cover
Contact Name
Ero Haryanto
Contact Email
eroharyanto@poltekestniau.ac.id
Phone
+62895340041177
Journal Mail Official
uppm@poltekestniau.ac.id
Editorial Address
Jl. Ciumbuleuit, Kec. Cidadap, Kota Bandung, Jawa Barat 40142
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
ISSN : 24769517     EISSN : 24769525     DOI : https://doi.org/10.58550/jka
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) ini memuat naskah dibidang kesehatan meliputi: Keperawatan, Kebidanan, Farmasi, serta bidang kesehatan lainnya. Naskah yang diajukan dapat berupa artikel penelitian, artikel penelaahan (review), dan makalah kebijakan yang belum pernah dipublikasikan ditempat lain dan tidak sedang diajukan ketempat lain.
Articles 285 Documents
Hubungan Pola Asuh Dengan Perkembangan Motorik Halus Pada Anak usia 4 - 6 Tahun Di PAUD Mawar Majalaya: The Correlation Between Parenting Styles And Fine Motor Development In Children Aged 4 – 6 Years At PAUD Mawar Majalaya Yuli Andini, Hanny; Santi Indah Lestari, Lara; Aulia, Tina
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v12i1.360

Abstract

  Perkembangan motorik halus anak usia 4–6 tahun penting karena berhubungan dengan kesiapan sekolah, seperti menulis, menggambar, dan menggunting. Perkembangan ini dipengaruhi faktor internal maupun eksternal, salah satunya pola asuh orang tua. Pola asuh yang tepat mendorong stimulasi optimal, sedangkan pola asuh yang kurang sesuai dapat menghambat perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pola asuh dengan perkembangan motorik halus anak usia 4–6 tahun. Pola asuh adalah cara orang tua mendidik, membimbing, dan mengarahkan anak, yang memengaruhi berbagai aspek perkembangan, termasuk motorik halus. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel berjumlah 30 orang tua dan anak usia 4–6 tahun, dipilih dengan purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner pola asuh berdasarkan teori Diana Baumrind dan lembar observasi perkembangan motorik halus sesuai indikator Kemendikbud (2021). Analisis data menggunakan uji korelasi dengan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya hubungan signifikan antara pola asuh dan perkembangan motorik halus, dengan nilai signifikansi p = 0,773 (p > 0,05). Dengan demikian, semakin baik pola asuh, semakin optimal perkembangan motorik halus anak.  The development of fine motor skills in children aged 4-6 years is crucial as it is related to school readiness, including activities such as writing,drawing, and cutting. This development is influenced by both internal and external factors, one of which is parental parenting style. Appropriate parenting promotes optimal stimulation, while less suitable parenting can hinder a child's development.This study aims to determine the relationship between parenting styles and the fine motor development of children aged 4-6 years. Parenting style is defined as the way parents educate, guide, and direct their children, which influences various aspects of development, including fine motor skills.This research uses a quantitative method with a correlational approach. The sample consisted of 30 parents and their children aged 4-6 years, selected using purposive sampling. The instruments used were a parenting style questionnaire based on Diana Baumrind's theory and an observation sheet for fine motor development based on indicators from the Indonesian Ministry of Education and Culture (Kemendikbud, 2021). Data analysis using a correlation test with SPSS showed that there is no significant relationship between parenting styles and fine motor development in children, with a significance value of P = 0,773. (*p* < 0.05). Therefore, the better the parenting style, the more optimal the child's fine motor development.  
Literature Review: Case Study Penanganan Anemia Ringan Pada Ibu Hamil Dengan Jus Jambu Merah Dan Tablet Fe: Literature Review: Case Study Of Handling Mild Anemia In Pregnant Women With Red Guava Juice And Fe Tablets Chasanah, Maranis; Anggreni K, Milka; Kurnia Dewi, Meinasari; Miftahul Janah, Iha; Uswatun Hasana, Enong; Hasanah, Nidatul; Fitri Solihawati, Ika
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v12i1.361

