cover
Contact Name
Muh. Rasywan Syarif
Contact Email
jurnalelfalaky@uin-alauddin.ac.id
Phone
+6281343813497
Journal Mail Official
jurnalelfalaky@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
jl. Sultan Alauddin No.63, Romangpolong, Kec. Somba Opu, Kabupaten Gowa
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
ELFALAKY: Jurnal Ilmu Falak
ISSN : 25497812     EISSN : 27228401     DOI : https://doi.org/10.24252/ifk.v4i1.14555
Core Subject : Religion, Science,
Elfalaky adalah jurnal yang diterbitkan oleh Jurusan/Program studi Ilmu Falak Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar yang merefleksikan diri sebagai wadah akademik untuk publikasi artikel ilmiah. Jurnal ini memfokuskan pada kajian/studi Ilmu Falak yang mengintegrasikan agama dan sain dalam berbagai aspeknya yang diharapkan dapat memberi referensi bagi pembaca/akademika dalam pengembangan wawasan akademik dan keilmuan diantaranya penentuan arah kiblat, awal waktu shalat, penentuan awal bulan kamariah, dan gerhana matahari atau bulan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 126 Documents
EFEKTIVITAS IHTIYATH AWAL WAKTU SALAT DALAM KAJIAN FIQIH DAN ASTRONOMI Zulfiah, Zulfiah
ELFALAKY: Jurnal Ilmu Falak Vol 2 No 1 (2018): Juni
Publisher : UIN ALAUDDIN MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ifk.v2i1.14161

Abstract

                                                                         AbstrakIhtiyâth suatu langkah pengaman dengan menambah pada waktu Salat (Untuk Zuhur, Ashar, Magrib, Isya, Shubuh  serta Imsak dan Dhuha) atau mengurangkan ( untuk terbit ) waktu, agar waktu Salat tidak mendahului awal waktu atau melampaui akhir waktu sehingga terhindar dari Salat pada waktu-waktu yang di makruhkan yaitu pada saat matahari terbit, terbenam dan istiwâ. Ihtiyâth, dalam astronomi juga semacam koreksi waktu, hanya saja mendasarkan pada luasan wilayah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa elevasi, lintang dan bujur sangat mempengaruhi penentuan Ihtiyâth awal waktu Salat. Pengecekan hasil waktu Salat dalam penelitian ini menggunakan rumus-rumus yang ada kemudian di cocokkan dengan pengamatan langsung di lapangan dengan melihat dan menghitung kapan matahari terbit, istiwâ dan terbenam sebagai pengujian perhitungan Ihtiyâth. Kemudian hasil perhitungan waktu Salat yang menggunakan Ihtiyâth elevasi, lintang dan bujur di bandingkan dengan waktu Salat yang ada seperti yang ada di Winhisab, Mawaqqit, Jadwal Salat yang dikeluarkan oleh PTA Sulawesi Tengah dan Kemenag Sulawesi Tengah hasilnya cukup banyak perbedaan. Ini di sebabkan oleh penempatan dan perhitungan Ihtiyâth yang berbeda-beda sehingga waktu Salat yang di  hasilkan berbeda pula.  Kata Kunci: Ihtiyâth, Awal Waktu Salat, Fiqih, Astronomi 
PREDIKSI PERGERAKAN BAYANGAN BUMI SAAT TERJADI GERHANA BULAN MENGGUNAKAN EPHEMERIS HISAB RUKYAT Azmi, Muhammad Farid
ELFALAKY: Jurnal Ilmu Falak Vol 3 No 2 (2019): Desember
Publisher : UIN ALAUDDIN MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ifk.v3i2.14150

