cover
Contact Name
Ero Haryanto
Contact Email
eroharyanto@poltekestniau.ac.id
Phone
+62895340041177
Journal Mail Official
uppm@poltekestniau.ac.id
Editorial Address
Jl. Ciumbuleuit, Kec. Cidadap, Kota Bandung, Jawa Barat 40142
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
ISSN : 24769517     EISSN : 24769525     DOI : https://doi.org/10.58550/jka
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) ini memuat naskah dibidang kesehatan meliputi: Keperawatan, Kebidanan, Farmasi, serta bidang kesehatan lainnya. Naskah yang diajukan dapat berupa artikel penelitian, artikel penelaahan (review), dan makalah kebijakan yang belum pernah dipublikasikan ditempat lain dan tidak sedang diajukan ketempat lain.
Articles 285 Documents
Uji Efek Sedatif Ekstrak Etanol Kangkung Air (Ipomoea Aquatica) Terhadap Mencit Putih Jantan (Mus Musculus) Dinda Ayu Deliana; Maida Safitri; Emily Amali
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v11i2.345

Abstract

Kangkung air (Ipomoea aquatica) dikenal secara tradisional memiliki efek menenangkan. Namun, bukti ilmiah mengenai potensi sedatifnya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek sedatif ekstrak etanol kangkung air terhadap mencit putih jantan (Mus musculus). Penelitian ini menggunakan metode righting reflex untuk mengukur onset dan durasi tidur, serta metode wheel cage locomotor untuk mengukur penurunan aktivitas motorik. Mencit dibagi dalam lima kelompok yaitu kontrol negatif (Na CMC 0,5%), kontrol positif (obat lelap), dan tiga kelompok perlakuan dengan dosis ekstrak 4 mg/kgBB, 6 mg/kgBB, dan 8 mg/kgBB. Rata-rata onset tidur tercepat terdapat pada dosis 8 mg/kgBB yaitu 19 menit, dan durasi tidur terlama sebesar 1 jam 33 menit. Pada metode lokomotor, terjadi penurunan aktivitas signifikan, dengan jumlah putaran dosis tertinggi setara dengan kontrol positif (866 putaran). Skrining fitokimia kangkung air menunjukkan adanya flavonoid, alkaloid, tanin, dan steroid, namun saponin tidak terdeteksi. Ekstrak etanol kangkung air memiliki efek sedatif yang nyata dan menunjukkan hubungan dosis-respons. Dosis 8 mg/kgBB memberikan efek paling optimal dalam menurunkan aktivitas mencit dan memperpanjang durasi tidur.
Kesiapsiagaan Dalam Menghadapi Bencana Gempa Bumi Sesar Lembang Pada Siswa Di SMK 45 Lembang Kabupaten Bandung Barat Zustantria Agustin Minggawati; Rahel Ayu Aristyawati Putri
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v11i2.346

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh risiko terjadinya bencana gempa bumi sesar lembang di SMK 45 Lembang Kabupaten Bandung Barat karena berada di zona merah daerah terdampak gempa bumi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana gempa bumi sesar lembang di SMK 45 Lembang Kabupaten Bandung Barat. Kesiapsiagaan merupakan serangkaian kegiatan untuk mengantisipasi bencana melalui pengorganisasian serta langkah yang tepat guna dan berdaya guna (Anies, 2017). Faktor yang mempengaruhi kesiapsiagaan adalah pengetahuan potensi bencana, usia, tingkat/kelas, pengalaman bencana, dan pelatihan bencana. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dengan teknik proportionate stratified random sampling dengan populasi 1661 siswa/i dan sampel 323 responden. Data dikumpulkan dengan kuesioner baku yang dikembangkan oleh LIPI UNESCO ISDR berjumlah 20 pertanyaan dalam google form. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki kesiapsiagaan sedang 174 responden (54%). SMK 45 Lembang disarankan untuk memaksimalkan sosialiasi, simulasi dan inisiasi siaga bencana dengan memfasilitasi sistem peringatan bencana, peralatan evakuasi, membentuk tim siaga bencana, mengadakan penyuluhan dan latihan kesiapsiagaan bencana pada siswa/i SMK 45 Lembang. Kata kunci: bencana, kesiapsiagaan, gempa bumi   ABSTRACT This research was motivated by the risk of a Lembang fault earthquake disaster at SMK 45 Lembang, West Bandung Regency because it is in the red zone of the earthquake-affected area. The aim of this research is to determine the description of preparedness in facing the Lembang fault earthquake disaster at SMK 45 Lembang, West Bandung Regency. Preparedness is a series of activities carried out to anticipate disasters through organization and appropriate and effective steps (Anies, 2017). Factors that influence preparedness are knowledge of potential disasters, age, level/class, disaster experience, and disaster training. The research method used was descriptive quantitative with proportionate stratified random sampling technique with a population of 1661 students and a sample of 323 respondents. Data was collected using a standard questionnaire developed by LIPI UNESCO ISDR in the form of a Guttman scale totaling 60 questions in Google form. The research results showed that the majority of respondents had moderate preparedness, 174 respondents (54%). It is recommended that SMK 45 Lembang maximize socialization, simulation and initiation of disaster preparedness by facilitating a disaster warning system, evacuation equipment, forming a disaster preparedness team, holding counseling and disaster preparedness training for students at SMK 45 Lembang. Key words: disaster, preparedness, earthquake
Status Gizi Balita Pneumonia Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Sukarasa Kota Bandung Sussanty Cahyaning Nurdyantary; Yunda Fadila
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v11i2.347

