cover
Contact Name
Ero Haryanto
Contact Email
eroharyanto@poltekestniau.ac.id
Phone
+62895340041177
Journal Mail Official
uppm@poltekestniau.ac.id
Editorial Address
Jl. Ciumbuleuit, Kec. Cidadap, Kota Bandung, Jawa Barat 40142
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
ISSN : 24769517     EISSN : 24769525     DOI : https://doi.org/10.58550/jka
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) ini memuat naskah dibidang kesehatan meliputi: Keperawatan, Kebidanan, Farmasi, serta bidang kesehatan lainnya. Naskah yang diajukan dapat berupa artikel penelitian, artikel penelaahan (review), dan makalah kebijakan yang belum pernah dipublikasikan ditempat lain dan tidak sedang diajukan ketempat lain.
Articles 285 Documents
Abnormal Uterus Bleeding : Sebuah Kasus Dalam Asuhan Kebidanan: Abnormal Uterine Bleeding: A Case in Midwifery Care Komala, Yeni; Sundariningsih
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v12i1.375

Abstract

Abnormal uterine bleeding (AUB) atau perdarahan uterus abnormal merupakan salah satu bentuk gejala ginekologis berupa perdarahan uterus yang berbeda dari menstruasi normal pada wanita usia reproduktif yang tidak hamil. AUB memengaruhi semua perempuan baik dari segi usia, latar belakang termasuk etnis minoritas. Prevalensi dari AUB pada wanita usia reproduktif tidak hamil secara global sekitar 20% - 35% dengan insiden yang lebih tinggi terjadi saat menarch dan perimenopause. Permasalahan yang didapatkan jika AUB termasuk kelainan yang penting untuk diketahui dan cukup sering terjadi pada perempuan, namun pengetahuan mengenali tanda gejala AUB masih kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana cara bidan mengenali tanda gelaja serta tatalaksana awal dalam menemukan dan menangani AUB. Berdasarkan temuan kasus yang ada, penegakan diagnosis dimulai dari rangkaian anamnesis, pemeriksaan fisik, dan yang terpenting adalah pemeriksaan penunjang berupa USG dan histopatologi dari spesimen endometrium, sehingga peran bidan yang dapat dilakukan dalam asuhan kebidanan ialah mengedukasi perempuan.   Abnormal uterine bleeding (AUB) is a gynecological symptom characterized by uterine bleeding that differs from normal menstruation in women of reproductive age who are not pregnant. AUB affects all women regardless of age, background, including ethnic minorities. The prevalence of AUB in non-pregnant women of reproductive age globally is around 20%–35%, with a higher incidence occurring during menarche and perimenopause. Problems associated with AUB are important to be aware of and occur quite frequently in women, but knowledge of the signs and symptoms of AUB is still lacking. This study aims to explore how midwives recognize the signs and symptoms and provide initial management in detecting and treating AUB. Based on existing case findings, diagnosis begins with a series of anamnesis, physical examination, and, most importantly, supporting examinations in the form of ultrasound and histopathology of endometrial specimens. Therefore, the role of midwives in midwifery care is to educate women.
Hubungan Gaya Hidup Remaja Dengan Risiko Hipertensi Dini Pada Siswa Kelas X Usia 15-17 Tahun Di SMAN 4 Banjarmasin: The Relationship Between Adolescent Lifestyle And The Risk Of Early Hypertension In Grade X Students Aged 15-17 Years At SMAN 4 Banjarmasin Rezky Rahman, Muhammad; Solikin; Heriani, Novia; Hadrianti, Dessy
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v12i1.376

