cover
Contact Name
Teguh Sandjaya
Contact Email
teguh.sandjaya@unpad.ac.id
Phone
+62818713818
Journal Mail Official
m.fedryansah@unpad.ac.id
Editorial Address
Alamat Surat Menyurat Jalan Raya Bandung Sumedang KM 21, Gedung B. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial
ISSN : -     EISSN : 26203367     DOI : https://doi.org/10.24198/focus.v3i1
Core Subject : Social,
Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial merupakan jurnal ilmiah yang lebih diarahkan untuk memuat kajian dari praktik pekerjaan sosial dalam menangani dan mengelola berbagai potensi, hambatan, tantangan, dan masalah yang ada di masyarakat. Implementasi kegiatan layanan juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pelayanan diorganisasikan menjadi kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hasil kolaborasi antara dosen dan mahasiswa Departemen Kesejahteraan Sosial, baik program studi sarjana (S1) maupun program studi pasca sarjana (S2 & S3) khususnya, namun kepada para pemerhati pekerjaan sosial pada umumnya sehingga bisa menjadi sumbangan yang besar dalam perkembangan praktik pekerjaan sosial di Indonesia. Praktik pekerjaan sosial ini tidak hanya praktik secara nyata juga mencakup praktik dalam kajian pustaka yang dapat berupa pengembangan metode praktik maupun praktik dalam arti yang luas.
Articles 175 Documents
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PADA PROGRAM HIV DI LEMBAGA PELAYANAN SOSIAL PKBI JAWA BARAT Elprida Riyanny Syalis; Soni Akhmad Nulhaqim
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 6, No 1 (2023): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v6i1.34178

Abstract

Organisasi Pelayanan Sosial merupakan swadah yang dibentuk dengan tujuan membantu dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan pelayanan sosial. Salah satu faktor yang menentukan dalam pencapaian tujuan dari suatu organisasi pelayanan soisal adalah sistem Informasi. Sistem informasi adalah sistem yang menyediakan informasi guna mendukung kegiatan operasional, manajemen dan fungsi pengambilan keputusan dari suatu organisasi.. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa proses manajerial lembaga, khususnya pada aspek Sistem Informasi Manajemen (SIM). Metode yang dilakukan dalam proses penelitian ini yaitu dengan melakukan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi serta menggunakan analisis SWOT. Dari hasil penelitian program HIV memiliki sistem informasi yaitu sistem informasi spiritia (SIS) namun SIS ini memiliki kelemahan yaitu kurangnya akomodir dalam keseluruhan situasi lapangan dan data yang disajikan masih terbatas sehingga membutuh pengolahan lebih lanjut.
KEBERHASILAN PROGRAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN RAWAN SOSIAL EKONOMI (PRSE) DESA TARUNAJAYA Rizeki Hardiansyah; R Nunung Nurwati; Budi Muhammad Taftazani
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 6, No 1 (2023): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v6i1.40141

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pemberdayaan Perempuan Rawan Sosial Ekonomi (PRSE) Desa Tarunajaya, melalui analisis perbedaan tingkat pemberdayaan sebelum dan sesudah mendapatkan Pelatihan. Objek dalam penelitian ini adalah 10 perempuan yang masuk kategori Perempuan Rawan Sosial Ekonomi (PRSE) di Desa Tarunajaya. Metode penelitian yang dipakai adalah metode kuantitatif deskriptif, Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan Uji beda non parametric dengan Metode Wilxocon yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat keberdayaan yang diukur dengan indikator-indikator dari Teori ACTORS. Hasil penelitian secara keseluruhan menunjukkan bahwa program pemberdayaan melalui pelatihan terbukti telah efektif yang digambarkan melalui terdapat perbedaan tingkat keberdayaan sebelum dan sesudah mendapatkan pelatihan dengan menggunakan indikator-indikator pemberdayaan teori ACTORS.
ANALISIS INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT PADA PROGRAM WISATA KONSERVASI PENYU PT GAG NIKEL Mustajir SH; Haeruddin Mujuddin; Naufaldy Azzura Herdiana; Santoso T. Raharjo; Nurliana C. Apsari; Meilanny B. Santoso; Sahadi Humaedi; Budi Muhammad Taftazani
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 6, No 1 (2023): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v6i1.48882