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kejadian penyakit pneumonia pada balita di wilayah kerja UPT Puskesmas Sukarasa sebanyak 371 kasus sejak bulan Agustus 2023. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran status gizi balita pneumonia. Status gizi merupakan keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat gizi. Pneumonia adalah penyakit infeksi yang mengenai jaringan paru (alveoli) dan menyebabkan radang pada organ paru-paru. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah balita pneumonia di wilayah kerja UPT Puskesmas Sukarasa berjumlah 371 orang. Teknik sampel yang digunakan adalah simple random sampling pada 192 orang. Hasil penelitian didapatkan balita pneumonia berstatus gizi baik berupa sebanyak 145 responden (76%). Saran dari penelitian ini disarankan untuk tidak hanya melakukan pemaparan informasi mengenai kesehatan di puskesmas saja, tetapi juga melakukan penyuluhan secara rutin kepada masyarakat. Kata Kunci: Balita, Pneumonia, Status Gizi
Hubungan Sikap Ibu Balita Usia 12–24 Bulan Dan Peran Kader Dengan Imunisasi Dasar Lengkap Di UPTD Puskesmas Salam Kota Bandung Tahun 2025 Sundariningsih Cecen; Dhini Wahyuni Novitasari
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v11i2.348

Abstract

Imunisasi dasar lengkap masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat karena cakupannya yang belum mencapai target. Cakupan imunisasi dasar lengkap di UPTD Puskesmas Salam hanya sebesar 36,5% dari target 100%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sikap, peran kader, dan kelengkapan imunisasi dasar, serta menganalisis hubungan antara sikap ibu balita usia 12–24 bulan dan peran kader dengan kelengkapan imunisasi dasar. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 50 ibu balita usia 12–24 bulan yang diambil menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pencatatan pada buku KIA/Imunisasi/KMS, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki sikap negatif terhadap imunisasi dasar lengkap (56%), sebagian besar menilai peran kader negatif (54%), dan sebagian besar balita tidak mendapatkan imunisasi dasar lengkap (60%). Terdapat hubungan signifikan antara sikap ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar (p = 0,002) dan antara peran kader dengan kelengkapan imunisasi dasar (p = 0,001). Kesimpulannya, sikap ibu dan peran kader berhubungan dengan kelengkapan imunisasi dasar; sikap positif ibu dan peran kader yang baik berpotensi meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap pada balita usia 12–24 bulan.
Pengaruh Tehnik Counterpressure Terhadap Pengurangan Rasa Nyeri Pada Persalinan Ibu Bersalin Kala I Di Klinik Bidan Nyanyas Tahun 2024 Metha Solihati Rayuna; Fitriana Sari; Tenang Juvita Sitepu
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v11i2.349

Abstract

Labor is the process of opening and thinning the cervix, as well as uterine contractions, and the fetus descends into the birth canal, causing pain in labor. One of the efforts to reduce labor pain is the counterpressure technique. This study aims to determine the effect of counterpressure techniques to reduce labor pain in first-time laboring mothers at the Nyanyas Midwife Clinic, Arcamanik City, Bandung, 2024. This study used a quasy experiment (pseudo experiment) with a Two-Group Pre-Postest design. The sampling method in this study used total sampling of active phase I laboring mothers. The results showed that the counterpressure technique was more effective for reducing pain levels in active phase laboring women.
Tingkat Kecemasan Akan Kematian Pada Penderita HIV-AIDS Di Wilayah Kerja Puskesmas Taman Sari Kota Bandung Rina Kartikasari; Sulistia Putri
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v11i2.350