Abstract

Menurut data World Health Organization tahun 2023, sekitar 260.000 ibu meninggal selama masa kehamilan, persalinan, maupun nifas. Sekitar 40% kematian ibu di negara berkembang berkaitan dengan anemia pada masa kehamilan. Di Indonesia, jumlah kematian ibu tercatat sebanyak 4.005 kasus pada tahun 2022 dan meningkat menjadi 4.129 kasus pada tahun 2023. Profil Kesehatan Indonesia tahun 2020 menunjukkan bahwa 49% ibu hamil mengalami anemia, terutama akibat kekurangan zat besi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian jus jambu biji merah yang dikombinasikan dengan tablet Fe dibandingkan pemberian tablet Fe saja terhadap peningkatan kadar Hb pada ibu hamil trimester I di Puskesmas Cimanuk tahun 2025. Hasil menunjukkan bahwa ibu yang mendapat kombinasi intervensi pulih dari anemia ringan pada hari ke-7, sedangkan kelompok yang hanya mengonsumsi tablet Fe baru mengalami peningkatan Hb normal pada hari ke-14. Kesimpulannya, kombinasi jus jambu biji merah dan tablet Fe lebih efektif meningkatkan kadar hemoglobin. Diharapakan ibu yang mengalami anemia dapat menggunakan resep pemberian jus buah naga, bagi peneliti selanjutnya dapat mengembangkan variasi menu   According to data from the World Health Organization in 2023, approximately 260,000 maternal deaths occurred during pregnancy, childbirth, and the postpartum period. Around 40% of maternal deaths in developing countries are associated with anemia during pregnancy. In Indonesia, maternal deaths were recorded at 4,005 cases in 2022 and increased to 4,129 cases in 2023. The Indonesian Health Profile of 2020 shows that 49% of pregnant women experience anemia, primarily due to iron deficiency. This study aims to determine the effect of administering red guava juice combined with iron (Fe) tablets compared to Fe tablets alone on increasing hemoglobin levels among first-trimester pregnant women at Cimanuk Public Health Center in 2025. The results indicate that mothers who received the combination intervention recovered from mild anemia by day 7, whereas those who consumed only Fe tablets reached normal hemoglobin levels on day 14. In conclusion, the combination of red guava juice and Fe tablets is more effective in increasing hemoglobin levels. It is expected that pregnant women with anemia may consider using dragon fruit juice as an alternative, and future researchers are encouraged to explore variations in nutritional menu options.
Pengaruh Jahe Merah Terhadap Penurunan Tingkat Nyeri Dismenore Pada Remaja Putri Di SMPN 20 Bandung: The Effect of Red Ginger on Reducing Pain Levels Dysmenorrhea in Adolescent Girls at SMPN 20 Bandung Fairus Anwa, Angelicha; Solihati Rayuna, Metha; Juvita Sitepu, Tenang
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v12i1.367

Abstract

Dismenore merupakan salah satu keluhan paling umum yang dialami oleh remaja putri yang ditandai dengan nyeri pada saat menstruasi yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Jahe merah dapat membantu menurunkan nyeri dismenore karena memiliki kandungan analgesik didalamnya. Sehingga penelitian ini dibuat untuk mengetahui pengaruh pemberihan ekstrak jahe merah terhaddap penurunan tingkat nyeri dismenore pada remaja putri. Penelitian ini menggunakan metode Quasy eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah semua remaja putri di SMP Negeri 20 Bandung yang  mengalami dismenore sebanyak 67 siswi. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dan hanya 25 siswi yang bersedia menjadi responden. Data diolah dengan menggunakan analisa univariat dan bivariat. Variabel independen adalah jahe merah, variabel dependennya adalah penurunan tingkat nyeri dismenore. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengaruh jahe merah terhadap penurunan tingkat nyeri dismenore dengan nilai p = < 0,001. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh jahe merah terhadap remaja putri di SMP Negeri 20 Bandung Dysmenorrhea is one of the most common complaints experienced by female adolescents, characterized by menstrual pain that can interfere with daily activities. Red ginger is known to help reduce dysmenorrhea pain due to its analgesic properties. This study aims to determine the effect of red ginger extract on reducing the level of dysmenorrhea pain among female adolescents. The research employed a quasi-experimental method with a one-group pretest-posttest design. The population consisted of all female students at SMP Negeri 20 Bandung who experienced dysmenorrhea, totaling 67 individuals. The sampling technique used was total sampling, but only 25 students agreed to participate as respondents. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis. The independent variable was red ginger, while the dependent variable was the level of dysmenorrhea pain. The results showed a significant effect of red ginger on reducing dysmenorrhea pain, with a p-value of < 0.001. Based on these findings, it can be concluded that red ginger has a significant effect in reducing dysmenorrhea pain among female adolescents at SMP Negeri 20 Bandung.
Analisis Pengetahuan Bidan Tentang 12T Pada Pelayanan Antenatal Care Dengan Pendidikan Bidan Praktek Di Wilayah Kerja Puskesmas Majalaya : Analysis of Midwives' Knowledge of 12T in Antenatal Care Services with Midwifery Practice Education in the Majalaya Community Health Center Work Area Hanifah, Eva
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v12i1.368