Abstract

AbstractIn this era, the prediction of lunar eclipse can be determined accurately with the astronomical data based algorithm. Usually, the prediction just compute the position and time of lunar eclipse without considered the movement of Earth shadow in the begginning to the end of eclipse. In this article the author explain how is the concept, algorithm, and analysis about the movement of Earth shadow on going lunar eclipse in certain local coordinate point, using the data from Ephemeris Hisab Rukyat.Keywords : Lunar Eclipse, Earth Shadow, Ephemeris Hisab Rukyat  
PENENTUAN BATAS MINIMUM PARAMETER VISIBILITAS HILAL SAAT SUMMER SOLSTICE DAN WINTER SOLSTICE Musfiroh, Imas
ELFALAKY: Jurnal Ilmu Falak Vol 2 No 1 (2018): Juni
Publisher : UIN ALAUDDIN MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ifk.v2i1.6435

Abstract

Crescent visibility importantly depends on some variables such as; Sun-Crescent elongation (ArcL, arc of light), Crescent relative altitude due to Sun (ArcV, arc of vision), moon age, and moon lag (briefly Lag only). Furthermore, relative position of Sun due to ecliptic can affects Crescent position and its visibility. There is two significantly relative position of Sun i.e. Summer Solstice which happens on June 21-22, and Winter Solstice which occurs on December 21-22. In this paper, it will be discussed about what is minimum limit of Crescent visibility on those phenomena. Writer used data from 68 BMKG data (2008-2015), 295 Yallop data (1861-1992), and 36 Caldwell data (1987-2012), but they are used when Summer and Winter Solstice only. It can be concluded that the minimum limit of Crescent visibility are, ArcL = 10°30’00”, ArcV = 9°30’00”, moon age 20 hours 24 minutes, lag 58 minutes 48 seconds and Crescent width 0,24 arcminutes on June 26, 1987 at latitude 42°42’00” South and longitude 84°30’00” West, occured 4 days after Summer solstice.
WAKTU SHALAT ASHAR, MAGHRIB DAN ISYA’ PERSPEKTIF HADIS Farah, Labibah Amil
ELFALAKY: Jurnal Ilmu Falak Vol 4 No 1 (2020): Juni
Publisher : UIN ALAUDDIN MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ifk.v4i1.14167

Abstract

                                                             AbstrackPrayer is the most important worship in Islam. Prayer is worship predetermined time and how. The jurists decide the time of prayer based on the rotation of the earth or natural phenomena. The determination of the time of prayer that occured on al-Qur’an and Sunnah needs to be explained using celestial cues and the thought of thinkers. But there are differences of opinions from the thinker in interpretation of Sunnah about the time of prayer. For example,there is a difference opinion between Syafi’i and Hanafi about the end of prayer time for Ashar.
KRITERIA KALENDER HIJRIYAH GLOBAL TUNGGAL TURKI 2016 PERSPEKTIF TIM HISAB RUKYAT KEMENTERIAN AGAMA RI Riza, Muhammad Himmatur
ELFALAKY: Jurnal Ilmu Falak Vol 2 No 1 (2018): Juni
Publisher : UIN ALAUDDIN MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ifk.v2i1.14157

Abstract

                                                      AbstrakKalender hijriyah memiliki peran penting dalam sumbangsih perkembangan Ilmu Falak. Hal ini terbukti dengan diimplementasikannya konsep kalender hijriyah dalam penetapan awal bulan kamariah. Namun dalam penerapannya terdapat problematika yang sangat menarik, khususnya ketika penetapan awal Bulan Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah. Perbedaan dalam penentuan awal bulan hijriyah memang bukan merupakan hal baru lagi. Sampai saat ini perdebatan masih berlanjut terus menerus. Persoalan yang semestinya klasik ini menjadi selalu aktual terutama ketika menjelang penentuan awal bulan-bulan tersebut. Bentuk usaha menyatukan perbedaan tidak hanya datang dari tingkat negara saja akan tetapi banyak bermunculan gagasan-gagasan penyatuan kalender hijriyah secara global di seluruh dunia. Meskipun diyakini mewujudkannya merupakan hal yang sangat sulit, namun upaya tersebut tidak berhenti begitu saja yaitu dengan diadakannya Kongres Kesatuan Kalender Hijriyah Global Tunggal yang diselenggarakan pada bulan Mei 2016 di Turki dengan dihadiri beberapa delegasi dari berbagai dunia. Dengan kriteria visibilitas hilal yang direkomendasikan dalam Kongres Turki 2016 perlu dikaji mengenai implementasinya di Indonesia. Tim Hisab Rukyat atau yang lebih sering dikenal dengan THR adalah suatu tim yang bekerja menangani permasalahan hisab dan rukyat di bawah kekuasaan Kementerian Agama RI. Munculnya rekomendasi kriteria baru penentuan kalender Islam global tentu Tim Hisab Rukyat mempunyai kedudukan strategis untuk menanggapi usulan tersebut.Kata Kunci: Kalender Hijriah Global Tunggal, Penyatuan Kalender Hijriyah, Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama RI
DINAMIKA PENENTUAN BULAN RAMADHAN DAN SYAWAL PADA MASYARAKAT EKSKLUSIF DI KABUPATEN GOWA HL, Rahmatiah
ELFALAKY: Jurnal Ilmu Falak Vol 3 No 1 (2019): Juni
Publisher : UIN ALAUDDIN MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ifk.v3i1.14132

