cover
Contact Name
Afidhatul Masruroh
Contact Email
jrp@unisma.ac.id
Phone
+6281216108530
Journal Mail Official
afidhatul.m@gmail.com
Editorial Address
Jl. MT. Haryono No 193 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan
ISSN : 27237451     EISSN : 27237443     DOI : 10.33474
Core Subject : Science, Social,
REKASATWA Jurnal Ilmiah Peternakan adalah jurnal ilmiah bidang peternakan yang diterbitkan oleh Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang. Jurnal ini sebagai media publikasi hasil-hasil penelitian terapan dan hasil pemikiran konseptual dalam ilmu dan pengetahuan peternakan. Fokus dan bidang dalam jurnal ini adalah 1) aspek Bioreproduksi, 2)Bioteknologi Pakan, 3) Produksi Ternak, 4) Nutrisi Pakan, 5) Kesehatan Ternak, 6) Teknologi Hasil Ternak dan 7) Sosial Ekonomi Ternak. Tujuan publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan hasil pemikirian konseptual dan hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan dunia peternakan.
Articles 97 Documents
PENGARUH ALKALINASI KAPUR DAN FERMENTASI Aspergilus niger PADA JERAMI JAGUNG TERHADAP KANDUNGAN NEUTRAL DETERGENT FIBER (NDF), ACID DETERGENT FIBER (ADF) DAN SELULOSA Tulus Iswanto; Usman Ali; Sumartono Sumartono
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol 1, No 1 (2019): REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.031 KB) | DOI: 10.33474/rekasatwa.v1i1.2161

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kandungan Neutral Detergent Fiber (NDF),Acid Detergent fiber (ADF) dan selulosa dalam jerami jagung. Materi yang digunakan dalampenelitian ini adalah jerami jagung (90 hari) sebanyak 15 kg. Metode penelitian ini adalahpercobaan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola Faktorial ortogonal 3 x 3, masingmasing diulang sebanyak 3 kali. Penambahan kapur Ca(OH)2 (b/b) 4%, 5% dan 6% kemudianmasing-masing difermentasi Aspergillus niger 1,02 x 108 ddengan dosis 3ml, 4ml dan 5mlditambah kontrol tanpa alkalinasi dan fermentasi. Data hasil yang diperoleh dianalisis ragam(ANOVA) dua arah jika ada pengaruh nyata dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT).Dari Hasil analisa ragam menunjukkn pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap nilaikandungan NDF, ADF dan Selulosa. Nilai rataan NDF, ADF dan Selulosa masing-masingberkisar (47,58%-65,14%), (43,39-55,33), (36,99-46,28). Nilai rataan kontrol NDF, ADF danSelulosa (70,37, 59,29, 50,63). disimpulkan bahwa perlakuan alkalinasi dan fermentasi padajerami jagung sangat berpengaruh terhadap kualitas pakan jerami.Kata kunci : jerami jagung, alkalinasi, fermentasi, NDF, ADF, Selulosa
PENGARUH PENAMBAHAN BERBAGAI LEVEL GULA TEBU DAN SARI APEL TERHADAP NILAI KEASAMAN DAN KEKENTALAN YOGHURT SUSU KAMBING Bustami Fauzan; Inggit Kentjonowaty; Oktavia Rahayu Puspitarini
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.777 KB) | DOI: 10.33474/rekasatwa.v1i2.4527