Abstract

Kematian ibu di Kabupaten Bandung di tahun 2024 adalah 44 Kasus kematian ibu hamil, banyak diantaranya karena kasus preeklampsia atau darah tinggi pada ibu hamil dan juga karena kasus perdarahan. Kasus kematian ibu hamil salah satunya bisa dicegah dengan kualitas ANC pada ibu hamil dan juga perbaikan kualitas ANC dengan pendekatan 12 T. Bidan harus mempunyai pengetahuan yang luas mengenai ilmu kebidanan baik melalui pendidikan formal dan non formal. Dari situlah bidan bisa memberikan pengetahuan tentang tujuan antenatal care dalam pemeriksaan antenatal sehingga pengetahuan ibu hamil akan meningkat akhirnya dengan kesadaran ibu hamil akan bersikap positif melakukan pemeriksaan antenatal.Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan bidan tentang 12 T pada antenatarcare dengan penidikan Bidan di Wilayah Kerja Puskesmas majalaya. Metoda Penelitian yang digunakan adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Tehnik sampling yang digunakan adalah cluster random sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner dan uji statistik menggunakan Chisquare. Hasil penelitian menunjukkan rata – rata pengetahuan bidan tentang12 T pada pelayanan ANC  yaitu baik. Pendidikan Bidan terbanyak pada tingkat Pendidikan Diploma III. Hasil uji Chisquare p-Value < 0.05. Sehingga dapat disimpulkan ada hubungan  yang signifikan antara pengetahuan bidan tentang 12T  pelayanan antenatal care dengan Pendidikan Bidan.   Maternal mortality in Bandung Regency in 2024 was 44 cases of maternal death, many of which were due to cases of preeclampsia or high blood pressure in pregnant women and also due to cases of bleeding. One of the cases of maternal death can be prevented by the quality of ANC in pregnant women and also improving the quality of ANC with a 12 T approach. Midwives must have extensive knowledge of obstetrics through both formal and non-formal education. From there, midwives can provide knowledge about the purpose of antenatal care in antenatal examinations so that the knowledge of pregnant women will increase ultimately with the awareness of pregnant women will have a positive attitude in carrying out antenatal examinations. The purpose of this study was to determine the relationship between midwives' knowledge about 12 T in antenatal care and midwife education in the Majalaya Community Health Center Working Area. The research method used was an analytical survey with a cross-sectional approach. The sampling technique used was cluster random sampling. This research instrument used a questionnaire and statistical tests using Chisquare. The results showed that the average knowledge of midwives about 12 T in ANC services was good. The majority of midwives' education was at the Diploma III level. The Chi-square test results showed a p-value <0.05. Therefore, it can be concluded that there is a significant relationship between midwives' knowledge of the 12T antenatal care services and their education.  
Hubungan Indeks Masa Tubuh Prahamil Dengan Berat Badan Bayi Baru Lahir Di PMB Wita Purnama Ciparay Periode Januari-Desember Tahun 2024: The Relationship Between Pre-Pregnancy Body Mass Index and Newborn Weight at the Wita Purnama Ciparay PMB in the January-December 2024 Period Zahrah Syauqina, Salvia; Solihati Rayuna, Metha; Yuli Andini, Hanny
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v12i1.369