Abstract

AbstrakTulisan ini mengkaji tentang dinamika penentuan awal bulan ramadhan dan syawal pada masyarakat eksklusif  dengan mendeskripsikan metode Hisab dan rukyat yang digunakan jamaah an-Nadzir dan Naksabandiyah di kabupaten Gowa. Tujuannya untuk mengungkap pengaruh imam pada pengambilan keputusan dalam menggambarkan besarnya pengaruh tanda-tanda alam sebagai objek terhadap pengambilan keputusan penetapan dalam menetapkan awal ramadhan dan Syawal pada jamaah an-Nadzir dan Naksabandiyah di kabupaten Gowa. Penentuan awal bulan kamariyah terkhusus pada pelakasanaan ibadah (puasa dan idul fitri dan idul adha) dengan menggunakan hisab memiliki kedudukan yang benar secara teoritik, sedangkan dengan menggunakan hisab akan menguatkan  hisab secara empirik. Olehnya diperlukan integrasi kedua metode tersebut agar memberikan keyakinan yang haq/ilmiah kepada ummat.
Akurasi Penentuan Arah Kiblat dalam Rubu’ Muqantharaat di Lingkungan Pondok Pesantren Al-Inaroh Desa Kertonegoro Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember Khotijah, Ana
ELFALAKY: Jurnal Ilmu Falak Vol 1 No 1 (2017): Juni
Publisher : UIN ALAUDDIN MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ifk.v1i1.3678

Abstract

Arah kiblat merupakan salah satu syarat sah sholat yang harus dipenuhi. Para ulama’ telah bersepakat bahwa keabsahan ibadah utama umat Islam, yaitu sholat ditentukan oleh ketepatan menghadap arah kiblat, sehingga jika arah kiblatnya tidak tepat, maka sholatnya bisa dikatakan tidak sah. Oleh karena itu, arah kiblat ini tidak bisa terlepas pembahasannya dari umat Islam.  Rubu’ muqantharaat merupakan alat sekaligus metode yang dapat digunakan untuk menentukan arah kiblat, namun rubu’ ini hanya dapat digunakan di daerah lintang 8 ¼ ° bagian selatan dan utara garis khatulistiwa, seperti Jember. Alat ini dibuat oleh Al. Kyai Abdul ‘Aziz atau Kyai Wafa, pengasuh pondok Al-Wafa Tempurejo sekitar tahun 1950an M. Meski telah lama adanya rubu’ muqantharaat ini belum dikenal oleh masyarakat luar sehingga hanya digunakan oleh orang-orang tertentu saja, seperti PP. Al-Inaroh Kertonegoro dan PP. Al-Wafa Tempurejo. Selain itu, keakurasian yang dimiliki oleh rubu’ ini masih belum diketahui, meski beberapa masjid yang telah didirikan dengan menggunakan alat ini untuk menunjuk arah kiblat masih berdiri hingga saat ini. Oleh karenanya, perlu adanya koreksi atau kajian ulang mengenai keakurasian dalam rubu’ muqantharaat ini.
HARMONISASI PENANGGALAN BANGSA ARAB DAN SUKU BUGIS-MAKASSAR Syam, Hikmatul Adhiyah
ELFALAKY: Jurnal Ilmu Falak Vol 2 No 1 (2018): Juni
Publisher : UIN ALAUDDIN MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ifk.v2i1.14162

