dan pertambahan jumlah ranting mengalami peningkatan setelah diberi perlakuan mikoriza pada berbagai umur tanaman sengon (Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen). Pertumbuhan tanaman sengon dengan respon mikoriza dapat dilihat dari kadar air nisbi daun, klorofil daun dan presentase akar yang terinfeksi oleh mikoriza.
Persepsi Mayarakat Sekitar Hutan Kota Jalan Kediri Dan Polowijen Ruang Terbuka Hijau Kota Malang Triputri Nurlaila; Erni Mukti Rahayu; Mochamad Chanan
Journal of Forest Science Avicennia Vol. 4 No. 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan hutan kota jalan kediri dan hutan kota polowijen dikelolah oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang dan memiliki sistem pengelolaan yang sama dalam perawatan, pengadaan daerah resapan air, pengadaan fasilitas dan perbaikan fasilitas yang ada di hutan kota jalan kediri dan hutan kota polowijen. Persepsi masyarakat di sekitar hutan kota jalan kediri dan hutan kota polowijen menunjukan bahwa kedua hutan kota memberikan manfaat bagi masyarakat sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang digunakan sebagai tempat refresing, memberikan nilai estetik dan sebagai tempat penyerapan air bagi vegetasi yang ada di sekitar hutan kota. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengelolaan hutan kota jalan kediri dan hutan kota polowijen dan mengetahui persepsi masyarakat disekitar hutan kota. Metode yang digunakan dengan teknik wawancara dan pembagian kuisioner dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan deskripstif kualitatif. Hasil persepsi masyarakat di sekitar hutan kota jalan kediri dan hutan kota polowijen terhadap fungsi hutan kota dalam menstabilkan kondisi suhu, mengurangi polusi udara, membuka lapangan pekerjaan, dan pengadaan vegetasi dikedua hutan kota belum optimal. Persepsi masyarakat terhadap manfaatan fungsi hutan kota oleh masyarakat sekitarnya dapat dipengaruhi oleh tingkat umur, pendidikan, pekerjaan dan pendapatan. Hal ini disebabkan adanya perbadaan pemanfaat dari fungsi hutan kota berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan masyarakat terhadap hutan kota.  
Kajian pengambilan keputusan rumah tangga berdasarkan peran gender dalam kegiatan pengelolaan agroforestri di Desa Sumbermulyo Banyuwangi Lela Afinatus Saadah; Joko Triwanto; Febri Arif Cahyo Wibowo
Journal of Forest Science Avicennia Vol. 4 No. 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan agroforestri tidak bisa dilepaskan dari peran keluarga (gender) dalam pengelolaan. Pengambilan keputusan dalam pengelolaan agroforestri hubungannya dengan gender perlu dilakukan. Tujuan dalam penelitian ini adalah Untuk mengkaji pengambilan keputusan dalam rumah tangga berdasarkan peran perempuan dan laki-laki dalam kegiatan pengelolaan agroforestri di Desa Sumbermulyo, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 70 responden yang nantinya diwawancarai secara langsung. Analisis data dilakukan dalam bentuk wawancara dengan kuesioner yang didapatkan dari lapang, kemudian dipersentasekan berdasarkan setiap pengambilan keputusan dalam kegiatan agroforestri dalam kegiatan produksi pengelolaan agroforestri, pasca produksi, dan keuangan pengelolaan agroforestri. Pengambilan keputusan dalam pengelolaan agroforestry dan pasca produksi agroforestry lebih mengutamakan kebersamaan antara istri dan suami dalam memutuskan segala hal. Sedangkan keputusan dalam pengelolaan keuangan, kegiatan perencanaan biaya usaha setara suami istri namun pengelolaan uang untuk usaha agroforetri lebih didominasi keputusan istri.
Tingkat Kerusakan Kawasan Mangrove di Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat Diah Permata Sari; Muhamad Husni Idris; Irwan Mahakam Lesmono Aji
Journal of Forest Science Avicennia Vol. 5 No. 1 (2022): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/avicennia.v5i1.19552