Abstract

Indeks Massa Tubuh (IMT) prahamil memiliki peran penting terhadap luaran neonatal, khususnya berat badan bayi saat lahir. IMT rendah pada ibu hamil berhubungan dengan meningkatnya risiko bayi lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR), yang dapat berdampak pada tingginya morbiditas dan mortalitas neonatal. Sebaliknya, IMT yang berlebihan dapat menyebabkan makrosomia, sehingga meningkatkan risiko komplikasi persalinan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan antara IMT prahamil dengan berat badan bayi baru lahir di PMB Wita Purnama, Ciparay. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 50 orang ibu hamil yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data IMT prahamil diperoleh dari rekam medis antenatal care, sedangkan data berat badan bayi diperoleh segera setelah persalinan. Analisis data dilakukan secara univariat untuk melihat distribusi variabel, serta bivariat menggunakan uji chi-square untukmengetahuihubungan antara IMT denganberat badanbayibarulahir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 13 ibu (26%) memiliki IMT kurang, 26 ibu (52%) memiliki IMT normal, dan 11 ibu (22%) mengalami kelebihan berat badan. Sementara itu, 8 bayi (16%) lahir dengan BBLR, sedangkan 42 bayi (84%) lahir dengan berat badan normal. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara IMT prahamil dengan berat badan bayi baru lahir (p < 0,05). Kesimpulannya, IMT prahamil berhubungan erat dengan berat badan bayi yang dilahirkan. Oleh karena itu, pemantauan dan pengelolaan status gizi ibu selama kehamilan sangat penting dilakukan untuk mencegah kelahiran bayi dengan BBLR maupun makrosomia, serta mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin secara optimal Pre-pregnancy Body Mass Index (BMI) plays an important role in neonatal outcomes, particularly birth weight. Low BMI in pregnant women is associated with an increased risk of low birth weight (LBW), which can lead to high neonatal morbidity and mortality. Conversely, excessive BMI can cause macrosomia, thereby increasing the risk of complications during delivery. This study was conducted to analyse the relationship between pre-pregnancy BMI and newborn weight at PMB Wita Purnama, Ciparay. This was an analytical observational study with a cross-sectional approach. The study sample consisted of 50 pregnant women selected using purposive sampling. Pre-pregnancy BMI data were obtained from antenatal care medical records, while newborn weight data were obtained immediately after delivery. Data analysis was performed univariately to examine the distribution of variables and bivariately using the chi-square test to determine the relationship between BMI and newborn weight. The results showed that 13 mothers (26%) had low BMI, 26 mothers (52%) had normal BMI, and 11 mothers (22%) were overweight. Meanwhile, 8 babies (16%) were born with LBW, while 42 babies (84%) were born with normal weight. Statistical analysis showed a significant relationship between pre-pregnancy BMI and newborn weight (p < 0.05). In conclusion, pre-pregnancy BMI is closely related to the weight of the newborn. Therefore, monitoring and managing the nutritional status of mothers during pregnancy is very important to prevent the birth of babies with LBW or macrosomia, as well as to support optimal foetal growth and development.
Pengaruh Emotional Freedom Technique (EFT) sebagai Intervensi Psikologis terhadap Burnout Mahasiswa Keperawatan di Jawa Barat dan Banten: The Effect of Emotional Freedom Technique (EFT) as a Psychological Intervention on Burnout in Nursing Students in West Java and Banten Lesmana Wati, Nenden; Rachmaniah, Dini; Yulidar, Elfina; Agung Riyanto, Dwi
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v12i1.370