Abstract

AbstrakDengan adanya rotasi dan revolusi bumi maka hadirlah perbedaan waktu di bumi, selain itu juga terjadi pergantian siang dan malam, serta terjadi pula gerak semu harian dan tahunan matahari. Timbulnya perbedaan waktu di berbagai belahan bumi menyebabkan manusia membuat sistem penanggalan agar memudahkan manusia menetukan waktu. Awalnya penanggalan melihat peredaran matahari sehingga menghasilkan penanggalan Masehi, namun bangsa Arab menggunakan peredaran bulan yang menghasilkan penanggalan Hijriyah. Hal tersebut dilakukan oleh suku Bugis-Makassar dalam membuat penanggalan yang juga bersumber dari peredaran bulan. Walau memiliki sumber penanggalan yang sama yakni dengan memperhatikan peredaran bulan, ada beberapa hal yang membuat penanggalan bangsa Arab dan suku Bugis-Makassar berbeda, diantaranya perbedaan pandangan bangsa Arab dan suku Bugis-Makassar terhadap peredaran bulan atau historisasi penangalan bangsa Arab dan suku Bugis-Makassar, hingga pada konsep dan sistem penanggalan bangsa Arab dan suku Bugis-Makassar. 
TELAAH HADIS-HADIS HISAB RUKYAH (Studi Hadis dan Aṡar Sahabat tentang Hisab Rukyah Awal Bulan Kamariah) Jannah, Elly Uzlifatul
ELFALAKY: Jurnal Ilmu Falak Vol 3 No 2 (2019): Desember
Publisher : UIN ALAUDDIN MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ifk.v3i2.14151

Abstract

AbstrakKriteria hisab-rukyah merupakan jalan tengah untuk mempersatukan metode hisab dan rukyah tanpa memaksakan salah satu pihak beralih pada metode lainnya. Di Indonesia metode hisab dan rukyah berkedudukan sejajar. Keduanya merupakan komplemen yang tidak terpisahkan. Masing-masing memiliki keunggulan, namun juga punya kelemahan jika berdiri sendiri. Kedua metode tersebut tidak lain merupakan hasil ijtihad para ulama dalam menafsirkan hadis-hadis nabi. Penelitian tentang hadis secara tematis memang sudah banyak dilakukan namun jarang sekali ditemukan hadis-hadis tentang hisab rukyah terkumpul secara utuh menjelaskan serta menggali lebih dalam akan penafsiran para ulama secara komprehensif.  Keyword : Hadis hisab-rukyah  
Takhrij Hadis : Analisis Kritik Matan dan Sanad Hadis Rukyat Nasution, Mhd. Fikri Maulana
ELFALAKY: Jurnal Ilmu Falak Vol 3 No 1 (2019): Juni
Publisher : UIN ALAUDDIN MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ifk.v3i1.9764

Abstract

Rukyat menjadi salah satu metode dalam menentukan masuknya awal bulan baru dalam kalender Islam. Pelaksanaan rukyat juga didasarkan pada hadis nabi, dalam pencarian hadis tentang rukyat itu dan mengetahui keberadaan hadis beserta sanadnya digunakanlah metode takhrij hadis, sehingga difahami bahwa status para perawi yang meriwayatkan hadis yang berkaitan dengan rukyat tersebut, dan juga status hadis rukyat tersebut. Dari penelitian ini maka dapat dipastikan bahwa para perawi yang siqah dan hadisnya sahih dan dapat dijadikan landasan dalam hukum Islam.

Page 3 of 13 | Total Record : 126