Abstract

Kegiatan operasional sebuah perusahaan di tengah kehidupan masyarakat mempengaruhi lingkungan di sekitar perusahaan tersebut berada. Terutama industri ekstraktif, pemerintah mewajibkan perusahaan untuk melakukan tanggung jawab sosial dan lingkungan terhadap para pemangku kepentingan, khususnya masyarakat lokal yang tinggal di sekitar lokasi pertambangan. Melalui pelaksanaan PPM, perusahaan dapat menjadi agen perubahan positif yang memberikan dampak baik bagi semua pihak yang terlibat. Program Wisata Konservasi Penyu merupakan salah satu program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh PT Gag Nikel, program ini berbasis bidang lingkungan dan pariwisata yang dilaksanakan di Kampung Gag, Distrik Waegeo Barat Kepulauan, Kabupaten Raja Ampat, Propinsi Papua Barat Daya. Sebagai program yang melibatkan kepentingan publik, maka harus dilakukan evaluasi terhadap pelayanan yang dilakukan kepada penerima manfaat. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tingkat kepuasan masyarakat terhadap kualitas pelayanan program PPM PT Gag Nikel. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif. Hasil keseluruhan IKM sebesar 3,712, berdasarkan tabel interval nilai IKM maka kualitas program Wisata Konservasi Penyu berada dalam kategori A dengan nilai konversi 92,8 pada kategori sangat baik, program yang dijalankan oleh tim community development PT Gag Nikel bersama dengan masyarakat berdampak positif bagi penerima manfaat program, yaitu pengunjung tempat wisata.
IMPLEMENTASI PENDEKATAN BERBASIS HAK DALAM PENDAMPINGAN PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) DI KOTA GORONTALO Yolandika Arsyad; Binahayati Rusyidi; Mohammad Fedryansyah
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 6, No 1 (2023): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v6i1.40398

Abstract

Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan kebijakan penanggulangan kemiskinan dalam bentuk program perlindungan sosial berupa pemberian bantuan non tunai pada keluarga miskin dan rentan yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa implementasi pendekatan berbasis hak dalam proses pendampingan yang dilakukan oleh pendamping PKH. Kerangka analisa yang digunakan adalah pendekatan berbasis hak menurut Gatenio (2016) yang mencakup prinsip partisipasi, akuntabilitas, non-diskriminasi, dan kesetaraan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengambil 5 informan sebagai sampel yang dipilih secara purposive terdiri dari pendamping PKH dan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH di Kota Gorontalo. Pengumpulan data dilakukan melalui proses wawancara mendalam dan observasi partisipan dalam kegiatan pendampingan PKH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pendampingan PKH di Kota Gorontalo pada umumnya telah menerapkan pendekatan berbasis hak yang menekankan pada prinsip HAM yang dilakukan pendamping pada penyaluran bantuan, pertemuan kelompok dan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2), verifikasi, pemutakhiran data dan transformasi kepesertaan. Namun, penerapan prinsip HAM tersebut masih memiliki kelemahan pada pada prinsip kesetaraan, dimana penerapan sanksi bagi KPM yang tidak komitmen dalam proses verifikasi pendidikan dan kesehatan belum diberlakukan. Selain itu pada tahap transformasi kepesertaan masih ditemukan KPM yang sudah mampu dan belum mengundurkan diri dari kepesertaan PKH (graduasi) sehingga menyebabkan tidak maksimalnya prinsip kesetaraan pada proses pendampingan. Peneliti merekomendasikan agar proses pendampingan lebih dioptimalkan oleh pendamping PKH dengan melakukan edukasi, monitoring, serta koordinasi dengan Dinas Sosial sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat dalam pelaksanaan PKH di daerah untuk mengambil kebijakan tegas khususnya untuk meningkatkan penerapan prinsip kesetaraan pada proses verifikasi dan transformasi.
PERANAN ORGANISASI LOKAL DALAM PENGELOLAAN BANTARAN SUNGAI CITARUM (Studi Kasus Pada Warga Peduli Lingkungan Di Sektor 7, Kecamatan Baleendah) Auriel Karina Siti Zutema; Rudi Saprudin Darwis; Gigin Ginanjar Kamil Basar
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 6, No 1 (2023): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v6i1.43913