Abstract

ODHA memiliki gejala-gejala yang abnormal, antara lain kecemasan berlebihan, masalah fisik, psikologis dan sosial. ODHA mempunyai stressor yang menyebabkan mereka mengalami kecemasan akan kematian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kecemasan terhadap kematian pada penderita HIV-AIDS di wilayah kerja Puskesmas Taman Sari. Kecemasan akan kematian adalah perasaan tidak menyenangkan yang muncul ketika penderita HIV-AIDS memikirkan kematian. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif, populasi penelitian 35 ODHA, dengan menggunakan teknik sampling jenuh. Instrumen yang digunakan adalah templere death anxiety scale yang telah dilakukan uji validitas dengan hasil rentang nilai 0,30-0,74 dan uji reliabilitas 0,811. Hasil penelitian diketahui bahwa 17 (48,6%) responden memiliki skala kecemasan kematian tinggi, 10 (28,6%) responden memiliki skala kecemasan kematian sedang, 6 (17,1%) responden memiliki skala kecemasan kematian rendah, dan 2 (5,7%) responden memiliki kecemasan akan kematian yang sangat tinggi. Kesimpulan pada penelitian ini sebanyak 17 ODHA di puskesmas Taman Sari mengalami tingkat kecemasan akan kematian kategori tinggi. Dari hasil penelitian ini diharapkan Puskesmas Taman sari dapat menggerakan kader untuk melakukan pendampingan khusus kepada ODHA yang mengalami kecemasan akan kematian tinggi
Analisis Point Of Care Testing ( POCT) Kesehatan Pada Perawat di Rumah Sakit: Point of Care Testing (POCT) Analysis of Health Nurses in Hospital efroliza, efroliza; Sherly, Susanti; Ita, Mawani; Erni, Tamara
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v12i1.354

Abstract

Kualitas hidup tenaga kesehatan dapat dikaitkan dengan kualitas hidup profesional perawat (KHP) yaitu kualitas seseorang dalam melakukan pekerjaannya Shift kerja beresiko membawa dampak perubahan fisik pada perawat. Selain perubahan fisik. Profesi keperawatan mempunyai risiko tinggi juga untuk menghadapi stres, karena perawat mempunyai tugas dan tanggung jawab yang sangat tinggi terhadap keselamatan hidup manusia. Stres kerja yang berlebihan tentunya membuat seseorang terganggu baik secara psikologis maupun fisiologis. Dampak negatif stres terhadap kualitas tidur disebabkan oleh beban kerja yang berlebihan, kondisi kerja yang tidak nyaman, konflik antara pekerjaan dengan keluarga pasien, tuntutan pekerjaan. Perubahan tersebut salah satunya berupa kadar kolesterol dan gula darah. Point Of Care Testing (POCT) kesehatan  perawat untuk mendeteksi, memonitoring dan menskrinning status kesehatan perawat sehingga perawat dapat meningkatkan kualitas kesehatan dan meminimalkan dampak yang muncul setelah long term shift. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi dan menilai  Point Of Care Testing (POCT) kesehatan  pada perawat. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat yang bekerja di  rumah sakit. Pemilihan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria yang telah ditentukan oleh peneliti, yaitu sebanyak 39 perawat. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini lembar observasi, Glucose test, Cholesterol test. Proses analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi-square. Hasil dari penelitian ini akan dipublikasikan di jurnal terakreditasi dengan harapan akan menjadi bahan masukan bagi perawat dan Rumah Sakit agar perawat dapat di berikan pemeriksaan kesehatan rutin atau  medical check up. The complex work environment in hospitals, healthcare professionals such as the Quality of Life of healthcare workers can be linked to the quality of life of professional nurses (QOL), namely the quality of a person in carrying out their work. Shift work risks bringing about physical changes in nurses. In addition to physical changes. The nursing profession also has a high risk of facing stress, because nurses have very high duties and responsibilities for the safety of human life. Excessive work stress certainly causes a person to be disturbed both psychologically and physiologically. The negative impact of stress on sleep quality is caused by excessive workload, uncomfortable working conditions, conflicts between work and patient families, and job demands. One of these changes is in the form of cholesterol and blood sugar levels. Point of Care Testing (POCT) for nurses' health to detect, monitor and screen the health status of nurses so that nurses can improve the quality of health and minimize the impacts that arise after long-term shifts. The purpose of this study was to identify and assess Point of Care Testing (POCT) for nurses. The population in this study were nurses working in hospitals. The sample selection used a purposive sampling technique with criteria determined by the researcher, namely 39 nurses. The instruments used in this study were observation sheets, glucose tests, and cholesterol tests. Data analysis was conducted using univariate and bivariate analyses with the chi-square test. The results of this study will be published in an accredited journal, with the hope that they will provide input for nurses and hospitals, enabling them to receive routine health check-ups.
Hubungan Status Gizi Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita Di Posyandu Wilayah Puskesmas Garuda Periode Tahun 2025: The Relationship Between Nutritional Status and the Incidence of Stunting in Toddlers at the Integrated Health Post (Posyandu) in the Garuda Community Health Center Area in the 2025 Period Khoerunisa, Indah; Wiryadi, Fifi Citra; Khoirunnisa, Marjani
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v12i1.356

