cover
Contact Name
Ero Haryanto
Contact Email
eroharyanto@poltekestniau.ac.id
Phone
+62895340041177
Journal Mail Official
uppm@poltekestniau.ac.id
Editorial Address
Jl. Ciumbuleuit, Kec. Cidadap, Kota Bandung, Jawa Barat 40142
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
ISSN : 24769517     EISSN : 24769525     DOI : https://doi.org/10.58550/jka
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) ini memuat naskah dibidang kesehatan meliputi: Keperawatan, Kebidanan, Farmasi, serta bidang kesehatan lainnya. Naskah yang diajukan dapat berupa artikel penelitian, artikel penelaahan (review), dan makalah kebijakan yang belum pernah dipublikasikan ditempat lain dan tidak sedang diajukan ketempat lain.
Articles 285 Documents
Hubungan Pola Makan Dengan Kualitas Hidup Pasien Hipertensi Di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Bhakti Medicare Cicurug Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat: The Relationship Between Diet and Quality of Life in Hypertension Patients at the Internal Medicine Clinic of Bhakti Medicare Hospital, Cicurug, Sukabumi Regency, West Java Province Waluya, Ady; Fitya, Fetty; Susilawati; Liawati, Nunung
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v12i1.392

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis dengan prevalensi global 1,28 miliar orang (22%) dan diperkirakan meningkat pada tahun 2025. Di Indonesia prevalensinya mencapai 34,11%, sedangkan di Jawa Barat sebesar 39,6%. Hipertensi yang tidak terkontrol dapat menurunkan kualitas hidup pada aspek fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan. Salah satu faktor yang dapat dimodifikasi adalah pola makan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara pola makan dengan kualitas hidup pasien hipertensi di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Bhakti Medicare Cicurug. Penelitian menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross-sectional terhadap 136 responden yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Pola makan diukur menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ) dan kualitas hidup menggunakan WHOQOL-BREF. Analisis dilakukan dengan uji chi-square pada taraf signifikansi 0,05. Studi pendahuluan menunjukkan pasien dengan pola makan sesuai anjuran memiliki kualitas hidup lebih baik dibandingkan yang tidak patuh. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar penguatan edukasi diet dalam meningkatkan kualitas hidup pasien hipertensi. Hypertension is a chronic disease affecting 1.28 billion people globally (22%) and is projected to increase by 2025. In Indonesia, the prevalence is 34.11%, while in West Java it reaches 39.6%. Uncontrolled hypertension may reduce quality of life across physical, psychological, social, and environmental domains. Dietary pattern is one of the modifiable factors influencing blood pressure control. This study aimed to analyze the relationship between dietary patterns and quality of life among hypertensive patients at the Internal Medicine Outpatient Clinic of Bhakti Medicare Hospital Cicurug. A correlational study with a cross-sectional design was conducted involving 136 respondents selected through accidental sampling. Dietary patterns were measured using the Food Frequency Questionnaire (FFQ), and quality of life was assessed using WHOQOL-BREF. Data were analyzed using the chi-square test with a significance level of 0.05. Preliminary findings indicated that patients adhering to dietary recommendations had better quality of life. The results are expected to support dietary education strategies to improve the quality of life of hypertensive patients.  
Pola Asuh Orang Tua Terhadap Penggunaan Gadget Pada Anak Usia Sekolah (6-12 Tahun) Di SD Al-Ihsan Islamic School Kota Bandung: Parenting Patterns Regarding Gadget Use in School-Age Children (6-12 Years) At Al-Ihsan Islamic School, Bandung City Sundari Utami, Desi; Adiibah Ikbaa, Azka
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v12i1.395