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan berbagai level gula tebu dan sari apel terhadap nilai keasaman dan nilai kekentalan yoghurt susu kambing. Materi yang digunakan yaitu susu kambing Peranakan Ettawa (PE) sebanyak 7 liter, starter komersial 4%, gula tebu 400 ml, sari apel  sebanyak 400 ml, peralatan yang digunakan yaitu tabung buret, pipet ukur, tabung reaksi, viskometer, pasteurizer. Metode penelitian ini adalah eksperimental, pembuatan yoghurt susu kambing dengan 2 perlakuan yaitu jenis gula (A1= gula tebu, A2= sari apel) dan level jenis gula (B1=8%, B2= 10%, B3=12%) diulang sebanyak 3 kali dengan menggunakan rancangan Pola Tersarang. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah nilai keasaman dan kekentalan pada yoghurt susu kambing. Data yang diperoleh dianalisis dengan Analysis of Varians (ANOVA) dan dilanjutkan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT) untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan berbagai level jenis gula berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap nilai keasamaan dan kekentalan yoghurt susu kambing. Rerata nilai keasaman (%) yoghurt susu kambing dengan gula tebu A1B1=1,47a, A1B2=1,66b, A1B3=1,74b, dengan sari apel A2B1=1,38a, A2B2=1,49b, A2B3=1,57b. Nilai keasaman (%) yoghurt susu kambing dengan berbagai level gula A2B1=1,38a, A1B1=1,47ab, A2B2=1,49abc, A2B3=1,57bcd, A1B2=1,66cd, A1B3=1,74d. Rerata nilai kekentalan (Pa.s) yoghurt susu kambing dengan gula tebu A1B1=3,43a, A1B2= 3,53a, A1B3=3,62b, dengan sari apel A2B1= 2,88a A2B2=3,02a, A2B3=3,49b. Nilai kekentalan yoghurt susu kambing dengan berbagai level A2B1=2,88a, A2B2=3,02a, A1B1=3,43b, A2B3=3,49b, A1B2=3,53b, A1B3=3,62b. Disimpulkan bahwa yoghurt dengan penambahan jenis gula tebu dengan level 12 % memiliki nilai keasaman dan kekentalan lebih baik dari pada menggunakan sari apel. Kata kunci : yoghurt susu kambing, gula tebu, sari apel, nilai keasaman, kekentalan
PENGARUH TINGKAT PENAMBAHAN BAKTERI Lactobacillus salivarius TERENKAPSULASI DALAM PAKAN TERHADAP PERTAMBAHAN BOBOT BADAN, DAN INCOME OVER FEED COST TERNAK BROILER PERIODE FINISHER Ahmad Fahmi; Umi Kalsum; M. Farid Wadjdi
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.257 KB) | DOI: 10.33474/rekasatwa.v1i2.4513

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan bakteri Lactobacillus salivarius (Ls) terenkapsulasi dalam pakan broiler periode finisher. Metode yang digunakan yaitu eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Masing-masing ulangan berisi 4 ekor broiler periode finisher, Perlakuan pakan yang dicobakan yaitu A (pakan komersial), B (pakan komersial + 4g Ls), C (pakan komersial + 6g Ls), D (pakan komersial + 8g Ls). Variabel yang diamati adalah pertambahan bobot badan dan income over feed cost. Data yang diperoleh dianalisis ragam dan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat penambahan probiotik Lactobacillus salivarius terenkapsulasi dalam pakan komersial broiler periode finisher menunjukan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap pertambahan bobot badan broiler periode finisher. Penambahan probiotik Lactobacillus salivarius terenkapsulasi pada pakan komersial broiler periode finisher menunjukan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap Income Over  Feed Cost (IOFC). Rataan pertambahan bobot badan Broiler periode finisher pada masing-masing perlakuan yaitu: A= 1165.17a(gram), B=1209,83b(gram), C=1222.00b(gram), D=1249.92b(gram). Sedangkan Income Over Feed Cost (IOFC) A (kontrol)=Rp5008.14, B (6g Ls)=Rp5898.44, C (6g Ls)=Rp6511.20, D (8g Ls)=Rp7152.32 Kesimpulan bahwa Tingkat penambahan bakteri Lactobacillus salivarius terenkapsulasi dalam pakan dapat meningkatkan pertambahan bobot badan secara nyata dan meningkatkan Income Over Feed Cost. Disarankan Untuk meningkatkan pertambahan bobot badan dan pendapatan usaha peternakan broiler periode finisher sebaiknya di tambah probiotik enkapsulasi Lactobacillus salivarius sebanyak 8 gram/Kg dalam pakan komersial.Kata kunci: Broiler, Lactobacillus salivarius, enkapsulasi, pertambahan bobot badan, Income Over Feed Cost
PENGARUH BERBAGAI UKURAN SEL RATU BUATAN TERHADAP LARVA LOLOS HIDUP, LARVA JADI PUPA, DAN PANJANG PUPA PADA LEBAH Apis mellifera M. Faid Zidni; M. Farid Wadjdi; Oktavia Rahayu PR
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol 2, No 1 (2020): REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.817 KB) | DOI: 10.33474/rekasatwa.v2i1.6359