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang menjadi indikator penting kualitas kesehatan masyarakat di Indonesia. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, prevalensi stunting nasional mencapai 21,6%, sedangkan target Sustainable Development Goals (SDGs) tahun 2024 adalah menurunkannya hingga di bawah 14%. Di wilayah kerja Puskesmas Garuda, pendataan awal tahun 2024 menunjukkan dari 592 balita yang terdaftar, sebanyak 76 balita (12,8%) teridentifikasi mengalami stunting. Angka ini cukup signifikan meskipun mayoritas balita memiliki status gizi baik. Kondisi ini menjadi dasar penelitian untuk menilai lebih lanjut hubungan status gizi dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas GarudaPenelitian ini dilaksanakan di Posyandu Desa Cempaka dengan desain analitik cross sectional dan total sampling sebanyak 592 balita. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,001 (p < 0,05) yang berarti terdapat hubungan signifikan antara status gizi dengan kejadian stunting. Balita dengan status gizi kurang memiliki risiko lebih tinggi mengalami stunting dibandingkan dengan balita bergizi baik. Temuan ini menegaskan pentingnya intervensi peningkatan status gizi untuk menurunkan prevalensi stunting di wilayah kerja Puskesmas Garuda.   Stunting is a chronic nutritional problem and an important indicator of public health quality in Indonesia. According to the 2022 Indonesia Nutritional Status Survey (SSGI), the national prevalence of stunting reached 21.6%, while the Sustainable Development Goals (SDGs) target for 2024 is to reduce it to below 14%. In the working area of Garuda Primary Health Center, early 2024 data showed that out of 592 registered children under five, 76 (12.8%) were identified as stunted. This figure is quite significant even though the majority of children have good nutritional status. This condition formed the basis of the present study to further assess the relationship between nutritional status and stunting in the working area of Garuda Primary Health Center.This study was conducted at the Posyandu in Cempaka Village using an analytical cross-sectional design with a total sampling of 592 children under five. The Chi-Square test yielded a p-value of 0.001 (p < 0.05), indicating a significant relationship between nutritional status and stunting. Children with poor nutritional status were at a higher risk of experiencing stunting compared to those with good nutrition. These findings underscore the importance of nutritional status improvement interventions to reduce the prevalence of stunting in the working area of Garuda Primary Health Center.       
Pengaruh Massage Effleurage Abdomen Terhadap Penurunan Nyeri Dismenore Pada Mahasiswi Kebidanan Di Poltekes TNI AU Ciumbuleuit: The Effect of Abdominal Effleurage Massage on Reducing Dysmenorrhea Pain in Midwifery Students at the Indonesian Air Force Polytechnic of Health, Ciumbuleuit Sukmiati, Eti; Juvita Sitepu, Tenang; Herlina, Herli
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v12i1.357