Abstract

Gadget memberikan banyak perubahan-perubahan pada anak, khususnya pada perilaku sosial anak. Penggunaan gadget pada anak usia sekolah (6-12 Tahun) ini cenderung membuat anak lebih memilih bermain gadget dibanding bersosialisasi dan berinterkasi dengan teman sebayanya. Fitur gadget yang menarik juga mengakibatkan durasi penggunaan gadget melebihi batas penggunaan pada anak. Menurut penelitian yang dilakukan oleh (Oliemat E, 2018) didapatkan hasil bahwa anak- anak dapat menghabiskan waktu di depan layar selama empat jam perhari. Durasi penggunaan gadget yang melebihi batas berdampak juga pada kesehatan mata anak, dibuktikan dengan penggunaan kacamata lensa minus 0,5 hingga minus 7 di usia anak sekolah. Sehingga peran orang tua dalam memberikan pola asuh yang sesuai dalam penggunaan gadget pada anak sangat dibutuhkan, guna menghindari dampak negatif yang gadget berikan.Tujuan Mengetahui gambaran penggunaan pola asuh orang tua terhadap penggunaan gadget pada anak usia sekolah di SD Al-Ihsan Islamic School Kota Bandung.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuanttatif. Teknik sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling dengan jumlah 60 responden. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner dengan skala likert. Analisis data yang digunakan adalah analisa deskriptif (univariat), yang bertujuan untuk menjelaskan atau mendeskripsikan karakteristik setiap variabel penelitian.Hasil penelitian penggunaan pola asuh orang tua terhadap penggunaan gadget pada anak usia sekolah yaitu 35 responden (58%) mendukung pola asuh otoriter, 57 responden (95%) mendukung pola asuh demokratis, dan 33 responden (55%) tidak mendukung pola asuh permisif. Kesimpulan bahwa jenis pola asuh orang tua dengan nilai tertinggi dalam penggunaan gadget pada anak usia sekolah di SD Al-Ihsan Islamic School Kota Bandung yaitu pola asuh demokratis dengan total 57 responden (95%). Gadgets bring many changes to children, especially in children's social behavior. The use of gadgets in school-age children (6-12 years) tends to make children prefer playing with gadgets rather than socializing and interacting with their peers. Attractive gadget features also result in the duration of gadget use exceeding the usage limit for children. According to research conducted by (Oliemat E, 2018), the results showed that children can spend four hours in front of the screen per day. The duration of gadget use that exceeds the limit also has an impact on children's eye health, as evidenced by the use of minus 0.5 to minus 7 lens glasses in school-age children. So the role of parents in providing appropriate parenting patterns in using gadgets for children is very much needed, in order to avoid the negative impacts that gadgets have.Purpose: To find out the description of the use of parenting patterns towards the use of gadgets in school-age children at Al-Ihsan Islamic School Elementary School, Bandung City.The research method used is quantitative descriptive research. The sampling technique used was purposive sampling with a total of 60 respondents. The research instrument used was a questionnaire with a Likert scale. The data analysis used is descriptive analysis (univariate), which aims to explain or describe the characteristics of each research variable.The results of research on the use of parental parenting patterns on the use of gadgets in school-age children are that 35 respondents (58%) support authoritarian parenting patterns, 57 respondents (95%) support democratic parenting patterns, and 33 respondents (55%) do not support permissive parenting patterns.The conclusion is that the type of parenting style with the highest score in the use of gadgets in school-aged children at SD Al-Ihsan Islamic School, Bandung City is democratic parenting with a total of 57 respondents (95%).  
Pola Asuh Orang Tua Dalam Penggunaan Gadget Pada Anak Usia Prasekolah DI TK Angkasa 1 Husein Sastranegara Kota Bandung: Parenting Patterns Regarding Gadget Use in Preschool Children At Angkasa 1 Husein Sastranegara Kindergarten, Bandung City Haryanto, Ero; Sarah, Maharani
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v12i1.398