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh berbagai ukuran sel ratu buatan terhadap larva hidup, jadi pupa dan panjang pupa pada lebah Apis mellifera. Materi menggunakan lebah Apis mellifera dengan Rancangan Acak Kelompok 3 perlakuan sel ratu dan 6 kelompok umur ratu dengan 10 ulangan, P1 (LA 7,4mm ; LB 5,4mm ; h 10,4mm), P2 (LA 9,4mm ; LB 6,4mm ; h 12.4mm), P3 (LA 11,4mm ; LB 7,4mm ; h 14,4mm), K1 (2bln), K2 (3bln), K3 (4bln), K4 (5bln), K5 (6bln), K6 (7bln). Parameter yang diamati larva hidup, jadi pupa dan panjang pupa. Hasil penelitian berbagai ukuran sel ratu dan kelompok umur ratu berpengaruh sangat nyata terhadap larva hidup dengan rataan dan uji BNT P1 43,33%a , P2 53,33%b, P3 41,67%a, K1 = 63,33%c, K2 = 53,33%c, K3 = 46,67%b, K4 = 43,33%b, K5 = 36,67%a, K6 = 33,33%a. Berbagai ukuran sel ratu dan kelompok umur ratu tidak berpengaruh terhadap larva jadi pupa dengan rataan P1 94,33%, P2, P3 100%, K1 - K5 = 100%, K6 = 94,33%.. Berbagai ukuran sel ratu berpengaruh sangat nyata terhadap panjang pupa sedangkan kelompok umur ratu tidak berpengaruh dengan rataan dan uji BNT P1 27,88mmb, P2 25,83mma, P3 26,27mmab, K1 = 25,88mm, K2 = 26,69mm, K3 = 27,42mm, K4 = 26,24mm, K5 = 26,36mm, K6 = 27,37mm. Kesimpulan dari penelitian ini tingkat larva hidup terbanyak pada sel sedang (53,33%). Pada penelitian panjang pupa terpanjang adalah sel kecil (27,88mm). Berdasarkan kelompok umur ratu lebah pada larva lolos hidup yang terbaik adalah umur 2bln (63,33%) Kata Kunci : Apis mellifera, sel ratu, larva hidup, jadi pupa, panjang pupa
EFEKTIFITAS PENGGUNAAN FITOBIOTIK Vernonia amygdalina DAN PROBIOTIK Lactobacillus salivarius TERHADAP DAYA HAMBAT BAKTERI Escherichia coli DAN NILAI pH Dimas Bayu Anggara; Usman Ali; M Farid Wadjdi
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol 1, No 1 (2019): REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.088 KB) | DOI: 10.33474/rekasatwa.v1i1.2154