Abstract

Latar Belakang: Mahasiswa keperawatan merupakan kelompok yang rentan mengalami burnout akibat beban akademik, tuntutan praktik klinik, serta stres psikologis berkepanjangan. Emotional Freedom Technique (EFT) dikenal sebagai intervensi psikologis yang efektif dalam menurunkan tekanan emosional, namun bukti ilmiah mengenai pengaruhnya terhadap burnout pada mahasiswa keperawatan di Indonesia masih terbatas. Tujuan: Mengetahui pengaruh Emotional Freedom Technique (EFT) terhadap tingkat burnout pada mahasiswa keperawatan di Jawa Barat dan Banten. Metode: Penelitian ini menggunakan desain mixed method dengan quasi-experimental pretest–posttest control group. Sebanyak 60 mahasiswa keperawatan dipilih melalui purposive sampling dan dibagi menjadi kelompok intervensi (n=30) dan kelompok kontrol (n=30). Kelompok intervensi diberikan EFT sebanyak empat sesi, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan intervensi. Tingkat burnout diukur menggunakan Maslach Burnout Inventory–Student Survey (MBI-SS). Data kuantitatif dianalisis menggunakan paired t-test dan independent t-test, sedangkan data kualitatif dianalisis dengan thematic analysis. Hasil: Terdapat penurunan burnout yang signifikan pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol (p < 0,001). Kelompok intervensi mengalami penurunan skor burnout sebesar 15,44 poin, sedangkan kelompok kontrol tidak menunjukkan penurunan bermakna. Temuan kualitatif mendukung hasil ini, di mana mahasiswa melaporkan peningkatan ketenangan emosional, regulasi emosi, motivasi belajar, dan kemampuan coping.   Kesimpulan: Emotional Freedom Technique (EFT) terbukti efektif dalam menurunkan burnout pada mahasiswa keperawatan dan direkomendasikan sebagai intervensi promotif–preventif kesehatan mental di institusi pendidikan keperawatan. Disarankan penelitian selanjutnya menggunakan jumlah sampel lebih besar dan durasi intervensi lebih panjang. Background: Nursing students are highly vulnerable to burnout due to academic workload, clinical practice demands, and prolonged psychological stress. Emotional Freedom Technique (EFT) is recognized as an effective psychophysiological intervention to reduce emotional distress; however, empirical evidence regarding its effect on burnout among Indonesian nursing students remains limited. Objective: To analyze the effect of Emotional Freedom Technique (EFT) on burnout levels among nursing students in West Java and Banten. Methods: This study employed a mixed-method experimental design with a quasi-experimental pretest–posttest control group. A total of 60 nursing students were selected using purposive sampling and divided into an intervention group (n=30) and control group (n=30). The intervention group received four EFT sessions, while the control group received no intervention. Burnout was measured using the Maslach Burnout Inventory–Student Survey (MBI-SS). Quantitative data were analyzed using paired t-test and independent t-test, while qualitative data were analyzed using thematic analysis. Results: The study demonstrated a significant reduction in burnout levels in the intervention group compared with the control group (p < 0.001). The intervention group showed a mean decrease of 15.44 points, while the control group showed no significant reduction. Qualitative findings revealed improvements in emotional regulation, psychological calmness, academic motivation, and coping strategies among participants receiving EFT. Conclusion: Emotional Freedom Technique (EFT) is proven effective in reducing burnout among nursing students and can be recommended as a promotive–preventive mental health intervention in nursing education institutions. Further research is suggested with a larger sample size and longer intervention duration.
Hubungan Tingkat Bullying Dengan Gangguan Menstruasi Remaja Putri Di SMP Negeri 20 Bandung: The Relationship Between Bullying Levels and Menstrual Disorders in Female Adolescents at SMP Negeri 20 Bandung Nurwiliani, Lia; Nurohmah, Norma; Aurel Nursalshabila, Marshelia
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v12i1.371

Abstract

Masa remaja merupakan fase kritis dalam perkembangan fisik dan psikologis, di mana bullying menjadi salah satu stresor yang sering dialami dan berdampak pada gangguan kesehatan, termasuk gangguan menstruasi, di SMP Negeri 20 Bandung terdapat 4 orang siswa dari 10 orang mengalami bullying dan diantaranya mengalami gangguan menstruasi. Sehingga Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat bullying dengan gangguan menstruasi pada remaja putri. Penelitian ini menggunakan desain uji korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Dengan jumlah sampel 41 remaja putri kelas 8 di SMPN 20 Bandung, dan menggunakan data uji korelasi Pearson product moment. Diketahui bahwa (54%) responden mengalami bullying dan (95%) diantaranya mengalami gangguan menstruasi. Uji korelasi Pearson menunjukkan nilai p 0,79 (>0,05), sehingga terdapat hubungan yang kuat antara tingkat bullying dengan gangguan menstruasi pada remaja putri di SMPN 20 Bandung. Dan diperlukan perhatian khusus dari pihak sekolah dan orang tua dalam upaya pencegahan bullying sebagai bagian dari menjaga kesehatan reproduksi dan mental remaja putri. Adolescence is a critical phase in physical and psychological development, where bullying is a common stressor and can impact health, including menstrual disorders. At SMP Negeri 20 Bandung, 4 out of 10 students experience bullying, and some of them experience menstrual disorders. Therefore, this study aims to determine the relationship between the level of bullying and menstrual disorders in adolescent girls. This study used a correlational test design with a quantitative approach. The sample size was 41 eighth-grade female adolescents at SMPN 20 Bandung, and data from the Pearson product-moment correlation test was used. It was found that 54% of respondents experienced bullying and 95% of them experienced menstrual disorders. The Pearson correlation test showed a p-value of 0.79 (>0.05), indicating a strong correlation between the level of bullying and menstrual disorders in adolescent girls at SMPN 20 Bandung. Special attention is needed from schools and parents in efforts to prevent bullying as part of maintaining the reproductive and mental health of adolescent girls.
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Toner Ekstrak Etanol Daun Alpukat (Persea americana Mill.) Sebagai Anti Jerawat: Formulation and Evaluation of Ethanol Extract Toner Preparations from Avocado Leaves (Persea Americana Mill.) as an Anti-Acne Agent Pahlani, Eva; Wijanti , Tantriska; Despianita Anggraeni , Putri
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v12i1.372