Abstract

Pengelolaan Sungai Citarum tidak terlepas dari partisipasi aktif masyarakat. Warga Peduli Lingkungan (WPL) merupakan salah satu organisasi lokal yang berperan aktif dalam pengelolaan Sungai Citarum, termasuk bantaran Sungai Citarum di Desa Rancamanyar di Sektor 7, Kecamatan Baleendah. Hadirnya organisasi lokal dapat membuat kegiatan komunitas menjadi lebih efisien seperti dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menanggapi masalah lebih cepat. Dalam hal ini, organisasi lokal dapat membuat masyarakat meningkatkan kemampuan masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk medeskripsikan peranan organisasi lokal, WPL, terkait pengelolaan bantaran Sungai Citarum di Desa Rancamanyar, berdasarkan empat peran organisasi lokal yang dijelaskan oleh Norman uphoff diantaranya; Intra- organizational Task; Resource Task; Service Task; Ekstra-Organizational Task. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik penelitian studi kasus yaitu meliputi wawancara mendalam, observasi, studi dokumentasi, dan studi kepustakaan. Analisis data dilakukan melalui beberapa tahapan meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menggambarkan bahwa WPL berhasil melakukan empat peranannya dalam pengelolaan bantaran Sungai Citarum di Desa Rancamanyar, Sektor 7, Kecamatan Baleendah. Namun berdasarkan empat peranan tersebut, WPL masih memerlukan peningkatan terutama dalam aspek Resource Task. Oleh sebab itu, diperlukan upaya untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada. Berdasarkan analisis, dirumuskan Plan of Treatment berupa pelatihan anggota WPL sehingga sumber daya yang tersedia semakin meningkat dalam melakukan aktivitas pengelolaan lingkungan.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN BANTARAN SUNGAI CITARUM SEKTOR 7 KECAMATAN BALEENDAH KABUPATEN BANDUNG Debby Maharani; Eva Nuriyah Hidayat; Gigin Ginanjar Kamil Basar
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 6, No 1 (2023): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v6i1.44923

Abstract

Penelitian ini berjudul “Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolan Bantaran Sungai Citarum Sektor 7 Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung”. Peneliti mencoba mendeskripsikan bagaimana partisipasi masyarakat yang ada di dalam pengelolaan bantaran Sungai Citarum Sektor 7 dengan melihat 5 bentuk partisipasi, yaitu 1) partisipasi pemikiran, 2) partisipasi tenaga, 3) partisipasi keterampilan/keahlian, 4) partisipasi harta benda dan yang terakhir 5) partisipasi sosial. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi non partisipan, studi dokumentasi dan studi kepustakaan. Adapun jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak 11 orang yang terlibat langsung dalam pengelolaan bantaran Sungai Citarum Sektor 7. Hasil penelitian menunjukan bahwa untuk wilayah Bojongmalaka dan Andir masyarakat memberikan partisipasi secara sukarela dan sesuai kemampuannya melalui kelima bentuk partisipasi. Namun, di wilayah Rancamanyar masih kurangnya partisipasi yang diberikan oleh masyarakat, hal ini terjadi karena kurangnya sosialisasi yang dilakukan oleh tim satgas dan masih minimnya pengetahuan masyarakat dalam pengelolaan Bantaran Sungai Citarum Sektor 7. Maka peneliti merekomendasikan untuk pemerintah bersama komunitas/organisasi lokal untuk melakukan evaluasi kegiatan yang telah dilakukan oleh satgas, kemudian mengadakan diskusi yang dilakukan secara rutin antara masyarakat dengan para stakeholder, dan membuat pelatihan khusus dengan tujuan untuk memaksimalkan keterampilan yang ada di masyarakat dalam pengelolaan bantaran Sungai Citarum sektor 7.
PROSES ASESMEN KLIEN DALAM PERENCANAAN INTERVENSI DI LEMBAGA KESEJAHTERAAN SOSIAL LANJUT USIA (LKS-LU) PAYUNG BESUREK KOTA BENGKULU Fadlurrohim, Ishak; Jenny, Despita Antika; Yunilisiah, Yunilisiah
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 7, No 1 (2024): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v7i1.51123