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektifitas penghambatan pertumbuhan bakteriEscherichia coli dan nilai pH pada penggunaan fitobiotik Vernonia amygdalina dan probiotikLactobacillus salivarius. Materi yang digunakan ekstraksi fitobiotik Vernonia amygdalina,probiotik Lactobacillus salivarius, antibiotik, aquadest, Nutrient Agar (NA) dan isolat bakteriEscherichia coli. Penelitian menggunakan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 8perlakuan 4 ulangan, K+ = Antibiotik, K- = Aquadest, Fitobiotik Vernonia amygdalina F1 = 40%,F2 = 50%, F3 = 60% dan Probiotik Lactobacillus salivarius P1 = 25 µL, P2 = 50 µL, P3 = 75 µL.Variabel yang diamati daya hambat bakteri Escherichia coli dan nilai pH. Hasil analisis ragammenunjukkan bahwa penggunaan fitobiotik Vernonia amygdalina dan probiotik Lactobacillussalivarius berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap efektifitas penghambatan pertumbuhanbakteri Escherichia coli dan nilai pH. Rata – rata zona hambat (mm) kontrol K+ = 47,9f, K- = 0a,fitobiotik Vernonia amygdalina F1 = 20,6b, F2 = 22,3bc, F3 = 24,8cd, probiotik Lactobacillussalivarius P1 = 24,1cd, P2 = 26,9d, P3 = 30,7e. Rata – rata nilai pH kontrol K+ = 7,6de, K- = 7,7e,fitobiotik Vernonia amygdalina F1 = 7,5d, F2 = 7,4d, F3 = 7,4d, probiotik Lactobacillus salivariusP1 = 6,1c, P2 = 5,7b, P3 = 5,2a. Kesimpulan penelitian bahwa penggunaan fitobiotik Vernoniaamygdalina dan probiotik Lactobacillus salivarius mampu menghambat pertumbuhan Escherichiacoli dan perlakuan paling baik untuk menghambat Escherichia coli pada fitobiotik Vernoniaamygdalina 60% dan probiotik Lactobacillus salivarius 75 µL.Katakunci : Fitobiotik, Vernonia amygdalina, Probiotik, Lactobacillus salivarius, Daya Hambat,Nilai Ph
PENGARUH PENGGUNAAN ASAM AMINO LISIN PADA ENKAPSULASI PROBIOTIK Lactobacillus fermentum TERHADAP JUMLAH MIKROBA DAN NILAI pH Dyah Novianti; M. Farid Wadjdi; Usman Ali
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol 2, No 1 (2020): REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.362 KB) | DOI: 10.33474/rekasatwa.v2i1.6353

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penggunaan asam amino lisin dalam proses enkapsulasi probiotik Lactobacillus fermentum (LF) terhadap jumlah mikroba dan nilai pH, sehingga diperoleh dosis asam amino lisin yang optimal dalam enkapsulasi probiotik Lactobacillus fermentum. Materi yang digunakan penelitian ini adalah isolat bakteri Lactobacillus fermentum, asam amino lisin, Zwavelzure Ammoniak (ZA), maltodekstrin, dan tepung maizena. Metode  penelitian ini adalah eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penggunaan asam amino lisin sebagai pengganti ZA dalam proses enkapsulasi probiotik LF, yang meliputi P0=ZA 1%, P1= asam amino lisin 1%, P2= asam amino lisin 1,6%, P3= asam amino lisin 2,2%, dan P4= asam amino lisin 2,8%.  Analisis ragam penggunaan asam amino lisin menunjukkan pengaruh yang tidak nyata (P>0,05) terhadap jumlah mikroba dan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap nilai pH. Rata-rata jumlah mikroba (cfu/g)  yaitu P0=5,33x 109, P1=7,37 x 109, P2=8,45 x 109, P3=7,70 x 109, P4= 9,93 x 109. Untuk nilai pH memiliki rata-rata P0= 2,65a, P1= 2,66a, P2= 2,67a, P3= 2,69a, P4= 2,84b. Kesimpulan penelitian ini adalah penggunaan asam amino lisin pada enkapsulasi probiotik LF cenderung menaikkan jumlah mikroba dan menurunkan nilai pH. Disarankan menggunakan bahan asam amino lisin dosis 2,8% sebagai nutrient bagi mikroba LF terenkapsulai karena lebih aman bagi ternak nonruminansia. Kata kunci : enkapsulasi probiotik, asam amino lisin, jumlah mikroba, nilai pH.
PENGARUH TINGKAT PENGGANTIAN PAKAN KOMERSIAL DENGAN PAKAN KOMERSIAL TERFERMENTASI PLUS ACIDIFIER TERHADAP PERSENTASE KARKAS DAN LEMAK ABDOMINAL AYAM PEDAGING FINISHER Ainun Rizky Qurniawan; Usman Ali; Dedy Suryanto
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol 1, No 1 (2019): REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.194 KB) | DOI: 10.33474/rekasatwa.v1i1.2160