Abstract

Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik tahun 2023 sebanyak 78,26% anak berusia 0-6 tahun sudah bisa menggunakan gadget. Dampak negatif penggunaan gadget dipengaruhi oleh pola asuh orang tua yang diberikan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran pola asuh orang tua dalam penggunaan gadget pada anak usia prasekolah di TK Angkasa 1 Husein Sastranegara. Populasi penelitian sebanyak 80 orang, teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling sebanyak 64 responden. Instrumen mengumpulkan data menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan (favorable) mendukung pernyataan yang bersifat positif dan (unfavorable) tidak mendukung pernyataan yang bersifat negatif. Dilakukan uji validitas dengan 20 responden hasil dengan nilai antara 0,455-0,799 dan reliabilitas 0,857. Hasil penelitian secara umum terdapat (34,3%) mendukung penggunaan gadget dan (65,6%) tidak mendukung penggunaan gadget. Berdasarkan subvariabel pola asuh demokratis (53,1%) (favorable), pola asuh otoriter (79,6%) (unfavorable), dan pola asuh permisif (73,4%) (unfavorable). Disimpulkan bahwa banyak orang tua siswa yang tidak mendukung penggunaan gadget sebesar (65,6%). Walaupun banyak yang tidak mendukung penggunaan gadget, tapi masih ada orang tua yang anaknya menggunakan gadget  sehingga disarankan orang tua tetap dapat memantau, mengontrol dan mengantisipasi penggunaan gadget pada anak.   Based on the 2023 report by the Central Statistics Agency, 78.26% of children aged 0-6 years old can already use gadgets. The negative impact of gadget use is influenced by the parenting patterns provided by parents. The purpose of this study was to determine the description of parenting patterns in the use of gadgets by preschool-aged children at Angkasa 1 Husein Sastranegara Kindergarten. The study population was 80 people, the sampling technique used in this study was purposive sampling of 64 respondents. The instrument for collecting data was a questionnaire. Data analysis used (favorable) supports positive statements and (unfavorable) does not support negative statements. A validity test was conducted with 20 respondents with results ranging from 0.455-0.799 and a reliability of 0.857. The results of the study in general showed that (34.3%) supported the use of gadgets and (65.6%) did not support the use of gadgets. Based on the subvariables of democratic parenting (53.1%) (favorable), authoritarian parenting (79.6%) (unfavorable), and permissive parenting (73.4%) (unfavorable), it was concluded that many parents (65.6%) do not support gadget use. Although many do not support gadget use, there are still parents whose children use gadgets, so it is recommended that parents continue to monitor, control, and anticipate gadget use in children.  
Pengaruh Rendam Garam dan Relaksasi Autogenik terhadap Keluarga dengan Lansia Hipertensi: The Effect of Salt Baths and Autogenic Relaxation on Families with Elderly Hypertension Elvina, Rodiana; Setia Purdani, Kartika; Burhanto; Safarudin, Bachtiar
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v12i1.401

Abstract

Hipertensi adalah kondisi peningkatan tekanan darah dengan nilai sistolik ≥140 mmHg dan diastolik ≥90 mmHg. Lansia merupakan kelompok usia 60 tahun ke atas yang secara fisiologis lebih rentan mengalami hipertensi. Terapi rendaman kaki air hangat garam bekerja dengan menyebabkan vasodilatasi pembuluh darah perifer sehingga aliran darah lebih lancar dan tekanan darah menurun. Sementara itu, relaksasi autogenik merupakan teknik sugesti diri yang bertujuan menciptakan rasa tenang dan rileks, sehingga membantu menurunkan stres, menstabilkan denyut jantung, pernapasan, dan tekanan darah. Penerapan asuhan keperawatan keluarga dilaksanakan selama 3 hari, dengan durasi ±15 menit pada setiap pertemuan, menggunakan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan berupa terapi inovasi kombinasi rendaman kaki air garam dan relaksasi autogenik. Teknik kombinasi ini terbukti menurunkan tekanan darah, Penurunan ini menunjukkan bahwa terapi kombinasi rendaman kaki air garam dan relaksasi autogenik membantu klien untuk mengontrol tekanan darah. Berdasarkan penerapan ini diharapkan dapat digunakan sebagai intervensi mandiri bagi perawat untuk menurunkan tekanan darah pada pasien lansia hipertensi.   Hypertension is a condition characterized by increased blood pressure with systolic values ≥140 mmHg and diastolic values ≥90 mmHg. Older adults, defined as individuals aged 60 years and above, are physiologically more vulnerable to hypertension. Warm salt water foot soak therapy works by promoting peripheral vasodilation, thereby improving blood circulation and reducing blood pressure. Meanwhile, autogenic relaxation is a self-suggestion technique aimed at creating a sense of calm and relaxation, which helps reduce stress, stabilize heart rate, breathing, and blood pressure. Family nursing care was implemented for 3 days, with a duration of approximately 15 minutes for each session, following established Standard Operating Procedures (SOP) through an innovative combination therapy of warm salt water foot soak and autogenic relaxation. This combination technique was shown to reduce blood pressure, indicating that it helps clients control their blood pressure. Based on this implementation, it is expected that this intervention can be used as an independent nursing intervention to reduce blood pressure in elderly patients with hypertension.
Evaluasi Aksesibilitas Fasilitas Publik di Jakarta: Implikasi terhadap Inklusivitas Penyandang Disabilitas dan Kesehatan Perkotaan: Evaluation of Public Facility Accessibility in Jakarta: Implications for Disability Inclusivity and Urban Health Luthfi, Muhammad
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v12i1.408