Abstract

Toner wajah berperan dalam mencegah penumpukan sebum dan residu yang memicu jerawat. Ekstrak etanol daun alpukat (Persea americana Mill.) mengandung senyawa aktif seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin/polifenolat, kuinon, serta monoterpenoid/seskuiterpenoid yang bersifat antibakteri terhadap Propionibacterium acnes. Penelitian ini bertujuan mengetahui formula terbaik dan pengaruh variasi konsentrasi polisorbat 20 terhadap stabilitas sediaan toner. Tiga formula dibuat dengan konsentrasi polisorbat 20 sebesar 5%, 6,5%, dan 7,5%, lalu diuji stabilitasnya melalui cycling test selama 12 hari (6 siklus) dengan evaluasi organoleptis, homogenitas, viskositas, pH, dan volume terpindahkan. Seluruh formula menunjukkan stabilitas yang baik. Uji statistik menunjukkan p-value >0,05 pada pengujian pH (FI, FII, FIII: 0,0136; 0,0137; 0,0136) dan viskositas (0,5874; 0,9179; 0,0937), menandakan tidak ada perbedaan signifikan antar siklus. Formula I (5% Polisorbat 20) dinilai paling baik dari segi kestabilan viskositas dan kenyamanan penggunaan. Variasi konsentrasi Polisorbat 20 tidak memengaruhi organoleptis, homogenitas, dan pH, namun berpengaruh terhadap viskositas. Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun alpukat dapat diformulasikan sebagai toner alami untuk kulit berjerawat. Facial toner plays a role in preventing the accumulation of sebum and residue that can trigger acne. Ethanolic extract of avocado leaves (Persea americana Mill.) contains active compounds such as alkaloids, flavonoids, saponins, tannins/polyphenols, quinones, and monoterpenoids/sesquiterpenoids with antibacterial properties against Propionibacterium acnes. This study aimed to determine the best formulation and the effect of varying concentrations of polysorbate 20 on toner stability. Three formulations were prepared with polysorbate 20 concentrations of 5%, 6.5%, and 7.5%, and their stability was evaluated using a 12-day cycling test (6 cycles), including organoleptic assessment, homogeneity, viscosity, pH, and volume transfer. All formulations demonstrated good stability. Statistical analysis showed p-values >0.05 for pH (F1, F2, F3: 0.0136; 0.0137; 0.0136) and viscosity (0.5874; 0.9179; 0.0937), indicating no significant differences between cycles. Formula I (5% polysorbate 20) was considered the most stable in terms of viscosity and user comfort. The variation in polysorbate 20 concentration did not affect organoleptic properties, homogeneity, or pH, but influenced viscosity. These results indicate that ethanolic extract of avocado leaves can be formulated as a natural toner for acne-prone skin
Perbedaan BB Bayi BBL dengan Taksiran BB Janin Pada Parturien Aterm Di Klinik Miracle Bandung Tahun 2025: Differences in Baby Weight (BBL) and Estimated Fetal Weight (BB) in Term Parturients at the Miracle Clinic in Bandung on 2025 Situmorang, Elisa; Rosnawati, Mega; Situmorang, Roganda
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v12i1.373