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat penggantian pakan komeersialdengan pakan komersial terfermentasi plus acidifier terhadap persentase karkas dan lemakabdominal ayam pedaging finisher. Materi yang digunakan ayam 200 ekor umur 21 hari, acidifier,pakan komersial, aspergilus niger. Metode penelitian ini adalah percobaan dengan RancanganAcak Lengkap (RAL) terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan. P0 : pakan komersial 100% (kontrol),P1: pakan komersial 75% + PKT 25% plus acidifier 0,4%, P2 : pakan komersial 50% + PKT 50%plus acidifier 0,4%, P3 : pakan komersial 25% + PKT 75% plus acidifier 0,4%, P4 : PKT 100%plus acidifier 0,4%. Data yang diperoleh dianalisis ragamm (anova). Hasil analisis ragammenunjukkan adanya pengaruh nyata (P<0,05) terhadap persentase karkas dan berpengaruh sangatnyata (P<0,05) terhadap persentase lemak abdominal. Rata rata persentase karkas pada perlakuanP0 : 68,36%a, P1 : 68,50%ab, P2 : 69,11%ab, P3 : 70,64%bc, dan P4 : 71,79%c. Rata rata persentaselemak abdominal pada perlakuan P0 : 1,38%c, P1 : 1,22%bc, P2 : 1,20%ab, P3 : 1,17%ab dan P4 :1,09%c. Disimpulkan bahwa penggantian pakan komersial dengan pakan komersial terfermentasiplus acidifier sebagai pakan finisher berpengaruh terhadap persentase karkas dan lemakabdominal.Kata kunci : pakan komersial, acidifier, fermentasi, karkas, lemak abdominal
PENGARUH BERBAGAI KONSENTRASI DAN LAMA PERENDAMAN DAGING ENTOK AFKIR (Cairina moschata) DALAM CUKA MADU TERHADAP NILAI SUSUT MASAK DAN KEEMPUKAN Daniar Dwi Absari; Irawati Dinasari; Oktavia Rahayu Puspitarini
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.513 KB) | DOI: 10.33474/rekasatwa.v1i2.4528

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  menganalisis pengaruh berbagai konsentrasi dan lama perendaman daging entok dalam cuka madu terhadap susut masak dan keempukan. Materi dalam penelitian ini adalah cuka madu, daging entok afkir bagian paha dan bagian dada serta aquades. Peralatan yang digunakan adalah tensile strength, timbangan analitik, stopwatch, panci. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial. Faktor pertama adalah konsentrasi (5%, 10%, 15%). Faktor  kedua yaitu lama perendaman (20 menit dan 40 menit). Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah susut masak dan keempukan. Data hasil penelitian dianalisa dengan Analysis of Variance (ANOVA) dan  dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) apabila ada pengaruh.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai konsentrasi dan lama perendaman serta kombinasi konsentrasi dan lama perendaman tidak berpengaruh nyata (P>0,05) susut masak daging entok afkir. Rata-rata nilai susut masak (%) sebagai berikut: K1= 2,83; K2= 2,50; K3= 2,83; L1= 2,67; L2= 2,78; L1K1= 3; L1K2= 2,33; L1K3= 2,67; L2K1= 2,67; L2K2= 2,67; L2K3= 3. Berbagai konsentrasi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap keempukan (N) dengan rata-rata K1= 6,08; K2= 6,37; K3= 6,98. Lama perendaman berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap keempukan daging entok (N) dengan rata-rata L1= 7,17b; L2= 5,79a. Kombinasi berbagai konsentrasi dan lama perendaman berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap keempukan daging entok (N) dengan rata-rata L2K1= 5,10a; L2K3= 5,93ab; L2K2= 6,33b; L1K2= 6,40b; L1K1= 7,07bc; L1K3= 8,03c. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya interaksi konsentrasi cuka madu 5% dengan lama perendaman 40 menit menghasilkan nilai keempukan daging entok afkir terbaik sebesar 5,1N. Disarankan mengggunakan cuka madu 5% dengan lama perendaman 40 menit untuk mendapatkan daging entok afkir yang empuk. Kata kunci : daging entok afkir, cuka madu, susut masak, keempukan
PENGARUH LAMA SIMPAN SUSU KAMBING PASTEURISASI POST THAWING PADA SUHU RUANG TERHADAP KADAR LEMAK, NILAI pH DAN TOTAL BAKTERI Ahmad Fa’iqin; Inggit Kentjonowaty; Oktavia Rahayu Puspitarini
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.105 KB) | DOI: 10.33474/rekasatwa.v1i2.4518