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kesesuaian aksesibilitas fasilitas public terhadap standar kemudahan bangunan Gedung di wilayah DKI Jakarta serta mengindetifikasi komponen aksesibilitas yang masih menjadi hambatan bagi penyandang disabilitas dalam pemanfaatan ruang public. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif melalui observasi pada delapan fasilitas publik. Penilaian dilakukan selama Desember 2024-Januari 2025 menggunakan instrumen observasi yang terdiri dari 37 indikator aksesibilitas yang mengacu pada standar dalam PERMENPUPR RI No 14 Tahun 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian aksesibilitas fasilitas publik masih bervariasi dengan skor berkisar antara 50,52% hingga 83%. Fasilitas transportasi publik menunjukkan tingkat kesesuaian tertinggi (83% dan 74%), diikuti fasilitas literasi publik (77,06%), sedangkan fasilitas keagamaan menunjukkan tingkat kesesuaian terendah (50,52% dan 65,38%). Komponen dengan tingkat kesesuaian tertinggi meliputi ukuran dasar ruang, selasar, dan koridor, sementara komponen dengan kesesuaian terendah meliputi pencahayaan exit dan tanda arah, urinal, ruang laktasi, ruang ganti, serta bak cuci tangan. Temuan ini menunjukkan bahwa implementasi aksesibilitas pada infrastruktur public di Jakarta masih lebih banyak berfokus pada elemen structural bangunan dibandingkan pada sistem navigasi dan keselamatan, yang berpotensi terus membatasi akses yang setara terhadap lingkungan perkotaan bagi penyandang disabilitas.   This study aims to evaluate the level of accessibility compliance of public facilities with building accessibility standards in the DKI Jakarta region and to identify accessibility components that remain barriers for persons with disabilities in utilizing public spaces. The study employed a quantitative descriptive design through observations conducted in eight public facilities. The assessment was carried out between December 2024 and January 2025 using an observational instrument consisting of 37 accessibility indicators referring to the standards outlined in the Regulation of PERMENPUPR No. 14 of 2017. The results show that the level of accessibility compliance across public facilities varies, with scores ranging from 50.52% to 83%. Public transportation facilities demonstrated the highest level of compliance (83% and 74%), followed by public literacy facilities (77.06%), while religious facilities showed the lowest compliance (50.52% and 65.38%). Components with the highest compliance included basic spatial dimensions, corridors, and walkways, whereas components with the lowest compliance included exit lighting and directional signage, urinals, lactation rooms, changing rooms, and washbasins. These findings indicate that accessibility implementation in Jakarta’s public infrastructure remains primarily focused on structural building elements rather than navigation and safety systems, which may continue to limit equitable access to urban environments for persons with disabilities.