Abstract

Kawasan mangrove di Kecamatan Lembar merupakan bagian dari kawasan ekosistem essensial (KEE) koridor mangrove Teluk Lembar.  Aktivitas pembangunan dan pemanfaatan kawasan mangrove yang kurang memperhatikan kaidah lingkungan dapat berdampak pada kerusakan kawasan mangrove.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kerusakan kawasan mangrove di Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat.  Penentuan tingkat kerusakan kawasan mangrove menggunakan sistem informasi geografis dan penginderaan jauh dengan menggunakan tiga ktiteria yaitu jenis penggunaan lahan, kerapatan mangrove dan ketahanan tanah terhadap erosi.  Metode yang digunakan dalam analisis tingkat kerusakan yaitu metode skoring.  Berdasarkan hasil penelitian, jenis penggunaan lahan di kawasan mangrove didominasi oleh silvofishery dan kebun, kerapatan mangrove didominasi oleh kerapatan sedang dan jenis tanah didominasi oleh tanah Regosol yang merupakan jenis tanah peka terhadap erosi.  Tingkat kerusakan kawasan mangrove di Kecamatan Lembar didomiasi oleh kondisi rusak sekitar 57% atau 64,52 Ha yang tersebar di Desa Lembar Selatan seluas 50,4 Ha, Desa Labuan Tereng 1,62 Ha dan Desa Eyat Mayang 12,55 Ha.  Selain itu, kondisi kawasan mangrove yang rusak berat sekitar 22% atau 24,51 Ha dan tidak rusak sekitar 21% atau 24,18 Ha.
Distribusi dan Habitat Ki Aksara (Macodes petola (Blume) Lindl., 1840) di Resort Ranu Darungan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Ernesta Famila Nao; Agus Sukarno; Iwan Kurniawan
Journal of Forest Science Avicennia Vol. 4 No. 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/avicennia.v4i2.19643

Abstract

Ki Aksara merupakan jenis Anggrek tanah yang dilindungi pemerintah. Keberadaan jenis Anggrek yang unik ini mulai berkurang karena terjadi perubahan habitat seperti penebangan liar, kebakaran hutan, dan aksi perburuan liar yang tidak memperhatikan aspek kelestarian. Penelitian dilaksanakan untuk mengetahui distribusi dan habitat ki Aksara di Resort Ranu Darungan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Penelitian dilaksanakan menjadi tiga blok pengamatan, berdasarkan ketinggian tempat. Tiap ketinggian dibuat plot sampling 20 x 20 meter dengan metode garis berpetak. Data dianalisis untuk Pola distribusi menggunakan Indeks Morisita. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai Indeks Morisita (ID) sebesar 0,282, nilai MU sebesar 1,712, nilai MC sebesar 3,00 dan nilai Derajat Morisita (IP) sebesar -0,1795. Memperhatikan dari nilai IP, maka pola distribusi ki Aksara termasuk kategori sebarannya seragam. Habitat Ki Aksara menghendaki kondisi lembab dengan kisaran kelembaban udara antara 75%-80%, kisaran suhu antara 19.9oC – 23oC. Vegetasi penyusun habitat terdiri dari tingkat pohon, tiang dan tumbuhan bawah serta komponen abiotik.
Valuasi Ekonomi Dan Implementasi Pes (Payment For Ecosystem Service) Pada Wisata Pemandian Air Panas Cangar Di Era Pandemi Covid-19 Rahmad Tunggal; Joko Triwanto; Ramli Ramadhan
Journal of Forest Science Avicennia Vol. 4 No. 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/avicennia.v4i2.19645

Abstract

Sejak diumumkanya status pandemi di seluruh indonesia berbagai aktivitas perekonomian mulai dari sektor pariwisata hingga perdagangan terpaksa harus menutup usahanya karena tidak diperbolehkan melakukan aktivitas, tak terkecuali wisata pemandian air panas Cangar yang berada di area taman hutan raya Raden Soeryo hal tersebut akan berdampak terhadap valuasi serta perekonomian kawasan hal terebut juga akan berdampak secara tidak langsung terhadap pelaksanan PES. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji valuasi dan implementasi Pay Ecosystem for Services (PES) dari ekowisata pemandian air panas cangar di era pandemi serta menganalisis permasalahan ekonomi yang timbul akibat penutupan kawasan wisata pemandian air panas cangar. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif dari fenomena dan kejadian yang sebenarnya terjadi di lapangan yang dihasilkan dari observasi dan quisioner. Waktu dan tempat penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2020-Januari 2021 di pemandian air panas Cangar kawasan tahura R.Soerjo. metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan Teknik Purposive Sampling yaitu teknik pengambilan sampel dari populasi penelitian yang didasarkan atas ciri-ciri dan suatu karakteristik tertentu untuk mencapai tujuan peneliti. Nilai ekonomi total yang dihasilkan pada kawasan pemandian air panas Cangar yaitu sebesar Rp. 5.216.626.830,- per tahun sebelum pandemi dan Rp. 4.188.516.830,- per tahun selama pandemi. Valuasi ekonomi di pemandian air panas Cangar mengalami penurunan dimasa pandemi akibat berkurangnya nilai guna langsung dan nilai pilihan. Implementasi PES telah terlaksana dengan sebagai mana mestinya karena semua unsur parameter sudah terpenuhi

Page 5 of 11 | Total Record : 110