Abstract

Dismenore, nyeri haid yang menyebar ke punggung dan paha, dapat menyerang siapa saja sebelum dan setelah menstruasi. Penyebabnya beragam, mulai dari pola makan tidak seimbang hingga stres. Namun, ada harapan untuk mengatasinya. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa teknik non farmakologi atau massage effleurage abdomen dapat mengurangi nyeri dismenore secara signifikan yang membantu meningkatkan kadar oksigen dalam jaringan dan mengurangi rasa sakit. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui dampak massage effleurage abdomen terhadap penurunan nyeri dismenore pada Mahasiswi Kebidanan di Poltekes TNI AU Ciumbuleuit. Desain penelitian ini menggunakan quasy eksperiment dengan rancangan two group pretest-posttest design dengan melibatkan 16 mahasiswi yang mengalami dismenore yang ditentukan dengan teknik random sampling. Data analisis menggunakan wilcoxon signed rank test. Hasil penelitian diperoleh data bahwa sebelum intervensi mengalami skala nyeri berat sebanyak 3 orang (37,5%), skala nyeri sedang sebanyak 5 orang (62,5%) dan sesudah dilakukan intervensi mengalami penurunan dengan skala nyeri sedang 5 orang (62,5%), skala nyeri ringan sebanyak 3 orang (37,5%). Analisis data menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan adanya pengaruh signifikan antara massage effleurage abdomen dan penurunan nyeri dismenore (p < 0,05). Penelitian ini memberikan harapan baru bagi mereka yang mencari solusi non- farmakologi untuk mengatasi dismenore. Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan dapat mengembangkan metode ini lebih lanjut dan mengeksplorasi jenis-jenis terapi non-farmakologi lainnya. Dysmenorrhea , menstrual pain that radiates to the back and thighs, can affect anyone before and after menstruation. The causes are diverse, ranging from an unbalanced diet to stress. However, there is hope to overcome it. Recent research shows that non-pharmacological techniques or abdominal effleurage massage can significantly reduce dysmenorrhea pain by increasing oxygen levels in tissues and reducing pain. This study aims to determine the effect of abdominal effleurage massage on reducing dysmenorrhea pain in midwifery students at Poltekes TNI AU Ciumbuleuit. The research design used a quasi-experimental approach with a two-group pretest-posttest design, involving 16 students who experienced dysmenorrhea, selected using random sampling technique. Data analysis used the Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed that before the intervention, 3 participants (37.5%) experienced severe pain and 5 participants (62.5%) experienced moderate pain. After the intervention, there was a decrease in pain levels, with 5 participants (62.5%) experiencing moderate pain and 3 participants (37.5%) experiencing mild pain. The Wilcoxon Signed Rank Test analysis showed a significant effect between abdominal effleurage massage and reduction of dysmenorrhea pain (p < 0.05). This study provides new hope for those seeking non-pharmacological solutions to overcome dysmenorrhea. For future researchers, it is expected that they can further develop this method and explore other types of non-pharmacological therapies
Hubungan Dukungan Suami Dengan Kesehatan Mental Pada Ibu Hamil Trimester III Di UPTD Puskesmas Padasuka Kota Bandung: The Relationship Between Husband's Support and Mental Health in Pregnant Women in the Third Trimester at the Padasuka Community Health Center UPTD, Bandung City Apriliani, Niani; Nurwiliani, Lia; Nurohmah, Norma
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v12i1.359

Abstract

Kehamilan trimester III merupakan periode rentan terhadap perubahan fisik dan psikologis, sehingga dukungan suami sangat penting untuk menjaga kesehatan mental ibu. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara dukungan suami dengan kesehatan mental ibu hamil trimester III di UPTD Puskesmas Padasuka Kota Bandung. Metode yang digunakan adalah analisis korelasi kuantitatif dengan desain cross sectional, melibatkan 21 ibu hamil yang dipilih melalui kuota sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dukungan suami dan SRQ-20, kemudian data dianalisis dengan uji Chi-Square menunjukkan 11 responden (52%) mendapat dukungan suami dan 15 responden (72%) tidak mengalami gangguan mental. Hasil uji statistik nilai P Value 0,02 maka  terdapat hubungan signifikan antara dukungan suami dengan kesehatan mental ibu hamil. Kesimpulannya, maka semakin besar dukungan suami semakin kecil resiko terjadinya gangguan mental pada ibu hamil. Oleh karena itu, perlu ditingkatkan dalam proses kehamilan guna mendukung kesehatan mental ibu hamil.   The third trimester of pregnancy is a vulnerable period due to physical and psychological changes, making a husband’s support crucial for maintaining maternal mental health. This study aimed to determine the relationship between husband support and mental health among third-trimester pregnant women at UPTD Puskesmas Padasuka, Bandung. The method used was quantitative correlation analysis with a cross-sectional design, involving 21 pregnant women selected through quota sampling. The research instruments consisted of a husband support questionnaire and the SRQ-20. Data were analyzed using the Chi-Square test, which showed that 11 respondents (52%) received support from their husbands and 15 respondents (72%) did not experience mental health disorders. The statistical test resulted in a p-value of 0.02, indicating a significant relationship between husband’s support and the mental health of pregnant women. In conclusion, the greater the support from the husband, the lower the risk of mental health disorders in pregnant women. Therefore, increasing husband support during pregnancy is essential to promote maternal mental health.