Abstract

Remaja merupakan fase transisi dari anak-anak menuju kedewasaan yang sering diiringi perubahan pola aktivitas hidup yang intens dan ketidakstabilan psikologis. Hipertensi saat ini tidak hanya menyerang usia tua, tetapi juga mulai mengintai kelompok usia muda dengan prevalensi yang signifikan akibat pilihan gaya hidup yang buruk. Gaya hidup memainkan peran krusial sebagai faktor utama yang berkontribusi terhadap risiko hipertensi dini, meliputi pola makan tidak sehat, rendahnya aktivitas fisik, pola tidur tidak teratur, serta perilaku merokok. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan gaya hidup remaja dengan risiko hipertensi dini pada siswa kelas X usia 15-17 tahun di SMAN 4 Banjarmasin. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi pada penelitian ini sebanyak 98 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling sehingga didapatkan sampel sebanyak 79 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner gaya hidup dan lembar observasi pengukuran tekanan darah. Berdasarkan uji korelasi Spearman Rho didapatkan hasil p value (0,001) < α (0,05) dengan nilai koefisien korelasi 0,432, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan dengan kekuatan sedang antara gaya hidup remaja dengan risiko hipertensi dini pada siswa kelas X usia 15-17 tahun di SMAN 4 Banjarmasin. Semakin buruk gaya hidup remaja, maka semakin tinggi risiko terjadinya hipertensi dini. Saran bagi pihak sekolah agar meningkatkan upaya promotif dan preventif melalui pemeriksaan tekanan darah berkala dan edukasi gaya hidup sehat kepada siswa. Adolescence is a transition phase from childhood to adulthood often accompanied by changes in intense activity patterns and psychological instability. Hypertension currently affects not only the elderly but also younger age groups with significant prevalence due to poor lifestyle choices. Lifestyle plays a crucial role as a major factor contributing to the risk of early hypertension, including unhealthy diets, low physical activity, irregular sleep patterns, and smoking behavior. The purpose of this study was to determine the relationship between adolescent lifestyle and the risk of early hypertension in class X students aged 15-17 years at SMAN 4 Banjarmasin. This research method uses a quantitative approach with a cross-sectional design. The population in this study was 98 people using purposive sampling technique to obtain a sample of 79 respondents. Data collection used lifestyle questionnaires and observation sheets for blood pressure measurement. Based on the Spearman Rho correlation test, the results obtained p value (0.001) < α (0.05) with a correlation coefficient of 0.432, so it can be concluded that there is a significant relationship with moderate strength between adolescent lifestyle and the risk of early hypertension in class X students aged 15-17 years at SMAN 4 Banjarmasin. The worse the adolescent's lifestyle, the higher the risk of early hypertension. Suggestions for the school to increase promotive and preventive efforts through periodic blood pressure checks and healthy lifestyle education for students.
Literature Review : Aplikasi Skrining Kesehatan Mental dengan Self-Reporting Questionnaire (SRQ-20): Literature Review: Mental Health Screening Application with Self-Reporting Questionnaire (SRQ-20) Mahmudah, Mahmudah; Faizah, Nur; Munsarif, Muhammad
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v12i1.378

Abstract

Latar Belakang : SRQ-20 adalah kuesioner 20 item yes/no yang dikembangkan WHO untuk skrining gangguan mental umum (depresi, kecemasan, gejala somatik) di layanan primer dan survei komunitas. Metode Penelitian : Tinjauan ini merangkum bukti-bukti open-access tentang validitas psikometrik, adaptasi bahasa/kultural, titik potong (cut-off), dan aplikasi SRQ-20 di berbagai populasi (umum, perinatal, setting emergensi, komunitas). Hasil Penelitian : Hasil menunjukkan SRQ-20 umumnya memiliki konsistensi internal yang baik (Cronbach’s α > 0.80 di banyak studi), namun titik potong dan struktur faktor bervariasi antar konteks sehingga validasi lokal disarankan sebelum penggunaan rutin. Simpulan : penggunaan SRQ-20 yang menunjukan hasil skrining positif harus selalu ditindaklanjuti dengan asesmen klinis dan jalur rujukan yang jelas.   Background The Self-Reporting Questionnaire-20 (SRQ-20) is a 20-item yes/no screening tool developed by the World Health Organization (WHO) for detecting common mental disorders—including depression, anxiety, and somatic symptoms—in primary care settings and community surveys. Methods This review synthesizes open-access evidence regarding the psychometric validity, linguistic and cultural adaptations, cut-off thresholds, and the application of SRQ-20 across diverse populations (general, perinatal, emergency, and community-based settings). Results Findings indicate that the SRQ-20 generally demonstrates good internal consistency (Cronbach’s α > 0.80 in many studies). However, cut-off points and factor structures vary across contexts, underscoring the need for local validation prior to routine implementation. Conclusion A positive screening result on the SRQ-20 should always be followed by a comprehensive clinical assessment and a clear referral pathway to ensure appropriate management.
Studi Pengaruh Penggunaan Obat Antihistamin Untuk Mengatasi Motion Sickness Pada Penumpang Pesawat Jemaah Umrah di Provinsi Jawa Barat: A Study of the Effect of Antihistamine Drug Use to Overcome Motion Sickness in Umrah Pilgrims in West Java Province Ainur Saputri, Yasinta; Edi Sukmayadi, Asep; Subiakto, Yuli
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v12i1.379