Abstract

Proses asesmen merupakan tahap menemukenali permasalahan dan perencanaan intervensi merupakan kegiatan yang terencana berdasarkan hasil penilaian masalahnya. sehingga proses asesmen dan perencanaan intervensi pada lanjut usia ditinjau dan dinilai dengan baik kekurangan dan kelemahan dari proses pelaksanaan asesmen tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif bersifat deskriptif ini berupaya untuk menjelaskan proses asesmen klien dalam perencanaan intervensi yang ada di LKS-LU Payung Besurek Kota Bengkulu. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri dari Ketua Lembaga, Pekerja Sosial, Pendamping Lansia dan Lansia penerimaan layanan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan kualitatif deskriptif. LKS-LU Payung Besurek Menggunakan Biopsychosocial Spiritual Assessment (BPPS) untuk menemu kenali masalah dan kebutuhan lanjut usia. dalam proses asesmen terdapat 5 (lima) tahap. Proses asesmen yang ada di LKS-LU sudah baik, namun masih perlu adanya peningkatan agar proses asesmen dalam perencanaan intervensi kepada klien dapat dilakukan secara komprehensif. Kendala proses asesmen dalam perencanaan intervensi adalah keterbatasan waktu, lansia sulit memahami pertanyaan, Sumber Daya Manusia yang kurang dan terbatasnya anggaran. Namun LKS-LU Payung Besurek selalu mengupayakan pelayanan secara maksimal dan memperbaiki sistem yang ada termasuk proses asesmen dan perencanaan intervensi. ABSTRACTThe assessment process is a stage of discovering problems, and intervention planning is a planned activity based on the results of the problem assessment. The assessment process and intervention planning for the elderly must be reviewed and assessed optimally to see the shortcomings and weaknesses of the assessment implementation process. This research uses a descriptive qualitative approach to explain the client assessment process in planning interventions at LKS-LU Payung Besurek Bengkulu City. Determination of informants using purposive sampling technique consisting of the Head of the Institution, Social Workers, staff and Elderly. Data was collected using in-depth interviews, observation, and documentation. Data analysis techniques with descriptive qualitative. Institution uses Biopsychosocial Spiritual Assessment to identify the problems and needs of the elderly. In the assessment process, there are (five) stages. The existing assessment process is good. However, there is still a need for improvement so that the assessment process in planning client interventions can be carried out comprehensively. The obstacles to the assessment process in planning interventions are time constraints, older adults needing help understanding questions, a lack of human resources, and a limited budget. However, strives for maximum service and improves the existing system, including the assessment process and intervention planning.
ANALISIS PROSES REKRUTMEN SDM PADA PT MACAIN ENERGY SERVICES Siregar, Tya Efrinamasya Sendhe; Amalia, Nabilla
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 6, No 2 (2023): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v6i2.48234

Abstract

Proses rekurtmen adalh proses mencari dan memikat kandidat untuk bekerja di perusahaan. Perusahaan harus memiliki proses rekrutmen yang efektif untuk mendapatkan calon karyawan yang berkualitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses rekrutmen SDM dan unuk memenuhi sebanyak mungkin penawaran calon karyawan sehingga perusahaan memiliki lebih banyakpeluang untuk memilih kandidat yang dianggap memenuhi standar PT. Macain Energy Services. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif yang dilakukan dengan cara wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa proses rekrutmen ini sangat berpengaruh bagi perusahaan untuk mendapatkan karyawan yang berkualitas tinggi. Dimana PT. Macain Energy Services akan merekrut karyawan yang memiliki keahlian dibidan konstruksi. Recruitment is the process of finding and attracting candidates to work for a company. Companies must have an effective recruitment process to get qualified prospective employees. The purpose of this research is to find out the HR recruitment process and to fulfill s many prospective employee’s offers as possible so that standards at PT Macain Energy Services. The method used in this reasearch is descriptive qualitative conducted by menas of interviews and documentation. The result of this study indicate that this recruitment process is very influential for the company to get high-quality employees. Where PT Macain Energy Services employees who have expertise in the construction field.
PENGEMBANGAN DESA WISATA MELALUI PENERAPAN COMMUNITY DEVELOPMENT DALAM UPAYA PENINGKATAN EKONOMI LOKAL Mirajani, Inara; Aritonang, Johan Immanuel; Damayanty, Siska; Humaedi, Sahadi; Darwis, Rudi S.; Hidayat, Eva Nuriyah; Raharjo, Santoso Tri; Santoso, Meilanny Budiarti
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 6, No 2 (2023): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v6i2.52787