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalis pengaruh lama simpan susu kambing pasteurisasi post thawing pada suhu ruang terhadap kadar lemak, nilai pH dan total bakteri. Materi yang digunakan susu kambing pasteurisasi beku, aquades, nutrient agar, alkohol 95%, kapas steril, spirtus, kertas label. Peralatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pengaduk, pH meter, lactoscan, pipet ukuran 10 ml, alat penghitung koloni, tabung reaksi dan raknya, bunsen. Penelitian menggunakan eksperimental, dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah P0 = lama simpan 0 jam, P1 = lama simpan 2 jam, P2 = lama simpan 4 jam, P3 = lama simpan 6 jam. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah kadar lemak, nilai pH dan total bakteri.Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil analisismenunjukkan bahwa lama simpan pada suhu ruang susu kambing pasteurisasi post thawing berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kadar lemak dan total bakteri, namun berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap nilai pH. Nilai rata-rata kadar lemak (%) P0= 3,17c, P1= 3,11bc, P2= 2,97a, P3= 2,99ab. Nilai pH P0= 6,70b, P1= 6,60ab, P2= 6,50ab, P3= 6,40a dan total bakteri (CFU/ml) P0= 2,7x105a, P1= 3,5x105ab, P2= 3,5x106bc, P3= 3,6x106c. Kesimpulan penelitian bahwa semakin lama penyimpanan susu kambing pasteurisasi post thawing pada suhu ruang menurunkan kadar lemak dan nilai pH susu, namun meningkatkan jumlah total bakteri. Lama simpan susu kambing pasteurisasi post thawing 6 jam masih memenuhi standarditinjau dari segi kadar lemak dan pH, namun tidak memenuhi standar di segi jumlah bakteri. Disarankan susu kambing pasteurisasipost thawing  pada suhu ruang dikonsumsi paling lama 2 jam dan saran penelitian lanjutan tentang uji organoleptikKata kunci : susu kambing pasteurisasi, lama simpan, kadar lemak, nilai pH, total bakteri
PENGARUH ALKALINASI AIR KAPUR DAN FERMENTASI JERAMI JAGUNG MENGGUNAKAN Aspergilus niger TERHADAP KANDUNGAN BAHAN KERING (BK), BAHAN ORGANIK (BO) DAN SERAT KASAR (SK) Ahmad Hofit; Badat Muwakhid; Inggit Kentjonowaty
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol 1, No 1 (2019): REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.183 KB) | DOI: 10.33474/rekasatwa.v1i1.2178

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kandungan Bahan kering (BK), Bahan Organik (BO) dan SeratKasar (SK). Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah jerami jagung umur 90 hari sebanyak 15 kg.Metode penelitian ini adalah percobaan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola Faktorial ortogonal 3 x 3,masing-masing diulang sebanyak 3 kali. Penambahan kapur Ca(OH)2 4%, 5% dan 6% dari berat sampel,kemudian masing-masing difermentasi Aspergillus niger 1,02 x 108 dengan dosis 3ml, 4ml dan 5ml dari beratsampel ditambah kontrol tanpa alkalinasi dan fermentasi. Data hasil yang diperoleh dianalisis ragam (anova) duaarah jika ada pengaruh nyata dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Dari Hasil analisa ragammenunjukkn pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap nilai kandungan Bahan Kering (BK) dan Serat Kasar(SK), sedangkan pada kandungan Bahan Organik (BO) berpengaruh nyata (P<0,05). Nilai rataan BK, BO danSK masing-masing berkisar (86,99%-89,67%), (85,25%-95,86%) dan (29,26%-37,21%). Nilai rataan kontrolBK, BO dan SK (89,79%, 98,97%, 39,19%). disimpulkan bahwa perlakuan alkalinasi dan fermentasi padajerami jagung sangat berpengaruh terhadap kandungan BK, BO dan SK .Kata kunci : jerami jagung, alkalinasi, fermentasi, BK, BO, SK

Page 2 of 10 | Total Record : 97