Abstract

  Motion sickness merupakan gangguan umum yang dialami sebagian jemaah umrah selama penerbangan. Kondisi ini ditandai dengan gejala seperti mual, muntah, pusing, dan keringat dingin, yang dapat mengganggu kenyamanan jemaah. .Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan obat antihistamin dalam mengatasi motion sickness pada penumpang pesawat jemaah umrah, gejala yang dialami, serta efek samping yang timbul. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional, melibatkan 34 responden jemaah umrah di Provinsi Jawa Barat. Data dikumpulkan melalui wawancara langsung terhadap responden yang terbagi dari tiga biro umrah. Hasil menunjukkan bahwa 24% responden mengalami motion sickness dengan gejala seperti mual, muntah, pusing, dan keringat dingin. Dari 19% responden yang mengkonsumsi obat antimabuk, mayoritas menggunakan Dimenhydrinate, dengan rata-rata waktu kerja obat sekitar satu jam. Sebanyak 64,3% menyatakan obat sangat membantu, namun efek samping seperti kantuk disampaikan oleh responden sebanyak 35,3%. Selain penggunaan obat, untuk mengatasi motion sickness digunakan metode seperti konsumsi obat herbal, permen, aromaterapi, dan tidur selama perjalanan dilakukan responden sebagai upaya pencegahan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa antihistamin generasi pertama cukup efektif dalam menangani motion sickness meskipun memiliki efek mengantuk. Diperlukan edukasi kepada jemaah mengenai penggunaan obat yang tepat serta metode alternatif yang aman dan efektif sebagai pencegahan tambahan. Motion sickness is a common condition experienced by some Umrah pilgrims during flights. This condition is characterized by symptoms such as nausea, vomiting, dizziness, and cold sweats, which can disrupt the comfort of the pilgrims. This study aims to determine the effectiveness of antihistamine use in overcoming motion sickness among Umrah airplane passengers, the symptoms experienced, and the side effects that arise. The research method used is descriptive with a cross-sectional approach, involving 34 Umrah pilgrims in West Java Province. Data were collected through direct interviews with respondents from three Umrah travel agencies. The results showed that 24% of respondents experienced motion sickness with symptoms such as nausea, vomiting, dizziness, and cold sweats. Among 19% of respondents who consumed anti-motion sickness drugs, the majority used Dimenhydrinate, with an average onset of action of about one hour. A total of 64.3% stated that the medication was very helpful, although side effects such as drowsiness were reported by 35.3% of respondents. In addition to medication use, respondents also used methods such as consuming herbal remedies, candies, aromatherapy, and sleeping during the flight as preventive measures. This study concludes that first-generation antihistamines are quite effective in managing motion sickness, although they have drowsiness as a side effect. Education is needed for pilgrims regarding the proper use of medication as well as safe and effective alternative preventive methods.
Penerapan Konseling Berbasis Teknologi Dengan Aplikasi Video Pemantauan Gizi Pada Asuhan Komprehensif Ny. S G6P4A1 DI PMB.T: Implementation of Technology-Based Counseling with a Nutrition Monitoring Video Application in Comprehensive Care for Mrs. S G6P4A1 in PMB.T Situmorang, Elisa; Purnasari, Heni; Triana, Hani
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v12i1.380