Abstract

Ultrasonografi merupakan suatu metoda diagnostik dengan menggunakan gelombang ultrsonik, untuk mempelajari struktur jaringan berdasarkan gelombang ekho dari gelombang ultrasonik yang dipantulkan oleh jaringan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan berat badan bayi baru lahir menurut taksiran berat badan janin pada saat USG Parturien Aterm di Klinik Miracle, Bandung tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah  deskriptif  korelatif  dengan rancangan  cross sectional. Setiap subjek penelitian hanya diobservasi sekali saja dan pengukuran dilakukan terhadap status karakter atau variabel obyek pada saat pemeriksaan. Pengambilan data dalam penelitian ini adalah semua semua ibu hamil parturien aterm yang melahirkan di Klinik Miracle, Bandung pada bulan Januari 2026 s/d Juni 2026 sebanyak 30 orang. Hasil penelitian menunjukan hampir seluruh responden (93.33%) memiliki taksiran berat badan janin pada saat USG >2500-4000 gr dan berat badan bayi >2500-4000 gr, artinya terdapat perbedaan antara taksiran berat badan janin pada saat USG dengan berat badan bayi. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyarankan agar tenaga kesehatan perlu penyuluhan secara terus menerus dan berkesinambungan tentang menilai kesejahteraan janin kepada tenaga kesehatan.   Ultrasound is a diagnostic method using ultrsonik waves, to study the network structure based Ekho wave of ultrasonic waves reflected by the network. The purpose of this study was to determine differences in weight of newborns according to estimated fetal weight at the time of ultrasound at term parturients at Miracle Clinic, Bandung in 2026. This research is a descriptive correlative with cross sectional design. Each study subject is observed only once and measurements were made on the status of the character or object variable at the time of examination. Collecting data in this study were all full-term parturients all pregnant women who gave birth Miracle Clinic, Bandung in June 2025 s / d in December 2025 as many as 30 people. The results showed almost all respondents (93.33%) had estimated fetal weight at the time of ultrasound> 2500-4000 g and baby weight> 2500-4000 g, meaning that there is a difference between the estimated fetal weight at the time of the baby's weight by ultrasound Miracle Clinic, Bandung in 2025. Based on the research results, the researchers suggest that health professionals need continuous counseling and continuously assess fetal well-being of the health workers.
Gangguan Menstruasi Pada Pengguna Kontrasepsi Hormonal Di PMB Hj Euis Desa Cibogo Kabupaten Subang: Menstrual Disorders Among Hormonal Contraceptive Users at the Hj Euis Community Health Center Cibogo Village, Subang Regency Yustika Putri Gandari, Chita; Santi Indah, Lara; Citra Wiryadi, Fifi
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v12i1.374

Abstract

Gangguan menstruasi merupakan salah satu efek samping yang sering dialami oleh pengguna kontrasepsi hormonal, khususnyasuntik, yang dapat memengaruhi kenyamanan serta kualitas hidupwanita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambarangangguan menstruasi pada pengguna kontrasepsi hormonal di PMB Hj. Euis Desa Cibogo Kabupaten Subang. Penelitian inimenggunakan metode deskriptif. Sampel penelitian ini berdasarkanyang datang periode 4 Juli-8 Juli, yang dipilih menggunakan teknikaccidental sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwasebagian besar pada akseptor kontrasepsi hormonal memilikigangguan menstruasi yaitu oligomenorea sebanyak 45%. Sebagian besar gangguan mentruasi pada akseptor kontrasepsi hormonal suntik yaitu sebanyak 45%. Dan akseptor kontrasepsi hormonal di PMB Hj. Euis Desa Cibogo Kabupaten Subang mayoritas akseptorKontrasepsi Hormonal menggunakan KB suntik dan memilikigangguan menstruasi Oligomenorea sebanyak 32%. Hasil inimenunjukkan adanya keterkaitan antara penggunaan kontrasepsihormonal dan gangguan pola menstruasi. Edukasi dan konselingyang berkelanjutan diperlukan bagi akseptor KB hormonal agar mereka lebih siap secara fisik dan psikologis dalam menghadapi efeksamping tersebut. Menstrual disorders are one of the side effects often experienced by users of hormonal contraceptives, especially injections, which can affect women's comfort and quality of life. This study aims to determine the description of menstrual disorders in users of hormonal contraceptives at PMB Hj. Euis, Cibogo Village, Subang Regency. This study used a descriptive method. The research sample was based on those who came during the period of July 4-8, selected using accidental sampling technique. Data were collected through interviews and analyzed using univariate analysis. The results showed that the majority of hormonal contraceptive users experienced menstrual disorders, specifically oligomenorrhea, at a rate of 45%. Most menstrual disorders in injectable hormonal contraceptive users were 45%. The majority of hormonal contraceptive users at PMB Hj. Euis in Cibogo Village, Subang Regency, used injectable contraceptives and had oligomenorrhea menstrual disorders at a rate of 32%. These results indicate a correlation between the use of hormonal contraception and menstrual pattern disorders. Continuous education and counseling are needed for hormonal contraceptive users so that they are better prepared physically and psychologically to deal with these side effects.