Abstract

Desa wisata merupakan salah satu strategi pengembangan ekonomi lokal yang telah banyak diterapkan di berbagai negara. Pengembangan desa wisata tidak hanya melibatkan aspek pariwisata, tetapi juga perlu memperhatikan pemberdayaan masyarakat setempat. Metode yang digunakan dalam pengembangan desa wisata adalah community development, yang bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengembangan dan mengoptimalkan sumber daya lokal. Studi ini bertujuan untuk menganalisis konsep dan dampak penerapan community development dalam pengembangan desa wisata terhadap peningkatan ekonomi lokal. Melalui tinjauan literatur, studi ini akan menjelaskan prinsip-prinsip dasar community development, strategi implementasi, dan pendekatan yang digunakan dalam konteks pengembangan desa wisata. Hasil studi literatur menunjukkan bahwa penerapan community development dalam pengembangan desa wisata memiliki potensi besar dalam meningkatkan ekonomi lokal. Dengan melibatkan masyarakat setempat dalam proses pengambilan keputusan, pelatihan keterampilan, pengembangan usaha lokal, dan pemanfaatan sumber daya lokal, desa wisata dapat menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat. Village tourism is one of the local economic development strategies that has been widely implemented in various countries. The development of tourist villages not only involves aspects of tourism, but also needs to pay attention to the empowerment of local communities. The method used in the development of tourist villages is community development, which aims to increase community participation in the development and optimize local resources. This study aims to analyze the concept and impact of the application of community development in the development of tourist villages on improving the local economy. Through a literature review, this study will explain the basic principles of community development, implementation strategies, and approaches used in the context of tourism village development. The results of the literature review show that the application of community development in the development of tourism villages has great potential in improving the local economy. By involving local communities in the decision-making process, skills training, local business development, and utilization of local resources, tourist villages can become a sustainable source of income for local communities.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM BETEL LEAF EMPOWERMENT HUB PROGRAM PT PERTAMINA PATRA NIAGA SHAFTHI Pratama, Alief Indra; Fitriawan, Herwan; Aulia, Maya Lutviana; Prastyo, Dimas Aji; Ridwan, Ridwan
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 7, No 1 (2024): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v7i1.54124

Abstract

Kemiskinan merupakan tantangan kompleks yang signifikan dalam pembangunan ekonomi nasional, khususnya di Indonesia. Artikel ini mengkaji permasalahan kemiskinan di Kota Tangerang, dengan jumlah penduduk miskin mencapai 25,9 juta orang pada Maret 2023. Kota Tangerang menghadapi peningkatan angka kemiskinan sebesar 0,55% dari tahun 2020 hingga 2022, menciptakan kebutuhan akan solusi inovatif melalui pengembangan masyarakat. Program TJSL diimplementasikan dengan memanfaatkan potensi lokal, seperti yang berhasil dilakukan di Kelurahan Mekarsari dengan Betel Leaf Empowerment Hub Program. Program ini berfokus pada budidaya tanaman sirih, mengedepankan nilai keberlanjutan dan nilai ekonomi daun sirih. Program ini telah berhasil meningkatkan kemandirian masyarakat, terutama di Kelurahan Mekarsari, yang menerima bantuan dari PT Pertamina Patra Niaga SHAFTHI sejak 2020. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan budidaya tanaman sirih, dengan ditinjau melalui pendekatan 5P (Pemungkin, Penguatan, Perlindungan, Penyokongan, dan Pemeliharaan). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan deskriptif digunakan untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang pelaksanaan Betel Leaf Empowerment Hub Program. Poverty presents a complex challenge in Indonesia's national economic development, notably in Tangerang. This article delves into Tangerang's poverty issues, with 25.9 million people recorded as impoverished in March 2023. The city witnessed a 0.55% rise in poverty from 2020 to 2022, prompting the need for innovative community development solutions. The TJSL program strategically utilizes local potential, exemplified by the successful Sirih Village Program in Mekarsari. Focused on betel leaf cultivation, this initiative prioritizes sustainability and the economic value of betel leaves. Implemented since 2020, it has significantly enhanced community self-reliance, particularly in Mekarsari, aided by support from PT Pertamina Patra Niaga SHAFTHI. This study aims to formulate empowerment strategies through betel leaf cultivation, employing the 5P approach (Enablement, Strengthening, Protection, Support, and Maintenance). Utilizing qualitative and descriptive research methods, the research provides insights into the Sirih Village Program's implementation in Mekarsari. The findings contribute to effective poverty-alleviation strategies in Tangerang.