Abstract

Asuhan kebidanan komprehensif diberikan sebagai bentuk penerapan fungsi, kegiatan, dan tanggung jawab bidan dalam memberikan pelayanan kepada klien dan merupakan salah satu upaya untuk menurunkan angka AKI dan AKB. Ibu hamil penting membatasi makanan berlemak, tepung, dan makanan manis karena mengalami kelebihan berat badan (overweight). Penerapan asuhan konseling berbasis teknologi untuk mendukung perubahan gaya hidup pada ibu yang mengalami overweight dapat memanfaatkan teknologi modern dalam konseling selama kehamilan. Dalam penelitian ini peneliti ingin mengetahui penerapan konseling berbasis teknologi dengan aplikasi video pemantauan gizi pada asuhan komprehensif Ny. S G6P4a1 Di Praktek Mandiri Bidan T.Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan metode studi kasus. Subjek dalam studi kasus ini adalah Ny. S G6P4a1 Pengambilan studi kasus ini dilakukan kepada Ny. S yang dimulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir. Tempat Pengambilan kasus ini dilakukan di PMB Bidan T di jalan Cijerah, Kota Bandung. Laporan kasus ini dilaksanakan mulai Bulan November – Desember 2025. Teknik pengumpulan data melalui wawancara (anamnesa), observasi, pemeriksaan fisik dan studi. Analisa data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan antara teori dan praktik di lapangan, yang meliputi 7 langkah VarneyHasil penelitian menunjukan penerapan konseling berbasis teknologi menggunakan aplikasi video dan pemantauan gizi terbukti efektif dalam membantu ibu dengan kondisi overweight mencapai penurunan berat badan yang sehat dan memperbaiki pola hidup. Penerapan teknologi dapat memperkuat hubungan konseling sehingga perlu dikembangkan untuk pemantauan gizi, memastikan asuhan yang diberikan berkesinambungan dari hamil, bersalin, hingga nifas, sehingga potensi komplikasi akibat overweight dapat dicegah.   Comprehensive midwifery care, applied through the midwife's functions to reduce maternal (AKI) and infant mortality (AKB), is crucial for overweight pregnant women needing diet management. This study examines technology-based counseling via nutritional video monitoring on Mrs. S (G6P4A1) at Midwife T’s Independent Practice, Cijerah, Bandung, from November – December 2025. Using a descriptive case study method, data was collected via interviews, observation, and physical exams, analyzed using Varney's 7 steps. The results indicate that technology-based counseling with video and nutritional monitoring is effective in helping overweight mothers achieve healthy weight loss and improve lifestyles. This approach strengthens the counseling relationship, ensures continuity of care from pregnancy to postpartum, and prevents complications. 
Penggunaan Obat Pada Pasien Penyakit Gagal Jantung Di Instalasi Rawat Jalan RSAU Dr. M. Salamun Kota Bandung Periode Januari – Maret 2025: Drug Use in Heart Failure Patients in the Outpatient Installation of Dr. M. Salamun General Hospital, Bandung City, January – March 2025 Safitri, Maida; Triyanti, Rosa; Nilam Banyu, Midara
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v12i1.382

Abstract

Penyakit jantung merupakan salah satu penyakit pembunuh nomor satu di dunia dan di Indonesia. Dalam data yang dikeluarkan oleh WHO pada tahun 2021, kematian akibat penyakit jantung mencapai angka 17,8 juta kematian atau satu dari tiga kematian di dunia setiap tahun disebabkan oleh penyakit jantung. Gagal jantung paling banyak terjadi pada kelompok umur 75 tahun ke atas (4,7%), diikuti kelompok umur 65-74 tahun (4,6%), kelompok umur 55-64 tahun (3,9%) dan kelompok umur 45-54 tahun (2,4%). Data kasus penyakit jantung terbaru sebanyak 21,2 juta dengan penderita laki-laki lebih banyak dibandingkan perempuan. Ada beberapa cara dalam penanganan penyakit jantung  yaitu dengan obat-obatan seperti menggunakan obat golongan Angiotensin-Coverting Enzym (ACE-I), golongan Beta-Blockers, golongan Angiotensin Receptor Blockers (ARBs), golongan Angiotensin Receptor Neprilysin Inhibitor (ARNI), golongan Channel Blockers, dan golongan Diuretik. Metode penelitian menggunakan metode observasional dengan metode deskriptif yang bersifat retrospektif. Populasi dalam penelitian ini yaitu sekitar 201 resep per tiga bulan pasien rawat jalan terdiagnosa penyakit gagal jantung yang berobat di RSAU dr. M. Salamun Kota Bandung. Sampel penelitian diambil secara Purposive Sampling dengan jumlah 134 resep. Analisis univariat. Dari hasil penelitian didapatkan penderita penyakit gagal jantung terbanyak ada pada usia 55 – 64 (32,84%), pada jenis kelamin perempuan (55,22%), dan penggunaan obat paling banyak ada pada golongan beta blockers jenis obat bisoprolol sebanyak (26,46%). Heart disease is one of the number one killer diseases in the world and in Indonesia. In data released by WHO in 2021, deaths due to heart disease reached 17.8 million deaths or one in three deaths in the world each year are caused by heart disease. Heart failure occurs most often in the age group 75 years and over (4.7%), followed by the age group 65-74 years (4.6%), the age group 55-64 years (3.9%) and the age group 45-54 years (2.4%). The latest heart disease case data is 21.2 million with more male sufferers than female sufferers. There are several ways to treat heart disease, namely with drugs such as using drugs from the Angiotensin-Coverting Enzyme (ACE-I) group, Beta-Blockers group, Angiotensin Receptor Blockers (ARBs) group, Angiotensin Receptor Neprilysin Inhibitor (ARNI) group, Channel Blockers group, and Diuretics group. The research method used an observational method with a retrospective descriptive method. The population in this study was around 201 prescriptions per three months of outpatients diagnosed with heart failure who were treated at RSAU dr. M. Salamun, Bandung City. The research sample was taken by Purposive Sampling with a total of 134 prescriptions. Univariate analysis. From the results of the study, it was found that the most sufferers of heart failure were aged 55 – 64 (32,84%), female (55.22%), and the most drug use was in the beta blockers group of bisoprolol type drugs as much as (26.46%).
Kajian Literatur: Produksi, Karakterisasi, dan Potensi Aplikasi Pati Pachyrhizus erosus: Literature Review: Production, Characterization, and Potential Applications of Pachyrhizus erosus Starch Widyastuti, Indah
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v12i1.387

Abstract

Tinjauan ini mengkaji pati bengkuang (Pachyrhizus erosus) sebagai polisakarida alami yang memiliki karakteristik kristalinitas tipe A, plastisitas molekuler yang tinggi, serta sifat biodegradabilitas yang mendukung pemanfaatannya sebagai biopolimer farmasi. Beberapa faktor yang mempengaruhi antara lain: keterkaitan antara struktur, kondisi proses, dan kinerja fungsional pati bengkuang dalam konteks pengembangan sistem penghantaran obat. Berbagai studi eksperimental yang dianalisis menunjukkan bahwa pengaturan parameter proses, termasuk metode ekstraksi dan modifikasi pasca-ekstraksi, mampu mempengaruhi distribusi berat molekul, stabilitas termal, dan kemampuan pembentukan partikel. Ketiga aspek tersebut merupakan determinan penting bagi desain sistem penghantaran obat berbasis polisakarida, khususnya dalam pembentukan partikel mikro maupun nano yang terkontrol. Secara konseptual, sifat mudah terdegradasi melalui hidrolisis terarah dan potensi fungsionalnya menempatkan pati bengkuang sebagai kandidat menjanjikan untuk pembawa obat yang biokompatibel dan ramah lingkungan. Namun, implementasi pada formulasi farmasi masih memerlukan standardisasi parameter mutu, karakterisasi menyeluruh terhadap keamanan biologis, serta uji in vitro dan in vivo yang lebih komprehensif. Secara keseluruhan, kajian ini menegaskan bahwa pati bengkuang memiliki prospek signifikan sebagai biopolimer alternatif dalam pengembangan sistem penghantaran obat, sekaligus mengidentifikasi agenda riset lanjutan yang diperlukan untuk mendukung translasi ke aplikasi klinis. This review investigates yam bean (Pachyrhizus erosus) starch as a natural polysaccharide that exhibits A-type crystallinity, high molecular plasticity, and biodegradability, its support potential use as a pharmaceutical biopolymer. Particular attention is given to the interplay among structural features, processing conditions, and functional performance of yam bean starch in the context of drug delivery system development. Analysis of experimental studies indicates that adjusting processing parameters, including extraction methods and post-extraction modifications, can modify molecular weight distribution, thermal stability, and particle-forming ability. These three attributes are key determinants of the design of polysaccharide-based drug delivery systems, particularly for the controlled formation of micro- and nanoparticles. Conceptually, the ease of degradation through directed hydrolysis and the functional versatility of yam bean starch, position it as a promising candidate for biocompatible and environmentally friendly drug carriers. However, successful implementation in pharmaceutical formulations still requires standardisation of quality parameters, comprehensive characterisation of biological safety, and more extensive in vitro and in vivo evaluations. Overall, this review highlights the significant potential of yam bean starch as an alternative biopolymer for the development of drug delivery systems and identifies future research agendas needed to support its translation toward clinical applications.
Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Kekurangan Energi Kronis Di Kelurahan Cipedes Sukajadi Kota Bandung: Pregnant Women's Knowledge of Chronic Energy Deficiency in Cipedes Sukajadi Village, Bandung City Rusmita, Eli; Rahmasita Wahyuni , Devi
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v12i1.388

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya Angka Kematian Ibu (AKI) 228/100.00 kelahiran hidup dan Angka Kematian Bayi (AKB) 34/1.000 kelahiran di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan ibu hamil tentang kekurangan energi kronis di Kelurahan Cipedes Sukajadi Kota Bandung. Pengetahuan adalah hasil dari tahu seseorang terhadap suatu objek tertentu melalui indera yang dimilikinya dan ibu hamil adalah wanita yang telah melahirkan seseorang. KEK adalah keadaan dimana seseorang mengalami kekurangan gizi (kalori dan protein) yang berlangsung lama atau menahun. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan populasi sebanyak 491 ibu hamil menggunakan teknik Probability Random Sampling didapat sebanyak 83 ibu hamil. Instrumen penelitian ini yaitu kuesioner sebanyak 18 pertanyaan telah diuji validitas dan reliabilitas di Kelurahan Cipedes pada 30 responden didapatkan hasil nilai r = 0,242 - 0,561 dan Cronbach’s Alpha sebesar 0,726.Hasil penelitian secara umum tentang pengetahuan KEK kategori kurang 50%, pengertian KEK kategori cukup 44,6%, etiologi KEK kategori kurang 47%, tanda dan gejala KEK kategori cukup 43,4%, dampak KEK kategori cukup 47%, cara mengatasi KEK kategori kurang 48,2%, cara pencegahan KEK kategori kurang 50,6%. Kesimpulan bahwa pengetahuan tentang KEK kategori kurang 50%, maka disarankan untuk Puskesmas Sukajadi untuk memberikan penyuluhan kesehatan yang berkesinambungan terkait upaya untuk mengatasi kekurangan energi kronis pada ibu hamil.   This research was motivated by the high Maternal Mortality Rate (MMR) of 228/100,00 live births and the Infant Mortality Rate (IMR) of 34/1,000 live births in Indonesia. This study aims to determine the description of pregnant women's knowledge about chronic energy deficiency in Cipedes Sukajadi Village, Bandung City. Knowledge is the result of someone knowing about a certain object through their senses and a pregnant woman is a woman who has given birth to someone. CED is a condition where a person experiences malnutrition (calories and protein) that lasts a long time or is chronic. This research used a descriptive method with a population of 491 pregnant women using Probability Random Sampling techniques to obtain 83 pregnant women. The instrument of this research, namely a questionnaire with 18 questions, has been tested for validity and reliability in Cipedes Village on 30 respondents. The results obtained were r = 0.242 - 0.561 and Cronbach's Alpha was 0.726. The general research results regarding knowledge of KEK in the less than 50% category, understanding of KEK in the sufficient category were 44 .6%, etiology of CED in the less category 47%, signs and symptoms of CED in the moderate category 43.4%, impact of CED in the moderate category 47%, how to deal with CED in the less category 48.2%, ways to prevent CED in the less category 50.6%. The conclusion is that knowledge about the KEK category is less than 50%, so it is recommended for community health centers to provide health education in order to overcome chronic energy deficiency in pregnant women.    
Studi Kasus Continuity of Care (CoC) Kebidanan Fisiologis Berbasis Teknologi pada Ny. S: Case Study of Technology-Based Continuity of Care (CoC) Physiological Midwifery in Ny. S Zahra Humaira, Rezka; Sianipar, Imelda; Rejeki, Sri
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v12i1.389

Abstract

Latar Belakang : Continuity of care telah banyak diakui secara luas, akan tetapi terdapat beberapa tantangan dalam mengimplementasikannya. Teknologi digital khususnya aplikasi pesan instan seperti whatsapp dan layanan video call merupakan solusi yang menjanjikan untuk mengatasi tantangan tersebut secara efektif dan efisien Tujuan : Untuk melaksanakan asuhan fisiologis kebidanan secara komprehensif dan berkesinambungan sesuai standar pada Ny. S Umur 35 tahun dengan dukungan teknologi pesan instan whatsapp. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif yang berupa case study. Teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui observasi, pemeriksaan fisik dan wawancara, serta dokumentasi menggunakan format pengkajian. Sedangkan data sekunder diperoleh dari buku KIA. Hasil: Asuhan yang diberikan pada Ny.S menunjukkan bahwa teknologi Whatsapp dapat membantu mengatasi permasalahan Ny.S pada nifas hari ke 6, mengenai payudaranya yang cepat penuh dan terkadang terasa sedikit nyeri, aplikasi pesan whatsapp dapat membantu bidan mengirimkan video mengenai pemijitan payudara dan cara penyimpanan ASI yang benar agar ibu tidak lupa dan dapat mempelajarinya kembali. Dengan menggunakan aplikasi whatsapp bidan juga dapat melakukan pemantauan kepada ibu dengan menggunakan fitur chat dan video call. Kesimpulan: Asuhan continuity of care yang didukung dengan teknologi pesan whatsapp sangat membantu bidan dalam pemberian asuhan continuity of care Background: Continuity of care has been widely recognized, but there are several challenges in implementing it. Digital technology, especially instant messaging applications such as WhatsApp and video call services, is a promising solution to overcome these challenges effectively and efficiently. Objective: To implement comprehensive and continuous midwifery physiological care according to standards for Mrs. S, 35 years old, with the support of WhatsApp instant messaging technology. Method: This study uses a descriptive approach in the form of a case study. Data collection techniques use primary and secondary data. Primary data is obtained through observation, physical examination and interviews, and documentation using an assessment format. While secondary data is obtained from the KIA book. Results: The care provided to Mrs. S shows that WhatsApp technology can help overcome Mrs. S's problems on the 6th day of postpartum, regarding her breasts that quickly fill up and sometimes feel a little painful, the WhatsApp messaging application can help midwives send videos about breast massage and how to store breast milk correctly so that mothers do not forget and can learn it again. By using the WhatsApp application, midwives can also monitor mothers using the chat and video call features. Conclusion: Continuity of care supported by WhatsApp messaging technology is very helpful for midwives in providing continuity of care.  
Implementasi ASI Eksklusif Melalui Media Whatsapp Pada Asuhan Komprehensif Ny.M G2P1A0 DI PMB.T Tahun 2025: Implementation of Exclusive Breastfeeding Through WhatsApp in Comprehensive Care for Mrs. M G2P1A0 in the 2025 Prenatal Care Program Nurfauzia, Syifa
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v12i1.390

Abstract

Latar Belakang: Air susu ibu sebagai sumber nutrisi terbaik yang mampu meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Pemberian ASI pada bayi sangat penting terutama pada periode awal kehidupan, tingginya angka kematian bayi adalah salah satu faktor utama yang disebabkan oleh kurangnya kebutuhan gizi pada bayi. Kebutuhan utama nutrisi pada bayi adalah ASI (Widya M.P 2023). Masih rendahnya pencapaian program pemberian ASI eksklusif dapat terjadi karena beberapa hambatan, diantaranya rendahnya pengetahuan tentang manfaat dan tujuan pemberian ASI eksklusif bisa menjadi penyebab gagalnya pemberian ASI eksklusif. Salah satu strategi yang dilakukan pemerintah adalah dengan memberikan penyuluhan atau edukasi kepada ibu hamil. Ny.K tidak memberikan ASI Ekskulif pada anaknya yang pertama karena ibu tidak memahami mengenai ASI Ekskusif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasi ibu nifas melalui media WhatsApp untuk terlaksananya pemberian ASI Eksklusif. Metode: Deskriptif dengan metode studi kasus yaitu metode dengan metode yang menelti suatu permasalahan melalui studi kasus yang terdiri dari unit tunggal (satu bu nifas) secara mendalam, intensif dan komprehensif. Hasil: Implementasi ASI Eksklusif melalui media WhatsApp ini sangat  membantu bidan dalam memberikan asuhan yang efektif dan efisien dalam melakukan asuhan yang dibutuhkan oleh ibu. Background: Breast milk is the best source of nutrition that can improve the health of both mothers and children. Breastfeeding is crucial, especially in the early stages of life, as high infant mortality rates are often caused by inadequate nutrition. The primary nutritional need for infants is breast milk (Widya M.P 2023). The low achievement of exclusive breastfeeding programs can be attributed to several obstacles, including a lack of knowledge about the benefits and goals of exclusive breastfeeding, which can lead to failure. One strategy employed by the government is providing counseling or education to pregnant women. Mrs. K did not exclusively breastfeed her first child due to a lack of understanding about exclusive breastfeeding. Objective: This study aims to implement postpartum care for mothers through WhatsApp to facilitate exclusive breastfeeding. Method: This is a descriptive study using a case study approach, which involves an in-depth, intensive, and comprehensive examination of a single case (one postpartum mother). Result: Implementing exclusive breastfeeding through WhatsApp has greatly assisted midwives in providing effective and efficient care to mothers.